cover
Contact Name
Ridho Bayu Yefterson
Contact Email
kronologi@ppj.unp.ac.id
Phone
+6281363439428
Journal Mail Official
ridhobayuyefter@fis.unp.ac.id
Editorial Address
Jurusan Sejarah Jalan Prof. Dr Hamka, Kampu UNP Air Tawar Barat, Padang-Sumbar
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Kronologi
ISSN : 2655996X     EISSN : 27223515     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Kehadiran Jurnal Kronologi sebagai bagian penting dari usaha untuk mengembangkan pengetahuan. Selama ini banyak penelitian hanya tersimpan pada perpustakaan, berdebu dan lapuk serta hilang begitu saja. Lebih lebih hasil penelitian mahasiswa, disamping kuantitasnya yang banyak juga cukup variatif dan menginspirasi. Jurnal Kronologi berusaha menjembatani hal ini. Hasil riset akhir mahasiswa baik yang berkaitan sejarah murni dan penelitian berhubungan dengan pendidikan sejarah. Semuanya dipandang layak untuk dipublikasikan. Jurnal kronologi sebagai wadahnya. Bukan saja hasil penelitian mahasiswa sejarah Universitas Negeri Padang akan tetapi secara luas hasil penelitian akhir mahasiswa dari seluruh universitas yang terdapat di Indonesia.
Articles 583 Documents
Implementasi Gerakan Literasi dalam Pembelajaran Sejarah di SMA N 1 Timpeh Kabupaten Dharmasraya Ratna Indrayani; Hera Hastuti
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.476

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Gerakan Literasi sekolah di SMA N 1 Timpeh Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pembelajaran sejarah dengan menggunakan kegiatan literasi akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan ide-ide menarik yang dimilikinya. Melalui kegiatan literasi yaitu membaca dan menulis, melalui kegiatan tersebut siswa akan memiliki banyak pengetahuan baru kemudian akan banyak ide-ide yang dimunculkan dan untuk mendukung program Gerakan Literasi ini sekolah menyediakan wadah untuk menampung ide-ide dari siswa. penggunaan literasi dalam pembelajaran sejarah hal ini membantu siswa dapat dilihat dari materi-materi yang disampaikan oleh guru sejarah salah satunya keteladan dari tokoh-tokoh perjuangan dan masih banyak lagi materi sejarah yang didalamnya terkandung nilai karakter. Kata kunci: Gerakan Literasi Sejarah, Literasi Sejarah, Pembelajaran Sejarah.
POLA NAMA ETNIS TIONGHOA PADANG PADA MASA ORDE BARU Bayu Alhadad Efendi; Erniwati Erniwati
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.477

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang pola pengelompokan nama-nama etnis Tionghoa Padang pada masa Orde Baru. Fokus kajian ini mengambil masa Orde Baru karena pada masa ini dikelaurkan peraturan-peraturan asimilasi bagi Etnis Tionghoa termasuk peraturan pergantian nama. Artikel ini menggunakan metode sejarah melalui studi Pustaka, arsip dan studi lapangan untuk mendata nama-nama etnis Tionghoa Padang yang lahir antara 1967-1998. Selanjutnya dilakukan dikritik secara interen dan ekstren agar keabsahan data serta klasifikasi berdasarkan ciri-ciri yang sama untuk mendapatkan pola pengelompokan, lalu dilakukan interpretasi untuk persiapan historiografi, Temuan artikel menunjukan bahwa nama Etnis Tionghoa Padang dipengaruhi oleh nama Jawa, Baptis, Barat, Islam, nama diambil dari nama Tionghoa (Marga), nama Indonesia dan Tionghoa sama serta nama lokal. Nama Tionghoa Padang cenderung menggunakan nama-nama diatas meskipun begitu mereka juga dapat mempertahankan nama Tionghoa disamping nama resmi yang terdapat dalam administrasi negara.
Perkembangan Industri Rumah Tangga Kopi Bubuk Di Nagari Koto Tuo, Kecamtan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat Tahun 1998-2020 Yuria Wulandari; Etmi Hardi
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.478

