cover
Contact Name
Prihatin Oktivasari
Contact Email
jalaludin.rasyid@pnj.ac.id
Phone
+62818864451
Journal Mail Official
p3m@pnj.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. DR. G.A. Siwabessy, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL POLI-TEKNOLOGI
ISSN : 14122782     EISSN : 24079103     DOI : https://doi.org/10.32722/pt.v20i1
Poli-Teknologi Journal is a journal, which began publication in 2002, published by the Research and community service Unit of Politeknik Negeri Jakarta. It starts from Volume 1 Number 1 in January 2022 for printed version; ISSN (print) 1412-2782 and ISSN (online) 2407-9103. Poli-Teknologi Journal is a series of scientific publications in applied science and technology area from the perspective of a multi and interdisciplinary studies and it is published 3 times in year.
Articles 410 Documents
PERANCANGAN SISTEM PRESENSI MERESPON POLA SIDIK JARI DARI SENSOR FINGERPRINT B. S. Rahayu Purwanti; Fathan Ayyasy Mursyid; Senja Deva Rizki Kusmujianti
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v17i2.1233

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas perancangan system presensi yang didesain terkoneksi ke solenoid pengunci model pintu ruangan. Permasalahan dalam artikel ini dilatarbelakangi tindakan mahasiswa, kecurangan mengubah tanda tidak hadir “0” menjadi hadir “1” pada Formulir Kehadiran. Tindakan mahasiswa penting diminimalisir untuk antisipasi semakin meluasnya kecurangan. Sistem presensi finger print telah dikenal penggunaannya di kantor, sekolah, hotel, dan pabrik. Bahkan telah dipasang di beberapa layanan umum misalnya rumah sakit, bank, taman nasional serta di beberapa sarana prasarana umum lainnya. Identifikasi pola sidik jari dapat merekam data kehadiran mahasiswa, dosen di ruang kelas. Metode absen manual dengan menandai 1 (hadir) dan 0 (tidakhadir), sudah saatnya berbasis teknologi. Hal ini penting untuk membantu petugas admin dapat menginput datapresensi ke Unisys sesuai Form Daftar Hadir Mahasiswa. Perancangan system presensi melalui identifikasi pola sidik jari mengadopsi cara kerja Unisys. Jari yang teridentifikasi oleh sensor solenoid mentriger terbukanya pintu ruang kelas. Pola sidik jari sebelumnya telah didaftarkan terlebih dahulu dan terdata di database. Akses database secara wireless oleh modul ESP8266. Data yang tersimpan di database adalah nama, ID fingerprint, NIM, dan waktu masuk. Setelah data berhasil terinput ke database, solenoid door lock dan motor servo aktif untuk membuka pintu. Pintu tertutup secara otomatis ketika limit switch aktif. Selenoid mendapat trigger dan pintu terbukan otomatis. Perancangan system presensi telah berhasil merespon 6 posisi pola sidik jari (fingerprint), teridentifikasi sesuai databse. Respon posisi sidik jari juga telah terintegrasi pada buka/ tutup model pintu dengan pengunci selenoid.Katakunsi: database, ESP8266. fingerprint, presensi, solenoid.
ANALISIS PERFORMANCE KINCIR ANGIN SUMBU VERTIKAL TIGA SUDUT DENGAN KELENGKUNGAN 90° Peri Pitriadi; Reza Bachmid; I Made Susanto
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v17i2.1234

