cover
Contact Name
Ahmad Arif Nurrahman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrti@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Industri
ISSN : 28083091     EISSN : 27986349     DOI : https://doi.org/10.29313/jrti.v1i2
Jurnal Riset Teknik Industri Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan kajian hasil riset dan teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Teknik Industri. JRTI ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6349 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 102 Documents
Pendekatan Lean-Kaizen untuk Mengurangi Waste pada Lini Produksi Divisi Produksi dan Repair di PT XYZ Ayu Diah Amalia; Chaznin R. Muhammad; Puti Renosori
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i2.5488

Abstract

Abstrak. PT XYZ merupakan perusahaan BUMN yang memproduksi alat telekomunikasi. Salah satu produk yang dihasilkan yaitu perangkat penerimaan siaran digital berbasis teknologi yang dikenal dengan nama Set Top Box . Proses bisnis yang berjalan di PT. Dalam melakukan proses produksi terdapat beberapa aktivitas yang menyebabkan pemborosan, yaitu adanya produk rework, gerakan operator yang tidak diperlukan, serta tidak adanya penyimpanan khusus produk. Tools yang digunakan pada penelitian ini adalah Value Stream Mapping, 7 waste kuesioner, Diagram Fishbone, 5W+1H dan konsep kaizen 5S. Diagram fishbone digunakan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya pemborosan, sehingga dapat ditentukan usulan perbaikan yang dibutuhkan. Apabila usulan perbaikan diimplementasikan, maka diperkirakan akan menghasilkan total production lead time yang menurun dari 1.054,54 detik menjadi 840,71 detik. Abstract. PT XYZ is a state-owned company that produces telecommunications equipment. One of the products produced is a technology-based digital broadcast reception device known as Set Top Box. In the production process, there are several activities that cause waste, namely the existence of rework products, unnecessary operator movements, and the absence of special product storage. The tools used in this research are Value Stream Mapping, 7 waste questionnaire, Fishbone Diagram, 5W+1H and 5S kaizen concept. The fishbone diagram is used to analyze the factors that cause waste, so that the proposed improvements can be determined. If the proposed improvements are implemented, it is estimated that the total production lead time will decrease from 1,054.54 seconds to 840.71 seconds.
Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Produk Cacat Kemeja PDH di PT. XYZ Resfi Panji Swara; Puti Renosori; Iyan Bachtiar
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i2.5489

Abstract

Abstrak. PT XYZ adalah perusahaan konveksi yang menghasilkan berbagai produk seperti seragam kerja dan Kemeja PDH. Penelitian ini fokus pada faktor-faktor penyebab cacat produk Kemeja PDH di PT. XYZ, menggunakan metode statistical quality control dengan menggunakan peta kendali, diagram pareto dan diagram sebab akibat. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung, sementara data sekunder diperoleh dari wawancara dan studi dokumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa cacat mayor dan minor pada produk disebabkan oleh faktor manusia, mesin, material, metode, dan lingkungan. Faktor-faktor ini meliputi kebersihan kerja yang buruk, bahan baku cacat, maintenance mesin yang kurang, SOP yang tidak lengkap, dan kondisi lingkungan yang tidak optimal. Usulan perbaikan meliputi peningkatan pengawasan, pengelolaan bahan baku yang lebih baik, perawatan mesin, penyusunan SOP yang jelas, dan perbaikan lingkungan kerja. Adanya usulan implementasi perbaikan, diharapkan kualitas produk Kemeja PDH dapat meningkat, mengurangi cacat, dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Abstract. PT XYZ is a garment manufacturing company that produces various products, including work uniforms and PDH (Official Civil Servant) shirts. This research focuses on the factors causing defects in PDH shirts at PT XYZ, using statistical quality control methods such as control charts, Pareto diagrams, and cause-and-effect diagrams. Primary data were collected through direct observation, while secondary data were obtained from interviews and document studies. The analysis results show that major and minor defects in the products are caused by human factors, machinery, materials, methods, and the environment. These factors include poor work cleanliness, defective raw materials, inadequate machine maintenance, incomplete SOPs, and suboptimal environmental conditions. Improvement suggestions include enhanced supervision, better raw material management, machine maintenance, clear SOP development, and workplace environment improvements. With the proposed implementation of these improvements, it is expected that the quality of PDH shirts will improve, defects will be reduced, and the company's operational efficiency will increase.
Pemetaan dan Analisis Strategis UMKM Muaro Jambi dengan Matriks Boston Consulting Group (BCG) Quentara, Lilia Trisyathia; Aprianda Prastama; Agus Topo Subekti
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v5i1.5778

