cover
Contact Name
Abdul Mujib
Contact Email
jurnalrealita@gmail.com
Phone
+6281233708946
Journal Mail Official
jurnalrealita@gmail.com
Editorial Address
Jln. Sunan Ampel No. 7, Ngronggo, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
ISSN : 18299571     EISSN : 2502860X     DOI : https://doi.org/10.30762/realita
Realita : jurnal penelitian dan kebudayaan islam menerbitkan artikel tentang hasil-hasil penelitian di bidang keislaman, kebudayaan islam, dan manajemen pendidikan islam yang mencakup manajemen kurikumlum dan pembelajaran, sumberdaya manusia, kepemimpinan, sarana prasarana, peserta didik dan layanan khusus. Realita: jurnal penelitian dan Kebudayaan islam diterbitkan oleh LP2M Institut Agama Islam Negeri Kediri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 198 Documents
Supervisi Berbasis Emergent Strategy: Alternatif Membaca Sinyal Perubahan di Era Disrupsi M. Ubaidillah Ridwanulloh; Sutiah
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i2.929

Abstract

Era disrupsi ditandai oleh perubahan teknologi, sosial, budaya, dan kebijakan pendidikan yang berlangsung cepat serta sulit diprediksi. Kondisi tersebut menuntut inovasi supervisi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan administratif, tetapi juga mampu membaca sinyal perubahan dan merespons kebutuhan sekolah secara adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemungkinan penggunaan supervisi berbasis emergent strategy sebagai alternatif supervisi dalam menghadapi perubahan di era disrupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menelaah berbagai buku, artikel ilmiah, hasil penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan supervisi pendidikan, strategi emergent, pembelajaran organisasi, dan perubahan adaptif. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik melalui tahap seleksi sumber, pengodean, pengelompokan kategori, sintesis antarliteratur, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi berbasis emergent strategy berpotensi digunakan sebagai pendekatan komplementer terhadap supervisi formal. Pendekatan ini memungkinkan supervisor mengenali pola perubahan, memfasilitasi eksperimen guru, mengembangkan refleksi kolektif, mendokumentasikan hasil inovasi, serta melembagakan inovasi yang terbukti efektif. Temuan juga menunjukkan bahwa pendekatan emergent tidak tepat digunakan sebagai pengganti total supervisi terencana karena tetap membutuhkan arah strategis, batas kewenangan, dokumentasi, dan evaluasi yang jelas. Kontribusi penelitian ini terletak pada integrasi kajian supervisi pendidikan dengan teori emergent strategy, sekaligus menawarkan kerangka konseptual bagi pengembangan supervisi yang adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap perubahan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji efektivitas kerangka tersebut melalui studi empiris pada berbagai konteks sekolah.
Dakwah Profetik sebagai Model Komunikasi Transformasional: Strategi Dakwah dalam Membentuk Kesadaran Keagamaan Masyarakat Muhdar; Abu Khaer
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 24 No. 1 (2026): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v24i1.916

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas strategi komunikasi dakwah profetik mahasiswa Universitas Nurul Jadid dalam membentuk kesadaran keagamaan masyarakat, meliputi dimensi humanisasi, liberasi, dan transendensi. Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan dengan 5 mahasiswa dan 5 anggota masyarakat sebagai informan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan strategi dialogis dan empatik (humanisasi) meningkatkan partisipasi audiens, pengaitan pesan dengan isu sosial (liberasi) mendorong refleksi kritis dan pengambilan keputusan etis, serta muhasabah (transendensi) memperkuat internalisasi nilai keagamaan. Temuan menegaskan dakwah profetik dapat dijalankan sebagai model komunikasi transformasional berbasis komunitas yang efektif dalam mengubah pemahaman, sikap, dan perilaku religius secara komprehensif dan berkelanjutan.
Diskursus Integrasi Islam dan Sains: (Peluang dan Tantangan Sains dalam Islam Perspektif Nidhal Guessoum serta Implikasinya Bagi PTKI/PTKIN) Abdul Mujib
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 1 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i1.418