Abstract

ABSTRACTWind energy potential in indonesia based on BMKG data quite high where speed rate of wind is 10,28 m/s because of that its needed wind energy converter which suitable with that wind rate profil. In wind utilization as source of energy, especially as motion energy, equiptment be required which function as catcher of energy from wind as we know as windmill. This research intend to find and explain the best performance from windmill with vertically axis three blade with curvature 90. The development of pinwheel which do by change the blade savonius windmill become curvature 90 and designed with aspect ratio = 2,8 , overlap = 0,2 cross-sectional area of windmill is 0,07m2. Research carried out with wind speed from 1,6 m/s till 4,2 m/s. In reasearch measurement do by wheel shaft rotation, current and output voltage DC generator for each different wind speed. Based on the result of the reasearch, windmill vertically axis three blade able to extracted wind power become wind generator (output) with rate 30%. The best performance from windmill vertically axis three blade with curvature 90 have highest coefficient power value at wind speed = 2,2 m/s that is 0,4.Keywords: Wind Power, windmill type 90 blade, three blade, coefficient power.ABSTRAKPotensi energi angin di Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan berdasarkan data BMKG cukup tinggi , dengan kecepatan angin rata-rata 10,28 m/s oleh karena itu diperlukan sistem konversi energi angin yang sesuai dengan profil kecepatan angin tersebut. Dalam pemanfaatan angin sebagai sumber energi, terutama sebagai energi gerak, dibutuhkan alat yang berfungsi sebagai penangkap energi dari angin yang dikenal sebagai kincir angin. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menjelaskan kinerja terbaik dari kincir angin sumbu vertikal tiga sudu dengan kelengkungan 90°. Pengembangan kincir yang dilakukan yaitu merubah bentuk sudu kincir angin savonius menjadi kelengkungan 90° dan dirancang dengan aspek rasio = 2,8 ,overlap = 0,2 luas penampang kincir angin adalah 0,07 m2. Penelitian dilakukan dengan kecepatan angin dari 1,6 m/s sampai 4,2 m/s. Dalam penelitian dilakukan pengukuran terhadap putaran poros kincir , arus dan tegangan keluaran generator DC untuk setiap kecepatan angin yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian, kincir angin sumbu vertikal tiga sudu mampu mengekstraksi daya angin menjadi daya generator (output) rata-rata 30% .Kinerja terbaik dari kincir angin sumbu vertikal tiga sudu dengan kelengkungan 90° memiliki nilai koefisien power tertinggi pada kecepatan angin = 2,2 m/s yaitu 0,4.Kata kunci: Energi angin, Kincir angin tipe sudu 90°, Tiga Sudu, Koefisien power
PENGARUH IMPOSISI DESAIN KEMASAN TERHADAP KALKULASI HARGA POKOK PRODUKSI Endang Yuniarti; Emmidia Djonaedi; Delila Mediana
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 17 No. 3 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v17i3.1259

Abstract

ABSTRACTIn the packaging production process, the material that have great influences the price of a packaging is paper material. The arrangement and placement of a product design called imposition in printing platesisdetermines the amount of paper used. If the imposition is not used optimally, the more paper used then the more waste produced. This results in considerable losses for the company. Therefore, this research aims to be low-cost and minimumwaste. The method used is the calculation of production price calculations (HPP) with duplex 350 gsm paper samples. Variations of the imposition used are: Imposition Not Inserts (TS), Insert (S), Join Not Inserts (GTS) and Insert Inserts (GS). This study produces that the imposition of TS produces the lowest waste of 10.87%. While the lowest price is GS imposition, which is Rp. 328.00 per package.Key words: packaging, imposition, waste, priceABSTRAKPada proses produksi kemasan, material yang sangat mempengaruhi dalam penentuan harga sebuah kemasan adalah material kertas. Pengaturan dan penempatan tata letak suatu desain produkyang sering disebut imposisi dipakai pada pembuatan pelat cetak sangat menentukan jumlah kertas yang digunakan. Jika imposisi tidak dimanfaatkan secara optimal maka kertas yang digunakan makin banyak dan waste yang dihasilkan akan semakin banyak juga. Hal ini berakibat kerugian yang cukup besar bagi perusahaan. Maka penelitian ini bertujuan untuk murah dan yang menghasilkan waste paling sedikit. Metode yang digunakan adalah perhitungan kalkulasi harga produksi (HPP) dengan sampel kertas dupleks 350 gsm. variasi imposisi yang digunakan, antara lain: Imposisi Tidak Sisip (TS), Sisip (S), Gabung Tidak Sisip (GTS) dan Gabung Sisip (GS). Penelitian ini menghasilkan bahwa imposisi TS menghasilkan sampah (waste) paling rendah sebesar 10,87%. Sedang yang memiliki harga paling murah adalah imposisi GS, yaitu sebesar Rp. 328,00 per kemasan dengan oplah 10.000 pcs.Kata kunci : kemasan, imposisi, sampah, harga
PERANCANGAN SISTEM PENDETEKSIAN KANTONG KOSONG PADA 662-BT1 UNTUK MENGURANGI FREKUENSI BAG GAP PADA 672-PA1 Sonki Prasetya; M.Nashirul Mahasin; Hendra Susanto
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 17 No. 3 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v17i3.1260

