cover
Contact Name
Dewi Muliyati
Contact Email
dmuliyati@unj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
snf@unj.ac.id
Editorial Address
Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta GHA Lt.5 Jl Rawamangun Muka No.1
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL)
ISSN : 23021829     EISSN : 24769398     DOI : https://doi.org/10.21009/03
Focus and Scope: Physics education Physics Instrumentation and Computation Material Physics Medical Physics and Biophysics Physics of Earth and Space Physics Theory, Particle, and Nuclear Environmental Physics and Renewable Energy
Articles 976 Documents
PENGARUH POSISI SUBSTRAT PADA ZnO NANORODS YANG DITUMBUHKAN MENGGUNAKAN TEKNIK HIDROTERMAL Anggie Anastasya; Iwan Sugihartono; Erfan Handoko
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.638 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.02.PA.24

Abstract

Teknik penumbuhan ZnO nanorods dilakukan menggunakan dua tahap, yaitu tahap deposisi lapisan benih dan penumbuhan nanorods. Deposisi lapisan benih dilakukan menggunakan teknik ultrasonic nebulizer dan penumbuhan nanorods menggunakan teknik hidrotermal pada suhu 95 °C selama 2 jam. Fokus penelitian ini adalah mengamati pengaruh variasi posisi terhadap ZnO nanorods. Morfologi ZnO nanorods akan diamati menggunakan scanning electron microscopy (SEM) dan analisis komposisi menggunakan EDAX. Hasil pengamatan menunjukan bahwa ZnO nanorods yang terbentuk memiliki orientasi acak, tidak vertical, dan dimensi yang bervariasi di atas substrat. The growth techinque of ZnO nanorods was carried out using two stages, namely the seed layer deposition stage and the growth of nanorods. Seed layer deposition was carried out using the ultrasonic nebulizer technique and nebulizer technique and the growth of nanorods using hydrothermal technique at 95 °C for 2 hours. The focus of this study is to observe the effect of position variations on ZnO nanorods. Morphology of ZnO nanorods will be observed using Scanning Electron Microscopy (SEM) and composition analysis using EDAX. The results of the observation show that the ZnO nanorods formed have a random orientation, not vertical, and varying dimensions on the substrate.
IMPLEMENTASI MODEL PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI HOTS (HIGH ORDER THINKING SKILLS) DAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PBL (PROBLEM BASED LEARNING) PADA MATA KULIAH FISIKA DASAR Indra Sakti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.885 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.01.PE.50

Abstract

Dilakukan penelitian action reseach untuk mengimplementasi perangkat Pembelajaran Berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dan Pendidikan Karakter melalui model Problem Based Learning (PBL) di Program Studi Pendidikan IPA Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu tahun 2018 untuk mata kuliah Fisika Dasar. Adapun tujuan penelitian adalah (1) Mendeskripsikan aktivitas belajar mahasiswa dalam proses pembelajaran model PBL berbasis HOTS dan pendidikan karakter pada Matakuliah Fisika Dasar. (2)Mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) mahasiswa setelah pembelajaran PBL berbasis HOTS dan pendidikan karakter. (3) Mendeskripsikan karakter mahasiswa setelah pembelajaran PBL berbasis HOTS dan pendidikan karakter. Kegiatan penelitian ini dilakukan tiga siklus dengan 4 kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat langkah penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Perangkat pembelajaran terdiri dari (1) RPP dengan model problem based learning (PBL) berbasis HOTS dan Pendidikan Karakter; (2) bahan ajar materi Suhu dan Kalor berorientasi HOTS dan Pendidikan Karakter; (3) LKPD; (4) instrumen penilaian (a) Keterampilan berpikir tingkat tinggi dan (b) karakter. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi, catatan lapangan, angket, rubrik penilaian proses pembelajaran, soal pretest dan posttest untuk pengukuran kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan penilaian karakter. Indikator penilaian keterampilan berpikir tingkat tinggi : (H1), keterampilan berpikir kritis (critical thinking), (H2), berpikir kreatif (creative thinking), (H3), kemampuan berargumen (reasoning), dan (H4), kemampuan mengambil keputusan (decision making). Indikator karakter adalah (K1) jujur, (K2) disiplin, (K3) ingin tahu, (K4) tanggung jawab. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) adanya peningkatan aktivitas belajar mahasiswa dalam proses pembelajaran PBL berbasis HOTS dan pendidikan karakter pada Matakuliah Fisika Dasar. (2)adanya peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) mahasiswa setelah pembelajaran PBL berbasis HOTS dan pendidikan karakter. (3) adanya peningkatan karakter mahasiswa setelah pembelajaran PBL berbasis HOTS dan pendidikan karakter.
DESAIN DEDAKTIS PADA MATERI HUKUM KEPLER BERDASARKAN HAMBATAN BELAJAR SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS Liza Heryanti; Parsaoran Siahaan; Agus Fany Chandra Wijaya; Heni Rusnayati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.947 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.01.PE.51

