cover
Contact Name
Ahmad Arif Nurrahman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrti@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Industri
ISSN : 28083091     EISSN : 27986349     DOI : https://doi.org/10.29313/jrti.v1i2
Jurnal Riset Teknik Industri Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan kajian hasil riset dan teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Teknik Industri. JRTI ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6349 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 102 Documents
Strategi Penerapan Warehouse 7S untuk Memaksimalkan Peran Komite 7S di XYZ Mini Sort Hub Bandung Fajar Iman Hermansyah; Rakhmat Ceha; Ahmad Arif Nurrahman
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i1.3849

Abstract

Abstract. The 7S approach was hampered in its implementation stage, this obstacle was caused by the 7S committee working less than optimally. The warehouse audit results obtained a score of 78.38% of the management target of 95%. The method for analyzing weak 7S variables uses the IPA (Important Performance Analysis) method. This method is based on the results of a questionnaire given to Ninja Xpress employees regarding the performance of the 7S committee. A questionnaire with open questions produces 26 statements of the 7S variable attributes. The 7S attributes were developed into a closed questionnaire. The results of the analysis produce a gap of -0.58, namely that employees really expect cleanliness and tidiness throughout the warehouse which is not fulfilled by the 7S committee. The weak attribute condition is depicted through a Cartesian degree diagram which is the output of the IPA method. The results of the analysis using the IPA method for attribute P6 are in quadrant A, which is the quadrant that must be paid attention to by the 7S committee for improvements. Improvement of weak attributes is carried out using the Six Sigma method. The results of the identification of the company still have many improvements that must be carried out by the 7S committee. The appropriate strategy for improvement steps is to carry out Improve and Control using check sheets that have been designed. Abstrak. Pendekatan 7S mengalami hambatan dalam tahap implementasinya, hambatan ini disebabkan oleh komite 7S yang bekerja kurang maksimal. Hasil audit gudang memperoleh skor 78,38% dari target manajemen sebesar 95%. Metode untuk menganalisis variabel 7S yang lemah menggunakan metode IPA (Important Performance Analysis). Metode ini didasarkan pada hasil kuesioner yang diberikan kepada karyawan Ninja Xpress mengenai kinerja komite 7S. Kuesioner dengan pertanyaan terbuka menghasilkan 26 pernyataan atribut variabel 7S. Atribut-atribut 7S tersebut dikembangkan menjadi kuesioner tertutup. Hasil analisis menghasilkan gap sebesar -0,58 yaitu karyawan sangat mengharapkan kebersihan dan kerapian di seluruh bagian gudang yang tidak dipenuhi oleh komite 7S. Kondisi atribut yang lemah tersebut digambarkan melalui diagram kartesius derajat yang merupakan output dari metode IPA. Hasil analisis dengan menggunakan metode IPA untuk atribut P6 berada pada kuadran A yang merupakan kuadran yang harus diperhatikan oleh panitia 7S untuk dilakukan perbaikan. Perbaikan terhadap atribut yang lemah dilakukan dengan menggunakan metode Six Sigma. Hasil identifikasi perusahaan masih memiliki banyak perbaikan yang harus dilakukan oleh komite 7S. Strategi yang tepat untuk langkah perbaikan adalah dengan melakukan Improve dan Control dengan menggunakan check sheet yang telah dirancang.
Usulan Pengendalian Persediaan Komponen pada Produk Rectifier menggunakan Model Multi Item Single Supplier di PT. XYZ Fajar Insan Fauzan; Nita P.A. Hidayat
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i1.3850

