cover
Contact Name
Rio Era Deka
Contact Email
turatsunaunisma@gmail.com
Phone
+6282198932510
Journal Mail Official
turatsunaunisma@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27470717     DOI : -
Jurnal Turatsuna ini terbit untuk memberikan tempat berkreasi dan berinovasi bagi para peneliti, penulis, atau pemerhti yang berhasil “membaca “ sebagian realitas pergulatan dan dinamika kehidupan keberagamaan dan kependidikan di tengah masyarakat. Perkembangan kehidupan institusi edukasi, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan keislaman yang menangani atau mengelola subyek didik, menjadi substansi utama dalam penerbitan jurnal Turatsuna ini.
Articles 77 Documents
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA POLIGAMI Muhamad Jauhari
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.016 KB)

Abstract

The rights of polygamous family children in positive law are: a) civil rights; b) the right to protection; c) the right to education and maintenance; d) children's rights to get welfare; e) children's rights to be taken care of their legal affairs. Positive law and Islamic law perspectives on violations the rights of polygamous children, namely for parents who violate the rights of polygamous family children, can be revoked as their parents' guardianship. In the Islamic law perspective against violations the rights of polygamous children are subject to moral sanctions and legal sanctions. This legal sanction is a form of world punishment for perpetrators of child rights violations. Keywords: legal protection, children's rights, polygam  Hak-hak anak keluarga poligami dalam hukum positif yaitu: a) hak keperdataan; b) hak mendapat perlindungan; c) hak atas pendidikan dan pemeliharaan; d) hak anak untuk mendapat kesejahteraan; e) hak anak untuk diurus urusan hukumnya. Perspektif hukum positif dan hukum Islam terhadap pelanggaran atas hak anak poligami yaitu bagi orang tua yang melanggar hak anak keluarga poligami dapat dicabut kuasa asuhnya sebagai orang tua terhadap anaknya. Dalam perspektif hukum Islam terhadap terhadap pelanggaran atas hak anak poligami dikenakan sanksi moral dan sanksi hukum. Sanksi hukum ini sebagai bentuk hukuman dunia terhadap pelaku pelanggaran hak-hak anak.  Kata Kunci: perlindungan hukum, hak anak, poligami
INTEGRASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA AN-NUR DENGAN PONDOK PESANTREN AN-NUR 2 AL MURTADLO BULULAWANG KAB. MALANG. Mohamad Fahmi Hafidil Ilmi
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.921 KB)

Abstract

Abstrak          Pendidikan adalah alat utama dalam menunjang ilmu pengetahuan. Sebab di dalam Pendidikan banyak sekali hal-hal baru yang dapat di pelajari dan di pahami. Pendidikan sendiri  ada yang berbasis Pendidikan umum dan juga Pendidikan agama. Kebanyakan  Pendidikan yang ada di indonesia berbasis Pendidikan umum yang  hanya menunjang pengetahuan umumnya saja dan minim akan Pendidikan agama.Hal seperti ini akan menimbulkan ketidak seimbangan pada pengetahuan.         Tujuan yang hendak di capai dalam penelitian ini adalah Mengetahui Bagaimana Proses Integrasi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama An-nur dengan PondokiPesantreniAn-nuri2 Al MurtadloiBululawangiKab. Malang. UntukiMengetahuiiBagaimana Implementasi Integerasi PendidikaniAgamaiIslamidi SekolahiMenengahiPertamaiAn-nur dengan PondokiPesantreniAn-nuri2 AliMurtadlo BululawangiKab.iMalang.UntukiMengetahuiiBagaimana Evaluasi Integrasi Pendidi-kaniAgamaiIslam di SekolahiMenengahiPertama An-nur dengan Pondok Pesantren An-nur 2 Al Murtadlo Bululawang Kab. Malang.iiiiiiiPenelitianiiniimenggunakanipendekatanikualitatifidaniberbentukideskriftif.haliiniidiikarenakanipenelitiiberusahaimemaparkanirealitaiyangiadaitanpaimemerlukanidataiyangiberupaiangka-angkai dan berusahaimenggambarkanisuatuikeadaanidanimenggaliiinformasiisejelas-jelasnya.iDenganikatailainipenelitianiiniimenuturkanidanimenafsirkanidataiyangiada.iPelaksanaanimetode-metodeideskriftifitidakiterbatasihanyaisampaiipadaipengumpulanidataidan pe-nyusunani data.iAkanitetapiimeliputiianalisaidaniInterprestasiitentangidataitersebut.       Berdasarkan hasil temuan penelitian: 1. Proses Integrasi PendidikaniAgamaiIslam di Sekolah Menengah Pertama An-nur dengan Pondok Pesantren An-nur 2 Al Murtadlo Bululawang Kab. Malang Berawal dari harapan Pengasuh Pondok Pesantren serta dorongan dari para Alumni serta Wali santri yang mengharapkan adanya pendidikan formal sehingga nantinya dapat menunjang pengetahuan Santri akan Pendidikan Formal. 2. Implementasi Pendidikan Agama Islam di Smp An-nur adalah hasil integrasi dari Kurikulum Kitab-kitab yang di kaji di Pondok Pesantren dan untuk penerapannya di Smp An-nur di tekankan Pada Praktek. 3. Evaluasi Pendidikan Agama Islam di Smp An-nur berjalan dengan baik. Hasil tersebut di buktikan dari hasil rapat bulanan yang di bahas oleh pengurus Pondok Pesantren Serta guru. Kata kunci: Proses Integrasi,Implementasi Integrasi,Evaluasi Integrasi. 
PERATURAN MENTERI PERTANIAN NO 40 TAHUN 2015 TENTANG FASILITAS ASURANSI PERTANIAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT HUKUM ISLAM Ach Jalaluddin Ar-Rumi
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.798 KB)

