cover
Contact Name
Ni Luh Putu Tejawati
Contact Email
tejawati@mahadewa.ac.id
Phone
+6281338170686
Journal Mail Official
nirwasita@mahadewa.ac.id
Editorial Address
Jl. Seroja No.57, Tonja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27746542     DOI : 10.5281/zenodo.6393309
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Nirwasita dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. Jurnal ini berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan sejarah serta kajian sosial budaya yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran sejarah
Articles 94 Documents
Historiaksi 4.0 Membawa Cerita Rakyat ke Era Digital Pembelajaran Sejarah Lokal untuk Siswa SD: Historiaksi 4.0 Brings Folklore into the Digital Age: Local History Learning for Elementary School Students Falian Nindya; Ifa Aulia; Adinda Anis
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v7i1.6246

Abstract

Di tengah ledakan teknologi dan gempuran budaya luar, pelajaran sejarah di sekolah dasar masih bergantung pada hafalan dan buku paket. Meskipun demikian, sejarah dapat bertahan dan memiliki makna jika di tanamkan dalam cerita yang dekat dengan siswa. Dalam artikel ini, model historiaksi juga dikenal sebagai ”sejarah dalam tindakan” yang diajukan sebagai pendekatan inovatif yang menggabungkan cerita rakyat lokal, cerita digital, dan kurikulum karakter. Penulis menilai efektivitas Historiaksi sebagai penghubung antara identitas budaya dan keterampilan abad ke-21 dengan menggunakan metode systematic Literature Review (SLR) dan pendekatan deskriptif kualitatif. Kajian menunjukkan bahwa siswa lebih terlibat secara aktif, memahami konteks sejarah lokal, dan mampu merefleksikan nilai-nilai budaya leluhur mereka. Historiaksi tidak hanya memberikan pengetahuan tentang sejarah, tetapi juga menghidupkan sejarah. Mengingat profil Pelajar Pancasila dan semangat History Without Borders, inovasi ini layak diterapkan secara nasional untuk pembelajaran sejarah masa depan.
Sejarah Lokal dalam Genggaman: Strategi Edukasi Digital untuk Generasi Muda: Local History in the Palm of Your Hand: A Digital Education Strategy for the Young Generation Louisa Elizabeth Aritonang; Anita Anargia Sigiro; Intan Ratna Sari Lase
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v7i1.6247

Abstract

Dalam lanskap kontemporer yang didominasi revolusi digital, meskipun akses informasi global sangat mudah, terdapat paradoks di mana pemahaman mendalam mengenai identitas kultural dan warisan lokal justru berpotensi kabur, khususnya bagi generasi muda yang terintegrasi dengan teknologi modern. Sejarah lokal, yang merupakan fondasi krusial dalam pembentukan jati diri kolektif dan penguatan rasa kebangsaan, kerap terpinggirkan oleh narasi global yang lebih menarik. Menyadari urgensi ini, transformasi pendekatan edukasi sejarah lokal sangat diperlukan agar selaras dengan dinamika perkembangan zaman. Selain itu, digitalisasi konten sejarah, mulai dari foto, peta lama, cerita rakyat, hingga artefak, menjadi krusial untuk memudahkan akses dan pelestarian sumber sejarah lokal. Pengembangan media interaktif seperti video dokumenter pendek, podcast, atau tur virtual lokasi bersejarah juga memainkan peran penting dalam menarik minat dan mengembangkan kreativitas generasi muda. Keberhasilan implementasi integrasi edukasi digital ini tidak terlepas dari kerjasama strategis dengan sekolah, termasuk pembuatan modul pembelajaran sejarah lokal yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, masa depan sejarah lokal di era digital bukan hanya tentang mempertahankan narasi masa lalu, tetapi tentang memberdayakannya melalui inovasi teknologi. Pemanfaatan teknologi secara strategis memungkinkan revitalisasi narasi-narasi lokal dan penguatan identitas budaya di tengah arus globalisasi informasi, menjadikan sejarah lokal bagian integral dari pengalaman dan jati diri generasi mendatang.
Dari Situs Ke Situs Web: Transformasi Media Pembelajaran Sejarah Lokal Di Era Digital: From Site to Website: Transforming Local History Learning Media in the Digital Age Atsir Al Atsari; Nurachmah Sabina; Meirizka Fahriyah; Muhammad Anggie Farizqi Prasadana
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v7i1.6248

Abstract

Akses dan kualitas pembelajaran sejarah lokal Kesultanan Banten bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) masih terbatas akibat minimnya media digital yang relevan dan inklusif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran sejarah Kesultanan Banten berbasis digital, bernama Bantenedia. Metode yang digunakan adalah R&D model Hannafin & Peck. Penelitian ini mengumpulkan data kualitatif (wawancara analisis kebutuhan) dan kuantitatif (uji validitas desain oleh ahli materi dan media). Lingkup penelitian hanya sampai tahap pengembangan media. Bantenedia, sebuah chatbot berbasis website (Smojo AI), akan dikembangkan. Fitur utamanya mencakup materi sejarah Kesultanan Banten, jelajah situs, chatbot interaktif (AI), dan kuis (Quizizz). Uji validitas menunjukkan Bantenedia layak hingga sangat layak (materi: 80% & 95%; media: 89%). Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa Bantenedia adalah media pembelajaran digital inovatif yang berhasil dikembangkan dan divalidasi oleh ahli, sehingga diharapkan bisa menjadi solusi untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pembelajaran sejarah lokal bagi ABK.
Revitalisasi Warisan Leluhur Melalui Pembelajaran Sejarah Lokal Berbasis Teknologi Digital: Revitalising Ancestral Heritage Through Digital Technology-Based Local History Learning Muhammad Aiman Azhar
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v7i1.6249

Abstract

Era globalisasi telah mempercepat pergeseran nilai budaya dan melemahkan keterikatan generasi muda terhadap sejarah lokal dan warisan budaya, termasuk La Galigo. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi Komik Digital Augmented Reality (AR) sebagai media inovatif dalam revitalisasi La Galigo agar tetap relevan dengan konteks generasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, memanfaatkan studi pustaka dan analisis konten. Hasil kajian menunjukkan bahwa komik AR mampu menghadirkan pengalaman belajar imersif melalui penggabungan teks, visual, audio, dan interaksi digital, sehingga memudahkan siswa memahami sekaligus menghayati nilai-nilai budaya dan konservasi lingkungan yang terkandung dalam La Galigo. Kendala utama meliputi perbedaan kemampuan persepsi informasi antar siswa, keterbatasan akses perangkat digital, serta keterampilan guru yang masih rendah dalam mengintegrasikan teknologi ke pembelajaran. Solusi yang diusulkan mencakup model pembelajaran adaptif, pelatihan guru, dan strategi penggunaan perangkat secara bergiliran di sekolah. Studi ini menyimpulkan bahwa komik AR tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran yang menarik, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk membangun kesadaran budaya dan ekologis generasi muda melalui revitalisasi sejarah lokal.

Page 10 of 10 | Total Record : 94