Kronologi
Kehadiran Jurnal Kronologi sebagai bagian penting dari usaha untuk mengembangkan pengetahuan. Selama ini banyak penelitian hanya tersimpan pada perpustakaan, berdebu dan lapuk serta hilang begitu saja. Lebih lebih hasil penelitian mahasiswa, disamping kuantitasnya yang banyak juga cukup variatif dan menginspirasi. Jurnal Kronologi berusaha menjembatani hal ini. Hasil riset akhir mahasiswa baik yang berkaitan sejarah murni dan penelitian berhubungan dengan pendidikan sejarah. Semuanya dipandang layak untuk dipublikasikan. Jurnal kronologi sebagai wadahnya. Bukan saja hasil penelitian mahasiswa sejarah Universitas Negeri Padang akan tetapi secara luas hasil penelitian akhir mahasiswa dari seluruh universitas yang terdapat di Indonesia.
Articles
576 Documents
Perkebunan Sawit dan Kehidupan Perekonomian di Pasaman Barat 2004-2020
Fauziah Delsa Putri;
Azmi Fitrisia
Jurnal Kronologi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (361.671 KB)
|
DOI: 10.24036/jk.v3i1.89
Penelitian ini dilatar belakangi dengan berkembangnya perkebunan kelapa sawit di Pasaman Barat, hampir sebagian masyarakatnya merupakan petani perkebunan kelapa sawit. Perkembangan areal perkebunan kelapa sawit di Pasaman Barat selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, di tahun 2000 hasil dari kelapa sawit belum terlalu berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, perkembangan perkebunan kelapa sawit mulai meningkat pada saat Pasaman Barat di mekarkan pada tahun 2004. Hal ini dapat di buktikan dengan peningkatan pendapatan masyarakat di Pasaman Barat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Perkebunan Sawit dan Kehidupan Perekonomian di Pasaman Barat (2004-2020). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang dibagi dalam 4 tahap. Pertama, heuristik yaitu mencari dan mengumpulkan data. Kedua kritik sumber, dibagi menjadi dua yaitu kritik ekstern dan kritik inter yang mencari keaslian dari sumber yang diteliti. Ketiga,interpretasi atau analisis data dengan merangkum semua data yang didapatkan sehingga diperoleh sebuah gambaran berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian. Keempat, historiografi menuliskan fakta-fakta yang telah didapatkan kedalam tulisan ilmiah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perkembangan perkebunan kelapa sawit di Pasaman Barat membawa perubahan terhadap perekonomian masyarakat, dan juga membawa perubahan ke dalam beberapa bidang yakni, bidang pendidikan, bidang kesehatan, daya beli masyarakat, dan bidang sarana prasara di Pasaman Barat.
Kuda Beban: Transportasi Tradisional Masyarakat Sumpur Kudus (1960-1979)
Vicky Olse;
Etmi Hardi
Jurnal Kronologi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.56 KB)
|
DOI: 10.24036/jk.v3i1.90
Penelitian ini membahas tentang Transportasi Tradisional Kuda Beban di Sumpur Kudus tahun 1960-1979. Melihat pengaruh pengunaan kuda beban terhadap perkembangan ekonomi masyarakat di Sumpur Kudus, latar belakang keberadaan kuda beban dan pasang surut pengunaan kuda di daerah ini. Tujuan penelitian ini mengungkapkan latar belakang keberadaan kuda beban sebagai angkutan tradisional di Sumpur Kudus serta melihat pengaruh kuda beban terhadap ekonomi masyarakat Sumpur Kudus. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif sejarah, menggunakan metode sejarah berupa studi kepustakaan, studi kearsipan dan wawancara. Dari pembahasan dapat diketahui bahwa, pertama Kenagarian Sumpur Kudus merupakan nagari yang terletak di Sijunjung Utara Provinsi Sumatera Barat, daerahnya diperbukitan yang mempergunakan alat angkutan tradisional. Kedua, Kuda Beban tergolong alat angkutan tradisional yang masih mempergunakan tenaga manusia dan hewan, dimana fungsinya sebagai pengangkut benda atau barang dalam jarak dekat maupun jarak jauh. Kuda beban memegang peranan penting dari tahun 1960-1979 dalam perkembangan perekonomian dan aktifitas masyarakat Sumpur Kudus, sebagai alat pengangkut hasil perkebunan seperti gambir, cengkeh, padi, kopi, kulit manis, sayur-sayuran yang siap disalurkan ke pasar tradisional Kumanis yang merupakan pusat perekonomian masyarakat Sumpur Kudus. Kuda beban sebagai transportasi tradisional mulai berkurang digunakan oleh masyarakat Sumpur Kudus karena sudah adanya sarana jalan yang bisa dilewati mobil dan kendaraan bermotor.
