cover
Contact Name
Maisevli Harika
Contact Email
ijatr@polban.ac.id
Phone
+6222-2013789
Journal Mail Official
irwns@polban.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Industrial Research Workshop and National Seminar
ISSN : -     EISSN : 27752003     DOI : https://doi.org/10.35313/irwns
Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) adalah forum diseminasi hasil-hasil penelitian sains terapan yang dilakukan setiap tahun di Politeknik Negeri Bandung. Forum ini merupakan ajang untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman antara pihak praktisi industri, akademisi, dan pemerintahan. Adanya interaksi antar perspektif yang berbeda ini dapat menjadi sarana untuk menciptakan kesinambungan dan perkembangan teknologi yang tepat guna untuk diterapkan di industri dan masyarakat.
Articles 1,239 Documents
Perancangan dan Pemasangan Sistem Pembumian untuk Pengembangan Laboratorium Instalasi Listrik Politeknik Negeri Bandung Agriyani, Fioni; Tohir, Toto; Trisnawiyana, Trisnawiyana
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5354

Abstract

Sistem pembumian memegang peranan yang sangat penting dan diperlukan dalam instalasi listrik. Sistem pembumian diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan manusia dari bahaya kejut listrik. Menurut IEEE No.81 Tahun 2012 syarat pengujian resistansi pembumian adalah resistansi pembumian perlengkapan dan instalasi listrik yang diamankan lebih baik kurang dari 5 ohm. Jika nilai resistansi pembumian semakin kecil atau kurang dari yang dipersyaratkan maka semakin baik juga sistem pembumiannnya. Bila nilai resistansi melebihi nilai yang dipersyaratkan maka harus diperlukan perbaikan untuk memperbaiki nilai resistansi pembumian. Penelitian dan pengukuran ini dilakukan di Gedung Laboratorium Instalasi Listrik Politeknik Negeri Bandung menggunakan metode tiga titik dengan menanamkan elektroda batang. Kedalaman penanaman elektroda batang merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan nilai resistansi pembumian yang kecil. Nilai resistansi pembumian yang di dapat akan semakin kecil jika elektroda batang ditanam cukup dalam dengan memperhatikan besarnya tahanan jenis tanah, kedalaman dan diameter elektroda batang. Nilai resistansi pembumian yang sudah sesuai dengan standar IEEE No.81 Tahun 2012 yaitu pada kedalaman 6 meter sebesar 4,6 ohm dan 9 meter sebesar 3,8 ohm karena sudah dari yang dipersyaratkan yaitu sebesar 5 ohm.
Rancang Bangun Modul Praktikum Sistem Proteksi Arus Lebih Menggunakan Relai NR PCS-9691E Pangestu, Pauziah Azi; Supriyanto, Supriyanto; Utomo, Heri Budi
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5355

Abstract

Sistem relai proteksi arus lebih merupakan sebuah sistem pada jaringan tenaga listrik yang bertujuan untuk memproteksi dari suatu gangguan yang mengakibatkan terjadinya arus berlebih. Pembuatan modul alat pengujian relai proteksi ini dengan melakukan pengujian relai proteksi arus lebih antar fasa dan fasa – tanah dengan menggunakan relai merk NR PCS-9691E. Penelitian dimulai dengan melakukan perancangan kontruksi modul, bangun kontruksi dan wiring instalasi, dan proses pengujian. Objek pengujian sistem proteksi yaitu dengan alat uji karakteristik arus lebih dan simulator jaringan SUTM. Pada pengujian dengan alat uji karakteristik arus lebih dilakukan dengan variabel pengujian TD 1 dengan arus setting relai 1 Amper dan arus diberikan arus pengujian 1 – 10 Amper. Dari hasil pengujian didapat rata – rata nilai error antara waktu pemutusan antara hasil uji dengan hasil perhitungan yaitu moderately invers rata – rata error 0,797% dan definite rata rata error 0,17%. Pengujian pada simulasi proteksi jaringan yaitu pengujian hubung singkat 3phasa, 2phasa, 1phasa – tanah dan 1phasa open dengan daerah pengujian hubung singkat yaitu daerah 2 dan daerah 3 A dengan tahanan pentanahan untuk pengujian ground faul relay yaitu 0 ohm dan 40 ohm hasil dari pengujian simulator jaringan SUTM relay proteksi bekerja dengan baik dan sesuai dengan setting pengujian.
Kajian Variasi Temperatur Kerja Terhadap Efisiensi Volumetrik Kompresor Piston dan Kinerja Sistem Refrigerasi Kompresi Uap Juliawati, Lola; Mitrakusuma, Windy Hermawan; Prasetyo, Bowo Yuli; Akmal, Muhammad
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5356

