cover
Contact Name
Ruslang
Contact Email
ruslangners@gmail.com
Phone
+6282190612867
Journal Mail Official
ruslangners@gmail.com
Editorial Address
Jl. Puangrimaggalatung No. 27 Sengkang, Wajo Regency, South Sulawesi Province, 90915
Location
Kab. wajo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mappadising
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mappadisingaccepts articles in quantitative, qualitative, mixed method approaches related to nursing field, such us : Basic Nursing Science: Basic Nursing Nursing Leadership and Management Clinical Nursing Science: Surgical Medical Nursing Emergency Nursing Psychiatric Nursing Child Nursing Maternity Nursing Community Nursing Science: Community Nursing Family Nursing Gerontic Nursing
Articles 53 Documents
HUBUNGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI DAN OSTEOPOROSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOLO KECEMATAN BOLA KABUPATEN WAJO Marwati; Masrah Hasan; Fatmawati
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 2 Nomor 2 September 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.153 KB)

Abstract

Quality of life of the elderly is a functional condition that includes physical health, namely daily activities, so it depends on medical assistance, rest needs, sleep restlessness, illness, energy, and fatigue, mobility, daily activities, work capacity, psychological health, namely positive feelings , physical appearance and image, negative feelings, thinking, learning, concentration, remembering, self-esteem and individual trust, elderly social relationships, namely social support for personal relationships, as well as sexual activity and environmental conditions, namely the home environment, freedom, physical safety, environmental activities, vehicles, security, financial resources, health and social support, health relations and social care. This research uses analytical research with a quantitative analysis approach. The research design used is cross sectional. The number of samples to be studied was 30 people. Collecting data using a questionnaire and interview question sheets. Meanwhile, the data analysis technique used Chi-square. Chis-square results at the 95% confidence level. The results showed that hypertension got p꞊0,001 <0,05, and Osteoporosis got p꞊0,000 <0,05. So it can be concluded that there is a relationship between quality of life and hypertension and osteoporosis in the Solo Public Health Center, Bola District, Wajo Regency. It is hoped that the elderly can further improve their quality of life so that they become productive elderly people to avoid high blood pressure (hypertension) and also maintain nutritional balance so that bones become strong and osteoporosis does not occur. Abstrak Kualitas hidup lansia merupakan kondisi fungsional yang meliputi kesehatan fisik yaitu aktivitas sehari-hari, sehingga sangat tergantung pada bantuan medis, kebutuhan istirahat, tidur gelisah, penyakit, energi, dan kelelahan, mobilitas, aktivitas sehari-hari, kapasitas kerja, kesehatan psikologis, yaitu perasaan positif, penampilan fisik dan citra, perasaan negatif, berpikir, belajar, konsentrasi, mengingat, harga diri dan kepercayaan individu, hubungan sosial lansia yaitu dukungan sosial terhadap hubungan pribadi, serta aktivitas seksual dan kondisi lingkungan yaitu rumah lingkungan, kebebasan, keamanan fisik, kegiatan lingkungan, kendaraan, keamanan, sumber daya keuangan, kesehatan dan dukungan sosial, hubungan kesehatan dan perawatan sosial. Penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan pendekatan analisis kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Jumlah sampel yang akan diteliti adalah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan angket dan lembar pertanyaan wawancara. Sedangkan teknik analisis data menggunakan Chi-square. Hasil Chi-square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan hipertensi p0,001 < 0,05, dan Osteoporosis p꞊0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kualitas hidup dengan hipertensi dan osteoporosis di Puskesmas Solo Kecamatan Bola Kabupaten Wajo. Diharapkan lansia dapat lebih meningkatkan kualitas hidupnya sehingga menjadi lansia yang produktif agar terhindar dari tekanan darah tinggi (hipertensi) dan juga menjaga keseimbangan nutrisi agar tulang menjadi kuat dan tidak terjadi osteoporosis.
PENGARUH FAKTOR USIA TERHADAP TERJADINYA PENYAKIT BENIGN PROSTAT HYPERPLASIA (BPH) DI RUANG RAWAT INAP RSUD LAMADDUKELLENG SENGKANG Ayu Gustikasari; Fatmawati; Eka Hardianti Arafah; Khaeriah B
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 2 Nomor 2 September 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.317 KB)