Potensi dan Pengembangan Anak-Anak Pesisir Purus
azmi fitrisia;
Rahmuliani Fithriah
Jurnal Kronologi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.048 KB)
|
DOI: 10.24036/jk.v3i1.91
The article aims to discover the potential of purus coastal children. It will try to study the efforts in exploring the potential. Certainly in relation to efforts to develop themselves in the hope of having a better for future. An important question of this article is how are the coastal children of Purus capable?. How is the strategy to explore talent? This research uses library method, observation and interview with children of fishermen in Purus, West Padang District, Padang City. There were approximately 10 informants interviewed. Observations were made gradually in 2019-2020. The results of this study show that children on the coast of Purus have a lot of potential. They have the potential to tell storytelling, play theater and write. They have been able to tell story and also play theater. Children on the coast also have potential in the field of writing. Some of the strategies tried on Purus coastal children are encouraging them to talk/tell stories, provide knowledge, practice and develop reading interests. The potential of coastal children in Purus needs to be continuously fostered because it is very difficult to expect their poor and poor parents. The Challenging challenge.
Potensi Sumber-Sumber Sejarah Lokal Batusangkar Sebagai Sumber Belajar Di Sma
Des Malinda;
Aisiah Aisiah
Jurnal Kronologi Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1255.887 KB)
|
DOI: 10.24036/jk.v3i4.93
Pemanfaatan sumber sejarah lokal dalam proses pembelajaran sejarah di sekolah, khususnya di Batusangkar masih jarang dilakukan sehingga menyebabkan pengetahuan peserta didik tentang sejarah lokal yang ada di lingkungan sekitarnya tidak begitu dikuasainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi sumber-sumber sejarah lokal yang ada di Batusangkar yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang selaras dengan kurikulum (Kompetensi Dasar). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara. Informan penelitian melibatkan Guru sejarah SMA Muhammadiyah dan guru sejarah SMAN 1 Rambatan, pengawas situs sejarah dan warga setempat. Data dianalisis dengan menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman yang diawali dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa peninggalan sejarah di Batusangkar yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah antara lain; Batu Batikam, Komplek Ustano Rajo, Megalitik Talago Gunung, Prasasti Pagaruyung, Prasasti Saruaso dan Prasasti Kubu Rajo. Potensi pemanfaatan sumber-sumber sejarah lokal ini oleh guru sejarah dilakukan dengan cara guru memberi tugas kepada peserta didik untuk melakukan observasi ke situs-situs tersebut dan melakukan wawancara dengan warga setempat. Tugas tersebut disajikan dalam bentuk makalah. Kata Kunci: Pemanfaatan sumber sejarah lokal dalam proses pembelajaran sejarah di sekolah, khususnya di Batusangkar masih jarang dilakukan sehingga menyebabkan pengetahuan peserta didik tentang sejarah lokal yang ada di lingkungan sekitarnya tidak begitu dikuasainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi sumber-sumber sejarah lokal yang ada di Batusangkar yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang selaras dengan kurikulum (Kompetensi Dasar). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara. Informan penelitian melibatkan Guru sejarah SMA Muhammadiyah dan guru sejarah SMAN 1 Rambatan, pengawas situs sejarah dan warga setempat. Data dianalisis dengan menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman yang diawali dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa peninggalan sejarah di Batusangkar yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah antara lain; Batu Batikam, Komplek Ustano Rajo, Megalitik Talago Gunung, Prasasti Pagaruyung, Prasasti Saruaso dan Prasasti Kubu Rajo. Potensi pemanfaatan sumber-sumber sejarah lokal ini oleh guru sejarah dilakukan dengan cara guru memberi tugas kepada peserta didik untuk melakukan observasi ke situs-situs tersebut dan melakukan wawancara dengan warga setempat. Tugas tersebut disajikan dalam bentuk makalah.