Abstract

Beberapa jenis kompresor yang sering digunakan salah satunya kompresor piston atau bisa juga disebut sebagai kompresor reciprocating. Kelebihan pada kompresor piston diantaranya mempunyai daerah operasi dengan tekanan kerja yang tinggi serta maintenance yang mudah. Dalam penggunaannya, kemampuan kompresor pada sistem dapat diketahui menggunakan efisiensi volumetrik pada kompresor. Efisiensi volumetrik ini didefinisikan sebagai nilai perbandingan antara volume refrigeran yang dihisap oleh kompresor dengan volume langkah pada kompresor. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan parameter menggunakan REFPROP Software lalu diintegrasikan dengan Microsoft Excel. Parameter yang divariasikan adalah temperatur kondensasi dan temperatur evaporasi serta superheat. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukan kenaikan pada kinerja sistem saat efisiensi volumetrik semakin tinggi pada temperatur evaporasi 10 oC dan temperatur kondensasi 40 oC, serta superheat 0 K. Efisiensi volumetrik tertinggi yang didapatkan yaitu 84,90% dengan faktor clearance 5%. Kapasitas pendinginan tertinggi pada kondisi temperatur kerja tersebut adalah 20,49 kW, dan perbandingan rata-rata kapasitas pendinginan antara katalog kompresor dengan hasil perhitungan pada kondisi tersebut adalah 2,15%.
Rancang Bangun Basic Digital Trainer Kit Sebagai Media Pembelajaran Mata Kuliah Praktikum Teknik Digital Al Abror, Alief; Baisrum, Baisrum; Satria, Ferry
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5357

Abstract

Pendidikan vokasi melakukan kegiatan pembelajaran teoris serta kegiatan pembelajaran praktis agar lulusan pendidikan vokasi memiliki keterampilan yang dapat digunakan sebagai bekal didunia kerja. Maka dari itu porsi kegiatan praktikum akan lebih banyak dilakukan. Penggunaan modul praktikum dapat digunakan sebagai media pembelajaran mahasiswa untuk menunjang mata kuliah yang dipelajari. Digital trainer kit adalah salah satu contoh dari media pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa dalam mengimplementasikan konsep materi yang diajarkan pada mata kuliah teknik digital. Oleh karena itu dengan menggunakan IC (Integrated Circuit) dirancang modul praktikum untuk membantu mahasiswa dalam pemahaman teori telah yang diajarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang bangun modul praktikum latihan digital sebagai media pembelajaran mahasiswa untuk memahami dan merakit rangkaian digital. Pada pembuatan alat digital trainer ini terdapat modul mengenai rangkaian digital seperti modul dasar gerbang logika, kombinasi gerbang logika, seven segment, encoder, decoder dan modul flip-flop. Hasil penelitian ini menghasilkan Trainer Digital dengan 12 jobsheet yang sudah berhasil diujicobakan.
Desain dan Simulasi Kontrol Suhu Main Steam pada PLTU dengan Sistem Desuperheater yang Dikendalikan Menggunakan PID Raharja, I Kadek Arika; Utami, Sri; Mardiyanto, Ignatius Riyadi
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5358

Abstract

Pada PLTU, temperatur Main steam atau uap yang menuju High Pressure Turbine sering kali mengalami kenaikan melebihi batas normal operasi, umumnya sebesar 538oC. Hal ini dapat menyebabkan penurunan umur sudu turbin akibat dari creep fatigue pada materialnya. Kenaikan suhu ini umumnya disebabkan oleh terjadinya trip pada coal feeder dan pulverizer, atau mungkin juga disebabkan oleh faktor yang tidak diketahui dengan pasti, seperti adanya slagging. Meskipun telah ada komponen pengatur temperatur Main steam (Attemperator) untuk menstabilkan suhu pada setpoint, namun pada beberapa kondisi masih sulit untuk menstabilkan fluktuasi yang ekstrim. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan penambahan sistem desuperheater pada outlet boiler dengan kapasitas 60 ton/jam. Sistem desuperheater ini berhasil menurunkan suhu Main steam dari titik tertingginya, yaitu sekitar 565oC, menjadi stabil kembali pada setpoint yang diinginkan. Pengendalian suhu berhasil dilakukan melalui kontrol PID konvensional berdasarkan hasil simulasi menggunakan perangkat lunak Simulink. Berdasarkan hasil tuning menggunakan perangkat lunak Simulink, konstanta PID yang digunakan adalah P = -23.5, I = -2.8, D = -40.9, dan N = 1.9. Simulasi menunjukkan bahwa penambahan sistem desuperheater dengan kontrol PID berhasil menjaga suhu Main steam tetap stabil pada setpoint.
Rancang Bangun Sistem Refrigerasi Mini Freezer dengan Menambahkan Pre-cooler Air Kondensat pada Pipa Discharge Hidayat, Muhamad Ardi; Muliawan, Rizki; Pramudantoro, Triaji Pangripto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5359

