cover
Contact Name
Rio Era Deka
Contact Email
turatsunaunisma@gmail.com
Phone
+6282198932510
Journal Mail Official
turatsunaunisma@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27470717     DOI : -
Jurnal Turatsuna ini terbit untuk memberikan tempat berkreasi dan berinovasi bagi para peneliti, penulis, atau pemerhti yang berhasil “membaca “ sebagian realitas pergulatan dan dinamika kehidupan keberagamaan dan kependidikan di tengah masyarakat. Perkembangan kehidupan institusi edukasi, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan keislaman yang menangani atau mengelola subyek didik, menjadi substansi utama dalam penerbitan jurnal Turatsuna ini.
Articles 77 Documents
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEWUJUDKAN NILAI-NILAI KEPRIBADIAN SISWA Abd Jalil
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.899 KB)

Abstract

ABSTRAK  Pendidikan merupakan proses pengembangan dan penanaman seperangkat nilai yang implisit dalam setiap pelajaran dan sekaligus gurunya, maka tugas mendidik akhlaq untuk mewujudkan kepribadian siswa bukan hanya menjadi tanggung jawab guru PAI Ansich, apalagi iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan persyaratan utama bagi setiap guru, yang secara praktis akan berimplikasi pada keharusan setiap guru untuk mengimplisitkan nilai-nilai akhlaq yang mulia dalam setiap mata pelajaran, sebagaimana yang dilontarkan oleh Ibnu Mashawaih (330 H/940 M) bahwa setiap ilmu atau mata pelajaran yang diajarkan oleh pendidik harus memperjuangkan terciptanya akhlaq yang mulia.Diakui terdapat beberapa problema dalam pelaksanaan pendidikan agama islam baik bersifat internal maupun eksternal. Kesulitan internal berasal dari sifat bidang studi PAI itu sendiri yang banyak menyentuh aspek-aspek metafisika dan bersifat abstrak atau menyangkut hal-hal yang bersifat super rasional. Sedang kesulitan eksternal berasal dari luar bidang studi PAI itu sendiri, antara lain menyangkut dedikasi guru PAI mulai menurun , lebih bersifat transaksional dalam bekerja dan lain sebagainya.Sedang disisi lain pengaruh globalisasi makin menjadikan orang lebih berorientasi pada tindakan yang serba materialis, orang semakin bersifat rasional, orang semakin bersifat individualis, control sosial semakin melemah. Kesulitan eksternal tersebut pada dasarnya bersumber pada watak budaya barat yang sudah betul-betul mengglobal. Kata Kunci : Problematika, Pendidikan Islam, Kepribadian.
MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS MOBILE LEARNING Yovinus Dwi Widyantoro
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.503 KB)

Abstract

Dasar filosofi media pembelajaran interaktif berbasis mobile learning ini dalam penerapannya tergantung dari penggunanya dalam hal ini dosen bagaimana sebenarnya menganggap mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran, jika mahasiswa dianggap sebagai anak manusia yang  memiliki kecerdasan, jati diri, harga diri, dan memiliki rasa semangat untuk motivasi belajar, maka kegiatan pembelajaran dengan berbasis mobile learning ini bisa dilakukan dengan baik dan sesuai dengan harapan. Berdasarkan penggunaan banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari menjadi solusi dalam membantu jam perkuliahan, mencatat kehadiran mahasiswa, memberikan formula agar mahasiswa makin aktif dalam belajar, menjadi referensi jika mahasiswa nanti lulus akan menjadi dosen atau guru, dan membatu menyampaikan informasi secara cepat. The basic philosophy of interactive learning media based on mobile learning in its application depends on its users, in this case the lecturer how to actually consider students in learning activities, if students are considered as human children who have intelligence, identity, self-esteem, and have a sense of enthusiasm for learning motivation, then the learning activities based on mobile learning can be done well and in accordance with expectations. Based on the use of many things that can be done, starting from being a solution to help lecture hours, recording student attendance, providing a formula so that students are more active in learning, becoming a reference if students later graduate will become lecturers or teachers, and helping to convey information quickly. Keywords: learning media, interactive, mobile learning, 
PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PENCAK SILAT PAGAR NUSA DI SMPI ABU GHONAIM BUMIAJI KOTA BATU Lilik Nur Fadhilah
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.029 KB)