Abstract

Abstrak. UMKM di Kabupaten Muaro Jambi menghadapi permasalahan utama berupa pertumbuhan omzet tahunan yang tidak stabil, yang disebabkan oleh belum optimalnya pengembangan pangsa pasar. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan posisi UMKM berdasarkan potensi pertumbuhan dan pangsa pasar serta merumuskan strategi pengembangan yang tepat guna mendukung pemerataan pertumbuhan usaha. Metode yang digunakan meliputi analisis faktor internal dan eksternal melalui Matriks IFAS dan EFAS untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai IFAS sebesar 3,336 dan EFAS sebesar 3,820. Nilai ini menempatkan sebagian besar UMKM dalam kuadran Question Mark pada Matriks BCG, yang mencerminkan potensi pertumbuhan tinggi tetapi dengan pangsa pasar yang masih rendah. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa lokasi usaha (30%) dan strategi promosi (20%) merupakan faktor utama yang memengaruhi ketimpangan pertumbuhan omzet antar-UMKM. Kedepannya diharapkan program pembinaan UMKM dapat difokuskan pada penguatan promosi dan penataan lokasi usaha yang lebih strategis guna meningkatkan daya saing dan pemerataan pertumbuhan. Abstract. MSMEs in Muaro Jambi Regency face the main problem in the form of unstable annual turnover growth, caused by the lack of optimal market share development. This research aims to map the position of MSMEs based on growth potential and market share and formulate appropriate development strategies to support equitable business growth. The methods used include the analysis of internal and external factors through the IFAS and EFAS Matrices to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The results of data processing showed an IFAS value of 3.336 and an EFAS of 3.820. This value places most MSMEs in the Question Mark quadrant of the BCG Matrix, which reflects high growth potential but with a still low market share. Further analysis shows that business locations (30%) and promotional strategies (20%) are the main factors that affect the inequality in turnover growth between MSMEs. In the future, it is hoped that the MSME development program can be focused on strengthening the promotion and arrangement of more strategic business locations to increase competitiveness and equitable growth.
Perancangan Meja Gambar Teknik Fleksibel untuk Mahasiswa dengan Pendekatan Quality Function Deployment (QFD) Ramadhan Noviansyah, Aditya; Sanu, Aldi Maulana; Ramadhan, Dutha; Nugroho, Kent
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v5i1.6113