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang Perkembangan Industri Rumah Tangga Kopi Bubuk Di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat 1998-2020. Penelitian bertujuan menemukan perkembangan industri rumah tangga kopi bubuk di Nagari Koto Tuo dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan empat tahap metode penelitian yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa Industri rumah tangga kopi bubuk di Nagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab ini sudah ada sejak tahun 1979. Perekembangan industri rumah tangga kopi bubuk ini dapat diketahui dengan masih bertahan sampai sekarang, proses pengolahan kopi dari tradisional sampai menggunakan mesin dan meningkatnya jumlah produksi, tenaga kerja dan permintaan luar daerah, menginovasi kemasan kopi yang menarik serta mengurus surat izin usaha. Perkembangan industri kopi bubuk memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat Nagari Koto Tuo terkhususnya bagi pelaku usaha dan tenaga kerja yang mendapatkan tambahan pemasukan biaya hidup sehari-hari dari produksi kopi bubuk tersebut. Kata kunci: Industri Rumah Tangga Kopi Bubuk, Perkembangan
Permukiman Suku Laut Pulau Bertam Kota Batam (1989-2021) syarfaina syarfaina
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.479

Abstract

Artikel ini merupakan kajian sejarah yang membahas mengenai permukiman masyarakat Suku Laut yang ada di Pulau Bertam, Kota Batam tahun 1989-2021. Suku Laut ini merupakan suku tradisional yang berkembang melalui berbagai bantuan dan program pemerintah maupun non-pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran awal dari terbentuknya kehidupan, dan perkembangan kehidupan ekonomi dan sosial budaya Suku Laut Pulau Bertam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian Suku Laut yang ada di Pulau Bertam ini menunjukan bahwasanya masyarakat yang dahulunya hidup nomaden di atas sampan, pada perkembangannya sudah mulai diberdayakan melalui kebijakan pendaratan Suku Laut untuk hidup menetap di Pulau Bertam. Kehidupan Suku Laut Pulau Bertam yang pada awal bermukimnya serba kekurangan mulai dari segi kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya, kini lambat laun sudah mulai berkembang dan tidak lagi menggantungkan seluruh kehidupanya pada lautan.
Pengolahan Getah Gambir Menjadi Industri Batik Sebagai Strategi Pengemabangan Petani Gambir Di Lumpo Pesisir Selatan 2013-2019 Sovi Apriillia Mardia; Rusdi Rusdi
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.485

