cover
Contact Name
Dewi Rokhanawati
Contact Email
dewirokhanawati@unisayogya.ac.id
Phone
+6281236093816
Journal Mail Official
aipkemajrki@gmail.com
Editorial Address
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55292. Telp (0274) 4469199
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia
ISSN : 24074985     EISSN : 26155621     DOI : http://dx.doi.org/10.32536/jrki
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia (JRKI) mempublikasikan artikel ilmiah dari hasil penelitian yang memuat data primer ataupun sekunder, literature review dan sistematik review, penelitian kuantitatif, kualitatif maupun mixed methods. Ruang lingkup JRKI adalah penelitian kebidanan yang bisa membahas aspek kultural, klinis, psikososial, sosiologikal, epidemiologikal, pendidikan, manajerial, pekerjaan, organisasi dan teknologi pada masa pre konsepsi, praktik dan sistem pelayanan ibu, bayi dan balita, dan juga sistem pelayanan kesehatan yang lain.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2021): Desember" : 23 Documents clear
Gambaran pengetahuan ibu nifas post sectio caesarea tentang mobilisasi dini di ruang nifas rumah sakit umum daerah Wangaya Denpasar tahun 2021 Kompiang Sekarini; Budiani Budiani; Suarniti Suarniti
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.581 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.199

Abstract

Latar belakang: Mobilisasi dini dapat mempercepat proses penyembuhan pada ibu nifas. Salah satu yang menyebabkan rendahnya penerapan mobilisasi dini adalah pengetahuan ibu nifas tentang mobilisasi dini. Tujuan penelitian: untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas post sectio caesarea tentang mobilisasi dini di ruang nifas RSUD Wangaya Denpasar tahun 2021. Metode: penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel yang digunakan adalah 39 ibu nifas post sectio caesarea yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil: Rata-rata pengetahuan tentang manfaat, tujuan, dan dampak mobilisasi dini adalah 77,44. Sedangkan rata-rata pengetahuan tentang tahapan mobilisasi dini adalah 96,41. Simpulan: Pengetahuan responden tentang mobilisasi dini yang meliputi manfaat, tujuan, tahapan dan dampak sebanyak 69,1% responden mendapatkan nilai 85 dengan nilai rata-rata 82,18.
Hubungan pola pemberian makan dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Remu Selatan Kota Sorong Jenni Lilis. S Siagian; Demianus F Wonatoray; Handayani Thamrin
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.762 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.183

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Keadaan ini dapat terjadi sejak masa kehamilan. Dampak dari stunting bisa menyebabkan terganggunya perkembangan otak, kecerdasan berkurang, gangguan pertumbuhan fisik dan metabolism dalam tubuh terganggu. Jumlah anak status gizi buruk dan gizi kurang di Provinsi Papua Barat sebanyak 16,18%, sangat pendek 37,79% dan pendek 27,36%. Kota Sorong merupakan salah satu daerah dengan angka stunting tertinggi di Indonesia yakni sebanyak 12,3%. Terdapat 55 balita (18,46%) dari 298 balita di Kelurahan Remu Selatan. Tujuan penelitian: Menganalisis hubungan pola pemberian makan dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada anak di Kelurahan Remu Selatan Kota Sorong Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriktif analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 55 orang anak usia 6-24 bulan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, lembar observasi, Lengthboard. Analisa data menggunakan uji Fisher’s exact. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik diketahui pola pemberian makan dengan p-value= 0,002, dan sanitasi lingkungan dengan p-value= 0,001 yang artinya pola pemberian makan dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan kejadian stunting. Simpulan: Pola pemberian makan dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan kejadian stunting pada di Kelurahan Remu Kota Sorong.
Analisis faktor risiko demografi dan dukungan sosial suami terhadap kejadian postpartum blues di RSUD Dr. Dradjat Prawiranegara Kabupaten Serang Qonita Qonita; Umalihayati Umalihayati
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.271 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.190

