cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
genericsjournal@gmail.com
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Medicine, Diponegoro University Prodi Farmasi FK Undip, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Generics: Journal of Research in Pharmacy
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27749967     DOI : -
Core Subject : Health,
Pharmacy practice, pharmacy education, social pharmacy, clinical pharmacy, Phytochemistry, Pharmacoeconomics, Pharmacokinetics, Pharmacology, Pharmaceutics, Pharmaceutical Pharmacy, Biology Pharmacy, Medicinal Chemistry, and related topics in Pharmacy
Articles 83 Documents
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Harmoni Dada : Inovasi Minyak Perawatan Payudara Berkhasiat pada Ibu Menyusui dari Minyak Atsiri Daun Mint (Mentha piperita) Purwaeni, Purwaeni; Aliansy, Diani; Jaojah, Siti; Aulia, Reza Nurul; Meilasari, Rika Nur; Pertiwi, Dini Yulianti; Carla, Natasya Cintya
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 1 (2025): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 5, Edisi 1, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i1.25570

Abstract

Daun mint (Mentha piperita) dikenal luas karena kandungan kimianya yang memiliki berbagai manfaat kesehatan. Daun mint mengandung senyawa aktif seperti mentol, menton, dan flavonoid yang dapat membantu mengurangi peradangan. Senyawa-senyawa ini berfungsi dengan menghambat pelepasan mediator inflamasi, seperti prostaglandin dan sitokin, yang berperan dalam proses peradangan. Selain itu, daun mint juga memiliki efek analgetik atau pereda nyeri. Kandungan mentol pada daun mint mampu memberikan sensasi dingin yang dapat meredakan nyeri dengan cara menghambat sinyal rasa sakit di saraf perifer. Penelitian ini bersifat eksperimental dan bertujuan untuk memformulasikan minyak atsiri dari daun mint. Produksi minyak atsiri dari daun mint dilakukan dengan metode destilasi. Minyak Harmoni Dada dibuat dalam 2 formulasi yakni F1 dengan konsentrasi minyak atsiri 3% dan F2 dengan konsentrasi 6%. Minyak Harmoni Dada dari minyak atsiri daun mint dievaluasi selama 4 minggu meliputi organoleptis, uji pH serta uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mint dapat diformulasikan menjadi produk minyak Harmoni Dada yang berfungsi sebagai perawatan payudara. Minyak dengan konsentrasi minyak atsiri 6% pada F2 merupakan sediaan yang paling baik. Bentuknya cair, warnanya kekuningan, wangi daun mint, homogen dengan pH 5, tidak menyebabkan iritasi pada kulit, disukai panelis dan memiliki efek menenangkan.
Analisis Flavonoid Total Ekstrak Buah Bit (Beta vulgaris L.) Berdasarkan Metode dan Lama Ekstraksi Secara Spektrofotometri Vifta, Rissa Laila; Marini, Yeni; Puspitasari, Anita Dwi; Badriyah, Lailatul; Sulastri, Sulastri
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 1 (2025): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 5, Edisi 1, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i1.25639

Abstract

Buah bit (Beta vulgaris L.) mengandung flavonoid dengan berbagai aktivitas farmakologis. Penelitian ini menganalisis kadar flavonoid total pada ekstrak buah bit berdasarkan metode dan lama ekstraksi. Simplisia diekstraksi dengan metode maserasi (3 dan 5 hari) serta digesti (3 dan 6 jam). Uji kualitatif flavonoid dilakukan dengan uji warna dan KLT, sementara kadar flavonoid total ditentukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, kemudian dianalisis secara statistik dengan ANOVA dan uji posthoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak metode maserasi selama 3 dan 5 hari sebesar 24,66% dan 24,88%, sedangkan metode digesti selama 3 dan 6 jam sebesar 10,06% dan 16,59%. Nilai Rf kuersetin sebesar 0,80, dengan nilai Rf ekstrak berturut-turut 0,41; 0,65; 0,68; dan 0,80. Kadar flavonoid total pada metode maserasi 3 dan 5 hari sebesar 61,40 mgQE/g dan 67,62 mgQE/g, sedangkan metode digesti 3 dan 6 jam sebesar 64,45 mgQE/g dan 73,32 mgQE/g. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05), dengan kadar flavonoid tertinggi diperoleh dari metode digesti selama 6 jam. Dengan demikian, metode dan lama ekstraksi berpengaruh terhadap kadar flavonoid total dalam ekstrak buah bit.
Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat dan Faktor yang Memengaruhi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Nasional Diponegoro Mumtaz, Ananda Rifda Fairuz; Annisaa', Eva; Dini, Intan Rahmania Eka
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 1 (2025): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 5, Edisi 1, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.%v.%i.%Y.%p