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Pengolahan Getah Gambir Menjadi Industri Batik Sebagai Strategi Pengembangan Perekonomian Petani Gambir Di Lumpo Pesisir Selatan (2013-2019). Perkembangan Industri Batik dimulai pada tahun 2017 hingga 2020. Adapun permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana strategi pengolahan dan pengembangan batik gambir menjadi batik, di Nagari Ampuan Lumpo dari tahun 2013 hingga 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Pengolahan Getah Gambir Menjadi Industri Batik Sebagai Strategi Pengembangan Perekonomian Petani Gambir Di Lumpo Pesisir Selatan (2013-2019). Penulisan mengenai Pengolahan Getah Gambir Menjadi Industri Batik Sebagai Strategi Pengembangan Perekonomian Petani Gambir Di Lumpo Pesisir Selatan (2013-2019). Penelitian ini menggunakan metode yang digunakan adalah metode sejarah melalui pengumpulan data atau heuristik, kritik, interpretasi, dan penulisan. Dalam memperoleh data primer atau sekunder, penulis melakukan dengan dua cara yaitu studi kepustakaan (library research) dan studi lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Rumah Batik di Ampuan Lumpo didirikan pada tahun 2013. Pengolahan batik diawali dengan getah gambir yang menjadi pewarna pada kain batik. Beberapa tahap dalam pengolahan Gambir menjadi pewarna batik yakni, proses pencucian, proses perebusan, proses penyaringan dan percetakan gambir sehingga menjadi pewarna. Pada awalnya berdiri rumah batik Lumpo selaku founder Novita Hertini lebih menfokuskan untuk mengembangkan SDM (Sumber Daya Manusia) dengan bekerjasama dengan pemerintah untuk melaksanakan pelatihan membatik hal ini membawa hasil bertambah para pekerja batik. Memasuki tahun 2017 Batik Lumpo mulai mengalami perkembangan hal ini ditandai dengan berdirinya peresmian rumah batik Lumpo yang mendaptkan izin usaha dari pemerintah kabupaten Pesisir Selatan. Periode 2018-2019 batik Lumpo selalu eksis di tengah masyarakat dan mulai mendapatkan penghargaan dari presiden Republik Indonesia hingga menembus pasar nasional. Hadirnya rumah Batik Lumpo tentunya membuat perekonomian masyarakat khususnya petani Gambir dan para pekerja batik dapat meningkat kesejahteraan hidupnya hal ini dapat dilihat dari petani gambir dan para pekerja di Rumah Batik Lumpo dapat menyekolahkan anak-anaknya. Kata Kunci : Pengolahan, Getah Gambir, Industri Batik
EKONOMI PERANTAU MINANGKABAU DI PASAR BAWAH KECAMATAN BANGKO KABUPATEN MERANGIN TAHUN 1999-2020 Rissa Afrilia Rosanti; Azmi Fitrisia
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.488

Abstract

This study examines the economic life of Minangkabau migrants in Pasar Bawah, Bangko District, Merangin Regency in 1999-2020. The research problems are formulated as follows: (1) How did Minangkabau traders arrive in Pasar Bawah, (2) How did the Minangkabau trade economy develop in Pasar Bawah during 1999-2020. This writing aims to reveal the background of the Minangkabau people who migrated to Pasar Bawah Bangko, Merangin Regency and the economic situation of Minangkabau overseas in Pasar Bawah Bangko.. Based on the research results it is known that; First: Pasar Bawah Bangko is one of the markets located in Pasar Bangko Village, Bangko District, Merangin Regency which is part of Jambi Province, because the area is close to the border of South Persisir and Dharmasraya regions, and the area is a new area due to the division of districts between Sarolangun dan Regency and Sarolangund Regency. Merangin became a new field for trading. Second: Minangkabau overseas trading activities are diverse, ranging from trading in clothes, basic necessities, accessories, shoes-sls, vegetables, and others. Keywords: Migrants, Traders, Ethnic Minangkabau
Sarinah: Perkembangan Sebuah Pasar di Daerah Transmigrasi Rimbo Bujang (1977-2021) Ika Ayu Novitasari; Zul Asri
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.491

Abstract

This study examines the development of Sarinah Market in Rimbo Bujang District in 1977-2021. The research problems are formulated as follows: 1) How is the development of Sarinah Market in Rimbo Bujang from 1977 to 2021. 2) How is the existence of Sarinah Market on the economic dynamics of the Rimbo Bujang community. This study uses historical research methods consisting of four stages, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of the study reveal that, first, the Sarinah Market has continued to develop from 1977-2021. The development of Sarinah Market can be seen from the development of traditional markets that provide all basic needs. Therefore, Sarinah Market is known as the traditional market of Rimbo Bujang which provides all the complete needs. In addition, market development is seen from market development, market management, market arrangement, types of merchandise, merchandise flows, and the market retribution system. Second, how is the existence of Sarinah Market on the economic dynamics of the Rimbo Bujang community. Keywords: Development, Sarinah Market Abstrak Penelitian ini mengkaji perkembangan Pasar Sarinah di Kecamatan Rimbo Bujang tahun 1977-2021. Permasalahan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1) Bagaimana perkembangan Pasar Sarinah di Rimbo Bujang 1977-2021. 2) Bagaimana keberadaan Pasar Sarinah terhadap dinamika ekonomi masyarakat Rimbo Bujang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, pertama, Pasar Sarinah terus mengalami perkembangan sejak tahun 1977-2021. Perkembangan Pasar Sarinah dapat dilihat dari adanya perkembangan pasar tradisional yang menyediakan segala kebutuhan pokok. Oleh karena itu, Pasar Sarinah dikenal sebagai pasar tradisional Rimbo Bujang yang menyediakan segala kebutuhan yang lengkap. Selain itu, perkembangan pasar dilihat dari pembangunan pasar, pengelolaan pasar, penataan pasar, jenis barang dagangan, arus barang dagangan, dan sistem retribusi pasar. Kedua, bagaimana keberadaan Pasar Sarinah terhadap dinamika ekonomi masyarakat Rimbo Bujang. Kata kunci: Perkembangan, Pasar Sarinah
UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta: Studi Tentang Perkembangan Lembaga Perpustakaan Di Kota Bukittinggi Tahun (1976-2019) Nola Afrida Yanti; Zul Asri
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.492

