cover
Contact Name
Mhd. Fuad Zaini Siregar
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar No. K-2/22, Pos: 20222, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Health and Medical Science
ISSN : -     EISSN : 28100107     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health and Medical Science, secara umum mencakup semua kajian tentang medis dan kesehatan. termasuk kedalamnya adalah kajian Kedokteran, Kesehatan, Farmasi, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan. 1. Kedokteran, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi bedah penyakit dalam, kardiologi, ortopedi, penyakit menular, dan HIV/AID, obstetri dan ginekologi, onkologi, dan neurologi, imunologi, anestesi, kedokteran kardiovaskular, pengobatan komplementer, kedokteran gigi dan kedokteran mulut dan penelitian lain tentang medis. 2. Kesehatan Masyarakat, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Epidemiologi, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik, Kesehatan Seksual dan Reproduksi, Manajemen Rumah Sakit, Ilmu Gizi, Sistem Informasi Kesehatan, dan penelitian lain tentang publik kesehatan. 3. Kebidanan, ruang lingkup topik yang dicakup meliputi Kebidanan Dasar, Manajemen Kesehatan, Medis-bedah, Perawatan Kritis, Gawat Darurat dan Trauma, Onkologi, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Mental, Kesehatan Geriatri, Kesehatan Keluarga, Kesehatan Bersalin, Kesehatan Wanita, Kesehatan Anak, Kebencanaan Keperawatan, Pendidikan kebidanan dan lain-lain penelitian tentang kebidanan. 4. Keperawatan, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Manajemen Keperawatan, Keperawatan Medikal-Bedah, Keperawatan Critical Care, Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Geriatri, Keperawatan Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Keluarga, Keperawatan Maternitas, Kesehatan Wanita, Keperawatan Anak, Pendidikan di Keperawatan, Kebijakan Keperawatan, Keperawatan Hukum, Keperawatan Praktik Lanjutan, Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan penelitian lain tentang keperawatan. 5. Farmasi, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Farmasi, Penemuan Obat, Farmakokinetik, Biologi Farmasi, Obat Herbal, Farmasi, Mikrobiologi Farmasi, dan Bioteknologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, serta Pharmaceutical Care dan penelitian lain tentang farmasi
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Nomor 3 Juli 2025" : 5 Documents clear
Uji Antidepresan terhadap Perilaku Tikus Putih Menggunakan Metode Forced Swimming Test Haryanto, Haryanto; Rahayu, Nur Alam; Khaerani, Husnul; Haryanto Gite, Hasry Awlia; Amalia, Nur Rezky; Fatika, Irul; Rahayu, Gita
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek sedatif dari beberapa sediaan obat psikotropika dan bahan herbal menggunakan metode Forced Swimming Test (FST) pada hewan uji tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini melibatkan enam kelompok perlakuan yaitu: Estazolam (1 mg), Na CMC 0,5% sebagai kontrol negatif, ekstrak daun jambu bol, Alprazolam(1 mg), Zolpidem (10 mg), dan Valeriana officinalis. Setiap kelompok terdiri dari dua ekor tikus yang diberi perlakuan secara oral dan diamati selama 30 menit di dalam wadah berisi air untuk mencatat durasi swimming dan floating dalam satuan detik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa masing-masing perlakuan memberikan efek yang bervariasi terhadap aktivitas motorik tikus. Kelompok yang diberi Alprazolammenunjukkan rata-rata waktu floating tertinggi yaitu 1.194,05 detik, mengindikasikan adanya efek sedatif yang dominan. Namun, hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal, dan uji homogenitas menyatakan data tidak homogen. Uji ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan baik pada variabel swimming  maupun floating . Ketidaksignifikanan ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor seperti ketidaktepatan dosis, perbedaan individu hewan uji, serta rute pemberian obat yang kurang efektif.
Uji Aktivitas Antipiretik Antara Obat Sintetis dan Bahan Alam (Daun Kelor dan Daun Nona) pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Haryanto, Haryanto; Lestari, Nur Widya; Maharani, Desvita; Putri, Nur Antasasyah; Aulia, Andi Latifa; Ramadani, Fitri; Hajir, Ramadhani
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2814

Abstract

Demam merupakan respon fisiologis tubuh terhadap infeksi atau peradangan yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh melebihi normal. Obat antipiretik sintetis, seperti paracetamol, natrium diklofenak, dan ibuprofen, terbukti efektif menurunkan suhu tubuh, tetapi penggunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas antipiretik sintetis dengan bahan alam berupa infusa daun kelor (Moringa oleifera) 10% dan daun nona (Annona reticulata) 5% pada tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi demam menggunakan suspensi ragi kering 20%. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group dengan enam kelompok perlakuan, yaitu kontrol (NaCMC), daun kelor 10%, daun nona 5%, ibuprofen, natrium diklofenak, dan paracetamol. Suhu tubuh diukur sebelum induksi, setelah induksi, serta satu jam setelah pemberian perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan paracetamol memberikan penurunan suhu tertinggi (5,0 °C; 12,89%), diikuti natrium diklofenak (4,8 °C; 12,40%) dan ibuprofen (2,4 °C; 6,22%). Infusa daun kelor dan daun nona menurunkan suhu masing-masing 1,7 °C (4,42%) dan 2,0 °C (5,19%), sedangkan kontrol hanya 1,5 °C (3,90%). Disimpulkan bahwa paracetamol dan natrium diklofenak lebih efektif dibandingkan ibuprofen maupun bahan alam.
Formulasi Dan Karakteristik Fisik Deodorant Stick Dari Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) Hutagalung, Riris Br; Yuniarti, Rafita; Nasution, Haris Munandar; Lubis, Minda Sari
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2818

