cover
Contact Name
Rio Era Deka
Contact Email
turatsunaunisma@gmail.com
Phone
+6282198932510
Journal Mail Official
turatsunaunisma@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27470717     DOI : -
Jurnal Turatsuna ini terbit untuk memberikan tempat berkreasi dan berinovasi bagi para peneliti, penulis, atau pemerhti yang berhasil “membaca “ sebagian realitas pergulatan dan dinamika kehidupan keberagamaan dan kependidikan di tengah masyarakat. Perkembangan kehidupan institusi edukasi, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan keislaman yang menangani atau mengelola subyek didik, menjadi substansi utama dalam penerbitan jurnal Turatsuna ini.
Articles 77 Documents
PERSPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP PERAN GURU TPQ DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN (Studi Kasus Pada Masyarakat Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang) Junaidi Junaidi
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.13 KB)

Abstract

Abstrak: Masyarakat Kelurahan pagentan menganggap Guru TPQ sebagai seseorang yang mengetahui banyak tentang masalah agama, dan memberikan solusi permasalahan yang ada di masyarakat. Di sisi lain, Guru TPQ hanya sebatas tempat menitipkan putra-putri mereka untuk belajar mengaji al-Qur’an namun tidak pernah ada tindaklanjut di rumah atas apa yang mereka pelajari dan diperoleh di Taman Pendidikan al-Qur’an. Selain itu, tingkat kepedulian masyarakat Kelurahan Pagentan akan tempat pendidikan al-Qur’an terbilang masih rendah. Adapun fokus penelitian ini sebagai berikut: 1) Bagaimana perspektif masyarakat terhadap peran Guru TPQ dalam pengembangan pendidikan keagamaan di Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang?; 2) Bagaimana peran Guru TPQ dalam pengembangan pendidikan keagamaan pada Masyarakat Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang?; 3) Bagaimana pengembangan pendidikan keagamaan pada Masyarakat Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang? Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi mengenai persepsi masyarakat terhadap peran Guru TPQ dalam pengembangan pendidikan keagamaan di Kelurahan Pagentan selanjutnya direduksi dan diverifikasi serta ditarik kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: 1) Perspektif masyarakat terhadap peran Guru TPQ dalam pengembangan pendidikan keagamaan di Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang yaitu: a) Pendidikan keagamaan di Kelurahan Pagentan tak pernah lepas dari peran Guru TPQ; b) Guru TPQ tidak terbatas pada pembelajaran baca tulis al-Qur’an, tetapi juga mengajarkan pembiasaan-pembiasaan yang baik dalam berperilaku dan bertutur kata; c) Guru TPQ dilihat dari status akademik/pendidikan terakhirnya merupakan orang-orang terpelajar dan berpendidikan; d) Guru TPQ dalam mengembangkan pendidikan keagamaan tidak hanya materi baca tulis al-Qur’an saja, tetapi juga mengajarkan materi keagamaan yang lain seperti Tauhid/Aqidah, Tarikh (sejarah), Fiqih (taharah & salat) dan Qur’an Hadis. 2) Peran Guru TPQ dalam pengembangan pendidikan keagamaan di Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang di antaranya: a) Guru TPQ sebagai Pelayan Masyarakat; b) Guru TPQ sebagai pegiat kegiatan sosial-keagamaan; c) Guru TPQ sebagai Da’i atau Muballig; d) Guru TPQ sebagai Pengawal Tradisi Keagamaan. 3) Pengembangan pendidikan keagamaan di Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang berdasar pada: a) Ajaran tentang saling 2 menghormati (toleransi); b) Ajaran tentang Persaudaraan; c) Ajaran tentang Kasih Sayang; d). Ajaran tentang Maslahat. Kata Kunci: Perspektif, Guru TPQ, Pendidikan Keagamaan
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENDEKATAN LEARNING BY DOING UNTUK MEMOTIVASI BELAJAR SISWA Noer Aysah
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.497 KB)

