cover
Contact Name
Jhon Hardy Purba
Contact Email
daiwiwidya1@gmail.com
Phone
+6287762695157
Journal Mail Official
daiwiwidya1@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/DW/about/editorialTeam
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Daiwi Widya : Jurnal Pendidikan FKIP Unipas
ISSN : 2406730X     EISSN : 26227169     DOI : https://doi.org/10.37637
Core Subject : Education,
"Daiwi Widya" is a journal of education that is managed by the Faculty of Teacher Training and Education, University of Panji Sakti. It aims at accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of education. Daiwi Widya publishes research results that review educational processes in terms of educational methods, educational models, case studies particularly educational studies and classroom action research. The incoming articles are reviewed by Expert Editors who are accordance with the field of educational scholarship totaling five people. Daiwi Widya is published twice each volume that is June, December and special edition. The purpose of this educational journal is to publish conceptual thoughts or ideas and research results obtained in the field of education. The major focus of this journal is in the development of science particularly in the field of education.
Articles 430 Documents
PEOPLE PLEASER DAN DAMPAK PSIKOLOGIS DALAM KONTEKS KOMUNIKASI INTERPERSONAL Ni Putu Nandini Dewi Dasi
Daiwi Widya Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i1.2719

Abstract

Fenomena people pleaser merupakan perilaku individu yang cenderung mengutamakan kepuasan dan kebutuhan orang lain secara berlebihan dengan mengabaikan kebutuhan diri sendiri. Perilaku ini semakin banyak ditemukan pada kalangan mahasiswa dan remaja, terutama dalam konteks komunikasi interpersonal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep people pleaser, faktor penyebab, serta dampak psikologis yang ditimbulkan berdasarkan kajian literatur dari berbagai penelitian sebelumnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis hasil penelitian kualitatif dan kuantitatif terkait people pleaser dalam ranah psikologi, komunikasi interpersonal, bimbingan konseling, serta kajian media. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku people pleaser berkaitan erat dengan rendahnya batasan diri (self-boundaries), kebutuhan akan penerimaan sosial, serta pengalaman relasi interpersonal yang tidak seimbang. Dampak psikologis yang muncul antara lain stres, kelelahan emosional, kecemasan, hingga penurunan kesejahteraan mental. Oleh karena itu, pemahaman mengenai people pleaser menjadi penting sebagai dasar pengembangan intervensi psikologis dan edukasi komunikasi yang sehat.
INTEGRASI MODEL PENGOLAHAN INFORMASI DAN METODE INQUIRY DALAM MENDUKUNG DEEP LEARNING PADA KURIKULUM MERDEKA Putu Risa Asti Wandani; Kadek Yati Fitria Dewi
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2723

