cover
Contact Name
Rizki Amalia Tri Cahyani
Contact Email
rizkiatcahyani@gmail.com
Phone
+6285233000052
Journal Mail Official
media.teknik.sipil@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Media Teknik Sipil
ISSN : 16933095     EISSN : 25977660     DOI : 10.2229.
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
STRUCTURAL BEHAVIOR OF PILE CAP 3 PILE WITH EKSENTRIC LOAD DESIGNED USING STRUT AND TIE MODEL WITH NUMERICAL METHOD Panji Ginaya Taufik; Djoko Sulistyo; Akhmad Aminullah
Media Teknik Sipil Vol. 17 No. 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v17i1.7483

Abstract

Pile cap is a structure to distribute load from the upper structure to the sub structure. Often the planning of the pile cap is approached as a two way slab or beam with pile as restrain, by consider the bending and shear separately. As is the case with conventional methods that consider 1-way shear, 2-way shear, and bending separately. The strut and tie model can be used as an alternative method in designing a pile cap, by approaching the stress trajectory with the truss model. In this study, a pile cap will be designed using the conventional method and the strut and tie model, the pile cap with 3 pile cap and an eccentric load. Then the results are tested numerically using Abaqus to determine the difference in behavior. The main reinforcement results from the strut and tie model method are more evenly stressed than the conventional method, also the vertical load needed to achieve the main reinforcement yield stress strut and tie model (1100 kN) is greater than the conventional method (900 kN).
PENILAIAN KINERJA PENGAWAS PADA PEKERJAAN DAM/BENDUNG KELORAHAN DESA MANGGISAN KECAMATAN TANGGUL JEMBER amri gunasti; Eko Suasmadi; Taufan Abadi
Media Teknik Sipil Vol. 17 No. 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v17i1.7510

Abstract

Secara keseluruhan, kesalahan yang umum dilakukan pengawas dilapangan adalah seringnya tidak disiplin dalam melakukan pengawasan secara rutin. Selain itu pengawas juga sering mengabaikan ukuran-ukuran yang sangat kecil skalanya. Tidak jeli membaca gambar merupakan kesalahan yang lain yang umum dilakukan oleh pengawas. Bila sudah demikian maka tentu saja akan merugikan banyak pihak, baik konsultan, kontraktor, maupun pemilik proyek, sehingga perlu penelitian yang serius. Dalam penelitian  ini  dilakukan  dengan menggunakan  uji  z. Secara keseluruhan indikator yang termasuk kedalam kategori non signifikan (NS) dengan nilai mulai dari -1.155 sampai 1.910 terdiri dari disiplin, Kompetensi unggulan (Kompetensi spesifik), Kemampuan mengambil keputusan, Kemampuan bekerja mandiri/mengambil inisiatif, Kemampuan komunikasi, Memberi solusi pada pelaksana, Memberi solusi pada pelaksana, Kemampuan prestasi, Kepemimpinan, Kemampuan analisis, Kemampuan menghitung volume bangunan, Kemampuan interpersonal, Integritas (etika dan moral), Kreatif inovatif, Pengetahuan/kompetensi teknis, Kemampuan belajar hal – hal baru, Kemampuan bekerja dalam tim, Komitmen/dedikasi dalam pekerjaan, Manajemen Proyek, Kemampuan menghitung RAB, Penggunaan teknologi informasi. Indikator dengan kategori berbeda nyata dengan nilai -2.389 sampai 2.303 terdiri dari Kemampuan dalam perencanaan bangunan, Kemampuan beradaptasi, Analisis problem solving. Indikator dengan  dengan kategori berbeda sangat nyata terdiri dari Keahlian berdasarkan profesionalisme, Pengembangan diri serta Kerja di bawah tekanan.
PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN AIR HUJAN DALAM PERUMAHAN SEBAGAI UPAYA KONSERVASI AIR TANAH Daru Pratomo; Muchammad Suranto
Media Teknik Sipil Vol. 17 No. 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v17i1.7515