Abstract

Waktu tunggu pelayanan resep obat termasuk salah satu indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit pada unit standar farmasi dengan kriteria ≤30 menit untuk resep non racikan dan ≤60 menit untuk resep racikan. Pada kenyataannya waktu tunggu pelayanan resep obat tidak memenuhi SPM Rumah Sakit yang mengakibatkan pasien memilih untuk mengambil obat keesokan harinya, fenomena ini juga terjadi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSND Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tunggu pelayanan resep obat pasien rawat jalan dan mengetahui faktor yang memengaruhi waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RSND. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional berdasarkan hasil observasi waktu tunggu pelayanan resep obat, serta sampel resep responden untuk mendapatkan data jenis pasien, jenis resep obat yang ditebus, dan jumlah item obat dalam resep. Hasil penelitian waktu tunggu pelayanan resep obat pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RSND 82,60% tidak sesuai standar. Hasil analisis menunjukkan faktor jenis resep (p=0,821), jenis pasien (p=0,583), dan jumlah item obat dalam resep (p=0,234) tidak memengaruhi lamanya waktu tunggu pelayanan resep obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSND. 
Evaluasi Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Racikan dan Non-Racikan di Rumah Sakit X Kota Surakarta Mengacu Pada Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Purwaningsih, Avianti Eka Dewi Aditya; Untsa, Farrohatul; Widyaningrum, Riana
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 2 (2025): Generics : Journal of Research in Pharmacy Volume 5, Edisi 2, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i2.25643

Abstract

Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit dalam pelayanan kefarmasian diklasifikasikan berdasarkan sejumlah kriteria, satu diantaranya adalah durasi waktu tunggu resep. Rumah Sakit X di Kota Surakarta, yang merupakan fasilitas kesehatan pemerintah Tipe C sekaligus pusat rujukan, mengalami lonjakan pasien di setiap polikliniknya. Kondisi ini menyebabkan tingginya jumlah resep yang diterima oleh unit farmasi rawat jalan, sehingga kerap terjadi keterlambatan yang menyulitkan pasien. Penelitian ini ditujukan guna mengetahui kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan non racikan pasien rawat jalan di Rumah Sakit X Kota Surakarta berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kementerian Kesehatan RI. Berdasarkan temuan penelitian kesesuaian waktu tunggu pada resep non racikan dan racikan di Rumah Sakit X Kota Surakarta sudah mengacu pada standar pelayanan minimal pelayanan rumah sakit. Keseluruhan jumlah resep  nonracikan dan racikan di Rumah Sakit X Kota Surakarta yang merujuk kepada standar pelayanan minimal pelayanan rumah sakit berjumlah 199 resep (95,7%) dan hanya 9 resep (4,3%) yang tidak mengacu pada waktu tunggu berdasarkan standar pelayanan minimal pelayanan rumah sakit. Dengan demikian, maka dapat ditarik simpulan bahwasanya sebagian besar waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan nonracikan di Rumah Sakit X Kota Surakarta sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
Optimasi Na-CMC dan Gliserin Pada Gel Tabir Surya Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea) dengan Metode Simplex Lattice Design Sumule, Arsiaty
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 2 (2025): Generics : Journal of Research in Pharmacy Volume 5, Edisi 2, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i2.26092

Abstract

Tabir surya mencegah efek negatif dari sinar ultraviolet. Namun, agen tabir surya sintetis memiliki efek samping. Sebab itu, diperlukan tabir surya berbahan alam karena ramah lingkungan dan minim efek samping. Bunga telang mengandung senyawa antosianin yang menangkal radikal bebas. Gelling agent dan humektan menjadi faktor kritis yang mempengaruhi sifat fisik gel. Optimasi formula memungkinkan penentuan rasio bahan yang ideal tanpa melalui proses coba-coba, sehingga menghemat waktu, biaya, dan penggunaan bahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi Na-CMC dan gliserin pada sifat fisik gel tabir surya ekstrak bunga telang dan mengetahui formula yang optimum. Jenis penelitian yaitu eksperimental dengan membuat delapan formula gel variasi Na-CMC dan gliserin serta diuji sifat fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, nilai pH, daya sebar, viskositas, dan daya lekat. Hasil dianalisis menggunakan Design Expert 11.1.2.0 dengan metode simplex lattice design untuk mendapatkan formula optimum. Hasil penelitian menunjukkan formula optimum gel tabir surya ekstrak bunga telang dengan kombinasi Na-CMC 6% dan gliserin 4% sehingga diperoleh nilai pH 5,459, daya lekat 57,685 detik, daya sebar 2,784 cm2, dan viskositas 555,036 dPas. Kombinasi Na-CMC dan gliserin memberikan pengaruh pada sifat fisik, seperti nilai pH, daya lekat, daya sebar, dan viskositas pada sediaan gel tabir surya ekstrak bunga telang.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Bakau Rhizophora mucronata terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans Wijayanti, Grace Eka; Ardiana, Dian; Rusli, Christina
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 2 (2025): Generics : Journal of Research in Pharmacy Volume 5, Edisi 2, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i2.25718

Abstract

Candida albicans merupakan jamur oportunistik yang banyak ditemukan di negara tropis seperti Indonesia dan dapat menyebabkan sariawan, lesi kulit, vulvavaginitis, kandidiuria, serta kandidiasis pada individu dengan gangguan sistem imun. Obat antijamur Candida albicans yang digunakan selama ini memiliki efek samping serta resistensi. Alternatif yang mungkin dapat digunakan adalah daun Rhizophora mucronata yang mengandung alkaloid, flavonoid, steroid, triterpenoid, tanin, dan saponin yang berperan sebagai antijamur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan metode difusi cakram.  Sampel penelitian ini terdiri dari 24 sampel yang terbagi dalam 6 kelompok, yakni kelompok kontrol positif dengan nistatin, kontrol negatif dengan akuades, kelompok ekstrak 25%, 50%, 75%, dan 100%. Candida albicans diinokulasi pada sabouraud dextrose agar. Kemudian agar tersebut diberi ekstrak etanol daun Rhizophora mucronata dan diukur daya hambatnya dengan jangka sorong. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ekstrak 50%, 75%, dan 100% dengan konsentrasi 100% memiliki daya hambat paling tinggi, yakni sebesar 9,2225 mm. Pada konsentrasi ekstrak 25% tidak menunjukkan adanya daya hambat. Dengan demikian, ekstrak etanol daun Rhizophora mucronata dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans mulai pada konsentrasi 50%. Ekstrak Rhizophora mucronata konsentrasi 100% membentuk zona hambat tertinggi pada pertumbuhan Candida albicans.
Kualitas Hidup dan Faktor yang Mempengaruhinya pada Pasien dengan Diabetes Melitus: Narrative Review Nugraha, Akbar Eka
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 2 (2025): Generics : Journal of Research in Pharmacy Volume 5, Edisi 2, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i2.26098

Abstract

Diabetes melitus merupakan kelompok penyakit kronik yang akan terus menyertai sepanjang hidup sehingga mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Artikel ini bertujuan untuk melakukan narrative review terhadap tingkat kualitas hidup dan faktor sosial ekonomi yang mempengaruhinya. Narrative review dilakukan dengan menggunakan prisma diagram yang menunjukan proses pemilihan artikel. Pemilihan artikel menggunakan database di Medline, Sage Journal, dan Science Direct. Artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi kemudian dilakukan ekstraksi data berupa rangkuman nilai kualitas hidup dan faktor sosial ekonomi yang mempengaruhinya. Keseluruhan artikel menggunakan berbagai model kuesioner kualitas hidup, yang sebagian besar menggunakan kuesioner EQ 5D 5L, dalam mengukur tingkat kualitas hidup pasien dengan diabetes pada berbagai lokasi penelitian di beberapa negara. Nilai kualitas hidup pasien dengan diabetes melitus berdasarkan hasil penelitian memiliki tingkat rendah ke moderat. Faktor sosial ekonomi yang berpengaruh adalah jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan, tingkat pendapatan, status pernikahan, dan dukungan sosial. Selain itu faktor klinik juga mempengaruhi kualitas hidup pasien diabetes, yaitu adanya penyakit penyerta dan komplikasi, tingkat kontrol glukosa, kebiasaan aktivitas fisik, lama menderita, dan peningkatan BMI. Penelitian lanjutan dapat lebih berfokus pada tingkat kekuatan dampak faktor sosial ekonomi terhadap nilai kualitas hidup pada pasien diabetes melitus. 
The Association Between the Knowledge and Self-Medication Practices for Upper Respiratory Tract Infection (URTI) in the DKI Jakarta Population Nathanael, Kevin; Jonlean, Reganedgary; Gayatri, Anggi
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 2 (2025): Generics : Journal of Research in Pharmacy Volume 5, Edisi 2, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i2.26022

