cover
Contact Name
Ahmad Arif Nurrahman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrti@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Industri
ISSN : 28083091     EISSN : 27986349     DOI : https://doi.org/10.29313/jrti.v1i2
Jurnal Riset Teknik Industri Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan kajian hasil riset dan teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Teknik Industri. JRTI ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6349 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 102 Documents
Reduksi Stasiun Kerja Bottleneck pada Produksi Pakaian Gamis dan Koko dengan Menggunakan Theory of Constraints Salimah, Salma; M. Dzikron; Nita P.A. Hidayat
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v1i1.140

Abstract

Abstract. CV. X is a company that produces and sells robe and koko shirt. This company has problems in fulfilling customer orders and often experiences backorder problems. To solve this problem, use Theory Of Constraints. The stages used are identifying constraints, exploiting constraints, subordination of non-contraints, and constraints elevation. The results of the identification of constraints, it is thread scissors work stations and the entire process Quality Control (QC) work station, experienced capacity constraints or bottlenecks. At the constraints exploitation stage, a linear program calculation is carried out to determine the optimal amount of production for the robe and koko shirt. The results are the optimal number of robes according to the number of requests, while the optimal number of koko shirts is less than the number of requests. In the subordination non constraints is carried out by applying the Drum Buffer Rope method, which gives a time buffer, namely 3 hours of overtime at the thread scissors work station and 2 hours at the entire process QC work station. The suggestion of increasing working hours may not be successful if it is carried out in the long term, so it is continued at the constraints elevation by providing additional workforce of 3 operators at the thread scissors work station and 1 operator at the entire process QC work station. Proposals for improvements made at the subordination non constraints and constraints elevation stages are checked with linear program calculations and the result is that after repairs are made, customer demand can be fulfilled. Abstrak. CV. X adalah perusahaan yang memproduksi dan menjual produk gamis dan baju koko. Perusahaan ini memiliki permasalahan dalam memenuhi pesanan pelanggan dan sering mengalami masalah backorder. Untuk mengatasi permasalahan ini, menggunakan Theory Of Constraints. Tahapan yang digunakan adalah mengidentifikasi constraints, mengeksploitasi constraints, subordinasi non-constraints, dan elevasi constraints. Hasil identifikasi constraints diperoleh stasiun kerja gunting benang dan stasiun kerja Quality Control (QC) keseluruhan proses, mengalami kendala kapasitas atau bottleneck. Pada tahapan eksploitasi constraints dilakukan perhitungan programa linier untuk mengetahui jumlah optimal produksi produk gamis dan baju koko. Hasilnya jumlah optimal gamis sesuai dengan jumlah permintaan, sedangkan jumlah optimal baju koko kurang dari jumlah permintaan. Pada tahapan subordinasi non constraint dilakukan dengan menerapkan metode Drum Buffer Rope, yaitu memberi time buffer berupa overtime sebanyak 3 jam pada stasiun kerja gunting benang dan 2 jam pada stasiun kerja QC keseluruhan proses. Usulan penambahan jam kerja ada kemungkinan tidak berhasil jika dilakukan dalam jangka panjang, sehingga dilanjutkan pada tahapan elevasi constraints dengan memberikan tambahan tenaga kerja sebanyak 3 operator pada stasiun kerja gunting benang dan 1 operator pada stasiun kerja QC keseluruhan proses. Usulan perbaikan yang dilakukan pada tahap subordinasi non constraints dan elevasi constraints diperiksa dengan perhitungan programa linier dan menghasilkan bahwa setelah dilakukan perbaikan, permintaan pelanggan dapat terpenuhi.
Perencanaan Persediaan Bahan Baku dengan Penerapan Konsep Decoupling Point untuk Mereduksi Lead Time Putri, Cathlen Rezeky; Nita P.A. Hidayat
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v1i2.509