Abstract

This article addresses the theme of integration between Islam and science, focusing on the perspective of Nidhal Guessoum and its implications for Islamic Higher Education Institutions (PTKI) and State Islamic Universities (PTKIN). Through literature review, this discourse explores various opportunities and challenges related to the efforts to combine scientific principles with religious values in the context of Islam. The discussion highlights the thoughts of Nidhal Guessoum as one of the figures advocating for a balanced integration between Islam and science. Additionally, this abstract also examines its impacts on the curriculum and teaching approaches in PTKI/PTKIN. This research presents deep insights into how the integration between Islam and science can be effectively implemented in religious-based higher education environments.
Dari Kebijakan ke Praktik: Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Kearifan Lokal untuk Penguatan Karakter Pancasila Siswa di Pendidikan Dasar M. Feri Firmansyah
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 24 No. 1 (2026): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v24i1.955

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar menghadirkan paradigma baru dalam pembelajaran yang menekankan fleksibilitas, pembelajaran berdiferensiasi, serta penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Namun, tantangan utama dalam implementasinya terletak pada bagaimana sekolah mampu mengadaptasi kebijakan kurikulum nasional dengan konteks sosial dan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka melalui integrasi kearifan lokal sebagai strategi penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual melalui pemanfaatan lingkungan dan budaya lokal sebagai sumber belajar. Integrasi kearifan lokal dilakukan melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), pengenalan budaya daerah, makanan tradisional, seni, serta program budaya sekolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai pendekatan pedagogis dalam membangun karakter peserta didik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian implementasi kurikulum dengan menempatkan budaya lokal sebagai fondasi strategis dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar.
Ekonomi Ritual Keagamaan: Peran Haul dalam Penguatan UMKM dan Modal Sosial Berbasis Komunitas Puryanti, Dewi; Syahbudi; Prasojo, Zaenuddin Hudi
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 24 No. 1 (2026): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i2.307

Abstract

This article examines haul as a community-based ritual economy and analyzes its relationship with distributive justice in Muslim communities. Although haul is commonly understood as a religious ritual commemorating deceased Islamic scholars, existing literature indicates that it also involves voluntary giving, collective consumption, social solidarity, and economic activities surrounding ritual sites. Using a qualitative design based on critical literature review and conceptual analysis, this study synthesizes scholarship on ritual economy, moral economy, social capital, Islamic philanthropy, and distributive justice. The analysis identifies two interconnected mechanisms of resource circulation within haul: horizontal redistribution through collective consumption and the provision of basic needs, and temporary stimulation of local markets through demand for goods and services. Social capital and religious authority provide the relational basis for mobilizing voluntary contributions, while religious values legitimize the circulation and collective use of resources. These patterns position haul not as an economy operating outside the market, but as a hybrid ritual arena in which community-based redistribution and market exchange coexist. The study further argues that distributive justice in this context is better understood as community-level access to material and social benefits rather than as a mechanism for resolving structural economic inequality. Theoretically, this study contributes by integrating ritual economy, moral economy, social capital, and Islamic distributive justice into a conceptual framework for understanding resource circulation in religious practices. Since the study is based on secondary literature, further empirical research is needed to assess the magnitude and distributional effects of haul across different community contexts.
Ekonomi Sirkular melalui Community-Based Social Enterprise: Perspektif Maqāṣid Sharīʻah Abdul Majid An-Najjār Alfi Nur Khoiriyah; Mugiyati Mugiyati; Muhammad Lathoif Ghozali
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 24 No. 1 (2026): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v24i1.471

Abstract

Persoalan lingkungan dan pengelolaan sumber daya membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi material, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ekonomi sirkular melalui community-based social enterprise di Kampung Mandiri, Surabaya, serta menelaahnya berdasarkan perspektif maqāṣid sharīʻah Abdul Majid An-Najjār. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan penggerak, pengelola, dan warga yang terlibat dalam kegiatan social enterprise, serta observasi langsung terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan lingkungan. Data dianalisis melalui proses kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan mengategorikan temuan berdasarkan sepuluh prinsip ekonomi sirkular dan empat dimensi maqāṣid sharīʻah An-Najjār. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh prinsip ekonomi sirkular telah teridentifikasi, yaitu refuse, rethink, reduce, reuse, refurbish, repurpose, dan recycle, sedangkan repair, remanufacture, dan recover belum ditemukan. Praktik tersebut tidak hanya berkontribusi pada efisiensi sumber daya dan pengelolaan limbah, tetapi juga menghasilkan pemberdayaan masyarakat, aktivitas ekonomi lokal, edukasi lingkungan, penguatan relasi sosial, serta pelestarian lingkungan. Dalam perspektif An-Najjār, manfaat tersebut berkelindan dengan dimensi agama, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi ekonomi sirkular, community-based social enterprise, dan maqāṣid sharīʻah dalam menjelaskan ekonomi sirkular sebagai mekanisme penciptaan kemaslahatan multidimensional yang mencakup nilai ekonomi, sosial, ekologis, dan moral-spiritual. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan ekonomi sirkular berbasis komunitas tidak cukup dinilai dari tingkat sirkularitas material, tetapi juga dari kemaslahatan yang dihasilkannya bagi masyarakat dan lingkungan.
Strategi Komunikasi Dakwah Islam Berbasis Kearifan Lokal: Membangun Moderasi dan Inklusivitas Sosial di Indonesia Elena Pradita Putri Primaswari; Siti Nuryati
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 24 No. 1 (2026): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v24i1.891

Abstract

Strategi komunikasi dakwah Islam berbasis kearifan lokal merupakan pendekatan penting dalam membangun moderasi beragama dan inklusivitas sosial di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi, praktik, peran, serta tantangan dakwah berbasis kearifan lokal dalam memperkuat kehidupan beragama yang moderat dan harmonis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis buku, jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif-interpretatif untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai keterkaitan dakwah, budaya lokal, dan kehidupan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah berbasis kearifan lokal melalui pendekatan dialogis, adaptif, persuasif, dan inklusif mampu meningkatkan penerimaan pesan keagamaan, memperkuat toleransi, serta menjaga harmoni sosial. Namun, tantangan seperti resistensi budaya, globalisasi, dan keterbatasan kompetensi dai masih memerlukan penguatan strategi komunikasi kontekstual. Disimpulkan bahwa integrasi dakwah   dengan kearifan lokal menjadi kunci dalam membangun moderasi beragama dan inklusivitas sosial di Indonesia.
Analisis Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi Terhadap Perkara Nomor 29-51-55-90-91-92-93-96-102-104-107/PUU-XXI/2023 Tentang Batas Minimal Usia Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Agus Edi Winarto; Eni Prasetiyowati
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 24 No. 1 (2026): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v24i1.962

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1) Alasan hukum Permohonan Perkara Nomor 29-51-55-90-91-92-93-96-102-104-107/PUU-XXI/2023; 2) Pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi terhadap Perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023; dan 3) Implikasi Politik terhadap perubahan norma Pasal 169 huruf q Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 perihal batas minimal usia Calon Presiden dan Wakil Presiden. Desain penelitian ini adalah yuridis-normatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, alasan hukum Permohonan Perkara Nomor 29-51-55-90-91-92-93-96-102-104-107/PUU-XXI/2023 adalah bahwa Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum dinilai melanggar moralitas, rasionalitas, dan ketidakadilan yang intolerable karena diskriminatif / tidak mencerminkan keadilan. Kedua, dasar pertimbangan hukum Putusan Perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023 adalah bahwa penentuan batas usia minimal bagi calon yang dipilih melalui pemilihan umum (elected officials) khususnya yang akan menduduki jabatan eksekutif maupun legislatif seharusnya didasarkan pada pertimbangan yang objektif, rasional, jelas, dan tidak bersifat diskriminatif serta tidak menciderai rasa keadilan, dan dapat mendorong regenerasi dan partisipasi publik yang lebih luas kepada mereka yang belum berusia 40 tahun tapi telah berpengalaman pada suatu jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum, termasuk pemilihan kepala daerah, Ketiga, implikasi politik terhadap perubahan norma Pasal 169 huruf q dapat mendorong regenerasi kepemimpinan untuk anak muda yang berkompeten, namun sebaliknya dapat pula menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap konstitusi dan lembaga peradilan.