Abstract

AbstrakMembentuk karakter religius tidak semata-mata terealisasikan di keseharian anak didik, akan tetapi membutuhkan proses yang mana peran guru adalah salah satu kunci keberhasilan dalam pembentukan karakter religius. Rumusan masalah yakni bagaimana perencanaan pembentukan karakter religius melalui pencak silat Pagar Nusa di SMPI Abu Ghonaim Bumiaji Kota Batu, bagaimana proses pembentukan karakter religius melalui pencak silat Pagar Nusa di SMPI Abu Ghonaim Bumiaji Kota Batu, dan bagaimana evaluasi pembentukan karakter religius melalui pencak silat Pagar Nusa di SMPI Abu Ghonaim Bumiaji Kota Batu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis studi kasus. Lokasi penelitian di SMPI Abu Ghonaim Bumiaji Batu. Sumber data atau informan dalam penelitian ini yakni anak didik yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat pagar nusa berjumlah 20 anak, para pelatih dan kepala sekolah. Adapun perencanaan pembentukan karakter religius melalui pencak silat pagar nusa yaitu tujuan, metode, cara menyampaikan, bahan materi yang disajikan dan media/alat yang digunakan. Proses perencanaan pembentukan karakter religius melalui pencak silat pagar nusa yaitu arahan, keteladanan, pembiasaan dan hukuman. Evaluasi perencanaan pembentukan karakter religius melalui pencak silat pagar nusa yaitu disiplin dengan menghimbau anak didik untuk tidak telat ketika latiha, jujur dengan tanpa memantau anak didik ketika menerima teguran push up (jujur terhadap diri sendiri), rendah hati dengan tidak merasa sakit hati ketika tanding antar teman dan cedera ringan dan yang terakhir kekeluargaan dengan sikap simpati dan empati anak didik terlihat.Kata kunci: pembentukan karakter religius, pagar nusa  AbstractForming religious character is not only realized in the daily life of students, but requires a process in which the teacher's role is one of the keys to success in forming religious character. The formulation of the problem is how to plan religious character formation through Pagar Nusa Pencak Silat at SMPI Abu Ghonaim Bumiaji Batu City, how is the process of forming religious character through Pagar Nusa Pencak Silat at SMPI Abu Ghonaim Bumiaji Batu City, and how to evaluate the formation of religious character through Pagar Nusa Pencak Silat at SMPI Abu Ghonaim Bumiaji, Batu City. The research method uses a qualitative approach and the type of case study. The research location is at SMPI Abu Ghonaim Bumiaji Batu. Sources of data or informants in this study were 20 students who took part in the extracurricular pencak silat fence nusa, coaches and school principals. The planning for the formation of religious character through the fence of Nusa Pencak Silat is the purpose, method, method of delivery, the materials presented and the media/tools used. The planning process for the formation of religious character through the fence of Nusa Pencak Silat is direction, example, habituation and punishment. Evaluation of planning for the formation of religious characters through pencak silat at the fence of Nusa, namely discipline by urging students not to be late when practicing, being honest without monitoring students when receiving push-up warnings (being honest with yourself), being humble by not feeling hurt when competing between students. friends and minor injuries and the last is kinship with an attitude of sympathy and empathy for students seen. Keywords: formation of religious character, fence of nusa
MENGUAK NILAI PENDIDIKAN ISLAM MODERAT DI PESANTREN FEDERASI ANNUQAYAH GULUK-GULUK SUMENEP Ach Sayyi
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.756 KB)

