cover
Contact Name
Hidayat A Katili
Contact Email
hidayat.katili11@gmail.com
Phone
+6282290058505
Journal Mail Official
jimfaperta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dewi Sartika, No. 67 Luwuk-Banggai, Sulawesi Tengah
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian (JIMFP)
ISSN : 27753654     EISSN : 27753646     DOI : https://doi.org/10.52045/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian (JIMFP) berisikan artikel ilmiah dari skripsi dan atau sebagian dari skripsi mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk yang merupakan kewajiban mahasiswa menggunggah karya ilmiah sebagai syarat ujian sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review.
Articles 79 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L) I Ketut Sudania; Hertasning Yatim; Lani Pelia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 1 No. 2 (2021): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v1i2.178

Abstract

Salah satu faktor yang menentukan hasil tanaman jagung hibrida adalah kandungan unsur hara dalam tanah. Melalui pemupukan diharapkan bisa mencukupi kebutuhan hara dan meningkatkan produktivitas tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK yang dikombinasikan dengan pupuk urea dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan produksi jagung hibrida. Penelitian ini dilakukan di Desa Pohi Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai, pada bulan Juli sampai dengan September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan  2 faktor dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman pada umur 8 MST. Pemberian pupuk urea berpengaruh nyata terhadap panjang tongkol, diameter tongkol dan berat kering per petak dengan dosis terbaik yaitu 250 kg/ha.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT KAKAO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) Arianto Kasim; Hertasning Yatim; Dwi Maharia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 1 No. 2 (2021): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v1i2.179

Abstract

Kulit buah kakao merupakan salah satu limbah perkebunan yang Apabila tidak dimanfaatkan dapat menjadi masalah lingkungan sekitar. salah satu cara untuk memanfaatkan kulit buah kakao yaitu dijadikan kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. Pemberian pupuk organik dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi kacang tanah, salah satu pupuk organik yang dapat digunakan adalah pupuk organik kompos kulit kakao.  Kompos kulit buah kakao memiliki berbagai potensi sebagai bahan mulsa atau sumber bahan organik yang berperan penting dalam memperbaiki, meningkatkan dan mempertahankan produktivitas lahan secara berkelanjutan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Kompos Kulit Kakao Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) Penelitian ini menggunakan rancangan acak  kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 taraf pelakuan, yaitu : K0 = Tanpa Perlakuan Pupuk, K1 = 2 Kg Kompos Kulit Kakao/Petak, K2 = 3 Kg Kompos Kulit Kakao/Petak, K3 = 4 Kg Kompos Kulit Kakao/Petak. Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga terdapat 24 petak percobaan dimana penelitian ini meliputi : Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Jumlah Cabang, dan Produksi. Hasil penelitiaan dengan perlakuan Kompos Kulit Kakao memberikan pengaruh nyata dan pengaruh sangat nyata tehadap Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Jumlah Cabang, dan Produksi Kacang Tanah pada perlakuan K3 yaitu 4 Kg Kompos Kulit Kakao/Petak
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR DAUN KELOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG UNGU La Muhaidir Tomia; Lani Pelia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 1 No. 3 (2021): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v1i3.193

Abstract

Pemupukan merupakan usaha pemberian pupuk untuk menambah unsur hara yang diperlukan pada tanaman. Sehingga untuk meningkatkan produktivitas tanaman pada terong ungu (Solanum melongena L.) maka perlu dilakukan pemupukan, baik itu pupuk organik maupun anorganik. Pupuk organik terdapat dua jenis, yakni padat dan cair. Salah satu pupuk organik cair yang dapat digunakan untuk pemenuhan unsur hara dalam tanah yaitu pupuk organik cair daun kelor. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair daun kelor dan berapa dosis yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman holtikultura terkhusus untuk tanaman terong ungu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perbandingan konsentrasi POC daun kelor sebagai berikut, P0 = tanpa pupuk, P1 = pupuk organik cair 50 ml/liter air, P2= pupuk organik cair 100 ml/liter air, P3= pupuk organik cair 150 ml/liter air, P4 = pupuk organik cair 200 ml/liter air, P5 = pupuk organik cair 250 ml/liter air dengan 6 perlakuan 4 ulangan. Hasil penilitian menunjukkan bahwa pada P3 dengan dosis pupuk organik cair daun kelor 150 ml/1 liter air berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman terong ungu pada 1 MST, 4 MST, 5 MST, 6 MST, dan 8 MST tetapi tidak brpngaruh pada 2 MST dan 3 MST
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KOTORAN HEWAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L) Sutiknio Hadi Pranoto; Herwin Yatim; Sutarmin D Hi Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 1 No. 3 (2021): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v1i3.196

Abstract

Jagung adalah salah satu komoditi tanaman pertanian di Indonesia yang banyak dibudidayakan dan membutuhkan hara yang mendukung untuk menghasilkan panen yang lebih baik dilakukan dengan pengaplikasian kompos kotoran hewan yakni kotoran sapi dengan dosis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik dalam pengaplikasian kompos kotoran sapi pada pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L) dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 perlakuan 4 ulangan yakni P0 = Kontrol perlakuan tanpa pemberian kompos kotoran sapi; P1 = 4 ton/ha kompos kotoran sapi atau 2,8 kg per petak; P2 = 6 ton/ha kompos kotoran sapi atau 4,2 kg per petak; P3 = 8 ton/ha kompos kotoran sapi atau 5,6 kg per petak; P4 = 10 ton/ha kompos kotoran sapi atau 7 kg per petak sehingga setiap perlakuan terdapat 20 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos kotoran sapi dengan dosis yang berbeda berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun umur 2, 3, 4, 5 dan 6 MST, panjang tongkol, berat tongkol, berat kering perpetak. Perlakuan terbaik P4 (dosis 10 ton/ha kompos kotoran sapi setara 7 Kg per petak).
ANALYSIS OF THE EFFECT OF CONVERSION OF RICE FIELDS ON AGRICULTURAL PRODUCTIVITY IN EAST NUSA TENGGARA Faisal Adi Saputra; Lorentino Togar Laut; Putra Arif Budiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 1 No. 3 (2021): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v1i3.204

Abstract

The centrality of agriculture as one of the large sectors that sustain Indonesia's GDP does not make this sector free from various problems. The transfer of the function or conversion of agricultural land to nonfarm is a serious problem that occurs in Indonesia, especially in East Nusa Tenggara. The explosion of population growth and the shift of the economy to the manufacturing sector are the strongest reasons for the narrowing of agricultural land. The productivity of agricultural products is something that needs to be considered. This study uses descriptive analysis techniques and supported data from BPS. The results of this study showed no relationship between the phenomenon of transfer of agricultural land functions and agricultural productivity in East Nusa Tenggara.
RESPON TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) PADA SISTEM BUDIKDAMBER fatima saud; Nurmasyitah Mambuhu; Sofyanto Hafari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 1 No. 3 (2021): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v1i3.211

Abstract

Budikdamber adalah antisipasi untuk lahan pekarangan yang sempit dalam budidaya pertanian dengan tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui respon sistem budikdamber dan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan juli 2021 di Green House Ale’to kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan  Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah, dengan metode percobaan faktorial dalam rancangan acak kelompok (RAK). Penelitian ini terdiri dari 4 taraf perlakuan, yaitu: A1 = Akuaponik menggunakan ikan lele 10 ekor; A2 = Akuaponik menggunakan ikan lele 20 ekor; A3 = Akuaponik menggunakan ikan lele 30 ekor; A4 = Akuaponik menggunakan ikan lele 40. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat dua belas unit percobaan. Hasil penelitian bahwa respon sistem akuaponik buudikdamber terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy pada tinggi tanaman berpengaruh nyata pada umur 1 MST dan 3 MST, berpengaruh sangat nyata pada umur 2 MST. Jumlah daun berpengaruh nyata pada umur 4 MST serta hasil tanaman berpengaruh sangat nyata pada perlakuan A4 (40 ekor ikan). Perlakuan yang terbaik tedapat pada A4 (40 ekor ikan) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHANDAN HASIL TANAMAN MENTIMUN Indrayani Halun; Hertasning Yatim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v2i1.213

