cover
Contact Name
Jhon Hardy Purba
Contact Email
daiwiwidya1@gmail.com
Phone
+6287762695157
Journal Mail Official
daiwiwidya1@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/DW/about/editorialTeam
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Daiwi Widya : Jurnal Pendidikan FKIP Unipas
ISSN : 2406730X     EISSN : 26227169     DOI : https://doi.org/10.37637
Core Subject : Education,
"Daiwi Widya" is a journal of education that is managed by the Faculty of Teacher Training and Education, University of Panji Sakti. It aims at accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of education. Daiwi Widya publishes research results that review educational processes in terms of educational methods, educational models, case studies particularly educational studies and classroom action research. The incoming articles are reviewed by Expert Editors who are accordance with the field of educational scholarship totaling five people. Daiwi Widya is published twice each volume that is June, December and special edition. The purpose of this educational journal is to publish conceptual thoughts or ideas and research results obtained in the field of education. The major focus of this journal is in the development of science particularly in the field of education.
Articles 430 Documents
MENCAPAI DEEP LEARNING MELALUI MODEL PENGOLAHAN INFORMASI: ANALISIS STRATEGI PENGUASAAN KONSEP TANPA SEKAT MATA PELAJARAN I Gusti Ayu Dewi Pratiwi
Daiwi Widya Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i1.2717

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut perubahan paradigma pembelajaran dari pembelajaran yang berorientasi pada hafalan menuju pembelajaran bermakna (deep learning) yang menekankan pemahaman konsep, keterkaitan antar pengetahuan, serta pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran Model Pengolahan Informasi dalam mendukung tercapainya deep learning melalui penguasaan konsep yang tidak dibatasi oleh sekat mata pelajaran. Metode yang digunakan adalah mini literature review dengan menelaah jurnal-jurnal pendidikan yang relevan dan terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa Model Pengolahan Informasi sejalan dengan filosofi pendidikan yang memerdekakan dalam Kurikulum Merdeka karena menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Model ini mendorong pergeseran peran guru dari penyampai informasi menjadi fasilitator yang membimbing siswa dalam mengolah, memahami, dan mengaitkan informasi secara bermakna. Selain itu, penerapan model ini berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kemandirian belajar peserta didik. Meskipun demikian, penerapannya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu, kesiapan guru, dan budaya belajar siswa. Oleh karena itu, implikasi kajian ini menekankan pentingnya penerapan asesmen formatif secara berkelanjutan untuk mendukung keberhasilan pembelajaran sesuai prinsip Kurikulum Merdeka.
PENGARUH BROKEN HOME TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA MADRASAH ALIYAH 45 GIANYAR I Nyoman Mudarya; Putu Abda Ursula; Purwanto . .
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2732

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh broken home terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Aliyah 45 Gianyar. Keluarga yang tidak utuh dapat mempengaruhi kondisi emosional, sosial, dan akademik anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei berbasis kuesioner pada 52 siswa, yang dipilih melalui teknik total sampling. Data diukur menggunakan skala Likert dan dianalisis dengan Korelasi Pearson, Regresi Linier, dan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif tetapi lemah antara broken home dan motivasi belajar (r = 0,2152), dengan kontribusi broken home sebesar 4,63% terhadap motivasi belajar, sementara 95,37% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil regresi linier (b = -0,15) menunjukkan bahwa peningkatan broken home berkorelasi dengan penurunan motivasi belajar. Uji t menunjukkan pengaruh signifikan pada tingkat 90% (α = 0,10) tetapi tidak signifikan pada 95% atau 99%.Temuan ini menekankan perlunya intervensi pendidikan yang lebih komprehensif, seperti strategi pembelajaran yang inklusif dan dukungan sosial, guna membantu siswa dari keluarga broken home tetap termotivasi dalam belajar.
KONFLIK DIRI DAN TEMAN SEBAYA: MASALAH PRIBADI SOSIAL YANG SERING DIALAMI SISWA DAN PERAN GURU BK DALAM MENGATASINYA I Kadek Ngurah Harta Nuada
Daiwi Widya Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i1.2722

Abstract

Konflik pribadi sosial merupakan masalah yang sering dialami oleh siswa, terutama pada masa remaja. Konflik ini melibatkan kesulitan dalam mengenali dan mengelola emosi diri, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar, baik di rumah maupun di sekolah. Di antara faktor penyebabnya adalah perbedaan pendapat, kesalahpahaman, dan persaingan antar teman sebaya. Jika tidak ditangani dengan baik, konflik ini dapat menyebabkan perilaku menyimpang, gangguan hubungan sosial, dan penurunan motivasi belajar. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam membantu siswa mengatasi masalah ini dengan pendekatan yang berbasis humanisme, baik melalui konseling individu maupun kelompok, serta melalui mediasi untuk menyelesaikan konflik. Dalam konteks ini, guru BK tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator penyelesaian konflik, tetapi juga sebagai pembimbing dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa untuk menghadapi tantangan pribadi dan sosial.
ANALISIS INTEGRASI METODE SELF-DIRECTED LEARNING DALAM MODEL SISTEM PERILAKU UNTUK MENDUKUNG KEMANDIRIAN BELAJAR DI ERA KURIKULUM MERDEKA Rofi'ud Darojatin Nisaa; Nandini . .
Daiwi Widya Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i1.2713

