cover
Contact Name
Dewi Muliyati
Contact Email
dmuliyati@unj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
snf@unj.ac.id
Editorial Address
Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta GHA Lt.5 Jl Rawamangun Muka No.1
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL)
ISSN : 23021829     EISSN : 24769398     DOI : https://doi.org/10.21009/03
Focus and Scope: Physics education Physics Instrumentation and Computation Material Physics Medical Physics and Biophysics Physics of Earth and Space Physics Theory, Particle, and Nuclear Environmental Physics and Renewable Energy
Articles 976 Documents
STUDI TENTANG KEBUTUHAN BAHAN AJAR FISIKA SMA SEBAGAI PENUNJANG KURIKULUM 2013 Zulherman Zulherman; Desnita Desnita; Erfan Handoko
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.357 KB)

Abstract

Telah dilakukan survey terhadap 17 orang guru fisika SMA di Jabodetabek, yang bertujuan mendapatkan informasi tentang bahan ajar yang dibutuhkan sebagai penunjang pembelajaran dalam kurikulum 2013. 70,6 % guru menyatakan bahwa disekolah mereka sudah diimplementasikan kurikulum 2013. Sesuai dengan tuntutan kurikulum tersebut sekolah membutuhkan bahan ajar yang memfasilitasi siswa menerapkan 5 M didalam pembelajaran, yang sebetulnya tidak lain menerapkan pembelajaran berpusat pada siswa. Dibutuhkan bahan ajar penunjang (pendamping buku teks) yang memungkin siswa belajar secara mandiri. Salah satu pendekatan dalam pembelajaran fisika yang dapat memfasilitasi terlaksananya 5M adalah CTL. Bahan ajar yang dibutuhkan siswa untuk belajar mandiri adalah modul. Kenyataannya hanya 8,7 % responden yang menggunakan modul dalam pembelajaran, padahal 70,6% guru menyatakan sudah mengikuti workshop Kurikulum 2013 dan 94,2% responden menyatakan bahwa bahan ajar sekarang belum memenuhi tuntutan kurikulum 2013. Berdasarkan informasi yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perlu dikembangkan bahan ajar penunjang berupa modul contextual. Kata Kunci: Modul, CTL, Kurikulum 2013.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SMA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING SEBAGAI IMPLEMENTASI SCIENTIFIC APPROACH DAN PENILAIAN AUTHENTIC Mutia Mutia; Agus Setyo Budi; Vina Serevina
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.756 KB)

Abstract

Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan tentang perlunya proses pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah pendekatan saintifik/ilmiah. Salah satu metode pembelajaran yang dipandang sejalan dengan prinsip-prinsip pendekatan saintifik/ilmiah adalah Problem Based Learning. Pelaksanaan pembelajaran fisika SMA pada Kurikulum 2013 menuntut perangkat pembelajaran sesuai dengan karakteristik pembelajaran saintifik/ilmiah. dan penilaian authentic. Pada saat ini dibeberapa sekolah kendala utama yang dialami guru fisika dalam menerapan kurikulum 2013 adalah tentang perangkat pelaksanaan pembelajaran untuk kurikulum itu sendiri sesuai dengan kriteria yang diharapkan yaitu pembelajaran dengan pendekatan scientific dan instrumen penilaian penilaian authentic. Berdasarkan hasil angket awal yang di berikan kepada guru fisika pada sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013, ternyata 80% masih menemui kendala dan memerlukan adanya perangkat pelaksanaan pembelajaran dengan dilengkapi instrumen penilaian authentic yang dapat dipaka iuntuk melaksanakan pembalajaran. Selain itu dari hasil wawancara dengan guru fisika ternyata 90% diantaranya menyatakan perlu contoh rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah memakai model pembelajaran serta dilengkapi dengan instrumen-instrumen penilaian authentic. Bagaimana pengembangan perangkat pembelajaran Fisika menggunakan model Problem Based Learning yang dilengkapi penilaian Authentic pada materi Hukum Newton tentang gerak belum banyak dikembangkan. Tujuan penelitian adalah mengembangkan perangkat pembelajaran Fisika menggunakan model Problem Based Learning yang dilengkapi penilaian Authentuc pada materi Hukum Newton tentang gerak yang valid, praktis dan efektif. .Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan menggunakan model ASSURE. Analisis karakteristik siswa (Analyze learners) yaitu mengidentifikasi karakteristik siswa yang akan melakukan aktivitas pembelajaran. Menetapkan tujuan pembelajaran (State objectives), yaitu menetapkan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran merupakan rumusan atau pernyataan yang mendiskripsikan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa setelah proses pembelajaran. Seleksi media, metode, dan bahan (Select methods, media, and materials) yaitu memilih metode, media, dan bahan ajar yang akan digunakan. Memanfaatkan bahan ajar (Utilize materials) yaitu menyiapkan kelas dan sarana pendukung yang diperlukan untuk dapat menggunakan metode, media, dan bahan ajar yang dipilih. Melibatkan siswa dalam kegiatan Ujicoba (Requires learner participation) yaitu proses simulasi dan ujicoba perangkat pembelajaran memerlukan keterlibatan siswa. Terakhir tahap Evaluasi dan revisi (Evaluate and revisi) yaitu untuk menilai efektivitas perangkat pembelajaran dan juga hasil belajar siswa. Pada perancangan perangkat yaitu menyiapkan prototipe perangkat pembelajaran dan tahap pengembangan adalah melakukan validitas perangkat pembelajaran. Instrumen pengumpul data validitas adalah lembar validasi RPP, modul, LKS dan penilaian authentic.. Instrumen pengumpul data keterlaksanaan perangkat pembelajaran adalah lembar observasi, instrumen kemampuan guru mengelola pembelajaran adalah lembar observasi, dan angket respon siswa. Hasil uji kevalidan perangkat pembelajaran memperoleh presentase nilai rata-rata validasi RPP adalah 82,6%, modul adalah 84% dan LKS adalah 81,2%, ini berarti perangkat pembelajaran berkategori sangat valid, sedangkan lembar penilaian disimpulkan sangat valid tanpa revisi. Kesimpulan penelitian sampai saat ini adalah perangkat pembelajaran yang dikembangkan sangat valid. Keywords: Perangkat Pembelajaran Fisika, Problem Based Learning, Scientific Approach dan Penilaian Authentic
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATERI TARAF INTENSITAS BUNYI Annissa Nurul Arifah, S.Pd
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.663 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran pendukung berbentuk mobile learning pada materi taraf intensitas bunyi untuk siswa SMA. Mobile learning yang dibuat dijalankan pada komputer tablet yang menggunakan OS Android . Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Penelitian ini dimulai dengan studi literatur untuk melihat peluang pengembangan media, kemudian tahap pembuatan aplikasi yang menyajikan materi taraf intensitas bunyi dengan memperdengarkan langsung kepada siswa besarnya taraf intensitas bunyi dalam desibel, tahap validasi dan tahap uji coba. Indikator yang digunakan untuk menilai media pembelajaran yang dibuat yaitu kesesuaian isi dan tujuan, kesesuaian pembelajaran dan kualitas teknis (desain). Nilai dari ketiga indikator berada diatas 80% sehingga aplikasi yang dibuat dikategorikan sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbentuk aplikasi pembelajaran pada komputer tablet dengan materi taraf intensitas bunyi dapat dijadikan sebagai media pembelajaran pendukung untuk siswa dan memberi pengalaman belajar yang lebih nyata untuk materi taraf intensitas bunyi. Keywords: aplikasi pembelajaran, android, taraf intensitas bunyi.