Abstract

Latar belakang: Dalam masa nifas, ibu postpartum akan mengalami adaptasi fisiologis, psikologis dan adaptasi sosial. Namun, tidak semua ibu postpartum bisa melewati adaptasi masa nifas dengan lancar. Ibu postpartum bisa saja mengalami gangguan psikologis masa nifas salah satunya kecemasan. Dari setiap 1000 wanita hamil, sekitar 17% wanita akan mengunjungi unit kejiwaan. Postpartum blues terjadi pada sekitar 50% wanita dalam waktu 4-5 hari setelah melahirkan. Tujuan penelitian: Menganalisis faktor risiko demografi dan dukungan sosial suami terhadap kejadian postpartum blues. Metode : Desain penelitian yang di gunakan adalah jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yaitu 300 ibu nifas yang diambil secara accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang berisi untuk mengkaji faktor risiko dan pengukuran postpartum blues (skala EPDS). Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kesalahan (ɑ = 0,05). Hasil: Masih terdapat ibu nifas yang mengalami Postpartum blues sebanyak 112 orang (37,3%). Faktor-faktor yang terbukti merupakan faktor risiko terjadinya postpartum blues yaitu usia (OR=2,062; 95% CI: 1,090-3,903), status ekonomi (OR=3,559; 95% CI: 1,964-6,448) dan dukungan sosial suami (OR=6,389; 95% CI: 2,905-14,050). Simpulan: Dukungan sosial suami merupakan faktor risiko yang paling dominan berkontribusi terhadap terjadinya postpartum blues.
Dukungan keluarga pada ibu bekerja dalam memberikan ASI eksklusif di negara berkembang: Scoping review Gana Rendra Winarti; Cesa Septiana Pratiwi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.691 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.200

Abstract

Latar Belakang : Makanan terbaik untuk bayi adalah ASI. Pekerjaan ibu turut memberikan peran pada turunnya angka pemberian ASI eksklusif. Memberikan ASI atau menyusui merupakan perilaku yang dapat diajarkan oleh keluarga kepada ibu dengan memberikan dukungan keluarga. Tujuan penelitian: mereview literature yang membahas tentang dukungan keluarga terhadap ibu bekerja dalam memberikan ASI eksklusif di negara berkembang. Metode: Penyusunan scoping review menggunakan framework  dari Arksey dan O'Malley. Hasil: Berdasarkan 7 artikel terseleksi, 4 dengan desain kuantitatif, 2 desain kualitatif dan 1 desain mixed methode. Hasil penelitian mendapatkan tiga tema yaitu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI Eksklusif, bentuk dukungan dan hambatan yang dialami dalam pemberian ASI Eksklusif. Simpulan: Dukungan keluarga termasuk dukungan suami adalah salah satu faktor yang terkait dengan pemberian ASI secara EKsklusif. Ditemukan bahwa kurangnya dukungan dari tempat kerja menjadi penghambat dalam pemberian ASI secara Eksklusif.
Pengalaman ibu bekerja dalam pemberian ASI eksklusif: Scoping review Endah Kusumaningtyas Wahyudi; Anjarwati Anjarwati; Cesa Septiana Pratiwi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.469 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.201

Abstract

Latar belakang: ASI bermanfaat mencegah terjadinya perdarahan setelah persalinan, meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayi, sehingga dapat mengurangi kejadian AKI serta AKB. Salah satu penyebab hambatan pemberian ASI adalah pemberian MP ASI sebelum usia 6 bulan karena ibu bekerja. Dalam pemberian ASI, ibu memerlukan dukungan baik dari orangtua, dan  suami. Tujuan penelitian: Untuk mereview mengenai pengalaman ibu bekerja dalam pemberian ASI Ekslusif di seluruh negara. Metode : Metode scoping review ini menggunakan framework Arksey O‟Malley yang terdiri dari 5 tahap yaitu mengidentifikasi pertanyaan penelitian, mengidentifikasi sumber literature yang relevan, Pemilihan literature, memetakan data, menyusun, meringkas, dan melaporkan hasil pembahasan. Hasil: Berdasarkan hasil critical appraisal diperoleh 9 artikel dengan grade A. Hasil review diperoleh 4 tema yaitu dukungan dalam pemberian ASI Eksklusif, upaya ibu dalam pemberian ASI Eksklusif, faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI Eksklusif dan hambatan dalam pemberian ASI Eksklusif.  hasil yang di dapat bahwa ibu yang bekerja dalam memberikan ASI Eksklusif itu sangat membutuhkan adanya dukungan dari keluarga, tempat kerja, teman sebaya, dan fasilitas kesehatan untuk keberhasilan ibu dalam memberikan ASI Eksklusif. Simpulan: Pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja sangat membutuhkan dukungan dari keluarga, tempat kerja, teman sebaya, dan fasilitas Kesehatan. Ibu yang menerima dukungan yang memadai meningkatkan kesuksesan dalam pemberian ASI Eksklusif.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini di igd maternal RSUD. dr. Dradjat Prawiranegara Serang Nuria Fitri Adista; Ika Apriyanti; Vega Muhida
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.768 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.182