Abstract

Abstrak:Pesantren dalam upayanya mempertahankan keutuhan bangsa terutama dalam bidang agama, hendaknya memilki sikap moderat. Moderasi dalam pendidikan pesantren menjadi harga mati mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultural. Perbedaaan agama, suku, ras, etnis hendaknya tidak disikapi secara berlebihan tetapi harus disikapi sebagai suatu anugerah dan pemberian dari Allah SWT yang lestarikan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang moderat harus senantiasa menangkal berbagai paham radikal, liberal, maupun aliran takfiri yang secara masif muncul dan menyerang keutuhan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan memberikan interpretasi terhadap temuan nilai-nilai pendidikan Islam moderat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, pengamatan dan studi dokumen terkait, sedangkan analisis datanya menggunakan model analisis interaktif yang di tawarkan Miles and Huberman. Temuan penelitian ini terdiri tiga nilai, yaitu; 1) Integritas spritual yang meliputi nilai Qana’ah dan nilai Andhep Asor (tawadhu’); 2) Integrasi sikap nasionalisme dan religious yang meliputi nilai cinta tanah air, nilai kepekaan sosial, dan nilai kasih sayang; dan 3) Intergitas sosial berbasis kearifan lokal (local wisdom) yang meliputi nilai Acabis (sowan) ke Kyai, nilai kebersamaan dan solidaritas, nilai kesederhanaan santri, nilai Istiqamah (konsisten), nilai silaturrahim, nilai panglatin (khadhim), nilai gotong royong, nilai kebebasan, dan nilai kemandirian santri. Kata kunci: Integritas spritual, Nasionalisme dan Religius, Sosial berbasis kearifan lokal
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER SPIRITUAL BERBASIS ALAM DI SMK ALAM KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Atik Ushoghiroh
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.214 KB)

Abstract

Tujuan akhir suatu pendidikan adalah mewujudkan setiap insan yang berakhlaq mualia, sopan, juga bermartabat. Maka dariitu pendidikan karakter sangatlah diperlukan untuk mewujutkan tujuan tersebut. Lembaga sekolah mempunyai andil dan tanggungjawab  yang sangat besar untuk membangun ahlaq, moral, etika bagi peserta didik khususnya dalam mengatasi krisis pendidikan karakter ini.                              .Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Perencanaan Pendidikan Karakter Spiritual Berbasis Alam di SMK Alam Pujon Malang (2) Implementasi Pendidikan Karakter Spiritual Berbasis Alam di SMK Alam Pujon Malang (3) Model Pendidikan Karakter Spiritual Berbasis Alam di SMK Alam Pujon Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu mendeskripsikan seluruh data yang dikumpulkan agar mendapatkan data yang valid dan study kasus merupakan jenis penelitian yang digunakan. Konsep analisis yang digunakan adalah konsep Miles huburman.Penemuan dalam penelitian ini adalah (1) Perencanaan Pendidikan Karakter spiritual berbasis alam di SMK Alam Pujon yaitu dengan menetapkan 8 standar karakter siswa, membiasakan sikap spiritual, dan penyedian fasilitas pendukung pembelajaran.. (2) Implementasi pendidikan karakter spiritual berbasis alam di SMK Alam Pujon terbagi menjadi kegiatan harian, kegiatan mingguan, kegiatan bulanan, kegiatan tahunan juga ekstrakulikuler. (3) Model pendidikan karakter spiritual berbasis alam di SMK Alam Pujon dengan pembiasaan, keteladanan, pemberian motivasi.  Kata Kunci: Implementasi, Pendidikan Karakter Spiritual, Alam
PROSES INTERNALISASI NILAI-NILAI KARAKTER BERWAWASAN ISLAM NUSANTARA Durrotun Nasikhin
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.983 KB)