Abstract

Sub-cooling merupakan proses penurunan temperatur refrigeran setelah melalui titik saturasi liquid pada keluaran kondenser dan wujud refrigerannya disebut subcooled liquid. Biasanya, air kondesat pada lemari es maupun mini freezer akan dibuang. Namun pada penelitian ini air kondensat akan dimanfaatkan untuk mendinginkan pipa discharge sehingga diharapkan refrigeran akan mengalami Sub-cooling. Sub-cooling dapat meningkatkan efek refrigerasi dan meminimalkan penggunaan daya listrik. Pada penelitian ini metode yang digunakan ialah penggunaan air kondensat. Sistem yang digunakan merupakan mini freezer dengan kompresor hermetik jenis reciprocating berkapasitas 1/8 PK dan refrigeran R134a. Setelah dilakukan pengukuran data selama 180 menit atau 3 jam diperoleh peningkatan performansi sistem refrigerasi dimana sistem tanpa pre-cooler memiliki COP aktual sebesar 1,839, COP Carnot sebesar 3,771, efisiensi sebesar 48,76% dan konsumsi daya listrik sebesar 1,937 kWh. Sedangkan sistem dengan pre-cooler memiliki COP aktual sebesar 1,908, COP Carnot sebesar 3,759, efisiensi sebesar 50,75%, dan konsumsi daya listrik sebesar 1,859 kWh. Sistem dengan pre-cooler memiliki peningkatan efisiensi sebesar 1,99% dan penurunan konsumsi daya listrik sebesar 4,026%.
Kaji Eksperimental Perbandingan Performansi Antara Calcium Chloride Dan Magnesium Chloride Sebagai Refrigeran Sekunder Pada Sistem Brine Cooling Alfana, Elwan Naoval Hapid; Pramudantoro, Triaji Pangripto; Rahardja, Arda
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5360

Abstract

Sistem brine cooling merupakan sistem refrigerasi yang menggunakan sistem pendinginan tidak langsung, proses pendinginannya menggunakan refrigeran primer dan refrigeran sekunder. Refrigeran sekunder merupakan fluida kerja yang tidak berubah fasa saat ditarik kalornya. Perbedaan jenis refrigeran sekunder akan berdampak pada performansi sistem refrigerasi, sehingga perlu dikaji mengenai perbedaan penggunaan jenis refrigeran sekunder. Dengan menguji salah satu aplikasi sistem brine cooling yaitu mesin pembuat es balok berkapasitas 6 kg, kapasitas kompresor 3/4 PK dengan temperatur evaporasi -30C, refrigeran primer yang digunakan yaitu R404A dan temperatur produk es balok -10C dan dengan kapasitas brine 40 liter bertemperatur -20C kemudian menggunakan dua jenis refrigeran sekunder yang berbeda, yaitu campuran 77% air dan 23% calcium chloride dan 77% air dan 23% magnesium chloride, akan dilakukan pengambilan data untuk mengetahui performansi sistem pendinginan tersebut. Hasil pengujian untuk masing-masing sistem yang menggunakan campuran 77% air dan 23% calcium chloride dan 77% air dan 23% magnesium chloride menunjukkan nilai COPaktual berturut-turut yaitu 1,99 dan 1,96 dengan efisiensi mesin berturut-turut yaitu 56,06% dan 55,19% serta chilling time berturut-turut adalah 135 menit dan 155 menit.
Sistem Kendali Pemilihan Kecepatan pada Motor Stepper Menggunakan Metode Fuzzy Mamdani Berbasis PLC Alwi, Muhamad; Tohir, Toto; Mulyono, Nanang
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5361