STRATEGI WORKSHOP PENYUSUNAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING BAGI GURU SMA/MA Desnita Desnita; Raihanati Raihanati; Muhamad Adrian Leonda
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.949 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi workshop berbasis Problem Based Learning terhadap kemampuan guru menyusun bahan ajar fisika pada worshop penulisan bahan ajar bagi guru fisika SMA/MA di DKI Jakarta dan Banten. Strategi yang diterapkan pada kegiatan workshop adalah: penyiapan materi workshop oleh instruktur, menyampaikan strtategi workshop berbasis masalah, penghimpunan permasalahan dari semua peserta workshop, diskusi aternatif pemecahan masalah, penyajian materi workshop berbasis masalah yang berhasil dihimpun, penulisan draf bahan ajar, presentasi draf bahan ajar, ulasan oleh instruktur, dan revisi draf bahan ajar. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian adalah semua guru fisika SMA/MA yang mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) pada tahun 2012 di Rayon 109 Jakarta yang berjumlah 29 orang. Semua populasi diambil sebagai sampel penelitian. Data kualitas proses workshop terdiri dari 7 komponen dan data kualitas hasil workshop terdiri dari 6 komponen, dikumpulkan dengan instrument berupa format observasi dan tes. Uji hipotesis menggunakan uji-t dengan derajad kebebasan 28 dan tingkat signifikansi 5%. Hasil analisis dan uji hipotesis membuktikan bahwa kualitas proses dan hasil workshop penyusunan bahan jar fisika berbasis PBL lebih baik dari konvensional. Kata kunci: worksop, guru fisika, bahan ajar, problem based learning.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PRAKTIKUM FISIKA SMA DENGAN METODE DEMONSTRASI BERBASIS VIDEO DAN LKS DITINJAU DARI SIKAP SISWA Shahnaz Nadia; Sunaryo Sunaryo; Bambang Heru Iswanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.156 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi apakah terdapat perbedaan: (1) efektivitas praktikum fisika antara metode demonstrasi berbasis video dan LKS, (2) interaksi antara penggunaan video dan sikap siswa terhadap efektivitas praktikum fisika di sekolah, (3) efektivitas praktikum fisika antara siswa yang sikapnya positif dengan menggunakan video dan LKS, (4) efektivitas praktikum fisika antara siswa yang sikapnya negatif dengan menggunakan video dan LKS. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Labschool Rawamangun tahun pelajaran 2013/2014. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik purposive sampling dan penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2014. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif kuantitatif, ANOVA dua jalur dan dilanjutkan dengan Uji Tuckey untuk menguji hipotesis mengenai efek sederhana (simple effect). Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut: pertama, terdapat perbedaan efektivitas praktikum fisika siswa antara siswa yang diberikan video dan LKS sebelum praktikum (Fhitung = 5,92 lebih besar dari Ftabel = 4,08). Kedua, terdapat pengaruh interaksi antara metode demonstrasi berbasis video dan sikap siswa terhadap efektivitas praktikum fisika (Fhitung = 4,53 lebih besar dari Ftabel = 4,08). Ketiga, efektivitas praktikum fisika siswa yang memiliki sikap positif dan diberikan video tidak memiliki perbedaan dari efektivitas praktikum fisika siswa yang memiliki sikap positif dan diberikan LKS sebelum praktikum fisika (Qhitung = 0,256 < Qtabel = 3,79). Keempat, efektivitas praktikum fisika siswa yang memiliki sikap negatif dan diberikan video sebelum praktikum lebih tinggi daripada efektivitas praktikum fisika siswa yang memiliki sikap negatif dan diberikan LKS sebelum praktikum fisika (Qhitung = 3,82 > Qtabel = 3,79) Kata kunci: metode demonstrasi, video, LKS, sikap siswa dan efektivitas praktikum fisika.