Abstract

Abstrak. Perancangan meja gambar teknik yang fleksibel dan ergonomis untuk mahasiswa menjadi fokus utama penelitian ini, dengan rumusan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan spesifik pengguna, seperti ketidaksesuaian desain meja yang tersedia terhadap aspek ergonomi dan fungsionalitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan mahasiswa Teknik Industri melalui survei kuesioner yang melibatkan 30 responden. Metode yang digunakan adalah pendekatan Quality Function Deployment (QFD) untuk menganalisis data yang diperoleh dari kuesioner. Hasil analisis menunjukkan enam kebutuhan utama. Prioritas tertinggi ditemukan pada fitur ergonomis dan kenyamanan pengguna. Desain akhir mencakup meja berbentuk persegi panjang, dilengkapi dengan fitur stabilizer, serta menggunakan material yang kuat dan tahan lama. Dengan menyusun Matriks House of Quality (HoQ), penelitian ini menghasilkan solusi praktis untuk desain meja yang dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas mahasiswa secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan furnitur yang lebih ergonomis dan fungsional di lingkungan akademik. Abstract. The design of a flexible and ergonomic drafting table for students is the primary focus of this research, addressing specific user needs. The objective of the study is to identify the requirements of Industrial Engineering students through a survey questionnaire involving 30 respondents to obtain representative data. The method employed is the Quality Function Deployment (QFD) approach to analyze the data gathered from the questionnaire. The analysis results reveal six main needs: a spacious table, shock resistance, easy portability, comfort for drawing, the ability to support a load of up to 50 kg, and suitability for user body size. The highest priority is found in ergonomic features and user comfort. The final design includes a rectangular table, equipped with a stabilizer feature, and constructed from strong, durable materials. By developing a House of Quality (HoQ) matrix, this research provides a comprehensive overview of the relationship between user needs and the technical characteristics required, resulting in practical solutions for table design that can enhance student comfort and productivity. This study aims to contribute to the development of more ergonomic and functional furniture in academic environments.
Penerapan Preventive Maintenance untuk Mereduksi Downtime Pada Mesin Punching Ziarini Febriani; Endang Prasetyaningsih; Chaznin R. Muhammad
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v5i1.6421

Abstract

Abstrak. PT. XYZ adalah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis alas kaki dengan merek dagang Tomkins. Kendala yang sering dialami yaitu kerusakan mesin yang menyebabkan downtime. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah pencegahan dengan menerapkan preventive maintenance. Pada saat ini, perusahaan menerapkan corrective maintenance pada komponen di mesin Punching dengan keandalan komponen coil sebesar 45,446%, komponen spring sebesar 43,065%, dan komponen bearing sebesar 47,513%, sehingga diperoleh biaya pemeliharaan sebesar Rp1.851.809.814 per 3 tahun. Kemudian untuk mencapai tingkat keandalan 85% dilakukan interval pemeliharaan untuk komponen coil setiap 261 jam dengan keandalan menjadi 85,055%, komponen spring setiap 255 jam dengan keandalan menjadi 85,061% dan komponen bearing setiap 346 jam dengan keandalan menjadi 85,036%. Setelah itu dilakukan pembuatan jadwal pemeliharaan usulan dengan biaya pemeliharaan yang dipilih adalah yang paling rendah berdasarkan interval pemeliharaan komponen spring. Dengan demikian, total biaya pemeliharaan yang harus dikeluarkan mencapai Rp436.608.337 dalam periode 3 tahun dengan penurunan persentase biaya pemeliharaan sebesar 76,423%. Abstract. PT. XYZ is a company that manufactures various types of footwear under the Tomkins brand. A common challenge faced by the company is machine breakdowns that lead to downtime. Therefore, preventive measures need to be taken by implementing preventive maintenance. Currently, the company applies corrective maintenance to components in the Punching machine, with component reliability levels as follows: coil at 45.446%, spring at 43.065%, and bearing at 47.513%. This results in maintenance costs of IDR 1,851,809,814 over a three-year period. To achieve a reliability level of 85%, maintenance intervals are determined as follows: the coil component every 261 hours, achieving 85.055% reliability; the spring component every 255 hours, achieving 85.061% reliability; and the bearing component every 346 hours, achieving 85.036% reliability. Subsequently, a proposed maintenance schedule is developed, selecting the lowest maintenance cost based on the spring component's maintenance interval. As a result, the total maintenance cost amounts to IDR 436,608,337 over three years, representing a 76.423% reduction in maintenance costs.
Pengendalian Kualitas Menggunakan Metode Six Sigma untuk Meminimalisir Cacat Produk di CV. XYZ Gifa Nadya Puteri Gunawan; M. Dzikron A. M; Dewi Shofi Mulyati
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v5i1.6422