Abstract

Benign Prostate Hyperplasia (BPH) is a histological diagnosis, which is an uncontrolled proliferation of connective tissue, smooth muscle, and glandular epithelium in the transition zone of the prostate and the incidence increases with age. About 18 – 25% of men over 40 years of age and more than 90% of men over 80 years of age have BPH. The aim of this study was to determine the effect of age on the incidence of BPH at the Lamaddukkelleng Sengkang Regional General Hospital in 2019-2020. This study uses a quantitative study with a Cross Sectional approach based on data from the Medical Records of the Lamaddukelleng Sengkang Hospital with the Accidental Sampling technique. The samples studied were 20 people, the most age was 50 years (70%). The results of the Chi-Square test show that the age factor has a relationship with the occurrence of BPH with p-value = 0.002 which means <0.05. The conclusion of this study is that age has a relationship with the occurrence of BPH. Abstrak Benign Prostate Hyperplasia (BPH) adalah diagnosis histologikal, yaitu proliferasi jaringan ikat, otot polos, dan epitel kelenjar pada zona transisi prostat yang tidak terkendali dan angka kejadiannya meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 18 – 25% laki-laki dengan usia diatas 40 tahun dan lebih dari 90% laki-laki dengan usia di atas 80 tahun mengalami BPH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh usia terhadap kejadian Benign Prostate Hyperplasia (BPH) di Rumah Sakit Umum Daerah Lamaddukkelleng Sengkang tahun 2019-2020. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional berdasarkan data dari Rekam Medis RS Lamaddukelleng Sengkang dengan teknik Accidental Sampling. Sampel yang diteliti sebanyak 20 orang, usia terbanyak adalah 50 tahun (70%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa faktor usia memiliki hubungan dengan terjadinya BPH dengan nilai (p) = 0,002 yang berarti < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah usia memiliki hubungan dengan terjadinya BPH.
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP SEHAT DENGAN KEJADIAN DEMAM THYPOID PADA ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAMADDUKELLENG KABUPATEN WAJO Sitti Husna; Fitriani; Lisna
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 2 Nomor 2 September 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.721 KB)