Abstract

Abstract. PT Hariff Daya Tunggal Engineering (DTE) is a company in Bandung City engaged in telecommunications. PT Hariff implements the Engineering To Order (ETO) and Make To Order (MTO) market response strategies. One type of product of this company is rectifier. During rectifier production in 2022, PT Hariff often experienced stockouts. This situation causes an extension of the lead time of the rectifier component assembly process, so that the completion of customer orders is delayed. Therefore, grouping and controlling rectifier components is needed in order to avoid the problems that occur. This study classifies rectifier components based on the characteristics of cost investment level, frequency of usage speed, and component criticality level. These characteristics use a combined ABC-FSN-VED classification. The combined ABC-FSN-VED classification matrix can determine the inventory policy of more than one unit of stock, there is one unit of stock, and no stock. PT Hariff purchases rectifier components by purchasing several components from one supplier. This condition is in accordance with the Multi Item Single Supplier Economic Order Quantity (EOQ) and Multi Item Single Supplier Economic Order Interval (EOI) inventory control methods. The combined results of the ABC-FSN-VED classification of rectifier components with an inventory policy of more than one stock unit obtained 21 types of components. These components are controlled using the EOQ and EOI multi item single supplier inventory methods. The smallest total inventory cost calculation result is using EOQ. The difference in total inventory costs using EOQ multi item single supplier with current conditions is IDR 421,592,345. Abstrak. PT. Hariff Daya Tunggal Engineering (DTE) merupakan perusahaan di Kota Bandung yang bergerak dibidang telekomunikasi. PT. Hariff menerapkan strategi merespon pasar Engineering To Order (ETO) dan Make To Order (MTO). Salah satu jenis produk perusahaan ini yaitu rectifier. Selama produksi rectifier pada tahun 2022, PT. Hariff sering mengalami kehabisan komponen (stockout). Keadaan tersebut menyebabkan perpanjangan lead time proses perakitan komponen rectifier, sehingga penyelesaian pesanan konsumen menjadi terlambat. Oleh karena itu, diperlukan pengelompokkan dan pengendalian komponen rectifier agar dapat menghindari permasalahan yang terjadi. Pada penelitian ini melakukan pengelompokkan komponen rectifier berdasarkan karakteristik tingkat investasi biaya, frekuensi kecepatan pemakaian, dan tingkat kekritisan komponen. Karakteristik tersebut menggunakan gabungan klasifikasi ABC-FSN-VED. Matriks klasifikasi gabungan ABC-FSN-VED dapat menentukan kebijakan persediaan lebih dari satu unit stok, terdapat satu unit stok, dan tidak ada stok. PT. Hariff melakukan pembelian komponen rectifier dengan cara membeli beberapa komponen dari satu supplier. Kondisi ini sesuai dengan metode pengendalian persediaan Economic Order Quantity (EOQ) Multi Item Single Supplier dan Economic Order Interval (EOI) Multi Item Single Supplier.Hasil gabungan klasifikasi ABC-FSN-VED komponen rectifier dengan kebijakan persediaan lebih dari satu unit stok memperoleh sebanyak 21 jenis komponen. Komponen tersebut dikendalikan menggunakan metode persediaan EOQ dan EOI multi item single supplier. Hasil perhitungan total biaya persediaan terkecil yaitu menggunakan EOQ. Selisih total biaya persediaan menggunakan EOQ multi item single supplier dengan kondisi saat ini sebesar Rp421.592.345.
Logistic Queue Analysis in The Home-Based Clothing and Knitting Fabric Industry of Binong Jati Lazuardi, Rahmat; Septiawati, Vera; Septiani, Anis
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i2.4420

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis komprehensif dan memperoleh wawasan optimal terkait antrean logistik dalam industri pakaian dan kain rajut Penelitian ini bertujuan menganalisis serta mencari kesimpulan optimal pada antrian logistik di industri rumahan pakaian dan kain rajutan di Binong Jati. Pendekatan studi menggunakan distribusi Poisson dan eksponensial untuk menganalisis data waktu tunggu dari berbagai tahap seperti produksi, penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman produk. Uji Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk memeriksa kesesuaian data dengan distribusi tersebut. Metode ini melibatkan pengumpulan data dan analisis statistik guna mengidentifikasi tantangan utama di industri ini. Hasil analisis diharapkan menunjukkan kesesuaian yang signifikan antara data waktu tunggu dan kedua distribusi. Implikasinya adalah peningkatan perencanaan produksi, pengelolaan persediaan, dan penjadwalan pengiriman produk untuk memperbaiki kinerja dan kepuasan pelanggan. Rasio kecocokan kedua model distribusi, Poisson dan eksponensial, dengan Uji Kolmogorov-Smirnov adalah sebesar 0,062 dan 0,057. Batasannya adalah keterbatasan dalam hanya menggunakan dua distribusi, sehingga penelitian mendatang diharapkan dapat mengeksplorasi pendekatan distribusi lainnya. Abstract This research aims to analyse and find optimal conclusions regarding logistics queues in the home-based clothing and knitted fabric industry in Binong Jati. The study's approach employs Poisson and exponential distributions to analyse waiting time data from various stages such as production, storage, packaging, and product delivery. The Kolmogorov-Smirnov test is used to assess data suitability for these distributions. This method involves data collection and statistical analysis to identify key challenges in this industry. The analysis results are expected to show significant concurrence between wait time data and both distributions. The implications include improved production planning, inventory management, and product delivery scheduling to enhance performance and customer satisfaction. The goodness-of-fit ratio for the Poisson and exponential distribution models with the Kolmogorov-Smirnov test is 0.062 and 0.057, respectively. The limitation lies in the use of only two distributions, thus future research is expected to explore other distribution approaches.
Usulan Strategi Pemasaran UKM Meal Box dengan Marketing Mix Porter Gunawan, Akbar; Merdiana Dewantari, Nustin; Syahputra, Galang; Setiawan, Hadi; Ria Barleany, Dhena
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i2.4656