Abstract

Penelitian ini menjelaskan mengenai sejarah lembaga di bidang perpustakaan, mengkaji mengenai perkembangan lembaga perpustakaan di Kota Bukittinggi, dimulai pada tahun 1976 sampai tahun 2019. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan metode sejarah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan awal terbentuknya lembaga perpustakaan Proklamator Bung Hatta di Kota Bukittinggi dan mendeskripsikan perkembangan perpustakaan dari perpustakaan daerah menjadi perpustakaan nasional. Penelitain ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan. Pertama, heuristik yaitu proses untuk mengumpulkan dan mencari sumber-sumber penelitian. Kedua, kritik sumber terdiri dari kritik internal dan eksternal, yaitu dengan melakukan pengujian terhadap keaslian informasi. Ketiga, interpretasi yaitu menafsirkan dan menghubungkan dengan fakta-fakta yang ada. Keempat, historiografi, tahapan penulisan hasil penelitian. Penelitian ini mendapatkan hasil, pertama, sejarah awal pendirian UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, bernama Perpustakaan Mohammad Hatta, dilatarbelakangi belum adanya perpustakaan yang representatif di Kota Bukittinggi perpustakaan, pembangunan dilakukan oleh pihak pemerintah kota Bukittinggi, menggunakan anggaran daerah dan berhasil diresmikan tahun 1976. Kedua, dalam proses perkembangan perpustakaan terjadi tiga kali pergantian nama perpustakaan, perpustakaan umum Mohammad Hatta, Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dan UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, disebabkan karena terjadi perpindahan gedung, perubahan status perpustakaan dan juga perubahan pengelolaan perpustakaan dari pemerintah daerah kota Bukittinggi dari dialihkan ke pemerintah pusat yaitu Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kata Kunci: Perkembangan, Lembaga Perpustakaan, UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta
Industri Bordir W&R Di Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok (1980-2022) Triana Andini Putri; Etmi Hardi
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.493

