cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN HOLISTIK DAN PENINGKATAN KOMPETENSI TUTOR PENDIDIKAN KESETARAAN UNTUK MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN YANG INKLUSIF, BERMANFAAT, DAN BERKARAKTER Karta Sasmita; Daddy Darmawan; Adi Irvansyah; Puji Hadiyanti; Nararia Hutama Putra; Setiawan Wibowo; Retno Dwi Lestari; Fitri Khoiriyah Parinduri; Asma Syifa Nabihah; Fera Kuraysia; Sylvia Octaviani Tambunan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Kesetaraan memainkan peran penting dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal. Kualitas tutor menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan tutor dalam mengimplenetasikan Model Pembelajaran Holistik yang mengintegrasikan aspek akademik, sosial-emosional, nilai-nilai karakter, dan keterampilan kehidupan nyata untuk meningkatkan kompetensi tutor di PKBM Jingga Kota Bekasi. Metode yang digunakan mencakup pelatihan intensif kepada tutor, pengenalan media pembelajaran interaktif, dan evaluasi berkala. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kompetensi tutor sebesar 40%, serta motivasi belajar peserta didik yang meningkat 30%. Pembelajaran yang inklusif dan bermakna berhasil meningkatkan kualitas pendidikan di PKBM Jingga, dengan produk yang dihasilkan berupa buku panduan, modul pelatihan, dan platform e-learning yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Kesimpulannya, penerapan model ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang inklusif, bermanfaat, dan berkarakter di Pendidikan Kesetaraan. Abstract Equivalency Education plays a pivotal role in expanding access to learning for individuals unable to participate in formal schooling. Tutor quality is a key determinant of program success. This community service program aimed to strengthen tutors’ capacity to implement a Holistic Learning Model that integrates academic content, socio-emotional development, character values, and real-life skills, thereby improving tutor competence at PKBM Jingga, Bekasi City. The methods included intensive tutor training, the introduction of interactive learning media, and regular evaluations. The program yielded a 40% increase in tutor competence and a 30% rise in learner motivation. Inclusive and meaningful learning improved the overall quality of education at PKBM Jingga, with tangible outputs including a guidebook, training modules, and a sustainable e-learning platform. In conclusion, implementing this model can enhance inclusive, impactful, and character-building learning in Equivalency Education.
STRATEGI PENGUATAN KAPASITAS, KUALITAS DAN KINERJA PETUGAS TUBERKULOSIS UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN PENGENDALIAN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS KEBUN LADA BINJAI Medina Liza Lubis, Humairah; Rahma Aini; Zafira Khairunisa; Saskya Nabila Parinduri; Asya Salsabila; Siti Rahmah Hutabarat
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, yangmemengaruhi sekitar 1 juta orang dan menyebabkan sekitar 134.000 kematian setiap tahun. Indonesiamenjadi negara dengan tingkat TB tertinggi kedua di dunia. Sebagai respons terhadap masalahmendesak ini, pemerintah telah menetapkan tujuan untuk mengeliminasi TB pada tahun 2030. Namun,terdapat beberapa hambatan yang harus diatasi, termasuk stigma sosial, fasilitas kesehatan yang tidakmemadai dan kurangnya kesadaran masyarakat mengenai penyakit ini serta opsi kesehatan yangtersedia. Peran dan kompetensi petugas TB sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan,update kebijakan terbaru dan memanfaatkan sistem pencatatan kasus TB secara efektif. Untuk memperkuat kemampuan, sesi pelatihan tatap muka telah dilaksanakan, dengan efektivitas sesi tersebut melalui pre-posttest. Setelah pelatihan, pemahaman petugas terhadap materi mengalami peningkatan yang signifikan. Hasil pre-posttest menunjukkan kinerja petugas TB secara umum positif, 6% membutuhkan pelatihan tambahan dan 5% membutuhkan dukungan program dan 11% mengalami kesulitan dengan sistem pencatatan kasus. Temuan ini menyoroti pentingnya pelatihan dan dukungan untuk meningkatkan kinerja petugas TB, yang pada akhirnya berkontribusi pada upaya pengendalian TB yang efektif dan berkelanjutan.   Abstract Tuberculosis (TB) remains a significant public health challenge in Indonesia affecting approximately 1million individuals and resulting in around 134,000 death annualy. Indonesia became a country with thesecond-highest TB rates globally. In response to this urgent matter, the government has voiced anambitious objective to eliminate TB by 2030. However, several obstacles must be navigated, includingsocial stigma, insufficient healthcare infrastructure, and a general unawareness regarding the diseaseand available treatment options. The roles and competencies of TB officers are crucial in enchancing thequality of care, staying abreast of new regulatory policies, and effectively utilizing the TB case recordingsystem. To strengthen their capabilities, face-to-face training sessions were implemented, with theeffectiveness of these sessions assessed via pre and pos training tests. After the training, a significantincrease in the officers’ understanding of the material has increased. Pre-posttest result shows agenerally positive performance among TB officers; nonetheless 6% expressed a need for additionaltraining, 5% called for program support, and 11% encountered difficulties with the case recordingsystem. These finding underscore the necessity for training and support for enchancing performance ofTB officers, ultimately contributing to more effective and sustainable TB control efforts.
