cover
Contact Name
Ahmad Saefulloh
Contact Email
ahmadsaefulloh791@gmail.com
Phone
+6285266576373
Journal Mail Official
parislangkis@gmail.com
Editorial Address
Kampus UPR Tunjung Nyaho, Jalan Hendrik Timang. Palangka Raya
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Paris Langkis
ISSN : -     EISSN : 27237001     DOI : https://doi.org/10.37304/paris.v2i2.4153
Jurnal Paris Langkis merupakan jurnal Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya. Ruang lingkup pada jurnal ini mencakup tentang pendidikan, pembelajaran, hukum, politik dan sosial-budaya, filosofi, nilai dan etika sosial kemasyarakatan, serta kearifan lokal dalam bingkai pancasila dan undang-undang dasar negara Indonesia tahun 1945. jurnal ini terbit secara berkala 6 bulan sekali pada bulan Agustus dan Maret yang berasal dari penelitian, pengabdian masyarakat, serta karya ilmiah lainnya yang dihasilkan baik dosen, guru maupun mahasiswa. jurnal ini mulai terbit perdana pada 17 Agustus 2020, dengan Surat Keputusan dari Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan No. 3734/ UN24.3/AK/2019 pada tanggal 27 Agustus 2019 tentang Tim Editorial Jurnal.
Articles 157 Documents
Peran PAI dalam Membentuk Akhlak dan Moderasi Beragama di Sekolah (Studi Kasus di SMP Negeri 8 dan SMP Bina Cipta Karya Cilegon) Julehah, Julehah; Rumbang Sirojudin; Deni Iriyadi; Fitri Hilmiyati; Lalu Turjiman Ahmad
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 1 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v6i1.23994

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlakul karimah dan wawasan moderasi beragama peserta didik di SMP Negeri 8 Cilegon dan SMP Bina Cipta Karya Cilegon. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan degradasi moral, intoleransi, dan pengaruh radikalisme di kalangan remaja dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap guru PAI, kepala sekolah, serta siswa kelas VIII. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif antara pembinaan akhlakul karimah dan internalisasi moderasi beragama yang dikaji secara simultan pada sekolah negeri dan swasta dengan karakter sosial yang berbeda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa PAI berperan strategis melalui keteladanan guru, pembiasaan religius, integrasi nilai dalam Kurikulum Merdeka dan proyek P5, serta budaya sekolah yang inklusif. Nilai kejujuran, empati, disiplin, toleransi, dan sikap anti-kekerasan terinternalisasi secara konsisten dalam perilaku siswa. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian PAI berbasis karakter dan moderasi beragama, sementara secara praktis memberikan implikasi bagi pengembangan kurikulum PAI, penguatan peran guru, dan kebijakan pendidikan karakter di sekolah menengah.
Evaluasi Proporsi Belanja Pegawai Terhadap Standar Kesehatan Fiskal Daerah: Studi Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan Tahun 2025 Tuarita, Juniyanti; Abdulatip Banda; Saiful
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 1 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v6i1.24081

Abstract

Belanja pegawai merupakan komponen terbesar dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di sebagian besar pemerintah daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Sorong Selatan. Proporsi belanja pegawai yang terlalu tinggi sering kali berdampak pada terbatasnya ruang fiskal untuk pembiayaan pembangunan, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mengacu pada standar kesehatan fiskal yang ditetapkan Kementerian Keuangan, idealnya belanja pegawai tidak melebihi batas tertentu agar kapasitas fiskal tetap sehat dan berkelanjutan. Namun, dinamika kebutuhan birokrasi, penataan kelembagaan, dan peningkatan jumlah pegawai masih menjadi tantangan yang memengaruhi proporsi belanja pegawai di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proporsi belanja pegawai terhadap standar kesehatan fiskal pemerintah daerah pada APBD Kabupaten Sorong Selatan Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis rasio keuangan daerah, dokumentasi APBD, dan perbandingan terhadap indikator kesehatan fiskal yang berlaku. Kebaruan penelitian (novelty) terletak pada fokus evaluasi terhadap APBD terbaru (Tahun Anggaran 2025) serta pemetaan implikasinya terhadap ruang fiskal jangka menengah daerah. Penelitian ini menawarkan kontribusi praktis berupa rekomendasi strategi penataan belanja yang lebih efisien, termasuk penguatan value for money, pengendalian belanja pegawai, dan optimalisasi belanja produktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi belanja pegawai masih berada pada kategori kurang sehat, sehingga berdampak pada kapasitas fiskal daerah. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penguatan kebijakan pengendalian belanja pegawai dan optimalisasi komposisi belanja yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Museum Siwalima sebagai Ruang Wisata Edukasi dan Rekonsiliasi Sejarah: Perspektif Masyarakat Maluku Pasca Konflik 1999 Kaisan, Walati; Rahma Temarwut; Najirah Amsi
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 2 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v6i2.24289

