cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
PENINGKATAN KUALITAS GURU MELALUI PELATIHAN MICROSOFT EXCEL DI SMAN 8 TANGERANG SELATAN Putri Azra Rafasya; Venni Herli Sundi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.778 KB)

Abstract

Abstract One of the efforts to upgrade the quality of education are the education worker needs to be develop their knowledge and technology. Nowadays, technology has been a domination and reaching the life sector. Therefore, teacher as the education worker must know and comprehend that the use of technology, especially computer. Computer also gives support that is way more important in administration affair related to learning process. Those activity started from constructing learning process, acting learning process until the assessing phase, also the storing of the document about the attendance list. This thing has been done two years back in SMAN 8 Tangerang Selatan. The purpose of this training is to upgrade teacher's comprehension in SMAN 8 Tangsel. We as a student has been conducted our microsoft excel training as a social service with the target is a teacher of SMAN 8 Tangerang Selatan is going very well. Teacher in SMAN 8 Tangerang Selatan is very excited and have a positive response during the activity. This training has been done successfully indicated by the teachers presence of SMAN 8 Tangerang Selatan up to 30 of 45 teachers in SMAN 8 Tangerang Selatan. Abstrak Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, tenaga pendidik harus lebih mengembangkan wawasan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi saat ini sudah menjadi dominasi dan merambah di setiap sektor kehidupan. Maka dari itu guru sebagai tenaga kependidikan harus mengenal dan juga mengerti dalam penggunaan teknologi terutama komputer. Karna komputer selain berperan langsung dalam proses pembelajaran, komputer juga sangat memberikan dukungan yang tidak kalah pentingnya dalam kegiatan administrasi terkait proses pembelajaran. Kegiatan tersebut mulai dari penyusunan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan sampai dengan pengolahan penilaian pembelajaran serta penyimpanan dokumen terkait daftar kehadiran. Hal ini sudah dilakukan sejak dua tahun belakangan ini di SMAN 8 Tangerang Selatan. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman guru di SMAN 8 Tangerang Selatan. Kami Selaku Mahasiswa pengabdian telah melaksanakan proogram kerja pelatihan microsoft excel dengan sasaran guru-guru SMAN 8 Tangerang Selatan berjalan dengan baik dan lancar. Guru-guru di SMAN 8 Tangerang Selatan sangat antusias dan memiliki respon yang sangat baik dalam pelasanaan kegiatan pelatihan berlangsung. Pelatihan ini terlaksana dengan baik dan lancar dengan ditunjukkan guru-guru SMAN 8 Tangerang selatan yang hadir berjumlah 30 orang dari 45 guru yang ada di SMAN 8 Tangerang Selatan.
PENGEMBANGAN KAMPUNG TEMATIK BERBASIS POTENSI LOKAL DALAM MENDUKUNG KOSERVASI WILAYAH PESISIR KELURAHAN TUGUREJO Nana Kariada Tri Martuti; Dewi Liesnoor Setyowati; Andin Irsadi; Andhina Putri Heriyanti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.227 KB)

