cover
Contact Name
Fatimah Nur Hidayah
Contact Email
fatimahnur.h@sttw.ac.id
Phone
+6285652004006
Journal Mail Official
fatimahnur.h@sttw.ac.id
Editorial Address
Kantor Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta Jl. Raya Solo Baki Km.2 Kwarasan, Solo Baru, Sukoharjo.
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknika
ISSN : 16936329     EISSN : 23373148     DOI : https://doi.org/10.52561/teknika
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknika merupakan jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi riset dan pengembangan terkini dalam bidang teknologi. Ruang lingkup Jurnal Teknika meliputi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Sistem Informasi, Teknik Industri dan Kimia Tekstil. Design Manufacture Konversi Energi Material Data analysis Artificial Intelligence Virtual Reality Information System Data mining Dessision Support System Instrumentation and Control Electrical (Power) Electronics Engineering Industrial Engineering Optimasi Sistem Produksi Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan Penjadwalan dan Manajemen Operasi/Proyek Computer-Integrated Manufacturing System Sustainable Product Design and Manufacturing Penelitian Operasional dan Decision-Making Model Manajemen Teknologi Pengukuran Kerja, Faktor-Faktor Manusia dan Ergonomi Rekayasa dan Pengendalian Kualitas Sistem Logistik dan Supply Chain Management Perancangan dan Pengembangan Produk Concurrent Engineering Analisis Ekonomi Teknik Pemodelan Sistem dan Analisis Simulasi Perancangan Layout Fasilitas Reliability and Maintenance Engineering Sistem dan Teknologi Informasi Rekayasa Pelayanan (Service Engineering) Technopreneurship dan Inovasi Aplikasi Model Stokastik dalam Teknik Industri Aplikasi Metode Metaheuristik dalam Teknik Industri Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan ajang berbagi karya riset dan pengembangannya di bidang teknologi. Pemuatan artikel di jurnal ini dialamatkan ke kantor editor. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi mitra bestari dan/atau editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan Oktober).
Articles 115 Documents
PENGARUH TEKANAN GESEK DAN WAKTU PENGELASAN TERHADAP KEKUATAN TARIK SAMBUNGAN LOGAM TAK SEJENIS ST 41 DAN STAINLESS STEEL 304 DENGAN FRICTION WELDING Bambang margono; Y. Yulianto Kristiawan; Edy Suryono; Lujeng Widodo
Teknika Vol 8 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v8i1.247

Abstract

Friction welding adalah jenis pengelasan yang banyak digunakan dalam industri otomotif dan dirgantara untuk menyambungkan material antara logam dan termoplastik. TekNik penyambungan las ini memiliki banyak keunggulan antara lain kemampuan las yang baik dalam aplikasi sambungan dari bahan yang serupa dan tidak sejenis (paduan sejenis/berbeda), tidak perlu bahan tambah (non-consumable). Metode pengelasan gesekan penggerak kontinu memanfaatkan rotasi gesekan dari satu objek sementara yang lain tidak bergerak. Variasi yang dilakukan adalah kecepatan putar 1800 rpm, dimana parameter yang mempengaruhi hasil kuat tarik adalah waktu gosok dan waktu tempa.Variasi waktu gesekan yang digunakan waktu penahanan 70 detik, 75 detik, dan 80 detik. Tekanan yang digunakan ialah 40 g/cm² dan 50 kg/cm². Bahan yang digunakan beda material logam baja ST 41 dan stainless steel 304. Tekanan tempa 40 kg/cm² menghasilkan kekuatan tarik 11,466 kN/mm², 14,475 kN/mm², dan 14,928 kN/mm². Nilai kekuatan Tarik tersebut berlaku pada waktu penyambungan 70 detik, 75 detik, dan 80 detik. Sedangkan untuk tekanan tempa 50 kg/cm² didapatkan hasil bahwa kekuatan tarik semakin besar. Nilai kekuatan Tarik berturut-turut pada waktu penyambungan 70 detik, 75 detik, dan 80 detik ialah 14,841 kN/mm², 13,647 kN/mm², dan 18,647 kN/mm². Hasil pengujian tarik menggunakan metode penyambungan fricton welding dengan parameter tekanan 50 kg/cm²) dan 3 waktu (70 detik, 75 detik, 80 detik) dapat dikatakan semakin lama durasi gesek/penyambungan maka akan makin kuat pula kekuatan tarik pada sambungan tersebut. Tekanan tempa 50kg/cm², waktu gesek 80 detik merupakan sambungan terkuat nilainya 18,647 KN/mm² semakin lama waktu penyambungan maka banyak material yang melebur danl penyambungan semakin melebar.
STUDI REKAYASA PENINGKATAN SIFAT MEKANIK KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT AMPAS TEBU DENGAN MENGGUNAKAN SILANE COUPLING AGENT Siswanto Siswanto; Teguh Wiyono; Petrus Heru Sudrago; Arif Rachmadi
Teknika Vol 8 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v8i1.244