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena besarnya hambatan pada materi hukum Kepler yaitu yang pertama hukum 1 Kepler mengenai bentuk orbit planet sebanyak 76,3% siswa mempunyai hambatan yang tinggi, kedua yaitu hukum 2 kepler mengenai gerak planet sebanyak 82,5% siswa mempunyai hambatan yang tinggi, ketiga yaitu hukum 3 Kepler mengenai hubungan revolusi planet dengan jarak planet ke Matahari sebanyak 92,1 % siswa mempunyai hambatan yang tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan penelitian tentang Didactical Design Research (DDR) atau sebuah desain pembelajaran yang dirancang untuk mengurangi hambatan belajar siswa. Dalam merancang DDR, dilakukan analisis hambatan epistimologis dengan menggunakan TKR (Tes Kemampuan Responden) dan hambatan ontogenik dengan menggunakan angket kesiapan belajar siswa. Desain yang dirancang diimplementasikan di kelas X IPA sebanyak tiga kali implementasi. Dari implementasi ketiga didapatkan hasil analisis TKR yang menunjukan penurunan hambatan belajar yang paling tinggi. Yang pertama pada hukum 1 Kepler menjadi 4,5%, pada hukum 2 kepler menjadi 8,1%, dan pada hukum 3 Kepler menjadi 12,6 %. Hasil tersebut membuktikan bahwa desain didaktis yang digunakan mampu menangani sebagian besar hambatan belajar siswa. This research held because the amount of obstacles in Kepler’s Law subject that is Kepler’s first law about the shape of the planet orbit as many as 76,3% student have high learning obstacles, next is Kepler’s second law about planet motion as many as 82,5% student have high learning obstacles, and last is Kepler’s third law about relationship between the planetary revolution period and planetary distance to the sun as many as 92,1% student have high learning obstacles. To resolve that, this research is about Didactical Design Research (DDR) or a learning design which made for reduce learning obstacle. In making DDR, have epistemology learning obstacles analysis from TKR (Tes Kemampuan Responded/Responden Ability Test) and ontogenic learning obstacles from student learning readiness questionnaire. The design has implemented in the class Ten sains until three times. From the third implemented have an analysis TKR that show the high decline of student learning obstacles. Learning obstacles from Kepler’s first law become 4,5%, fom Kepler’s second law become 8,1%, and from Kepler’s third law become 12,6%. The result prove that the didactical design can handle mostly student learning obstacles.
KARAKTERISASI PANEL SURYA HYBRID BERBASIS SENSOR INA219 Habiburosid; Widyaningrum Indrasari; Riser Fahdiran
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.893 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.02.PA.25

Abstract

Energi matahari dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif baik radiasi maupun termalnya untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. Salah satu alat yang dapat digunakan adalah hybrid solar cell yang mengonversikan radiasi matahari menjadi listrik menggunakan solar cell dan dikombinasikan dengan modul thermoelectric untuk mengonversikan kalor matahari menjadi daya listrik tambahan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi matahari. Pada penelitian ini telah dikembangkan panel surya hybrid yang dilengkapi dengan thermoelectric generatorAlat ukur kuat arus dan tegangan pada panel surya hybrid ini menggunakan sensor INA219, sedangkan sistem kontrol menggunakan arduino uno. Hasil karakterisasi sensor INA219 dalam pengukuran kuat arus memiliki kesalahan relatif sebesar 2,48% dan pengukuran tegangan sebesar 2,52%. Hasil karakterisasi sensor suhu DS18B20 memiliki kesalahan relatif sebesar 2,87%. Sedangkan hasil karakterisasi thermoelectric generator diperoleh bahwa daya yang dihasilkan sebesar 0,64 mW/ C. Dengan pemanfaatan thermoelectric generator dapat meningkatkan daya panel surya sebesar 8,22% pada hari pertama dan 6,45% pada hari kedua. Solar energy can be used as alternative energy both radiation and its thermal to meet daily energy needs. One tool that can be used is a hybrid solar cell that converts solar radiation into electricity using solar cells and combined with a thermoelectric module to convert solar heat into additional electrical power to increase the efficiency of solar energy utilization. In this study hybrid solar panels were equipped with thermoelectric generators. Current and voltage measuring devices on this hybrid solar panel use the INA219 sensor, while the control system uses Arduino Uno. The result of INA219 sensor characterization in the measurement of current strength has a relative error of 2.48% and a voltage measurement of 2.52%. The result of DS18B20 temperature sensor characterization has a relative error of 2.87%. While the results of thermoelectric generator characterization obtained that the power produced is 0.64 mW / ° C. Using thermoelectric generators can increase solar panel power by 8.22% on the first day and 6.45% on the second day.
PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK UNTUK PENANGANAN SISTEM ALARM PADA MESIN HEMODIALISA Pratondo Busono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.301 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.02.PA.26