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Nilai-Nilai Pendidikan karakter Berwawasan Islam Nusantara, dan  (2) Proses Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Berwawasan Islam Nusantara pada Santri Pondok pesantren Sunan Kalijogo Jabung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data terdiri dari data primer, sekunder. Data dikumpulkan dengan teknik (a) wawancara mendalam, (b) observasi partisipan, dan (3) dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif dengan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data temuan dilakukan dengan kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa: (1) Nilai-Nilai Pendidikan karakter Berwawasan Islam Nusantara di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jabung meliputi (a) Kepatuhan/tawadlu,. (b) Kepekaan Sosial. (c) Kesederhanaan. (d) Kebersamaan dan Solidaritas (5) Gotong Royong. (6) Sowan ke Kiai (pengasuh),. (e) Kasih Sayang. (f) Kesetaraan/Egaliter. (g) Demokrasi/Musyawarah. (h) Moderat. (i) Toleransi. (j) Religius. (k) Menjaga dan mengamalkan Tradisi local. (l) Inklusif dan (m) Nasionalis. (2) Proses Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Berwawasan Islam Nusantara pada Santri Pondok pesantren Sunan Kalijogo Jabung meliputi: (a) Keteladanan Kiai Pertama, Dimensi kognitif, Kedua, Dimensi afektif,. Ketiga, Dimensi psikomotorik (b) Pembiasaan Melalui Rutinitas Pesantren, (c) Pembelajaran berdasarkan pengalaman.Kata kunci: Internalisasi, Nilai Karakter, Berwawasan Islam Nusantara. This research aims to know (1) The educational values of the character of Islam Nusantara, and (2) the internalization process of character education values of Islam Nusantara in the Santri Pondok pesantren Sunan Kalijogo Jabung. This study used a qualitative approach with this type of case study. Data consists of primary, secondary data. Data is collected with the techniques of (a) in-depth interviews, (b) participant observation, and (3) documentation. The data analysis technique uses an interactive analysis model with three stages of data reduction, data presentation, and conclusion withdrawal. The validity checks of the findings are carried out with trust, acquisition, dependency, and certainty. The results of this research show, that: (1) The values of the character education of Islamic Nusantara in Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jabung include (a) compliance/TAWADLU,. (b) social sensitivity. (c) simplicity. (d) togetherness and solidarity (5) gotong royong. (6) sowan to kiai (nanny),. (e) compassion. (f) equality/egalitarian. (g) democracy/deliberation. (h) moderate. (i)tolerance. (j) religious. (k) maintain and practise local traditions. (l) inclusive and (m) nationalists. (2) the internalization process values of the character education of islam nusantara in the santri pondok pesantren sunan kalijogo jabung includes: (a) the first kiai, cognitive dimension, second, affective dimension,. Thirdly, psychomotor dimension (b) habituation through the Pesantren routine, (c) learning based on experience.Keywords: Internalization, character value, insightful Islam Nusantara. 
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA UNTUK MEWUJUDKAN SIKAP RUKUN ANTAR SISWA DI SMP NEGERI 15 KOTA MALANG Siti Malikatur Rohmah
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.27 KB)

