cover
Contact Name
Abdi Hanra Sebayang
Contact Email
sinergi@polmed.ac.id
Phone
+628126526644
Journal Mail Official
sinergi@polmed.ac.id
Editorial Address
Jalan Almamater No 1 Kampus USU Medan 20155 Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Sinergi Polmed : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Politeknik Negeri Medan, adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Polmed Press, Politeknik Negeri Medan dan melalui blind review dengan p-ISSN: 2089-7766. Ruang lingkup jurnal ini meliputi dibidang Teknik mesin, Teknik konversi energi, energi baru terbarukan, korosi, material dan metalurgi, energi termal, dinamika fluida, tribologi dan bioenergi. Tahun 2012 pertama kali terbit secara offline, dan mulai Februari tahun 2021 jurnal ini dipublikasikan secara online dengan e-ISSN 2777-1202 dan dapat diakses pada http://ojs.polmed.ac.id/index.php/Sinergi/index. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bentuk artikel ilmiah yang berguna untuk perkembangan dunia Pendidikan khusunya bidang Teknik mesin. Kami menerima artikel dari seluruh Indonesia dan anggota Dewan Editorial kami adalah peneliti internasional dan nasional yang aktif pada bidangnya.
Articles 115 Documents
UNJUK KERJA BOOSTER FAN BERDASARKAN DATA OPERASIONAL DAN BEBAN PRODUKSI Revaldo Nur Hidayat
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni (Masih dalam Proses)
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.2962

Abstract

Booster fan merupakan peralatan turbomachinery yang berperan penting dalam menjaga kestabilan aliran dan tekanan gas pada proses produksi industri semen. Penurunan kinerja booster fan dapat menyebabkan meningkatnya konsumsi energi dan menurunnya efisiensi sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unjuk kerja Booster Fan 6W1P76 berdasarkan data operasional dan variasi beban produksi. Metode penelitian dilakukan menggunakan data operasional harian yang diperoleh dari Central Control Room (CCR). Parameter yang dianalisis meliputi tekanan inlet–outlet, pressure rise (ΔP), laju aliran (flowrate), kecepatan putar (RPM), daya listrik, efisiensi fan, serta konsumsi energi spesifik (Specific Energy Consumption/SEC). Analisis difokuskan pada evaluasi titik operasi fan terhadap kondisi desain dan identifikasi indikasi kehilangan energi berdasarkan penyimpangan parameter operasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa booster fan beroperasi pada kisaran flowrate 44–152 m³/s, jauh di bawah kapasitas desain sebesar 250 m³/s, dengan deviasi mencapai 39,12–83,02%. Kondisi tersebut menyebabkan fan tidak bekerja pada daerah Best Efficiency Point (BEP), sehingga efisiensi fan relatif rendah dengan nilai rata-rata sebesar 32,94%. Selain itu, nilai SEC harian berada pada rentang 119–352 kWh/ton, di mana nilai tertinggi terjadi pada kondisi produksi rendah, yang mengindikasikan belum optimalnya pemanfaatan energi listrik. Penelitian ini memberikan manfaat sebagai dasar evaluasi kinerja booster fan serta mendukung pengambilan keputusan operasional dalam upaya peningkatan efisiensi energi, pengurangan losses, dan perbaikan strategi pengendalian operasi di industri semen.
MODIFIKASI SISTEM PENEKAN DAN TRANSMISI KOPLING KONIS PADA MESIN PENUMBUK DAGING UNTUK PRODUKSI RENDANG SUIR BERBASIS MEKANISME VERTIKAL Riki Rahman; Junaidi; Mulyadi; Ridwan; Syafira Salsabila
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni (Masih dalam Proses)
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3043