Abstract

Transformasi pendidikan di era Kurikulum Merdeka menuntut pergeseran paradigma dari pembelajaran yang berpusat pada guru menuju kemandirian peserta didik sebagai subjek aktif. Namun, rendahnya inisiatif dan ketergantungan peserta didik pada instruksi guru masih menjadi kendala utama dalam praktik di lapangan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi metode Self-Directed Learning (SDL) dalam model sistem perilaku sebagai strategi untuk mendukung kemandirian belajar yang terstruktur dan berkelanjutan. Melalui kajian literatur, ditemukan bahwa sinergi ini selaras dengan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang menekankan peran guru sebagai pamong yang menuntun, bukan memaksa. Integrasi SDL dalam model sistem perilaku mengubah peran guru menjadi fasilitator yang merancang pengalaman belajar dan memberikan penguatan positif untuk membentuk kebiasaan belajar mandiri. Keberhasilan model ini didukung oleh penggunaan asesmen formatif reflektif, seperti jurnal belajar dan self-assessment, yang mampu meningkatkan motivasi intrinsik serta kesadaran metakognitif peserta didik. Meskipun demikian, tantangan seperti kesiapan pedagogis guru, keterbatasan waktu, dan literasi digital menjadi faktor krusial yang perlu diatasi melalui pelatihan berkelanjutan. Simpulan kajian ini menegaskan bahwa model sistem perilaku berbasis SDL merupakan instrumen efektif untuk mewujudkan profil pelajar yang mandiri dan bertanggung jawab sesuai semangat Kurikulum Merdeka.
CIRI-CIRI, FAKTOR PENYEBAB DAN DAMPAK ALEXITHYMIA Gitta Citra Wedhayanti
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2728

Abstract

Alexithymia merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan kesulitan individu dalam mengenali, memahami, dan mengekspresikan emosi. Istilah ini semakin mendapat perhatian dalam kajian psikologi dan kesehatan mental karena keterkaitannya dengan berbagai gangguan psikologis dan kondisi psikosomatis. Seseorang dengan alexithymia memiliki beberapa ciri-ciri seperti cenderung cuek terhadap orang lain dan sulit mengekspresikan sesuatu dengan kata-kata. Alexithymia dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu faktor penyebab adalah faktor psikogenik yang terdiri dari gaya kelekatan dengan keluarga atau orang tua, trauma, dan nyeri atau sakit kronis. Alexithymia bukanlah suatu gangguan mental, tetapi jika tidak ditangani akan berdampak pada kualitas hubungan interpersonal dan intrapersonal, serta dapat memunculkan perilaku cenderung melukai diri sendiri hingga bunuh diri.
IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING PRIBADI SOSIAL UNTUK MENGATASI MASALAH PERCAYA DIRI PADA REMAJA I Gusti Agus Alit Astrawan
Daiwi Widya Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i1.2718

Abstract

Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional dan sosial. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh remaja adalah rendahnya rasa percaya diri. Rasa percaya diri yang rendah dapat menghambat perkembangan sosial, akademik, maupun emosional remaja. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan implementasi layanan konseling pribadi sosial dalam membantu mengatasi masalah percaya diri pada remaja. Melalui pendekatan konseling pribadi sosial, konselor berupaya membantu peserta didik memahami potensi dirinya, menerima kelebihan dan kekuranganya, serta membangun sikap positif terhadap diri sendiri. Artikel ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai teori dan penelitian terkait. Hasil kajian menunjukan bahwa layanan konseling pribadi sosial memiliki peran signifikan dalam meningkatkan rasa percaya diri remaja melalui kegiatan konseling individu maupun kelompok, pembelajaran keterampilan sosial, serta pemberian reinforcement positif.
HUBUNGAN ANTARA STRES AKADEMIK DENGAN REGULASI EMOSI PADA SISWA KELAS VII SMP N 1 SERIRIT TAHUN AJARAN 2024/2025 I Gusti Ngurah Puger; Rofi'ud Darojatin Nisaa; Putu Ary Sastrawan
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dan regulasi emosi pada siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Seririt. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya tekanan akademik yang dialami siswa serta pentingnya kemampuan regulasi emosi dalam menghadapi tantangan tersebut. Regulasi emosi yang efektif diyakini dapat membantu siswa mengelola stres yang muncul akibat tuntutan akademik yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Seririt, dengan jumlah sampel sebanyak 108 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala stres akademik dan skala regulasi emosi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara stres akademik dan regulasi emosi, dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,478 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat stres akademik yang dialami siswa, maka semakin baik kemampuan regulasi emosi yang dimiliki. Sebagian besar siswa (76%) berada pada kategori stres akademik sedang dan memiliki regulasi emosi dalam kategori sedang. Berdasarkan temuan ini, disarankan kepada pihak sekolah untuk menyediakan program bimbingan dan kegiatan pembelajaran yang mendukung pengelolaan emosi siswa sehingga mereka lebih mampu mengatasi stres akademik secara positif.
EFEKTIVITAS TEORI BEHAVIORAL DENGAN STRATEGI SELF-MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR SISWA Kadek Widya Handayani; Gede Danu Setiawan; Dyah . Siswanti
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2724

