Articles
1,239 Documents
Analisis Pengaruh Indeks Maqashid Syariah dan Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas
Leviana Belianti;
Ruhadi Ruhadi
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (626.261 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2179
Maqashid syariah merupakan haluan aktivitas bank syariah dalam memperoleh profit. Topik ini menarik untuk diteliti karena profitabilitas dalam perspektif islam adalah manfaat bersifat materi dan imateriel yang diperoleh di dunia dan akhirat. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri pengaruh indeks maqashid syariah dan ukuran perusahaan (Ln total aset) terhadap profitabilitas (NOM) bank umum syariah di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan ialah eksplanatif kausalitas dengan analisis regresi berganda menggunakan data sekunder dari 12 sampel bank umum syariah (BUS) di Indonesia yang menerbitkan laporan keuangan berturut-turut periode 2014-2018. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa secara parsial maupun simultan, indeks maqashid syariah dan ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Semakin besar indeks maqashid dan ukuran suatu bank umum syariah akan dapat meningkatkan profitabilitas bank syariah. Hal ini mencerminkan perusahaan taat menjalankan kepatuhan syariah dan meningkatkan kepercayaan stakeholder atas dana yang diinvestasikan sehingga perusahaan optimal dalam memperoleh profit.
Apakah Religiusitas Mempengaruhi Sikap Muslim Gen Z terhadap Produk Ramah Lingkungan?
Mesi Nurca Ismoyo;
Dwi Suhartanto;
Nugroho Hardiyanto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (684.118 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2180
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur sikap konsumen muslim terhadap produk ramah lingkungan, serta mengetahui bagaimana hal tersebut dipengaruhi oleh religiusitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data convenience sampling melalui penyebaran kuesioner kepada 204 responden. Pengukuran data dilakukan dengan SEM-PLS dan objek penelitian ini adalah konsumen muslim generasi Z di wilayah Bandung dan sekitarnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas mempengaruhi sikap konsumen terhadap produk ramah lingkungan secara positif dan signifikan, melalui faktor eco-literacy dan environmental concern. Meskipun religiusitas mempengaruhi collectivism, namun hal ini tidak mendorong sikap positif konsumen muslim di Indonesia terhadap produk ramah lingkungan. Dari hasil tersebut pemasar produk ramah lingkungan dianjurkan untuk menerapkan strategi pemasaran yang mengampanyekan pentingnya menjaga lingkungan dengan menonjolkan perspektif ajaran atau nilai-nilai keislaman.
Prediksi Minat Beli Makanan Cepat Saji Halal: Aplikasi Theory of Planned Behavior
Tessa Mariana;
Dwi Suhartanto;
Arie Indra Gunawan
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (655.581 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2181
Saat ini, industri makanan cepat saji halal telah berkembang, terutama di negara-negara dengan mayoritas penduduknya Muslim seperti Indonesia. Namun demikian, studi untuk menelaah faktor apa yang mendorong konsumen untuk membeli produk makanan tersebut masih belum banyak dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui minat beli konsumen terhadap makanan cepat saji yang halal menggunakan faktor sikap, norma subjektif, serta kontrol perilaku dari konsumen sebagai determinan. Studi ini menggunakan 438 responden yang telah mengkonsumsi makanan cepat saji halal. Selanjutnya, untuk menguji model dan hipotesa yang dibangun, data dianalisis menggunakan software Smart PLS. Hasil studi ini menunjukkan bahwa sikap, norma subjektif, serta kontrol perilaku berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen. Dengan demikian, untuk membangun minat beli konsumen, perusahaan harus mampu membangun sikap positif konsumennya dan meyakinkan mereka bahwa makanannya selain sesuai dengan kebutuhan mereka juga disukai oleh orang-orangdi lingkungnnya.