PROGRAM EDUKASI PARTISIPATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN MALARIA DI DAERAH ENDEMIS Medina Liza Lubis, Humairah; Ilham Jaya Kesuma; Silvy Claresta Febryandani; Nasha Riaulina; Rega Hamdana; Tamara Marwiyah Sitorus; M. Iqbal Prayoga; M. Rafli Karo Karo; Muhammad Rifandi; Raja Firdaus; Salsalina Dwi Arifin; Khofifah Dwi R; Dwi Anriani; M. Nabiel Rijzhega; M. Farhan Azura; Rafi Hanif Hasibuan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan utama masyarakat di daerah endemis Indonesia yangberdampak pada tingginya angka kesakitan, kematian dan menurunkan produktivitas masyarakat.Rendahnya pemahaman tentang deteksi dini gejala serta praktik pencegahan menjadi hambatan dalamupaya eliminasi malaria. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitasmasyarakat melalui program edukasi partisipatif yang menekankan pemberdayaan komunitas. Programdilaksanakan di wilayah endemis dengan melibatkan kelompok masyarakat berisiko tinggi. Intervensiberupa penyuluhan terstruktur, diskusi kelompok, serta pelatihan praktis mengenai deteksi dini gejalamalaria dan pencegahan berbasis rumah tangga. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test dan observasiperilaku. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai transmisimalaria, kemampuan mengenali gejala dini, serta praktik pencegahan, seperti penggunaan kelambuberinsektisida dan pencarian pengobatan lebih cepat. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran,tetapi juga menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam pengendalian malaria. Program edukasipartisipatif ini berpotensi mendukung keberlanjutan upaya eliminasi malaria nasional melalui penguatanperan serta masyarakat.   Abstract Malaria remains a major public health problem in endemic areas of Indonesia, contributing to highmorbidity, mortality, and reduced community productivity. Limited knowledge of early detection andeffective prevention strategies is a key barrier to malaria control and elimination efforts. This communityengagement program aimed to enhance community capacity through a participatory health educationapproach. The program was conducted in a malaria-endemic region by involving high-risk communitygroups. Interventions included structured health education sessions, participatory group discussions, andhands-on training on early symptom detection and household-based prevention practices. Evaluation wascarried out using pre- and post-intervention questionnaires and behavioral observations. The programdemonstrated significant improvements in community knowledge of malaria transmission, recognition ofearly symptoms, and adoption of preventive practices, such as consistent use of insecticide-treated bed nets and timely healthcare-seeking behavior. Beyond increasing awareness, the program fosteredcommunity empowerment and self-reliance in malaria prevention and control. The findings suggest thatparticipatory education programs are effective and sustainable strategies to support Indonesia’s nationalmalaria elimination agenda through strengthening community involvement.
Penerapan IPTEK dalam Penyediaan Fasilitas Penerangan Jalan-Umum (PJU) berbasis Tenaga-Surya di KTH-05 Rumah Kaum Jayakarta Kelurahan Jatinegara Kaum Djatmiko, Wisnu; Iwan Sugihartono; Aris Sunawar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Tani-Hutan ke 05 rumah-Kaum Jayakarta (KTH-05) merupakan satu dari enam KTH yang terletak di wilayah RW-03 Kelurahan Jatinegara-Kaum Kecamatan Pulogadung Kota Administrasi Jakarta-Timur. KTH-05 menempati area seluas 350m2, milik Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) Jakarta Timur dan  PT. Antam Tbk UPB Logam Mulia, untuk dimanfaatkan sebagai lahan yang ditanami tanaman buah dan sayuran dengan tujuan untuk mitigasi bencana dalam pemenuhan kebutuhan-pangan bagi masyarakat di RW-03 Kelurahan Jatinegara Kaum. Area KTH-05 Rumah-Kaum berada di sebelah Barat makam Pangeran Jayakarta belum memiliki fasilitas lisrik-PLN, sehingga berdampak terbatasnya kegiatan masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan tanaman-tanaman yang ditanam di lokasi tersebut. Mengacu ke hasil Musrenbang Kelurahan Jatinegara Kaum Jakarta Timur dengan warga RW-03 disepakati masyarakat RW-03 membutuhkan lampu-penerangan di area KTH-05 Rumah-Kaum Jayakarta dengan tujuan untuk meningkatkan produktifitas. Solusi yang ditawarkan oleh tim pelaksana kegiatan P2M adalah dengan melakukan beberapa langkah, yaitu: (1) melakukan survey untuk mendapatkan data-data teknis yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem penerangan di area KTH-05 Rumah Kaum Jayakarta; (2) menentukan spesifikasi sistem PJU Tenaga-Surya yang akan diinstlasikan mengacu kebutuhan mitra; (3) menentukan spesifikasi tiang PJU sesuai dengan spesifikasi system PJU Tenaga-Surya; (4) pengadaan system PJU dan system tiang PJU mengacu ke spesifikasi yang telah divalidasi; (5) pengujian system PJU dan system tiang PJU sebelum diinstalasikan; (6) pemasangan sistem PJU Tenaga-Surya di area KTH-05 Rumah Kaum Jayakarta; (7) melatih anggota KTH-05 Rumah Kaum untuk mengoperasikan sistem PJU Tenaga Surya; dan (8) serah-terima sistem PJU Tenaga-Surya ke wakil masyarakat KTH-05 Rumah Kaum.  