Abstract

The rule of Constitution in Indonesia should have its religious values, because it is a material law. Moreover, the rule of Agricultural Ministry No. 40 year 2015 about facility of agricultural insurance should contain of substantial religious values. These values are clearly described in the concept of Al-Mafahim Al-Asasiyah Fi Al-Ahkam Al-Islamiyah that consists of seven fundamental concepts include 1) Jalbu  al-mashalih wa dar’u al-mafasid (create a benefit and ward off harmfulness) 2), Al-ukhuwah (brotherhood), 3) Al- musawwa (similarity), 4) Al – a’dalah (justice),5) Al-hurriyah (freedom), 6) Al-shulh (peacefulness), and 7) Al-rahman (compassion).  Keywords : religious, values, insurance, agriculturalPeraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia harus memiliki nilai-nilai keagamaan yang terkandung didalamnya, karena nilai-nilai agama merupakan sumber hukum materil. Demikian juga dalam Peraturan-Menteri-Pertanian-No 40 Tahun 2015 Tentang-Fasilitas Asuransi-Pertanian, seharusnya mengandung unsur nila-nilai agama, nilai-nilai tersebut tersusun dalam konsep Al-Mafahim Al-Asasiyah Fi Al-Ahkam Al-Islamiyah, yang terdiri dari tujuh konsep dasar antara lain Jalbu 1) al-masholih wa dar’ul al-mafasid (menciptakan kebaikan dan mencegah kemudhorotan) 2), Al - ukhuwah (persaudaraan), 3) Al- musawwa (persamaan), 4) Al – a’dalah (keadilan),5) Al – hurriyah (kebebasan), 6) Al – shulh (perdamaian),7) Al – rahman (kasih sayang).Kata Kunci : Keagamaan, nilai, Asuransi, Pertanian
IMPLIKASI HUKUM PELAFALAN SIGHOT TAKLIK TALAK STUDI KOMPARASI. HUKUM ISLAM. DAN UU NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN. Nanda Rizkiya Putra
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.359 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Pernikahan merupakan salah satu sarana menyempurnakan ibadah, serta .menciptakan .generasi.yang berakhlak baik, karena.Islam gencar mempromosikan tatanan keluarga yang sejahtra dan damai. stand pernikahan sangatlah tinggi sehingga untuk menjaga perlu adanya ikatan pernikahan oleh suatu perjanjian ikrar yang suci sesuai perintah syariah islam. Dalam pernikahan di Indonesia ada istilah sighot taklik talak namun dalam pelaksanaanya menimbulkan perbedaan pendapat baik dalam hukum Islam atau UUP No 1 tahun 1974, untuk membantu menganalisis masalah hukum perkawinan terutama taklik talak, tujuan penelitian ini adalah untuk mengatuhi implikasi hukum dalam pelafalan sighot taklik talak yang berdasarkan pandangan Hukum Islam dan UUP No 1 Tahun 1974Metode klasifikasi riset ini tercantum riset sastra ataupun yang tercantum dalam jenis. riset hukum yuridis. normatif. Analisis informasi riset menggunakan metode normatif yang didukung oleh logika deduktif dan di cek menggunakan triangulasi.Hasil: Saat ini menurut kuasa hukum jumhur Ulama taklik talak mubah, Dalam kajian syariat Islam, taklik talak memiliki satu syarat, yaitu kondisi mutlak yang jatuh bercerai Ketika kondisi itu terjadi. Sementara talak taklik versi Indonesia tidak hanya kondisi alternatif saja, namun terdapat persyaratan kumulatif, yang wajib diserahkan kepada PA. Berikutnya, dalam kajian Hukum Islam taklik talak, digolongkan dengan talak raj’ i, sebab suami yang melafalkan taklik talak tersebut. Sebaliknya bagi Uu Nomor Tahun 1974 Tentang pernikahan, taklik talak tersebut tercantum pelangaran dalam jenis talak ba’ in sughra( cerai gugat), walaupun juga yang jatuh merupakan talak suaminya.Kata kunci : Implikasi, Komparasi, Sighot taklik talak, UU .No 1 Tahun 1974 Tentang .Perkawinan.  ABSTRACT Introduction : Marriage is a means of perfecting worship, as well as creating a generation of good morals, because Islam is aggressively promoting a prosperous and peaceful family order. The marriage stand is very high so as to maintain the need for a marriage bond by a sacred pledge agreement according to Islamic sharia commands. In marriage in Indonesia there is the term sighot taklik talak but in its implementation it causes differences of opinion both in Islamic law or UUUP No. 1 of 1974, to help analyze marriage legal issues, especially taklik talak, the purpose of this study is to observe the legal implications in the pronunciation of sighot taklik talak which based on the views of Islamic Law and UUUP No. 1 of 1974Metode :This research classification method includes literary research or those listed in type. juridical law research. normative. Analysis of research information using normative methods supported by deductive logic and checked using triangulation.Result : Currently, according to the attorney for the majority of Ulama taklik talak mubah, in the study of Islamic law, taklik talak has one condition, namely the absolute condition that divorce occurs when that condition occurs. Meanwhile, the Indonesian version of talak taklik is not only an alternative condition, but there are cumulative requirements, which must be submitted to the PA. Next, in the study of Islamic law, taklik talak is classified as talak raj'i, because it is the husband who recites the taklik talak. In contrast to Law Number 1974 concerning marriage, the talik talak is listed as a violation in the type of talak ba 'in sughra (divorce sughra), although it is also her husband's divorce. Keywords: Implications, Comparison, Sighot taklik talak, Law No. 1 of 1974 concerning Marriage
POTENSI PENDIDIKAN HAK ASASI MANUSIA “MEMPERSIAPKAN SISWA DALAM KONTEKS KERAGAMAN BUDAYA” Muhammad Khairil Mustofa
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.946 KB)

Abstract

Pendidikan hak asasi manusia sangat diperlukan dalam mempersiapkan siswa yang hidup dalam konteks masyarakat multikultural. Pendidikan hak asasi manusia mempunyai potensi besar memberikan kontribusi mendasar dalam menanamkan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia bagi siswa. Namun lingkungan sekolah yang menjadi tempat pelaksanaan pendidikan hak asasi manusia memiliki persoalan dan tantangan tersendiri yang berpotensi menghambat terlaksananya pendidikan hak asasi manusia. Sehingga diperlukan komitmen kuat dari sekolah untuk memaksimalkan potensi pendidikan hak asasi manusia dengan menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi terlaksananya prinsip-prinsip demokrasi atas dasar hak asasi manusia.Kata Kunci: hak asasi manusia, demokrasi, partisipasi,
PEMBELAJARAN ASWAJA UNTUK MENANGKAL PAHAM RADIKALISME INTOLERAN PADA PESERTA DIDIK DI MA MAARIF AL-ASY`ARI RANGGEH PASURUAN Sayyidatul Labiba
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.372 KB)

