cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
genericsjournal@gmail.com
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Medicine, Diponegoro University Prodi Farmasi FK Undip, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Generics: Journal of Research in Pharmacy
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27749967     DOI : -
Core Subject : Health,
Pharmacy practice, pharmacy education, social pharmacy, clinical pharmacy, Phytochemistry, Pharmacoeconomics, Pharmacokinetics, Pharmacology, Pharmaceutics, Pharmaceutical Pharmacy, Biology Pharmacy, Medicinal Chemistry, and related topics in Pharmacy
Articles 83 Documents
Formulasi Sediaan Spray Gel SMEDDS Ekstrak Etanol 96% Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) sebagai Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus Ekawati, Nuraini; Nuraeni, Pratika; Rukmi, Isworo
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 2, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i2.20392

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab infeksi kulit dan pada ulkus diabetikum, sehingga dibutuhkan antibakteri untuk mencegahnya. Daun jambu biji (Psidium guajava L.)  mengandung antimikroba. Spray gel mencegah infeksi silang, praktis, dan meningkatkan penetrasi obat. Kombinasi Na CMC dan kopovidon menghasilkan spray gel yang stabil dan membentuk lapisan film elastis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi Na CMC dan kopovidon sebagai gelling agent terhadap karakteristik fisik spray gel SMEDDS ekstrak etanol 96% daun jambu biji dan aktivitas antibakterinya. Simplisia daun jambu biji dimaserasi dengan etanol 96%, kemudian dibuat SMEDDS, dan diformulasikan dalam spray gel dengan memvariasikan Na CMC dan kopovidon 1:1 (F1=0,1%, F2=0,2%, F3=0,3%). Uji KHM terhadap Staphylococcus aureus dilakukan pada ekstrak. Karakterisasi fisik dilakukan terhadap spray gel. Aktivitas antibakteri spray gel dilakukan dengan metode Kirby Bauer. Hasil yang didapat, yaitu KHM ekstrak sebesar 0,5%. Konsentrasi Na CMC dan kopovidon tidak berpengaruh terhadap karakteristik fisik spray gel. F2 dan F3 memenuhi semua peryaratan karakteristik fisik, sedangkan F1 tidak memenuhi persyaratan viskositas. Spray gel F1, F2, dan F3 memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus berturut turut sebesar 28,10; 22,35; dan 22,09 mm, tetapi berbeda tidak bermakna dengan kontrol negatif.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Profilaksis dengan Metode ATC/DDD dan Gyssens pada Pasien Bedah Sesar (Sectio Caesarea) di RSUP Dr. Kariadi Semarang Arief, Nadia; Hardian, Hardian; Dini, Intan Rahmania Eka
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 2, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i2.22431

Abstract

Antibiotik profilaksis umumnya diberikan kepada pasien SC sebelum tindakan operasi agar mencegah terjadinya infeksi luka operasi. Penggunaan antibiotik profilaksis yang tidak rasional menjadi salah satu faktor terjadinya resistensi antibiotik, sehingga penting dilakukan evaluasi terhadap penggunaan antibiotik profilaksis guna mencegah terjadinya resistensi antibiotik dan infeksi luka operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien SC di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2020. Penelitian dilakukan secara observasional dengan rancangan deskriptif, data diperoleh secara retrospektif melalui rekam medis pasien. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif menggunakan metode ATC/DDD dan DU 90% serta kualitatif menggunakan metode Gyssens. Kuantitas penggunaan antibiotik profilaksis SC diperoleh nilai total DDD yaitu 65,74 DDD/100 patient-days. Antibiotik profilaksis yang termasuk DU 90% yaitu cefazolin (62,63 DDD/100 patient days). Kualitaspenggunaa antibiotik profilaksis diperoleh 15,52% termasuk kategori 0, dan 84,48% lainyatermasuk kategori I VI. Antibiotik dengan kuantitas penggunaan tertinggi sebagai profilaksis SC yaitu cefazolin. Kualitas penggunaan antibiotik profilaksis diperoleh 15,52% penggunaan antibiotik rasional, sedangkan 84,48% lainnya termasuk tidak rasional.
Pengembangan Metode Analisis Vitamin B1 pada Tempe menggunakan Microplate Reader Choerunisa, Nisrina; Saraswati, Indah; Sasikirana, Widyandani
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 1, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i1.22536