Abstract

Artikel ini mengkaji peran Museum Siwalima sebagai sarana wisata edukasi sejarah sekaligus ruang rekonsiliasi sosial pasca konflik Maluku 1999. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media edukatif yang mampu membangun memori kolektif, kesadaran sejarah, dan perdamaian berkelanjutan di masyarakat pasca konflik. Penelitian bertujuan untuk menganalisis perspektif masyarakat Maluku terhadap fungsi edukatif dan rekonsiliatif Museum Siwalima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat, pengelola museum, dan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Siwalima dipersepsikan tidak hanya sebagai ruang penyimpanan artefak sejarah, tetapi juga sebagai media pembelajaran sejarah, penguatan identitas budaya, dan simbol rekonsiliasi sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemaknaan museum sebagai ruang edukasi sejarah berbasis rekonsiliasi pasca konflik. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan kebijakan pengelolaan museum dan pendidikan sejarah yang lebih inklusif dan kontekstual di wilayah pasca konflik.
Pendidikan Agama Islam Sebagai Dasar Pembentukan Sosial dan Budaya pada Masyarakat Majemuk: Menggunakan Pendekatan Teori Sosial Kritis Desita Erviani
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 2 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v6i2.24534

Abstract

Penelitian ini mengkaji research gap Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia yang dominan berorientasi hafalan dogmatis tanpa internalisasi sosial-budaya di masyarakat majemuk, dengan tujuan eksplisit menganalisis fenomena tersebut melalui teori sosial kritis Habermas-Freire serta merumuskan model PAI transformatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain studi kasus deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mendalam makna, nilai, dan proses yang terjadi dalam konteks sosial pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan PAI efektif membentuk identitas spiritual vertikal namun lemah sebagai agen dialog horizontal dan emansipasi budaya, mereproduksi struktur ideologis dogmatik yang menghambat toleransi pluralisme. Novelty terletak pada sintesis teori kritis dengan realitas PAI Indonesia yang menghasilkan model kurikulum dialogis berbasis refleksi Freire, berbeda dari studi deskriptif konvensional. Implikasi praktis mencakup reformasi RPP PAI dengan matriks hafalan-dialog-emansipasi, pelatihan guru teori kritis, dan ekstrakurikuler multikultural untuk transformasi budaya majemuk.
Dinamika Implementasi Kebijakan Pemerintah (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Urgensi Pengangkatan Karyawan SPPG menjadi PPPK) Lusida, Nensy; Tuarita, Juniyanti
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 2 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v6i2.24887

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program prioritas di Indonesia saat ini. Salah satu upaya konkret yang dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung program tersebut adalah mengangkat karyawan SPPG menjadi PPPK. SPPG merupakan pelaksana program makan bergizi gratis yang bermitra dengan Badan Gizi Nasional. Implementasi kebijakan pengangkatan karyawan SPPG menjadi PPPK menimbulkan beragam polemik dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika yang terjadi dalam implementasi kebijakan tersebut. Peneliti juga berupaya menggali urgensi dari kebijakan pengangkatan karyawan SPPG menjadi PPPK. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti melakukan pengumpulan data melalui data sekunder yaitu studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beragam polemik yang muncul dari kalangan masyarakat didasarkan pada prinsip keadilan, kesesuaian dengan peraturan perundang– undangan berkaitan dengan pengangkatan karyawan swasta yang digaji oleh negara dan mekanisme pengangkatan yang masih perlu dikaji ulang dengan sebaik- baiknya. Kebijakan pengangkatan karyawan SPPG menjadi PPPK memiliki konsekuensi karena berpengaruh langsung terhadap masyarakat. Implikasi dari temuan ini menekankan bahwa suatu kebijakan semestinya mampu mendistribusikan barang dan kehormatan kepada masyarakat dengan adil. Sehingga, masyarakat dapat merasakan bagian yang sama karena adanya kepastian, kejelasan dan ketepatan dari suatu kebijakan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan publik sehingga mampu memahami dinamika dari implementasi kebijakan.
Peran Kaderisasi Mahasiswa Vokasi sebagai Proses Civic Formation dalam Pembentukan Karakter Kewargaan: Studi Kuantitatif Deskriptif di Perguruan Tinggi Vokasi Isrouz Zakiyah; Novia Anggraini
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 2 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v6i2.24805