Abstract

ABSTRAKLabiba, Sayyidatul  2020.  Pembelajaran Aswaja Untuk Menangkal Paham Radikalisme intoleran Pada Peserta Didik Di MA Maarif Al-Asy`ari Ranggeh Pasuruan. Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana Universitas Malang. Pembimbing 1: Prof. Dr. H. MASKURI, M.Si, dan Pembimbing 2: Dr. Mohammad Afifulloh, M.Pd. Kata Kunci : Pembelajaran, Aswaja, Radikalisme Isu paham radikalisme yang menjalar di tingkat sekolah atau madarsah sudah tidak asing lagi. Melihat kondisi pembelajaran di MA Maarif Al-Asy`ari Ranggeh Pasuruan, di mana media sosial sudah bukan hal baru di kalangan pelajar dan informasi masalah radikalisme hampir tiap hari bisa diakses lewat internet, maka materi Aswaja yang diajarkan di MA Maarif Al-Asy`ari Ranggeh Pasuruan, masih perlu dirancang ulang, karena siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami isi materi. Kualitas dan profesionalitas guru Aswaja di MA Maarif Al-Asy`ari Ranggeh Pasuruan, perlu ditingkatkan untuk menunjang kualitas pembelajaran materi Aswaja. Tujuan pepenelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1) perencanaan pembelajaran aswaja untuk menangkal paham radikalisme intoleran pada peserta didik di Madrasah Aliyah Maarif Al-Asy`ari Ranggeh Pasuruan 2) proses pembelajaran aswaja untuk menangkal paham radikalisme intoleran pada peserta didik di Madrasah Aliyah Maarif Al-Asy`ari Ranggeh Pasuruan 3) model pembelajaran aswaja untuk menangkal paham radikalisme intoleran pada peserta didik di Madrasah Aliyah Maarif Al-Asy`ari Ranggeh PasuruanMetode Penelitian yang digunakan adalah jenis field research (penelitian kancah atau lapangan) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi mengenai kondisi MA Maarif Al-Asy’ari Ranggeh dan pembelajaran aswaja. Selanjutnya data yang diperoleh direduksi dan diverifikasi serta ditarik kesimpulan. Adapun pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi.Hasil penelitian ini sebagai berikut: 1) Penyusunan perencanaan pembelajaran Keaswajaan mengacu dari kurikulum LP Ma’arif NU Kab. Pasuruan atau Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama Kab. Pasuruan, yang terdiri silabus, program tahunan (Prota), Program semester (Prosem),  Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP), dan Bahan/materi Muatan Lokal Aswaja/Ke-NU-an serta Media pembela  jaran aswaja meliputi: buku ajar, diktat atau resume, poster atau gambar tokoh, kisah inspiratif tokoh NU, atau media audio visual (film perjuangan); 2) dalam proses pembelajaran, Pembelajaran Aswaja berbasis Kelas, Pembelajaran Aswaja Berbasis Madrasah, Pembelajaran aswaja bentuk keteladanan, dan Kebijakan-kebijakan madrasah terkait nilai-nilai atau amaliyah aswaja, serta kegiatan Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler Madrasah. 3) dalam model pembelajaran, a) Pendekatan yang digunakan: pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). b) Strategi Pembelajaran Aswaja, yaitu: Strategi pembelajaran Ekspositori Strategi Pembelajaran Inkuiri, Strategi Pembelajaran Kontekstual, dan Strategi Pembelajaran Kooperatif. c) Metode Pembelajaran Aswaja, di antaranya: metode ceramah, tanya jawab, diskusi, drill, pemberian tugas, dan problem solving. d) Teknik pembelajaran aswaja meliputi: teknik kuis bacaan, teknik pertanyaan kuis, dan teknik ringkasan materi. Abstract Labiba, Sayyidatul 2020. Learning Aswaja to Counteract