cover
Contact Name
Machrus Ali
Contact Email
lppm.undar1965@gmail.com
Phone
+6285645194844
Journal Mail Official
bakhrudin_bk@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Gus Dur 29A, Mojongapit, Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia
Published by Universitas Darul Ulum
ISSN : 25807862     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Thalaba: Pendidikan Indonesia merupakan jurnal keguruan dan ilmu pendidikan yang memuat artikel mengenai kajian, telaah, penelitian, perkembangan pemikiran, atau hasil temuan ilmiah dibidang konseling dan ilmu pendidikan. Jurnal ini diterbitkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum. Diterbitkan secara rutin 2 kali dalam satu tahun untuk memenuhi pemuatan karya ilmiah para peneliti dan akademisi Pengelola FKIP Universitas Darul Ulum Jombang, Jl. Gus Dur No. 29 A Jombang 61413, Frekwensi terbitan: 6 bulanan
Articles 49 Documents
Identifikasi Tingkah Laku Siswa dari Keluarga Broken Home (Studi Kasus tentang Keluarga Broken Home dan Tingkah Laku Siswa MTs) Jauharotul Mahnunin; Tadjoer Ridjal
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.46 KB) | DOI: 10.32492/thalaba.v4i1.505

Abstract

Keluarga Broken home merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suasana keluarga yang tidak harmonis dan tidak berjalannya kondisi keluarga yang rukun dan sejahtera sehingga menyebabkan terjadinya konflik dan perpecahan dalam keluarga tersebut. Selain itu broken home juga bias diartikan sebagai suatu keluarga yang tidak utuh dalam segi struktur dan tidak berfungsi dengan baik apa yang dinamakam fungsi keluarga. Penyebab dari keluarga broken home adalah bermacam-macam, bisa disebabkan karena perceraian orangtua, ayah atau ibu atau keduanya meninggal dunia, ayah atau ibu atau kedunya bekerja jauh di luar daerah, ayah atau ibu sibuk bekerja karena keadaan ekonomi yang mendesak serta karena jauh dari nilai-nilai agama yang ditanamkan oleh orangtuanya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan perspektif studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrument observasi. Untuk uji keabsahan data dilakukan triangulasi data berupa triangulasi metode, triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Kegiatan analisis data dimulai dari analisis sebelum di lapangan dan analisis selama di lapangan yang meliputi tahap deskriptif, tahap reduksi dan tahap seleksi. Berdasarkan analisis data tersebut, diperolah kesimpulan bahwa Tingkah laku siswa di MTs AM yang disebabkan karena broken home ini juga beragam, ada tingkah laku positif dan ada tingkah laku yang negatif atau menyimpang. Tentunya tingkah laku positif ini tidak muncul dengan sendirinya tetapi dibarengi dengan kontrol yang baik serta perhatian yang maksimal dari orangtua. Sebaliknya, apabila orangtua lepas kontrol serta tidak memberikan perhatian yang lebih terhadap anak dan tidak menanamkan nilai-nilai baik nilai agama, nilai berperilaku dan nilai dalam bertutur kata, maka anak akan mempunyai tingkah laku yang negatif atau menyimpang.
Kefektifan layanan Konseling Kelompok Rational Emotive Behavior dalam Meningkatkan Etika Pergaulan Positif Siswa SMP Mufidah Istiqomatul; Rohana Maryam
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.433 KB) | DOI: 10.32492/thalaba.v4i1.506