Abstract

Limpahan air hujan yang tidak terkendali membuat masalah banjir. Usaha dalam menerapkan teknik drainase menjadi pilihan dalam rangka menghadapi global warming yaitu sistem drainase air hujan berwawasan lingkungan. Sistem ini menurut [Sunjoto, 2007] terdiri dari tiga kelompok yaitu Sumur Peresapan Air Hujan (Recharge Well), Parit Resapan Air Hujan (Recharge Trench) dan Taman Resapan Air (Recharge Yard) dan yang terakhir ini juga disebut Taman Bertanggul [Sujono, 2005].Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode analisis kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan metode yaitu metode purposive sampling untuk pengukuran permeabilitas  yang  mempertimbangkan pengambilan sampel pada lahan yang belum diberi perkerasan seperti lahan kosong maupun pekarangan rumah sedangkan untuk pengukuran kedalaman  muka  air  tanah  dengan mengukur kedalaman permukaan air sumur eksisting dan dengan cara menggali rencana sumur resapan yang akan dipakai dalam komplek perumahan. Berdasarkan pendekatan perhitungan metode SNI 03-2453-2002 kebutuhan sumur resapan untuk menampung limpasan air hujan akibat dari tertutupnya lahan terbuka oleh rumah dan carport sebanyak 20 unit. Sedangkan sebagai pengganti lahan yang tertutup oleh paving block, dibuat 8 unit. Dengan dimensi sumur resapan diameter 1 m, kedalaman 1,5 m atau 3 buah buis beton untuk setiap sumur resapan.
PEMBUATAN BETON POROUS DENGAN MATERIAL GEOPOLIMER Rofikatul Karimah; Akbar Prasojo
Media Teknik Sipil Vol. 17 No. 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v17i1.7535

Abstract

Meningkatnya luas daerah yang ditutupi oleh perkerasan dengan pembangunan permukiman seperti halnya di perkotaan dapat mengakibatkan waktu berkumpulnya air menjadi jauh lebih pendek, dengan berkurangnya kesempatan air hujan berinfiltrasi ke dalam tanah, maka limpasan permukaan air hujan akan menimbulkan genangan bahkan banjir pun  dapat terjadi pula. Dalam upaya mengantisipasi hal tersebut, maka diperlukan penerapan mengenai drainase permukiman yang berwawasan lingkungan, seperti pembuatan perkerasan beton porous, sebatas untuk konstruksi non struktural seperti parkir kendaraan, trotoar, lapangan, dll. Perkembangan muktahir yang menjanjikan saat ini adalah penggunaan abu terbang sepenuhnya sebagai pengganti semen Portland lewat proses yang disebut polimerisasi anorganik (geopolimer). Diharapkan dari pembuatan beton porous dengan material geopolimer ini selain dapat menyerap air dengan cepat juga memiliki kekuatan mekanik yang sama dengan beton pada umumnya. Metode penelitian ini bersifat eksperimen dengan mencari mix design geopolimer yang paling tepat dari benda uji silinder diameter ukuran 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Penelitian menggunakan campuran bahan pengganti semen Portland menggunakan material geopolimer pada benda uji silinder dan dibuat variasi prosentase 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Berdasarkan hasil uji diperoleh variasi campuran geopolimer optimum pada 29% dengan kuat tekan beton 11 N/mm2 dan porositas beton 14%. Perlu ditemukan bahan tambah (Admixture) untuk mendapatkan kuat tekan, daya serap air, dan workability yang diinginkan pada pembuatan beton porous dengan material geopolimer.
ALTERNATIF POLA OPERASI EMBUNG SUKODONO KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK UNTUK KEBUTUHAN AIR BAKU DAN AIR IRIGASI Ernawan Setyono; Amirul Satrio Rudianto
Media Teknik Sipil Vol. 17 No. 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v17i1.7537

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting untuk memenuhi kelangsungan hidup manusia dan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, sedangkan persediaan air di bumi tetap. Salah satu upaya mengatasi masalah tersebut adalah dengan menampung air di embung. Embung Sukodono mempunyai kapasitas tampungan maksimum sebesar 1,547 juta m3.Embung Sukodono memanfaatkan suplesi sungai Bengawan Solo bagian hilir yang terletak di desa Sekargadung dengan inflow debit pemompaan rencana sebesar 230 liter/detik untuk memenuhi outflow berupa kebutuhan air baku dan irigasi masyarakat Kecamatan Panceng dan Kecamatan Dukun hingga tahun 2039. Kebutuhan air baku pada jam puncak pada tahun 2039 sebesar 73,76 liter/detik dan kebutuhan irigasi maksimum sebesar 250,93 liter/detik seluas 250 Ha. Dalam studi ini simulasi pola operasi embung terbagi menjadi 3 alternatif pemompaan. Dari hasil simulasi rencana pola operasi Embung Sukodono, rencana pola operasi yang digunakan selama 25 tahun adalah alternatif 3. Pada alternatif 3 kapasitas debit pemompaan dapat diturunkan dari 230 lt/dtk menjadi 200 lt/dtk pada musim kering dan lama pemompaan dapat diturunkan dari 12 jam pemompaan menjadi 8 jam pemompaan pada musim kering namun elevasi muka air embung tetep terjaga di atas elevasi tampungan minimum operasi.
KINERJA PELAYANAN BARANG DI PELABUHAN UMUM GRESIK Mohammad Rum Raekhan; Ludfi Djakfar; Alwafi Pujiraharjo
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i2.7675