Abstract

Abstrak. CV. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di industri tas. Dalam proses produksi perusahaan ini mampu memproduksi dengan skala 1300 unit tas per sebulan untuk memenuhi permintaan konsumen secara global. Persentase terbesar cacat, yaitu 6,18%, ditemukan pada produk backpack, dengan cacat seperti bentuk yang tidak presisi, jahitan yang tidak rapi, dan terdapat sobekan. Penelitian ini menggunakan metode Six Sigma dan Kaizen dengan tujuan dapat mengurangi produk cacat dengan meminimalkan variasi dalam proses. Hasil menunjukkan bahwa jenis cacat yang ditemukan adalah jahitan tidak rapi (44%), bentuk tidak tepat (25%), dan sobekan (31%). Checklist dan peta kontrol dibuat untuk memastikan setiap langkah dilaksanakan dengan baik dan mencegah terulangnya cacat. Perbaikan dilakukan dengan menerapkan pelatihan rutin bagi karyawan untuk meningkatkan keterampilan serta pemahaman terhadap kualitas, diikuti dengan inspeksi berkala guna memastikan proses berjalan sesuai standar. Selain itu, langkah-langkah pengendalian kualitas yang telah diimplementasikan bertujuan untuk mencegah terulangnya cacat dalam produksi. Abstract. CV. XYZ is a company engaged in the bag industry. In its production process, the company is capable of producing at a scale of 1.300 units of bags per month to meet global consumer demand. The highest defect percentage, 6.18%, was found in backpack products, with defects such as imprecise shapes, uneven stitching, and tears. This research applies the Six Sigma and Kaizen methods with the aim of reducing defective products by minimizing variation in the process. The results show that the types of defects found include uneven stitching (44%), incorrect shapes (25%), and tears (31%). Checklists and control charts were created to ensure each step was properly followed and to prevent the recurrence of defects. Improvements were made by implementing regular employee training to enhance skills and quality awareness, along with periodic inspections to ensure processes run according to standards. Additionally, the quality control measures implemented aim to prevent the recurrence of defects in production.
Reduksi Downtime Menggunakan Preventive Maintenance Di PT XYZ Erlangga Diwansyah Rachmawan; Endang Prasetyaningsih; Reni Amaranti
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v5i1.6447

Abstract

Abstrak. PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi pesawat terbang. Pemilihan mesin dan komponen kritis berdasarkan downtime dan frekuensi kerusakan, diperoleh mesin dan komponen yaitu CNC Deckel Maho (profibus module) dan Cyrilbath (oil seal jaw). Saat ini, total biaya pemeliharaan mencapai Rp 2.611.708.603 dengan keandalan masing-masing komponen sebesar 42%. Interval pemeliharaan yang diterapkan adalah 226,972 jam (oil seal jaw) dan 241,265 jam (profibus module), menghasilkan downtime masing-masing 113,75 jam dan 35,18 jam. Agar mereduksi downtime, 3 skenario pemeliharaan diusulkan, yaitu pemeliharaan masing-masing dan gabungan. Kemudian, ditentukan interval pemeliharaan 36 jam (oil seal jaw) dan 42 jam (profibus module). Skenario ketiga (pemeliharaan bersama setiap 42 jam) menghasilkan biaya terendah, yaitu Rp 972.003.667. Melalui skenario ini, keandalan mesin CNC Deckel Maho meningkat menjadi 95% dan Mesin Cyrilbath menjadi 94%. Downtime juga diprediksi turun signifikan, dari 113,75 jam menjadi 9,971 jam (CNC Deckel Maho) dan dari 35,18 jam menjadi 3,078 jam (Cyrilbath). Abstract. PT XYZ is a manufacturing company that produces aircraft. Critical machines and components were selected based on downtime and failure frequency, identifying the CNC Deckel Maho (Profibus module) and Cyrilbath (oil seal jaw) machines. Currently, total maintenance costs amount to IDR 2,611,708,603, with a reliability of 42% for each component. The current maintenance intervals are 226.972 hours for the oil seal jaw and 241.265 hours for the Profibus module, resulting in downtimes of 113.75 hours and 35.18 hours, respectively. To reduce downtime, three maintenance scenarios were proposed: individual maintenance and combined maintenance. Maintenance intervals were then set at 36 hours for the oil seal jaw and 42 hours for the Profibus module. The third scenario (combined maintenance every 42 hours) produced the lowest cost, at IDR 972,003,667. Through this scenario, the reliability of the CNC Deckel Maho machine increased to 95%, and the Cyrilbath machine to 94%. Downtime is also predicted to decrease significantly, from 113.75 hours to 9.971 hours (CNC Deckel Maho) and from 35.18 hours to 3.078 hours (Cyrilbath).
Perancangan Ulang Mesin Pencacah Plastik untuk Mengurangi Risiko Kerja Rahma Aulianisa; Mohamad Satori; Nugraha
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v5i1.6481