Abstract

Abstract Tugurejo is one of the villages in Tugu District, Semarang City, which received the thematic village program 2020-2021, with the theme of developing local potential to support conservation in coastal areas. Based on the coordination and SWOT, priority activities are produced to realize the development of thematic villages, based on local potential, in supporting the conservation of coastal areas, including: the use of environmentally friendly water storage ponds and support the conservation of coastal areas, infrastructure for fishing ponds, the development of SMEs in supporting the development of fishing ponds and strengthening the management of the Elok Gate thematic village group. Service activities are carried out with several approaches that are carried out together with partners: group-based, comprehensive, and local potential-based. In accordance with the objectives of the activity, the method that will be adopted in this community service activity will be implemented in 4 stages of activity, namely; (1) Socialization, (2) Competence Improvement, (3) Implementation of Activities, and (4) Monev. The success of the service goals is shown by the following results: the existence of a fish pond that also functions as a flood shelter pond, is part of the conservation of environmentally friendly coastal areas. To support the existence of fishing ponds, the MSME outlets were built by the Gerbang Elok team. MSME outlets are needed as supporting infrastructure for the convenience of visitors. For program sustainability, group management has also been strengthened. The existence of these service activities is very helpful for the community in developing local potential in their area, by empowering the community. Abstrak Tugurejo merupakan salah satu kelurahan yang di Kecamatan Tugu, Kota Semarang, yang mendapatkan program kampung tematik 2020-2021, dengan tema pengembangan potensi local untuk mendukung konservasi di wilayah pesisir. Berdasarkan koordinasi dan SWOT dihasilkan prioritas kegiatan untuk mewujudkan pengembangan kampung tematik, berbasis potensi lokal, dalam mendukung koservasi wilayah pesisir, meliputi: pemanfaatan kolam tampungan air yang ramah lingkungan dan mendukung konservasi wilayah pesisir, sarpras kolam pancing, pengembangan UMKM dalam mendukung berkembangnya kolam pancingan serta penguatan manajemen kelompok kampung tematik Gerbang Elok. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan beberapa metode pendekatan yang dilakukan secara bersama-sama dengan mitra: berbasis kelompok, komprehensif, dan berbasis potensi lokal. Sesuai dengan tujuan kegiatan, metode yang akan ditempuh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan diimplementasikan dalam 4 tahapan kegiatan, yakni; (1) Sosialisasi, (2) Peningkatan Kompetensi, (3) Pelaksanaan Kegiatan, serta (4) Monev. Keberhasilan tujuan pengabdian ditunjukkan dengan beberapa hasil sebagai berikut: adanya keberadaan kolam ikan yang juga berfungsi sebagai kolam penampungan banjir, merupakan bagian dari konservasi wilayah pesisir yang ramah lingkungan. Untuk mendukung keberadaan kolam pancing dilakukan pembangunan gerai UMKM oleh tim Gerbang Elok. Gerai UMKM diperlukan sebagai sarpras pendukung untuk kenyamanan pengunjung. Untuk keberlanjutan program, telah dilakukan pula penguatan manajemen kelompok. Adanya kegiatan pengabdian tersebut sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi local di wilayahnya, dengan pemberdayaan masyarakat.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK KAMPUS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA CLEANING SERVICE FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JAMBI Jasminarni; Evita
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.173 KB)

Abstract

Abstract The activity aims to improve facility care knowledge and skills on Faculty of Agriculture Jambi University through education, discussion, training, demonstration and assistance during organic waste processing in campus into compost and package it, so it can increase family income. Problems and the priority to solve the problem are: 1) Lack of adequate work equipment 2) Lack of knowledge about the impact of waste burning to the environment, 3) Lack of knowledge of how to process organic waste into compost, 4) Lack of knowledge about the benefits of organic fertilizers and 5) Lack of knowledge about the added value of organic waste as a source of increased family income. The methods of implementing activities are: 1) Education about the adverse impact of burning waste to the environment, 2) Demonstration about campus organic waste proceesing into compost using Compost Bag, 3) Making compost packaging so it gives value and can increase family income and 5) Assistance in the utilization of compost to plant vegetable and ornamental plants around the Faculty of Agriculture Jambi University. The results of this devotional activity can be seen from the work of partner groups in cultivating organic vegetables, increasing the interest of facility care group of the Faculty of Agriculture, Jambi University to produce organic vegetable products by utilizing the compost that they produce together. Abstract Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan cleaning service Fakultas Pertanian UNJA melalui penyuluhan, diskusi, pelatihan, demontrasi dan pendampingan teknik pengolahan sampah organik di lingkungan kampus menjadi kompos dan pengemasannya, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Permasalahan dan skala prioritas penanganan masalahnya adalah : 1) Kurangnya peralatan kerja yang memadai 2) Kurangnya pengetahuan tentang dampak pembakaran sampah terhadap lingkungan, 3) Kurangnya pengetahuan cara pengolahan sampah organik menjadi kompos, 4) Kurangnya pengetahuan tentang manfaat pupuk organik dan 5) Kurangnya pengetahuan tentang nilai tambah sampah organik sebagai sumber peningkatan pendapatan keluarga.Metode pelaksanaan kegiatan adalah : 1) Penyuluhan tentang dampak kurang baik dari pembakaran sampah terhadap lingkungan, 2) Demontrasi pengolahan sampah organik kampus menjadi kompos menggunakan Kompos Bag, 3) Pembuatan kemasan kompos sehingga mempunyai nilai jual dan dapat menambah penghasilan keluarga dan 5) Pendampingan pemanfaatan kompos ke tanaman sayuran dan tanaman hias disekitar lingkungan Fakultas Pertanian UNJA. Hasil dari Kegiatan pengabdian ini dapat dilihat dari hasil kerja kelompok mitra dalam membudidayakan sayuran organik, peningkatan animo anggota kelompok Cleaning Service Fakultas Pertanian Universitas Jambi untuk bersama-sama menghasilkan produk sayuran organik dengan memanfaatkan kompos yang mereka hasilkan.
PEMBUDIDAYAAN TANAMAN OBAT KELUARGA DI KELURAHAN SEPINGGAN KOTA BALIKPAPAN Andhika Giyantara
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.494 KB)