Abstract

AbstrakDengan menggunakan pendekatan learning by doing para siswa antusias dan termotivasi dalam pembelajaran. Karena terlihat dari perubahan yang terlihat yaitu siswa mampu memahami pembelajaran, banyak siswa yang bertanya jika mereka kurang mengerti, kelas serasa hidup dengan adanya komentar para siswa setelah pembelajaran tersebut. Relevansi antara pendekatan pendekatan learning by doing dalam meningkatkan motivasi yang diterapkan di SMP PGRI 1 Prigen ada kesinambungan karena pendekatan learning by doing mengajak para siswanya untuk mengulas sendiri atau mencari penyelesaian dengan cara melihat tayangan yang disajikan di depan layar LCD yang mengharuskan siswa fokus dan memperhatikan pembelajaran yang ada di dalam tampilan yang sudah tersedia.Kata Kunci: pendekatan learning by doing, memotivasi  Abstract                       By using the learning by doing approach the students are enthusiastic and motivated in learning. Because it can be seen from the visible changes that students are able to understand learning, many students ask if they don't understand, the class feels alive with the comments of students after the learning. The relevance of the learning by doing approach to increasing motivation applied in SMP PGRI 1 Prigen is continuity because the learning by doing approach invites students to review themselves or find solutions by looking at the shows presented in front of the LCD screen which requires students to focus and pay attention to learning which is in the view that is already available. Keywords: learning approach by doing, motivate
STUDI KOMPARASI KAWIN HAMIL KARENA ZINA ANTARA PANDANGAN ULAMA SALAF DAN ULAMA KHALAF DENGAN KOMPILASI HUKUM ISLAM Cintya Firnanda Agustine
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.629 KB)

Abstract

Abstrak Pernikahan merupakan cara yang diperintah oleh Allah SWT sebagai jalan bagi umat muslim untuk melanjutkan keturunannya disaat masing-masing pasangan antara laki-laki dan perempuan siap melakukan hal yang baik dalam menjalani perannya menjadi suami-istri. Bahwasannya Allah tidak menciptakan manusia seperti makhluk lainnya yang hidup bebas mengikuti nalurinya dan berhubungan secara brutal tanpa aturan. Maka, dengan itu diadakannya Ijab Qabul sebagai lambang ridho-meridhoi dengan disaksikannya oleh para pihak yang hadir untuk menyaksikan bahwa pasangan antara laki-laki dan perempuan telah terjalin dalam ikatan yang sah.Tetapi manusia juga masih jauh dari kata sempurna serta tempatnya salah dan lupa. Seperti hal nya berzina, padahal Allah telah menganugerahkan kepada manusia naluri dan akal yang menyebabkan mereka membenci zina, namun tidak ada seorang pun yang dapat menerima dengan lapang dada jika anak kandung, saudara perempuan, atau bahkan dirinya dibuahi oleh seseorang di luar peraturan perundang-undangan yang berlaku, hal ini tidak akan mengurangi jumlahnya. dari kasus perzinahan.menurut Pasal 4 KHI menyatakan bahwa pernikahan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum Islam sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang pernikahan. Adapun beberapa faktor yang mendorong terjadinya perzinaan yang berakibat hamil diluar nikah, diantaranya: kurangnya edukasi seks, jaminan akan dinikahi dan karena tidak dapat restu dari orangtua.Dari latar belakang tersebut peneliti merumuskan masalah, yakni bagaimana pendapat Ulama Salaf dan Ulama Khalaf tentang nikah hamil, apa perbedaan dan persamaan pendapat antara Ulama Salaf dan Ulama Khalaf tentang nikah hamil, bagaimana komparasi tentang nikah hamil menurut Ulama Salaf dan Ulama khalaf dengan Kompilasi Hukum Islam. Kata Kunci : zina, pernikahan, kawin hamil, komparasi Abstract Marriage is the way be governed by Allah SWT to all muslims for carry on their descent between a man and a woman is ready to be a good things in living life as husband and wife. Allah SWT will not create a humans like other creatures who live only based on their intincs and relate brutally without rules. So, with that, marriage was held as a symbol of blessing and was witnessed by the partiest present to witness that the male and female pairs had been present in the lawful. But humans are still far from perfect, often make a mistake and often forget. As with adultery, even though Allah has glorified humans with intincts and reason who implement acts of adultery so that no one can accept gracefully if their biological child, sister, or even himself is fertilized by anyone outside the las and regulations, this is cannot reduce the number of adulterous behaviors. According to chapter 4 of KHI (Kompilasi Hukum Islam) or compilation of Islamic law that marriage is legal if it is carried out according to Islamic law in accordance with chapter 2 pragraph (1) of law number 1 of 1974 concerning marriage. There are several factors that encourage the occurance of adultery which results in pregnancy out of marriage, including: lack of sex education, quarantees to be married and a couple who didn’t got blessing of their parents. From this background, the researcher formulates the problem, namely what are the opinions of Ulama Salaf and Ulama Khalaf about pregnant out of marriage, what are the differences and similarities between Ulama Salaf and Ulama Khalaf regarding of pregnant out of marriage, how is the comparison of pregnant out of marriage according Ulama Salaf and Ulama Khalaf with the compilation of Islamic law. Keywords: adultery, marriage, pregnant out of marriage, comparison 
Inklusivisme Konsep Etika Religius pada Materi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Ali Ahmad Yenuri
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.375 KB)