STRATEGI WORKSHOP PENYUSUNAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING BAGI GURU SMA/MA Desnita Desnita; Raihanati Raihanati; Muhamad Adrian Leonda
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.085 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi workshop berbasis Problem Based Learning terhadap kemampuan guru menyusun bahan ajar fisika pada worshop penulisan bahan ajar bagi guru fisika SMA/MA di DKI Jakarta dan Banten. Strategi yang diterapkan pada kegiatan workshop adalah: penyiapan materi workshop oleh instruktur, menyampaikan strtategi workshop berbasis masalah, penghimpunan permasalahan dari semua peserta workshop, diskusi aternatif pemecahan masalah, penyajian materi workshop berbasis masalah yang berhasil dihimpun, penulisan draf bahan ajar, presentasi draf bahan ajar, ulasan oleh instruktur, dan revisi draf bahan ajar. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian adalah semua guru fisika SMA/MA yang mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) pada tahun 2012 di Rayon 109 Jakarta yang berjumlah 29 orang. Semua populasi diambil sebagai sampel penelitian. Data kualitas proses workshop terdiri dari 7 komponen dan data kualitas hasil workshop terdiri dari 6 komponen, dikumpulkan dengan instrument berupa format observasi dan tes. Uji hipotesis menggunakan uji-t dengan derajad kebebasan 28 dan tingkat signifikansi 5%. Hasil analisis dan uji hipotesis membuktikan bahwa kualitas proses dan hasil workshop penyusunan bahan jar fisika berbasis PBL lebih baik dari konvensional. Kata kunci: worksop, guru fisika, bahan ajar, problem based learning.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PROGRAM ADOBE FLASH CS6 BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS Ferry Perdiansyah; Yetty Supriyati; I Made Astra
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.225 KB)

Abstract

The purpose of this research is to produce a medium of learning physics that has been tested to support the learning process as well as determine the feasibility of the media that have been made . The method used in this research is the development of research methods ( Research and Development ) ASSURE model . The method used in collecting data through observation and documentation . The method of data analysis is the quantitative descriptive analysis techniques . Media created a computer -based media with a multimedia system , so that the subject is abstract indescribable in words can be described using animation or moving images . The program is created using Adobe Flash animation software that CS6 is assisted by several other supporting software . This research is expected to produce a learning program with a multimedia system that can be directly used by students and teachers as a tool in the learning process so that media -based learning Adobe Flash CS6 can facilitate learning and interesting physics , especially the material magnetic field to be one of the materials difficult to be digested by the students . The concept of learning media is not only facilitates the learning process but also to explore the physics potential of science process skills possessed by students . Keywords : media learning, Adobe Flash CS6 , science process skills
KAJIAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA SMP MENGGUNAKAN SNOSTER (SMALL NOTES STICKER) PEMBELAJARAN SAINS TERPADU SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KARAKTER ANAK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) Sifa Alfiyah; Indra Permana; Iwan Sugihartono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.768 KB)

Abstract

Kajian pengembangan media pembelajaran Fisika SMP menggunakan SNOSTER (Small Notes Sticker) pembelajaran sains terpadu sebagai sarana pendidikan karakter anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah dilakukan. Pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam proses pembelajaran diarahkan pada penguatan dan pengembangan perilaku siswa secara utuh. Salah satu cara pengintegrasian pendidikan karakter dalam proses pembelajaran yaitu melalui media pembelajaran. Diantara media tersebut yaitu berupa SNOSTER (Small Notes Sticker). SNOSTER merupakan media berupa stiker berisi catatan sederhana mengenai pengetahuan Sains khususnya Fisika yang berbasis pendidikan karakter. SNOSTER didesain khusus sehingga meningkatkan semangat belajar dan daya tarik anak-anak khususnya anak SMP terhadap Fisika. Dengan penyisipan nilai-nilai karakter dalam media SNOSTER ini diharapkan siswa mampu memperbaiki dan menumbuhkan kepribadian yang baik. Keyword: Pendidikan Karakter, Media Pembelajaran, SNOSTER (Small Notes Sticker), Fisika, Anak Sekolah Menengah Pertama (SMP).