Faktor Pembentuk Kepercayaan Pembelian Makanan Halal melalui Pengiriman Makanan Daring
Nisa Zakia;
Dwi Suhartanto;
Rafiati Kania
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (608.15 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2182
Penelitian ini menilai kualitas layanan elektronik, kualitas makanan, dan kepuasan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen muslim dalam konteks pembelian makanan halal melalui pengiriman makanan daring. Data yang diperoleh dalam penelitian ini sebanyak 371 sampel pelanggan layanan pengiriman makanan daring di wilayah Bandung Raya. Selanjutnya, Partial Least Square Modeling digunakan sebagai metode analisis untuk menguji hipotesis pada model penelitian yang diajukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas makanan memiliki peran yang vital dalam mempengaruhi kepercayaan. namun tetap harus menjaga kualitas layanan elektronik pula. Dengan demikian, peneliti menyarankan bagi restoran atau penyedia layanan untuk meningkatkan kualitas makanan dan kualitas layanan elektronik sebagai pembentuk kepuasan secara keseluruhan yang tingkat pengaruhnya tidak jauh berbeda dengan kualitas makanan.
Pelaksanaan Pranata Pendidikan di Sekolah Inklusi
Fauziah Sri Wahyuni;
Achmad Hufad;
Sardin Supriatna
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (463.107 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2183
Pendidikan sebagai pranata sosial memiliki komponen yang saling berkaitan. Sekolah inklusi sebagai salah satu bentuk pendidikan terpadu perlu untuk dianalisis komponennya agar diketahui optimalisasi penyelenggaraannya. Maka dalam penelitian ini dianalisis pranata pendidikan inklusi dengan mengidentifikasi pelaksanaan lima komponennya berupa tata kelakuan, fungsi sosial, aktor, perilaku berpola, dan sarana prasarana. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan teknik wawancara yang diengkapi observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen pranata pendidikan terlaksana pada sekolah ini. Berdasarkan hasil analisis, komponen tata kelakuan terlaksana berlandaskan pada sumber norma tertulis dan tidak tertulis tetapi belum terbentuk peraturan khusus yang mengatur perilaku di sekolah inklusi. Fungsi sosial tercermin dalam visi, misi, dan program sekolah. Pemegang peran di sekolah ini adalah pimpinan yayasan, struktural sekolah, guru pembimbing khusus, guru mata pelajaran, siswa, dan orangtua. Namun untuk tim ahli inklusi belum dimiliki sehingga pelaksanaan perannya berbasis pada pengalaman dan analisis internal. Perilaku berpola dari aktor di sekolah ini masih belum optimal dilaksanakan, maka dibutuhkan pembinaan khusus agar masingmasing aktor dapat berperan sesuai fungsinya. Sedangkan dari sarana dan prasarana masih belum optimal tersedia dan pemenuhannya dilakukan secara bertahap. Secara umum komponen tersebut terlaksana, meskipun masih dibutuhkan optimalisasi salah satunya dengan proses pendampingan terutama dari pihak dinas pendidikan.
Program Membaca Ekstensif: Penggunaan Artikel dari Berbagai Media Meningkatkan Pengetahuan, Keterampilan Bahasa Inggris, dan Percaya Diri
MV. Joyce Merawati BR.;
Vivian Ruth Myranda;
Sendhi Alviansyah Sugiyono
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (719.692 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2184
Pelajaran bahasa asing memerlukan paparan bahasa yang sedang dipelajari. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan membaca teks dalam bahasa yang dipelajari, terutama jika bahasa tersebut adalah bahasa asing, seperti bahasa Inggris di Indonesia. Oleh sebab itu, pengajar dianjurkan untuk memberikan program Extensive Reading (ER) atau yang dapat disebut sebagai program Membaca Ektensif (ME) dengan menyediakan Graded Reader Books (GRB). Namun, tidak semua lembaga memiliki fasilitas ini, misalnya Politeknik Negeri Bandung (POLBAN). Sebagai gantinya, pengajar mewajibkan mahasiswa untuk membaca artikel yang dipilih sendiri dari berbagai media berbahasa Inggris yang tersedia di ruang Self-Access. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi program membaca ektensif selama satu semester, terutama dari segi manfaat kebahasaan dan percaya diri mahasiswa untuk membaca teks berbahasa Inggris. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama Jurusan Bahasa Inggris di POLBAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dari reflektif interview dan dua kuesioner tertutup serta terbuka yang dibagikan dengan menggunakan Gform pada akhir semester I dan awal semester II. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ini mengembangkan kosakata, tata bahasa, pengetahuan umum, dan kepercayaan diri untuk membaca teks berbahasa Inggris.