Abstract

AbstrakKajian tentag konsep etika religius pada tingkat sekolah dasar menjadi sangat penting karena ia merupakan basis etis dalam menjalankan pralaku beragama. Dalam konteks pendidikan agama Islam di sekolah dasar, etika religius bisa ditemukan terutama pada materi PAI. Etika religius yang tersebar pada semua materi PAI tersebut secara umum mengandung basis etis bagi inklusivisme. Sebagai sebuah konsep yang inklusif, etika tersebut bisa menjadi modal penting baik bagi guru maupun siswa mengingat kedua sekolah tersebut terdiri dari guru dan siswa yang multikultur, baik dari sisi etnis, agama, maupun budaya. Kajian ini bertujuan untuk menemukan konsep etika religius yang tersebar pada materi PAI dan menemukan inklusivisme pada konsep etika religius dalam materi PAI. Peneliti menggunakan perpaduan antara kajian teks dan penelitian kualitatif berjenis fenomenologi. Hasil penelitian menemukan tiga hal. Pertama, berdasarkan pemetaan yang dilakukan peneliti, konsep etika religius tersebut meliputi etika ketuhanan, etika kenabian, etika keagamaan, etika kemanusiaan, etika kebangsaan, dan etika lingkungan. Kedua, inklusivisme bisa ditemukan dalam konsep etika religius. Secara umum konsep-konsep etika riligius yang tersebar dalam materi PAI mengandung pemikiran, nilai, sikap dan tindakan inklusif. Ketiga, pada domain pembelajaran, konsep etika religius tersebut juga berkaitan dengan inklusivisme pada aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan sosial.    Kata Kunci: Inklusivisme, Konsep Etika Religius, Materi PAI. AbstractThe study of the concept of religious ethics at the elementary school level is very important because it is the ethical basis for practicing religious practice. In the context of Islamic religious education in elementary schools, religious ethics can be found especially in the material of Islamic Education. The religious ethics that are spread across all the PAI materials generally contain an ethical basis for inclusivism. As an inclusive concept, ethics can be an important asset for both teachers and students considering that the two schools consist of teachers and students who are multicultural, both from an ethnic, religious and cultural perspective. This study aims to find the concept of religious ethics that is spread in Islamic Education material and to find inclusivism in the concept of religious ethics in Islamic Education material. Researchers use a combination of text study and qualitative phenomenological research. The results of the study found three things. First, based on the mapping conducted by researchers, the concept of religious ethics includes divine ethics, prophetic ethics, religious ethics, human ethics, national ethics, and environmental ethics. Second, inclusivism can be found in the concept of religious ethics. In general, the concepts of religious ethics that are spread in PAI materials contain inclusive thoughts, values, attitudes and actions. Third, in the learning domain, the concept of religious ethics is also related to inclusivism in cognitive, affective, psychomotor, and social aspects. Keywords:  Inculusivism, religious ethics, subject matter of religious education.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KONSELING PRANIKAH ahmad miftahuddin
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.38 KB)