Abstract

Etika pergaulan adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, mana hak dan mana kuwajiban yang seharunya diterapkan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam penelitian etika pergaulan ini diukur menggunakan skala etika pergaulan. Rancangan penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah pretest and posttest control group design, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji-t. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Doko Blitar dengan mengambil populasi penelitian sebanyak 30 siswa dari 1 kelas.. Dalam penelitian ini tidak dikenakan sampel karena populasi penelitian kurang dari 100 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah inventori penurunan etika pergaulan dan panduan pelaksanaan konseling kelompok rational emotive behavior. Inventori inventori penurunan etika pergaulan yang diajukan oleh peneliti sebanyak 75 butir soal yang diuji validitasnya kepada 30 responden. Dari hasil perhitungan validitas ditentukan dengan kriteria jika nilai > r tabel product moment maka butir soal yang valid sebanyak 31 butir soal dengan = 0,361. Hasil perhitungan realibilitas inventori adalah 0..838 lebih besar dari 0,75 (0,838 > 0,75), sehingga disimpulkan bahwa inventori penurunan etika pergaulan layak digunakan sebagai instrument penelitian. Berdasarkan perolehan hasil perhitungan SPSS 20.00 for windows hasil dari harga t hitung adalah 3.732 dan angka probabilitas (S. (2-tailed) adalah 0.006 dengan df = 8. Sedangkan harga t tabel pada taraf signifikan 5% uji dua pihak dengan dk = 8 adalah 2.306 Dengan demikian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis kerja (Ha) yang menyatakan “konseling kelompok Rational Emotive Behavior efektif dalam meningkatkan etika pergaulan siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Doko Blitar tahun Pelajaran 2013-2014” ditolak kebenarannya. Dan Hipoteis nihil (Ho) yang menyatakan “konseling kelompok Rational Emotive Behavior efektif dalam meningkatkan etika pergaulan siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Doko Blitar” diterima kebenarannya. Karena Ho = t hitung > t tabel yaitu 3.732 > 2.306 pada taraf signifikan α = 0.05.
Keefektifan Konseling Behavior Dengan Teknik Self Control Untuk Mengurangi Kecanduan Game Online Pada Siswa SMK
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.243 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan teknik Self Control untuk mengurangi kecanduan Game Onine pada siswa SMK. Penelitian Ini dilaksanakan di SMK Budi Utomo Perak dengan populasi penelitian adalah Siswa kelas XII TKJ dan sampel yang di teliti adalah 4 orang dengan tingkat kecanduan yang tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket yang disebarkan saat pre-test dan post-test. Alat uji menggunakan milik Frendy Ardiansyah yang sudah uji validitas dan sudah uji ahli. Adapun analisis uji hipotesis paired sample t-test data pretest dan posttest data yang digunakan dalam uji paired sample t-test umumnya berupa data berskala interval atau rasio (data kuantitatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMK Budi Utomo Perak sudah cukup baik, dan ditemukan siswa dengan permasalahan kecanduan game yang cukup tinggi. Perhitungan analisis dalam uji hipotesis diperoleh 0,025 > 0,05, maka hasil dari pretest tidak berdampak banyak terhadap hasil posttest dengan kata lain tidak ada perubahan yang signifikan. Saran dari hasil penetian untuk guru BK supaya memahami indikator-indikator siswa yang kecanduan game online sehingga bisa memberikan tindakan preventif terhadap siswa tersebut. Sedangkan peneliti selanjutnya agar dapat meneliti tentang kecanduan game online dan berbagai alternatif penyelesaiannya.
Implementasi Bimbingan Konseling Untuk Anak Usia Dini Dengan Media Pembelajaran Audio Visual “Kartun Islami Omar & Hana” Melalui Daring Dalam Meningkatkan Tumbuh Kembang Aspek Sosial Emosional Anak TK Iqnafia Wifaqi; Meilina Andini; Suhudi Suhudi