Abstract

Volume bongkar muat barang di Pelabuhan Umum Gresik dari tahun ke tahun semakin meningkat. Lamanya proses bongkar muat barang berpengaruh terhadap lamanya turn round time kapal dan juga tingginya biaya operasional. Banyaknya waktu yang masih terbuang saat kapal sudah berada di tambatan menyebabkan rendahnya waktu efektif kapal dalam melakukan proses bongkar muat. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja bongkar muat di Pelabuhan Umum Gresik khususnya pada Dermaga 265, Dermaga Curah Kering dan Dermaga 70 serta penyebab terjadinya idle time. Dalam melihat tingkat kinerja bongkar muat eksisting digunakan standar yang telah ditetapkan oleh Dirjen Hubla. Tingkat kepuasan dan kepentingan variabel-variabel terkait bongkar muat juga diukur dari persepsi pengguna. Untuk menganalisa kinerja eksisting dan untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan idle time digunakan metode analisis deskriptif sedangkan untuk menganalisis tingkat kepentingan dan kepuasan pelanggan terhadap kinerja operasional bongkar muat digunakan metode Importance Performance Analysis. Hasil analisis kinerja eksisting operasional bongkar muat menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas bongkar muat dan efektifitas waktu efektif time:berthing time (ET:BT) dari kapal-kapal yang melakukan kegiatan bongkar muat di Dermaga 265 masih kurang baik dan berada di bawah standar kinerja yang telah ditetapkan, sedangkan Dermaga Curah Kering dan Dermaga 70 masuk kriterria pencapaian yang baik. Faktor yang banyak menghambat proses bongkar muat dan sering menyebabkan idle time diantaranya kerusakan alat bongkar muat, menunggu truk, menunggu muatan, ketersediaan tenaga kerja bongkar muat dan masalah cuaca. Dari analisis kepuasan pengguna didapatkan variabel-variabel yang masuk dalam kuadran 1 dan memerlukan prioritas penanganan, yang menurut pengguna jasa tingkat kepentingannya tinggi namun performanya masih belum memuaskan, diantaranya lamanya waktu dalam proses bongkar muat, kapasitas lapangan penumpukan, kesiapan truck, kebersihan pelabuhan dan masalah penerangan.
STUDY OF IMPROVING PERFORMANCE OF RAPID TRANSIT (BRT) BUS IN YOGYAKARTA Abdul Samad; Achmad Wicaksono; Harnen Sulistyo; Ludfi Djakfar
Media Teknik Sipil Vol. 17 No. 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v17i1.7771

Abstract

The implementation of the Rapit Transit Bus (BRT) requires evaluation of performance, by exploring service quality. Because service quality is important for the success of Trans Jogja. The purpose of this study was to determine the existing conditions of bus rapid transit (BRT) service and performance in the city of Yogyakarta, and to find out the priority strategies for implementing bus rapid transit (BRT) management at the study site.  The method used in this study was the Science and QFD methods. The results of the research on the existing level of BRT performance in Yogyakarta, the arrival and departure times of Trans Jogja buses are good and can satisfy passengers, but the waiting time and operating time still need handling. The research results of the priority strategies for implementing BRT management management that need to be addressed are ease of location from the community living environment to the Trans Jogja bus stop, ease of change of mode, and management of cost compliance.
Pemanfaatan Limbah Olahan Rotan sebagai Serat Beton Rida Respati; Achmad Imam Santoso
Media Teknik Sipil Vol. 17 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v17i2.9489