Abstract

Most upper respiratory infections (URTIs) are caused by viruses and are self-limiting. It is one of the most frequent diseases to be treated with self-medication. Approriate self-medication practices will increase the safety of drug use. These practices need to be supported by a good level of knowledge. Therefore, this study was aimed to assess the association between level of knowledge and self-medication practices for URTIs in DKI Jakarta population. This cross-sectional study used an online questionnaire distributed around DKI Jakarta. The answers given by the subjects in the questionnaire will be used as our primary data, and the sample population was comprised of adult residents of DKI Jakarta. The questionnaire was developed by the study team and had been tested for validity and reliability before being used for data collection9. The questionnaire was divided into 3 parts, for collecting demographic data, self-medication patterns and level of knowledge regarding self-medication in URTIs. A Chi Square test was performed to analyze the association between level of knowledge and appropriateness of self-medication practices, with p value = 0.05. A total of 102 participants were analyzed at the end of this study. Information from peers tends to be the source of information for most participants, with 73.5% from friends and neighbors and 84.3% from family members. Only 21.6% of participants sought information from medical professionals. As many as 91.2% of participants took antibiotics to relieve their symptoms of URTI without prescription. Most subjects had an adequate level of knowledge (51%) and only a few subjects had a poor level of knowledge (4.9%). There was no significant association between the level of knowledge and the appropriateness of selecting drugs to treat fever, cough and rhinorrhea in this study. Most of the participants have an adequate level of knowledge on self-medication for URTI symptoms. However, there was no association between level of knowledge and the appropriateness of drug selection and the consumption of antibiotics without doctor prescription is still a common practice
Evaluasi Penggunaan Obat Antibiotik Secara Kualitatif dan Kuantitatif Pada Pasien Rawat Inap Tonsilitas RS X Surakarta Purwaningsih, Avianti Eka Dewi Aditya; Effendy, Aura Nurul Alfiah; Widyaningrum, Riana
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 2 (2025): Generics : Journal of Research in Pharmacy Volume 5, Edisi 2, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i2.25642

Abstract

Tonsilitis suatu kondisi peradangan pada bagian tonsil palatinda, termasuk salah satu bagian dari cincin waldeyer yang sering disebabkan oleh virus Epstein Barr. Infeksi ini ditularkan melalui cairan tubuh (air liur) dan udara (air borne, droplet). Pemberian antibiotik pada nyeri tenggorokan khususnya pada tonsilitis yang tidak sesuai dengan algoritma terapi dapat menimbulkan resistensi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik di Rumah Sakit X Surakarta. Penelitian observasional dengan metode probability sampling untuk analisa deskriptif. Penggunaan antibiotika dianalisa kuantitatif (metode ATC/DDD) dan kualitatif (metode Gyssens). Data yang didapatkan dianalisa secara deskriptif kemudian ditampilkan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian, penggunaan antibiotik selama bulan Januari – Desember 2023 memiliki nilai DDD sebesar 39,182 DDD. Penggunaan antibiotik paling besar yaitu Cefuroxime dengan nilai DDD/100 hari sebesar 19,705 DDD. Hasil evaluasi secara kualitatif ditemukan ketidakcocokan pada kategori IVA, IVC, IVD, dan IIIB sebanyak 33 kasus (53,2%).
Total Fenolik dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss) Puspitasari, Lia; Hifna, Rifki Maulana; Manalu, Rosario Trijualiamos
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 2 (2025): Generics : Journal of Research in Pharmacy Volume 5, Edisi 2, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i2.25937

Abstract

Tubuh membutuhkan antioksidan untuk menetralisir stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal. Daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) diketahui memiliki antioksidan alami yang mampu menghambat oksidasi radikal bebas. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antioksidan dan kandungan total fenolik daun mimba. Pembuatan ekstrak dengan cara maserasi menggunakan etanol 95% dan fraksinasi bertingkat dengan n-heksan, etil asetat, dan air. Penapisan fitokimia meliputi uji senyawa metabolit sekunder. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH dan FRAP, serta total fenolik diuji menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Ekstrak daun mimba terbukti positif mengandung senyawa saponin, alkaloid, tanin, fenolik, flavonoid, dan glikosida. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 ekstrak etanol 95%, fraksi air, n-heksana, dan etil asetat daun mimba masing-masing 109,6949; 117,1608; 147,2686; 131,4615 ppm pada DPPH dan 82,315; 115,661; 326,554; 737,732 ppm pada FRAP. Total fenolik ekstrak etanol 95%, fraksi air, n-heksana, dan etil asetat daun mimba sebesar 66194,94; 27165,06; 13801,06; 25181,46 mg TAE/kg sampel asam tanat. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi daun mimba memiliki aktivitas antioksidan kuat sampai sedang.