cover
Contact Name
Abdi Hanra Sebayang
Contact Email
sinergi@polmed.ac.id
Phone
+628126526644
Journal Mail Official
sinergi@polmed.ac.id
Editorial Address
Jalan Almamater No 1 Kampus USU Medan 20155 Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Sinergi Polmed : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Politeknik Negeri Medan, adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Polmed Press, Politeknik Negeri Medan dan melalui blind review dengan p-ISSN: 2089-7766. Ruang lingkup jurnal ini meliputi dibidang Teknik mesin, Teknik konversi energi, energi baru terbarukan, korosi, material dan metalurgi, energi termal, dinamika fluida, tribologi dan bioenergi. Tahun 2012 pertama kali terbit secara offline, dan mulai Februari tahun 2021 jurnal ini dipublikasikan secara online dengan e-ISSN 2777-1202 dan dapat diakses pada http://ojs.polmed.ac.id/index.php/Sinergi/index. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bentuk artikel ilmiah yang berguna untuk perkembangan dunia Pendidikan khusunya bidang Teknik mesin. Kami menerima artikel dari seluruh Indonesia dan anggota Dewan Editorial kami adalah peneliti internasional dan nasional yang aktif pada bidangnya.
Articles 124 Documents
UNJUK KERJA BOOSTER FAN BERDASARKAN DATA OPERASIONAL DAN BEBAN PRODUKSI Revaldo Nur Hidayat
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.2962

Abstract

Booster fan merupakan peralatan turbomachinery yang berperan penting dalam menjaga kestabilan aliran dan tekanan gas pada proses produksi industri semen. Penurunan kinerja booster fan dapat menyebabkan meningkatnya konsumsi energi dan menurunnya efisiensi sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unjuk kerja Booster Fan 6W1P76 berdasarkan data operasional dan variasi beban produksi. Metode penelitian dilakukan menggunakan data operasional harian yang diperoleh dari Central Control Room (CCR). Parameter yang dianalisis meliputi tekanan inlet–outlet, pressure rise (ΔP), laju aliran (flowrate), kecepatan putar (RPM), daya listrik, efisiensi fan, serta konsumsi energi spesifik (Specific Energy Consumption/SEC). Analisis difokuskan pada evaluasi titik operasi fan terhadap kondisi desain dan identifikasi indikasi kehilangan energi berdasarkan penyimpangan parameter operasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa booster fan beroperasi pada kisaran flowrate 44–152 m³/s, jauh di bawah kapasitas desain sebesar 250 m³/s, dengan deviasi mencapai 39,12–83,02%. Kondisi tersebut menyebabkan fan tidak bekerja pada daerah Best Efficiency Point (BEP), sehingga efisiensi fan relatif rendah dengan nilai rata-rata sebesar 32,94%. Selain itu, nilai SEC harian berada pada rentang 119–352 kWh/ton, di mana nilai tertinggi terjadi pada kondisi produksi rendah, yang mengindikasikan belum optimalnya pemanfaatan energi listrik. Penelitian ini memberikan manfaat sebagai dasar evaluasi kinerja booster fan serta mendukung pengambilan keputusan operasional dalam upaya peningkatan efisiensi energi, pengurangan losses, dan perbaikan strategi pengendalian operasi di industri semen.
MODIFIKASI SISTEM PENEKAN DAN TRANSMISI KOPLING KONIS PADA MESIN PENUMBUK DAGING UNTUK PRODUKSI RENDANG SUIR BERBASIS MEKANISME VERTIKAL Riki Rahman; Junaidi; Mulyadi; Ridwan; Syafira Salsabila
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3043