Abstract

Abstract. CV. X is a textile company that produces 20 types of fabrics. In its production activities, CV. X experienced problems. The problem is that there is a delay in sending products to consumers or production targets that are not achieved due to delays in raw materials caused by poor production planning. The impact of these problems is that the company gets a penalty from the consumer for not being able to keep the agreement that has been made. Efforts that can be made to overcome these problems are by implementing a decoupling point and planning material requirements for supplies that are used as decoupling points. The results obtained from data processing and is the determination of the decoupling point in the sewing process. With the determination of the decoupling point, the leadtime value on CV. X was reduced from 6 days to 2 days. After determining the inventory, the next step is to propose production planning by forecasting demand, aggregate planning, then disaggregation to determine the Master Production Schedule (JPI), testing the feasibility of JPI using RCCP, followed by planning material requirements using material requirements planning (MRP) to produce a proposed plan. ordering supplies that are used as decoupling points (grey sewing cloth) for 1 month. Abstrak. CV. X merupakan salah satu perusahaan tekstil yang menghasilkan 20 jenis kain. Dalam kegiatan produksinya, CV. X mengalami permasalahan. Permasahalan tersebut yaitu adanya keterlambatan pengirimin produk kepada konsumen atau target produksi yang tidak tercapai dikarenakan keterlambatan bahan baku yang disebabkan perencanaan produksi yang kurang baik. Dampak dari permasalahan tersebut adalah perusahaan mendapatkan penalti dari konsumen karena tidak dapat menepati kesepakatan yang telah dibuat. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menerapkan decoupling point dan melakukan perencanaan kebutuhan material pada persediaan yang dijadikan decoupling point. Hasil yang didapat dari pengolahan data dan adalah penetapan decoupling point pada proses sewing. Dengan adanya penetapan decoupling point nilai leadtime pada CV. X berkurang yang awalnya 6 hari menjadi 2 hari. Setelah ditetapkan persediaan selanjutnya yaitu mengusulkan perencanaan produksi dengan melakukan peramalan permintaan, perencanaan agregat, lalu disgagregasi untuk menentukan Jadwal Produksi Induk (JPI), menguji kelayakan JPI menggunakan RCCP, dilanjutkan dengan melakukan perencanaan kebutuhan material menggunakan Material Requirement Planning (MRP) untuk menghasilkan usulan rencana pemesanan persediaan yang dijadikan decoupling point (kain grey sewing) selama 1 bulan.
Perbaikan Kualitas menggunakan Metode Fault Tree Analysis dan Failure Mode and Effect Analysis untuk Meminimasi Kecacatan Produk Syaefan Abdillah; Asep Nana Rukmana; Selamat
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i1.3750

Abstract

Abstract. Biyan Convection is a company engaged in the convection of pants with the main raw material being cloth. The production produced at Biyan Convection includes several types of products such as culottes, pleated skirts, and baggy pants following the growing trend. The products produced by Biyan Convection are often found to fail in the form of defects caused by the company's lack of supervision or control over the products produced during the production process from the start to the finished product. The aim of the research is to identify the factors that cause defects in Biyan Convection products and to design improvement proposals to reduce and prevent defects in Biyan Convection products. Efforts to fix these problems are carried out by first identifying and analyzing them using the Fault Tree Analysis and Failure Mode and Effect Analysis methods. Based on an analysis using a pareto diagram, the types of defects found in Biyan Convection products are uneven stitching defects of 28.45%, tears of 52.52%, uneven rib rubber of 76.19%, and wrong size of 85.91%. Abstrak. Konveksi Biyan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konveksi celana dengan bahan baku utama kain. Produksi yang dihasilkan di Konveksi Biyan meliputi beberapa jenis produk seperti celana kulot, rok lipit, dan celana longgar mengikuti trend yang sedang berkembang. Produk yang dihasilkan oleh Konveksi Biyan sering ditemukan adanya kegagalan berupa kecacatan yang disebabkan karena kurangnya pengawasan atau pengendalian perusahaan terhadap produk yang dihasilkan selama proses produksi dari awal hingga produk jadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya kecacatan pada produk Konveksi Biyan dan merancang usulan perbaikan untuk mengurangi dan mencegah terjadinya kecacatan pada produk Konveksi Biyan. Upaya perbaikan masalah tersebut dilakukan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi dan menganalisis menggunakan metode Fault Tree Analysis dan Failure Mode and Effect Analysis. Berdasarkan analisis menggunakan diagram pareto, jenis-jenis cacat yang terdapat pada produk Biyan Convection adalah cacat jahitan tidak rata sebesar 28,45%, sobek sebesar 52,52%, karet rusuk tidak rata sebesar 76,19%, dan salah ukuran sebesar 85,91%.
Usulan Perbaikan Kualitas Produk Tas Ransel Berdasarkan Quality Control New Seven Tools dan Kaizen Almira Refriani Adinda Putri; Iyan Bachtiar
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i1.3803