Abstract

ABSTRACTA Packhouse is one of the cement packing area commonly exist in a cement plant. There are 2 primary machines used in packing cement process, namelya packer machine and a palletizer. A palletizer is an equipment for organizing the cemet bag on the pallet. The cement are organized in twotypes of pattern layer either 3&2 or 2&3 pattern. An alignment belt is utilized in order to set the position of bag based of the pattern. Furthermore, the timing belt provides a function to ensure gap between cement more than 100mm. If the gap is not achieved, the palletizer will be switched off the automation system, and show the bag gap notification. In december, it was recorded 365 times of palletizer automation failure caused by bag gap alarm. Therefore, there are 22.995 product loses. Most of bag gap problem is caused by an empty bag. The position of the failed product (empty cement bag)stick with the cement product.To prevent the empty bag enters the palletizer system by evacuating it pass through the belt trap, an additional photocell sensor can be added. It has the function to detect lenght of cement bag and gives an input to controller (PLC). The PLC process the input based on the time interval detection.The sistem will active if the set point in its program is reached.Thetrigger sensor detects the failed product.Furthermore, 662-BT1 will reject the cement bag.The aim of this study is design the system to deccrease the frequency of system failure caused by failed cement bag that enters the palletizer system. This willhelp the system when the problem rises.Implementation of this system decreases the bag gap alarm caused by the empty bag. Thus, the performance of palletizer will increase.Key words :bag gap, PLC,overlap, belt trap.ABSTRAKPackhouse adalah area packing semen yang terdapat pada setiap pabrik semen. Terdapat dua alat utama yang digunakan dalam proses packing semen yaitu: Packer Machine dan Palletizer. Palletizer adalah alat yang digunakan untuk menata semen di atas pallet. Semen tersebut terdiri dari 2 pattern layer yaitu: pattern 3 2 dan pattern 2 3.Posisi semen diatur pada alignment belt, alignment belt mendapat umpan semen dari Timing Belt, timing belt berfungsi memastikan jarak antar semen yang diumpan tidak kurang dari 100 mm. Jika jarak antar semen tidak tercapai maka palletizer akan mematikan sistem otomatisasinya, dan akan menampilkan alarm bag gap. Pada bulan desember 365 kali kegagalan sistem otomatisasi palletizer disebabkan oleh alarm bag gap dan menyebabkan loses sejumlah 22.995 produk. Salah satu penyebab bag gap adalah adanya kantong semen kosong yang terevakuasi oleh packer machine dan terbaca oleh sensor pada palletizer yang berfungsi untuk mendeteksi jarak antar kantong semen. Posisi kantong semen kosong tersebut overlap dengan kantong semen.Pencegahan kantong kosong masuk kedalam sistem palletizer yaitu mengeluarkannya dari sistem transport melalui belt trap, dengan cara menambahkan sensor photocell dan program pada PLC. Sensor photocell berfungsi mendeteksi panjang semen dan memberi inputan pada PLC, PLC mengolah inputan berdasarkan lama waktu pendeteksian kantong semen, jika setpoint tercapai dan produk terdeteksi sensor trigger maka 662-BT1 akan bekerja untuk mengeluarkan produk dari transport. Tujuan dari studi ini adalah merancang sistem untuk mengurangi frekuensi kegagalan pada sistem yang sudah ada akibat adanya kantong semen kosong yang masuk kedalam sistem palletizer dan mempermudah proses penanganan. Setelah penerapan sistem ini aktifnya alarm bag gap akibat adanya bag kosong dapat berkurang dan produktifitas palletizer dapat meningkat.Kata kunci :bag gap, PLC,overlap, belt trap.
ANALISA PENGEMBANGAN SISTEM SYNCCHROMESH UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI PADA KENDARAAN LISTRIK Emir Ridwan; Fuad Zainuri; Danardono Danardono; M. Adhitya; Sonki Prasetya; Fachruddin Fachruddin; Asep Apriana; Dianta Mustofa Kamal
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 17 No. 3 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v17i3.1261