Model Pengembangan Kurikulum untuk Memenuhi Kebutuhan Merdeka Belajar Mahasiswa Politeknik
Peni Handayani
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (424.739 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2185
Kurikulum politeknik dengan ciri khas yaitu komposisi muatan praktek lebih banyak daripada teori, kurang lebih 60% praktek, dan 40% teori, dilaksanakan secara ketat. Lebih dari 90% proses pembelajaran dilaksanakan di kampus, termasuk evaluasi hasil pendidikan. Kurikulum ini dinilai kurang memberi ruang kreatifitas dan pengalaman kerja yang baik bagi mahasiswa maupun dosen. Kajian ini bertujuan untuk membuat model pengembangan kurikulum politeknik berbasis kompetensi kerja dengan memberi pilihan kompetensi yang ditawarkan oleh program studi dan sesuai dengan minat mahasiswa. Metode yang digunakan untuk pengambilan data adalah observasi, studi literatur, eksplorasi dokumen yang terkait dengan pengembangan kurikulum dan survei lapangan. Hasil kajian berupa model pengembangan kurikulum politeknik berbasis kompetensi kerja yang menekankan pada metodologi pengembangan kurikulum, dan metode asesmen sebagai bagian tak terpisahkan dari tahapan pengembangan kurikulum politeknik. Perubahan mendasar terletak pada pemetaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) pada standar kompetensi kerja (SKKNI) sebagai analisis kebutuhan utama, pengembangan metode asesmen hasil belajar yang melibatkan industri, serta rekognisi hasil belajar melalui sertifikasi kompetensi bidang kerja tertentu yang dapat dipilih oleh mahasiswa selama proses pendidikan.
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Kalangan Mahasiswa dalam Melaksanakan Kebijakan Pemerintah dalam Bidang Pendidikan di Era Pandemi Covid-19
Siti Karlina;
Wina Oktaviana Nurfaridah;
Carolina Magdalena Lasambouw;
Fiorida Mathilda
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (461.279 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2186
Merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia mendorong pemerintah menerbitkan banyak kebijakan baru terkait berbagai bidang kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah kebijakan dalam bidang pendidikan, yaitu melalui penetapan kebijakan LFH (Learning from Home) untuk semua jenjang pendidikan. Permasalahan yang muncul adalah adanya tuntutan perubahan perilaku peserta didik dari metode pembelajaran tradisional kepada pola pembelajaran mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mahasiswa menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam melaksanakan pembelajaran di era Pandemi Covid-19 selaras dengan kebijakan pemerintah. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, yang diawali dengan studi pustaka untuk mengetahui aspek-aspek terkait nilai-nilai Pancasila, metode pembelajaran LFH dan kebijakan kesehatan di era Pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil studi pustaka, dikembangkan angket untuk mengumpulkan data dari mahasiswa. Angket dibuat versi online sehingga mudah diisi oleh responden yaitu 114 mahasiswa perguruan tinggi se-Bandung Raya. Temuan penelitian menarik untuk disimak yaitu mayoritas responden (56,2%) berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan di era Pandemi Covid-19 saat ini belum dilakukan dengan efektif. Bahkan (73,6%) mahasiswa menyatakan adanya penurunan motivasi belajar di kalangan mahasiswa. Temuan ini perlu segera diantisipasi oleh pembuat keputusan di perguruan tinggi mengingat awal semester berikutnya akan segera dimulai. Nilai-nilai Pancasila yang diterapkan pada saat ini adalah Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Persatuan Indonesia.