Intolerant Radicalism in Students at MA Maarif Al-Asy`ari Ranggeh Pasuruan. Thesis, Masters Program in Islamic Religious Education, Postgraduate Program, University of Malang. Supervisor 1: Prof. Dr. H. MASKURI, M.Si, and Supervisor 2: Dr. Mohammad Afifulloh, M.Pd.Keywords: Learning, Aswaja, RadicalismThe issue of radicalism that spreads at the school or madarsah level is no stranger. Seeing the conditions of learning at MA Maarif Al-Asy`ari Ranggeh Pasuruan, where social media is not new among students and information on radicalism issues can be accessed almost every day via the internet, the Aswaja material taught at MA Maarif Al-Asy`ari Ranggeh Pasuruan, still needs to be redesigned, because students still have difficulty understanding the content of the material. The quality and professionalism of Aswaja teachers at MA Maarif Al-Asy`ari Ranggeh Pasuruan, need to be improved to support the quality of Aswaja learning materials.The objectives of this research can be formulated as follows: 1) Aswaja learning planning to ward off intolerant radicalism in students at Madrasah Aliyah Maarif Al-Asy`ari Ranggeh Pasuruan 2) Aswaja learning process to counteract intolerant radicalism among students at Madrasah Aliyah Maarif Al -Asy`ari Ranggeh Pasuruan 3) Aswaja learning model to counteract intolerant radicalism among students at Madrasah Aliyah Maarif Al-Asy`ari Ranggeh Pasuruan.The research method used is a type of field research (field or field research) with a qualitative descriptive approach. Collecting data from interviews, observations and documentation regarding the condition of MA Maarif Al-Asy'ari Ranggeh and learning aswaja. Furthermore, the data obtained is reduced and verified and conclusions are drawn. As for checking the validity of the data using triangulation.The results of this study are as follows: 1) The preparation of Keaswajaan learning planning refers to the curriculum of LP Ma'arif NU Kab. Pasuruan or Madrasah Education (Pendma) Ministry of Religion Kab. Pasuruan, which consists of a syllabus, an annual program (Prota), a semester program (Prosem), a lesson plan (RPP), and Aswaja / Ke-NU's Local Content / materials as well as Aswaja teaching media including: textbooks, dictates or resumes, posters or pictures of figures, inspirational stories of NU figures, or audio-visual media (struggle films); 2) in the learning process, Class-based Aswaja Learning, Madrasah-Based Aswaja Learning, Aswaja Learning in exemplary forms, and Madrasah policies related to values or amaliyah aswaja, as well as Madrasah intracurricular and extracurricular activities. 3) in the learning model, a) The approach used: a student-centered learning approach (student centered approach) and a teacher-centered approach to learning. b) Aswaja Learning Strategies, namely: Expository learning strategies Inquiry Learning Strategies, Contextual Learning Strategies, and Cooperative Learning Strategies. c) Aswaja Learning Methods, including: lecture method, question and answer method, discussion, drill, assignment, and problem solving. d) Aswaja learning techniques include: reading quiz techniques, quiz question techniques, and material summary techniques.
ETIKA PENDIDIK DAN RELEVANSINYA DENGAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU Sunarti Sunarti
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.962 KB)