Abstract

ABSTRACTThe transmission to be developed in this research a manual transmission type synchromesh which will be combined with the addition of replacement clutch in the form of cone. From the research of electric vehicles that have been carried out still retain the use of manual transmission for changing from conventional vehicles fuels oil by replacing the engine with a motor as a driver. This research was conducted to design synchromesh system on manual transmission which allows gearshift done without reduction of torque in one axis so as to produce gear shifting that does not experience slowing of vehicle to improve motor efficiency in electric vehicle. The mathematical model for the propulsion system is developed using the Matlab / Simulink software package, where the throttle engine angle and the power draw synchronously as a control signal to adjust the synchromesh in shifting then simulate, process and compare to obtain the effectiveness value of the control algorithm . The designs that have been made will be tested to obtain the optimal value of the transmission performance that has been designed. The simulation image of the development of the shift in the development manual transmission uses dynamic models of external and internal linkage, synchronization and drivetrain output.Keywords: transmission , efficiency, synchromesh, simulinkABSTRAKTransmisi yang akan dikembangkan pada penelitian ini adalah transmisi manual jenis synchromesh yang akan dikombinasikan dengan penambahan pengganti kopling berupa cone .Dari penelitian kendaraan listrik yang sudah dilakukan tetap mempertahankan penggunaan transmisi manual karena merubah dari kendaraan konvensional berbahan bakar minyak dengan menggantikan mesin dengan motor sebagai penggerak. Penelitian ini dilakukan untuk mendesain sistem synchromesh pada transmisi manual yang memungkinkan perpindahan gigi dilakukan tanpa pengurangan torsi di salah satu poros sehingga menghasilkan perpindahan gigi yang tidak mengalami perlambatan kendaraan untuk meningkatkan efisiensi motor pada kendaraan listrik. Model matematika untuk sistem propulsi dikembangkan dengan menggunakan paket perangkat lunak Matlab / Simulink , di mana sudut mesin throttle dan kekuatan menarik sinkron sebagai sinyal kontrol untuk mengatur synchromesh pada perilaku pergeseran, kemudian hasinya simulasi, diolah dan dibandingkan untuk mendapatkan nilai efektivitas algoritma control. Rancangan yang telah dibuat akan diuji untuk mendapatkan nilai optimal dari unjuk kerja transmisi yang telah dirancang .Gambaran simulasi pengembangan pergeseran pada transmisi manual pengembangannya menggunakan model dinamis dari eksternal dan internal linkage, sinkronisasi dan output drivetrain.Kata kunci : transmisi, efisiensi, synchromesh, simulink
Cover Politeknologi Vol 17 No 3 September 2018 Tim Editor Tim Editor
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 17 No. 3 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v17i3.1262

Abstract

STUDI PENGARUH MAGNETISASI BAHAN BAKAR BIODIESEL TERHADAP KEKUATAN DIELEKTRIK Ariek Sulistyowati; Emir Ridwan; Tatun Hayatun Nufus; Budi Yuwono; Budi Santoso
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 17 No. 3 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v17i3.1263