Abstract

Vitamin B1 merupakan zat gizi yang banyak terdapat dalam biji-bijian. Salah satu makanan yang mengandung vitamin B1 dan banyak di konsumsi masyarakat adalah tempe. Kadar vitamin B1 perlu diperhatikan karena vitamin ini tidak dapat di sintesis oleh tubuh dan biasanya hilang ketika suatu makanan diolah. Metode analisis vitamin B1 perlu dikembangkan dan divalidasi untuk membuktikan bahwa metode analisis memenuhi persyaratan untuk digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh matriks dan validasi metode analisis vitamin B1 pada tempe menggunakan Microplate Reader. Validasi metode analisis vitamin B1 pada tempe dilakukan dengan metode standar adisi menggunakan Microplate Reader dengan panjang gelombang 450 nm. Analisis data secara statistik menggunakan uji T. Hasil validasi menunjukkan bahwa metode analisis yang dikembangkan telah presisi ((RSD < 2), r 0,9976), sensitif (LOD 3,596 µg/mL, LOQ 11,987 µg/mL), dan akurat (nilai recovery 92-96%) dan adanya matriks tidak berpengaruh signifikan terhadap metode analisis yang digunakan (t hitung < t tabel (2,27 < 2,57)) sehingga metode analisis memenuhi kriteria persyaratan yang diperbolehkan.
Perbedaan Kejadian Medication Error Fase Prescribing pada Resep Manual dan e-Resep di Rumah Sakit Nasional Diponegoro Periode Oktober-November Tahun 2022 Christian, Vika Adelia; Hardian, Hardian; Dianingati, Ragil Setia
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 2, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/potensi.%Y.24319

Abstract

Medication error merupakan kesalahan pelayanan kesehatan yang seharusnya dapat dihindari dengan cara skrining resep oleh tenaga kefarmasian. Sistem e-prescribing berperan dalam mencegah kesalahan pengobatan dengan memanfaatkan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian medication error padafase prescribing serta perbedaannya, termasuk skrining administratif dan komponen prescribing, antara resep manual dan e-resep periode OktoberDesember 2022 di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Nasional Diponegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan non-eksperimental, cross sectional observasional, retrospektif dengan metode proportional random samplingyang memperhitungkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kejadian medication error yang ditemukan pada skrining administratif dan fase prescribing di rumah sakit nasional diponegoro sebesar 38% resep manual, 14% e-resep untuk skrining administratif, sedangkan untuk komponen prescribing resep manual 7%, e-resep 0% dimana kejadian medication error fase prescribing didapatkan resep manual 45% dan e-resep 14%, dari hasil kejadian medication error yang ditemukan terdapat perbedaan yang signifikan pada kejadian medicationerror (nilai p <0,05). Pada periode Oktober-Desember 2022 di Rumah Sakit Nasional Diponegoro, kejadian medication error pada fase prescribing tercatat sebesar 45%pada resep manual dan 14% pada e-resep, menunjukkan perbedaan signifikan antara keduanya. 
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Rasionalitas Swamedikasi Batuk di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan Andani, Dea Fildatul; Annisaa', Eva; Hardian, Hardian
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 2, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i2.22428

Abstract

Swamedikasi merupakan pengobatan yang dilakukan secara mandiri untuk menangani suatu penyakit yang tergolong ringan tanpa bantuan petugas medis. Batuk merupakan salah satu contoh penyakit yang dapat diobati dengan cara swamedikasi. Batuk merupakan reflek alamiah tubuh untuk mengeluarkan zat asing seperti debu, asap, kotoran, lendir, atau makanan dari dalam saluran pernapasan. Masyarakat di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan biasanya akan melakukan pengobatan secara swamedikasi jika menderita sakit batuk. Untuk dapat menggunakan obat batuk secara swamedikasi masyarakat perlu memiliki pengetahuan yang baik tentang obat batuk serta cara penggunaannya yang rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan dan rasionalitas swamedikasi batuk pada masyarakat di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif observasional dengan teknik Purposive Sampling serta instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan sebanyak 49,2% masyarakat Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan memiliki tingkat pengetahuan batuk yang tinggi dan sebanyak 62,6% masyarakat menggunakan obat swamedikasi secara rasional. Tingkat pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan rasionalitas swamedikasi batuk.Kata kunci: batuk, kuesioner, purposive sampling, swamedikasi
Analisis Kesesuaian Biaya Medis Langsung Terhadap Tarif INA-CBGs Pada Pengobatan Pasien Bedah Digestif Di Rawat Inap RSUD Undata Riyanto, Ratna Dewi Setiarini; Endarti, Dwi; Nugroho, Agung Endro
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 1, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i1.22497