Abstract

Abstract. CV Idola Indonesia is an industrial company specializing in convection. CV Idola Indonesia produces various types of bags according to incoming orders. The issue that the company currently has is the number of defective products that result in the need for redo and some even become waste. The company has a defect tolerance limit of 5% but the Backpack product has a 6.7% defect rate. This study aims to reduce the defects of Backpack products by using Quality Control New Seven Tools and Kaizen 5S for continual improvement. The third step is to use tree diagrams to achieve the goal of fixing defects with advised improvement strategies. The fifth step is data matrix analysis to determine the relationship between the main factors and other factors and assess the level of importance compared to the company's current condition, the company has not met the standards and needs improvement in work culture. After the identification using QC New Seven Tools, it is known that the company needs to apply the 5S work culture. The results of the 5S checklist audit and the 5S Score obtained from the conditions of CV Idola Indonesia added up to 27% falls into bad category. Abstrak. CV Idola Indonesia merupakan perusahaan industri yang bergerak di bidang konveksi. CV Idola Indonesia memproduksi berbagai macam jenis tas sesuai dengan pesanan yang masuk. Permasalahan yang dimiliki perusahaan saat ini adalah banyaknya produk cacat yang mengakibatkan perlunya proses ulang bahkan ada yang menjadi waste. Perusahaan memiliki batas toleransi cacat sebesar 5% namun produk Backpack memiliki tingkat kecacatan sebesar 6,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kecacatan produk Backpack dengan menggunakan Quality Control New Seven Tools dan Kaizen 5S untuk perbaikan yang berkesinambungan. Langkah ketiga adalah menggunakan diagram pohon untuk mencapai tujuan memperbaiki cacat dengan strategi perbaikan yang disarankan. Langkah kelima adalah analisis matriks data untuk mengetahui hubungan antara faktor utama dengan faktor lainnya dan menilai tingkat kepentingannya dibandingkan dengan kondisi perusahaan saat ini, perusahaan belum memenuhi standar dan perlu adanya perbaikan budaya kerja. Setelah dilakukan identifikasi dengan menggunakan QC New Seven Tools, diketahui bahwa perusahaan perlu menerapkan budaya kerja 5S. Hasil dari audit checklist 5S dan Skor 5S yang diperoleh dari kondisi CV Idola Indonesia dijumlahkan sebesar 27% masuk dalam kategori buruk.
Perencanaan Kebutuhan Material Dalam Proses Refurbish ONT Untuk Mengurangi Biaya Inventori Aksesoris ONT Kevin Girindra Abiyoga; Chaznin R. Muhammad
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i1.3829