Abstract

ABSTRACTOne of the efforts to determine the quality of combustion on the egine is the dielectric constant, therefore the purpose of this study is to make a device to test the fuel dielectric constants and observe the effect of the magnetic field strength on the fuel dielectric constant, the dielectric constant measurement is done by measuring the capacitance through a capacitor plate made of copper PCB and LCR measuring instrument. Initial testing uses air as the object at the same time for calibration. Furthermore, the object used is a mixture of biodiesel and diesel fuel. these data are compared between the biodiesel dielectric constant without the influence of magnetism and with biodiesel fuel which is influenced by magnetic fields. The measurement results show thatThe dielectric constant value of the frequency range 0 Hz to 550 Hz has fluctuations up and down so that the value is random. The frequency range of 600 Hz to 2000 Hz dielectric constant tends to decrease exponentially as frequency increases. The greater the magnetic field given to the biodiesel fuel, the smaller the dielectric constant value. this means that the moment of the dipole is more directed so that the combustion process can take place better.Key words : magnet field, biodiesel, dielectric constanta.ABSTRAKSalah satu upaya untuk mengetahui kualitas pembakaran pada engine yaitu konstanta dielektrik, oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah membuat alat untuk menguji konstata dielektrik bahan bakar dan mengamati pengaruh kuat medan magnet terhadap konstanta dielektrik bahan bakar tersebut, pengukuran konstanta dielektrik dilakukan dengan cara mengukur kapasitansinya yaitu melalui plat kapasitor terbuat dari PCB tembaga dan alat ukur LCR. Pengujian awal menggunakan udara sebagai objeknya sekaligus untuk kalibrasi. Selanjutnya objek yang digunakan bahan bakar campuran biodiesel dan solar. Data-data ini dibandingkan antara konstanta dielektrik biodiesel tanpa pengaruh magnet dan dengan bahan bakar biodiesel yang dipengaruhi medan magnet. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai konstanta dielektrik rentang frekuensi 0 Hz sampai 550 Hz mengalami fluktuasi naik turun sehingga nilainya acak. Rentang frekuensi 600 Hz sampai 2000 Hz nilai konstanta dielektrik cenderung menurun secra eksponensial seiring dengan bertambahnya frekuensi.Semakin besar medan magnet yang diberikan pada bahan bakar biodiesel semakin kecil nilai konstanta dielektriknya.artinya momen dipolenya semakin terarah sehingga proses pembakaran dapat berlangsung lebih baik.Kata kunsi :medan magnet, biodiesel, konstanta dielektrik.
INOVASI RANCANGAN MOBILE PIG RECEIVER UNTUK DIAMETER PIPELINE 10” SAMPAI 16” Agus Edy Pramono; Eric Guntur Wibowo
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 17 No. 3 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v17i3.1264

Abstract

ABSTRACTPigging process done to clean pipeline from water, waste, or residue from the result of welding on pipeline. The quality of gas distributed it would affect if there are remaining residue in the pipeline. The pipeline will also faster rusty if there water left in the pipeline , the corrosion on the pipe can be determined according to the corrosion coupon attached to the pipeline. After pigging process or cleaning done, pig receiver would not be used until the next process pigging or cleaning. Because this arise the idea of design pig receiver with eccentric reducer which can be replaced so pig receiver can be used on another size pipeline at a same plant or same station. This device consist of main shell that used to store pig which come from pipeline and eccentric reducer to adapt pipeline size with main shell. This device equipped with locking mechanism using thread at top and bottom that operated manually. This mechanism used to lock up the vessel lid and eccentric reducer that is connected to main shell, so operator can easily open the vessel lid and replace eccentric reducer according to needs. In this design the pig receiver design made for gas pipeline with maximum operasional pressure 660 [psig], pipeline diameter size 10” to 16” with 18” main shell diameter.Key words : Pig receiver, eccentric reducer, pigging, size.ABSTRAKProses pigging dilakukan untuk membersihkan jalur pipa dari air, kotoran, maupun sisa hasil pengelasan pada sambungan jalur pipa. Kualitas gas yang didistribusikan akan berpengaruh jika ada kotoran yang tersisa di dalam jalur pipa. Jalur pipa juga akan lebih cepat berkarat jika ada air yang tertinggal di dalam jalur pipa, laju korosi pada jalur pipa dapat ditentukan dari hasil pengamatan corrosion coupon yang dipasang pada jalur pipa. Setelah proses pigging atau pembersihan dilakukan, pig receiver tidak akan digunakan sampai proses pigging atau pembersihan berikutnya. Oleh sebab itu timbul gagasan untuk merancang pig receiver dengan eccentric reducer yang dapat diganti sehingga pig receiver dapat digunakan pada ukuran jalur pipa lainnya pada sebuah plant atau station yang sama. Alat ini terdiri dari main shell yang berfungsi sebagai tempat menyimpan pig yang datang dari pipeline dan eccentric reducer untuk menyesuaikan ukuran pipeline dengan main shell. Alat ini dilengkapi dengan mekanisme penguncian menggunakan ulir transmisi pada bagian atas dan bawah yang dioperasikan secara manual. Mekanisme ini digunakan untuk mengunci tutup bejana dan eccentric reducer yang terhubung pada main shell, sehingga operator dapat dengan mudah membuka tutup bejana dan dapat mengganti eccentric reducer sesuai kebutuhan. Dalam rancangan ini dibuat desain Pig Receiver untuk pipa gas dengan tekanan operasional maksimum 660 [psig], diameter jalur pipa sebesar 10” sampai 16” dengan diameter mayor shell adalah 18”.Katakunsi : Pig receiver, eccentric reducer, pigging, ukuran.
OPTIMASI CHANNEL XRD ARL9900 SEBAGAI METODE ALTERNATIF UNTUK ANALISA LIMESTONE DALAM SEMEN Sugeng Mulyono; Dzakiyatul Azizah; Hafit Setiyabudi
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 17 No. 3 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v17i3.1265