Abstract

Abstrak. Pertumbuhan UMKM di sektor makanan dan minuman yang menunjukkan persaingan yang ketat. UMKM saat ini berkompetisi untuk mendominasi pasar dengan perencanaan pemasaran yang baik untuk memperoleh citra yang positif di mata konsumen serta mempertahankan pelanggan yang ada. Melalui penjabaran faktor internal dan eksternal perusahaan menggunakan Bauran Pemasaran (marketing mix) dan Porter’s Five Forces, dihasilkan strategi pemasaran yang dapat membantu perusahaan meningkatkan penjualan, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal perusahaan yang dapat meningkatkan penjualan, serta merancang strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan angka penjualan bagi UKM Meal Box Indonesia. Hasil perhitungan memperoleh 29 faktor yang mempengaruhi peningkatan penjualan UKM Meal Box Indonesia terdiri dari faktor internal meliputi 10 faktor pada strength dan 7 faktor pada weakness, sedangkan faktor eksternal terdapat 6 faktor pada opportunities dan 6 faktor pada threats. Serta adanya 18 alternatif berdasarkan hasil brainstorming menggunakan matriks SWOT. Abstract. The growth of MSMEs in the food and beverage sector shows intense competition. MSMEs are currently competing to dominate the market with good marketing planning to obtain a positive image in the eyes of consumers and retain existing customers. By describing the company's internal and external factors using the Marketing Mix and Porter's Five Forces, a marketing strategy is produced that can help the company increase sales. This research aims to identify the company's internal and external factors that can increase sales, as well as designing the right marketing strategy. to increase sales figures for Indonesian Meal Box SMEs. The calculation results obtained 29 factors that influence the increase in sales of Indonesian Meal Box SMEs consisting of internal factors including 10 factors on strengths and 7 factors on weaknesses, while external factors include 6 factors on opportunities and 6 factors on threats. And there are 18 alternatives based on the results of brainstorming using the SWOT matrix.
Forecasting Moving Average dan Exponential Smoothing di Usaha Erina, Payakumbuh Marlina, Winny Alna; Annisa Okti Amri
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i2.4752

Abstract

Abstrak. Erina adalah salah satu UMKM yang menghasilkan Gelamai. Umkm ini menghadapi masalah permintaan karena mereka tidak tahu bagaimana permintaan konsumen berubah setiap saat, yang berdampak pada stok bahan baku dan membutuhkan perencanaan yang matang untuk mengendalikan bahan baku untuk memenuhi permintaan pasar. Metode peramalan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan weighted moving average (WMA) dan eksponensial. Dengan menggunakan prediksi penjualan gelamai untuk bulan Januari 2024, kami menemukan bahwa penjualan gelamai akan mencapai 7.224,67 gelamai dengan tingkat kesalahan MAD 354,96, MSE 15.4069,3, dan MAPE 0,05. Dengan menggunakan metode rata-rata bergerak dengan pembobotan tiga bulanan, bobot periode sebelumnya akan dibebankan sebesar 0,3, sedangkan bobot untuk dua periode sebelumnya 0,2, dan bobot untuk tiga periode sebelumnya adalah 0,1. Abstract. Erina is one of the MSMEs that produces gelamai. This MSME faces demand problems because they do not know how consumer demand changes at any time, which impacts their raw material stock and requires careful planning to control raw materials to meet market demand. The quantitative forecasting methods used in this study are the weighted moving average (WMA) and exponential approaches. Using the Gelamai sales prediction for January 2024, we found that Gelamai sales will reach 7,224.67 Gelamai with a MAD error rate of 354.96, MSE of 15.4069.3, and MAPE of 0.05. The three-month weighted moving average method charges the weight of the previous period at 0.3, 0.2 for the previous two periods, and 0.1 for the previous three periods.
Analisis Kelayakan Bisnis dan Perancangan Produk Tanjakan Motor Junaedi, Didi; Roswandi, Iwan; Anggie Alviandy
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i2.4981