Abstract

Penelitian material komposit tentang studi rekayasa peningkatan sifat mekanik komposit poliester berpenguat serat ampas tebu dengan menggunakan coupling Agent, ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Vinil Silane Coupling Agent pada komposit terhadap sifat mekanik kekuatan lentur dan kekuatan tarik. Komposit mengunakan matrik polyester resin BQTN 157, penguat komposit mengunakan serat ampas tebu panjang 15 mm, dan coupling agent menggunakan vinyl silane variasi volume 0%, 1%, 2%. Hardener mengunakan jenis MEXPO 2wt%. Pembuatan material komposit dengan sistem compression moulding dengan hydraulic press dengan tekanan 7 ton dalam waktu 24 jam. Komposit disiapkan dari sampel untuk menguji sifat lentur ASTMD 790 dan sifat tarik ASTMD 3039. Foto SEM diambil untuk menentukan morfologi permukaan retak sampel.  Hasil pengujian lentur menunjukkan bahwa kekuatan lentur tertinggi diperoleh dengan perubahan volume vinyl silane coupling agent 2% sebesar 113,04 N/mm2, sedangkan kekuatan lentur terendah diperoleh dengan perubahan volume vinyl silane coupling agent 0% sebesar 34,76 N/mm2. Hasil uji tarik menunjukkan nilai tarik maksimum sebesar 11,80 N/mm2 yang dihasilkan oleh perubahan volume vinyl silane coupling agent 2%, sedangkan nilai kekuatan tarik minimum sebesar 10,93 N/mm2 dihasilkan oleh perubahan volume vinyl silane coupling agent 0%.
ANALISIS RUGI DAYA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI SAAT PEMBEBANAN BERDASARKAN POLA DISEMASI JALA-JALA VOLTASE MADYA 20 KV MENGENAI KUALITAS LISTRIK KOTA SOLO Maju Binoto; Fariyono Fariyono; Emanuel Budi Raharjo
Teknika Vol 8 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v8i1.222