Abstract

Typhoid fever is an acute infectious disease that usually affects the digestive tract with symptoms of fever that last more than one week. This study aims to determine the determinant factors associated with the incidence of typhoid fever in children. This type of research is an analytic observational research with a cross sectional approach. Data collection using a questionnaire. The population in this study were all children with typhoid fever and parents who had children with typhoid fever at the Lamaddukelleng Sengkang Hospital, Wajo Regency. at the Lamaddukelleng Sengkang Hospital, as many as 15 respondents. This study uses a sampling technique with a non-probability sampling technique, namely by accidental sampling. This analysis method uses the Chi square test in the SPSS version 16.0 program. Based on the results of the bivariate analysis, it was concluded that the relationship between hand washing habits and the incidence of typhoid in children at the Lamaddukelleng Sengkang Hospital, Wajo Regency, p value = 0.01, the influence of parental knowledge with the incidence of typhoid fever in children at the Lamaddukelleng Sengkang Hospital, Wajo Regency, p = 0.01, and the relationship between waste disposal and the incidence of typhoid fever in children at the Lamaddukelleng Sengkang Hospital, Wajo Regency, p value = 0.00. With the aim of applying the knowledge that has been obtained to be able to add scientific insight, especially regarding the relationship between healthy behavior and the incidence of typhoid fever in children at the Lamaddukelleng Sengkang Hospital, Wajo Regency. As a source of information for health care facilities and related institutions in providing health services, especially regarding the determinant factors associated with the incidence of typhoid fever in children. Abstrak Demam thypoid adalah penyakit infeksi akut yang biasa mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian demam thypoid pada anak. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian Observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kusioner. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak penderita demam thypoid dan orang tua yang mempunyai anak yang menderita demam thypoid di RSUD Lamaddukelleng Sengkang Kabupaten Wajo, dari sampel penelitian ini adalah semua anak penderita demam thypoid dan orang tua yang mempunyai anak yang menderita demam thypoid dan di rawat di RSUD Lamaddukelleng Sengkang, sebanyak 15 responden. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan teknik Non probality sampling yaitu dengan cara Accidental sampling. Metode analisis ini menggunakan uji Chi square dalam program SPSS versi 16,0. Berdasarkan hasil analisis bivariat di simpulkan bahwa hubungan kebiasaan cuci tangan dengan kejadian thypoid pada anak di RSUD Lamaddukelleng Sengkang Kabupaten Wajo , nilai p=0,01, pengaruh pengetahuan orang tua dengan kejadian demam thypoid pada anak di RSUD Lamaddukelleng Sengkang Kabupaten Wajo, nilai p=0,01, dan hubungan pembuangan sampah dengan kejadian demam thypoid pada anak di RSUD Lamaddukelleng Sengkang Kabupaten Wajo,nilai p=0,00. Dengan sasaran sebagai aplikasi ilmu yang telah didapatkan untuk dapat menambah wawasan ilmiah khususnya mengenai hubungan perilaku sehat dengan kejadian demam thypoid pada anak di RSUD Lamaddukelleng Sengkang Kabupaten Wajo. Sebagai sumber informasi bagi sarana pelayanan kesehatan dan institusi terkait dalam memberikan pelayanan kesehatan khususnya tentang faktor detrminan yang berhubungan dengan kejadian demam thypoid pada anak.
PENGARUH POLA PEMBERIAN ANTIBIOTIK TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI PERAWATAN POLI PUSKESMAS SABBANGPARU Sholehan; Fatmawati; Yammar
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 3 Nomor 2 September 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.679 KB) | DOI: 10.54339/mappadising.v3i2.205

Abstract

Abstract Diabetes mellitus is a dangerous degenerative disease because this disease can affect all organs of the body and cause several kinds of complaints. Sabbangparu District, Wajo Regency in 2020-2021 cases of diabetes mellitus became the highest disease case. The purpose of this study was to determine the effect of the pattern of giving antibiotics on blood glucose levels of patients with diabetes mellitus in the outpatient clinic at the UPTD Puskesmas Sabbangparu, Wajo Regency. The type of research is quantitative research using quasi-experimental research because the research is carried out simultaneously at one time without any follow-up. Data were collected through a questionnaire. The sample in this study were patients with diabetes mellitus as many as 10 samples. The sampling technique of this research is accidental sampling. The dependent variable in this study is blood glucose levels, while the independent variable is the pattern of giving antibiotics using the T-Test formula test, namely One Sample T-Test. The results of the One Sample T-Test test obtained a value (p = 0.000 means <0.05). Based on this analysis, it can be concluded that there is an effect of the pattern of giving antibiotics on blood glucose levels in DM patients after being given antibiotics. Suggestions for research are that it is hoped that people with diabetes mellitus will regularly carry out examinations so that blood sugar levels can be controlled and increase public knowledge about diabetes mellitus. Abstrak Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit denegeratif yang berbahaya karena penyakit ini bisa mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan beberapa macam keluhan. Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo pada tahun 2020-2021 kasus diabetes melitus menjadi kasus penyakit tertinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola pemberian antibiotik terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus di perawatan poli di UPTD Puskesmas Sabbangparu Kabupaten Wajo. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan Quasi experiment karena penelitian dilakukan serentak satu waktu tanpa adanya follow up. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Sampel dalam penelitian ini yaitu pasien diabetes melitus sebanyak 10 sampel. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah accidental sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kadar glukosa darah, sedangkan variabel independen yaitu pola pemberian antibiotik dengan menggunakan uji formula T-Test yaitu One Sampel T-Test. Hasil uji One Sampel T-Test diperoleh nilai (p = 0,000 berarti α < 0,05). Berdasarkan analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Pola Pemberian Antibiotik Terhadap Kadar Glukosa Darah Pasien Dm sesudah diberi antibiotik. Saran penelitian yaitu Diharapkan kepada penderita diabetes melitus supaya teratur dalam melakukan pemeriksaan sehingga kadar gula darah dapat terkontrol dan menambah pengetahuan masyarakat tentang penyakit diabetes melitus
PENGARUH KANGAROO MOTHER CARE (KMC) TERHADAP PENINGKATAN SUHU TUBUH BAYI BARU LAHIR DI RUANG KEBIDANAN RSUD LAMADDUKELLENG Andi Nur Aisyah; Ery Wardanengsih; Fitriani
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 3 Nomor 2 September 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.018 KB) | DOI: 10.54339/mappadising.v3i2.206