Abstract

Pendidikan etika dalam kajian tradisi para ilmuan islam menempatkan posisi sangat Agung. Sebab banyak ditemukan pernyataan para akademis yang mengkolaborasikan ilmu pengetahuan dan etika seperti halnya dengan dua sisi dari sebuah koin, dimana dari satu menjadi tumbuh kepada yang lain. Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial mestinya membutuhkan komunikasi terhdap manusia lainnya. Jadi etika memiliki posisi yang tepat agar tercipta hubungan yang memberikan  pemahaman sifatnya positif. Di era zaman modern ini, perlunya kode etik tenaga pendidik supaya dirumuskan. Sepertinya Masih belum dioptimalkan dan mampuni penjaga marwah tenaga pendidik. Maka perlu sebagai solusi dari masalah diantara bagi para pemikir pakar akademisi pendidikan. Kata Kunci:  etika, kompetendi kepribadian guru  Ethical education in the study of the traditions of Islamic scientists places a very high position. Because many academic statements are found that collaborate science and ethics as well as the two sides of a coin, from which one grows to the other. God created humans as social creatures should require communication with other humans. So ethics has the right position to create relationships that provide understanding of its positive nature. In this modern era, the need for a code of ethics for educators to be formulated. It seems that it is still not optimized and capable of guarding the marwah of educators. Then it is necessary as a solution to the problem among thinkers in academic education. Keywords: ethics, competing teacher personality 
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH (ASWAJA) MELALUI KITAB JAUHARATUT TAUHID DI PONDOK PESANTREN AL-FATTAH CANDIRENGGO SINGOSARI MALANG Abdul Qohar
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.702 KB)