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.076 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan tes selanjutnya dianalisis dengan menggunakan rancangan penelitian Classroom Action Research (CAR) atau Penelitian Tindakan Kelas. Data yang menjadi rujukan peneliti adalah data nilai keterampilan sosial dalam aspek sosial emosional siswa. Penelitian ini mengambil 20 (dua puluh) responden yang merupakan siswa kelompok B TK Al-Hikmah Jombatan Kesamben Jombang. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui pentingnya membentuk karakter individu sejak dini bagi dunia pendidikan dan era globalisasi milenial ini. Karakter-karakter tersebut tercipta sesuai dengan aspek perkembangan yang telah ditentukan. Oleh karena itu, peran pelaksanaan bimbingan konseling sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak usia dini. Penerapan dengan metode yang menarik sehinnga menunjang keberhasilan peningkatan dalam keterampilan sosial salah satunya melaui media pembelajaran audio visual kartun animasi. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konseling dengan media kartun animasi Omar & Hana dapat meningkatkan keterampilan sosial pada aspek sosial emosional TK Al-Hikmah Jombatan Kesamben Jombang. Berdasarkan hasil penelitian sebelum dan sesudah penerapan bimbingan dan konseling dalam pembelajaran.
Pengaruh Layanan Bimbingan Pribadi Terhadap Kemampuan Mengatur Waktu Siswa SMA Nofi Alifiyanti; Bakhrudin All Habsy; Rohana Maryam
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.847 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Layanan Bimbingan Pibadi serta pengaruhnya terhadap kemampuan Mengatur Waktu siswa SMA .Hipotesis yang diajukan adalah “ada pengaruh Layanan Bimbingan Pribadi terhadap kemampuan Mengatur Waktu siswa SMA Tahun Pelajaran 2020/2021. Sedang besarnya pengaruh Layanan Bimbingan Pribadi terhadap kemampuan Mengatur Waktu siswa lebih kecil dari 0,50 (<50%). Untuk menguji kebenaran hipotesis digunakan instrumen berupa angket. Angket disebarkan kepada siswa SMA sebanyak 58 siswa. Model analisis yang digunakan adalah Korelasi Product Moment dari Karl Pearson pada taraf signifikansi a = 0,05 untuk hipotesis I dan rumus Coeffisien Determinations untuk hipotesis II. Dari analisis dihasilkan bahwa Layanan Bimbingan Pribadi SMA Tahun Pelajaran 2020/2021 dalam kategori “cukup baik”. Hal ini dibuktikan dengan tanggapan responden terbesar pada interval 73 - 75 sebanyak 20 responden (34,48%). Adapun kemampuan Mengatur Waktu siswa SMA Tahun Pelajaran 2020/2021 dalam kategori “cukup baik”. Kesimpulan ini dibuktikan dengan nilai kemampuan Mengatur Waktu siswa SMA terbesar pada interval 91 - 95 sebanyak 20 responden (34,48%). Sedangkan hasil penelitian terakhir menyatakan bahwa Layanan Bimbingan Pribadi berpengaruh posistif signifikan terhadap kemampuan Mengatur Waktu siswa SMA Tahun Pelajaran 2020/2021. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai r hitung (0,630) > r tabel (0,254) pada taraf signifikansi a = 0,05. Dengan demikian disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) I yang penulis ajukan berbunyi “ ada pengaruh Layanan Bimbingan Pribad terhadap kemampuan Mengatur Waktu siswa SMA terbukti kebenarannya atau “diterima”. Adapun besarnya pengaruh Layanan Bimbingan Pribadi terhadap kemampuan Mengatur Waktu siswa adalah lebih kecil dari 0,50 (50%) yakni sebesar 0,396 atau 39,6%, ini artinya hipotesis (Ha) II yang penulis ajukan juga terbukti kebenarannya atau “diterima”.
Keefektifan Bimbingan Kelompok Melalui Metode Bermain Peran Terhadap Perkembangan Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini Siti Khoiriyah; Siti Arifah; Suhudi Suhudi
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.41 KB)