Abstract

Kaderisasi merupakan kegiatan terstruktur di perguruan tinggi vokasi yang berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter dan nilai kewargaan mahasiswa, namun kajian empiris mengenai perannya sebagai proses civic formation dalam membentuk karakter kewargaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bentuk dan mekanisme kaderisasi mahasiswa vokasi, mengidentifikasi nilai-nilai kewargaan yang dikembangkan, menganalisis perannya dalam pembentukan karakter kewargaan, serta mengkaji faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel 87 mahasiswa yang telah mengikuti kaderisasi di PPNS periode 2024-2026. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dan dianalisis melalui pemberian skor, interpretasi nilai rata-rata, dan penarikan kesimpulan. Kebaruan penelitian ini terletak pada bukti empiris kuantitatif tentang peran kaderisasi mahasiswa vokasi dalam pembentukan karakter kewargaan, yang sebelumnya lebih banyak dikaji secara kualitatif dan pada konteks non-vokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menilai kaderisasi efektif dalam membentuk karakter kewargaan, meningkatkan pemahaman peran sebagai warga negara, serta menginternalisasikan nilai pancasila dan etika sosial. Namun demikian, keteladanan sosial, konsistensi implementasi nilai Pancasila, dan tanggung jawab berbasis kesadaran internal masih memerlukan penguatan. Temuan penelitian menyimpulkan bahwa kaderisasi mahasiswa vokasi berkontribusi signifikan dalam proses civic formation untuk membentuk karakter kewargaan mahasiswa. Penelitian ini sekaligus memberikan dasar rekomendasi bagi praktik kaderisasi yang lebih kontekstual dan efektif di perguruan tinggi vokasi. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat konsep civic formation dalam konteks pendidikan tinggi vokasi melalui praktik kaderisasi mahasiswa.
Dialektika Visual dalam Deformasi Ornamen Batik Pesisiran sebagai Manifestasi Moderasi Beragama Ony Setyawan; Andi Irawan
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 2 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v6i2.24748

Abstract

Pengembangan desain batik mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Daya kreatif para pengrajin batik semakin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Di sisi lain fenomena ini menjadi dua sisi yang saling berseberangan. Desakralisasi karya batik semakin menguat pada beberapa karya inovasi terbaru, sehingga batik dinilai kurang relevan lagi untuk menarasikan nilai-nilai moderasi beragama.  Tulisan ini bertujuan untuk menyajikan kontribusi bidang seni rupa sebagai salah satu media penyampai nilai-nilai moderasi beragama yang diwujudkan melalui kreasi ornamen batik. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data kualitatif. Tahapan analisis data berupa memilah, menginterpretasi, dan menentukan relasi antar kategori data. Sampel penelitian berasal dari batik Rifa’iyah, batik Madura, batik Tulungagung, dan Batik Tuban. Hasil penelitian menunjukan bahwa Moderasi beragama pada batik pesisiran termanifestasikan dalam beberapa wujud. Pertama, berkaitan dengan ornamentasi-simbolik yang terjadi melalui akultutasi dan asimilasi budaya berupa deformasi bentuk motif. Kedua, berkaitan dengan pemaknaan yang mampu merepresentasikan unsur kesatuan bangsa. Ketiga, berkaitan dengan kemampuan para pengrajin dalam meramu strategi estetik ornamentasi dalam mengakomodasi berbagai pengaruh budaya. Keempat, berkaitan dengan eksistensi pengrajin batik dalam mempertahankan corak perbatikan kedaerahannya. Keempat komponen ini bergantung kepada komitmen dari masyarakat pendukungnya. Hasil pembahasan ini diharapkan mampu memberikan perspektif antara seni dan upaya moderasi beragama melalui karya batik tradisi
Manifestasi Nilai-Nilai Demokrasi Pancasila Dalam Prespektif Sosiologi Politik Muhammad Akbar Hajuan; Nanda Maharani Sukma
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 2 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v6i2.24795