ARTIKEL PENGEMBANGAN MODUL FISIKA FLUIDA STATIS YANG BERBASIS KONTEKSTUAL (SESUAI KURIKULUM 2013) Tuti Hayati; Prof. Agus Setyo Budi; Dr. Esmar Budi, M.Si
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.94 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa modul fisika fluida statis yang berbasis kontekstual (sesuai kurikulum 2013). Pendekatan ilmiah dan penilaian autentik merupakan bagian dari model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL). Tujuh pilar pembelajaran CTL, yaitu Constructivism; Inquiry; Questioning; Learning Community; Modelling; Reflection; Authentic Assessment. Kurikulum 2013 menekankan proses pembelajaran menjadi 5 M yaitu, mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan data, mengasosiasi/menalar, dan mengkomunikasikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development), dengan desain pengembangan yang dipilih adalah menggunakan model pengembangan dengan Langkah-langkah pengembangannya adalah sebagai berikut. 1) analisis tujuan dan karakteristik bidang studi; 2)analisis sumber belajar; 3) analisis karakteristik belajar; 4) menetapkan tujuan belajar dan isi pembelajaran; 5)menetapkan strategi pengorganisasian isi pembelajaran; 6) menetapkan strategi penyampaian isi pembelajaran; 7) menetapkan strategi pengelolaan pembelajaran; dan 8) pengembangan prosedur pengukuran hasil pembelajaran. Validasi draft mencakup 1) uji ahli isi dan media pembelajaran; 2) uji ahli desain pembelajaran; 3) uji siswa perorangan; 4) uji siswa kelompok kecil; dan 5) uji lapangan. Kata Kunci : Modul Fisika, Kontekstual, Kurikulum 2013, Fluida Statis.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PRAKTIKUM FISIKA SMA DENGAN METODE DEMONSTRASI BERBASIS VIDEO DAN LKS DITINJAU DARI SIKAP SISWA Shahnaz Nadia; Sunaryo Sunaryo; Bambang Heru Iswanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.871 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi apakah terdapat perbedaan: (1) efektivitas praktikum fisika antara metode demonstrasi berbasis video dan LKS, (2) interaksi antara penggunaan video dan sikap siswa terhadap efektivitas praktikum fisika di sekolah, (3) efektivitas praktikum fisika antara siswa yang sikapnya positif dengan menggunakan video dan LKS, (4) efektivitas praktikum fisika antara siswa yang sikapnya negatif dengan menggunakan video dan LKS. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Labschool Rawamangun tahun pelajaran 2013/2014. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik purposive sampling dan penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2014. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif kuantitatif, ANOVA dua jalur dan dilanjutkan dengan Uji Tuckey untuk menguji hipotesis mengenai efek sederhana (simple effect). Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut: pertama, terdapat perbedaan efektivitas praktikum fisika siswa antara siswa yang diberikan video dan LKS sebelum praktikum (Fhitung = 5,92 lebih besar dari Ftabel = 4,08). Kedua, terdapat pengaruh interaksi antara metode demonstrasi berbasis video dan sikap siswa terhadap efektivitas praktikum fisika (Fhitung = 4,53 lebih besar dari Ftabel = 4,08). Ketiga, efektivitas praktikum fisika siswa yang memiliki sikap positif dan diberikan video tidak memiliki perbedaan dari efektivitas praktikum fisika siswa yang memiliki sikap positif dan diberikan LKS sebelum praktikum fisika (Qhitung = 0,256 < Qtabel = 3,79). Keempat, efektivitas praktikum fisika siswa yang memiliki sikap negatif dan diberikan video sebelum praktikum lebih tinggi daripada efektivitas praktikum fisika siswa yang memiliki sikap negatif dan diberikan LKS sebelum praktikum fisika (Qhitung = 3,82 > Qtabel = 3,79). Kata kunci: metode demonstrasi, video, LKS, sikap siswa dan efektivitas praktikum fisika.