Abstract

Hemodialisa merupakan terapi pengganti ginjal yang dilakukan diluar tubuh dengan menggunakan ginjal buatan. Proses terapi dilakukan dengan mengambil darah dari pembuluh arteri dan mempompa darah tersebut ke dialiser untuk disaring dan kemudian mengembalikan darah yang telah disaring tersebut ke pembuluh darah vena. Proses sirkulasi darah diatas dilakukan dengan mesin hemodialisa. Salah satu aspek yang perlu ditangani dalam pengembangan mesin hemodialisa adalah terpasangnya sistem alarm. Sistem alarm sangat penting untuk pengoperasian yang aman dan efisien untuk mesin hemodialisa. Selama proses terapi hemodialisa, beberapa alarm akan aktif, akan tetapi perlu dipastikan bahwa alarm tersebut akurat serta memberikan peringatan yang dapat diinterpretasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan perangkat lunak firmware untuk membangkitkan peringatan berupa alarm bunyi maupun alarm visual pada prototipe mesin hemodialisa yang sekarang sedang dikembangkan. Metoda yang digunakan mencakup pengidentifikasian jenis-jenis alarm dan sensor-sensor yang terkait, penyediaan alarm board, mengembangkan algorithma maupun firmware untuk penanganan luaran dari sensor-sensor dan jenis alarm bunyi maupun alarm visual yang harus dihasilkan, implementasi firmware, pengujian dan evaluasi hasil pengujian. Pengujian dilakukan dengan beberapa skenario kejadian yang biasa muncul dalam proses terapi hemodialisa serta tindakan yang harus dilakukan oleh mesin hemodialisa, Hasil pengujian menunjukan bahwa perangkat lunak sistem alarm telah berfungsi sesuai dengan kondisi yang diinginkan. Hemodialysis is a renal replacement therapy that is performed outside the body using artificial kidney (dialyzer). The therapy is performed by the taking the blood from the arterial blood vessel. The blood is pumped to the dialyzer for waste removal, and the cleansed blood is pumped back to the body through vena AV Fistula needle. Such a circulation process was conducted using a dialysis machine. An important aspect in designing a safe hemodialysis machine is alarm system. Alarm system is important for safety and efficient operation of the dialysis machine. During the dialysis process, some alarms will be kept in operation , it will be active if the sensor reading is out of the permissible range. The objective of this work was to develop a firmware for generating both visual and audible alarms in the hemodialysis machine. The method used includes the identification of the types of alarms commonly used in the dialys machine, development of the alarm board and its controlling algorithm and alarm handler, firmware implemntation, testing and validation. The firmware was tested under various schenarios such as in the presence of air buble passing to the venous line, blood leakage in the dialisat line, dialisat temperature , arterial pressure as well as venous pressure out of range. Testing and validation results show that firmware for system alarms has performy correctly.
PENGARUH SCIENTIFIC CREATIVE AND CRITICAL WORKSHEET (SCCW) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENALARAN ILMIAH SISWA SMA PADA TOPIK MOMENTUM IMPULS Nirmala Utami; Saeful Karim; Duden Saepuzaman; Selly Feranie
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.535 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.01.PE.52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Scientific Creative and Critical Worksheet (SCCW) dalam meningkatkan keterampilan penalaran ilmiah. SCCW merupakan lembar kerja yang memuat materi, permasalahan, dan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan scientific structure creativity model (SSCM) dan assessment of critical thinking ability (ACTA). Metode yang digunakan adalah Quasi-eksperimen dengan desain Pretest-posttest Control Group Design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 52 siswa di salah satu SMA di Kota Bandung. Instrumen yang digunakan berjumlah 20 butir soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan penalaran ilmiah pada kelas eksperimen (<gain>=0,63) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol (<gain>=0,46). Perbedaan peningkatan ini juga dianalisis berdasarkan jawaban siswa dalam menjawab SCCW (kelas eksperimen) dan LKS (kelas kontrol). This study aims to determine the effect of Scientific Creative and Critical Worksheet (SCCW) in improving scientific reasoning skills. SCCW is a worksheet that contains material, problems, and questions based on the scientific structure creativity model (SSCM) and assessment of critical thinking ability (ACTA). The method used was Quasi-experiment with the design of the Pretest-posttest Control Group Design. The number of samples in this study were 52 students in one of the high schools in Bandung. The instruments used amounted to 20 multiple choice questions. The results showed that the increase in scientific reasoning skills in the experimental class (<gain> = 0.63) was higher than the control class (<gain> = 0.46). This difference in increase was also analyzed based on students' answers in answering SCCW (experimental class) and LKS (control class).
PENERAPAN MODEL REAL WORLD SITUATION PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN KONTEKS ESD DALAM MENINGKATKAN SUSTAINABILITY AWARENESS SISWA DI KELAS X Tiastuti Putri; Irma Rahma Suwarma; Agus Danawan; Agus Fany Candra Wijaya
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.149 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.01.PE.53