Abstract

Abstract Family Medicinal Plants (TOGA) are various kinds of nutritious plants that are planted on vacant land next to the Sepinggan sub-district office which is managed by PKK women. The TOGA planting is carried out in order to meet the needs of the surrounding community for traditional medicines that can be made by themselves. This plant is useful to meet the needs of nature for life, including the need to overcome traditional health problems. Many people still do not understand the use of family medicinal plants, therefore efforts are needed to increase public knowledge about the scientific efficacy of TOGA, and procedures for planting TOGA. Community service activities are carried out in an effort to increase community knowledge and skills, including submission of papers on various types of plants and their benefits, and good procedures for planting medicinal plants. With this activity, it is hoped that the community will know how to cultivate TOGA properly and correctly. By using the right methods, the community can cultivate TOGA independently, and the community can use TOGA as an alternative to healthy living. To realize these objectives, the following activities were carried out: (1) Conducting counseling on how to cultivate, manage and harvest TOGA. (2) Providing the main place to cultivate TOGA, and (3) Cultivating TOGA. Abstrak Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan berbagai macam tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan kosong di samping kantor kelurahan Sepinggan yang dikelola oleh ibu- ibu PKK. Penanaman TOGA ini dilakukan dalam rangka memenuhi keperluan masyarakat sekitar akan obat-obatan tradisional yang dapat dibuat sendiri. Tanaman ini bermanfaat untuk memenuhi keperluan alam bagi kehidupan, termasuk keperluan mengatasi masalah kesehatan secara tradisional. Banyak masyarakat yang masih belum paham akan pemanfaatan tanaman obat keluarga, untuk itu diperlukan upaya dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang khasiat TOGA secara ilmiah, dan tata cara menanam TOGA. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam upaya meningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, meliputi penyampaian makalah tentang aneka jenis tanaman dan khasiatnya, dan tata cara penanaman tanaman obat yang baik. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat mengetahui cara membudidaya TOGA secara baik dan benar. Dengan menggunakan metode-metode yang benar, masyarakat dapat membudidayakan TOGA secara mandiri, dan masyarakat dapat menjadikan TOGA sebagai alternatif hidup sehat. Untuk merealisasikan tujuan tersebut maka dilakukan kegiatan: (1) Melakukan penyuluhan tentang bagaimana cara membudidayakan, mengelola dan memanen TOGA. (2) Menyediakan tempat utama untuk membudidaya TOGA, dan (3) Membudidayakan TOGA.
PELATIHAN PEMASANGAN SEL SURYA SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF Imam Arif Rahardjo; Suyitno; Massus; M. Djaohar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.126 KB)