Abstract

Abstract. Material Requirements Planning (MRP) is very influential in the inventory control process. Without an MRP process, optimal inventory control will be difficult for companies to realize. Warehouse Refurbish Center Telkom West Bandung (West Bandung RC) is a business unit of PT. Telkom Indonesia engaged in refurbishment services. Currently the West Bandung RC Warehouse does not yet have a method for controlling the supply of ONT accessories, so the accessories ordered are always not in accordance with the quantity needed. The purpose of this study is to provide a proposal for controlling the supply of ONT accessories to the West Bandung RC Warehouse using the MRP lot for lot method. The MRP lot for lot method is used because this method can be a solution to reduce the company's current inventory costs, starting from reducing purchasing costs and accessories storage costs because this method only orders as many accessories as needed, so there is no stock of accessories stored in the Warehouse. . The result of this research is that the lot for lot method can reduce the cost of procuring ONT accessories from IDR 592,708,536, down by IDR 203,793,756 or 34.38% to IDR 388,914,780. Then it is proposed to the West Bandung RC Warehouse to manage inventory of ONT accessories using the MRP lot for lot method. Abstrak. Perencanaan Kebutuhan Material/Material Requirement Planning (MRP) sangat berpengaruh dalam proses pengendalian persediaan. Tanpa adanya proses MRP pengendalian persediaan yang optimal akan sulit diwujudkan oleh perusahaan. Gudang Refurbish Center Telkom Bandung Barat (RC Bandung Barat) adalah unit usaha dari PT. Telkom Indonesia yang bergerak dibidang jasa refurbish. Saat ini Gudang RC Bandung Barat belum memiliki metode untuk mengendalikan persediaan aksesoris ONT, sehingga aksesoris yang dipesan selalu tidak sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan usulan pengendalian persediaan aksesoris ONT kepada Gudang RC Bandung Barat menggunakan metode MRP lot for lot. Metode MRP lot for lot digunakan karena, metode ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi biaya inventori perusahaan saat ini, mulai dari mengurangi biaya pembelian dan biaya penyimpanan aksesoris karena metode ini hanya memesan aksesoris sebanyak yang dibutuhkan saja, sehingga tidak ada stok aksesoris yang disimpan di Gudang. Hasil dari penelitian ini adalah metode lot for lot mampu mengurangi biaya pengadaan aksesoris ONT dari Rp 592.708.536, turun sebanyak Rp 203.793.756 atau sebesar 34,38% menjadi Rp 388.914.780. Maka diusulkan kepada Gudang RC Bandung Barat untuk mengelola persediaan aksesoris ONT menggunakan MRP metode lot for lot.
Perancangan Sistem Informasi Rantai Pasok Budidaya Maggot di PT Ombah Group Indonesia Akhlis Ghifari Nurfadillah; Djamaluddin; Ajrina Febri Suahati
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i1.3838

Abstract

Abstract. PT Ombah Group Indonesia is a maggot cultivation company that relies on food waste as its raw material, sourced from waste suppliers. The company also collaborates with partners to obtain maggot supplies in addition to cultivating them. Currently, the company's data management system is manual, using physical documents, which leads to inefficiencies in information accessibility and a high risk of human errors. Therefore, the implementation of an information system in maggot cultivation is necessary to improve operational efficiency and enhance the overall supply chain. This research focuses on designing an information system for the maggot cultivation supply chain at PT Ombah Group Indonesia. The study employs the FAST (Framework for the Application of Systems Techniques) method with a Commercial Application Package implementation strategy. The method comprises seven stages: requirement analysis, decision analysis, business process design, physical design, installation and customization, construction and testing, and delivery. Based on the system design using Odoo software, the new system provides improvements such as enhanced sales performance and raw material collection through the designed website. Additionally, the company can efficiently record all sales and purchase transactions, from quotations and sales orders to invoices, and inventory tracking in both raw material warehouses and finished goods. Through this system, PT Ombah Group Indonesia can easily compile financial summaries, replacing manual calculations and the use of vulnerable physical documents. Abstrak. PT Ombah Group Indonesia merupakan perusahaan budidaya maggot. Bahan baku yang diperlukan yaitu sampah sisa makanan yang didapat dari pemasok sampah. Perusahaan ini juga menjalin kerja sama dengan mitra untuk mendapatkan pasokan maggot selain dari hasil budidaya. Saat ini sistem pendataan di perusahaan masih dilakukan manual menggunakan dokumen fisik sehingga kurang efisien dalam aksesibilitas informasi dan memiliki tingkat risiko kesalahan manusia yang tinggi. Maka, diperlukan penerapan sistem informasi dalam budidaya maggot untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperbaiki rantai pasok secara keseluruhan. Penelitian ini fokus pada perancangan sistem informasi rantai pasok budidaya maggot di PT Ombah Group Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan metode FAST (Framework for the Application of Systems Techniques) dengan strategi implementasi Commercial Aplication Package. Metode ini terdiri dari tujuh tahap yaitu analisis persyaratan, analisis keputusan, desain proses bisnis, desain fisik, pemasangan dan kustomisasi, konstruksi dan pengujian, dan penyampaian. Berdasarkan perancangan sistem dengan software Odoo, sistem yang baru dapat memberikan perbaikan meliputi peningkatkan kinerja penjualan dan pengumpulan bahan baku melalui website yang telah dirancang. Selain itu, perusahaan dapat lebih efisien dalam mencatat seluruh transaksi penjualan dan pembelian, mulai dari penawaran, pesanan penjualan, faktur, hingga pencatatan stok di gudang bahan baku dan barang jadi. Melalui sistem ini juga PT Ombah Group Indonesia dapat dengan mudah menyusun rekapitulasi pemasukan dan pengeluaran, menggantikan perhitungan manual dan penggunaan dokumen fisik yang rentan terhadap kesalahan.
Peningkatan Produktivitas Kinerja pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Menggunakan Objective Matrix (OMAX) Muhammad Fauzy; M. Dzikron A. M
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i1.3839