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai manifestasi nilai-nilai demokrasi Pancasila dalam prespektif sosiologi politik. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi demokrasi Pancasila sebagai model demokrasi yang memiliki fondasi filosofi, etis, dan institusional yang khas dalam konteks Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berfokus pada pendekatan studi kepustakaan (library research) yaitu metode pengumpulan data dengan cara mengkaji dan memahami teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan manifestasi nilai-nilai Demokrasi Pancasila dalam prespektif sosiologi politik. Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah mengenai praktik demokrasi yang berakar pada nilai musyawarah, gotong royong, dan keadilan sosial. Hasil analisis menunjukan bahwa demokrasi Pancasila menempatkan moralitas dan keseimbangan antara kebebasan serta tanggung jawab sosial sebagai prinsip utama. Nilai demokrasi Pancasila tidak bersifat normatif, tetapi juga menawarkan prespektif alternatif yang berakar pada filosofis politik Pancasila sebagai pradigma epistemik yang otonom dan relevan bagi konteks masyarakat multikultural. Selain itu, pentingnya partisipasi masyarakat secara sehat guna keberlangsungan demokrasi yang diselenggarakan dapat menjamin nasip masa depan masyarakat dengan berpedoman pada nilai kemanusiaan yanga adil dan beradab serta menjunjung tinggi niali toleransi dan keberagaman sosial berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.
Bahasa Minangkabau di Ambang Pergeseran: Kajian Sistematis Terhadap Ancaman Kepunahan dan Strategi Revitalisasi Munibi, Ahmad Zaki; Amazeli, Renzy Agathy; Iskandar, Ifan; Rafli, Zainal
Jurnal Paris Langkis Vol 7 No 1 (2026): Edisi Agustus 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v7i1.24769

Abstract

Bahasa Minangkabau mengalami ancaman serius terhadap vitalitasnya akibat tekanan internal dan eksternal yang kompleks. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pergeseran bahasa Minangkabau, menganalisis perubahan domain penggunaan bahasa, mengevaluasi strategi revitalisasi yang telah diterapkan, serta merumuskan celah penelitian dan rekomendasi kebijakan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, berdasarkan 53 artikel yang diseleksi dari empat basis data utama. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi struktur sosial, kegagalan transmisi antar generasi, dan dominasi bahasa Indonesia di media dan pendidikan menjadi penyebab utama pergeseran bahasa. Sementara itu, strategi revitalisasi yang paling efektif bersifat berbasis komunitas, melibatkan pendidikan responsif budaya, teknologi partisipatif, serta dokumentasi bahasa. Namun, dukungan kelembagaan dan kebijakan masih tergolong lemah. Kebaruan: Studi ini menyimpulkan bahwa revitalisasi bahasa Minangkabau membutuhkan pendekatan lintas sektor dan berbasis bukti, dengan keterlibatan aktif komunitas dan dukungan kebijakan jangka panjang yang berkelanjutan
Pergeseran Nilai Gotong Royong di Era Modern Pada Masyarakat Perkotaan di Kecamatan Medan Tembung Josua Gea, Benediktus Josua Gea; Desinta, Desinta; Bago, Rhyfka Arlina; Rupma Riana Saragih; Siregar, Hapni Laila
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 2 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v6i2.25233

Abstract

Penelitian ini menganalisis pergeseran nilai gotong royong di tengah modernisasi pada masyarakat perkotaan Kecamatan Medan Tembung, Medan, Sumatera Utara. Latar belakang masalah mencakup dampak urbanisasi, individualisme, globalisasi, dan teknologi yang mengikis solidaritas sosial tradisional, menggantikannya dengan pola transaksional. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpul melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen dari narasumber masyarakat setempat. Fokus pada identifikasi faktor penyebab seperti kesibukan kerja, sistem upah, dan interaksi virtual yang menurunkan partisipasi dalam kerja bakti dan tolong-menolong. Hasil menunjukkan gotong royong tidak hilang sepenuhnya, melainkan bertransformasi menjadi bentuk digital, finansial, atau kegiatan terorganisir seperti penggalangan dana daring, meskipun frekuensi aksi fisik menurun drastis akibat heterogenitas penduduk dan mobilitas tinggi. Kesimpulan menekankan urgensi revitalisasi melalui pendidikan karakter, kebijakan komunitas adaptif, dan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kohesi sosial. Penelitian ini berkontribusi pada sosiologi perkotaan dengan novelty analisis transformasi nilai budaya di konteks urban Indonesia.