Abstract

Real World Situation Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah yang ada di dunia nyata atau di dalam kehidupan sehari-hari yang dapat membangun pola berpikir kritis siswa. Education Sustainable Development (ESD) merupakan suatu konteks atau isu-isu ESD yang dijadikan suatu permasalahan terkait model pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan profil Sustainability Awareness siswa. Sehingga, Real World Situation Problem Based Learning dengan menggunakan konteks ESD dalam penelitian ini untuk meningkatkan profil Sustainability Awareness yang dimilikinya. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah angket profil Sustainability Awareness dan wawancara. Instrumen diberikan kepada 30 siswa di salah satu SMA di Kota Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model Real World Situation Problem Based Learning Menggunakan Konteks ESD dapat meningkatkan profil Sustainability Awareness. Real World Situation Problem Based Learning is a learning model that engages students to solve a problem that exists in the real world or in daily life that can build a student's critical thinking pattern. Education Sustainable Development (ESD) is a context or ESD issue that is a problem related to the learning model that is used to improve students ' Sustainability Awareness profile. Thus, Real World Situation Problem Based Learning uses the ESD context in this study to enhance its Sustainability Awareness profile. Research uses qualitative descriptive research methods. The instrument used is a questionnaire of Sustainability Awareness profiles and interviews. The instrument was given to 30 students at one high school in Cimahi. The results showed that after learning activities by implementing the Real World Situation Problem Based Learning model using ESD context could improve the Sustainability Awareness profile.
Profil Miskonsepsi yang Terjadi pada Peserta Didik dalam Materi Kalor dan Perpindahannya Mutia Hariza Lubis; Ika Mustika Sari; Parlindungan Sinaga
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.694 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.01.PE.54

Abstract

Fisika adalah bagian dari sains yang mempelajari berbagai konsep pada objek makroskopis maupun mikroskopis yang tidak semuanya dapat diamati secara langsung, salah satunya pada materi kalor dan perpindahannya. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman peserta didik, sejalan dengan aspek pengetahuan fisika yang mengacu pada pemahaman konsep (Depdiknas, 2006) [1]. Tujuan dari penelitian yang dilakukan ialah mengidentifikasi miskonsepsi yang terjadi pada peserta didik dalam materi Kalor dan Perpindahannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah deskriptif kualitatif melalui tes pemahaman konsep berbentuk three-tier. Subjek pada penelitian ini ialah peserta didik kelas XI SMA yang berjumlah 37 orang. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa 54,95% mengalami miskonsepsi sedangkan sisanya 15,92% tidak paham konsep, 20,42% tidak tahu konsep, 2,40% paham parsial, dan 6,31% paham. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa adanya miskonsepsi yang terjadi pada peserta didik dalam materi kalor dan perpindahannya. Implikasi dari penelitian ini diperlukan suatu tindakan yang mampu meminimalisir miskonsepsi peserta didik pada materi Kalor dan Perpindahannya. Physics is a part of science that studies various concepts in macroscopic and microscopic objects that not all can be observed directly. One of them in heat and how their transferred topic. This is one of the factors that influence the level of understanding of students, in line with aspects of knowledge of physics that refers to understanding concepts (Ministry of National Education, 2006) [1]. This study aims to identify misconceptions that occur in students in the topic of heat and how their transferred. The method used in this research is descriptive analysis through concept understanding tests. The results of this research showed that 54.95% of students experienced misconceptions, while 15,92% of students did not understand the concept, 20,42% of students did not know the concept, 2,40% of students understood partially, and 6,31% understood. Therefore, it can be concluded that there are misconceptions that occur in students in the heat material and their transferred. The implications of this research require an action that is able to minimize students' misconceptions in the topic of heat and how their transferred .
Pengembangan Perangkat Tes Berbasis Browser Komputer Pada Materi Dinamika Rotasi Untuk Meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Fisika Kelas XI Fikri Zain; Esmar Budi; Dwi Susanti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.702 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.01.PE.55