Abstract

ABSTRACTLoss On Ignition (LOI) is one of the parameters of cement testing analysis to determine the percentage of substance lost from the sample in a certain time and temperature. LOI cement is mainly caused by loss of water and carbon dioxide content in CaCO3 (Calcite) carbonate compounds in Limestone at 950°C.From the results of this test can be predicted Limestone filler content in cement. Conventional methode of LOI is less efficient because need a relatively long time of about 2 hours and even more. The impact of this problem may lead to delays in production control decision making.The purpose of this research is to make LOI testing more efficient and also produced Calcite Curve as a secondary method for LOI testing. At PT Holcim Indonesia Laboratory there is Xray Fluorescence (XRF) instrument equipped with Xray Diffraction (XRD) channel which can be used for LOI analysis so that the testing process can be faster.The implementation method is made by making a correlation between Calcite with LOI and making Calcite calibration curve in channel XRD then sample tested.From the results of this research trials obtained LOI test results with XRD 7 minutes 34 seconds with accuration percentage is 44,67% and testing with wet method obtained 2 hours 27 minutes 57 seconds. From these results it can be concluded that LOI testing using XRD is 2 hours 20 minutes 23 seconds faster than wet method but not yet accurate. This method is still in the evaluation stage, it is necessary to repair to minimize percent error so that the test result more efficient and accurate, that is by modification of sample preparation or modification of Xray calibration parameter.Keywords: LOI, Calcite, Calibration curve, XRF, XRDABSTRAKLoss On Ignition (LOI) atau kandungan hilang pijar adalah salah satu parameter analisis pengujian semen untuk mengetahui persentase kandungan zat yang hilang dari sampel dalam waktu dan suhu tertentu. LOI semen terutama disebabkan oleh hilangnya kandungan air dan karbondioksida dalam senyawa karbonat CaCO3 (Calcite) dalam Limestone pada suhu 950oC. Berdasarkan hasil pengujian ini dapat diprediksi kadar Limestone filler dalam semen, karena bisa dihitung dari kandungan Calcite yang terdapat dalam Limestone filler.Metode konvensional pengujian LOI kurang efisien karena memerlukan waktu yang relatif lama yaitu sekitar 2 jam bahkan lebih. Dampak dari masalah ini bisa menyebabkan terjadinya keterlambatan dalam pengambilan keputusan kontrol produksi.Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat pengujian LOI menjadi lebih efisien dan juga dihasilkan Kurva Calcite sebagai metode alternatif untuk pengujian LOI. Di Laboratorium PT Holcim Indonesia terdapat instrument Xray Fluorescence (XRF) yang dilengkapi dengan channel Xray Diffraction (XRD) yang bisa dimanfaatkan untuk analisa LOI sehingga proses pengujiannya bisa lebih cepat.Metode pelaksanaan dibuat dengan cara membuat korelasi antara Calcite dengan LOI dan pembuatan kurva kalibrasi Calcite di channel XRD lalu dilakukan uji coba sampel.Berdasarkan hasil uji coba penelitian ini didapatkan hasil pengujian LOI dengan XRD 7 menit 34 detik dengan tingkat akurasi sebesar 44,67%, dan pengujian dengan metode wet didapatkan 2 jam 27 menit 57 detik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengujian LOI menggunakan XRD lebih cepat 2 jam 20 menit 23 detik dibandingkan dengan metode wet tetapi belum akurat. Metode ini masih dalam tahap evaluasi, diperlukan adanya perbaikan untuk meminimalisir persen error supaya hasil pengujian lebih efisien dan akurat, yaitu dengan cara modifikasi preparasi sampel atau modifikasi parameter kalibrasi Xray.Kata Kunci : LOI, Calcite, Kurva kalibrasi, XRF, XRD
PENGGUNAAN STEEL GRIT G25 PADA SANDBLASTING BAJA KARBON RENDAH JIS-G3101-SS400 Muslimin Muslimin; Azam Milah Muhamad
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 17 No. 3 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v17i3.1266