Abstract

Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pembelajaran bermakna (deep learning) yang berorientasi pada pengembangan nalar kritis, kemandirian belajar, dan karakter peserta didik. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan keselarasan antara filosofi pendidikan, model pembelajaran, dan metode yang digunakan guru di kelas. Artikel ini bertujuan mengkaji integrasi Model Pengolahan Informasi dan Metode Inquiry sebagai pendekatan yang relevan dalam mendukung deep learning pada Kurikulum Merdeka. Kajian dilakukan melalui studi pustaka terhadap jurnal-jurnal ilmiah sepuluh tahun terakhir. Pembahasan difokuskan pada kesesuaian model dengan filosofi Pendidikan yang Memerdekakan Ki Hadjar Dewantara, pergeseran peran guru, tantangan implementasi di sekolah, serta bentuk asesmen formatif yang tepat. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kedua pendekatan tersebut mampu menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Artikel ini diharapkan menjadi rujukan konseptual bagi guru dalam merancang pembelajaran yang bermakna dan reflektif.
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL TERHADAP PENURUNAN PERILAKU MENYIMPANG PADA SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 4 BUSUNGBIU TAHUN AJARAN 2024/2025 I Nyoman Mudarya; Putu ABDA URSULA; Kadek Vioni Veronika
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling behavioral dalam menurunkan perilaku menyimpang pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 4 Busungbiu. Latar belakang penelitian ini berangkat dari hasil observasi saat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), di mana ditemukan perilaku menyimpang seperti membolos, berkata kasar, dan tidak mengerjakan tugas sekolah. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 32 siswa, dan dipilih 10 siswa dengan skor perilaku menyimpang tertinggi sebagai sampel. Intervensi dilakukan melalui tiga sesi konseling behavioral kelompok menggunakan teknik modeling. Data dianalisis dengan paired sample t-test dan menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest dengan penurunan rata-rata 24,6 poin (p < 0,05). Hasil ini membuktikan bahwa konseling behavioral efektif untuk mengurangi perilaku menyimpang pada siswa SMP.
PENERAPAN PENDEKATAN RASIONAL EMOTIF DENGAN TEORI ABCD UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI PELAKU BULLYING Gede Danu Setiawan; Dyah Siswanti Sukardhi; I Gusti Ayu Sri Susanti
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan Pendekatan Rasional Emotif dengan teori ABCD dapat meningkatkan Regulasi Emosi Siswa pelaku Bullying pada siswa kelas VIID di SMP Negeri 1 Seririt. Hipotesis penelitian ini jika pendekatan Rasional Emotif dengan teori ABCD dapat diupayakan dengan maksimal maka Regulasi Emosi Siswa dapat ditingkatkan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling. Subjek penelitian ini adalah sebanyak 20 orang siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan Teori ABCD melalui metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari identifikasi, diagnosa, prognosa, konseling, evaluasi dan tahap refleksi. Pencapaian untuk meningkatkan Regulasi Emosi pada siswa di siklus I sampai siklus II menunjukkan peningkatan Regulasi Emosi siswa yaitu pada siklus I diperoleh peningkatan Regulasi Emosi terhadap 20 orang siswa yaitu sebesar 48,8% menjadi 29,3%. Dari data tersebut, ternyata 12 orang siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan sehingga dilanjutkan siklus II. Pada siklus II pencapaian Regulasi Emosi siswa meningkat yaitu sebesar 48,8% menjadi 12,2% dengan dengan rata-rata peningkatan sebesar 10%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Rasional Emotif dengan teori ABCD dapat untuk meningkatkan Regulasi Emosi Siswa.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN: INTEGRASI MODEL KOOPERATIF LEARNING DENGAN DISKUSI KELOMPOK UNTUK MEWUJUDKAN DEEP LEARNING DALAM KURIKULUM MERDEKA Gede Sutastra Yasa
Daiwi Widya Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i1.2715

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia menuntut transformasi pedagogis yang berfokus pada pembelajaran berpusat pada murid, fleksibilitas instruksional, dan pencapaian kompetensi mendalam (deep learning). Tantangan utama dalam mencapai deep learning adalah bagaimana menggeser proses belajar dari sekadar transfer pengetahuan menjadi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi model Kooperatif Learning dengan metode diskusi kelompok sebagai solusi strategis untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna. Melalui studi literatur, dikaji hubungan antara sintaks model kooperatif—seperti pembentukan kelompok heterogen dan refleksi—dengan efektivitas diskusi dalam memperkuat pemahaman konseptual dan keterampilan sosial siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa sinergi ini selaras dengan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, khususnya dalam memfasilitasi peran guru sebagai fasilitator yang menuntun kebebasan berkreasi murid. Penggunaan asesmen formatif berbasis observasi proses dan portofolio kelompok teridentifikasi sebagai instrumen paling cocok untuk memantau perkembangan kompetensi secara real-time. Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun menghadapi tantangan manajemen waktu dan sarana, integrasi model ini berpotensi besar meningkatkan kualitas capaian pembelajaran dan keterampilan berpikir mendalam siswa di era Kurikulum Merdeka.
EFEKTIVITAS KONSELING COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT) UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA Kadek Yati Fitria Dewi; Rofi&#039;ud Darojatin Nisaa; Putu Anis Yuli Pratiwi
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling kelompok dengan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dalam meningkatkan interaksi sosial siswa kelas VIIJ di SMP Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2024/2025. Latar belakang penelitian didasarkan pada hasil observasi dan sosiometri yang menunjukkan adanya siswa dengan tingkat interaksi sosial rendah, seperti menarik diri, tidak memiliki teman dekat, dan kurang aktif berkomunikasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 34 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket interaksi sosial yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji-t (t-test). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata interaksi sosial dari pretest ke posttest. Hal ini membuktikan bahwa layanan konseling kelompok dengan pendekatan CBT efektif dalam meningkatkan interaksi sosial siswa. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru BK dalam mengembangkan layanan untuk mengatasi permasalahan sosial siswa di sekolah.
RELASI PERTEMANAN TOKSIK SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN PRIBADI DAN SOSIAL INDIVIDU Ni Made Surya Narayani D.D
Daiwi Widya Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i1.2720