Abstract

AbstrakPondok pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang sifatnya tradisional untuk tafaqquh fiddin (memperdalam ilmu agama Islam) dan mengamalkannya sebagai pedoman hidup (way of life). Tantangan berat setiap pesantren adalah bagaimana cara pembelajaran aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang efektif agar aqidah para santri menjadi kokoh. Pembelajaran kitab klasik dalam disiplin ilmu aqidah Ahlu Sunah wal Jama’ah itu banyak sekali. Diantara kitab-kitab tersebut adalah kitab Jauharatut Tauhid.Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana efektivitas pembelajaran kitab Jauharatut Tauhid di pesantren al-Fattah Candirenggo Singosari Malang, efektivitas pembelajaran yang mencakup efektivitas selama proses pembelajaran dan efektivitas sebagai metode pembelajaran yang menghasilkan tujuan yang menjadi harapan, yaitu dapat mengerti dan mengamalkan materi ajar secara baik.Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif kualitatif. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis.Kesimpulan yang diperoleh peneliti adalah konten akidah  Aswaja dalam  kitab Jauharatut Tauhid  adalah konsep hukum ilmu ushuluddin (pokok-pokok agama). Metode dalam pembelajarannya adalah bandongan dan sorogan. Sedangkan tingkat efektivitasnya sudah baik dan mengalami peningkatan kualitas secara signifikan. Hasil pembelajaran kitab Jauharatut Tauhid di Pondok Pesantren ini kusus aspek kognitif termasuk dalam kategori belum baik dengan indikator nilai  muhafadhah (hafalan) kurang baik, nilai menterjemah nadham kurang baik dan nilai menjabarkan setiap nadham juga kurang baik. Kata Kunci: efektifitas pembelajaran, ahlus sunnah wal jama’ah.  AbstractIslamic boarding school is one of the traditional Indonesian Islamic educational institutions for tafaqquh fiddin (studying the knowledge of Islam) and practicing it as a way of life. The big challenge for every Islamic boarding school is how to teach the Ahlus Sunnah wal Jama'ah creed effectively so that the aqidah of the students becomes solid. The yellow book learning in the discipline of Ahlu Sunah wal Jama'ah aqidah is a lot. Among these books is the book Jauharatut Tauhid.This study aims to determine the effectiveness of learning the book of Jauharatut Tauhid at Pesantren al-Fattah Candirenggo Singosari Malang, the effectiveness of learning which includes effectiveness during the learning process and effectiveness as a teaching method that produces the expected goals, namely being able to understand teaching materials well.The method used in this study is a qualitative descriptive method. While the data collection using interviews, observation, and documentation, then analyzed.The conclusion obtained by the researcher is that the content of Aswaja's faith in the book Jauharatut Tauhid is the legal concept of ushuluddin science (religious principles). The method of learning is bandongan and sorogan. While the level of effectiveness is good and has significantly improved quality. The results of learning the book of Jauharatut Tauhid at this Islamic Boarding School, especially the cognitive aspect, are included in the not good category with indicators of poor muhafadhah (memorization) value, the value of translating nadham is not good and the value of describing each nadham is also not good. Keywords: effectiveness of learning, Ahlus Sunnah wal Jama'ah. 
PEMBELAJARAN SENI RELIGIUS DI SEKOLAH DASAR PURWODADI PASURUAN Januar Abdi
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.302 KB)