Abstract

 ABSTRAKRohmah, Siti Malikhatur. 2021. Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Toleransi AntarUmat Beragama Untuk Mewujudkan Sikap Rukun Siswa Di SMP Negeri 15 Kota Malang,Tesis, Program Pascasarjana, Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Malang, Pembimbing 1: Dr.Rosichin Mansur,S.Fil M.Pd.Pembimbing 2: Dr.Mohammad Afifulloh,S.PdI., M.Pd.Kata Kunci :Peran Guru Pendidikan Agama Islam, Nilai-Nilai Toleransi Antar Umat Beragama, Sikap RukunPeran guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai toleransi memiliki kedudukan yang sangat penting untuk membina, mengarahkan dan memberikan motivasi-motivasi serta melakukan pembiasaan yang berkaitan dengan sikap yang berasaskan pada  toleransi antar umat beragama kepada seluruh siswa, guna terciptanya kerukunan  antar siswa dan memberikan sikap harmonis antar siswa yang berbeda Agama.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: (1) Bentuk nilai-nilai toleransi Agama yang dilakukan di SMP Negeri 15 Kota Malang. (2) Cara guru Pendidikan Agama Islam  dalam menanamkan nilai-nilai toleransi antar umat beragama untuk mewujudkan sikap rukun antar siswa. (3) Peran guru Pendidikan Agama  Islam  dalam menanamkan nilai-nilai toleransi antar umat beragama untuk mewujudkan sikap rukun antar siswa di SMP Negeri 15 Kota Malang. Pada penelitian ini peneliti mengenakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian pendekatan studi kasus. Dan menggunakan teknik pengumpulan data yakni, wawancara non terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi.Analisi data dimulai sesuai dengan urutannya pertama kondensasi data,kedua menyajikan data, terakhir kesimpulan. Pemantauan ulang untuk keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi.Hasil  dari sebuah penelitian  mengenai peran guru Pendidikan  Agama Islam Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Toleransi Antar Umat Beragama Untuk Mewujudkan Sikap Rukun Siswa Di SMP Negeri 15 Kota Malang dapat disimpulkan bahwasannya: (1) Nilai-Nilai-Nilai Toleransi  ynag dimiliki oleh siswa yang pertama adalah sikap saling  menghargai dan menghormati  seluruh agama yang dianut oleh siswa. Menanamkan rasa saling  terbuka dan menyakini akan sebuah perbedaan agama yang dianut oleh seluruh siswa (2) Cara guru  dalam menanamkan n nilai-nilai toleransi pada diri siswa yakni terletak pada proses kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung baik didalam kelas maupun ekstrakulikuler.(3) Peran guru Agama dalam menerapkan sikap saling bekerjasama, tolong menolong dan pembiasaan rukun, toleransi, menghargai terhadap siswa antar umat beragama. ABSTRACT Rohmah, Siti Malikhatur. 2021. The Role of Islamic Religious Education Teachers in Instilling the Values of Inter-religious Tolerance to Realize A Harmonious Attitude in Students at SMP Negeri 15 Malang City, Thesis, Postgraduate Program, Masters in Islamic Education, Islamic University of Malang, Advisor 1: Dr.Rosichin Mansur,S. Fil M.Pd. Supervisor 2: Dr.Mohammad Afifulloh,S.PdI., M.Pd. Keywords: The Role of Islamic Religious Education Teachers, Tolerance Values Between Religions, harmony Attitudes The role of Islamic Religious Education teachers in instilling the values of tolerance has a very important position to foster, direct and provide motivations and make habits related to attitudes based on inter-religious tolerance to all students, in order to create harmony between students and provide harmonious attitude between students of different religions.This study aims to reveal: (1) the form of religious tolerance values carried out in SMP Negeri 15 Malang City. (2) The method of Islamic Religious Education teachers in instilling the values of tolerance between religious communities to create a harmonious attitude among students. (3) The role of Islamic Religious Education teachers in instilling the values of tolerance between religious communities to create a harmonious attitude among students at SMP Negeri 15 Malang City.In this study, the researcher used descriptive qualitative research with a case study approach. And using data collection techniques, namely, non-structured interviews, participant observation, and documentation. Data analysis begins in accordance with the first order of data condensation, secondly presenting data, and finally conclusions. Re-monitoring for the validity of the data is carried out using triangulation.The results of a study on the role of Islamic Religious Education teachers in Instilling Tolerance Values Between Religious People to Realize Rukun Attitudes in Students at SMP Negeri 15 Malang City can be concluded that: (1) Tolerance values possessed by the first student are: mutual respect and respect for all religions embraced by students. Instilling a sense of mutual openness and belief in a religious difference that is embraced by all students (2) The teacher's way of instilling tolerance values in students lies in the ongoing process of teaching and learning activities both in class and extracurricular activities. (3) Roles Religion teachers in applying the attitude of mutual cooperation, mutual help and habituation of harmony, tolerance, respect for inter-religious students. 
BUDAYA TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 1 KEMPO KABUPATEN DOMPU abdul Habi
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.226 KB)

Abstract

Dalam jurnal ini peneliti menfokuskan penelitian di SMA Negeri 1 Kempo Kabupaten Dompu, yaitu pada budaya toleransi antar umat beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi metode wawancara serta observasi. Dokumentasi akan digunakan dengan cara membaca dan menggali informasi dari dokumen dan dari agenda kegiatan keagamaan guru dan siswa. Dan wawancara digunakan untuk menggali informasi yang utuh dari sekolah tersebut. Sedangkan observasi adalah pengamatan secara langsung pada objek penelitian, yakni siswa dan Guru di SMA Negeri 1 Kempo Kabupaten Dompu.Maka kesimpulan dalam Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa guru menggunakan Pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada siswa seperti pendekatan historis, pendekatan sosiologis, pendekatan kultural, pendekatan emosional, pendekatan, keteladana, dan pendekatan rasional serta fungsional. Dan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah metode pembelajaran yang berbasis toleransi dan metode pembelajaran penyampaian materi di kelas seperti metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, kerja kelompok. Sedangkan proses pembelajaran selanjutnya guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Kempo menyampaikan materi pembelajaran tidak hanya dalam ruang kelas, tetapi di luar kelas juga menjadi titik fokus bagi guru seperti kegiatan keagamaan, tadarus, peringatan hari besar Islam, buka puasa bersama dan kegiatan keagamaan lainya, serta saling membantu antar warga sekolah tanpa memandang latar belakang agamanya. Sikap yang demikian ditunjukan langsung oleh guru baik dalam proses belajar mengajar maupun dalam pergaulan dilingkungan sekolah.Kata kunci: budaya toleransi antar umat beragama, pembelajaran pendidikan agama islam
ANALISIS SOSIOLOGI HUKUM ISLAM TERHADAP DISPENSASI NIKAH DALAM PENETAPAN NO 0521/PDT.P/2017/PA/KAB.KDR Teuku Muhammad Alkhalid
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.388 KB)