Abstract

Relasi pertemanan memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan pribadi dan sosial individu. Namun, tidak semua hubungan pertemanan bersifat sehat. Salah satu bentuk relasi yang berdampak negatif adalah toxic friendship, yaitu pertemanan yang ditandai dengan perilaku manipulatif, dominasi, kurangnya empati, serta hubungan yang tidak seimbang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh toxic friendship terhadap perkembangan pribadi dan sosial individu serta implikasinya dalam bimbingan dan konseling pribadi–sosial. Pendekatan yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa toxic friendship berdampak negatif terhadap perkembangan pribadi, seperti menurunnya harga diri, terganggunya regulasi emosi, dan terbentuknya konsep diri yang negatif. Selain itu, dari aspek sosial, relasi pertemanan toksik dapat menghambat kemampuan individu dalam menjalin hubungan interpersonal yang sehat dan adaptif. Oleh karena itu, peran bimbingan dan konseling pribadi–sosial diperlukan untuk membantu individu mengenali relasi pertemanan yang tidak sehat serta mengembangkan keterampilan pribadi dan sosial secara optimal.
MENCAPAI DEEP LEARNING MELALUI MODEL PENGOLAHAN INFORMASI:ANALISIS STRATEGI PENGUASAAN KONSEP TANPA SEKAT MATA PELAJARAN Kadek Yati Fitria Dewi
Daiwi Widya Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i1.2711

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi, pemahaman konseptual yang mendalam, serta kemandirian belajar peserta didik sebagaimana ditekankan dalam Kurikulum Merdeka. Artikel ini bertujuan menganalisis peran model pengolahan informasi dalam mencapai deep learning melalui pembelajaran tanpa sekat mata pelajaran. Penulisan artikel menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan mensintesis teori dan hasil penelitian terkait deep learning, pembelajaran diferensiasi, serta implementasinya dalam kerangka Pendidikan yang Memerdekakan. Analisis difokuskan pada keselarasan model pengolahan informasi dengan filosofi Kurikulum Merdeka, pergeseran peran guru sebagai fasilitator, tantangan implementasi di sekolah, dan bentuk asesmen formatif yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pengolahan informasi mendukung pembelajaran bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik serta mendorong penguasaan konsep lintas mata pelajaran. Artikel ini merekomendasikan strategi penerapan pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan bagi guru di sekolah.
EFEKTIVITAS KONSELING RATIONAL EMOTIVE THERAPY UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VIII C1 SMP NEGERI 2 GEROKGAK TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Kadek . Endrayana
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2726

Abstract

Kepercayaan diri merupakan keyakinan atas kemampuan diri sendiri dalam melaksanakan tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Rational Emotive Therapy (RET) efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VIII C1 di SMP Negeri 2 Gerokgak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan pra-eksperimental design yang menggunakan jenis penelitian one group pretest-posttest. Subjek penelitian sebanyak 6 orang siswa kelas VIII C1 SMP Negeri 2 Gerokgak tahun pelajaran 2024/2025 yang memiliki kepercayaan diri rendah dan sedang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik analisisnya menggunakan analisis deskriptif serta analisis statistik inferensial. Hasil penelitian, diketahui terdapat peningkatan sesudah diberikan perlakuan Rational Emotive Therapy (RET), dari kepercayaan diri dengan kategori rendah dan sedang mengalami peningkatan menjadi kategori tinggi dan sangat tinggi. Analisis data menggunakan bantuan SPSS diperoleh t-hitung ≥ t-tabel yaitu 9,805 ≥ 2,571 pada taraf signifikansi 0,05, artinya penggunaan konseling Rational Emotive Therapy (RET) efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VIII C1 SMP Negeri 2 Gerokgak.
SINERGI KELOMPOK MODEL PERSONAL DENGAN PRINSIP PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI: UPAYA MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG BERPUSAT PADA MURID I Ketut Angga Arta Sanjaya
Daiwi Widya Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i1.2716

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut adanya perubahan paradigma pembelajaran dari yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada murid. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sinergi kelompok model personal dengan prinsip pembelajaran berdiferensiasi sebagai upaya mewujudkan pendidikan yang memerdekakan sesuai filosofi Ki Hadjar Dewantara. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap lima artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan Kurikulum Merdeka dan pembelajaran berdiferensiasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelompok model personal sejalan dengan filosofi Pendidikan yang Memerdekakan karena menempatkan murid sebagai subjek aktif pembelajaran. Model ini juga mendukung pergeseran peran guru dari sumber informasi tunggal menjadi fasilitator belajar. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu, kesiapan guru, sarana pendukung, serta asesmen pembelajaran. Asesmen formatif yang bersifat reflektif dan berkelanjutan dinilai paling sesuai untuk mendukung penerapan model ini. Artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi konseptual dan praktis bagi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid.