cover
Contact Name
Rio Era Deka
Contact Email
turatsunaunisma@gmail.com
Phone
+6282198932510
Journal Mail Official
turatsunaunisma@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27470717     DOI : -
Jurnal Turatsuna ini terbit untuk memberikan tempat berkreasi dan berinovasi bagi para peneliti, penulis, atau pemerhti yang berhasil “membaca “ sebagian realitas pergulatan dan dinamika kehidupan keberagamaan dan kependidikan di tengah masyarakat. Perkembangan kehidupan institusi edukasi, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan keislaman yang menangani atau mengelola subyek didik, menjadi substansi utama dalam penerbitan jurnal Turatsuna ini.
Articles 77 Documents
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIK DI SMK TERPADU AL-ISHLAHIYAH SINGOSARI Amanatu Rizkiya
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.009 KB)

Abstract

AbstrakRizkiya, Amanatu. 2021. Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidik di SMK Terpadu Al-Ishlahiyah Singosari. Tesis, Program Studi Magister Pendidik Islam, Pascasarjana Universitas Islam Malang. Pembimbing: Dr. H. M. Hanif, M.Pd.I. dan Dr. Dwi Fitri Wiyono, M.Pd.I.Tenaga pendidik di SMK Terpadu Al-Ishlahiyah Singosari memiliki mutu yang berbeda satu sama lain. Perbedaan mutu kompetensi pedagogik dan keprofesionalan yang paling menonjol menjadi permasalahan yang menarik untuk diteliti. Perbedaan keadaan kompetensi pedagogik dan keprofesionalan tenaga pendidik dan kependidikan yang ada di SMK Al-Ishlahiyah Singosari sangat nampak pada proses belajar mengajar dikelas maupun secara daring. Untuk meningkatkan mutu pendidik, maka diperlukan fokus masalah yakni (1) Perencanaan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sumberdaya tenaga pendidik di SMK Terpadu Al-Ishlahiyah Singosari; (2) Proses yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sumberdaya tenaga pendidik di SMK Terpadu Al-Ishlahiyah Singosari; (3) Evaluasi yang dilakukan kepala sekolah setelah adanya tindakan dalam meningkatkan mutu sumberdaya tenaga pendidik di SMK Terpadu Al-Ishlahiyah Singosari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan trianggulasi data berdasarkan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah melakukan strategi berkelanjutan dengan membuat Forum Pimpinan dan menyusun program perbaikan mutu pendidik yang secara signifikan melalui adanya intensif on the job training (diklat penguatan kompetensi) dan penyediaan fasilitas penunjang pembelajaran. Selanjutnya melaksanakan evaluasi melalui forum group discussion dan layanan konseling bagi pendidik. Strategi peningkatakan mutu pendidik hendaknya menjadi perhatian khusus bagi stakeholder disekolah sehingga tercapai tujuan pendidikan yang paripurna.Kata kunci: strategi, peningkatan mutu pendidik AbstractRizkiya, Amanatu. 2021. Strategy in Improving the Quality of Educators at Al-Ishlahiyah Singosari Integrated Vocational School. Thesis, Islamic Educator Masters Study Program, Postgraduate Islamic University of Malang. Supervisor: Dr. H. M. Hanif, M.Pd.I. and Dr. Dwi Fitri Wiyono, M.Pd.I.The teaching staff at the SMK Terpadu Al-Ishlahiyah Singosari have different qualities from one another. The difference in the quality of the most prominent pedagogic and professional competences becomes an interesting problem to study. The difference in the state of pedagogic competence and professionalism of educators and education personnel at SMK Al-Ishlahiyah Singosari is very visible in the teaching and learning process in class and online. To improve the quality of educators, it is necessary to focus on problems, namely (1) Principal planning to improving the quality of teaching staff at SMK Terpadu Al-Ishlahiyah Singosari; (2) the process carried out by the principal in improving the quality of teaching staff at the SMK Terpadu Al-Ishlahiyah Singosari; (3) The evaluation carried out by the principal after the action in improving the quality of teaching staff at SMK Terpadu Al-Ishlahiyah Singosari. The research method used is descriptive qualitative with data triangulation based on observations, interviews and documentation. The results showed that school principals carried out a sustainable strategy by creating a Leadership Forum and developing a program for improving the quality of educators significantly through intensive on the job training and the provision of learning support facilities. Then carry out evaluations through group discussion forums and counseling services for educators. The strategy for improving the quality of educators should be of special concern to stakeholders in schools so that the goals of plenary education are achieved.Keywords: strategy, improving the quality of educators 
ANALISIS PEMBAGIAN HARTA WARIS PADA KELUARGA BEDA AGAMA PERSEFEKTIF MAQASYID AL-SYARIAH JASSER AUDA Samsuddin Samsuddin
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.972 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang sistem pembagian hatra waris yang terjadi di Desa Sewaru yang berdalih toleransi, memelihara kesejahteraan antara umat yang mempunyai perbedaan dalam meyakini suatu agama dalam lingkup keluarga, mencari keadilan dan kemaslahatan dan menjaga kearifan lokal dengan mengedepankan kebiasaan masyarakat setempat yang dianggap telah bertentangan dengan hadist untuk saling mewarisi antara kaum muslim dengan kaum non-Muslim.Problem yang diangkat yaitu sistemtem bagian hartawaris pada keluerga beda agama diDesa Suwaru Kecematan Pagelaran Kabupaten..Malang Perspektif Maqosyid al-Syariah Jasser Auda.Dari penelitian tersebut ada beberapa temuan yang menjadi pembahasan dalam pembahasan berikut yaitu: keterlibatan non-muslim dalam praktik kewaris beda agama, pembagian dengan merata dan membarikan lebih kepada penerima waris yang mempunyai prestasi. Pembagian yang diterapkan di Desa Suwaru memakai adat khas jawa Desa Suwaru dengan melihat dan menyesuaikan dengan keberadaan beberapa agama yang diyakini oleh  masyarakat Desa Suwaru dengan mempertimbangkan hadist larangan saling mewarisi dan ayat-ayat yang bermuatan toleransi dan ayat yang mengatur hak serta kewajiban bagi orang tua terhadap para anak-anaknya.
PELESTARIAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KEBHINEKAAN DI SMA “ISLAM” KOTA MALANG Ramelan Ramelan
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.489 KB)