Abstract

Rendang merupakan salah satu warisan kuliner Sumatera Barat yang diakui secara internasional sehingga mampu masuk dalam kategori World’s 50 Best Foods. Penelitian ini berfokus pada pengembangan dan modifikasi mesin penumbuk daging rendang melalui dua perbaikan utama: (1) perancangan ulang sistem kopling konis melalui penambahan kampas rem pada kopling jantan dan penyesuaian sudut konis untuk menghilangkan slip dan menstabilkan transmisi torsi, serta (2) penerapan sistem penekan berbasis pegas pengatur tekanan untuk meredam energi tumbukan berlebih sehingga serat daging tidak mengalami fragmentasi. Stabilitas transmisi dievaluasi melalui pengukuran fluktuasi RPM poros menggunakan tachometer digital selama 60 detik. Kualitas serat daging dievaluasi menggunakan pengukuran panjang serat secara visual dan pengukuran langsung menggunakan mistar digital. Pengujian dilakukan menggunakan daging rendang matang sebanyak ±2 kg per batch. Berdasarkan dari hasil modifikasi mesin memiliki dimensi 80 × 60 × 80 cm, sementara pada sistem kopling pada kopling jantan Ø10 × 7,5 cm dilapisi kampas serat 1 cm dan kopling betina Ø10 × 5 cm. Lebih lanjut, hasil pengujian menunjukkan putaran poros stabil pada ±1100-1140 RPM tanpa slip signifikan. Analisis energi menunjukkan pegas dengan konstanta 1100-1300 N/m mampu menyerap 59-73% energi impak sehingga energi efektif ke daging berada pada rentang aman 0,4-0,6 J. Modifikasi ini menghasilkan serat panjang 26-40 mm tanpa fragmentasi, serta peningkatan kapasitas produksi menjadi ±30 kg/jam, jauh dibandingkan dengan proses manual. Dengan demikian, mesin ini terbukti mampu meningkatkan efektivitas penumbukan, menjaga serat daging, serta meningkatkan kapasitas produksi rendang suir secara signifikan.
STUDI EKSPERIMENTAL PERPINDAHAN PANAS DAN BILANGAN REYNOLDS-NUSSELT PADA COMPACT HEAT EXCHANGER DENGAN SIRIP SPIRAL BERPOTONGAN Muhammad Syahril; Ahmad Syuhada; Hamdani; Muhammad Amin; Ali Akbar; Syamsul Bahri Widodo; Sumawijaya
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3264

Abstract

Compact heat exchanger (CHE) banyak digunakan pada sistem pendinginan mesin termal karena memiliki rasio luas permukaan terhadap volume yang tinggi sehingga mampu meningkatkan efektivitas perpindahan panas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik perpindahan panas pada compact heat exchanger dengan variasi konfigurasi sirip spiral berpotongan serta mengevaluasi kinerjanya menggunakan pendekatan bilangan Reynolds–Nusselt. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan pipa galvanis berdiameter luar 22 mm dengan panjang laluan 300 mm. Sirip spiral terbuat dari aluminium dengan ketebalan 0,3 mm, tinggi 10 mm, dan jarak antar sirip 30 mm. Variasi konfigurasi meliputi tanpa sirip, tanpa berpotongan, serta sirip spiral berpotongan 2 mm, 5 mm, dan 7 mm. Fluida kerja berupa air panas dengan temperatur inlet konstan 80°C dan laju aliran massa 0,57 kg/s, sedangkan pendinginan menggunakan aliran udara dengan kecepatan 3,59 m/s; 4,45 m/s; dan 5,07 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan udara meningkatkan bilangan Reynolds dari 4.936 hingga 6.971, yang menunjukkan bahwa aliran telah berada pada kondisi turbulen. Seiring dengan peningkatan bilangan Reynolds, bilangan Nusselt juga mengalami peningkatan pada seluruh konfigurasi pengujian, yang menunjukkan meningkatnya intensitas perpindahan panas secara konveksi. Di antara seluruh konfigurasi yang diuji, konfigurasi sirip spiral berpotongan 5 mm menghasilkan kinerja termal terbaik, dengan laju perpindahan panas maksimum sebesar 11.682,7 W dan koefisien perpindahan panas konveksi sebesar 604 W/m²·K. Peningkatan kinerja tersebut dipengaruhi oleh intensifikasi turbulensi aliran serta gangguan lapisan batas termal akibat geometri sirip. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi konfigurasi sirip spiral dan peningkatan kecepatan aliran udara berpengaruh signifikan terhadap kinerja perpindahan panas pada compact heat exchanger.
VARIASI PENGGUNAAN BAHAN BAKAR TERHADAP EFISIENSI BOILER CIRCULATING FLUIDIZED BED KAPASITAS 50 TON/JAM DI PT SOCI MAS Nurul Izmi Br Purba; Husin Ibrahim; Faisal Fahmi Hasan; Angga Bahri Pratama; Nelson Manurung; Abdul Razak; Rina Rina
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3265