Abstract

Abstrak. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Simpangsari merupakan perusahaan pengolahan sampah organik maupun anorganik. Dalam kegiatannya, perusahaan ini kerap mengalami kerugian. Hal ini dikarenakan tidak tercapainya target pencacahan sampah plastik akibat keterbatasan fungsi dari mesin tersebut. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode kuantitatif, dilakukan dengan pendekatan Quick Eksposure Checklist yang digunakan untuk mengukur risiko kerja pada setiap elemen kerja yang dilakukan. Sedangkan untuk perancangan dilakukan dengan pendekatan antropometri. Hasil penelitian menunjukan elemen kerja mengambil botol plastik mendapakan nilai action level sebesar 67% (perlu dilakukan perbaikan), elemen kerja memasukan botol plastik kedalam mesin pencacah mendapatkan nilai action level sebesar 69% (perlu dilakukan perbaikan), dan elemen kerja mengambil hasil cacahan dari mesin pencacah mendapatkan nilai action level sebesar 73,3% (perlu dilakukan perbaikan segera). Perancangan ulang fasilitas kerja dilakukan dengan memperbaiki dimensi mesin pencacah plastik, menambahkan fitur box untuk tempat botol plastik, desain mata pisau berbentuk diagonal disertai saringan dibawahnya, dan bentuk hopper output dibuat lebih miring. Abstract. Simpangsari Integrated Waste Management Centre is a company that processes both organic and inorganic waste. In its activities, this company often experiences losses. This is due to the non-achievement of the plastic waste shredding target due to the limited function of the machine. The research method carried out is a quantitative method, carried out with the Quick Exposure Checklist approach which is used to measure work risks in each work element performed. While for design is done with an anthropometric approach. The results showed that the work element of taking plastic bottles had an action level value of 67% (needs improvement), the work element of putting plastic bottles into the chopping machine had an action level value of 69% (needs improvement), and the work element of taking chopped results from the chopping machine had an action level value of 73.3% (needs immediate improvement). The redesign of work facilities is carried out by improving the dimensions of the plastic shredding machine, adding a box feature for plastic bottle holders, the design of the pis eye, and the design of the shredding machine.
Usulan Perancangan Fasilitas Kerja pada Bagian Pengangkutan Gabah di Pabrik Beras Hegarmanah Hafizh Fadlurohman Shidiq; Eri Achiraeniwati; Selamat
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v5i1.6482