Abstract

 Pembelajaran seni religius di sekolah dasar Kecamatan Purwodadi sering kali luput dari perhatian guru PAI, yang mana urgensi dari pembelajaran seni ini dapat menumbuh kembangkan bakat dan kreatifitas anak didik dalam bidang seni keagamaan dan sudah tentu dapat menambah nilai positif pada anak. Tujuan pendidikan seni terutama di sekolah dasar diarahkan untuk membentuk pada diri siswa sikap kritis, apresiasif dan kreatif serta menumbuhkan kepekaan rasa estetik dan artistik secara menyeluruh.  Sebagai tindaklanjut, perlu diadakan penelitian tentang pembelajaran seni religius di Sekolah Dasar Kec. Purwodadi Pasuruan.Adapun fokus penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah perencanaan guru PAI dalam pembelajaran seni religius di Sekolah Dasar Kecamatan Purwodadi Pasuruan?; 2) Bagaimanakah pelaksanaan guru PAI dalam pembelajaran seni religius di Sekolah Dasar Kecamatan Purwodadi Pasuruan?; 3) Bagaimanakah hasil evaluasi guru PAI dalam pembelajaran seni religius di Sekolah Dasar Kecamatan Purwodadi Pasuruan?Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi mengenai guru PAI, pembelajaran seni religius, data dan program KKG PAI Kecamatan Purwodadi selanjutnya direduksi dan diverifikasi serta ditarik kesimpulan.Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu: 1) dalam perencanaan, guru PAI menyusun program kerja dan program kegiatan seni religius, serta proposal kegiatan jika berkaitan dengan pendanaan/anggaran dana; Mengadakan seleksi anggota seni religius, melalui program minat bakat anak; Melengkapi sarana prasana atau alat yang dibutuhkan dalam pembelajaran seni religius; Mengasah ketrampilan guru PAI dalam seni religius; 2) dalam pelaksanaan, Persiapan alat latihan dan sound system; Berdoa sebelum dan sesudah latihan; Guru berperan sebagai pendamping dan juga pelatih; Model pembelajaran yang digunakan cooperative learning, metode yang digunakan bervariasi seperti: ceramah, tanya jawab, demonstrasi, praktek, drill dan penugasan serta ditambah baca simak untuk qiro’ah dan tahfizh; Teori diberikan secara inklusif dalam praktek; Pelatihan seni dilakukan secara rutin dan disiplin; Guru memberikan motivasi; 3) dalam hasil evaluasi, adanya peningkatan ketrampilan guru PAI dalam bidang seni religius baik hasil belajar secara otodidak maupun melalui berlatih dengan ahlinya; Peningkatan motivasi guru PAI dalam bidang seni religius, dan Peningkatan prestasi guru PAI dalam bidang seni religius ditandai dengan prestasi siswa binaan yang menjuarai beberapa lomba atau festival seni religius baik tingkat Kecamatan dan Kabupaten.Kata Kunci : Pembelajaran, Seni Religius
PELAKSANAAN FULL DAY SCHOOL GUNA PEMBENTUKAN KARAKTER DAN PENGEMBANGAN SIKAP SPIRITUAL SISWA-SISW Akmad Race Setiawan
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.721 KB)

Abstract

SMP Negeri 4 Malang is the instution of the country who carry out Full Day School as a learning activity in the implementation. Model implementation of Full Day School in SMP Negeri 4 Malang hapless characters and formation refers to the spiritual development of students. Activities undertaken include sing Indonesia Raya, reading Al-Qur’an, charity, pray in congregation, literacy, and cocurricular. Research done at the head of school , deputy head of school curriculum, vice principal, guidance counseling, student teacher of islamic education, caregivers, and students in SMP Negeri 4 Malang using such data collection techniquies interviews, observation, documentation. The data collected is processed by interactive data analysis techniquies. Keyword : curricular, implementation, spiritual  SMP Negeri 4 Malang merupakan lembaga pendidikan negeri yang melaksanakan Full Day School sebagai pelaksanaan dalam kegiatan pembelajaran. Model pelaksanaan Full Day School SMP Negeri 4 Malang mengacu pada pembentukan karakter dan pengembangan spiritual siswa-siswi. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan diantarnaya menyanyikan lagu Indonesia Raya, tadarus Al Qur’an, amal jariyah, sholat berjama’ah, literasi dan Ko-kurikuler. Penelitian dilakukan pada kepala sekolah, wakil kepala sekolah kurikulum, wakil kepala sekolah kesiswaan, bimbingan konseling, guru pendidikan Agama Islam, wali murid dan peserta didik di SMP Negeri 4 Malang dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul diproses dengan teknik analisis data interaktif. Kata Kunci : kurikulum, karakter, spiritual