Abstract

Abstrak. Keunggulan kompetitif diperlukan untuk dapat menguasai pasar. Penggunaan metode Quality Function Deployment (QFD) mempermudah untuk merancang produk tanjakan motor sercara terstruktur dengan proses mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan konsumen serta melakukan analisis kelayakan bisnis dari berbagai aspek-aspek termasuk ekonomi makro, aspek teknis dan teknologi, pertimbangan pasar dan pemasaran, serta faktor keuangan. Hasil kuesioner terbuka dan tertutup diperoleh bahwa tiga variabel keinginan konsumen yang diterjemahkan dalam bahasa teknik (karakteristik teknik) menjadi prioritas dalam perancangan produk tanjakan motor, meliputi Dimensi (1) Ketahanan bobot 21%, (2) Stabilitas dan Penyesuaian bobot 19%, dan (3) Efektifitas Penggunaan bobot 19%, yang menunjukkan Dimensi paling prioritas bagi konsumen. Penambahan beberapa atribut seperti karet anti-slip, fitur lipat, dan ketahanan material produk sebagai inovasi menjadi nilai tambah dari perancangan produk tanjakan motor. Hasil analisis kelayakan usaha menilai bahwa perancangan produk ini juga layak secara keuangan, dengan perolehan perhitungan Nilai Net Value (NPV) sebesar Rp 228.751.092,61, didukung oleh nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 75%, dengan periode pengembalian sekitar 1,98 tahun, rasio Net B/C bersih yang diperoleh sebesar 1, 2, dan BEP sebesar 25 unit per bulan. Abstract. Competitive advantage is needed to dominate the market. The use of the Quality Function Deployment (QFD) method makes it easier to design motorized ramp products in a structured way with the process of identifying consumer wants and needs and analyzing business feasibility from various aspects including macroeconomics, technical and technological aspects, market and marketing considerations, and financial factors. The results of open and closed questionnaires showed that three variables of consumer desires translated into technical language (technical features) are prioritized in the design of motorcycle ramp products, including dimension (1) durability weight of 21%, (2) stability and adjustment weight of 19%, and (3) effectiveness of use weight of 19%, which shows the most priority dimension for consumers. The addition of several attributes such as anti-slip rubber, folding function, and durability of product material as innovations adds value to the design of motorcycle ramp products. The results of the business feasibility analysis assess that the design of this product is also financially feasible, with the acquisition of a Net Present Value (NPV) calculation of Rp 228,751,092.61, supported by an Internal Rate of Return (IRR) value of 75%, with a payback period of about 1.98 years, a net B/C ratio obtained of 1, 2, and a BEP of 25 units per month.
Pengendalian Kualitas Produk Cacat Produksi E-Clips Menggunakan Metode Six Sigma Siti Nur Hamidah; Aprilia, Hafiza
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i2.5439