Abstract

Abstrak. Penanganan material secara manual masih terjadi dipabrik beras Hegarmanah yang berlokasi di Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Permasalahan yang terjadi adanya keterlambatan proses penggilingan beras yang disebabkan kecelakaan kerja kecelakaan tersebut disebabkan karena kegiatan pengangkutan karung gabah yang dilakukan secara manual dengan berat mencapai 50 kg dipindahkan dari truk menuju gudang bawah dan dari gudang bawah menuju gudang atas. Frekuensi setiap pekerja melakukan pengangkutan sebanyak 16 kali. Metode dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) digunakan untuk mengidentifikasi tingkat dan keluhan rasa sakit yang dialami oleh pekerja. Penilaian risiko kerja menggunakan Key Indicator Methods with respect to manual lifting, holding, carrying of loads (KIM-LHC) dan Key Indicator Method with respect to Body Movement (KIM-BM). Hasil penilaian risiko kerja menunjukan intensitas beban tinggi artinya membutuhkan tindakan pencegahan dengan melakukan desain ulang tempat kerja atau penambahan alat bantu kerja. Perancangan fasilitas kerja yang diusulkan berupa troli hidrolik dan bucket elevator. Perancangan disimulasikan menggunakan software CATIA dan menunjukan intensitas beban sedikit meningkat dan rendah. Abstract. Manual material handling still occurs at the Hegarmanah rice mill located in Sumedang Regency, West Java. The issues encountered include delays in the rice milling process caused by workplace accidents. These accidents are attributed to the manual transportation of rice sacks weighing up to 50 kg, which are moved from trucks to the lower warehouse and from the lower warehouse to the upper warehouse. Each worker performs the transport task 16 times per shift. The Nordic Body Map (NBM) questionnaire method is used to identify the level and type of pain complaints experienced by workers. Work risk assessment employs the Key Indicator Method for manual lifting, holding, and carrying of loads (KIM-LHC) and the Key Indicator Method for Body Movement (KIM-BM). The results of the work risk assessment indicate high load intensity, highlighting the need for preventive measures such as redesigning the workplace or adding work aids. The proposed workplace facilities include a hydraulic trolley and a bucket elevator. The design simulation, conducted using CATIA software, demonstrates that load intensity slightly increases but remains low.
Analisis Risiko Kerja pada Stasiun Kerja Pengemasan PT XYZ Dhea Lidiawati Salsabila; Nur Rahman As’ad
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v5i1.6483

Abstract

Abstrak. PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan distribusi kaos kaki berlokasi di Sumedang. Berdasarkan hasil wawancara terdapat keluhan pada beberapa bagian tubuh terutama pada operator stasiun kerja pengemasan. Keluhan tersebut disebabkan oleh kegiatan pengemasan yang dilakukan secara manual dan berulang. Selain itu, keluhan rasa sakit juga disebabkan oleh fasilitas kerja yang tidak ergonomis. Fasilitas yang tersedia seperti meja yang terlalu rendah, sempit dikarenakan barang dan alat pelengkap pengemasan tidak ada tempat khusus untuk menyimpan, sehingga posisi kerja operator tidak nyaman mengakibatkan posisi kerja membungkuk dan menunduk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui risiko kerja pada operator pengemasan. Dalam penelitian ini, alat yang digunakan adalah kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk menilai tingkat keluhan tubuh operator dan metode Assessment of Repetitive Tasks (ART) digunakan untuk mengukur nilai risiko kerja. Berdasarkan analisis data, hasil kuesioner menunjukkan bahwa operator mengalami rasa sakit yang sangat mengganggu pada bagian leher, siku, pergelangan tangan dan kaki, bokong/paha dan punggung dengan nilai 9, hasil analisis ART menunjukkan adanya nilai berisiko tinggi dengan skor 31 yang memerlukan perbaikan segera. Abstract. PT XYZ is a company engaged in the production and distribution of socks located in Sumedang. Based on the results of the interview, there were complaints in several parts of the body, especially in the packaging work station operators. These complaints were caused by packaging activities that were carried out manually and repeatedly. In addition, complaints of pain were also caused by non- ergonomic work facilities. The facilities available such as tables that are too low, narrow because there is no special place to store goods and packaging accessories, so that the operator's work position is uncomfortable, resulting in a hunched and bent work position. The purpose of this study was to determine the work risks of packaging operators. In this study, the tool used was the Nordic Body Map (NBM) questionnaire to assess the level of operator body complaints and the Assessment of Repetitive Tasks (ART) method was used to measure the value of work risk. Based on data analysis, the questionnaire results showed that the operator experienced very disturbing pain in the neck, elbows, wrists and feet, buttocks/thighs and back with a score of 9, the results of the ART analysis showed a high- risk value with a score of 31 which required immediate improvement.

Page 10 of 11 | Total Record : 102