Abstract

Abstract. PDAM X, located in X Regency, serves as a provider of clean water for daily needs. In the year 2022, PDAM X experienced a decline, believed to be linked to the company's restricted use of production capacity, which was only 44%. This underutilization has led to limitations in the provision of clean drinking water for consumers, prompting them to resort to nearby water sources. This study utilizes the Objective Matrix (OMAX) approach to pinpoint factors contributing to the minimal utilization of raw materials between July and December 2022. Identification using the Cause-and-Effect (fishbone) diagram with factors such as human elements, methods, materials, and machinery led to the solution of periodic maintenance for machinery and diligent supervision to ensure proper machine operation. Abstrak. PDAM X yang berada di Kabupaten X adalah perusahaan penyedia air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. PDAM X pada tahun 2022 mengalami penurunan, hal ini diduga terjadi karena perusahaan di tahun 2022 hanya mampu menggunakan kapasitas produksi sebesar 44% saja. Kapasitas yang tidak sepenuhnya dimanfaatkan oleh perusahaan menjadikan konsumen mengalami keterbatasan air bersih, sehingga pelanggan memilih untuk menggunakan air yang ada disekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode Objective Matrix (OMAX) dengan tujuan dapat membantu perusahaan agar dapat meningkatkan produktivitasnya dan dapat memenuhi kebutuhan air bersih. Kriteria yang digunakan produksi air bersih, jam kerja efektif, pemanfaatan bahan baku, dan efisiensi tenaga kerja. Hasil yang didapatkan adalah skor OMAX untuk pemanfaatan bahan baku menjadi yang terendah berada pada periode Juli sampai Desember 2022. Identifikasi dengan menggunakan faktor manusia, metode, material, dan mesin pada diagram Sebab-Akibat (fishbone) mendapatkan solusi perbaikan yaitu dengan melakukan perawatan secara berkala pada mesin, serta melakukan pengawasan terhadap mesin agar dapat dioperasikan dengan baik.
Usulan Perbaikan Kualitas Produk Menggunakan Metode SQCdan TRIZ Muhammad Yudio Saralino; Puti Renosori
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i1.3841