Abstract

Abstract Kangaroo Mother Care (KMC) is a skin to skin care technique between mother and baby that is carried out as a substitute for an incubator to warm the baby, bring mother and baby closer psychologically, stabilize heart rate, increase baby's stimulus for breastfeeding and can increase low birth weight (LBW).The purpose of this study was to determine the effect of kangaroo mother care on increasing the body temperature of newborns in the obstetrics ward of the Lamaddukelleng Hospital. This type of research is experimental by using a quasi-experimental (quasi-experimental) with one group pretest post test design. The data was obtained after direct implementation and collected using a questionnaire sheet. The sample in this study were all newborns in the obstetrics ward of the Lamaddukelleng General Hospital who were willing to be given kangaroo mother care (KMC) by their own mothers as many as 22 samples. The sampling technique of this study was accidental sampling, the independent variable in this study was the influence of kangaroo mother care (KMC), while the dependent variable was an increase in the body temperature of newborns using the chi square test.The results showed that there was an effect of kangaroo mother care (KMC) on the increase in body temperature of newborns (p = 0.001 means <0.05). Based on this analysis, it can be concluded that there is an effect of kangaroo mother care (KMC) on the increase in body temperature of newborns. Suggestions for hospital agencies are expected to further increase the provision of routine kangaroo mother care (KMC) for newborns. As well as providing education to mothers to take kangaroo mother care (KMC) for their children even though it is done at home because it has many benefits and is easy to do and avoids the occurrence of baby blues in mothers. Abstrak Kangaroo Mother Care (KMC) adalah teknik perawatan skin to skin antara ibu dan bayi yang dilakukan sebagai penganti inkubator untuk menghangatkan bayi, mendekatkan ibu dan bayi secara psikologis, menstabilkan denyut jantung, meningatkan stimulus bayi melakukan ASI dan dapat meningkatkan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh kangaroo mother care terhadap peningkatan suhu tubuh bayi baru lahir di ruang kebidanan RSUD Lamaddukelleng. Jenis penelitian ini eksperimental dengan menggunakan eksperimen semu (quasi-experimental) dengan rancangan one group pretest post test. Data didapatkan setelah melakukan implementasi langsung dan dikumpulkan dengan lembar angket. Sampel dalam peneltian ini yaitu semua bayi baru lahir di ruang kebidanan RSUD Lamaddukelleng yang bersedia diberikan tindakan kangaroo mother care (KMC) oleh ibunya sendiri sebanyak 22 sampel. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah accidental sampling, variabel independen dalam penelitian ini yaitu pengaruh kangaroo mother care (KMC), sedangkang variabel dependennya yaitu peneningkatan suhu tubuh bayi baru lahir dengan menggunakan uji chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kangaroo mother care (KMC) terhadap peningkatan suhu tubuh bayi baru lahir (p = 0,001 berarti α < 0,05). Berdasarkan analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kangaroo mother care (KMC) terhadap peningkatan suhu tubuh bayi baru lahir. Saran bagi instansi rumah sakit diharapkan untuk lebih meningkatkan pemberian tindakan kangaroo mother care (KMC) pada bayi baru lahir secara rutin. Serta memberikan edukasi kepada ibu untuk melakukan tindakan kangaroo mother care (KMC) kepada anaknya meskipun dilakukan dirumah karena memiliki banyak manfaat serta mudah dilakukan dan menghindari terjadinya babyi blues pada ibu.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI PUSKESMAS PENEKI KECAMATAN TAKKALALLA KABUPATEN WAJO Andi Syahril Gunawan; Nirmawati Darwis; Anugerah Yanuar Azis; Ruslang
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 3 Nomor 2 September 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.227 KB) | DOI: 10.54339/mappadising.v3i2.207

Abstract

Abstract The quality of health services shows the level of perfection of health services in creating a sense of satisfaction in patients. One of the development efforts in the health sector is the availability of quality health services. Patient satisfaction is one indicator of the success of providing services to the community. Understanding the needs and desires of patients at the puskesmas is important and can affect patient satisfaction. Peneki Health Center is a health center located in Takkalalla District, Peneki Village, Wajo Regency, Based on initial observations obtained by the number of inpatients from 2019-2020 in a row, (2019) 603 patients, (2020) 501 patients, experienced a decrease in patients in puskesmas and the results of observations made by researchers, patients complained about services that were less than optimal, did not provide information about the actions to be taken to patients.This type of research is quantitative research with analytical descriptive approach. The technique used in sampling is accidental sampling, which is a sampling technique based on coincidence or anyone who coincidentally meets the researcher and which can be used as a sample using the chi square test with a significance level of < 0.005. The results of this study indicate that the level of patient satisfaction is at the 80% index and there is a relationship between the level of satisfaction with the dimensions of reliability (0.002 < 0.005), the dimension of assurance (0.009 <0.05), the dimension of tangible (0.009 <0.05), the dimension of empathy ( 0.022 <0.05), responsiveness dimension (0.002 <0.05). The conclusion of this study is that there is a relationship between the level of patient satisfaction with nursing services (reliability, assurance, tangible, empathy, and responsiveness) in the inpatient room of the Peneki Public Health Center, Takkalalla District, Bone Regency in 2021. Suggestions that can be given are to maintain the quality of service at the Ajangale Health Center 2020, perform regular and continuous patient satisfaction surveys. Abstrak Kualitas pelayanan kesehatan menunjukkan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri pasien. Upaya pembangunan dalam bidang kesehatan salah satunya adalah tersedianya pelayanan kesehatan yang berkualitas. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pemberian pelayanan kepada masyarakat. Memahami kebutuhan dan keinginan pasien di puskesmas merupakan hal penting dan dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Puskesmas Peneki merupakan puskesmas yang terletak di Kecamatan Takkalalla Kelurahan Peneki Kabupaten Wajo, Bedasarkan observasi awal yang di dapat oleh jumlah pasien rawat inap dari tahun 2019-2020 berturut-turut, (2019) 603 pasien, (2020) 501 pasien, mengalami penurunan pasien di puskesmas dan hasil observasi yang dilakukan peneliti pasien mengeluhkan pelayanan yang kurang maksimal, kurang memberikan informasi mengenai tindakan yang akan dilakukan ke pasien. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan berdasarkan kebetulan atau siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti danyang dapatdi gunakan sebagai sampel dengan menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan < 0,005. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kepuasan pasien berada di indeks 80% dan ada hubungan antara tingkat kepuasan dengan dimensi keandalan (0,002<0,005), dimensi jaminan (0,009<0,05), dimensi bukti fisik (0,009<0,05), dimensi empati (0,022<0,05), dimensi daya tanggap (0,002<0,05). Kesimpulan penelitian ini adanya hubungan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan (keandalan, jaminan, bukti fisik, empati, dan daya tanggap) di ruang rawat inap Puskesmas Peneki Kecamatan Takkalalla kabupaten Wajo tahun 2021. Saran yang dapat diberikan yaitu mempertahankan Kualitas pelayanan di puskesmas Ajangale 2020, melakukan survei kepuasan pasien berkala dan berkesinambungan.
HUBUNGAN SENAM LANSIA TERHADAP KEBUGARAN JASMANI DI KELURAHAN MATTIROTAPPARENG KECAMATAN TEMPE KABUPATEN WAJO Asmunandar; Arni AR; Khaeriah B; Eka Hardianti Arafah
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 3 Nomor 2 September 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.762 KB) | DOI: 10.54339/mappadising.v3i2.208