Abstract

Realizing family that is Sakinah, Mawaddah, Warohmah, marriage guidance program for brides is a concrete manifestation of the government through the Ministry of Religion, to ensure the accountability and orderly administration the implementation of the guidance program through BP4, Kepdirjend Number is issued, 373 of 2017. Premarital counseling guidance for prospective brides, even though there are technical instructions and guidance on the implementation contained in Kepdirjend Number 373 of 2017 and Kepdirjend Number 379 of 2018 does not mean that all have been considered effective in its implementation, apparently not. An example is in KUA Sintang, West Kalimantan. Keyword : marriage, guidance, implementation  Untuk menjembatani terwujudnya keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warohmah, program bimbingan perkawinan bagi calon pengantin adalah wujud nyata pemerintah melalui Kementrian Agama, maka untuk menjamin akuntabilitas dan tertib administrasi pelaksanaan program bimbingan tersebut melalui badan yang telah ditunjuk dan berwenang yakni BP4, maka diterbitkanlah Kepdirjend Nomor 373 Tahun 2017. Bimbingan konseling pranikah bagi para calon pengantin walaupun sudah adanya petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan bimbingan yang tertuang pada Kepdirjend Nomor 373 Tahun 2017 dan Kepdirjend Nomor 379 Tahun 2018 bukan berarti semua sudah dianggap efektif dalam pelaksanaannya, ternyata tidak. Sebagai contoh adalah di KUA Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.  Kata Kunci: perkawinan, bimbingan, pelaksanaan
NIKAH PAKSA AKIBAT ZINA OLEH APARATUR DESA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF (Studi di Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh ) Agus Tiawan
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.554 KB)

Abstract

Prinsip pernikahan persetujuan kedua calon mempelai terdapat dalam KHI Pasal 16 dan ketentuan hukum di dalam pasal 6 ayat (1) bab II mengenai Syarat-syarat Pernikahan dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang perubahan atas UU No 1 tahun 1974 tentang Pernikahan, bahwa pernikahan harus didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai. Hasil dari penelitian ini adalah, 1. praktik nikah paksa telah sesuai dengan konsep ijbar, yaitu tidak ada kebencian antara mempelai, tidak ada kebencian antara mempelai dengan wali, calon suami harus setingkat, mahar, calon suami tidak akan melakukan tindakan kekerasan. 2. Faktor adalah karena adat istiadat, yaitu mengambil suatu keputusan berdasarkan musyawarah dengan mempertimbangkan banyak hal. 3. Tinjauan hukum Islam, Dari (QS. An-Nūr: 3) menjelaskan mengenai keharusan pezina hanya menikahi pezina, dan dengan mempertimbangkan beberapa kemaslahatan, maka nikah paksa karena zina dibenarkan. Sedangkan dalam Hukum positif, Dalam KHI yang dimuat dalam Instruksi Presiden No 01 Tahun 1991 dan Ketetapan Menteri Agama No 154 Tahun 1991 menyatakan bahwa yang harus menikahi wanita hamil diluar nikah adalah laki-laki yang menghamilinya.The principle of marriage which is based on the approval of the two prospective brides is also explained in Article 16 KHI and the legal provisions in Article 6 paragraph (1) chapter II concerning the Conditions for Marriage in Law Number 16 of 2019 concerning amendments to Law No.1 of 1974 concerning Marriage, that marriage must be based on the agreement of the bride and groom. The results of this study are, 1. the practice of forced marriage is in accordance with the concept of ijbar, namely there is no hatred between the bride and the groom, there is no hatred between the bride and the guardian, the prospective husband must be at the same level, dowry, the prospective husband will not commit acts of violence. 2. Factors are due to customs, namely taking a decision based on deliberation by considering many things. 3. Review of Islamic law, Dari (QS. An-Nūr: 3) explaining the obligation for adulterers to only marry adulterers, and taking into account several benefits, forced marriage due to adultery is justified. Whereas in positive law, in the Compilation of Islamic Law in Indonesia which is regulated in Presidential Instruction Number 1 of 1991 and Decree of the Minister of Religion Number 154/1991, it is stated that a woman who is pregnant out of wedlock can only be married to the man who impregnated her.
IMPLEMENTASI LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Yatna Supriatna
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.978 KB)

