cover
Contact Name
Elfis
Contact Email
elfisdoang@gmail.com
Phone
+6281374567116
Journal Mail Official
ariefyandra0811@edu.uir.ac.id
Editorial Address
Jl. Kaharuddin Nasution No. 113. Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Journal Of Research and Education Chemistry (JREC)
Published by Universitas Islam Riau
1. research and reviews literature about chemistry education such as : instruction, learning and theaching, curriculum development, learning environment, theacher education, educational and educational development in chemistry education 2. research and review literature about chemistry such as : organic, inorganic physical, analitycal, biochemistry, material chemistry, environment, ethnochemistry and its application in teaching and learning
Articles 84 Documents
PENGARUH DEMINERALISASI BATUBARA DENGAN PENAMBAHAN ADSORBEN SEKAM PADI TERHADAP POTENSI PEMBENTUKAN SLAGGING DAN FOULING Sekar Azizah Wardah; Pratama, Irham
Journal of Research and Education Chemistry Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jrec.2025.vol7(2).24360

Abstract

This study aims to evaluate the effect of coal demineralization with the addition of rice husk adsorbent on the potential formation of slagging and fouling. The demineralization process was carried out by mixing coal and rice husk at various ratios (100:0 to 50:50), followed by analysis of total sulfur content using a LECO S832 DR Sulfur Analyzer and ash mineral composition using an AAS Varian AA240 SF. The results showed that adding rice husk significantly reduced the sulfur content of coal by up to 50% and decreased the slagging (Rs) and fouling (Rf) indices from medium/high to low categories. Increasing the rice husk ratio also raised SiO₂ content while reducing Al₂O₃, Fe₂O₃, CaO, and MgO concentrations. It is concluded that rice husk is an effective adsorbent for coal demineralization, capable of lowering sulfur content and mitigating slagging and fouling potential, thereby improving combustion efficiency and reliability in boiler systems.
Pengaruh Penggunaan Variasi Bahan Kimia Repulping Aid dalam Penghilangan Resin Wet Strength pada Tisu High Wet Tensile Susantini, Ni Njoman Manik; Iqbal , Muhammad
Journal of Research and Education Chemistry Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jrec.2025.vol7(2).25119

Abstract

Penggunaan resin wet strength pada pembuatan tisu menimbulkan gumpalan serat (white spot) saat limbah produk tisu (broke) diolah kembali (repulping). White spot ini dapat dihilangkan dengan menggunakan bahan kimia repulping aid yang bersifat oksidatif seperti hidrogen peroksida, natrium hipoklorit serta sodium dichlorotriazine dehydrate. Dengan menggunakan ke tiga repulping aid ini akan ditentukan bahan mana yang paling tepat digunakan pada repulping broke high tensile tissue. Metode yang digunakan adalah dengan meninjau dosis optimum dan save time yang dihasilkan. Sebagai sampel digunakan broke towel tissue dengan wet strength 350 gf/ 25 mm. Eksperimen repulping menunjukkan white spot paling rendah diberikan sodium dichlorotriazine dehydrate dengan dosis 5 kg/ton pada putaran 3000 rpm. Save time yang didasarkan pada nilai refining adalah 44,3% pada penggunaan hidrogen peroksida 5% dengan pH 11, natrium hipoklorit dengan dosis 2,5% memiliki save time 49,8% dan sodium dichlorotriazine dehydrate dengan save time sebesar 72,8%.
Pengaruh Suhu dalam Pembuatan Fasa Diam Silika Hibrid Monolit sebagai Studi Awal untuk Kromatografi Cair Sistem Kapiler Furqani, Firda; Bella, Ilona; Hillman, Prima Fitria; Lim, Lee Wah
Journal of Research and Education Chemistry Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jrec.2025.vol7(2).25260

Abstract

Penelitian ini merupakan studi awal mengenai pembuatan dan karakterisasi fasa diam silika hibrid monolit untuk aplikasi pada kromatografi cair sistem kapiler. Material monolit disintesis melalui metode sol-gel dengan menggunakan trimetoksipropilsilana (TPMS) dan (3-glisidoksipropil)trimetoksisilan (GPTMS) sebagai prekursor silika, yang dimodifikasi dengan asam amino sebagai monomer organik untuk memperkenalkan gugus fungsional aktif pada permukaan. Struktur dan morfologi monolit yang dihasilkan diamati menggunakan mikroskop elektron pemindai (SEM), sedangkan stabilitas mekaniknya dievaluasi melalui pengukuran penurunan tekanan (pressure drop) pada sistem aliran. Uji performa kromatografi dilakukan untuk menilai kemampuan kolom monolit dalam memisahkan dua analit model, yaitu urasil (senyawa polar) dan toluena (senyawa nonpolar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa monolit yang disintesis memiliki morfologi berpori homogen dengan adhesi kuat pada dinding kapiler, serta menunjukkan stabilitas mekanik yang baik terhadap tekanan aliran. Kemampuan pemisahan yang ditunjukkan menandakan potensi material silika hibrid monolit ini untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai fasa diam pada sistem capillary liquid chromatography (CLC).
PENGARUH UKURAN PARTIKEL TERHADAP AKURASI ANALISIS SAMPEL PRODUKSI NIKEL MENGGUNAKAN INSTRUMEN SPEKTROMETER X-RAY FLUORESCENCE (XRF ) Mutmainnah Rahman; Gala , Selfina
Journal of Research and Education Chemistry Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jrec.2025.vol7(2).25678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ukuran partikel dan metode pengeringan terhadap akurasi analisis kadar nikel menggunakan spektrometer X-Ray Fluorescence (XRF). Penelitian dilakukan di PT. Tiran Indonesia dengan dua variabel bebas, yaitu ukuran partikel 100 mesh dan 200 mesh serta metode pengeringan oven dan sangrai. Pengujian dilakukan pada sampel bijih nikel menggunakan instrumen XRF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran partikel, khususnya pada ukuran 200 mesh, semakin tinggi tingkat akurasi analisis yang dicapai. Metode pengeringan oven memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan metode sangrai, terutama pada ukuran partikel 200 mesh. Akurasi pada metode oven mencapai rata-rata deviasi yang lebih rendah dibandingkan metode sangrai, terutama pada unsur SiO2 dan Fe. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ukuran partikel dan metode pengeringan berpengaruh signifikan terhadap akurasi analisis XRF.