Abstract

Kalimantan Tengah sebagai komoditas penghasil kerajinan rotan.Pemanfaatan limbah hasil kerajinan inilah yang digunakan sebagai serat pada beton. Adapun persentase yang digunakan adalah 0,1%, 0,3% dan 0,5% berdasarkan kebutuhan semen. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang serat rotan jika digunakan pada campuran beton, mengetahui nilai kuat tekan yang dihasilkan akibat penambahan serat limbah rotan dan seberapa besar perbandingan yang terjadi akibat penambahan serat limbah rotan.Tahapan penelitian meliputi persiapan bahan, pemeriksaan bahan, pembuatan benda uji, perendaman benda uji, uji kuat tekan serta analisa dan pengambilan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini mendapatkan kuat tekan rata-rata pada beton dengan tipe campuran tanpa serat sebesar 391,378 kg/cm², sedangkan pada tipe campuran 0,1% sebesar 371,734 kg/cm², tipe campuran 0,3% sebesar 308,267 kg/cm² dan tipe campuran 0,5% sebesar 297,689 kg/cm². Masing-masing pada tipe campuran terjadi penurunan sebesar 5,02 %, 21,24 % dan 23,94 %. Semakin banyak serat yang ditambah semakin menurun kuat tekan yang didapat, namun semakin banyak serat yang digunakan semakin besar kekuatan beton dalam menahan retakan.
Pengendalian Biaya dan Waktu dengan Pendekatan Metode Earnead Value Concept (EVM) Rini Febri Utari; Lintang Satiti Mahabella
Media Teknik Sipil Vol. 17 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v17i2.9734

Abstract

Metode EVM digunakan untuk mengkaji biaya dan waktu pada proyek konstruksi Gedung rawat inap kelas III BRSUD Kab Tabanan dengan nilai proyek sebesar Rp. 12.730.950.288 dengan rencana waktu pelaksanaan proyek selama 6 bulan (Desember 2018 – Juni 2019). Dalam EVM tiga unsur penting untuk menganalis varian keberhasilan proyek dari segi biaya dan waktu yaitu BCWP, BCWS dan ACWP.Pada proyek ini akan dikaji kinerja pada minggu ke 8,16 dan 23 karena ditemukan adanya indikasi keterlambatan dan besarnya nilai proyek dari anggaran. Adapun pada kajian EVM dalam penelitian ini, dapat mengungkapkan nilai varians biaya dan jadwal pada saat pelaporan yaitu pada minggu ke-8 dan ke-16 prediksi pekerjaan lebih cepat dari rencana tetapi biaya lebih tinggi dari anggaran. Namun pada minggu ke-23 CV dan SV bernilai positif maka menggambarkan Pekerjaan sesuai dengan anggaran dan jadwal lebih cepat dari rencana. Dan prediksi kondisi proyek berdasarkan indeks kinerja pada minggu ke-23 nilai CPI mengalami kenaikan menjadi lebih dari satu, hal ini menandakan kinerja proyek baik atau berarti  bahwa  penyelenggaraan  proyek lebih  baik  dari  perencanaan. Dan berdasarkan nilai BEAC dan SEAC proyek mengalami percepatan penyelesaian 25,98 minggu lebih cepat dari rencana dan anggaran yang dikeluarkan sesuai dengan rencana anggaran.
Analisis Faktor-Faktor Penting Penyebab Masalah Penambahan Biaya Pada Proyek Jalan Kabupaten Klaten Muhammad Nur Sahid; Ika Setianingsih; Mochamad Solikhin; Gatot Slamet Mulyono; Burhan Fauzan Nur Rahman
Media Teknik Sipil Vol. 17 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v17i2.9745

Abstract

Penambahan biaya pada proyek sering kali terjadi di luar rencana anggaran biaya yang telah dibuat, tak terkecuali penambahan biaya pada proyek jalan. Hal ini disebabkan ketika biaya aktual melebihi biaya yang telah dianggarkan sebelumnya. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian tentang penambahan biaya pada proyek jalan APBD Kabupaten Klaten tahun 2017 sampai 2018 yang dilakukan oleh kontraktor. Dari hasil pengisian kuesioner didapat 99 kuesioner yang telah diisi oleh kontraktor dan selanjutnya data tersebut diolah menggunakan program SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 25. Dari hasil penelitian didapatkan faktor-faktor yang menjadi penyebab masalah penambahan biaya, yaitu Estimasi Biaya, Pelaksanaan dan Hubungan Kerja, Aspek Dokumen, Material, Tenaga Kerja, Peralatan, Keuangan Proyek, dan Waktu Pelaksanaan. Faktor dominan yang menjadi penyebab penambahan  biaya pada proyek jalan APBD Kabupaten Klaten tahun 2017 sampai 2018 adalah faktor Peralatan. Besarnya potensi penambahan biaya oleh kontraktor pada proyek jalan APBD Kabupaten Klaten tahun 2017 dan 2018 yaitu, 77 responden menjawab 1-5%, 14 responden menjawab 6-10%, 3 responden menjawab 11-15%, dan 3 responden lain menjawab 16-20%, serta 2 responden menjawab lebih besar dari 20%.