Abstract

Abstract Installation of solar energy through solar cells as an alternative power plant is a solution, but to be able to utilize solar energy as a fulfillment of energy needs, education is needed for the community, so that people can optimally use it. Moreover, when viewed from the age composition of the dominant population from the age of 15-64 years or by 63.3 percent. The rest are aged 0-14 years and 65 years. On this basis, this training is aimed at youth, especially youth organizations. So that in order to educate the public in order to increase community competence about the use of solar energy as a power plant, the background for this Community Service activity is as a contribution to environmental care. The methods used in the training on the installation of Solar Cells as alternative power plants are used as many as 4 methods, namely the lecture method, demonstration / demonstration method, discussion / question and answer method, and practical / psychomotor skills method. Based on the results of the training, there was an increase in the knowledge and skills of the participants by 25% from the previous average value of 59.3 to 74. When viewed from the average increase in the percentage gain score of 56.1%. At the pretest the percentage of participants who met the minimum completeness criteria only reached 2% of the total participants, while at the posttest the percentage of participants who met the minimum completeness criteria rose to 77% of the total participants.. It can be concluded that the training on installing Solar Cells as an alternative power plant is quite effective. Abstrak Pemasangan energi surya melalui sel surya sebagai pembangkit listrik alternatif merupakan salah satu solusi, namun untuk dapat memanfaatkan energi surya sebagai pemenuhan kebutuhan energi diperlukan edukasi kepada masyarakat, agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal. Apalagi jika dilihat dari komposisi usia penduduk yang dominan dari usia 15-64 tahun atau sebesar 63,3 persen. Sisanya berusia 0-14 tahun dan 65 tahun. Atas dasar itu, pelatihan ini ditujukan kepada pemuda, khususnya organisasi kepemudaan. Sehingga dalam rangka mengedukasi masyarakat dalam rangka peningkatan kompetensi masyarakat tentang pemasangan energi surya sebagai pembangkit listrik, melatarbelakangi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sebagai kontribusi terhadap kepedulian lingkungan. Metode yang digunakan dalam pelatihan pemasangan sel surya sebagai pembangkit listrik alternatif ini digunakan sebanyak 4 metode yaitu metode ceramah, metode demonstrasi/demonstrasi, metode diskusi/tanya jawab, dan metode praktik / keterampilan psikomotorik.Berdasarkan hasil pelatihan, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 25% dari nilai rata-rata sebelumnya sebesar 59,3 menjadi 74. Jika dilihat dari peningkatan rata-rata persentase perolehan skor sebesar 56,1%. Pada saat pretest persentase peserta yang memenuhi kriteria ketuntasan minimum hanya mencapai 2% dari keseluruhan peserta, sedangkan pada saat posttest persentase peserta yang memenuhi kriteria ketuntasan minimum naik hingga 77% dari keseluruhan peserta. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan pemasangan sel suryas sebagai pembangkit listrik alternatif cukup efektif.
PELATIHAN PEMBUATAN TOKO ONLINE BAGI PKK Mochammad Djaohar; Ermi Medias; ZE. Ferdi Fauzan; Roy Oktaf Fiyanto; Fajar Danang Sampurno
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.494 KB)

Abstract

Abstract Utilization of information technology or the internet that is global in the business world, especially marketing can expand the dissemination of information on products marketed. One of the information technologies in the millennial era is online stores. This technology can make it easier for businesses or store owners to promote products and make it easier for consumers to get product infromation. However, there are limitations in the ability of the community to implement this online store. For that The State University of Jakarta held an Online Store Creation Training through a workshop on August 26 September, 2021. This activity is a form of community service as part of practicing knowledge owned and given continuously periodically to the community. The methods used in the training on the creation of an online store are used as many as 4 methods, namely the lecture method, demonstration/demonstration method, discussion/question and answer method, and practical/psychomotor skills method. Based on the results of the training, there was an increase in the knowledge and skills of the participants by 26% from the previous average value of 59,83 to 85,33. When viewed from the average increase in the percentage gain score of 63%, it can be concluded that the training on the creation of an online store is quite effective. Abstrak Pemanfaatan teknologi informasi atau internet yang bersifat global dalam dunia usaha khususnya pemasaran dapat memperluas penyebaran informasi produk yang dipasarkan. Salah satu teknologi informasi pada era milenial adalah toko online. Teknologi ini dapat memudahkan pelaku usaha atau pemilik toko dalam mempromosikan produk dan memudahkan konsumen dalam mendapatkan infromasi produk. Namun demikian terdapat keterbatasan kemampuan masyarakat untuk mengimplemntasikan toko online ini. Untuk itu, Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Toko Online melalui workshop pada tanggal 26 September 2021. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian mengamalkan ilmu pengetahuan yang dimiliki serta diberikan secara berkesinambungan secara periodik kepada masyarakat. Metode yang dipergunakan dalam pelatihan pembuatan toko online dipergunakan sebanyak 4 metode yaitu metode ceramah, metode demonstrasi/peragaan, metode diskusi/tanya jawab, dan metode keterampilan praktik/psikomotorik. berdasarkan hasil pelatihan diperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 26% dari rerata nilai sebelumnya sebesar 59,83 menjadi 85,33. Jika dilihat dari kenaikan rata-rata persentase gain skor sebesar 63%, dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembuatan toko online cukup efektif.
PELATIHAN KELISTRIKKAN UNTUK GURU SMK DOM BOSCO DI FATUMACA TIMOR LESTE Imam Arif Rahardjo; Massus; Parjiman; Sakirah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.461 KB)