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi dampak perbedaan rasio penggunaan bahan bakar batubara dan cangkang kelapa sawit terhadap kinerja efisiensi boiler Circulating Fluidized Bed (CFB) berkapasitas 50 ton/jam di PT SOCI MAS. Analisis dilakukan berdasarkan data aktual operasional dan pengukuran nilai kalor masing-masing campuran bahan bakar. Pengujian dilakukan pada empat komposisi rasio, yaitu 70:30, 60:40, 50:50, dan 100% batubara, yang dianalisis berdasarkan konsumsi bahan bakar, entalpi, serta uap yang dihasilkan. Hasil menunjukkan bahwa variasi rasio sangat memengaruhi efisiensi termal boiler. Komposisi 70% batubara dan 30% cangkang menghasilkan efisiensi tertinggi, yaitu 91,54%, sementara rasio 60:40 menghasilkan efisiensi terendah sebesar 76,39%. Selain nilai kalor, kestabilan suhu air umpan dan uap superheated juga berpengaruh signifikan terhadap performa boiler. Penelitian ini menyarankan bahwa pencampuran bahan bakar dapat menjadi solusi efisien dan ramah lingkungan jika dikendalikan dengan baik.
PENGARUH LAJU ALIRAN FLUIDA PANAS DAN DINGIN TERHADAP EFEKTIVITAS PENUKAR KALOR TIPE SHELL AND TUBE Abdul Razak; Al Faruk; Rahmawaty; Husin Ibrahim; Muhammad Anhar Pulungan
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3292

Abstract

Alat penukar kalor (heat exchanger) merupakan alat yang digunakan dalam proses perpindahan panas, berfungsi untuk mengubah temperatur dan fasa suatu jenis fluida dengan memanfaatkan perpindahan panas dari fluida bersuhu tinggi menuju fluida bersuhu rendah. Salah satu jenis heat exchanger yang paling banyak digunakan secara luas adalah tipe shell and tube heat exchanger. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pengaruh laju aliran fluida panas dan dingin terhadap efektivitas penukar kalor tipe shell and tube dengan aliran berlawanan. Metode pengumpulan data adalah pengujian langsung terhadap alat, dengan membandingkan pengaruh antara laju aliran fluida panas konstan, laju aliran fluida dingin konstan, dan laju aliran fluida panas dan dingin diatur sama besar terhadap efektivitas penukar kalor tipe shell and tube heat exchanger. Setelah dilakukan pengujian dan analisis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh laju aliran fluida panas konstan Qh = 1000 l/h diperoleh nilai efektivitas tertinggi 51,479 %, laju aliran fluida dingin konstan Qc = 900 l/h diperoleh nilai efektivitas tertinggi 51,563 %, dan laju aliran fluida panas dan dingin diatur sama besar diperoleh nilai efektivitas tertinggi 39,459 %. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa laju aliran fluida sangat berpengaruh terhadap efektivitas penukar kalor tipe shell and tube heat exchanger. Ketika laju aliran fluida panas dan dingin mendekati atau sama besar maka nilai efektivitas penukar kalor tipe shell and tube dengan aliran berlawanan akan semakin kecil.
SIMULASI SASIS MOBIL FORMULA ELEKTRIK ENGGANG ITK MENGGUNAKAN METODE FINITE ELEMENT ANALYSIS Kholiq Deliasgarin Radyantho; Hadhimas Dwi Haryono; Alfian Djafar; Aria Zesar Darmawan; Surya Saputra; Ahmad Anas Arifin
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3195

Abstract

Program elektrifikasi di Indonesia bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dengan cara meningkatkan konversi energi dari bahan bakar gas dan minyak menjadi listrik. Program ini melibatkan pengembangan infrastruktur energi yang berkelanjutan, pemanfaatan sumber energi terbarukan, dan peningkatan kapasitas penggunaan konversi listrik seperti kompor hingga kendaraan listrik. Kendaraan listrik seperti mobil listrik merupakan capaian teknologi yang saat ini marak diimplementasikan. Di Indonesia, Puspernas menyelenggarakan lomba Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) yang diadakan tahunan di Politeknik Negeri Bandung (Polban). Institut Teknologi Kalimantan telah rutin mengikuti lomba tersebut dalam 2 tahun terakhir namun belum mencapai kesuksesan pada level nasional. Hal tersebut menjadi alasan utama riset ini. Studi ini mengevaluasi salah satu faktor pada kendaraan listrik yaitu sasis. Sasis merupakan komponen penopang yang bertugas menahan gaya yang terjadi saat kendaraan bekerja. Metode pembebanan sasis dilakukan menggunakan beban statis kendaraan, beban tabrak depan, samping, dan kondisi kendaraan terbalik. Simulasi dilakukan menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA).. Hasil analisis meliputi tegangan ekuivalen (von mises stress), defleksi, dan nilai safety factor. Sasis Formula Elektrik Enggang ITK mampu menahan beban statis vertikal 152,3 kg dengan baik dilihat dari tegangan von mises, defleksi, dan safety factor dengan menggunakan material ASTM A36, namun sasis tidak mampu menahan beban tabrak depan, samping, dan kondisi terbalik dari kecepatan 60 km/h. Hal ini menunjukkan sasis akan rusak permanen saat terjadi tabrakan. Perlu dilakukan perubahan material atau desain penguat sasis sehingga sasis mampu menahan gaya akibat tabrakan.
UJI EKSPERIMENTAL TORSI DAN DAYA MOTOR BLDC 48 V BERBASIS BATTERY PACK LiFePO₄ MENGGUNAKAN METODE PRONY BRAKE Ahmad Ilham Ramadhani; Dominicus Danardono Dwi Prija Tjahjana; Ngafwan Ngafwan
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3228