Abstract

This study discusses the history of the embroidery industry (1980-2022). The research problem is formulated as follows: 1). How was the development of the W&R embroidery industry in Nagari Cupak, Gunung Talang District, Solok Regency in 1980-2022. 2). How did the W&R embroidery industry strategy develop its embroidery business from 1980-2022. This writing aims to reveal the history of the W&R embroidery industry in Nagari Cupak, Gunung Talang District, Solok Regency in 1980-2022. This research using the historical writing method which consists of four stages, namely heuristics, criticisms sources, interpretations, and historiography. The results of the study that; Mrs. Yulidar's first time as an embroidery seamstress was in Nagari Cupak. Started pioneering embroidery business because of the culture of using tikuluek for women in Nagari Cupak. Second, the development of the W&R embroidery industry from its inception in 1908 until now is still ongoing, where previously a housewife changed her profession to become an embroidery owner. Even the embroidery business belonging to Mrs. Yulidar was passed on to her children to her granddaughter. Third, the development of embroidery has a promising prospect value. The marketing strategy has also been to various regions and abroad. The uniqueness of tikuluek has a traditional aesthetic but still exists and is maintained in the modern era. Keywords: Embroidery Industry, Tikuluek embroidery Abstrak Penelitian ini membahas mengenai sejarah industri bordir (1980-2022). Permasalahan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1). Bagaimana perkembangan industri bordir W&R di Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok pada tahun 1980-2022. 2). Bagaimana strategi industri bordir W&R mengembangkan usaha bordirnya sejak tahun 1980-2022. Penulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan sejarah industri bordir W&R di Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok pada tahun 1980-2022. Penelitian inimenggunakan metode penulisan sejarah yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritiksumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian bahwa; pertama Ibu Yulidar sebagai penjahit bordir pertama kali di Nagari Cupak. Mulai merintis usaha bordir karena budaya pemakaian tikuluek bagi perempuan di Nagari Cupak. Kedua, perkembangan industri bordir W&R dari awal berdiri tahun 1908 hingga sekarang masih tetap berjalan, yang sebelumnya seorang ibu rumah tangga beralih profesi menjadi pemilik bordir. Bahkan usaha bordir milik Ibu Yulidar di teruskan kepada anak hingga cucu perempuannya. Ketiga, pengembangan bordir memiliki nilai prospek yang cukup menjanjikan. Strategi pemasarannya juga sudah ke berbagai daerah dan luar negeri. Keunikan tikuluek memiliki estetika tradisional tetapi masih eksis dan dipertahankan di era modern. Kata kunci: Industri Bordir, Tikuluekbordir
Sejarah Perkembangan Bioskop Karia Kota Solok Dari Tahun 1970-2012 Febriyan Ibnu Rizal; Erniwati Erniwati
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.495

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang perkembangan Bioskop Karia Kota Solok yang dipimpin tiga generasi keluargan Ang yang meliputi perkembangan film, jumlah penonton dan sarana yang mendukungnya terutama pada masa pimpinan generasi ke tiga keluarga Ang yaitu Wirako Angriawan yang dimulai pada tahun 1970. Selain di Kota Solok Bioskop Karia juga berdiri di beberapa kota dalam provinsi Sumatera Barat, sebagai berikut; Bioskop Karia Kota Padang didirikan pada tahun 1921, Bioskop Karia Kota Padang Panjang tahun 1931, Bioskop Karia Kota Payakumbuh tahun 1936 dan Bioskop Karia Kota Solok tahun 1970. Bioskop Karia Kota Solok yang didirikan tepatnya di Simpang Surya tepatnya arah memasuki terminal angkot Pasar Raya Kota Solok pada tahun 1970 oleh PT MHI (Maskapay Handle Industrie), yang dipimpin oleh seorang pengusaha ras Tionghoa bernama Ang Eng Kwan. Alasan didirikannya Bioskop Karia di Kota Solok karena Kota ini adalah kampung halaman dari Ang Eng Kwan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif sejarah, oleh karena itu penelitian Sejarah Perkembangan Bioskop Karia Kota Solok Dari Tahun 1970-2012 ini menggunakan metode sejarah dengan langkah-langkah sebagai berikut :1. Heuristik, 2) kritik sumber, 3) interpretasi, dan 4) Historiografi. Dari pembahasan di bawah ini dapat disimpulkan bahwa Bioskop Karia Solok ini mengalami perubahan yang signifikan baik itu dari segi bentuk fisik dan fungsinya yang mana perubahan tersebut terjadi karena adanya pengaruh Modernisasi. Seiring berkembangnya zaman keberadaan Bioskop Karia Solok ini terus menerus mengalami kemunduran terlebih lagi saat ini bentuk fisik bangunan, hingga pada akhirnya tahun 2012 Bioskop Karia Solok ini berhenti beroperasi.