Abstract

Abstract Physical fitness in the elderly is one of the things that can be used to determine the health level of the elderly themselves. Elderly gymnastics is one of the sports activities that can be done in old age, doing this sport can really help the elderly body to maintain body fitness because it can help to eliminate free radicals in the body. Gymnastics for the elderly besides having a positive impact on improving the function of body organs can also have an effect on increasing immunity in the human body after regular exercise. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between elderly exercise and physical fitness in the District of Tempe, District of Wajo Tahun. The type of research is quantitative research using cross sectional study with the technique of determining the sample using purposive sampling. Data were collected through a questionnaire. The sample in this study were residents of Mattirotappareng Village as many as 19 respondents who were included in the criteria. The dependent variable in this study is Elderly Gymnastics, while the independent variable is physical fitness using the Fishers exact test on the SPSS 22 computer program. The results of the study indicate that there is a relationship between elderly exercise and physical fitness (p = 0.006 means <0.05). Based on this analysis, it can be concluded that there is an influence of elderly exercise on physical fitness. The research suggestion is that it is expected to provide health education and posbindu services to the elderly in an incentive and continuous manner by using effective information methods and media through direct counseling to the community, especially the elderly. Abstrak Kebugaran jasmani pada lansia merupakan salah satu hal yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kesehatan dari lansia itu sendiri. Senam lansia adalah salah satu aktivitas olahraga yang bisa dilakukan pada usia lanjut, melakukan kegiatan olahraga ini sangat dapat membantu tubuh usia lanjut untuk menjaga kebugaran tubuh karena dapat membantu untuk menghilangkan radikal bebas yang berada di dalam tubuh. Senam lansia disamping memiliki dampak positif terhadap peningkatan fungsi organ tubuh juga dapat berpengaruh dalam peningkatan imunitas dalam tubuh manusia setelah latihan teratur, efek minimal senam lansia adalah bahwa lansia merasa senantiasa berbahagia, sebnantiasa bergembira, bisa tidur lebih nyenyak, dan pikiran tetap segar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan senam lansia terhadap kebugaran jasmani lansia di Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Tahun. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan cross sectional study dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Sampel dalam penelitian ini yaitu warga Kelurahan Mattirotappareng sebanyak 19 Responden yang termasuk dalam kriteria . Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu Senam Lansia, sedangkan variabel independen yaitu Kebugaran jasmani dengan menggunakan uji Fishers exact test pada program komputer SPSS 22. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan senam lansia terhadap kebugaran jasmani (p = 0,006 berarti α < 0,05) Berdasarkan analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pengaruh senam lansia terhadap kebugaran jasmani. Saran penelitian yaitu diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan dan pelayanan posbindu kepada para lansia secara insentif dan kontinyu dengan menggunakan metode dan media informasi efektif melalui penyuluhan langsung ke masyarakat terkhususnya lansia.
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP GANGGUAN PERKEMBANGAN VERBAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI KELURAHAN ATAKKAE KECAMATAN TEMPE KABUPATEN WAJO Samsinar; Masrah Hasan; Ikdafila
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 3 Nomor 2 September 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.108 KB) | DOI: 10.54339/mappadising.v3i2.209