Abstract

Abstract Electricity is one of the needs that cannot be separated from human daily life, even this need is a primary need in carrying out daily activities. Based on the community's condition on the quality of electricity and in order to improve the quality of teacher competence at SMK Dombosco, the background for this international collaborative Community Service activity is as a contribution to environmental care for the Dom Bosco high school, Kec. Vemasse, Kab. Baucau Timor Leste in improving the competence of electricity teachers. This community service implementation activity began with a site survey by visiting SMK Dom Bosco Fatumaca Timor Leste to get approval to conduct direct observations. The next stage is to screen participants from the community, especially East Timorese teachers. Furthermore, so that training participants can increase competence in the cognitive and psychomotor domains and be able to apply them in daily life, the following steps are needed, namely pre-test, providing explanations about electricity, conducting electrical practice, post-test. The test results before the presentation of the electrical training material to the training participants, obtained an average score of 67.5 participants. This value is included in the sufficient category. While the test results after the electrical training material for the trainees, the average participant obtained a score of 87. This value is included in the very good category. The results of the training showed an increase in the value of 29% or from the value of 67.5 in the pretest to 87 from the posttest score. While the value of the N-Gain Score obtained a value of 0.6. This value is in the medium category. While the effectiveness of the N-Gain Score obtained a value of 62.9%. So that it can be ascertained that the training is effective in improving the quality of teacher competence in SMK Dom Bosco Fatumaca Timor Leste. Abstrak Kelistrikkan merupakan salah satu kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia bahkan kebutuhan tersebut menjadi kebutuhan yang primer dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Berdasarkan kondisi masyarakat terhadap kualitas kelistrikkan dan dalam rangka meningkatkan kualitas kompetensi guru di SMK Dombosco, melatarbelakangi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat kolaboratif internasional ini sebagai sumbangsih terhadap kepedulian lingkungan sekolah menengah kejuruan Dom Bosco, Kec.Vemasse, Kab. Baucau Timor Leste dalam meningkatkan kompetensi guru kelistrikkan. Kegiatan pelaksanaan Pengabdian Pada masyarakat ini dimulai dengan survei lokasi dengan mendatangi SMK Dom Bosco Fatumaca Timor Leste guna mendapatkan persetujuan sekaligus melakukan pengamatan langsung. Tahapan selanjutnya melakukan penjaringan peserta dari masyarakat khususnya guru Timor Leste. Selanjutnya agar peserta pelatihan dapat bertambah komptensi pada ranah kognitif dan psikomotorik serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, diperlukan langkah-lagkah sebagai berikut yaitu pre test, memberikan penjelasan tentang kelistrikkan, melakukan praktik kelistrikkan, post test. Hasil tes sebelum pemaparan materi pelatihan kelistrikkan pada para peserta pelatihan, maka diperoleh rata-rata peserta memperoleh nilai 67,5. Nilai ini masuk pada kategori cukup. Sedangkan hasil tes setelah pemaparan materi pelatihan kelistrikkan pada para peserta pelatihan, maka diperoleh rata-rata peserta memperoleh nilai 87 . Nilai ini masuk pada kategori sangat baik. Hasil pelatihan menunjukkan kenaikan nilai sebesar 29% atau dari nilai 67,5 pada pretest menjadi 87 dari nilai posttes. Sedangkan nilai N-Gain Score diperoleh nilai sebesar 0,6. Nilai ini masuk pada kategori sedang. Sedangkan pada efektivitas N-Gain Score diperoleh nilai 62,9%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan kelistrikkan cukup efektif dalam meningkatkan kualitas kompetensi guru di SMK Dom Bosco Fatumaca Timor Leste.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI PEMBUATAN ECO-ENZYME DARI LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA SEBAGAI ALTERNATIF DESINFEKTAN ALAMI Dwi Endah Kusumawati; Chintiana Nindya Putri
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.992 KB)