Pengembangan Media Video Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kausalitas dalam Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah Atas
Rajuli Irfani;
Ridho Bayu Yefterson
Jurnal Kronologi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.123 KB)
|
DOI: 10.24036/jk.v3i1.97
Penelitian ini berangkat dari permasalahan minimnya pemakaian media video dalam pembelajaran sejarah. Berdasarkan pengalaman lapangan peneliti semester Januari-Juni 2020 di SMAN 1 Batusangkar, media yang digunakan oleh guru belum bervariasi karena guru lebih dominan menyampaikan materi berorientasi ke metode ceramah. Jikalaupun ada pemakaian media, hanya sebatas power point itupun siswa yang mengunakan untuk menyampaikan hasil kelompoknya di depan kelas. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini yaitu merancang media pembelajaran sejarah yang menyenangkan, menarik, mudah di mengerti dan jelas melalui media video. Selain menekankan pada pembelajaran yang menyenangkan materi pada media video di susun berdasarkan prinsip sebab akibat atau kusalitas terjadinya peristiwa. Pada penelitian ini peneliti menerapkannya pada materi Dampak Penjajahan Banga Eropa Terhadap Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Reserch and development) dengan mengunakan model ADDIE yaitu analisis ( analyzy), desain (design), pengembangan ( development), implementasi (implement), dan evaluasi (evaluation). Namun dalalm penelitian ini prosedur penelitian ini sampai tahap pengembangan (development). Uji kelayakan media dilkaukan oleh dua orang valildator yang mahir di bidangnya masing-masing, yakni ahli materi dan ahli media pembelajaran sejarah. Hasil penelitian media video bedasarkan kelayakan matei yakni 3,63 dalam kategori sangat layak kemudian hasil analisis media yaitu 3,65 dalalm kategori sangat layak
Pengembangan Media Pembelajaran Puzzle untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kronologis Siswa Dalam Pembelajaran
Resi Gustari;
Ridho Bayu Yefterson
Jurnal Kronologi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (543.829 KB)
|
DOI: 10.24036/jk.v3i1.98
Latar belakang penelitian adalah minimnya penggunaan media di sekolah, selain itu guru kurang memanfaatkan media dalam pembelajaran khususnya media yang mampu menjangkau keterampialan berfikir kronologis siswa. tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kevalidan penggunaan media puzzle dalam pembelajaran sejarah untuk menumbuhkan kemampuan berfikir kronologis. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan baru sebagian kecil siswa yang mampu berfikir secara kronologis dalam proses pembelajaran. penelitian ini jadi sangat penting karena kemampuan berfikir kronologis harus ada dalam proses pembelajaran sejarah, dan untuk melatih kemampuan berfikir krionologis siswa tersebut dibutuhkan suatu media yang dapat membantu yaitu berupa penggunaan skema waktu di dimodifikasi menjadi puzzle. Minimnya penggunaan media dalam pembelajaran sejarah khususnya untuk meningkatkan berfikir kronologis membuat penelitian ini makin penting untuk dilakukan. Metode penelitian adalah R&D atau Research And Developmen,tujuan dari penelitian R&D adalah menghasilkan produk berupa media pembelajaran sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media puzzle terbukti layak untuk di diterapkan di SMA dengan uji validasi data dari ahli materi dan ahli media sebesar 3,6 dan 3,56 dan uji validasi dari guru sebesar 3,42 Berdasarkan hasil uji validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa media puzzle layak untuk digunakan dalam pembelajaran sejarah.