Abstract

Tanggung jawab belajar merupakan kesadaran siswa dalam melaksanakan kewajiban akademik secara mandiri, disiplin, dan penuh inisiatif. Kajian ini bertujuan menguji apakah teori behavioral dengan strategi saat manajemen efektif dalam menumbuhkan tanggung jawab belajar siswa kelas VII G di SMP Negeri 1 Seririt. Kajian ini termasuk penelitian eksperimen yang pendekatannya secara pra-eksperimental menggunakan penelitian one group pretest-posttest. Kajian yang dilaksanakan mengambil subjek sejumlah 5 siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2024/2025 dengan tingkat tanggung jawab belajar dalam kategori rendah. Metode pengumpulan data mempergunakan angket dan teknik analisis datanya yakni analisis deskriptif serta statistik inferensial. Hasil dari kajian ini adalah terdapat kenaikan skor tanggung jawab belajar siswa sebelum serta setelah memperoleh perlakuan dalam bentuk layanan konseling individual menggunakan strategi self management. Skor pretest dan posttest menunjukkan perubahan kategori dari rendah menjadi sedang dan tinggi. Uji hipotesis dibantu SPSS didapat nilai thitung yang lebih tinggi dari ttabel yakni 8,390 ≥ 2,776 yang berarti bahwa penerapan strategi self-management berbasis teori behavioral efektif dalam meningkatkan tanggung jawab belajar siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Seririt.
TRANSFORMASI PERAN GURU: ANALISIS MODEL PENGOLAHAN INFORMASI SEBAGAI BASIS PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERNALAR KRITIS DALAM KURIKULUM MERDEKA Ni Putu Uliani
Daiwi Widya Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i1.2714

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut adanya keselarasan antara model pembelajaran, metode pembelajaran, dan tujuan kurikulum agar proses belajar mengarah pada penguasaan kompetensi secara mendalam. Salah satu pendekatan yang relevan adalah kelompok Model Pengolahan Informasi yang menekankan pada proses berpikir, pengolahan konsep, dan konstruksi pengetahuan secara aktif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Model Pengolahan Informasi dengan metode Inquiry dan Advance Organizers dalam mendukung pengembangan kemampuan bernalar kritis sebagai bagian dari Profil Pelajar Pancasila. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap jurnal ilmiah sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa model ini sejalan dengan filosofi pendidikan yang memerdekakan, mendukung pergeseran peran guru menjadi fasilitator, serta relevan dengan prinsip deep learning. Tantangan implementasi terletak pada kesiapan guru, pengelolaan waktu, dan asesmen formatif. Diperlukan strategi sistematis agar model ini dapat diimplementasikan secara efektif di sekolah.
FAKTOR DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI TINGKAT STRES KARYAWAN BUMDesa “KARTIKA LESTARI” (STUDI EX- POST FACTO PADA UNIT PENGELOLAAN SAMPAH) I Gusti Ngurah Puger; Gede Danu Setiawan; Kadek Putri Anggaraningtiasih
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2729

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor dominan yang mempengaruhi tingkat stres kerja karyawan Unit Pengelolaan Sampah BUMDesa “Kartika Lestari”. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain ex post facto. Sampel berjumlah 28 orang dengan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh populasi karyawan pada unit tersebut dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui Angket atau kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya guna menjamin. instrumen dapat mengukur variabel secara tepat. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson untuk melihat keeratan hubungan antarvariabel, serta Uji t digunakan untuk menilai signifikansi pengaruh setiap faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan interpersonal merupakan faktor paling dominan yang mempengaruhi tingkat stres kerja, sedangkan beban kerja dan dukungan sosial memiliki pengaruh relatif lebih rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun interaksi yang positif, komunikasi yang efektif, dan dukungan emosional antarpegawai maupun antara pegawai dengan atasan. Peningkatan kualitas hubungan interpersonal diyakini mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif, mengurangi konflik, serta menurunkan tingkat stres karyawan secara signifikan.