Abstract

Kota Solo saat ini perkembangannya sangat pesat dimana banyak bermunculan perhotelan, pertokoan serta perkantoran. Penghasilan masyarakat kota Solo setiap tahun  meningkat sehingga pemakaian energi listrik  juga semakin bertambah banyak. Letak pusat pembangkit tenaga listrik kepada konsumen jaraknya sangat jauh. Untuk menyalurkan energi listrik dari pusat pembangkit tenaga listrik ke konsumen terlebih dahulu menaikan tegangan dengan trafo step up kemudian ditransnisikan ke pusat-pusat beban listrik. Digardu induk tegangan diturunkan menggunkan trafo step down.  Setelah tegangan energi listrik diturunkan pada gardu induk kemudian didistribusikan melalui trafo distribusi agar sampai kepada konsumen listrik. Selama penyaluran listrik dari pusat pembangkit tenaga listrik ke pelanggan listrik akan terjadi pengurangan muatan listrik. Faktor terjadi berkurangnya kapasitas tenaga listrik disebabkan ada sejumlah unsur seperti jarak penyaluran dari pusat pembangkit ke konsumen sangat jauh, ketaksimetrisan muatan listrik menyebabkan penghantar menghasilkan temperatur tinggi. Tujuan dari penelitian ini memanisfestasikan turun daya listrik di kota Solo dibawah 10 % supaya energi listrik dapat dinikmati oleh warga kota Solo. Model yang digunakan dalam penelitian ini berupa  model perhitungan rugi daya dan hasil pada jaringan distribusi dengan memakai struktur kurva daya dan dikaitkan dengan kurva beban pada masing-masing stasiun distribusi. Rugi daya saluran teganggan medium diperhitungkan   sesuai dengan jumlah arus beban yang mengalir pada kawat penghantar. Pada saat yang sama, rugi daya trafo dihitung berdasarkan kondisi beban. Berdasarkan hasil perhitungan untuk beban tegangan medium yang terkecil pada gardu SKA 2114 sebesar 21,701 KVA dan terbesar pada gardu SKA 2104 sebesar 74,36 KVA. Sedangkan hasil perhitungan untuk arus nominal trafo yang terkecil yaitu pada gardu SKA2101, SKA2102, SKA2103, SKA2110, SKA 2111, SKA2112, SKA2113, SKA2114, SKA2115, SKA2116, SKA2117 yaitu sebsar 5,28 Ampere dan untuk yang terbsar pada gardu SKA2107 sebesar 11,56 Amper. Hasil perhitungan prosentase rugi trafo pada saat pembebanan yang terkecil yaitu pada gardu SKA 2104 sebesar 1,17% dan terbesar pada gardu SKA 2114 sebesar 4,56%.
PENGARUH NITROCARBURIZING TERHADAP KEKERASAN DAN LAJU KOROSI PADA BAJA TAHAN KARAT AISI 410 Sriyanto Sriyanto; Edy Iryanto
Teknika Vol 8 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v8i1.245

Abstract

Baja tahan karat jenis AISI 410 adalah salah satu baja tahan karat yang sering digunakan dibidang medis.Perbaikan sifat mekanis pada baja tahan karat martensitik biasa dilakukan dengan metode  pengerasan permukaan.Berbagai kegiatan rekayasa permukaan sudah dikembangkan untuk menaikkan tingkat kekerasan.contohnya dengan metode nitrocarburizing.Penelitian ini dilaksanakan untuk mempelajari adanya pengaruh variasi waktu1,2,3,4,5,dan 6 jam terhadap proses nitrocarburizing baja tahan karat jenis AISI 410 terhadap kekerasan dan laju korosi. Lapisan luar benda uji yang telah dihaluskan kemudian dibersihkan, kemudian dilakukan siklus nitrocarburizing pada suhu 400°C dengan variasi waktu:1,2,3,4,5, dan 6 jam. Dengan tekanan konstan 1,6 mbar. dalam iklim yang dipengaruhi oleh kombinasi gas hidrogen, nitrogen dan metana yang memiliki proporsi berat: 19,31% H2, 3,08% CH4 dan keseimbangan N2. Prosedur yang dipakai adalah pelepasan kilatan plasma akan membuat partikel N dan C disimpan ke lapisan luar benda uji. Benda uji yang muncul karena nitrocarburizing diuji kekerasannya dengan penganalisa kekerasan Vickers. Benda uji juga dicoba untuk uji korosi dengan galvanostat yang merupakan alat uji korosi yang memiliki tiga sel terminal menggunakan media NaCl 0,9%. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa contoh baja tahan karat AISI 410 diperlakukan dengan nitrocarburizing dengan nilai tertinggi selama waktu 5 jam dan diperoleh kekerasan senilai 367,78 VHN. Sedangkan kekerasan bahan baja tahan karat AISI 410 sebelum dilakukan proses nitrocarburizing memiliki nilai kekerasan 210,2 VHN. Sehingga didapatkan peningkatan kekerasan sebesar 157,78 VHN setelah dilakukan sistem nitrocarburizing. Hasil pengujian korosi menunjukan laju korosi pada bahan raw material baja tahan karat AISI 410 adalah sebesar 0,2990 mpy, setelah dilakukan proses nitrocarburizing pada baja tahan karat jenis AISI 410 pada suhu 400°C dengan tekananan konstan sebesar 1,6 mbar didapatkan nilai laju korosi tertinggi selama 2 jam ialah 0,3737 mpy. Sehingga dari hasil nitrocarburizing untuk tingkat laju korosi baja tahan karat AISI 410 mengalami penurunan sebesar 0,0747 mpy.
APLIKASI ESP8266 SEBAGAI PENGENDALI SMART ROOM Budi Nugroho; Rahmat -; Roedy Kristiyono
Teknika Vol 8 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v8i1.248