Abstract

Abstract The use of gadgets is currently widely encountered in the community. The use of gadgets today is not only adults who use gadgets but many children also use gadgets. without us realizing that excessive use of gadgets in children can have a negative impact on children such as children's verbal disturbances due to lack of supervision from parents so that children are rarely invited to communicate, children get less stimulus so that children become stuttered or slow in speaking. However, this problem can be solved if parents play an active role if children use gadgets. The purpose of this study was to determine the verbal developmental disorders of preschool age children the use of gadgets in Atakkae Village, Tempe District, Wajo Regency. This type of quantitative research uses a cross sectional study because the research is carried out simultaneously at one time without any follow-up. This data was collected using a questionnaire. The sample in this study were residents of the Atakkae village as many as 20 respondents who were included in the researchers' criteria. The dependent variable in this study is Children's Verbal Development Disorder, while the Independent Variable is the Effect of Gadget Use by using the Fisher’s Exatc test test on the SPSS 22 computer program.The results of the study showed that there was an effect of using gadgets on the verbal development of preschool age children (p = 0.002 means < 0.05). Based on this analysis, it can be concluded that there is an effect of using gadgets on the verbal development of preschool-age children. Suggestions from this study are that it is expected that parents need to supervise and provide time limits for children when using gadgets because without restrictions and supervision children can experience verbal development disorders. Abstrak Penggunaan gadget saat ini banyak di jumpai di kalangan masyarakat. Penggunaan gadget saat ini bukan hanya orang dewasa yang menggunakan gadget tetapi anak-anak pun banyak yang menggunakan gadget. Tanpa kita sadari penggunaan gadget yang berlebihan pada anak dapat menimbulkan dampak negatif seperti gangguan verbal anak karna kurangnya pengawasan dari orang tua sehingga anak jarang berkomunikasi, dan anak kurang mendapatkan stimulus yang membuat anak gagap atau lambat dalam berbicara. Namun masalah ini bisa teratasi bila orang tua berperan aktif jika anak menggunakan gadget.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gangguan perkembangan verbal anak usia prasekolah terhadap penggunaan gadget di Kelurahan Atakkae Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional study . Data ini dikumpulkan menggunkan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini yaitu warga kelurahan Atakkae sebanyak 20 responden yang masuk dalam kriteria peneliti. Variabel Dependen dalam penelitian ini yaitu, Gangguan Perkembangan Verbal Anak, sedangkan Variable Independen yaitu Pengaruh Penggunaan Gadget dengan menggunakan uji Fisher’s Exatc test pada program komputer SPSS 22. Sehingga disimpulkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan verbal anak usia prasekolah (p = 0,002 berarti α < 0.05. Kesimpulan bahwa terdapat pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembanagn verbal anak usia prasekolah. Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan kepada orang tua perlu mengawasi dan memberikan batasan waktu pada anak saat menggunnakan gadget karna tanpa batasan dan pengawasan anak dapat mengalami gangguan perkembangan verbal. Kata Kunci : Gadget, Perkembangan Verbal, Anak Usia Prasekolah
Efektivitas Perawatan Luka Modern dan Konvensional terhadap Proses Penyembuhan Luka Diabetik Muhammad Irwan; Indrawati; Maryati; Risnah; Salmah Arafah
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 4 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.223 KB) | DOI: 10.54339/mappadising.v4i1.291