Abstract

The Computer Browser Based Test Software could make student used to having “Ujian Nasional” by using computer where the questions on it based on Higher Order Thinking Skills (HOTS). This is one of the Educational Research and Development which is using ADDIE method in each steps. This software is developed using PHP language. The CBBT software can appear all the questions randomly, recording student’s achievmnets, calculating problems validation, and teacher could make problems in each package based on the problem set which are provided. The average procentage of validation test for this software is 81.8%, indicating that this software is suitable for used or for further development Perangkat tes berbasis browser komputer membantu siswa agar terlatih menggunakan komputer ketika menghadapi ujian nasional (UN) berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Pengembangan dilakukan dengan metode Research and Development (R & D) yang mengacu pada Model Pengembangan ADDIE. Perangkat lunak yang dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Perangkat lunak CBT yang dihasilkan mampu menampilkan soal secara random, merekam hasil pengerjaan soal oleh siswa, menampilkan statistik siswa, menghitung validitas soal, dan guru mampu membuat paket soal berdasarkan bank soal yang telah tersedia. Uji validasi dilakukan oleh ahli media dan ahli penilaian dengan menggunakan instrumen berskala likert 5. Hasil validasi menyatakan bahwa perangkat lunak tes berbasis komputer untuk fisika SMA kelas X semester 1 memiliki interpretasi sangat baik (81.8%) dan dinyatakan layak sebagai perangkat penilaian fisika untuk SMA kelas XI
PENGEMBANGAN ALAT PRAKTIKUM PELAYANGAN BUNYI DAN EFEK DOPPLER BERBASIS MODUL MIKROFON KONDENSER DAN MIKROKONTROLER Fathul Arifin; Widyaningrum Indrasari; Cecep E.Rustana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.255 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.01.PE.56

Abstract

Gelombang bunyi merupakan salah satu materi sulit pada UN SMA. Terbukti dari turunnya persentase daya serap siswa dalam kurun waktu empat tahun terakhir, dengan rata-rata penurunan sebesar 15.3%. Salah satu penyebabnya adalah media pembelajaran yang berkaitan dengan materi pelayang bunyi dan efek doppler masih sangat minim. Hasil dari analisis kebutuhan menunjukkan bahwa proses pembelajaran fisika di sekolah 39% didominasi oleh pemberian tugas dan latihan soal. Namun, hanya 9% saja pembelajaran fisika di sekolah dilakukan dengan kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum pada materi pelayangan bunyi dan efek doppler yang dilakukan guru di sekolah kebanyakan masih menggunakan alat seadanya, dan hasil yang didapat merupakan data secara kualitatif. Sehingga pada penelitian ini dikembangkan alat praktikum pelayangan bunyi dan efek doppler dengan menggunakan mikrokontroler Arduino uno sebagai sistem kontrol, modul mikrofon kondenser sebagai penangkap sumber frekuensi, dan motor dc sebagai penggerak sumber frekuensi. Dari hasil pengujian, alat praktikum pelayangan bunyi dan efek doppler ini dapat bekerja dengan baik. Sound waves is one of the difficult material on senior high school national examination. As evidenced by the decline in the percentage of absorption of students in the past four years, with an average decline of 15.3%. One of the causes is learning media related to material beats and doppler effects are still very minimal. The results of the needs analysis show that the learning process of physics in schools is 39% dominated by assignments and exercises. However, only 9% of physics learning in schools is done by practical activities. Practical activities on material beats and doppler effects conducted by teachers in most schools still using a simple tools, and the results obtained are qualitative data. This research aims to develop practicum tool on material beats and doppler effects by using microcontroler Arduino uno as a system control, microphone condenser module as frequency source catcher, and motor dc as a frequency source driver. From the result of the test, the practicum tool of beats and doppler effects can work well.