Abstract

Teknologi mikrokontroller berkembang sangat cepat dengan menyajikan fitur sistem jaringan komputer. Sehingga mikrokontoller sangat mendukung untuk diaplikasikan pada sistem kendali cerdas. ESP8266 merupakan salah satu mikrokontroller yang didukung dengan teknologi WiFi dimana sangat memungkinkan perangkat mikrokontroller ini dikoneksikan dengan sebuah jaringan komputer sehingga dapat diakses menggunakan smartphone.  Dengan demikian proses pengendalian bisa dilakukan menggunakan smartphone melalui jaringan komputer. Tujuan penelitian ini mengaplikasikan mikrokontroller ESP8266 sebagai perangkat kendali Smart Room. Penelitian dilakukan dengan tahapan penentuan obyek yang akan dikontrol pada Smart Room, dilanjutkan dengan menyiapkan perangkat yang dibutuhkan untuk merealisasikan sistem tersebut. Tahapan berikutnya menginstal MQTT broker pada Rapsberry Pi, pembuatan program pada  ESP8266 dilanjutkan dengan merangkai perangkat kendali pada Smart Room.  Pengujian  sistem dengan menguji proses pengendalian pada sistem pencahayaan ruangan, AC ruangan, pengoperasian LCD projector dan pengaturan buka/tutup layar LCD. Hasil pengujian sistem sudah  bekerja, baik pengendalian lewat HMI maupun Handphone.
EFEK VARIASI KOMPOSISI PASA KOMPOSIT ALUNIMUM – SILIKONDENGAN VARIASI SUHU SINTERIG TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO Agung Supriyanto; Margono -; Komar Roni
Teknika Vol 8 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v8i1.249

Abstract

Pengembangan material terus dilakukan oleh para peneliti. Hal ini bertujuan untuk menemukan materuial baru yang memiliki sifat sesuai kebutuhan yang terus berkembang. Tujuan lainnya adalah upaya untuk mengurangi limbah dengan mengolah kembali (recycle) menjadi material baru yang lebih bermanfaat.  Salah satu upaya pengembangan material dalah dengan menggabungkan beberapa material menjadi komposit, serta dengan dengan metode fabrikasi yang lebih ramaha lingkungan dengan metode metalurgi serbuk. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan material komposit dengan matrik alumnimum dan penguat silikon. Penelitin dilakukn dengn variasi komposisi alumium: silikon sebesar 80% ; 20%. Hasil penelitian diuji dengan photo mikro, dimana ditemukan adanya porositas. Tingkat porositas semakin tinggi seiring dengan peningkatan komposisi silikon. Sampel SA03 memiliki tingkat prositas tertinggi diabnding sampel SA02 dan SA03. Pengujian kekerasan menunjukkan nilai kekerasan tertitng di capai oleh SA03 dengan nilai 29,1, diikuti dengan SA02 dengan nili 25,2 dan terakhir SA01 dengan nilai 22,92. Semakin tinggi nilai komposisi silikon, nilai kekerasan semakin tinggi.
TAGUCHI L4 (23) TERHADAP UJI PERFORMA LINEARITAS JUMLAH PUTARAN PADA KIPAS ANGIN PENGERAK MAGNET PERMANEN HEMAT LISTRIK joko prihatin; Rizki Bobby Syahputra; Roedy Kristiyono Kristiyono; Sulistyadi Sulistyadi
Teknika Vol 8 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v8i1.252

