cover
Contact Name
Achmad Chusnun Ni'am
Contact Email
ach.niam@itats.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lingkungan.dept@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim 100 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Environmental Engineering Journal ITATS
ISSN : -     EISSN : 28082052     DOI : -
Jurnal Teknik Lingkungan ITATS (ENVITATS) adalah artikel ilmiah yang didedikasikan untuk menyediakan platform dalam teknik lingkungan dan masalah lingkungan. ENVITATS bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya yang tepat dalam implementasi teori, eksperimen, studi kasus, simulasi, aplikasi, dan ulasan studi sebelumnya terkait lingkungan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut : Pengelolaan air minum Pengelolaan limbah cair Sampah dan B3 Pengelolaan kualitas udara Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Teknik remediasi Sanitasi lingkungan Pengelolaan dan monitoring lingkungan Penerapan Reuse, reduce, recycle, recovery, refuse
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS" : 8 Documents clear
Pemanfaatan Pasir Silika, Manganese Greensand, dan Karbon Aktif sebagai Bahan Filter Air Telaga Desa Rancang Kencono Lamongan Badriyah, Lailatul; Hanif, Muhammad; Putri, Marsha Savira Agatha
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 1 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i1.7616

Abstract

Air telaga Desa Rancang Kencono adalah air yang bersumber dari air hujan dan air waduk Rancang Kencono. Berdasarkan survey awal lapangan, air telaga tersebut digunakan untuk kegiatan mandi, cuci, kakus (MCK). Namun sayangnya air telaga yang digunakan saat ini belum terolah, sehingga air masih keruh. Air keruh adalah air yang mengandung padatan dan mencemari lingkingan sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan media mana yang lebih efektif antara pasir silika, manganese greensand dan karbon aktif dalam penjernihan air di desa Rancang Kencono. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam menentukan hasil penelitian. Hasil yang didapatkan sesudah filtrasi pada pengukuran kekeruhan hari pertama tertinggi adalah 71,96 NTU dan terrendah 41,42 NTU, pada hari ke 7 hasil tertinggi 13,4 NTU dan terrendah 2,9 NTU, pada hari ke 14 hasil tertinggi adalah 9,5 dan terrendah 1,53. Untuk hasil TDS yang didapatkan sesudah filtrasi pada hari pertama tertinggi 363 mg/l dan terrendah 144 mg/l, hari ke 7 hasil tertinggi 333 mg/l, terrendah 62,1 dan pada hari ke 14 tertinggi 203 mg/l dan terrendah 51,8. Untuk pengukuran pH dari hari pertama sampai hari ke 14 rata-rata 6,25-7,88. Berdasarkan hasil pengukuran didapatkan bahwa manganese greensand adalah media yang paling efektif dalam proses penjernihan air.
Strategi Pengelolaan Kualitas Udara Berbasis Model Prediktif (AERMOD) di Sekitar Kawasan PT X Hasanah, Ana Uswatun
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 1 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i1.7699

Abstract

PT X merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Dalam proses produksi minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti kelapa sawit (CPKO), perusahaan ini menghasilkan emisi NO₂, PM₁₀, dan SO₂ dari kegiatan pembakaran yang terjadi di dalam boiler dan genset. Emisi ini berpotensi memengaruhi kualitas udara ambien di sekitar area perusahaan dan dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi dan pola dispersi polutan NO₂, PM₁₀, dan SO₂, mengevaluasi tingkat risiko kesehatan, dan merumuskan strategi pengelolaan kualitas udara. Pendekatan yang digunakan melalui analisis hasil model dispersi AERMOD dan risiko kesehatan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi NO₂, PM₁₀, dan SO₂ di sekitar area perusahaan masih berada di bawah batas ambang yang ditetapkan dalam PP No. 22 Tahun 2021. Namun, hasil ARK dengan notasi Risk Quotient (RQ) mengindikasikan adanya risiko kesehatan non-karsinogenik yang signifikan bagi populasi yang terpajan. Oleh karena itu, beberapa strategi pengelolaan kualitas udara yang dapat dilakukan antara lain melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap emisi melalui sistem Continuous Emission Monitoring System (CEMS), penggunaan teknologi pengendalian emisi pada boiler dan genset, penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, dan mengimplementasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada edukasi dan pengelolaan lingkungan.
Analisis Life Cycle Assessment (LCA) pada Instalasi Unit Gas Turbine Generator Area Gas Processing Facility (GPF) di Perusahaan Pengolahan Minyak Dan Gas Bumi, Jawa Timur Santosa, Dwi Teguh; Ni’am, Achmad Chusnun; Maulana, Chandra Mukti Sri
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 1 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i1.7483