Abstract

Untuk meningkatkan hasil tanaman Mentimun perlu adanya usaha peningkatkan produksi dengan teknologi pemupukan yang baik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis pupuk organik cair yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun ( Cucumis Sativus L ). Untuk mengetahui pupuk organik cair manakah yang mmberikan pengaruh terbaik  terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Kombutokan, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Pada bulan Juli sampai dengan September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan, Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali, sehingga semuanya ada 28 satuan percobaan, setiap polybag terdapat 2 tanaman, sehingga total keselurahan terdapat 56 populasi tanaman mentimun. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair rebung bambu, pupuk ganik cair bonggol pisang, pupuk organik cair sabuk kelapa tidak berpengaruh nyata.
PENGARUH SISTEM PENGOLAHAN TANAH DAN PEMBERIAN BERBAGAI MACAM PUPUKORGANIKTERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH Oldriyanti Lakoro; Ismail Djamaluddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v2i1.216

Abstract

Beberapa faktor yang juga menentukan hasil tanaman kacang tanah adalah pengolahan tanah dan juga kandungan  unsur  hara dalam tanah. Sistem pengolahan tanah dan pemberian pupuk merupakan teknologi budidaya yang dapat  meningkatkan produktivitas tanaman kacang tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dengan sistem pengolahan tanah dan pemberian berbagai macam pupuk organik cair (POC) yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Desa Longkoga Timur, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, mulai bulan Juli 2020 sampai dengan Oktober 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor, dengan 6 kombinasi perlakuan dan setiap kombinasi diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pupuk organik cair dan sistem olah tanah memberikan pengaruh sangat nyata pada pada pada tinggi tanaman 4 MST dan 6 MST, jumlah daun 2 MST, 4 MST dan 6 MST, berat  polong segar, berat polong kering serta berat biji. Khusus untuk perlakuan jenis pupuk organik cair juga memberikan pengaruh  nyata pada tinggi tanaman 4 MST dan berat biji
ANALISIS PENDAPATAN DAN PEMASARAN KOPRA DI DESA LONGKOGA BARAT KECAMATAN BUALEMO KABUPATEN BANGGAI Ririn Dunggio; Ruslan A. Zaenudin; Dian Puspapratiwi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitianini bertujuan (1) Pendapatan petani responden dalam usahatani kopra di Desa Longkoga Barat Kecamatan Bualemo yang di peroleh sebesar Rp 371.700. (2) Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa Longkoga Barat terlihat bahwa saluran pemasaran dari petani sampai ke konsumen akhir terdapat dua saluran pemasaran yaitu sebagai berikut : Saluran II  : Petani - Pengepul Lokal -  Industri (3) Margin pemasaran usahatani kopra di Desa Longkoga Barat diperoleh antara pengepul lokal yang menjual ke Industri yakni Rp. 3.300/Kg. (4) Berdasarkan rumus efesiensi pemasaran maka efesiensi pemasaran pada saluran II diperoleh efesiensi pemasaran sebesar 1,00 %.
PENGARUH JARAK TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK CAIR SUPRATAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth) krisnanto djadi; Yuldanto Larekeng; Wawan Setiawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 1 No. 3 (2021): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v1i3.218

Abstract

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan tanaman perkebunan penghasil minyak atsiri, dan memiliki fungsi utama sebagai bahan baku pengikat (fiksasif). Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman nilam adalah kurangnya unsur hara dan jarak tanam saat penanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan pupuk cair supratan terhadap pertumbuhan tanaman nilam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan September 2021 di Desa Kabua-Bua, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama konsentrasi pupuk cair supratan (A) yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua adalah jarak tanam (B) yang juga terdiri dari 3 taraf. Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali sehingga seluruhnya terdapat 27 percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan interaksi jarak tanam 5 mL pupuk Cair Supratan /Liter air +  Jarak tanam 40cm x 50cm (A3B1) merupakan perlakuan terbaik terhadap parameter jumlah tunas pada umur tanaman 6, 8 dan 10 MST dan perlakuan 5 mL pupuk Cair Supratan /Liter air (A3) merupakan perlakuan terbaik terhadap variabel jumlah tunas pada umur tanaman 12, 14, 16, 18, dan 20 MST. Pada pengamatan variabel jumlah daun, perlakuan interaksi jarak tanam 5 mL pupuk Cair Supratan /Liter air +  Jarak tanam 40cm x 60cm (A3B2) merupakan perlakuan terbaik pada umur tanaman 8 MST, dan perlakuan jarak tanam 40cm x 70cm (B3) merupakan perlakuan terbaik pada umur tanaman 10 dan 12 MST. Selain itu, perlakuan 5 mL pupuk Cair Supratan /Liter air (A3) merupakan perlakuan terbaik pada umur tanaman 16, 18 dan 20 MST