Abstract

Rendang merupakan salah satu warisan kuliner Sumatera Barat yang diakui secara internasional sehingga mampu masuk dalam kategori World’s 50 Best Foods. Penelitian ini berfokus pada pengembangan dan modifikasi mesin penumbuk daging rendang melalui dua perbaikan utama: (1) perancangan ulang sistem kopling konis melalui penambahan kampas rem pada kopling jantan dan penyesuaian sudut konis untuk menghilangkan slip dan menstabilkan transmisi torsi, serta (2) penerapan sistem penekan berbasis pegas pengatur tekanan untuk meredam energi tumbukan berlebih sehingga serat daging tidak mengalami fragmentasi. Stabilitas transmisi dievaluasi melalui pengukuran fluktuasi RPM poros menggunakan tachometer digital selama 60 detik. Kualitas serat daging dievaluasi menggunakan pengukuran panjang serat secara visual dan pengukuran langsung menggunakan mistar digital. Pengujian dilakukan menggunakan daging rendang matang sebanyak ±2 kg per batch. Berdasarkan dari hasil modifikasi mesin memiliki dimensi 80 × 60 × 80 cm, sementara pada sistem kopling pada kopling jantan Ø10 × 7,5 cm dilapisi kampas serat 1 cm dan kopling betina Ø10 × 5 cm. Lebih lanjut, hasil pengujian menunjukkan putaran poros stabil pada ±1100-1140 RPM tanpa slip signifikan. Analisis energi menunjukkan pegas dengan konstanta 1100-1300 N/m mampu menyerap 59-73% energi impak sehingga energi efektif ke daging berada pada rentang aman 0,4-0,6 J. Modifikasi ini menghasilkan serat panjang 26-40 mm tanpa fragmentasi, serta peningkatan kapasitas produksi menjadi ±30 kg/jam, jauh dibandingkan dengan proses manual. Dengan demikian, mesin ini terbukti mampu meningkatkan efektivitas penumbukan, menjaga serat daging, serta meningkatkan kapasitas produksi rendang suir secara signifikan.
STUDI EKSPERIMENTAL PERPINDAHAN PANAS DAN BILANGAN REYNOLDS-NUSSELT PADA COMPACT HEAT EXCHANGER DENGAN SIRIP SPIRAL BERPOTONGAN Muhammad Syahril; Ahmad Syuhada; Hamdani; Muhammad Amin; Ali Akbar; Syamsul Bahri Widodo; Sumawijaya
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni (Masih dalam Proses)
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3264

Abstract

Compact heat exchanger (CHE) banyak digunakan pada sistem pendinginan mesin termal karena memiliki rasio luas permukaan terhadap volume yang tinggi sehingga mampu meningkatkan efektivitas perpindahan panas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik perpindahan panas pada compact heat exchanger dengan variasi konfigurasi sirip spiral berpotongan serta mengevaluasi kinerjanya menggunakan pendekatan bilangan Reynolds–Nusselt. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan pipa galvanis berdiameter luar 22 mm dengan panjang laluan 300 mm. Sirip spiral terbuat dari aluminium dengan ketebalan 0,3 mm, tinggi 10 mm, dan jarak antar sirip 30 mm. Variasi konfigurasi meliputi tanpa sirip, tanpa berpotongan, serta sirip spiral berpotongan 2 mm, 5 mm, dan 7 mm. Fluida kerja berupa air panas dengan temperatur inlet konstan 80°C dan laju aliran massa 0,57 kg/s, sedangkan pendinginan menggunakan aliran udara dengan kecepatan 3,59 m/s; 4,45 m/s; dan 5,07 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan udara meningkatkan bilangan Reynolds dari 4.936 hingga 6.971, yang menunjukkan bahwa aliran telah berada pada kondisi turbulen. Seiring dengan peningkatan bilangan Reynolds, bilangan Nusselt juga mengalami peningkatan pada seluruh konfigurasi pengujian, yang menunjukkan meningkatnya intensitas perpindahan panas secara konveksi. Di antara seluruh konfigurasi yang diuji, konfigurasi sirip spiral berpotongan 5 mm menghasilkan kinerja termal terbaik, dengan laju perpindahan panas maksimum sebesar 11.682,7 W dan koefisien perpindahan panas konveksi sebesar 604 W/m²·K. Peningkatan kinerja tersebut dipengaruhi oleh intensifikasi turbulensi aliran serta gangguan lapisan batas termal akibat geometri sirip. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi konfigurasi sirip spiral dan peningkatan kecepatan aliran udara berpengaruh signifikan terhadap kinerja perpindahan panas pada compact heat exchanger.
VARIASI PENGGUNAAN BAHAN BAKAR TERHADAP EFISIENSI BOILER CIRCULATING FLUIDIZED BED KAPASITAS 50 TON/JAM DI PT SOCI MAS Nurul Izmi Br Purba; Husin Ibrahim; Faisal Fahmi Hasan; Angga Bahri Pratama; Nelson Manurung; Abdul Razak; Rina Rina
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni (Masih dalam Proses)
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3265