Abstract

The oil and gas production process presents significant risks of environmental pollution and human health hazards while also requiring substantial energy consumption. Therefore, a Life Cycle Assessment (LCA) is conducted to estimate potential environmental effects throughout the production cycle, from raw material processing to the final product. This study employs a gate-to-gate LCA approach, utilizing data from the Compendium of Greenhouse Gas Emissions Methodologies for The Natural Gas and Oil Industry – API 2021 and processed using SimaPro 9.0.0.48. The functional unit is 1 MMSCF (Million Standard Cubic Feet). The LCA framework follows four key stages: goal and scope definition, Life Cycle Inventory (LCI), Life Cycle Impact Assessment (LCIA), and data interpretation. Impact category assessment is conducted using SimaPro 9.0.0.48 with methodologies including CML-IA baseline V3.05_EU25 and Eco-Indicator 99 (H) V2.10. The impact categories assess Global Warming, Acidification, Human Toxicity, Eutrophication, and Photochemical Oxidation within the Gas Turbine Generator System. Findings from this study can support the company’s environmental management and energy efficiency initiatives. The research results for the Gas Turbine Generator - GPF unit indicate that the oil and gas processing production generate the following emissions per 1 MMSCF: 1,986.78 kg CO₂ eq (Global Warming Potential ≥ 30%); 1.01686 kg SO₂ eq (Acidification ≥ 40%); 0.04813 kg C₂H₄ eq (Photochemical Oxidation ± 40%); 0.11865 kg PO₄ eq (Eutrophication ± 40%); Land Use Impact ≥ 10%; and Ecotoxicity ≤ 10%. Keywords: Gas Turbine Generator, Life Cycle Assessment, SimaPro 9.0.0.48, CML-IA baseline V3.05_EU25, Eco-Indicator 99 (H) V2.10
Pemanfaatan Membran Zeolit-Silika untuk Menurunkan COD pada Limbah Cair Kelapa Sawit Sari, Tika Kumala
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 1 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i1.7421

Abstract

Produksi Kelapa sawit menghasilkan limbah cair yang dikenal dengan Palm Oil Mill Effluent (POME). Proses produksi kelapa sawit pada umumnya menggunakan penambahan air selama proses ekstraksi minyak sawit mentah (CPO) dari tandan buah segar (TBS) dan menyebabkan jumlah air limbah yang dihasilkan cukup besar. limbah cair POME memiliki kandungan BOD5 10.000 mg/L; COD 22.115 mg/L; TSS sebesar 4.260 mg/L, kandungan minyak dan lemal sebesar 260 mg/L dan memiliki Ph asam sekitar 4,6. Berbagai metode pengolahan limbah POME telah diteliti seperti pengolahan biologis, teknologi membran, koagulasi, flokulasi dan elektrokoagulasi dan kombinasi pengolahan fisik biologi salah satunya teknologi Sequencing Batch Reactor. Membran dengan bahan anorganik seperti zeolit dan silika memiliki beberapa keuntungan dalam aplikasi pengolahan diantara distribusi ukuran pori kecil sehingga meningkatkan selektifitas. Penelitian ini difokuskan pada pengujian kinerja membran zeolit silika untuk mengukur nilai fluks dan nilai rejeksi COD  pada limbah cair kelapa sawit.. Variabel penelitian yang digunakan variasi kecepatan centrifuge 200 rpm dan 600 rpm. Reaktor yang digunakan adalah reaktor cross flow. Pengujian reaktor dilakukan selama 100 menit dan permeate diambil setiap 20 menit. Berdasarkan hasil penelitian.
Analisis Hubungan Prasarana Sanitasi dengan Kesehatan Lingkungan dan Risiko Penyakit Gigi-Mulut di Kawasan Tambakrejo, Sidoarjo Fitriyani, Noor; Ni'am, Achmad Chusnun; Daniati, Reni Puspa; Putri, Marsha Savira Agatha; Andini, Rizqi Aulia Kusuma
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 1 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i1.7941

Abstract

Sanitasi dasar berperan penting dalam menciptakan lingkungan sehat dan mencegah penyebaran penyakit berbasis air, termasuk risiko infeksi rongga mulut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara prasarana sanitasi dasar dan kesehatan masyarakat, dengan fokus pada aspek kesehatan lingkungan dan kesehatan gigi di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif cross-sectional dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pemahaman rendah terkait kriteria air bersih sesuai standar kesehatan lingkungan, yang tercermin dari hasil validitas variabel sikap yang tidak memenuhi syarat. Mayoritas masyarakat masih menggunakan air sumur yang berisiko terkontaminasi bakteri Escherichia coli. Terdapat hubungan signifikan antara faktor sosio-demografis dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan pengelolaan air bersih serta sanitasi dasar (p-value 0,05). Kondisi sanitasi (air sumur) yang tidak optimal ini berdampak pada meningkatnya risiko penyakit diare dan infeksi rongga mulut, termasuk karies dan gingivitis. Penelitian ini menegaskan perlunya intervensi sanitasi terpadu berbasis masyarakat, meliputi peningkatan infrastruktur teknik lingkungan, edukasi perilaku higienis, dan promosi kesehatan gigi secara berkelanjutan. Strategi ini diharapkan dapat mendukung tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik dan kualitas lingkungan yang lebih sehat dan aman. Temuan ini memiliki implikasi kebijakan yang mendesak, yaitu perlunya regulasi yang lebih kuat dan pendanaan yang berkesinambungan untuk program sanitasi dasar terpadu guna menurunkan beban penyakit di tingkat komunitas.
Dampak Kerusakan Sumber Daya Alam Akibat Pembangunan Hutan Tanaman Industri Kayu Karet di Kalimantan Timur Ardisty Sitogasa, Praditya Sigit; Fitriani, Sella Olivia; Putri, Marsanda Amelia
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 1 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i1.4613