Abstract

Latar belakang: Kematian Ibu sekitar 10-20% disebabkan oleh infeksi. Salah satu penyebab infeksi adalah Ketuban Pecah Dini. Penyebab Ketuban Pecah Dini (KPD) belum diketahui secara pasti. Faktor risiko KPD adalah infeksi yang terjadi secara langsung pada selaput ketuban dari vagina atau serviks, fisiologi selaput ketuban yang abnormal, serviks inkompetensia, kelainan letak janin, usia, faktor golongan darah, faktor graviditas, usia kehamilan, merokok, preeklampsia, keadaan sosial ekonomi, pendarahan antepartum, riwayat abortus dan persalinan preterm sebelumnya, riwayat KPD sebelumnya, defisiensi gizi yaitu tembaga atau asam askorbat, ketegangan rahim yang berlebihan, kesempitan panggul, kelelahan ibu dalam bekerja, hidramnion, kehamilan ganda, pendular abdomen serta trauma yang didapat misalnya hubungan seksual, pemeriksaan dan amniosintesis. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini. Metode : Penelitian analitik dengan metode case – control. Populasi  berjumlah 2.219 yakni ibu bersalin yang mengalami ketuban pecah dini. Jumlah sampel 194 ibu bersalin yang terdiri dari 97 kasus dan 97 kontrol. Sampel penelitian diambil dengan teknik consecutive sampling. Penelitian ini berupa data sekunder, instrumen penelitian menggunakan daftar checklist. analisis data univariat, bivariat, dan multivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji regresi logistik berganda dengan model prediksi. Hasil: Dari analisis univariat didapatkan hasil bahwa 66% ibu yang mengalami KPD berusia 20 atau 35 tahun, 67% dengan riwayat gravida primipara, mengalami 54% mengalami preeklamsi, 31% ibu dengan riwayat anemia, 19% letak sungsang dan 10% gemelli. Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel usia ibu, gravida, preeklampsi, anemia, letak sungsang, gemeli, dengan kejadian ketuban pecah dini (p-value 0.05). Simpulan: Variabel yang paling dominan mempengaruhi kejadian ketuban pecah dini yaitu variabel gravida  dengan nilai OR dari gravida adalah = 8,773.
Hubungan unmet need KB ditinjau dengan paritas dan interval kehamilan Shella Permata Wiska Putri; Heny Astutik; Rita Yulifah
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.983 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.205

Abstract

Latar belakang: Unmet need Keluarga Berencana (KB) adalah  Pasangan  usia  subur  yang  tidak  ingin  anak  lagi  dan  ingin menunda kelahiran tetapi tidak menggunakan suatu alat kontrasepsi. Angka kejadian unmet need KB di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu 10,6 % dari total pasangan usia subur di Indonesia. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan unmet need KB terhadap paritas dan interval kehamilan. Metode: Studi ini merupakan Literature Review. Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi yaitu Scopus, ProQuest, PubMed, Garuda, Science Direct, dan Google Scholar. Hasil: Dari hasil pencarian terdapat 13 artikel yang sesuai. 8 artikel membahas hubungan unmet need KB dengan interval kelahiran, sedangkan 5 artikel yang membahas tentang unmet need KB dengan paritas. Simpulan: Berdasarkan penelusuran studi literatur diperoleh hubungan kejadian unmet need KB dengan paritas dan tidak terdapat hubungan antara unmet need KB dengan interval kehamilan.
Analisis penyebab pernikahan usia anak di Desa Karang Anyar 2 Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2020 Lovia Angraini; Desi Widiyanti; Wewet Savitri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.552 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.192