Abstract

ABSTRAK Keberagaman suku, agama, ras, status sosial, keyakinan, budaya  dan jenis kelamin pada siswa-siswi di sekolah tentunya menjadi persoalan tersendiri. Ketersinggungan dan pertengkaran antarsiswa maupun guru/karyawan bahkan dengan wali murid yang beragam sering terjadi. Hal tersebut juga terjadi di SMA “ISLAM” Kota Malang yang menjadi lokasi penelitian sebelum tahun 2000-an. Kondisi permasalahan-permasalahan tersebut secara terus-menerus dilakukan penyelesaian dengan menggunakan penanaman nilai-nilai pendididikan Islam berbasis kebhinekaan/keberagaman kepada seluruh warga sekolah. Akibatnya konflik akibat keberagaman tidak terjadi lagi. Keberhasilan sekolah dalam mengatasi permasalahan-permasalahan kebhinekaan patut dipertahankan dan dilestarikan serta dijadikan contoh oleh lembaga-lembaga pendidikan yang lain. Fokus penelitian ini yaitu pelestarian nilai-nilai Pendidikan Islam berbasis kebhinekaaan melalui pembelajaran di kelas,  ekstrakurikuler, Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) dan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dan melalui pembiasaan di lingkungan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik menganalisiss data yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (verification). Dari hasil penelitian  menunjukkan bahwa  pelestarian nilai-nilai Pendidikan Islam berbasis kebhinekaaan melalui pembelajaran  Pendidikan Agama Islam di kelas yaitu program pembelajaran  spiritual,  sosial-relegius dan program penguatan;  pelestarian melalui kegiatan ekstrakurikuler beragam dan sesuai bakat-minat siswa; pelestarian melalui PHBN dan PHBI dengan berbagai kegiatan yang variatif, mencerminkan kebhinekaaan; dan pelestarian melalui pembiasaan melalui program perilaku relegius,  nasionalis, mandiri, gotong royong dan kekeluargaan, dan integritas dan kejujuran. Kata Kunci: Pelestarian, Nilai-Nilai, Pendidikan Islam, Kebhinekaan  ABSTRACTThe diversity of ethnicity, religion, race, social status, beliefs, culture and gender among students at school is of course a problem in itself. Offense and quarrels between students and teachers / employees even with various student guardians often occur. This also happened in SMA "ISLAM" Malang City which was the location of research before the 2000s. The conditions of these problems are continuously resolved by using the values of Islamic education based on diversity / diversity to all school members. As a result, conflicts due to diversity do not occur again. The success of schools in overcoming problems of diversity should be maintained and preserved as well as being used as an example by other educational institutions. The focus of this research is the preservation of the values of Islamic education based on diversity through classroom learning, extracurricular activities, National Holidays (PHBN) and Islamic Holidays (PHBI) and through habituation in the environment. In this study using a qualitative approach, data collection through observation, interviews and documentation. Techniques for analyzing data are data reduction, data display, and verification. The results of the study indicate that the preservation of the values of Islamic Education is based on diversity through learning Islamic Religious Education in the classroom, namely spiritual, social-religious and strengthening programs; preservation through various extracurricular activities according to the talents of students; preservation through PHBN and PHBI with various varied activities, reflecting diversity; and preservation through habituation through programs of religious behavior, nationalism, independence, mutual cooperation and kinship, and integrity and honesty.Keywords: Preservation, Values, Islamic Education, Diversity
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTRI Moch Ariffin
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.992 KB)

Abstract

 Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan Islam paling tua di Indonesia. Keberadaan pesantren mahasiswa sangat penting dalam membekali mahasiswa dengan pendidikan agama setelah mereka memperoleh pendidikan formal di bangku kuliah. Untuk mencapai tujuan pesantren mahasiswa sebagai institusi pembentuk karakter maka diperlukan analisa mendalam terhadap nilai-nilai pendidikan Islam, implementasi dan model-model pendidikan karakter yang ada di pesantren mahasiswa. Dengan adanya analisa mendalam, maka pesantren mahasiswa sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal diharapkan mampu membangun keselarasan program kependidikannya dengan pendidikan formal di perguruan tinggi dan juga kebutuhan di masyarakat. Demikian juga diharapkan memberi manfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dibidang kebijakan pendidikan Islam dan karakter di institusi pendidikan non formal, baik berupa temuan konsep-konsep baru, atau revisi dan menambah terhadap konsep yang sudah ada.Kata Kunci : nilai-nilai pendidikan Islam, karakter, model Pesantren is one of the oldest Islamic education institutions in Indonesia. The existence of pesantren student is very important in equipping students with religious education after they get formal education in college. To achieve the objectives of student boarding schools as character building institutions, an in-depth analysis of the values of Islamic education, implementation and models of character education in student boarding schools is needed. With this in-depth analysis, the pesantren of students as non-formal Islamic educational institutions are expected to be able to build alignment of their educational programs with formal education in universities and also the needs of the community. It is also expected to provide benefits in the development of science, especially in the field of Islamic education policy and character in non-formal educational institutions, either in the form of finding new concepts, or revising and adding to existing concepts. Keywords: islamic education values, character, model
AKIBAT HUKUM ALIH FUNGSI TANAH WAKAF UNTUK KEPENTINGAN UMUM MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF EM. Nazaruddin Muhkam Alghifari
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.14 KB)

Abstract

Abstrak             Penulisan Tesis ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang akibat pemutusan sepihak alih fungsi tanah wakaf untuk kepentingan umum. Awal mula munculnya ide penulis adalah banyaknya alih fungsi tanah wakaf untuk program pembangunan yang dilakukan pemerintah. Penelitian ini merupakan jenis pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus kemudian data yang terkumpul merupakan data primer dan didukung dengan data skunder yaitu peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan wakaf, kitab-kitab salaf, dan pendapat para ahli yang kemudian dijabarkan dalam bentuk deskriptif. Menurut Dr. H. Muhammad Ghozali, S.H., M.H selaku Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang tahap alih fungsi meliputi: tahap sosialisasi, negosiasi, kesepakatan, pemberkasan, dan tahap peradilan jika tidak terjadi kesepakatan antara pengelola wakaf dan penyelenggara alih fungsi. Beliau menegaskan dinyatakan sebagai putusan sepihak karena murni asumsi pengelola wakaf yang dari awal tidak sepakat dengan alih fungsi atau pada proses peradilan pengelola wakaf tidak mau hadir tiga kali, sehingga diputus sepihak. Akibatnya, proses eksekusi setelah putusan tetap setelah 14 hari akan segera dilakukan alih fungsi sebagai bentuk tindak lanjut dari putusan pengadilan. Sehingga jika dilihat dari perspektif antara hukum islam dan hukum positif, Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang lebih mengarah pada hukum positif untuk memutuskan alih fungsi tanah wakaf. Sedangkan penulis sendiri memandang perlunya mengkomparasikan antara hukum islam dan hukum positif dalam hal ini. Persepektif Hukum Islam secara umum menerapkan prinsip kehati-hatian dalam alih fungsi tanah wakaf, mulai dengan adanya maslahat smpai dengan mewajibkan adanya istibdal bagi tanah wakaf yang dialih fungsikan. Perspektif hukum positif murni dengan adanya peraturan perundang-undangan yang sudah mengatur pengalih fungsian tanah wakaf untuk kepentingan umum. Dengan demikian, perspektif penulis memandang bahwa alih fungsi tanah wakaf untuk kepentingan umum ini dapat dibenarkan, putusan pengadilan juga menjadi ujung tombak penyelesaian ketidak sepakatan alih fungsi tetapi tetap harus memperhatiakn pertimbangan syariat yang sudah digariskan para Ulama` sebagai landasan utama. Kata kunci: tanah wakaf, alih fungsi wakaf,  AbstractThe aim of the thesis was describe the views of unilateral decision from the diversion function of waqf land for public interest by The Judge of The Religion Court at Kabupaten Malang. The background of the research was from several cases about the diversion function of waqf land was turned up beside development programs by the government.The design of the research was qualitative design with case study research. The data collected by primary data and it was supported by secondary data, namely legislation that concern about The Waqh, The Books of Salaf, and The Opinions from the authorities which were describe in this research. According to Dr. H. Muhammad Ghozali, S.H., M.H as The Judge of The Religious Courts of Kabupaten Malang, there were some phases about the diversion function of Waqh Land: The Socialization, Negotiation, Agreement, Filing, and Judical phase if there was no agreement between the holder of waqh land and the caretaker of diversion. He emphasized that it was declared a unilateral decision because it was purely an assumption that the holder of waqh land did not agree from the beginning with caretaker of diversion or in the judicial process the waqh holder did not attend for three times, so it was unilaterally decided. As a result, the execution process after the final decision after 14 days will be immediately carried out as a form of follow-up to the court's decision. So if the researcher see the perspective between Islamic law and positive law, the Judges of the Religious Courts of Kabupaten Malang are more inclined to positive law to decide on the transfer of the function of waqf land. Whereas the researcher opinion there was need for a comparison between Islamic law and positive law in this regard.Keywords: waqf land, the diversion function  
Dimensi Pengurangan Prasangka dalam Pendidikan Agama Islam di SMKN 1 Geger Madiun dan SMK al-Islam Joresan Ponorogo Sugiyar Sugiyar
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.423 KB)

Abstract

AbstrakPengurangan prasangka (prejudice reduction) merupakan salah satu dimensi pendidikan multikultural. Multikultural sesungguhnya mengenali keragaman di sekitar individu agar dapat memahami suatu perbedaan sebagai sunatullah. Perbedaan memiliki peran penyeimbang yang baik dalam kehidupan, manakala setiap individu dapat menerimanya berdasarkan fitrahnya. Multikultural beragama didasarkan pada nilai-nilai universal yang diakui dan dianut oleh setiap pemeluk agama. Nilai-nilai tersebut membentuk pola hubungan yang harmonis dan humanis antar umat seagama maupun antar umat beragama. Keberagaman harus dirawat dan dijaga agar tidak memunculkan konflik sosial. Terjadinya konflik sosial disebabkan banyak faktor, diantaranya ketidakadilan, kesenjangan sosial, maupun adanya kecurigaan (prasangka buruk) terhadap orang lain. Prasangka buruk (سوء الظن) dapat memicu dan menimbulkan disharmoni relasi sosial. Membangun dan menciptakan lingkungan yang harmonis, toleran, humanis, dan demokratis diperlukan keseimbangan olah pikir, olah rasa, dan olah hati. Kata kunci: dimensi, prasangka, pendidikan agama Islam
PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMBERIKAN IZIN POLIGAMI ayu nanda nikmatul khusna
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.353 KB)

Abstract

The majority of Pasuruan society are classified as people who have a very high religious base, because there are Islamic boarding schools in every village in Pasuruan, so the clerics or tutors become their role models. With these conditions, it is undeniable that there are many practices of polygamy without permits from Pasuruan Religious Court, with their arguments to run the Sunnah of Prophet. However, some of the people who are aware of the law apply for polygamy permits in Pasuruan Religious Court by making polygamy reasons that do not fulfill some of the reasons bound by the Law, the Judges of Pasuruan Religious Court in considering polygamy cases see from mashlahat and mafsadaat. Keywords: polygamy, consideration of judges  Mayoritas masyarakat Pasuruan adalah tergolong masyarakat yang memiliki basic keagamaan yang sangat tinggi, dikarenakan di setiap desa di Pasuruan terdapat Pondok Pesantren, maka para kyai atau pengasuh dari Pondok Pesantren tersebut menjadi panutan mereka. Dengan kondisi tersebut, tidak dapat dipungkiri terdapat banyak praktik poligami yang tanpa perizinan dari Pengadilan Agama Pasuruan, dengan dalil mereka menjalankan Sunnah Rasul. Namun beberapa dari masyarakat yang sadar akan hukum mengajukan permohonan izin poligami di Pengadilan Agama Pasuruan dengan menjadikan beberapa alasan berpoligami yang tidak memenuhi sebagian alasan-alasan terikat dari Undang-Undang, maka Majelis Hakim Pengadilan Agama Pasuruan dalam mepertimbangkan perkara poligami melihat dari mashlahat dan mafsadaat-nya Kata kunci: poligami, pertimbangan hakim