Abstract

Dunia anak relevan dengan bermain, maka bermain memiliki peran yang sangat penting dalam proses perkembangan kecerdasan emosional anak. Dalam hal ini bermain peran adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak usia dini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keefektifan Bimbingan Kelompok Melalui Metode Bermain Peran Terhadap perkembangan Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini Di kelompok Bermain Usia 3-4 tahun.Metode yang digunakan berbentuk kuantitatif. Metode ini disebut kuantitatif karena data peneliti berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistic.Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, dengan desain penelitian one group pretest and posttest design, suatu kelompok test yang diberikan suatu perlakuan yang sama sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan tertentu.Sample dalam penelitian ini sebanyak 15 peserta didik yang berusia 3-4 tahun. Teknik yang di gunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket angket di sebarkan dua kali yakni sebelum pemberian tindakan dan sesudah pemberian tindakan.Data yang sudah terkumpul selanjutnya di analisis dengan menggunakan uji T tes.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pretest maka Pelaksanaan Keefektifan bimbingan kelompok Belum Baik dalam perkembangan kecerdasan emosional Anak Usia Dini di Kelompok Bermain Usia 3-4 tahun.Dapat dibuktikan dari hasil analisis data terhadap tanggapan responden termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan hasil penelitian dan pembahasan postest Test menunjukkan pelaksanaan bimbingan kelompok perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini dengan menggunakan metode bermain peran belum baik tidak mengalami peningkatan.Dari hasil pengujian t-test, dimana t-test -10,902 sedangkan nilai t- table dengan taraf signifikan 5% = 15 adalah 1,753 kenyataan ini menunjukkan bahwa nilai t-test yang diperoleh dalam penelitian ini lebih kecil dari pada nilai t-tabel (-10,902 < 1,740) berarti tidak signifikan.Dapat di gambarkan tidak ada perbedaan skor rata-rata kecerdasan emosional anak usia dini kelompok bermain usia 3-4 tahun. Dimana setelah diberi treatment bermain peran tidak terjadi peningkatan kecerdasan emosional yang lebih baik dan sama seperti sebelum diberikannya treatment bermain peran.Dengan demikian berdasarkan uraian diatas,dapat di gambarkan bahwa pemberian treatment bermain peran tidak memberikan peningkatan yang signifikan terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini umur 3-4 tahun melihat nilai t-test lebih kecil dari pada nilai t-tabel (-10,902 < 1,740).
Upaya Meningkatkan Kemandirian Anak Melalui Mendongeng Dengan Media Boneka Tangan Pada Kelompok Bermain Habibur Rohman Siti Masruroh; Bakhrudin All Habsy; Siti Arifah; Tadjoer Ridjal
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.906 KB)

Abstract

Penelitian ini berdasarkan kenyataan dilapangan bahwa kemandirian anak usia dini belum sesuai harapan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemandirian anak melalui kegiatan mendongeng.Kegiatan mendongeng dalam penelitian ini menggunakan media boneka tangan.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas.Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik KB Habibur Rahman sebanyak 16 anak.Prosedur penelitan meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi setiap siklusnya.Penelitian ini dilakukan dalam 1 siklus yang terdiri dari 4 pertemuan, dikarenakan hasil siklus I telah sesuai dengan indikator yang telah ditentukan.Indikator kemandirian anak meliputi kemandirian emosi, kemandirian perilaku, dan kemandirian nilai anak.Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui kegiatan mendongeng menggunakan media boneka tangan mampu meningkatkan kemandirian anak di KB Habibur Rohman, yang ditunjukkan dengan persentase peningkatan sebesar 39,24%. Saran dari penelitian ini, guru BK diharapkan dapat merancang program bimbingan dan konseling bidang belajar agar lebih variatif dalam menggunakan metode agar anak lebih bersemangat lagi dalam belajar dan tidak monoton.Untuk lembaga PAUD, diharapkan Bimbingan dan Konseling di Lembaga PAUD dapat lebih intensif dalam membimbing anak agar lebih mandiri lagi ketika proses belajar. Sedangkan untuk lembaga swasta, diharapkan penelitian ini dapat digunakan acuan untuk meningkatkan kemandirian anak usia dini.
Hubungan Antara Kebiasaan Belajar Mandiri Dengan Prestasi Belajar Siswa Di MTsN Siti Rodhotul Muzayanah; Ely Roy Madoni; Suhudi Suhudi
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.319 KB) | DOI: 10.32492/thalaba.v2i2.596