Tim pelaksana kegiatan telah melaksanakan kegiatan P2M di area KTH-05 rumah Kaum Jayakarta pada rentang bulan Juni sd September 2025 dengan 3 (tiga) unit lampu penerangan jalan berbasis sistem PLTS menggunakan 3 (tiga) modul lampu-jalan two-in-one solar-cell merk Solar Light 800Watt dengan spesifikasi: (1) warna cahaya Putih (6000K); (2) baterai LiFePO4 3,2Volt 36AH; (3) IP rating IP65 waterproof; (4) panel-LED dengan total 200 LED tipe SMD 5050; (5) solar-cell Polycrystalline 6Volt 38Watts; dan (6) ON/OFF otomatis dengan remote. Tiga tiang PJU yang digunakan mempunyai spesifikasi: (1) bertipe Oktagonal; (2) berbahan besi-galvanis; (3) tinggi-tiang 5 meter; (4) tebal-plat tiang 2,7mm; (5) diameter-dasar 120 mm, diameter-atas 80mm; (6) diameter shock 2inchi; (7) ukuran baseplate 300×300×12mm;  dan (8) menggunakan ukuran angkur M16×500×100.  Hasil pengukuran intensitas Cahaya (menggunakan Lutron LX-101AS Lux meter) dan perhitungan Lumen yang dihasilkan masing-masing modul lampu dengan luas paparan cahaya sebesar 16m2 (4×4m) adalah: (1) modul lampu #1 sebesar  536 Lumen; (2) modul lampu #2 sebesar 520 Lumen; dan (3) intensitas modul lampu #3 sebesar 527 Lumen. Terdapat dua dampak-positif bagi Masyarakat yang dihasilkan dari kegiatan pemasangan tiga unit lampu-penerangan berbasis PLTS PJU di area KTH-05 rumha Kaum Kelurahan Jatinegara Kaum, yaitu: (1) meningkatkan efisiensi dan produktifitas Masyarakat yang memanfaatkan area KTH-05 rumah Kaum Jayakrta ; (2) meningkatkan Tingkat literasi anggota KTH-05 dalam memahami cara mengoperasikan dan merawat sistem lampu-penerangan berbasis PLTS.
INOVASI PUPUK KERING DARI LIMBAH ORGANIK TPI INENGO, DESA HUANGOBOTU KABUPATEN BONE BOLANGO Wila Rumina Nento; Shindy Hamidah Manteu; I Made Sudiarta
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity aims to introduce an innovation in processing organic waste from fishery by-products at the Fish Auction Place (TPI) Inengo, Huangobotu Village, Bone Bolango Regency, into environmentally friendly and economically valuable nutrient-rich dry fertilizer. Organic waste generated from fish auction activities, such as bones, scales, fish skin, and entrails, has not been optimally managed, thus potentially causing environmental pollution and health problems for the surrounding community. Through a participatory approach, the service team carried out socialization, technical training, and assistance for community groups in Huangobotu Village, particularly the youth organization (karang taruna), regarding the process of converting waste into dry fertilizer. The production process was conducted using simple and easily applicable methods, including material collection, chopping, fermentation with microbial activators, drying, and packaging of the final product. The results of this activity indicated an increase in the community’s knowledge and skills in processing organic waste into useful products, as well as the potential to improve income through fertilizer sales. This innovation is expected to serve as a model for sustainable organic waste management in coastal areas, while also supporting environmentally friendly agricultural programs in Gorontalo. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi pengolahan limbah organik dari hasil samping perikanan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Inengo, Desa Huangobotu, Kabupaten Bone Bolango menjadi pupuk kering bernutrisi yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas pelelangan ikan, seperti tulang, sisik, kulit ikan, dan jeroan, selama ini belum dikelola secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat sekitar. Melalui pendekatan partisipatif, tim pengabdi melakukan sosialisasi, pelatihan teknis, serta pendampingan kepada kelompok masyarakat Desa Huangobotu dalam hal ini karang taruna tentang proses pengolahan limbah menjadi pupuk kering. Proses produksi dilakukan dengan metode sederhana yang mudah diterapkan, meliputi pengumpulan bahan, pencacahan, fermentasi dengan aktivator mikroba, pengeringan, dan pengemasan produk akhir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat serta berpotensi meningkatkan pendapatan melalui penjualan pupuk. Inovasi ini diharapkan menjadi model pengelolaan limbah organik di kawasan pesisir yang berkelanjutan, sekaligus mendukung program pertanian ramah lingkungan di Gorontalo.