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic disorder of carbohydrate metabolism. The number of people with diabetes mellitus in the world was recorded at 382 million people suffering from this disease in 2013 and it is estimated that the number will increase significantly to 592 million in 2035. The prevalence of diabetic foot ulcers in patients with diabetes mellitus is between 17-23% and it is estimated that a patient's lifetime can experience foot ulcers up to 25%. 15-30%.. This study aims to analyze the effectiveness of modern and conventional wound care on diabetic wound healing with a quasi-experimental research design with a pre-test post-test control group design. It was carried out in the intervention group at the Ikram Wound Care clinic and the control group at the Majene Hospital Polyclinic in May – July 2019. The sampling technique used nonprobability sampling with the consecutive sampling method. The wound measurement instrument is the Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BJWAT). The statistical test used is the "T Test" difference test with a significance level of = 0.05. The results showed that there was a significant difference in the mean difference in wound repair development scores (ρ=0.002) in the two groups. In modern wound care, the effectiveness of the development of wound repair is better than the conventional wound care group. Modern Dressing is very effective in accelerating the wound healing phase. Health workers who carry out wound care must better understand and know the concept of wound care using appropriate Modern Dressing therapy. Abstrak Diabetes mellitus (DM) adalah merupakan penyakit gangguan metabolisme karbohidrat yang berlangsung kronis, Angka penderita diabetes melitus di dunia tercatat 382 juta jiwa menderita penyakit ini pada 2013 dan diperkirakan jumlahnya akan meningkat secara signifikan menjadi 592 juta jiwa pada tahun 2035. Prevalensi kejadian ulkus kaki diabetes pada penderita diabetes melitus adalah antara 17-23% dan diestimasikan seumur hidup penderita dapat mengalami ulkus kaki hingga 25%. 15-30%.. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektifitas perawatan luka modern dan konvensional terhadap penyembuhan luka diabetikum dengan desain penelitian quasi experiment dengan rancangan pre-test post-test control group design. Dilaksanakan di kelompok intervensi di klinik Ikram Wound Care dan kelompok control di Poliklinik RSUD Majene pada bulan Mei – Juli 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan metode consecutive sampling. Instrumen pengukuran luka yaitu Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BJWAT). Uji Statistik yang digunakan adalah Uji beda “T Test” dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rerata selisih skor perkembangan perbaikan luka yang signifikan (ρ=0,002) pada dua Kelompok. Pada perawatan luka modern mempunyai efektivitas perkembangan perbaikan luka yang lebih baik di bandingkan dengan kelompok perawatan luka konvensional. Modern Dressing sangat efektif untuk mempercepat fase penyembuhan luka. Kepada petugas kesehatan yang melakukan perawatan luka harus lebih memahami dan mengetahui konsep perawatan luka dengan menggunakan terapi Modern Dressing tepat guna.
Hubungan Derajat Hipertensi dengan Resiko Mild Cognitif Impairment Pada Usia Lanjut di Wilayah Kerja Puskesmas Sabbangparu Farman; Ruslang; Tetti Surianti; Fatmawati; Fitriani
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 4 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.514 KB) | DOI: 10.54339/mappadising.v4i1.307

Abstract

Elderly are individuals older than 60 years. Naturally, every human being will grow old. Along with increasing age, the aging process also occurs in the brain resulting in changes in cognitive abilities. Mild cognitive impairment (MCI) is a condition of cognitive impairment that exceeds the limits of expected changes due to normal (normal expected agerelated changes). Besides being a degenerative process, the risk of mild cognitive impairment can be caused by various factors, one of which is hypertension. The aim of the study was to analyze the relationship between the degree of hypertension and the risk of mild cognitive impairment in the elderly in the work area of ​​the Sabbangparu health center in Wajo District. The design in this study uses quantitative research with cross sectional design. The research subjects were elderly who diagnosed hypertension in the Sabbangparu health center working area many as 46 people. Data collection method uses a questionnaire. The results of the study using the chi square test obtained p value 0.045 is smaller than the value of 0.05 or there is a relationship between the degree of hypertension and the risk of mild cognitive impairment. It is recommended that the puskesmas improve education to the public about control and health care efforts in patients with hypertension. Abstrak Lansia adalah individu yang lebih tua dari 60 tahun.Secara alamiah, setiap manusia akan menjadi tua. Seiring dengan penambahan usia, proses penuaan juga terjadi pada otak sehingga terjadi perubahan dalam kemampuan kognitif. Mild Cognitive Impairment (MCI) merupakan kondisi gangguan kognitif yang melampaui batas perubahan yang diharapkan akibat penuaan normal (normal expected agerelated changes). Selain karena proses degeneratif, risiko mild cognitive impairment dapat diakibatkan oleh berbagai faktor salah satunya hipertensi. Tujuan penelitian menganalisis hubungan derajat hipertensi dengan resiko mild cognitif impairment pada usia lanjut di wilayah kerja puskesmas Sabbangparu Kabupaten Wajo. Desain dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian yaitu lansia yang diagnosa hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sabbangparu Kabupaten Wajo sebanyak 46 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menggunakan uji chi square Fisher’s Exact test diperoleh nilai p value 0,045 lebih kecil dari nilai 0,05 atau terdapat hubungan derajat hipertensi dengan resiko mild cognitif impairment. Disarankan pada pihak puskesmas untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang upaya pengendalian dan perawatan kesehatan pada penderita hipertensi.