Abstract

Abstract. Home Industry ABAA Production is a company engaged in bag convection that produces various kinds of bags, such as backpacks, duffle bags, sling bags, and running bags. The production strategy for customer fulfillment in this company is make to order, namely the company will produce after the customer orders and sends raw materials. Based on the results of direct observations and interviews, there are products that are not in accordance with the specified standards. The duffle bag product is the type of product that has the most defects in the 2021-2022 period because the manufacturing process has a higher level of difficulty than other types of bags. The company has a tolerance limit to minimize product defects of 4% in order to fulfill market demand, but the production of duffle bags has a high defect tolerance limit of 4.2% with a total of 1,398 defects from the total production of 32,893 products. Products that are more than the defective percentage limit will result in rework, meanwhile those that do not exceed the defective percentage limit do not need to be reworked. However, these products will be sold at a lower price and cause the company's profits to decrease.The company's problem solving requires product quality improvement using Statistical Quality Control (SQC) and Teorija Rezhenija Izobretatelskih Zadach (TRIZ) methods. Both of these methods are applied to identify the causes and risks of failure or defects in a production. Based on the identification results using the SQC method, it is known to prioritize, control many defects, and the root cause of defects. The solution results obtained using the TRIZ method are conducting training for operators, creating SOPs and warning displays, re-creating SOPs for operators in accordance with ISO 4915: 1991, and adding air conditioners. Abstrak. Home Industry ABAA Production merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konveksi tas yang memproduksi berbagai macam tas, seperti tas ransel, duffle bag, tas selempang, dan tas lari. Strategi produksi untuk pemenuhan pelanggan pada perusahaan ini adalah make to order yaitu perusahaan akan memproduksi setelah pelanggan memesan dan mengirimkan bahan baku. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara langsung terdapat produk yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Produk duffle bag merupakan jenis produk yang paling banyak mengalami kecacatan pada periode 2021-2022 karena proses pembuatannya memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis tas lainnya. Perusahaan memiliki batas toleransi untuk meminimasi kecacatan produk sebesar 4% agar dapat memenuhi permintaan pasar, namun pada produksi duffle bag memiliki batas toleransi kecacatan yang tinggi sebesar 4,2% dengan total kecacatan 1.398 cacat dari jumlah produksi 32.893 produk. Produk yang melebihi batas persentase cacat akan menyebabkan rework, sedangkan yang tidak melebihi batas persentase cacat tidak perlu dilakukan rework. Namun, produk tersebut akan dijual dengan harga yang lebih rendah dan menyebabkan keuntungan perusahaan menurun. Penyelesaian masalah yang ada di perusahaan memerlukan perbaikan kualitas produk menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) dan Teorija Rezhenija Izobretatelskih Zadach (TRIZ). Kedua metode ini, diterapkan untuk mengidentifikasi penyebab dan risiko kegagalan atau kecacatan pada suatu produksi. Berdasarkan hasil identifikasi menggunakan metode SQC maka diketahui penentuan prioritas menggunakan diagram Pareto, mengendalikan banyak cacat menggunakan peta kendali U, dan akar penyebab kecacatan menggunakan diagram sebab akibat. Hasil solusi yang didapat menggunakan metode TRIZ yaitu mengadakan pelatihan untuk operator, membuat peraturan dan display peringatan, membuat ulang SOP untuk operator sesuai dengan ISO 4915:1991, dan penambahan air conditioner.
Usulan Perencanaan Produksi dengan Pendekatan Material Requirement Planning (MRP) Afif Syarifuddin Muflih; Reni Amaranti; Agus Nana Supena
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i1.3845