Model Komunikasi Politik Anggota DPRD Kota Medan dalam Menghasilkan Kebijakan Responsif Gender
Beby Masitho Batubara;
Rehia K. Isabella Barus;
Taufik Walhidayat
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.551 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2187
Studi ini berfokus pada komunikasi politik sebagai upaya menghasilkan kebijakan responsif gender yang setara dan berkeadilan. Sebagai arena dan konteks kajian pada anggota legislatif DPRD Kota Medan. Studi ini dilatarbelakangi bahwa realitas permasalahan yang dialami oleh kaum perempuan di Kota Medan begitu kompleks, rumit dan masih menyimpan berbagai persoalan yang harus diatasi. Persoalan tersebut termanifestasikan dalam berbagai bentuk, yaitu marginalisasi/ proses pemiskinan ekonomi, subordinasi atau anggapan perempuan tidak penting dalam keputusan politik, pembentukan streotipe atau pelabelan negatif, kekerasan (violence), beban kerja lebih panjang dan lebih banyak (burden) serta sosialisasi ideologi nilai peran gender. Sehingga perlu dan penting setiap kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah (baik yang berasal DPRD Kota Medan maupun Pemerintah Kota Medan) harus memperhatikan dan mempertimbangkan kesetaraan dan keadilan gender sehingga kepentingan perempuan terakomodasi dengan baik. Temuan kajian ini mengindikasikan bahwa lemahnya komunikasi politik dalam memperjuangkan kebijakan responsif gender, baik diinternal anggota DPRD Kota Medan maupun eksternal seperti dengan pemerintah Kota Medan maupun stakeholders. Komunikasi politik yang terbangun tidak efektif, pasif dan terkesan hanya seremonial. Bahkan dari segi kinerja, inisiatif dalam membuat kebijakan lebih didominasi oleh pemerintah daerah Kota Medan dan itupun minim soal kebijakan responsif gender. Sebagai temuan bahwa; pertama adanya disharmoni dalam menghasilkan kebijakan responsif gender. Kedua, ketidakpahaman terhadap substansi persoalan pengarusutamaan gender. Ketiga, penjaringan aspirasi hanya kegiatan seremonialisasi. Sehingga sebagai catatan dan rekomendasi studi ini bahwa pentingnya model komunikasi politik demokrasi deliberatif partisipatif yang mengutamakan pengarustamaan gender dalam menghasilkan kebijakan di daerah Kota Medan Orientasinyamenghasilkan kecakapan intelektual pemangku kebijakan dan mengupayakan aspek partisipasi masyarakat dalam menyusun dan menghasilkan kebijakan responsif terhadap gender.
Analisis Kualitas Aset Alun-Alun untuk Memenuhi Fungsi Sosial Budaya dan Ekonomi
Yunisef Mohamad Irfan;
Tri Setyowati;
Mariah Rabiatul Qibtiyah
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (579.266 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2189
Alun-alun merupakan salah satu ruang terbuka non-hijau (RTNH) yang harus dimiliki oleh setiap wilayah/kawasan perkotaan sebagai tempat yang dapat digunakan untuk kegiatan masyarakat secara pribadi atau kelompok. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas aset alun-alun dalam memenuhi fungsi sosial budaya dan ekonomi. Penelitian ini pun dilakukan guna memotivasi masyarakat untuk mengatasi permasalahan lingkungan sekitar terkait dengan kualitas aset alun-alun. Fungsi alun-alun sebagai RTNH meliputi fungsi sosial budaya, ekonomis, ekologis, arsitektural dan darurat. Adapun alun-alun kecamatan yang terdapat di Kabupaten Bandung yakni Alun-Alun Soreang, Alun-Alun Banjaran, Alun-Alun Ciwidey, Alun-Alun Ciparay dan AlunAlun Majalaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan angket yang telah disebarkan kepada masyarakat Kabupaten Bandung dengan responden sebanyak 100 orang. Data tersebut dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menyimpulkan tingkat kualitas aset alun-alun. Adapun hasil temuan dari penelitian ini menunjukan bahwa kualitas aset pada alun-alun kecamatan di Kabupaten Bandung saat ini dalam kondisi cukup sehingga perlu adanya upaya perbaikan terhadap aset yang terdapat di area alunalun dengan melakukan renovasi aset.