Pengembangan Bahan Ajar E-Book Interaktif Dalam Meningkatan Literasi Membaca Siswa Sekolah Menengah Atas
Anneya Wulan Maharani;
Ridho Bayu Yefterson
Jurnal Kronologi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.282 KB)
|
DOI: 10.24036/jk.v3i1.99
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar E-Book interaktif sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa menegah atas pada mata pelajaran sejarah. Hal ini berdasarkan temuandan observasi peneliti saat melaksanakan praktek lapangan kependidikan (plk) di SMA Negeri 1 Padang pada semester Januari-Juni 2020. Temuan tersebut menyatakan bahwa dalam memahami dan menganalisa peristiwa sejarah yang mereka pelajari sangat rendah, hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya minat baca siswa sehingga dirasa perlu melakukan inovasi bahan ajar yang lebih interaktif berupa E-Book.E-Book mampu mengintegrasikan tayang suara, grafik, gambar, maupun film sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konfensional. Peneliti mengembangkanE-Book sebagai bahan ajar dengan memasukan materi sejarah sebagai ilmu, peristiwa, kisah, dan seni. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development), dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implement), evaluasi (evaluate). Namun dalam penelitian ini prosedur penelitian dilakukan hanya sampai tahap pengembangan (development). Uji kelayakan bahan ajar e-book dilakukan oleh 3 orang validator ahli bidangnya masing-masing, yakni ahli materi, ahli bahan ajar dan ahli teknologi pembelajaran sejarah. Hasil bahan ajar e-book berdasarkan kelayakan materi yakni kelayakan ahli materi 4.0 dengan katagori sangat layak. Validasi bahan ajar awalnya sebesar 1.73 dikategorikan kurang layak dan setelah direvisi diperoleh rata-rata 3.72 dengan dikategorikan sangat layak. Sedangkan ahli teknologi pembelajaran yakni 3.64 dengan dikategorikan sangat layak. Dengan demikian bahan ajar ebook sangat layak diuji cobakan kepda siswa untuk meliht kepraktisan dan dapat memanfaatkan sebagai pelengkap pembelajarn sejarah peminatan.
Petani Karet di Kabupaten Kampar Pada Tahun 2010-2019: Pasang Surut Ekonomi dan Gaya Hidup Petani Desa Salo
Putri Aulia Rachma Wita;
Zul Asri
Jurnal Kronologi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (423.694 KB)
|
DOI: 10.24036/jk.v3i1.100
Penelitian ini mengenai Petani Karet di Desa Salo, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar pada tahun 2010-2019. Di Desa Salo pertanian menjadi salah satu sektor utama bagi masyarakat sebagai pemenuhan kebutuhan hidup. Penelitian ini mendeskripsikan pasang surut ekonomi masyarakat Desa Salo yang terjadi akibat fluktuasi harga karet dan pengaruhnya bagi gaya hidup petani. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah melalui empat tahap (1) heuristik (2) kritik suber (3) interpretasi (4) historiografi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Salo merupakan Desa yang memiliki 67,3% penduduknya bekerja sebagai petani karet sehingga menjadi sektor penggerak perekonomian masyarakat. Pada tahun 2010-2019 harga karet mengalami fluktuasi harga. Turun naiknya harga karet berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat. Kenaikan harga karet berdampak pada keadaan ekonomi yang membaik menimbulkan perubahan gaya hidup pada masyarakat petani Desa Salo. Gaya hidup petani karet terlihat dari cara berbusana yang lebih modern, tingkat pendidikan, makanan dan terlihatdari bagaimana mereka menghabiskan waktu dan uangnya. Gaya hidup yang terbentuk pada saat ekonomi membaik tidak dapat di hilangkan oleh petani saat ekonomi menurun, sehingga petani kewalahan dalam mengontrol gaya hidupnya. Petani memilih menggadaikan lahan perkebunan kepada pihak Bank dan Renternir agar gaya hidup petani dapat terpenuhi.