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi dampak perbedaan rasio penggunaan bahan bakar batubara dan cangkang kelapa sawit terhadap kinerja efisiensi boiler Circulating Fluidized Bed (CFB) berkapasitas 50 ton/jam di PT SOCI MAS. Analisis dilakukan berdasarkan data aktual operasional dan pengukuran nilai kalor masing-masing campuran bahan bakar. Pengujian dilakukan pada empat komposisi rasio, yaitu 70:30, 60:40, 50:50, dan 100% batubara, yang dianalisis berdasarkan konsumsi bahan bakar, entalpi, serta uap yang dihasilkan. Hasil menunjukkan bahwa variasi rasio sangat memengaruhi efisiensi termal boiler. Komposisi 70% batubara dan 30% cangkang menghasilkan efisiensi tertinggi, yaitu 91,54%, sementara rasio 60:40 menghasilkan efisiensi terendah sebesar 76,39%. Selain nilai kalor, kestabilan suhu air umpan dan uap superheated juga berpengaruh signifikan terhadap performa boiler. Penelitian ini menyarankan bahwa pencampuran bahan bakar dapat menjadi solusi efisien dan ramah lingkungan jika dikendalikan dengan baik.
PENGARUH LAJU ALIRAN FLUIDA PANAS DAN DINGIN TERHADAP EFEKTIVITAS PENUKAR KALOR TIPE SHELL AND TUBE Abdul Razak; Al Faruk; Rahmawaty; Husin Ibrahim; Muhammad Anhar Pulungan
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni (Masih dalam Proses)
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3292

Abstract

Alat penukar kalor (heat exchanger) merupakan alat yang digunakan dalam proses perpindahan panas, berfungsi untuk mengubah temperatur dan fasa suatu jenis fluida dengan memanfaatkan perpindahan panas dari fluida bersuhu tinggi menuju fluida bersuhu rendah. Salah satu jenis heat exchanger yang paling banyak digunakan secara luas adalah tipe shell and tube heat exchanger. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pengaruh laju aliran fluida panas dan dingin terhadap efektivitas penukar kalor tipe shell and tube dengan aliran berlawanan. Metode pengumpulan data adalah pengujian langsung terhadap alat, dengan membandingkan pengaruh antara laju aliran fluida panas konstan, laju aliran fluida dingin konstan, dan laju aliran fluida panas dan dingin diatur sama besar terhadap efektivitas penukar kalor tipe shell and tube heat exchanger. Setelah dilakukan pengujian dan analisis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh laju aliran fluida panas konstan Qh = 1000 l/h diperoleh nilai efektivitas tertinggi 51,479 %, laju aliran fluida dingin konstan Qc = 900 l/h diperoleh nilai efektivitas tertinggi 51,563 %, dan laju aliran fluida panas dan dingin diatur sama besar diperoleh nilai efektivitas tertinggi 39,459 %. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa laju aliran fluida sangat berpengaruh terhadap efektivitas penukar kalor tipe shell and tube heat exchanger. Ketika laju aliran fluida panas dan dingin mendekati atau sama besar maka nilai efektivitas penukar kalor tipe shell and tube dengan aliran berlawanan akan semakin kecil.

Page 12 of 12 | Total Record : 115