Abstract

ABSTRAK  Bedah digestif melibatkan prosedur pada organ-organ dalam sistem pencernaan dan seringkali menimbulkan biaya medis yang substansial di rumah sakit. Saat ini, biaya layanan kesehatan bagi pasien BPJS di bawah skema Asuransi Kesehatan Nasional (JKN) didasarkan pada tarif paket INA-CBGs. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian biaya medis langsung dibandingkan dengan tarif INA-CBGs dalam pengobatan pasien yang menjalani bedah digestif di rawat inap RSUD Undata. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain studi potong lintang, data dikumpulkan secara retrospektif dari catatan medis selama periode Januari 2020 hingga Desember 2023, dengan sampel sebanyak 110 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis perbedaan biaya medis langsung dibandingkan dengan tarif INA CBG's mengungkapkan kerugian signifikan bagi rumah sakit pada berbagai tingkat perawatan (kelas 1, 2, dan 3) dan tingkat keparahan (berat, sedang, dan ringan). Pasien dengan jumlah diagnosis sekunder yang berbeda dan lama tinggal di rumah sakit juga memberikan kerugian yang substansial, yang lebih menekankan beban keuangan pada rumah sakit. Sebagai kesimpulan, pasien bedah digestif menimbulkan beban keuangan yang signifikan bagi rumah sakit, sebagaimana terbukti oleh disparitas yang signifikan antara biaya medis langsung dan tarif INA CBG's   
Optimasi Cmc Na dan Gliserin pada Formula Gel Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus Handayani, Salsabila Putri; Ekawati, Nuraini; Rukmi, MG Isworo
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 1, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i1.20393

Abstract

 Ulkus diabetik dari diabetes mellitus berupa luka terbuka pada permukaan kulit dan adanya kematian jaringan tubuh. Bakteri patogen paling utama ditemukan pada ulkus diabetik, yaitu Staphylococcus aureus. Daun kersen (M. calabura L.) dilaporkan mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antibakteri dan diketahui ekstrak etanol 70% daun kersen (M. calabura L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Gel mengandung komponen air yang lebih tinggi dibandingkan sediaan topikal lainnya. CMC Na dan gliserin digunakan sebagai gelling agent dan humektan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi CMC Na dan gliserin terhadap karakterisitik gel dan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus, serta mengetahui formula optimum sediaan gel ekstrak etanol 70% daun kersen (M. calabura L.) dengan variasi konsentrasi CMC Na dan gliserin yang memiliki karakteristik fisik gel dan aktivitas antibakteri yang baik. Simplisia daun kersen dimaserasi dengan etanol 70%, kemudian maserat dikentalkan dengan rotary evaporator. Gel diformulasikan dengan memvariasikan konsentrasi CMC Na dan gliserin, lalu dikarakterisasi fisik dan uji aktivitas antibakteri. Penentuan formula optimum dilakukan menggunakan design expert. Hasil yang didapatkan yaitu variasi konsentrasi CMC Na dan gliserin berpengaruh signifikan pada pH, daya lekat, dan daya sebar, tetapi tidak berpengaruh signifikan pada aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Formula optimum gel ekstrak etanol daun kersen adalah kombinasi konsentrasi CMC Na 2,234% dan gliserin 11,766%. 
Evaluasi Pengaruh Video Edukasi Masa Pakai Obat Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Rw 04 Kelurahan Gedanganak Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Hati, Anita Kumala; Soge, Theo Edwadly
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 2, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i2.24259