Abstract

 Dari hasil penelitian disarankan agar siswa harus berpartisipasi aktif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, karena dalam proses pembelajaran siswa adalah sebagai subjek dan objek. Untuk Pendidikan Agama Islam guru harus bisa membangun interaksi yang baik dengan kolega. Kepala sekolah harus terus memberikan motivasi dan antusiasme kepada guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru.Kata kunci: Implementasi Lesson Study, Profesionalisme Guru From the results of the study it is suggested that students should actively participate in improving the quality of learning, because in the learning process students are as subjects and objects. For Islamic Religious Education teachers should be able to build good interactions with colleagues. Principals should continue to provide motivation and enthusiasm to teachers to improve the quality of learning and teacher professionalism.Keywords: implementation of lesson study, teacher professionalism
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP ISLAM SABILURROSYAD MALANG Lisaudaturohmah Lisaudaturohmah
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.38 KB)

Abstract

ABSTRAKKepala sekolah SMP Islam Sabilurrosyad mempunyai peran penting dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan sekolah. Akan tetapi terdapat beberapa guru yang belum memahami visi misi dan tujuan sekolah, belum linear kualifikasi akademiknya dan belum bisa membuat perangkat pembelajaran. Fokus penelitian ini bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Islam Sabilurrosyad Malang. Metode analisis data menggunakan data reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini adalah perencanaan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan pada aspek pendidik dan tenaga terdiri dari meningkatkan jumlah tenaga pendidik yang berkualifikasi relevan, meningkatkan kompetensi profesionalitas guru dan  tenaga kependidikan melalui pelatihan. Aspek pengelolaan adalah menjalin kemitraan. Aspek kompetensi lulusan dengan bedah standar kompetensi lulusan pada mapel UN. Pelaksanaan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Islam Sabilurrosyad Malang pada aspek pendidik dan tenaga kependidikan adalah rekrutmen pendidik dilaksanakan setiap tahun ajaran baru, dan mengirimkan guru mengikuti pelatihan dilaksanakan secara berkala. Aspek pengelolaan adalah menjalin kemitraan dilaksanakan setiap tahun. Aspek kompetensi lulusan dengan bedah standar kompetensi lulusan pada mapel UN dilaksanakan setiap semester. Evaluasi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu di SMP Islam Sabilurrosyad Malang pada aspek pendidik dan tenaga kependidikan adalah supervisi akademik dan manajerial. Aspek pengelolaan mengelola sistem informasi manajemen. Aspek kompetensi lulusan adalah meningkatkan nilai jumlah kuantitas maupun kualitas kompetensi lulusan. Kata kunci: Manajemen kepala sekolah, mutu pendidikan Abstract The principal of Islamic Junior High School Sabilurrosyad has an important role in realizing the vision, mission and goals.  But, there are some teachers do not understand the vision, mission and goals the school, their academic qualifications have not been linear and have not been able to make learning tools.  The focus of this research is how to plan, implement and evaluate of the principal in improving the quality education at Sabilurrosyad Islamic Junior High School Malang. The data analysis method uses reduction, presentation and conclusion drawing. The conclusion of this study is planning of the principal in improving the quality of education in the aspect educators and personnel consists of increasing the number relevant qualified educators, increasing professional competence teachers and education personnel through training. The management aspect is to build partnerships. Aspects graduate competence with graduate competency standards in the national exam subjects. The implementation of the principal in improving the quality of education at the aspect educators and education personnel is recruitment educators implemented every new academic year, and sending teachers to participate in training implemented periodically. The management aspect is to build partnerships implemented every year. Aspects graduate competence with graduate competency standards in the national exam subjects implemented every half. Evaluation of the principal in improving the quality educators and education personnel is academic and managerial supervision. The management aspect manages the management information system. The aspect graduate competence is to increase the value of the quantity and qualit. Keywords: principal management, quality of education
FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) DALAM PENANAMAN SIKAP TASAMUH MASYARAKAT Dediek kurniawan
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.614 KB)