Abstract

Latar belakang: Penyumbang ledakan penduduk salah satunya adalah pernikahan usia anak yaitu pernikahan di bawah usia 18 tahun. Pernikahan anak di dunia tertinggi yaitu negara Niger (75%). Di Indonesia provinsi dengan pernikahan usia anak tertinggi adalah Sulawesi Barat(19,43%). Provinsi Bengkulu (14,33%) urutan ke-1 tertinggi di pulau Sumatera. Data Kantor Urusan Agama (KUA) Argamakmur tahun 2020 terdapat 32 pendaftaran pernikahan usia anak. Dampak pernikahan usia anak pada remaja berdampak negatif baik segi sosial ekonomi, mental/psikologis fisik, trauma bagi kesehatan reproduksi. Faktor terjadinya pernikahan anak adalah faktor internal dan ekternal seperti pendidikan, kemiskinan, pergaulan bebas, budaya dan ekonomi. Tujuan penelitian: untuk mengetahui faktor penyebab pernikahan usia anak di desa Karang Anyar 2 Kabupaten Bengkulu Utara. Metode: jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam (indepth interview) dengan Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Hasil: menunjukkan bahwa pernikahan anak terjadi karena faktor Internal dan faktor Eksternal. Faktor internal terdiri dari faktor atas kemauan sendiri, Pendidikan, pengetahuan, dan perilaku seks. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari faktor budaya dan faktor Ekonomi. Simpulan: faktor yang mempengaruhi pernikahan anak lebih dominan karena faktor internal faktor internal anak.
Pengaruh penyuluhan mencuci tangan dengan media poster terhadap praktik cuci tangan pada kelompok usia anak sekolah di kampung Pejaten Kramatwatu Serang Nuria Ffitri Adista; Novrita Tri Yulvia
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.834 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.181

Abstract

Latar belakang: Perilaku Sehat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan salah satu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Fokus CTPS ini adalah Anak sekolah sebagai “Agen Perubahan” dengan simbolisme bersatunya seluruh komponen keluarga, rumah dan masyarakat dalam merayakan komitmen untuk perubahan yang lebih baik dalam berperilaku sehat melalui CTPS). Tujuan penelitian: Diketahuinya pengaruh penyuluhan dengan menggunakan media poster dengan perubahan perilaku sebelum dan setelah model tersebut diterapkan. Metode: Desain penelitian menggunakan pre experimental design dengan rancangan one group pretest posttest design. Populasi seluruh anak usia sekolah dengan kelompok usia 6-12 tahun di Kampung Pejaten Serang Banten. Jumlah sampel 464 anak dengan kelompok usia 6-12 tahun yang diambil secara accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan metode observasi. Instrumen menggunakan poster dan lembar checklist. Data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kesalahan (ɑ = 0,05). Hasil: Praktik cuci tangan sebelum diberikan intervensi 52,6% baik. Setelah dilakukan penyuluhan dengan media poster, terdapat 71,6% anak praktik cuci tangannya baik. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai signifikasi 0,000 (p 0,05), nilai Z hitung sebesar 17.411. Simpulan: ada pengaruh penyuluhan mencuci tangan dengan media poster terhadap praktik cuci tangan pada kelompok usia anak sekolah 6-12 tahun di kampung Pejaten Kramatwatu Serang.
Deteksi dini kanker serviks pada wanita usia subur Sri Hastini Jaelani; Nurul Kurniati; Dewi Rokhanawati
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.184 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.207

Abstract

Latar belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab terjadinya kematian pada perempuan setelah kanker payudara pada negara berkembang. Salah satu kegiatan skrining kanker serviks pada Wanita Usia Subur (WUS) adalah dengan melakukan pemeriksaan Pap Smear. Tujuan Penelitian: untuk mereview dan mengetahui evidence Based tentang deteksi dini kanker serviks pada wanita usia subur. Metode: Scoping review digunakan untuk menginterpretasikan hasil yang berbasis bukti, dan evidence based dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, melakukan ekstraksi data, analisis dan menjelaskan hasil dari review artikel. Database yang digunakan dalam pencarian artikel adalah Pubmed, Sceince Direct, dan Wiley. Hasil: Berdasarkan critical appraisal terdapat 11 artikel yang terpilih dan sesuai dengan 8 artikel grade A, 2 artikel grade B dan 1 artikel grade C. Diperoleh 3 tema dari hasil Scoping review yaitu strategi skrining kanker serviks, hambatan dalam melakukan skrining dan program dalam melakukan skrining kanker serviks. Kesimpulan: Pelaksanaan deteksi dini kanker servik melalui pemeriksaan IVA dan Pap Smear. Strategi dalam melakukan skrining dilakukan dengan menggunakan media elektronik (via telepon atau sms melalui WhatsApp), pemberian edukasi dan melakukan kunjungan. Masalah sosial, ekonomi dan takut efek samping merupakan hambatan dalam melakukan skrining kanker serviks.

Page 1 of 3 | Total Record : 23