Abstract

Pengetahuan masyarakat tentang masa pakai obat masih tergolong rendah, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hal tersebut melalui pendekatan edukatif yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh video edukasi masa pakai obat terhadap tingkat pengetahuan masyarakat RW 04 Kelurahan Gedanganak, kecamatan Ungaran Timur tentang hal tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest- posttest design. Sampel penelitian ini adalah masyarakat RW 04 Kelurahan Gedanganak Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang sebanyak 114 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah video edukasi masa pakai obat dan kuesioner evaluasi. Analisis data univariat dengan metode analisis deskriptif dan analisis bivariat dengan menggunakan uji wilcoxon. Responden penelitian ini sebanyak 78,9% berjenis kelamin wanita dan 21,1% berjenis kelamin pria, dengan rentang usia 17 hingga 65 tahun. Tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah mendapatkan video edukasi dengan kategori kurang sebanyak 55% turun menjadi 8,8%; kategori cukup sebanyak 42% meningkat menjadi 48%; dan kategori baik sebanyak 2,6% meningkat menjadi 43%. Rata-rata skor meningkat dari 52 menjadi 75. Hasil uji wilcoxon menghasilkan nilai p-value 0,000 (<0,05). Video edukasi masa pakai obat secara signifikan meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat  tentang masa pakai obat.
Problem Indicators of Drug Management at Distribution Stage in Indonesian Hospitals: A Literatur Review Putri, Wiwin Nopita; Yasin, Nanang Munif; Endarti, Dwi
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 1, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i1.22318

Abstract

The distribution stage is an important part of drug management in hospitals. However, there are problems with the indicators of the drug distribution stage in hospitals. Thus, the purpose of this study is to determine the problems in distribution indicators in hospital pharmaceutical installations based on indicators the Ministry of Health the Republic of Indonesia (2008), Pudjaningsih (1996) and WHO (1993). A literatur search performed in October 2023 using Google Schloar, researchgate and Garuda Kemendikbud. Methodological quality was assessed using tools from the Joanna Briggs Institute (JBI). We retrieved 3.237 articles and included eight studies. Regarding the design, they were observation documen retrospective (n=8). It was found that there were problems in the distribution stage indicators, such as turn over ratio, expired or damaged drugs, dead drug stocks and drug availability that was not optimal in hospitals. Most articles report discrepancies in drug distribution indicators based on WHO (1993), Ministry of Health (2008) and Pudjaningsih (1996). This shows that drug management in hospitals is not optimal. The findings of this study may be of interest to pharmacists, doctors and other health workers to pay attention to the smooth cooperation of drug management in hospitals. 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesesuaian Indikator Pengelolaan Obat Terhadap Capaiannya di Instalasi Farmasi Rumah Sakit , A Literature Review Nopita, Rika; Yasin, Nanang Munif; Endarti, Dwi
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 1, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i1.22312

Abstract

Tahap pengelolaan obat di rumah sakit merupakan komponen vital dalam sistem perawatan kesehatan, hal ini mencerminkan peran krusial obat-obatan dalam pengobatan pasien, dampaknya terhadap biaya operasional rumah sakit, serta keselamatan dan kualitas perawatan pasien. Tujuan dari literature review ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap indikator dengan nilai standar efisiensi pada tahap selection, procurement, distribution, dan use melalui penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah menerapkan metode Prisma serta meneliti artikel yang tersedia dalam dua basis data ilmiah, yaitu Google Scholar dan Garuda, yang diterbitkan antara tahun 2012 hingga 2022. Dari proses ini, berhasil diidentifikasi tujuh artikel yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan untuk dilakukan analisis sistematis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan faktor pengaruh penyebab tercapainya indikator dalam sistem pengelolaan obat diinstalasi farmasi rumah sakit antara lain temuan terkait  sistem pengadaan yang belum efektif, anggaran terbatas, perencanaan kebutuhan obat yang tidak sesuai, serta sistem distribusi dan penggunaan obat yang belum optimal sehingga perlunya perbaikan dalam pengelolaan obat di rumah sakit guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan.