cover
Contact Name
Abdul Mujib
Contact Email
jurnalrealita@gmail.com
Phone
+6281233708946
Journal Mail Official
jurnalrealita@gmail.com
Editorial Address
Jln. Sunan Ampel No. 7, Ngronggo, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
ISSN : 18299571     EISSN : 2502860X     DOI : https://doi.org/10.30762/realita
Realita : jurnal penelitian dan kebudayaan islam menerbitkan artikel tentang hasil-hasil penelitian di bidang keislaman, kebudayaan islam, dan manajemen pendidikan islam yang mencakup manajemen kurikumlum dan pembelajaran, sumberdaya manusia, kepemimpinan, sarana prasarana, peserta didik dan layanan khusus. Realita: jurnal penelitian dan Kebudayaan islam diterbitkan oleh LP2M Institut Agama Islam Negeri Kediri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 174 Documents
Mewujudkan Keadilan Iklim: Urgensi Regulasi bagi Yayasan, Kepastian Hukum dan Mitigasi Perubahan Iklim di Indonesia Salim Abdurrahman; Sirait, Ningrum Natasya; Tri Murti Lubis
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 1 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i1.499

Abstract

The climate change mitigation agenda in Indonesia urgently requires the realization of climate justice through inclusive approaches that involve non-state actors, such as foundations. As nonprofit legal entities, foundations possess strategic potential to implement climate change mitigation programs, particularly those based on carbon market mechanisms. However, to date, there is a lack of clear legal certainty allowing foundations to participate lawfully in such initiatives. This study aims to address three core questions: (1) What is the legal basis for foundations to engage in carbon-based climate mitigation programs? (2) How does the absence of carbon-related terminology in a foundation’s statutes (AD/ART) affect its legal authority? (3) What is the ideal regulatory framework that could ensure legal certainty for foundations in carrying out climate mitigation programs? This research employs a normative legal approach using library research methods, focusing on the analysis of relevant legislation and institutional documents of foundations involved in climate initiatives. The findings reveal that there is no explicit legal basis regulating the role of foundations in carbon-based mitigation programs. The absence of carbon-related nomenclature in the statutes of foundations creates the risk of exceeding their legal authority. Although Article 46 paragraph (2) point (d) of Presidential Regulation No. 98 of 2021 refers to “the public” as an actor in the implementation of the Carbon Economic Value (NEK), no derivative regulation clarifies whether foundations, as legal entities, are included in this category. The theoretical implication of this study emphasizes the need to reformulate the concept of climate justice within Indonesia's environmental law to formally recognize the institutional role of civil society. Such recognition is crucial for integrating legal certainty, regulatory effectiveness, and collective participation in the global climate mitigation agenda.
Persinggungan Hukum Adat dan Hukum Islam dalam Komunitas Masyarakat Muslim Hidayat, Ebied; Rahim, Abdul; Ridwan, Muhamad
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 1 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i1.505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi hukum adat dan hukum Islam, serta permasalahan yang ditimbulkan akibat persinggungan hukum adat dan hukum Islam dalam kehidupan sosial masyarakat Desa Wabula Satu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif dengan analisis deskriptif. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu tokoh adat dan tokoh agama, serta masyarakat Desa Wabula satu yang memiliki pengetahuan cukup terkait topik pembahsan yang diangkat. Hasil penelitian ini diketahui bahwa seluruh masyarakat Desa Wabula 1 beragama Islam. Para masyarakat memegang teguh ajaran agama Islam, namun juga tidak menurunkan keteguhan adat budaya yang telah diwariskan secara turun temurun oleh para leluhur. Meskipun sistem kewarisan adat Wabula, yang bersifat matrilineal dan memberikan hak waris utama kepada perempuan, tidak sepenuhnya sejalan dengan ketentuan hukum Islam yang bersifat patrilineal, masyarakat tetap memandang sistem tersebut sah berdasarkan konsep ‘urf dalam fiqh Islam. Pertentangan antara hukum adat dan hukum Islam tidak menimbulkan konflik sosial yang signifikan. Hal ini dikarenakan adanya nilai toleransi, penghormatan, dan saling pengertian antar masyarakat, baik yang menjalankan adat maupun syariat.
Mengukur Efektivitas Implementasi Media Digital Kolaborasi LMS Portal Sekolah dengan WhatsApp terhadap Pembelajaran Siswa Setyaningrum, Widia; Sulistiyaningrum, Alfi Oktafian
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 1 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i1.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur pengaruh kolaborasi antara Portal Sekolah dan media WhatsApp terhadap keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data dikumpulkan dari 54 responden menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis ini menunjukkan bahwa variabel kolaborasi antara LMS Portal Sekolah dan WhatsApp berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi platform digital dalam pembelajaran mampu meningkatkan partisipasi siswa, terutama dalam konteks tugas dan diskusi kelompok. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi fitur-fitur kolaboratif dalam Portal Sekolah serta pemanfaatan WhatsApp sebagai media pendukung pembelajaran. Dengan demikian, kolaborasi antara dua platform digital tersebut dapat menjadi strategi efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang aktif, interaktif, dan bermakna bagi siswa di era pembelajaran modern.
Regulasi Potongan Ongkir Tanpa Konfirmasi Seller: Analisis Fatwa DSN-MUI No. 117/2018 pada Kasus Shopee Putra, Ardiansyah; Hasanah, Uswatun
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 1 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i1.511

Abstract

This study aims to examine the policy of automatic shipping fee deductions and service charges implemented by the Shopee e-commerce platform from the perspective of Islamic economic law, specifically referring to Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/II/2018 on Information Technology-Based Financing Services in accordance with Sharia principles. The findings indicate that, as of July 1, 2024, Shopee unilaterally enrolled all sellers into the Free Shipping XTRA program, accompanied by automatic service fee deductions without explicit consent from the sellers. This practice raises concerns over violations of fundamental principles of Islamic contracts, including mutual consent, clarity of contract terms, and transparency of information. In several cases, sellers have experienced financial losses due to unabsorbed shipping discrepancies and unexpected service charges. Based on contemporary Islamic commercial jurisprudence and the objectives of Islamic law, such a policy may be categorized as a coerced contract, containing elements of excessive unfair pricing and deliberate ambiguity. These contradict key Sharia principles of justice, public benefit, and wealth protection, as stated in Qur’anic verses such as Surah An-Nisa [4]:29 and Al-Baqarah [2]:188, which are among the foundations of DSN-MUI fatwas. This study recommends a policy reform that includes explicit digital consent mechanisms, transparent fee disclosures, and the provision of opt-out rights for sellers, to ensure valid contracts and balance in technology-based commerce.
Comparative Study of Mathematics Education in Indonesia, Singapore and England (United Kingdom) Guntur, Muhamad Ikhsan Sahal; Maharani, Fitria
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 1 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i1.522

Abstract

This comparative study of mathematics education in Indonesia, Singapore and England aims to analyze the differences and similarities in three main aspects, namely the mathematics learning curriculum, evaluation system and teacher recruitment. This research examines how mathematics curricula in these three countries are structured to meet the educational needs of the 21st century, with a focus on developing critical thinking and problem-solving skills. In Indonesia, the mathematics curriculum is often more oriented towards achieving national standards, whereas in Singapore and the UK, the curriculum tends to be more flexible and based on holistic development of student competencies. In terms of the evaluation system, Indonesia relies on national exams and standards-based tests, while Singapore and the UK use a more diverse approach, including competency-based evaluations and formative assessments. Finally, in terms of teacher recruitment, Indonesia still faces challenges in ensuring the quality and number of teaching staff meet standards, while Singapore and the UK have strict selection systems and focus on developing teacher professionalism through continuous training. It is hoped that the results of this study will provide insight into the development of mathematics education policy in Indonesia, as well as enrich understanding of best practices applied in other countries.
Peran Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence dan Persepsi Siswa Madrasah Aliyah pada Pelajaran SKI Nisa', Khoirotun; Lahitania, Zahra; Maslahah, Hanum Mir'atul; Nikmah, Faridatun
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 1 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i1.528

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan Artificial Intelligence (AI) pada mata pelajaran SKI untuk menawarkan potensi dan peluang yang dapat diadopsi dalam gaya belajar yang beragam, meningkatkan efisiensi pembelajaran, serta memberikan solusi atas permasalahan Pendidikan. MA Al-Irtiqo’ Malang merupakan salah satu madrasah Aliyah unggulan yang modern yang melaksanakan sistem pembelajaran modern berbasis teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menggambarkan fenomena sosial secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran berbasis AI pada mata pelajaran SKI yang digunakan oleh guru  menggunakan aplikasi Capcut, Lumen5, dan Edpuzzle untuk menghasilkan video dan animasi sejarah yang menarik. Penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran SKI terbukti berperan dalam meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa. Hal tersebut ditunjukkan dengan persepsi siswa setelah ketertarikannya pada materi pelajaran SKI yang didesain guru dengan memanfaatkan teknologi AI. kesimpulannya penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MA Al-Irtiqo’ Malang menunjukkan temuan yang baru yang signifikan dalam pembelajaran SKI, interaktivitas dan visualisasi telah menarik dan terbentuk dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa.
Konsep Perbuatan Melawan Hukum dalam Kerangka Bisnis Syariah Setiawan
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 1 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i1.570

Abstract

Perbuatan Melawan Hukum (PMH) merupakan salah satu jenis sengketa yang sering muncul dalam konteks bisnis syariah. Meskipun konsep PMH sudah diatur dalam KUH Perdata, masalah timbul ketika sistem ekonomi Islam belum memiliki pendekatan syariah yang jelas untuk menyelesaikan sengketa PMH menurut prinsip-prinsip syariah. Beberapa keputusan sengketa yang ada masih mengacu pada aturan yang ada dalam KUH Perdata, meskipun sumber hukum perdata ekonomi syariah berbeda dengan sumber hukum ekonomi konvensional. Baik dalam hukum perdata umum maupun dalam hukum syariah, keduanya mengenal teori pertanggungjawaban atas perbuatan yang merugikan pihak lain. Dalam hukum Islam, konsep perbuatan melawan hukum dikenal dengan istilah al-fi’lu al-dharar, sementara dalam hukum perdata umum, istilah yang digunakan adalah perbuatan melawan hukum (PMH). Sebuah perbuatan dapat dianggap melawan hukum menurut pandangan syariah jika memenuhi beberapa unsur, yaitu: (1) adanya perbuatan; (2) adanya unsur yang melanggar hukum; (3) adanya unsur kesalahan; (4) adanya kerugian; dan (5) adanya hubungan kausalitas antara kesalahan dan kerugian. Konsep pertanggungjawaban hukum atas perbuatan melawan hukum dalam hukum ekonomi syariah dikenal dengan istilah dhamân, yang mengarah pada kewajiban untuk memberikan ganti rugi (ta’wîdh).
Tren Pemahaman Remaja Milenial Desa terhadap Darah Haid dan Istihadhah di Tengah Era Digitalisasi Muhamad; Jusu, La; Jidi, La
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 1 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i1.502

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana pemahaman remaja milenial di Desa Wasuamba Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton terhadap haid dan istihadhah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu remaja perempuan di desa wasuamba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para remaja di desa tersebut umumnya sudah memahami konsep dasar haid. Namun, pemahaman tentang perbedaan haid dan istihadhah masih belum merata. Beberapa remaja sudah mengetahui, tetapi banyak yang belum karena tidak terbiasa mencatat siklus haid dan tidak diajarkan oleh orang tua maupun guru di sekolah. Meskipun remaja perempuan di Desa Wasumba memiliki akses yang relatif mudah terhadap teknologi digital, pemanfaatan teknologi tersebut untuk memperoleh pengetahuan mengenai darah haid masih sangat rendah. Ketersediaan akses teknologi saja tidak cukup untuk menjamin peningkatan pemahaman, melainkan diperlukan pendekatan edukasi yang kontekstual dan sensitif terhadap norma budaya setempat dari berbagai pihak baik masyarakat maupun pemerintah atau lainnya.
Strategi Membangun Moderasi Beragama pada Pengajaran Fikih dalam Materi Toleransi Antarmazhab (Studi Kasus di MAN Sidoarjo) Al-Farochi, Mohammad Naufal; El-Yunusi, Muhammad Yusron Maulana; Masfufah
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 1 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i1.569

Abstract

Keberagaman mazhab dalam Islam merupakan realitas yang perlu disikapi secara bijak melalui pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi guru fikih dalam menerapkan moderasi beragama guna membangun sikap toleran antarmazhab di MAN Sidoarjo. Dengan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi moderasi beragama diterapkan melalui tiga aspek utama: pengembangan materi ajar inklusif yang mencakup berbagai pandangan mazhab, penerapan metode pembelajaran dialogis yang mendorong diskusi terbuka, serta keteladanan guru dalam bersikap adil dan menghargai perbedaan. Ketiga strategi ini membentuk suasana belajar yang terbuka, toleran, dan mendukung tumbuhnya pemahaman keislaman yang menghargai keberagaman. Kesimpulannya ditemukan bahwa kebijakan madrasah, termasuk penggunaan Kurikulum Merdeka, turut mendukung implementasi strategi tersebut secara menyeluruh. Temuan ini menegaskan pentingnya peran guru dan institusi dalam menumbuhkan sikap moderat di lingkungan pendidikan Islam.
Studi Komparasi Kesiapan Belajar dan Kemandirian Anak Kelas 1 Sekolah Dasar dari Alumni TK Program Full Day dengan Half Day Maharani, Fitria
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i2.564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan antara kesiapan belajar dan kemandirian belajar siswa kelas 1 SD dari alumni TK program Full-Daydengan half-day di Kecamatan Jebres Surakarta. Jenis penelitian ini adalah studi komparasi. Populasi dari penelitian ini adalah 10.435 siswa kelas I sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jebres dengan sample penelitian adalah 385 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket observasi dan wawancara. Data yang diperoleh adalah hasil dari lembar angket observasi kemandirian, kesiapan belajar dan juga wawancara sebagai data pendukung. Teknik analisis data untuk lembar observasi adalah statistik inferensial non-parametrik dengan model uji maan whitney. sedangkan data wawancara menggunakan teknik analisis data Bogdan & Biklen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara kesiapan belajar dan kemandirian belajar siswa kelas 1 SD dari alumni TK program full day dengan half day di Kecamatan Jebres, Surakarta.