Abstract

Pembangunan hutan tanaman industri merupakan usaha untuk memelihara dan meningkatkan fungsi sumber daya alam berupa hutan, baik sebagai fungsi produksi maupun fungsi perlindungan tata air dan lingkungan. Tujuan rencana pembangunan hutan tanaman industri kayu karet yaitu untuk memproduksi hasil pokok kayu, sedangkan hasil sampingannya adalah getah. Metode pengumpulan data ini adalah dengan mengumpulkan data sekunder dari dokumen ANDAL, review jurnal, dan tulisan ilmiah lainnya yang kemudian dideskriptifkan menjadi sebuah tulisan. Dari analisis tersebut tergambar bahwa pembangunan hutan tanaman industri kayu karet akan menimbulkan dampak seperti perubahan debit aliran permukaan, polusi udara, erosi tanah, dan dampak terhadap keanekaragaman hayati setempat. Dampak dari perubahan tersebut dapat menguntungkan masyarakat tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif yang menurunkan kualitas lingkungan hidup. Lebih lanjut, beberapa dampak lingkungan seperti peningkatan debu dan penurunan kualitas air dapat memicu gangguan kesehatan masyarakat, seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), diare, dan penyakit kulit. Misalnya, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalimantan Timur tahun 2022, ISPA masih menjadi salah satu penyakit tertinggi di daerah dengan aktivitas industri tinggi. Oleh karena itu, penambahan studi kasus lokal atau data statistik kejadian penyakit akibat pencemaran lingkungan akan memperkuat analisis serta meningkatkan validitas kajian terhadap aspek kesehatan masyarakat.
Efisiensi Penyisihan Parameter COD, BOD5, dan NH3-N pada Pengolahan Air Limbah Kawasan Industri Menggunakan Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) Putri, Irviani Syaiful; Alfiah, Taty
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 1 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i1.7955

Abstract

This research is conducted on a laboratory scale. The wastewater used in this study is raw wastewater collected from the wastewater treatment plant (WWTP) of an industrial area. The wastewater was taken from the equalization tank unit, while the microbial inoculum was taken from the clarifier unit. The MBBR reactor was built from PVC pipe with a volume of 10 L, filled with 20% Kaldnes K1 media and 80% wastewater based on reactor volume. The MBBR effluent was measured for pH, BOD5, COD, and NH₃-N over eleven days. The research results show that the industrial area wastewater at NIP exceeded the quality standards for COD, BOD₅, NH₃-N, and NO₃-N parameters. Wastewater treatment using MBBR technology with Kaldnes K1 media achieved removal efficiencies of 71.8%, 83.5%, and 69.6% for BOD5, COD, and NH₃-N, respectively. The MBBR biological treatment reduced BOD5, COD, and NH₃-N values from 160.6 mg/L, 379.1 mg/L, and 26 mg/L to 42.5 mg/L, 62.4 mg/L, and 7.9 mg/L, respectively. The MBBR effluent from industrial area wastewater treatment has met the applicable quality standards. MBBR technology is a promising wastewater treatment method suitable for various types of wastewater.
Optimasi Dosis Biokoagulan Biji Pepaya (Carica papaya L.) dalam Penurunan Parameter TSS, BOD, dan COD pada Limbah Tahu Afrianisa, Rodu Dhuha; Yasmine, Yovansyach Arraficha
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 1 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i1.7972

Abstract

The wastewater produced by tofu industries contains high concentrations of organic substances such as proteins, carbohydrates, and fats, which can significantly increase the Biological Oxygen Demand (BOD) and Chemical Oxygen Demand (COD) if not properly treated. Therefore, treatment is required before the water can be discharged into receiving water bodies. This study was conducted using the coagulation–flocculation method, with papaya seed powder used as a natural coagulant. The objective of the research was to determine the optimum dosage of papaya seed bio-coagulant and to evaluate its effectiveness in reducing TSS, BOD, and COD levels under different slow mixing speeds. The dosage variations used in this study were 0.2 g/L, 0.4 g/L, 0.6 g/L, 0.8 g/L, and 1 g/L. The rapid mixing was carried out at 150 rpm for 1 minute, followed by slow mixing at 40 rpm and 30 rpm for 15 minutes, and then sedimentation for 30 minutes. The results showed that the optimum dosage of papaya seed bio-coagulant was 0.4 g/L when using rapid mixing at 150 rpm combined with slow mixing at 40 rpm or 30 rpm. At 150/40 rpm mixing speed, the percentage reductions in TSS, BOD, and COD were 41.15%, 55.94%, and 46.60% respectively. Meanwhile, at 150/30 rpm mixing speed, the reductions were 65%, 61.78%, and 51.78% respectively.

Page 1 of 1 | Total Record : 8