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian korelasi. Langkah pertama yang perlu dimiliki untuk meraih keberhasilan adalah kesadaran atas tanggung jawab pribadi, bahwa keyakinan belajar merupakan kewajiban bagi setiap individu untuk meningkatkan tingkat pemikiranya yang lebih baik. Cara belajar yang efisien, teratur, terencana akan mempertinggi hasil belajar, artinya cara belajar yang tepat, praktis, ekonomis, terarah sesuai dengan tuntutan untuk mencapai tujuan belajar. Demikian halnya dengan kebiasaan belajar siswa, sering terdengar ucapan bahwa siswa yang berprestasi baik dapat diketahui atas dasar kebiasaannya dirumah dalam melaksanakan kebiasaan belajar yang baik dan pandai dalam memanfaatkan waktunya.Maka jelaslah bahwa salah satu factor yang dianggap sangat menentukan hasil belajar (prestasi) adalah kebiasaan individu belajar secara mandiri dirumah dengan efektif dan efisien. Analisa data menggunakan analisa statistik produk moment yaitu untuk mengetahui apakah ada pengaruhnya atau tidak. Berdasarkan analisis statistik atau analisis data, hasil perhitungan nilai r Pearson Produc Moment jika nilai dibawah 0,05 maka korelasi itu signifikan. Untuk membuktikan hipotesis dapat digunakan dengan cara membandingkan nilai rhitung dengan rtabel. Diketahui nilai rhitung sebesar 0,794 sedangkan nilai rtabel (5%) (dk=n-2 = 36-2=34) sehingga rtabel = 0,339 (Riduwan. 2015: 360). Karena rhitung lebih besar dari rtabel atau 0,794 > 0,339, maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kebiasaan belajar mandiri dengan prestasi belajar siswa. Sehingga yang digunakan adalah hipotesis kerja Ha “Ada korelasi antara kebiasaan belajar siswa dengan prestasi belajar siswa di MTs Negeri 4 kelas VIII Nganjuk tahun pelajaran 2019/2020”.
Penerapan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa Eka Yunita; Ely Roy Madoni
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.212 KB) | DOI: 10.32492/thalaba.v4i2.698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa melalui teknik sosiodrama dalam bimbingan kelompok. Penelitian semu ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain non-equivalent control-group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MTs. Al Hidayah mengambil dua kelompok dengan kelas yang berbeda (kelompok eksperimen dan kelompok kontrol). Kelompok eksperimen menerima teknik sosiodrama, dan kelompok kontrol menggunakan bimbingan biasa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen motivasi berprestasi, observasi dan wawancara dengan guru dan siswa untuk mengetahui motivasi berprestasi siswa pada kelas eksperimen. Untuk melihat peningkatan motivasi berprestasi siswa menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 0,05 setelah syarat tes terpenuhi. Peningkatan motivasi berprestasi siswa pada kelompok eksperimen dengan rerata 125,23 lebih tinggi dibandingkan pada kelompok kontrol yang diberikan bimbingan kelompok reguler. Dengan par 117,45 (3), peningkatan ini diperoleh setelah menggunakan uji-t dengan hasil p-value (2-tailed) = 0,04, maka nilai p-value lebih kecil dari nilai 0,05. Maka hipotesis ditolak. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan setelah penerapan teknik sosiodrama terhadap peningkatan motivasi berprestasi siswa.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Dengan Perkembangan Anak Pra Sekolah Usia 4-6 Tahun Fajar Hanafi; Tadjoer Ridjal
Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul ‘Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.738 KB) | DOI: 10.32492/thalaba.v4i2.699

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua dengan perkembangan anak pra sekolah usia 4-6 tahun di RA Muslimat Sumberjo Jombang Penelitian ini di laksanakan di RA Muslimat Sumberjo Jombang adalah semua orang tua anak pra sekolah usia 4-6 tahun di RA Muslimat Sumberjo Jombang sejumlah 25 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode angket digunakan untuk mengumpulkan data pola asuh orangtua dan perkembangan anak. Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan kegiatan pengisian angket. Untuk menjawab hipotesis penelitian menggunakan Analisis uji t regresi linier sederhana dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola asuh orang tua di di RA Muslimat Sumberjo Jombang pada umumnya bersifat pola asuh demokratis. Perkembangan anak pra sekolah (4-6 tahun) di RA Muslimat Sumberjo Jombang sebagian besar adalah sesuai, Variabel pola asuh orangtua memiliki nilai koefesien regresi yang positif yaitu sebesar 1,551 dan pada tingkat signifikansi (< 5%) menghasilkan nilai uji t hitung sebesar 3,621, sedangkan t-tabel (± 2,069) dengan df = n-k-1 = 25-1-1 = 23, karena nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel (3,621> 2,069) yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima yang menyatakan bahwa ada pengaruh X1 terhadap Y. Kesimpulan yang diperoleh dari Uji t bahwa pengaruh pola asuh orang tua dengan perkembangan anak pra sekolah usia 4-6 tahun di RA Muslimat Sumberjo Jombang.