Abstract

Abstract Population growth will be in line with the amount of waste generated. Until now, waste management, both organic and inorganic, is still a challenge. The lack of education in waste management causes most of the waste to just pile up in the Final Disposal Site (TPA). One solution for utilizing household organic waste that is easy to make, environmentally friendly and rich in benefits is the manufacture of eco-enzymes. Eco-enzyme is a fermented liquid made from a mixture of brown sugar, household organic waste in the form of fruit skins and the rest of raw vegetable pieces and water in a ratio of 1: 3: 10. The process of making eco-enzyme is very simple and uses a lot of ingredients. available around us, so that it can be used as a solution to reduce household organic waste which occupies the largest proportion of the total composition of waste. The extension of the community empowerment program was carried out by means of an offline demonstration method, while maintaining health protocols. This activity is also adjusted to the current conditions that are still being hit by the global Covid-19 pandemic, where currently maintaining personal and environmental hygiene is believed to be one way to prevent disease. Disinfectants and hand sanitizers are widely used for cleaning and sanitation activities. The application of eco-enzyme products can be used as natural disinfectants, floor and dish cleaning fluids, organic fertilizers, etc. Abstrak Jumlah penduduk yang terus bertambah akan selaras dengan jumlah sampah yang dihasilkan. Hingga saat ini, pengelolaan sampah baik organik maupun anorganik masih menjadi tantangan. Minimnya edukasi dalam pengelolaan sampah menyebabkan sebagian besar jumlah sampah hanya menjadi timbunan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satu solusi pemanfaatan limbah organik rumah tangga yang mudah dibuat, ramah lingkungan dan kaya manfaat adalah pembuatan eco-enzyme. Eco-enzyme adalah cairan hasil fermentasi yang dibuat dari campuran gula merah, limbah organik rumah tangga berupa kulit buah dan sisa potongan sayuran mentah dan air dengan perbandingan 1: 3: 10. Proses pembuatan eco-enzyme sangat sederhana dan menggunakan bahan-bahan yang banyak tersedia di sekitar kita, sehingga dapat dijadikan salah satu solusi untuk mengurangi limbah organik rumah tangga yang menempati proporsi paling besar dari total komposisi sampah. Penyuluhan program pemberdayaan masyarakat ini dilakukan dengan metode demonstrasi secara luring, dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Kegiatan ini juga disesuaikan dengan kondisi sekarang yang masih dilanda pandemi global Covid-19, dimana saat ini kegiatan menjaga kebersihan baik pribadi dan lingkungan diyakini sebagai salah satu cara pencegahan penyakit. Cairan desinfektan dan handsanitizer banyak digunakan untuk kegiatan pembersihan dan sanitasi. Aplikasi produk eco-enzyme dapat dimanfaatkan menjadi desinfektan alami, cairan pembersih lantai dan piring, pupuk organik, dll.
PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI ECO ENZYME BERSAMA MASYARAKAT KELURAHAN PEMATANG KAPAU PEKANBARU Deviona; Maimunah; Chairul
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.27 KB)