Abstract

Abstract. PT Nazar Aneka Warna is a manufacturing company that focuses on the production of wall paint with pail (bucket) and kilo units, this company implements a make-to-stock marketing strategy. Based on the research that has been conducted, there are problems that currently occur, namely the number of overproduction products that cause accumulation, and the company does not have a raw material procurement plan for future production needs. As a result of the problem of overproduction, it can cause the product to expire if stored for a long period of time, the expired product needs to be reprocessed so that it can be marketed again, which will increase the expenditure of greater costs. Indications of the problems encountered are due to the low level of accuracy of demand forecasting and excessive production levels in meeting market demand so that the number of return products is found due to unsold products, and does not have strategic planning for raw material procurement schedules for production needs. The proposed research is a production plan with Material Requirement Planning (MRP) approach. The results that have been obtained include demand forecast data for the next period with the selected method, namely Double Exponential Smoothing Holt and has been validated with a Moving Range Chart (MRC) graph, aggregate production plan data with a total production cost of Rp 264.752.418, master production schedule data for each product, and raw material procurement schedule data with lot sizing at level 1 and level 2 using the selected method, namely Period Order Quantity (POQ) which results in inventory costs that need to be incurred of Rp 166.751.807.508. Abstrak. PT Nazar Aneka Warna merupakan perusahaan manufaktur yang berfokus pada produksi cat tembok dengan satuan pail (ember) dan kiloan, perusahaan ini menerapkan strategi pemasaran secara make to stock. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemui permasalahan yaitu terdapat sejumlah produk stok yang berlebih (overproduction) sehingga menyebabkan penumpukan, serta perusahaan tidak memiliki rencana pengadaan bahan baku untuk keperluan produksi pada masa yang akan datang. Akibat permasalahan dari overproduction dapat menyebabkan produk menjadi kedaluwarsa jika tersimpan dalam jangka waktu yang panjang, apabila produk kedaluwarsa diperlukan reprocessing agar dapat dipasarkan kembali yang mana akan menambah pengeluaran biaya (cost) lebih besar. Indikasi permasalahan yang ditemui yaitu karena tingkat akurasi peramalan permintaan rendah dan tingkat produksi berlebihan dalam memenuhi permintaan pasar sehingga ditemui jumlah produk return akibat produk tidak laku terjual, serta tidak memiliki perencanaan yang strategis terhadap jadwal pengadaan bahan baku untuk kebutuhan produksi. Usulan penelitian yang dilakukan yaitu rencana produksi dengan pendekatan Material Requirement Planning (MRP). Hasil yang telah didapat diantaranya data ramalan permintaan untuk periode selanjutnya dengan metode yang terpilih yaitu Double Exponential Smoothing Holt serta telah di validasi dengan grafik Moving Range Chart (MRC), data rencana produksi agregat dengan jumlah biaya produksi sebesar Rp 264.752.418, data jadwal induk produksi untuk masing – masing produk, serta data jadwal pengadaan bahan baku dengan lot sizing pada level 1 dan level 2 menggunakan metode terpilih yaitu Period Order Quantity (POQ) yang menghasilkan biaya persediaan yang perlu dikeluarkan sebesar Rp 166.751.807.508.
Perancangan Sistem Informasi Rekam Medis di Puskesmas Manggari Kuningan Gifari Ahya Irawan; Otong Rukmana
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i1.3846

Abstract

Abstract. The Community Health Center (Puskesmas) is one of the most important health service facilities in Indonesia. According to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia (2004), the Puskesmas is a Regency/City Regional Technical Implementation Unit (UPTD) which is responsible for implementing Health development in a work area. The Manggari Health Center which is one of the health service centers in Kuningan Regency is one of the health agencies that is being developed Patient data collection and medical record archiving is an important thing that needs attention. Based on the results of observations and interviews conducted with Puskesmas employees, it was stated that treatment services at the Puskesmas in terms of patient data collection from patient registration to archiving patient medical records were still done manually. This means that everything is still written down on piles of paper and stored on storage shelves, so that when the puskesmas needs patient data, as well as visit reports, it takes quite a long time to find where the data is stored. Abstrak. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang sangat penting di Indonesia. Berdasarkan Kemenkes RI (2004), Puskesmas merupakan Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Kabupaten / Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan Kesehatan di suatu wilayah kerja.Puskesmas Manggari yang menjadi salah satu pusat pelayanan kesehatan di Kabupaten Kuningan merupakan salah satu instansi kesehatan yang sedang dikembangkan. Pendataan pasien dan pengarsipan catatan medis merupakan suatu hal penting yang perlu diperhatikan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang diakukan dengan pegawai Puskesmas, menyebutkan bahwa pelayanan berobat di Puskesmas dalam hal pendataan pasien dari mulai pendaftaran pasien sampai pengarsipan catatan medis pasien masih dilakukan secara manual. Artinya semuanya masih ditulis pada tumpukan-tumpukan kertas dan di simpan pada rak-rak penyimpanan, sehingga ketika pihak puskesmas membutuhkan data-data pasien, dan juga laporan kunjungan, perlu waktu yang cukup lama untuk mencari dimana data tersebut disimpan.

Page 8 of 11 | Total Record : 102