Abstract

Pembangkit energi listrik kini mengalami problematika, ini disebabkan karena menipis nya fosil maupun batu bara yang di gunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Sehingga para peneliti mulai mencari solusi dengan melakukan penelitian terkait PLTA, PLTU, PLTG, PLTMn. Penelitian ini bertujuan menganalisa performa energi mekanis putaran yang ditimbulkan dari gaya tolak menolak magnet sejenis untuk memutar fly wheel. Dari sistem energi mekanis putaran itu di salurkan ke kipas untuk mengalirkan udara. Metode riset ini adalah statistik taguchi dengan desain eksperimen L4 menerapkan 3 faktor dan 2 level. Capaian utama adalah perbandingan optimal dari nilai sudut tolak magnet dan jumlah putaran kipas. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Kipas angin berpenggerak magnet permanen ini menghasilkan jumlah putaran maksimal sebesar 1.7 putaran pada komposisi ke 1 dan minimal senilai 1.3 putaran. Nilai perbandingan jumlah putaran yang dihasilkan antara kipas angin berpenggerak listrik mencapai 8 putaran sedangkan dengan berpenggerak magnet permanen senilai 1.7 putaran. Sehingga dengan pengembangan penentuan karakter magnet yang lebih cermat, bisa berpotensi terhadap kinerjanya hemat energi listrik dengan tanpa mengurangi estetika dari kipas angin itu sendiri.
EFEKTIFITAS PENGOLAHAN AIR SUNGAI BENGAWAN SOLO MENGGUNAKAN METODE DOUBLE STAGE COAGULATIONS UNTUK MENURUNKAN PARAMETER TURBIDITY DAN TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS) Ganesha Ganesha; Elvis Umbu Lolo; Yonathan Suryo Pambudi
Teknika Vol 8 No 2 (2023): October 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v8i2.271

Abstract

Pengolahan air minum dengan sumber air baku sungai, diperlukan proses pengolahan lengkap yaitu proses fisika dan kimia dengan melibatkan salah satu proses terpenting yaitu koagulasi flokulasi. Sungai Bengawan Solo merupakan salah satu sumber air baku penting dalam sistem penyediaan minum, khususnya PDAM Kota Surakarta. Sebagai sumber air baku, sungai Bengawan Solo harus melalui proses pengolahan lengkap dengan melibatkan proses koagulasi flokulasi. Dalam prakteknya, proses koagulasi flokulasi yang dipergunakan dalam pengolahan air minum di PDAM Kota Surakarta masih menggunakan proses 100 % satu tahap. Proses koagulasi flokulasi 100% satu tahap memiliki kekurangan yang perlu dikaji jika dibandingkan dengan koagulasi flokulasi dua tahap, terutama pada sumber air baku permukaan yang memiliki kandungan kekeruhan dan bahan organik alami tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengusulkan implementasi proses koagulasi flokulasi dua tahap dalam pengolahan air minum. Metodologi dalam penelitian ini adalah dengan melakukan survei lapangan sungai Bengawan Solo, untuk menentukan titik pengambilan sampel. Alat utama yang dipergunakan adalah jar test, yang berfungsi sebagai prototipe dalam proses koagulasi, flokulasi dan sedimentasi dalam skala scale down. Analisis data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode koagulasi dua tahap (double stage coagulations) memiliki perbedaan yang signifikan serta lebih baik dibandingkan dengan metode koagulasi satu tahap (one stage coagulation). Dosis dan rasio pembubuhan koagulan terbaik menggunakan metode double stage coagulations terjadi pada dosis 50 ppm menggunakan rasio 25% - 75% dengan menunjukan hasil removal kekeruhan hingga 100% dan removal TDS hingga 15%. Metode double stage coagulations mampu menurunkan angka kekeruhan maksimum hingga 100% dan menurunkan angka TDS maksimum hingga 26,43%.
SISTEM KENDALI HOT SAW PADA PEMOTONGAN SAMPEL BAJA PROFIL Asih Awalia; Bagus Dwi Cahyono; Okta Hanggar Dwi Prastyo
Teknika Vol 8 No 2 (2023): October 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v8i2.272