Abstract

Abstract Organic waste can be used into various products that have economic value and are environmentally friendly, one of which is eco-enzymes. Eco-enzyme is a multifunctional liquid produced from a fermentation process for 3 months with simple ingredients, namely brown sugar, organic waste in the form of fruit and vegetable peels and water with a ratio of 1:3:10. The benefits of Eco Enzyme are as plant fertilizer, repellent, cleaning drains, detergent, dishwashing liquid, cleaning vegetables and fruit from pesticides, cleaning air pollution, and antiseptic. Community service activities in Pematang Kapau village provide benefits in household waste management. The purpose of this community service activity is to introduce the process of making eco enzymes and the multi-functional benefits of eco enzymes through training and practice of making eco enzymes. This service activity is carried out face-to-face while still adhering to health protocols. One day before the training, the team gave out brochures on the technicalities of making eco enzymes and asked participants to bring organic waste. Based on the results of the questionnaire at the beginning and at the end of the service, 80% said it was in accordance with the needs of the community, 90% added insight, 95% was useful, and the percentage who wanted to do it after training increased from the initial 30% to 100%. Abstrak Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan, salah satunya adalah eco-enzym. Eco-enzyme adalah cairan multifungsi yang dihasilkan dari proses fermentasi selama 3 bulan dengan bahan sederhana yaitu gula merah, sampah organik berupa kulit buah dan sayuran serta air dengan perbandingan 1:3:10. Manfaat Eco Enzyme yaitu sebagai pupuk tanaman, pengusir hama, membersihkan saluran air, detergen, cairan pencuci piring, pembersih sayur dan buah dari pestisida, membersihkan polusi udara, serta antiseptik. Kegiatan pengabdian masyarakat di kelurahan Pematang Kapau memberikan manfaat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengenalkan proses pembuatan eco enzyme dan manfaat multi fungsi dari eco enzyme melalui pelatihan dan praktek pembuatan eco enzyme. Kegiatan pengabdian ini dilakukan secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Satu hari sebelum pelatihan, tim memberikan brosur tentang teknis pembuatan eco enzyme dan meminta peserta membawa sampah organic. Berdasarkan hasil kuesioner diawal dan diakhir pengabdian memperlihatkan bahwa 80 % mengatakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, 90 % menambah wawasan, 95 % bermanfaat, dan persentasi yang ingin melakukan setelah pelatihan meningkat dari yang awalnya 30% menjadi 100 %.
PROGRAM PELATIHAN JALAN CEPAT, AEROBIK, DAN ZUMBA TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAX PARA BURUH PEREMPUAN PERKEBUNAN DI DESA CIBOGO KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Rina Ambar Dewanti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.342 KB)

Abstract

Abstract The Community Service activity entitled Fast Walking, Aerobics, and Zumba Training Program on Increasing Vo2 Max of Female Plantation Workers in Cibogo Village, Lembang District, West Bandung Regency, aims to increase the cardiorespiratory or cardiorespiratory endurance of women workers on plantations in Cibogo Village through interviews and training methods. . This activity also aims to increase the knowledge of female workers about the benefits of brisk walking, aerobics, and zumba and to motivate female workers to do brisk walking, aerobics, and zumba exercises regularly so that they can increase work productivity and reduce stress due to workload. It is hoped that the training can be applied sustainably by women workers at the Cibogo Village Plantation. Abstrak Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang berjudul Program Pelatihan Jalan Cepat, Aerobik, Dan Zumba Terhadap Peningkatan Vo2 Max Para Buruh Perempuan Perkebunan Di Desa Cibogo Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat bertujuan untuk meningkatkan daya tahan paru jantung atau kardiorespirasi buruh perempuan di perkebunan Desa Cibogo melalui metode wawancara dan pelatihan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan buruh perempuan tentang manfaat jalan cepat, aerobik, dan zumba dan memotivasi buruh perempuan untuk melakukan latihan jalan cepat, aerobik, dan zumba secara rutin sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi stress akibat beban kerja. Diharapkan latihan tersebut bisa diterapkan secara berkelanjutan oleh buruh perempuan di Perkebunan Desa Cibogo.