Abstract

Nilai torsi dan daya menjadi faktor utama dalam menentukan karakteristik sistem penggerak Brushless Direct Current (BLDC) motor dengan suplai energi listrik dari baterai ion lithium (LiB). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan torsi dan daya motor BLDC 48 V yang suplai oleh baterai lithium iron phosphate (LiFePO₄/LFP) menggunakan metode prony brake. Metode prony brake dilakukan dengan variasi beban W1 s.d. W5 dan variasi 200, 400, 600, 800, dan 1000 rpm. Pengujian eksperimental dirangkai menggunakan motor BLDC  dan LiB baterai pack LFP. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa baterai pack yang digunakan berjenis LFP dengan kode rangkaian “15S12P”. Baterai pack LFP memiliki rentang tegangan 44,19 V - 55 V (charging) dan rentang tegangan 35,12 V - 53,12 V (discharging). Nilai torsi dan daya mengalami peningkatan seiring dengan penambahan rpm pada setiap variasi beban. Pada rentang operasi ini, sistem menunjukkan perubahan torsi dan daya yang lebih stabil. Nilai torsi tertinggi pada 1000 rpm (0,50 Nm; 0,55 Nm; 0,60 Nm; 0,63 Nm; 1,12 Nm) dan daya pada 1000 rpm (43,68 W; 46,77 W; 49,14 W; 50,68 W; dan 87,97 W). Informasi mengenai nilai torsi dan daya motor BLDC yang disuplai oleh baterai LFP, dapat menjadi salah satu acuan utama dalam mendukung pengembangan kendaraan rendah emisi.
ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR PROSES ACID DEGUMMING TERHADAP KUALITAS MINYAK PADA PEMBUATAN PURE PALM OIL Derman Francisco Siregar; Rico Aditia Prahmana; Abdul Muhyi; Novalia Anggraini; Abdi Hanra Sebayang
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3241

Abstract

Bahan bakar fosil yang bersumber dari minyak bumi telah lama menjadi sumber energi utama, tetapi penggunaannya menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pengembangan biofuel berbasis minyak nabati menjadi alternatif berkelanjutan yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi temperatur pada proses acid degumming terhadap Nilai Lower Heating Value (LHV) dan viskositas minyak sawit murni (Pure Palm Oil/PPaO) yang dihasilkan dari Crude Palm Oil (CPO). Proses acid degumming dilakukan pada temperatur 65 °C, 75 °C, dan 85 °C menggunakan reaktor minyak sawit, kemudian dilanjutkan dengan tahap netralisasi pada temperatur 80 °C menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur berpengaruh signifikan terhadap sifat fisik minyak. Viskositas menurun seiring meningkatnya temperatur, sedangkan densitas berada pada kisaran 892,02–895,81 kg/m³. Nilai LHV tertinggi, yaitu 8.038 kcal/kg, diperoleh pada temperatur 85 °C. Rentang temperatur optimum 75–85 °C menghasilkan pemisahan fase yang lebih baik serta meningkatkan kemurnian, stabilitas termal, dan potensi energi minyak sawit sebagai bahan baku biofuel berkelanjutan.
PENURUNAN TEKANAN ALIRAN AIR PADA MULTI-HOLE ORIFICE: PENGARUH MATERIAL DAN JUMLAH LUBANG Fortinov Akbar Irdam; Amnur Akhyan; Mustaza Ma’a; Fauzan Al Habib; Audina Khairunnisa; Rizky Fahreza; Amar Assalam El Humami
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3181