Abstract

ABSTRACTSandblasting is an abrasive particles shooting to material surface for cleaning dust, paint, and rust, along as increasing material surface structure quality for coating, painting and other adhesive process. Al2O3 and steel grit are the most abrasive particles used in this process. Al2O3 is reusable particle inspite of more expensive and producing more dust. On the other hand, steel grit is cheaper and producing less dust. This article focuses on the use of the new and the reused steel grit G25 in sandblasting process of construction material low carbon steel. The objective is to study the effect of the new and reused abrasive material steel grit in sandblasting process on the surface quality. The methods of this experiments are comparing the surface quality of sandblasting process of new and once reused steel grit G25 using the same experimental parameters. Fixed parameter in this experiment is the nozzle pressure, 5 bar, while the independent variables are process distance (15 cm, 25 cm, and 30 cm) and the process time (25 s, 45 s, 120 s). Testing analyses in this experiments are roughness test ASTM D7127-13 and coating thickness test ASTM D-7091. Result of the experiment are coating thickness result are the highest 120 μm and the least 94,14 μm for the new steel grit, while 89,88 μm and 58,58 μm the highest and least for the once used steel grit. Highest roughness result for the new steel grit are 21,4 μm and once used steel grit 17,8 μm, while the least rough are 18,1 μm for the new steel grit and 3, 452 μm for once used steel grit. The once used steel grit G25 still can be accepted as abrasive material in sandblasting process but with less good quality than the new one.Key words :sandblasting, new steel grit G25, new steel grit G25, surface roughness.ABSTRAKSandblasting adalah suatu proses penembakan partikel abrasif ke suatu permukaan untuk membersihkan debu, cat, dan karat, dan membuat tekstur permukaan material agar lapisan pelindung dapat menempel lebih baik. Partikel abrasif yang banyak digunakan dalam proses sandblasting adalah Al2O3 dan steel grit. Partikel Al2O3 memiliki ketahanan abrasive yang tinggi, tetapi harganya lebih mahal dan menghasilkan debu proses lebih banyak. Sedangkan, steel grit harganya lebih murah dan sedikit menghasilkan debu proses. Penelitian ini berfokus pada penggunaan material abrasif steel grit G25 baru dan pemakaian ulang untuk proses sandblasting baja karbon rendah untuk material konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh penggunaan steel grit G25 dan penggunaan ulangnya terhadap kualitas permukaan hasil sandblasting.Metode yang digunakan, yaitu dengan membandingkan hasil proses sandblasting dengan partikel steel grit G25 baru dan partikel steel grit G25 pemakaian ulang (1 kali pemakaian) dalam parameter uji yang sama. Parameter tetap yang digunakan yaitu tekanan nozzle sebesar 5 bar, sedangkan variabel bebasnya yaitu jarak (15 cm, 25 cm, dan 30 cm) dan waktu penembakkan (25 detik, 45 detik, dan 120 detik). Analisis pengujian yang digunakan adalah uji kekasaran ASTM D7127-13 dan uji ketebalan cat ASTM D7091. Nilai ketebalan cat tertinggi steel grit baru 120 μm, steel grit ulang 89,88 μm, dan terendah steel grit baru 94,14 μm, steel grit ulang 58,58 μm. Nilai kekasaran tertinggi steel grit baru 21,4 μm, steel grit ulang 17,8 μm, dan terendah steel grit baru 18,1 μm, steel grit ulang 3,452 μm. Penggunaan steel grit G25 penggunaan baru lebih baik dibandingkan dengan penggunaan ulangnya, dengan hasil pengujian steel grit baru yang lebih tinggi dengan penggunaan ulang.Katakunsi : sandblasting, steel grit G25 baru, Steel grit G25 sekali pakai, kekasaran permukaan.