Abstract

Basically, marriage is a human nature that is recommended by any religion to continue reproduction for human survival. But this marriage of underage wedding practices has a lot of harms than the benefits. Underage marriage is the biggest contributor to divorce. because of lack of maturity psychologically and biologically, it is bad for women's reproductive health that is not mature enough and hampered the space for freedom of expression, creation and obtaining education that is worthy of her. In law number 1 of 1974 concerning marriage article 7 paragraph (1) stated that the age limit marriage for men is 19 years while for women 16 years. With this age limit, the most important thing is to achieve happiness in living a married life. If there are parties who are not old enough in accordance with the regulations of the law, then propose marriage dispensation to the local court. Keywords: marriage, age limit, skill  Pada dasarnya pernikahan merupakan fitrah manusia yang dianjurkan oleh agama manapun untuk meneruskan reproduksi bagi keberlangsungan hidup manusia. Akan tetapi pernikahan praktek pernikah dibawah umur ini banyak mudharatnya dari pada manfaatnya. Pernikahan dibawah umur merupakan penyumbang penceraian tersbesar. karna kurangnya kedewasaan secara psikologis dan biologis, buruk untuk kesehatan reproduksi wanita yang belum cukup dewasa dan terhambat ruang untuk kebebasan berekpresi, berkreasi dan memperoleh pendidikan yang layak diusinya. Dalam undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan pasal 7 ayat (1) disebutkan bahwa batasan umur  perkawinan bagi laki-laki yaitu 19 tahun sedangkan bagi perempuan berusia 16 tahun. Adanya batasan umur ini, hal terpenting adalah untuk mencapai kebahagian dalam menjalani hidup berumah tangga. Apabila ada pihak yang belum cukup umur sesuai dengan peraturan undang-undang tersebut, maka mengajukan dispensasi nikah kepada pengadilan setempat. Kata kunci: perkawinan, batasan umur, kecakapan
TRADISI MEMBACA AL-QUR’AN SEBAGAI PENINGKATAN KECERDASAN SPIRITUAL Sri Sulisnarwati
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.316 KB)

Abstract

Cara yang digunakan dalam menciptakan tradisi membaca Al-Qur’an yakni dengan menerapkannya pada aturan dan kebijakan sekolah.  Adapun langkah-langkah guru meningkatkan kecerdasan spiritual melalui tradisi membaca Al-Qur’an melalui 3 tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Keberhasilan yang dicapai dalam meningkatkan kecerdasan spiritual melalui tradisi membaca Al-Qur’an dilihat dari sudut pandang spiritual-keagamaan, sosial-keagamaan, dan etika-keagamaan dalam kriteria yang baik. Kata kunci: tradisi membaca Al-Qur’an, kecerdasan spiritual The method used in creating the tradition of reading Al-Qur'an is by applying it to school rules and policies. The teacher's steps improve spiritual intelligence through the Al-Qur'an reading tradition through 3 stages: preparation, implementation, and evaluation. The success achieved in improving spiritual intelligence through the Al-Qur'an reading tradition is seen from a spiritual-religious, socio-religious, and ethical-religious perspective in good criteria. Keywords: Al-Qur'an reading tradition, spiritual intelligence