Abstract

Abstrak. PT. XYZ adalah perusahaan manufaktur milik negara di Indonesia yang memproduksi produk militer dan non-militer. Penelitian ini menggunakan metode Six Sigma dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) untuk mengidentifikasi masalah melalui Critical to Quality (CTQ) dan mengukur kinerja menggunakan DPU, DPO, DPMO, serta nilai sigma. Hasil analisis menunjukkan nilai DPMO sebesar 2091,46 dengan rata-rata sigma 5,24. Penyebab utama cacat diidentifikasi menggunakan diagram Pareto, p-chart, dan fishbone, yang mengungkap kontribusi signifikan dari aspek manusia, mesin, material, dan lingkungan. Usulan perbaikan meliputi pelatihan karyawan untuk meningkatkan pemahaman terhadap SOP, penjadwalan perawatan mesin secara preventif dan prediktif, penggantian atau kerja sama dengan vendor baru untuk bahan baku, serta perbaikan lingkungan kerja dengan pendingin sentrifugal dan alat pelindung telinga. Implementasi usulan ini diharapkan dapat mengurangi tingkat cacat, meningkatkan kualitas produk, dan meningkatkan efisiensi produksi E-Clips pada Divisi TC-AP PT. XYZ secara berkelanjutan. Abstract. PT. XYZ is a state-owned manufacturing company in Indonesia that produces both military and non-military products. This study employs the Six Sigma methodology using the DMAIC stages (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) to identify issues through Critical to Quality (CTQ) and assess performance using DPU, DPO, DPMO, and sigma levels. The analysis revealed a DPMO value of 2091.46 with an average sigma level of 5.24. The primary causes of defects were identified using Pareto diagrams, p-charts, and fishbone diagrams, highlighting significant contributions from human, machine, material, and environmental factors. The proposed improvements include employee training to enhance understanding of SOPs, scheduled preventive and predictive maintenance for machinery, replacement of or collaboration with new vendors for raw materials, and workplace enhancements with centrifugal cooling systems and ear protection equipment. The implementation of these recommendations is expected to reduce defect rates, improve product quality, and enhance the efficiency of E-Clips production in the TC-AP Division of PT. XYZ sustainably.
Implementasi Logika Fuzzy dan Aplikasi POM-QM dalam Perencanaan Produksi Bengkel Sepatu Wolloe Azis Aditama; Faiz Fajar Ramadhan; Fitri Robiah Al Adawiyah; Maulana, Jemmy Erwanda; Komala Dewi; Annisa Kartinawati
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i2.5441

Abstract

Abstrak. Bengkel Sepatu Wolloe adalah produsen sepatu yang memiliki tingkat produksi fluktuatif. Hal tersebut menyebabkan ketidakefisienan dalam proses produksi dan potensi kerugian finansial. Permasalahan tersebut memerlukan pemecahan solusi, perencanaan produksi yang optimal menjadi salah satu kunci keberhasilan. Penggabungan logika fuzzy dan POM-QM dapat menghasilkan keputusan perencanaan yang lebih adaptif dalam pengendalian produksi. Hasil peramalan aplikasi POM-QM untuk nilai MAPE pada metode naive sebesar 87,307% ; moving average (n=2) sebesar 70,788% ; exponential smoothing (α=0,05) sebesar 62,498%. logika fuzzy Mamdani untuk menentukan jumlah produksi berdasarkan bahan baku utama, bahan baku pendukung, biaya produksi, dan permintaan. Hasil forecasting dengan exponential smoothing (α = 0,05) memprediksi permintaan 535 pasang sepatu. Defuzzifikasi menunjukkan produksi ideal adalah 26 kodi sepatu, dengan kebutuhan bahan baku utama 18 kodi dan bahan baku pendukung 14 kodi. Biaya produksi sebesar Rp780.000, sehingga pengelolaan anggaran dan bahan baku harus efisien untuk memenuhi permintaan dan menjaga kualitas produk. Abstract. Bengkel Sepatu Wolloe is a producer of flat shoes with fluctuating production levels. This issue leads to inefficiency in the production process and potential financial losses. To address this problem, optimal production planning is key to success. Combining Fuzzy and POM-QM methods can yield more adaptive decision-making in production control. Forecasting results from the POM-QM application show MAPE values for the Naïve method at 87.307%, Moving Average (n=2) at 70.788%, and Exponential Smoothing (α=0.05) at 62.498%. The Mamdani Fuzzy logic is used to determine production quantities based on main raw materials, supporting raw materials, production costs, and demand. The Exponential Smoothing forecast (α = 0.05) predicts a demand of 535 pairs of shoes. Defuzzification indicates the ideal production level is 26 dozen shoes, requiring 18 dozen main raw materials and 14 dozen supporting raw materials. With a production cost of Rp780,000, efficient management of budget and raw materials is essential to meet demand and maintain product quality.
Implementasi Sistem Informasi Berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) dengan Menggunakan Software Accurate Naufal Rafif Rizaldi; Djamaluddin; Ajrina Febri Suahati
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i2.5483