Abstract

Pelat orifice banyak digunakan untuk mengukur laju aliran dalam pipa, tetapi penyempitan penampangnya menimbulkan kehilangan tekanan permanen yang dapat meningkatkan kebutuhan energi sistem. Kajian ini mengevaluasi pengaruh material dan jumlah lubang pada multi-hole orifice (MHO) terhadap penurunan tekanan aliran air. Enam konfigurasi dibuat dari kuningan, tembaga, dan aluminium dengan variasi 4 dan 9 lubang, ketebalan 0,10 mm, diameter pelat 25,4 mm, serta luas bukaan total yang relatif sama. Pengujian menggunakan air bersuhu 25 °C pada debit 50 dan 60 LPM; penurunan tekanan dihitung dari selisih tekanan upstream dan downstream. Tembaga 4 lubang menghasilkan nilai rata-rata tertinggi sebesar 0,225 bar. Rata-rata berdasarkan material adalah 0,205 bar untuk tembaga, 0,180 bar untuk kuningan, dan 0,173 bar untuk aluminium. Secara keseluruhan, MHO 9 lubang menghasilkan 0,175 bar, sekitar 11,2% lebih rendah daripada MHO 4 lubang sebesar 0,197 bar. Namun, aluminium 9 lubang menunjukkan anomali sebesar 0,200 bar dibandingkan 0,145 bar pada aluminium 4 lubang. Penyimpangan ini diduga berkaitan dengan deformasi, pitch, toleransi fabrikasi, dan ketebalan pelat. Jumlah lubang menunjukkan pengaruh yang lebih konsisten, sedangkan pengaruh material perlu diverifikasi dengan pengendalian geometri dan deformasi yang lebih ketat.
OPTIMASI VARIASI RIB TERHADAP TEGANGAN DAN DEFORMASI SADDLE SUPPORT PADA BEJANA TEKAN HORIZONTAL Ilham Harlianto; Rachmad Syarifudin Hidayatullah; Wahyu Dwi Kurniawan; Hanto Subandono
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3187

Abstract

Saddle support merupakan komponen penting pada bejana tekan horizontal yang berfungsi menyalurkan beban dari badan bejana menuju fondasi. Konfigurasi saddle support yang kurang tepat dapat menyebabkan konsentrasi tegangan dan deformasi berlebih sehingga menurunkan keandalan struktur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi jumlah rib dan penambahan stiffener terhadap respons struktural saddle support pada bejana tekan horizontal. Model tiga dimensi dikembangkan menggunakan SolidWorks dan dianalisis menggunakan ANSYS dengan metode elemen hingga. Pemodelan menggunakan elemen solid tetrahedral dan kontak bonded antara badan bejana dan saddle support. Variasi desain meliputi konfigurasi jumlah rib dan penambahan stiffener. Beban yang diterapkan mencakup berat operasi, operating pressure sebesar  0,61 kg/cm², design pressure sebesar 7,14 kg/cm², Maximum Allowable Working Pressure 17,61 kg/cm², temperatur operasi maksimum 60,3°C, beban angin berdasarkan ASCE/SEI 7-16, serta tekanan hydrotest sebesar 22,89 kg/cm² atau 1,3 kali MAWP . Hasil simulasi menunjukkan bahwa konfigurasi lima rib dengan penambahan stiffener memberikan kinerja struktural terbaik. Konfigurasi tersebut menghasilkan tegangan Von Mises maksimum sebesar 105,23 MPa, deformasi maksimum 1,87 mm, dan faktor keamanan 2,38. Dibandingkan konfigurasi empat rib, desain ini mampu menurunkan tegangan maksimum sekitar 35% dan deformasi sebesar 77,7%. Seluruh variasi desain masih berada di bawah batas tegangan izin sebesar 166,67 MPa berdasarkan ASME Boiler and Pressure Vessel Code Section VIII Division 1. Penambahan jumlah rib dan stiffener terbukti meningkatkan kekakuan serta menurunkan konsentrasi tegangan dan deformasi pada saddle support. Konfigurasi lima rib dengan stiffener direkomendasikan sebagai desain yang lebih andal untuk mendukung bejana tekan horizontal pada industri proses dan sistem penyimpanan gas.

Page 12 of 13 | Total Record : 124