Abstract

Selama proses produksi, mesin pemotong memproduksi beragam tipe produk baja, seperti Equel Angel, I beam, H beam, WF beam, dan U channel sesuai dengan standar pabrik dan sesuai dengan permintaan pelanggan. Operator QC (Quality Control) memotong sampel baja profil dengan hot saw di pabrik Krakatau Baja Konstruksi. Penelitian ini memastikan bahwa bar baja yang dibuat sesuai dengan kriteria perusahaan melalui penggunaan hot saw. Penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara. Saat sebuah mesin menggunakan sensor dan tidak ada operator yang membantunya, mesin tersebut dianggap otomatis. Sistem kontrol mesin hot saw PT. Krakatau Baja Konstruksi sebagian besar adalah semi otomatis. Siemens WinCC digunakan untuk membuat HMI (Human Machine Interface) pada sistem kontrol mesin pemotong besi panas di PT. Krakatau Baja Konstruksi. Hal ini berfungsi sebagai gambar grafis mesin pemotong besi di area cooling bed pabrik produksi baja profil. Kondisi ini memudahkan operator untuk mengoperasikan mesin pemotong besi. Standar kontrol kualitas juga memiliki toleransi untuk batas deviasi toleransi atau patokan baja profil yang ditetapkan oleh PT. Krakatau Baja Konstruksi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa semakin besar nilai volume dimensi produk yang dipotong oleh mesin hot saw, maka durasi pemotongannya semakin lama. Hal ini ditunjukkan dengan data volume dimensi produk 200 mm x 200 mm x 20 mm memiliki durasi pemotongan 6,19 detik.
SISTEM KENDALI JUMLAH CYCLE PADA MESIN COOLING BED DALAM PROSES PENDINGINAN PRODUK BAJA PROFIL (SECTION MILL) Fadel Montoya; Irwanto Irwanto; Okta Hanggar Dwi Prastyo
Teknika Vol 8 No 2 (2023): October 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v8i2.273

Abstract

Cooling bed dalam produksi baja lembaran merupakan salah satu komponen terpenting dalam proses pembuatan baja lembaran (section rolling mill). Fungsinya untuk mendinginkan dan mengatur suhu baja lembaran yang baru saja mengalami proses penggulungan atau pembentukan di rolling mill. Pada proses pengerolan ini, baja panas digulung atau dipadatkan dalam serangkaian gulungan untuk mendapatkan profil atau bentuk yang diinginkan. Penelitian ini dijelaskan tentang sistem kendali pada mesin cooling bed dengan menggunakan Human Machine Interface (HMI) dan control desk. Cooling bed memanfaatkan sistem kendali loop tertutup dengan pengendalian berdasarkan jumlah cycle, dimana cycle yang digunakan sebanyak 4 cycle. Pada pengujian mesin cooling bed ini yang berdasarkan produk baja profil memiliki perbedaan jarak dan juga jumlah maksimal cycle. Proses cycle pada mesin cooling bed ini bertujuan untuk memindahkan baja profil dalam proses pendinginan secara bertahap agar bisa diteruskan menuju mesin pelurus baja (straightening machine). Untuk merubah jumlah cycle pada mesin cooling bed ini dapat diatur melalui counter pada control desk dan juga bisa melalui layar monitor HMI. Penelitian yang dilaksanakan kali ini dapat mengetahui dan menganalisis perbedaan antara jarak cycle mesin cooling bed yang disebabkan oleh perbedaan produk dan ukuran baja profil yang dibuat, jadi setiap masing-masing produk memiliki standar ukurannya sendiri yang dimana standar ukuran tersebut dapat mempengaruhi jumlah cycle pada mesin cooling bed. Pada saat jumlah counter 4 cycle maka produk baja L 150 mm x150 mm x 10 mm bergerak sejauh 50 cm, produk baja H 150 mm x150 mm x 7mm bergerak sejauh 50 cm, produk baja WF 250 mm x125 mm x 6 mm bergerak sejauh 60 cm, produk baja U 250 mm x 125 mm x 6mm bergerak sejauh 55 cm, dan produk baja WF 300 mm x 150 x 6,5 mm bergerak sejauh 65 cm.

Page 7 of 12 | Total Record : 115