Abstract

Abstrak. Pemanfaatan teknologi informasi, seperti Enterprise Resource Planning (ERP), menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. ERP memungkinkan integrasi berbagai aspek bisnis, seperti penjualan, pembelian, produksi, inventori, dan akuntansi, sehingga perusahaan dapat mengelola sumber daya lebih efisien, meningkatkan akurasi data, dan mempercepat pengambilan keputusan. CV. ABC, sebuah UMKM yang bergerak di bidang konveksi dan produksi tahu, menghadapi tantangan dalam mengelola bisnisnya karena belum memiliki sistem informasi yang terintegrasi, yang menyebabkan proses bisnis di kedua lini usahanya masih dikelola secara manual dan terpisah. Hal ini menimbulkan kesulitan dalam mengakses dan mengelola data secara keseluruhan serta meningkatkan risiko kesalahan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang proses bisnis CV. ABC serta mengimplementasikan ERP dengan menggunakan perangkat lunak Accurate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ERP mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses bisnis di CV. ABC, dengan ROI sebesar 14,2%. Pencatatan menjadi lebih terstruktur dan terintegrasi, pelaporan lebih cepat dan akurat, serta pengambilan keputusan lebih baik. Selain itu, otomatisasi proses bisnis mengurangi pekerjaan manual dan memungkinkan karyawan untuk fokus pada tugas-tugas yang lebih strategis, sehingga keseluruhan operasi bisnis menjadi lebih optimal. Abstract. The utilization of information technology, particularly Enterprise Resource Planning (ERP) systems, has become essential for businesses seeking to enhance operational efficiency and effectiveness. ERP systems enable the integration of various business functions, such as sales, purchasing, production, inventory, and accounting, allowing organizations to manage resources more efficiently, improve data accuracy, and expedite decision-making processes. CV. ABC, a small and medium-sized enterprise involved in the garment and tofu production industries, faced challenges in managing its operations due to the lack of an integrated information system. Consequently, the business processes in both sectors were managed manually and separately, leading to difficulties in accessing and managing overall data and increasing the risk of human error. This research aimed to analyze and redesign CV. ABC's business processes and implement an ERP system using the Accurate software. The findings demonstrate that the implementation of ERP has significantly improved the efficiency and effectiveness of business processes at CV. ABC, with a return on investment (ROI) of 14.2%. Record-keeping has become more structured and integrated, reporting is faster and more accurate, and decision-making has improved. Additionally, the automation of business processes has reduced manual tasks and enabled employees to focus on more strategic activities, resulting in overall optimized business operations
Perancangan Sistem Informasi Terintegrasi Berbasis Enterprise Resource Planning menggunakan Software Odoo di CV. XYZ Aurellya Fadhilla Tunjung Sari; Otong Rukmana; Ahmad Arif Nurrahman
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i2.5486

Abstract

Abstrak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk merancang sistem informasi terintegrasi berbasis ERP dengan software Odoo. Metodologi yang digunakan adalah Framework for the Application of System Thinking dan Commercial Application Package Implementation Strategy. Observasi dilakukan pada proses bisnis perusahaan untuk mengumpulkan data terkait pemesanan, produksi, penjualan, dan pengiriman produk. Kustomisasi Odoo dilakukan dengan mempertimbangkan modul website, live chat, e-commerce, CRM, sales, purchasing, accounting, project, manufacturing, dan inventory. Implementasi ERP menggunakan Odoo melibatkan berbagai modul untuk mengelola situs web, komunikasi pelanggan, penjualan online, pembukuan, pembelian, hubungan pelanggan, stok, dan produksi, yang diharapkan meningkatkan efisiensi dan akurasi operasional perusahaan. Abstract. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk merancang sistem informasi terintegrasi berbasis ERP dengan perangkat lunak Odoo. Metodologi yang digunakan adalah Kerangka Kerja Penerapan Pemikiran Sistem dan Strategi Implementasi Paket Aplikasi Komersial. Observasi dilakukan terhadap proses bisnis perusahaan untuk mengumpulkan data terkait pemesanan, produksi, penjualan, dan pengiriman produk. Kustomisasi Odoo dilakukan dengan mempertimbangkan modul website, live chat, e-commerce, CRM, penjualan, pembelian, akuntansi, proyek, manufaktur, dan inventori. Implementasi ERP dengan menggunakan Odoo melibatkan berbagai modul untuk mengelola website, komunikasi pelanggan, penjualan online, pembukuan, pembelian, hubungan dengan pelanggan, stok, dan produksi, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keakuratan operasional perusahaan.

Page 9 of 11 | Total Record : 102