Transformasi Petani Cassiavera Ke Penambang Pasir Desa Siulak Deras Mudik Kec. Gunung Kerinci 1998-2020
Zinda Winarfi;
Hendra Naldi
Jurnal Kronologi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (495.568 KB)
|
DOI: 10.24036/jk.v3i1.103
Tujuan Penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui transformasi petani cassiavera beralih menjadi penambang pasir di desa Siulak Deras Mudik, Kecamatan Gunung Kerinci (1998-2015) berdasarkan latar belakang kehidupan petani cassiavera, pekembangan masyarakat petani cassiavera setelah beralih menjadi penambang pasir. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Langkah-langkahnya seperti Heuristik, Verifikasi Sumber atau Kritik Sumber. Interprestasi, dan Historiografi. Hasil penelitian ini, seperti: 1) Kehidupan petani cassiavera sebelum tahun 1998. Transformasi petani cassiavera beralih menjadi penambang pasir di desa Siulak Deras Mudik. 2) Awal terjadi tranformasi mata pencaharian tahun 1998. Pada tahun sebelumnya juga ada yang menambang pasir namun tidak sebanyak setelah terjadinya krisis moneter 1997. 3) Tokoh pertama penambang pasir di desa Siulak Deras Mudik. Perkembangan kehidupan sosial ekonomi setelah beralih menjadi penambang pasir. Pada awal mula perkembangan penambang pasir pada tahun 2000-2010. 4) Kemudian perkembangan meningkat dan sosial kehidupan ekonomi membaik pada tahun 2010-2020. Sampai tahun 2020 lokasi penambang pasir masih aktif dan masih menerima pesanan pasar seperti adanya proyek bangunan ataupun jalan raya. Adanya lapangan kerja di lokasi penambang pasir membuat ekonomi masyarakat membaik.
Masyarakat Suku Sakai masa Orde Baru Sampai Reformasi di Proyek Sakai Kecamatan Mandau (1977 - 2020)
Maya Syafira Assyfa;
Rusdi Rusdi
Jurnal Kronologi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (707.975 KB)
|
DOI: 10.24036/jk.v3i1.104
Artikel ini membahan tentang bagaimana masyarakat Sakai pada masa Orde Baru sampai Reformasi diwilayah Proyek Sakai Kecamatan Mandau tahun 1977-2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yaitu melalui 4 tahap yang meliputi, pertama yaitu heuristic, kritik sumber, interpretasi dan historiografi.. heuristik adalah teknik pengumpulan data baik itu tertulis dan lisan. Sumber tertulis didapatkan dari studi pustaka yang penulis lakukan di Perpustakaan Wilayah Provinsi Riau, perpustakaan Pusat UNP, dan jurnal terkait. Sumber lisan, penulis dapatkan melalui wawancara dengan kepala suku Sakai Bathin Sumbu Ampai, warga Suku Sakai. Kritik Sumber, yang terdiri dari kritik eksternal dan kritik internal yang digunakan untuk menguji keaslian dan kebenaran sumber. Interpretasi adalah menganalisis dan menghubungkan fakta-fakta yang ditemukan melalui kritik sumber. Historiografi adalah penulisan hasil olahan data menjadi tulisan sejarah atau skripsi. Hasil penelitian yang penulis dapatkan adalah bahwa terdapat perubahan pembangunan masyarakat terasing suku Sakai pada masa Orde Baru sampai Reformasi, baik dalam bidang pendidikan, perekonomian, sosial-budaya. Masyarakat Sakai saat ini sudah mengenyam pendidikan hingga ke perguruan tinggi, perubahan mata pencaharian masyarakat Sakai dari berburu di hutan hingga memiliki berbagai macam jenis pekerjaan saat ini (2020) serta kepedulian masyarakat terhadap lestarinya adat istiadat serta nilai – nilai budaya suku Sakai.