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara yang sangat besar dengan memiliki sumber daya alam yang melimpah juga identik dengan penduduk masyarakatnya yang majemuk dan beragam. Dengan kondisi yang seperti itu bukan berarti menghalangi untuk bersatu dan damai. Namun, justru dengan beragam dan kemajemukannya dapat menjadikannya kekuatan yang besar jika dikelola dengan baik. Oleh karena itu penanaman sikap tasamuh/toleransi di negara kita termasuk di daerah-daerah yang ada di Indonesia sangatlah penting. Dalam hal ini yang dipelopori oleh forum kerukunan umat beragama (FKUB) Jombang merupakan langkah yang strategis dalam upaya menjaga persatuan dan perdamaian bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengungkap tentang nilai-nilai sikap tasamuh/toleransi yang sudah ditanamkan oleh jajaran pengurus FKUB Jombang dalam perspektif pendidikan Islam di dua dusun, yakni dusun Ngepeh kecamatan Ngoro dan dusun Subontoro kecamatan Mojoagung.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, subjek dalam penelitian ini adalah pengurus FKUB, tokoh agama dan masyarakat juga perangkat desa/dusun dari 2 kecamatan (Ngepeh Ngoro dan Subontoro Mojoagung). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan (observasi partisipan), wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data berlangsung secara simultan yang dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi, member check dan diskusi dengan kolega.Dengan menggunakan teori “qobul akhor” yang dicetuskan oleh Milad Hanna dan dipertajam dengan teori “al-insan madaniyyun bit-thob’i” oleh Ibnu Khaldun, penelitian ini memiliki beberapa kesimpulan. Berbagai nilai-nilai tasamuh yang juga disampaikan Mukti Ali juga yang ditemukan di lapangan antara lain: Saling Menghormati dan Menghargai, Saling Mengerti dan Memahami, Kesadaran sikap Adil dan jujur, Mengakui hak orang lain, Berjiwa falsafah pancasila, Silaturrohim/Pertemuan dan Kunjungan kerja. Nilai-nilai sikap toleransi baik intern maupun antar agama benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat lintas agama Jombang dengan terwujudnya kerukunan dan kedamaian pada stabilitas kehidupan kerukunan yang ada pada daerah-daerah yang ada di kabupaten Jombang terfokus pada 2 dusun/desa yang ada di Jombang yakni Ngepeh Rejoagung dan Subontoro Mojotrisno Jombang. Kata kunci: FKUB, Tasamuh, Masyarakat Jombang 
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DI PERGURUAN TINGGI salim salim
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.608 KB)

Abstract

Indonesia sebagai -negara-bangsa (nations-state) berkaitan erat dengan konsep multikulralisme, sebab negara ini dibentuk berdasarkan “Bheneka Tunggal Ika”. Perguruan tinggi adalah salah satu institusi sosial yang berpengaruh pada kebudayaan suatu bangsa juga bertanggung jawab dalam transmisi budaya dari satu generasi ke generasi lain, dan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam kerangka menciptakan kehidupan yang harmonis, persatuan dan kesatuan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Bentuk nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang ditanamkan antara lain; nilai interaksi, moderat, toleransi, harmoni, tolong-menolong, kebersamaan, menghargai, demokrasi, terbuka, kasih-sayang, dan amanah 2) Proses penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural melalui beberapa tahap yaitu a) proses sosialisasi, b) implementasi dan c) internalisasi, sedangkan bentuk strateginya yaitu melalui a) jalur struktural, organisasional, dan kultural.3) Model penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural dalam kehidupan mahasiswa melalui model konvessional dan model fenomenologi (Pelaksanaannya terintegrasi dalam kurikulum) sedangkan metode penanaman nilainya melalui (indoktrinasi, keteladanan, reinforcement, simulasi, diskusi). Temuan formal penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural di Perguruan Tinggi by the confessional and the phenomenological model.Kata Kunci: penanaman nilai-nilai, pendidikan Islam, multikultural