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki suhu udara rata-rata yaitu ± 22-32°C yang menyebabkan tubuh berkeringat memicu bau badan yang menggangu. Deodorant sintetis berbahan aluminium dan Paraben kerap dihubungkan dengan iritasi bahkan risiko kanker payudara, sehingga diperlukan alternatif berbahan alam. Daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) ,kaya flavonoid, dipilih sebagai kandidat senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengetahui karakteristik fisik deodorant stick dari ekstrak etanol daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) Penelitian eksperimental dimulai dengan pengumpulan, identifikasi, simplisia daun beluntas, serta diikuti ekstraksi,secara maserasi, menggunakan etanol 96% selama lima hari. Ekstrak kental kemudian dimasukkan kedalam empat formula deodorant stick: FO (0%),F1 (1%),F2 (2%), dan F3 (3%). Basis padat terdiri atas Cera Alba, vaselin album, cetyl alcohol, propilen glikol, dan oleum citri. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, titik lebur, waktu leleh, serta uji iritasi metode open- test pada enam sukarelawan. Hasil uji sediaan deodorant berbentuk padat, berwarna hijau muda sampai hijau tua, mempunyai aroma yang khas, homogen, mempunyai pH kurang lebih 6,3-64 ,titik lebur kurang lebih 67,3-67,8°C, waktu leleh 23-25 menit serta aman digunakan karena tidak menyebabkan iritasi. Dengan demikian, sediaan deodorant stick ekstrak etanol daun beluntas telah memenuhi syarat karakteristik mutu fisik dan dinyatakan aman digunakan sebagai deodorant berbahan alam.
Uji Efek Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Cempedak (Artocarpus Integer (Thunb.)Merr) Terhaap Mencit Putih Jantan (Mus Musculu) Febiyani, Rica; Mambang, Elysa Putri; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2819

Abstract

Tumbuhan cempedak (Artocarpus integer (Thunb.) Merr) merupakan tumbuhan dari family Moraceae. Daun cempedak memiliki kandungan flavonoid sehingga diduga memiliki potensi sebagai agen antipiretik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efek antipiretik ekstrak daun cempedak (Artocarpus integer (Thumb.) Merr.)terhadap mencit putih jantan yang diinduksi vaksin DPT-HB-HIB.Metode penelitian ini adalah eksperimental. Proses ekstraksi dilakukan secara maserasi. Hewan uji yang digunakan 25 ekor dan dibagi secara acak menjadi 5 kelompok, kelompok 1 yaitu kontrol negatif CMC 1%, kelompok 2 kontrol positif parasetamol, kelompok 3, 4 dan 5 diberi ekstrak etanol daun cempedak (EEDC) dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 150 mg/kgBB. Pengamatan dilakukan dengan mengukur suhu tubuh mencit jantan dengan selang waktu 30 menit selama 3 jam, kemudian dilakukan analisis statistik dengan uji One Way ANOVA menggunakan Statistical Program Service Solution (SPSS) dilanjutkan dengan uji tukeyHasil uji One Way ANOVA pada menit 30 sampai 180 nilai signifikansi p<0,05 menunjukkan ada perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil uji tukey menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara parasetamol dengan ekstrak etanol daun cempedak dosis 150 mg/kgBB. Hasil dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun cempedak mempunyai aktivitas sebagai antipiretik.
Potensi Antidiabetes Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Inkubasi Terhadap Aktivitas Modulasi Glukosa in Vitro Haryanto, Haryanto; Ulfaidah, Novi
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2937

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi antidiabetes ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) secara in vitro dengan memantau modulasi kadar glukosa. Ekstrak diuji pada tiga konsentrasi (15%, 30%, 60%) dan tiga waktu inkubasi (10, 20, 30 menit) menggunakan metode spektrofotometri dengan reagen DNS. Daun salam dipilih berdasarkan penggunaan etnobotani yang didukung oleh kandungan fitokimia, seperti flavonoid, yang berperan menghambat -glukosidase. Hasil pengujian menunjukkan adanya potensi antidiabetes yang signifikan, terutama pada waktu 20 menit. Pada menit ini, teramati hubungan dosis-respons yang jelas, di mana konsentrasi 60% memberikan aktivitas terkuat (nilai perhitungan terendah: 2,508). Namun, terdapat inkonsistensi data pada waktu pengamatan 10 dan 30 menit, serta fluktuasi tinggi pada kelompok kontrol, yang mengindikasikan perlunya optimasi metode eksperimental. Secara keseluruhan, ekstrak daun salam berpotensi sebagai agen antidiabetes, namun validasi metode lebih lanjut dan replikasi penelitian sangat disarankan. Penelitian lanjutan harus fokus pada isolasi senyawa aktif dan pengujian in vivo.

Page 1 of 1 | Total Record : 5