Abstract

Dalam industri logistik, pengendalian berbagai variabel seperti kecepatan motor, akurasi motor, dan efisiensi proses menjadi tantangan utama. Tujuan utamanya adalah menjaga variabel-variabel tersebut bekerja pada titik yang telah ditentukan. Proses pengendalian dimulai dengan menggunakan masukan berupa Berat dan Banyaknya Barang yang diperoleh dari sensor Loadcell dan Proximity. Kemudian, dilakukan pencarian derajat keanggotaan dan dilakukan operasi AND serta inferensi menggunakan metode Mamdani. Hasil inferensi berupa nilai fuzzy yang kemudian dijalani proses defuzzifikasi. Nilai keluaran yang diperoleh digunakan dalam pengambilan keputusan untuk menentukan pemilihan kecepatan pulse/s motor stepper.Penggunaan kendali fuzzy mempermudah sistem dalam menentukan nilai kecepatan yang sesuai dengan input. Analisis hasil percobaan menunjukkan bahwa error posisi dari target tidak melebihi 1% atau 2 mm. Hal ini membuktikan bahwa sistem dapat berjalan sesuai dengan perancangan yang diinginkan berdasarkan hasil dari 10 percobaan yang dilakukan. Berdasarkan pengujian dan analisis sistem, sistem pemilihan kecepatan motor stepper dapat diimplementasikan dengan hasil error posisi yang tidak melebihi 1% pada berbagai kecepatan yang dipilih sesuai dengan keluaran fuzzy. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan logika fuzzy mempermudah sistem dalam menyesuaikan keluaran yang diinginkan, sejalan dengan hasil percobaan yang telah dilakukan.
Efektivitas Suhu Operasi dalam Peningkatan Lapisan Oksida Hasil Hard Anodizing Aluminium dalam Asam Sulfat 15% dan Asam Phospat 1% Salsabila, Intan; Rusmana, Muchamad Raihan Surya; Puspita, Nina; Fauzan, Rizky; Sihombing, Rony Pasonang
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5362

Abstract

Anodisasi merupakan metode pelapisan logam yang melibatkan konversi permukaan logam menjadi lapisan oksida melalui proses elektrolisis. Salah satu tujuan dari metode ini adalah untuk melindungi bagian logam sehingga dapat meningkatkan nilai kekerasan, ketahanan terhadap korosi, dan tahan aus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi suhu operasi terhadap efisiensi dan ketebalan lapisan oksida yang dihasilkan melalui proses anodisasi. Larutan elektrolit yang digunakan meliputi asam sulfat 15% dengan penambahan konsentrasi phospat 1%. Spesimen yang digunakan adalah aluminium tipe 1100 dengan tingkat kemurnian 99,00%, diberikan rapat arus sebesar 3A/dm2, waktu anodisasi berlangsung selama 30 menit pada variasi suhu 5°C; 10°C; dan 15°C. Berdasarkan analisis data didapatkan bahwa penggunaan suhu operasi yang rendah dapat meningkatkan nilai efisiensi, ketebalan lapisan oksida dan massa oksida. Nilai massa oksida dan efisiensi tertinggi diperoleh dari penelitian hard anodizing dengan suhu 5oC dan waktu anodisasi selama 30 menit, dengan hasil massa oksida sebesar 0,255 g dan efisiensi proses 69,03%. Nilai ketebalan lapisan oksida terbaik sebesar 18,43 µm diperoleh dari penelitian hard anodizing dengan suhu 5°C dan waktu anodisasi selama 30 menit.
Karakterisasi Aluminium Pada Proses Hard Anodizing Dalam Variasi Asam Fosfat Dan Asam Sulfat 15% Ibrahim, Idham Kholid; Ramadhani, Isma Afifah; Alamsari, Jasinta Putri; Khalisha, Keira; Sihombing, Rony Pasonang
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5365

Abstract

Paduan Aluminium 1100 dapat digunakan sebagai material pada industri otomotif, terutama pada kendaraan komersial dan komponen pesawat terbang. Untuk meningkatkan sifat fisis dan mekanisnya, dilakukan proses hard anodizing. Pada proses hard anodizing, benda kerja aluminium 1100 diampelas, dihilangkan lemak pada larutan basa dan dinetralkan pada larutan asam. Selanjutnya, proses hard anodizing dilakukan dengan meletakkan benda kerja pada kutub positif dan elektroda pada kutub negatif (katoda) dari sumber arus searah. Proses hard anodizing paduan aluminium 1100 dilakukan dalam larutan asam sulfat 15%, rapat arus 3A/dm2, waktu anodisasi 30 menit, temperatur 5oC, katoda aluminium, dan variasi konsentrasi asam fosfat (0%; 0,5%; 1%; 1,5%;2%). Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya lapisan oksida di permukaan logam yang terdiri dari dua jenis lapisan, yaitu lapisan penghalang dan lapisan berpori. Lapisan penghalang tidak memiliki pori-pori karena memiliki sifat mikrostruktur yang konduktif dan mencapai ketebalan maksimum. Lapisan berpori yang terbentuk dapat meningkatkan ketebalan keseluruhan lapisan oksida, sementara lapisan penghalang tetap memiliki ketebalan yang konstan dan meningkatkan tingkat kekerasan aluminium. Ketebalan lapisan oksida terbaik adalah 23,61 m pada penambahan fosfat 2%, serta kekerasan tertinggi sebesar 165,05 HVN pada penambahan asam fosfat 0,5%

Page 99 of 124 | Total Record : 1239