cover
Contact Name
Ni Luh Putu Tejawati
Contact Email
tejawati@mahadewa.ac.id
Phone
+6281338170686
Journal Mail Official
nirwasita@mahadewa.ac.id
Editorial Address
Jl. Seroja No.57, Tonja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27746542     DOI : 10.5281/zenodo.6393309
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Nirwasita dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. Jurnal ini berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan sejarah serta kajian sosial budaya yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran sejarah
Articles 94 Documents
Dampak Politik Konflik Yaman Tahun 2011: Political Impact of the 2011 Yemen Conflict
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i1.3548

Abstract

Konflik Yaman adalah suatu konflik bersenjata yang semakin besar dan merupakan hasil dari gejolak sebelumnya yang terjadi selama bertahun tahun , yang bermula dari ketidakpuasan warga negara-negara Arab terhadap pemerintah mereka. Gelombang protes yang pertama pecah di Tunisia pada Desember 2010, kemudian menyebar ke negara Arab lainnya.dan juga telah dicap sebagai “krisis kemanusiaan terburuk” oleh PBB, krisis Yaman telah menjadi sebuah Konflik yang telah menimbulkan banyak korban jiwa, kehancuran, kekerasan, dan anarki. Dibagi menjadi dua utama blok, koalisi militer yang dipimpin Saudi dengan dukungan Amerika Serikat dan Persatuan Arab Emirates berperang melawan pemberontak Houthi yang diduga didukung oleh Iran. Intervensi dari Berbagai negara telah menimbulkan kecurigaan akan adanya agenda tersembunyi dalam konflik tersebut. Dari Dari sudut pandang geopolitik, konflik ini dinilai strategis bagi kepentingan negara Terlibat, sehingga memperpanjang jalannya konflik dan mempersulit tercapainya penyelesaian Perang Saudara Yaman. Konflik Yaman pasca arab spring juga menjadi salah satu konflik yang terjadi di Timur Tengah terkena dampak Arab spring pada tahun 2014 konflik lain muncul ketika Houthi melancarkan serangan militer dan berhasil merebut kendali ibu kota Yaman, Sana'a. Hingga akhirnya Presiden Hadi melarikan diri ke Arab Saudi akan meminta intervensi internasional Kata-Kata Kunci : Yaman, Intervensi, Houthi, Geopolitik, Arab spring.
Analisis Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Modul Ajar Mata Pelajaran Sejarah Kelas X Materi Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia: Analysis of Differentiated Learning in the Class X History Teaching Module on Hindu-Buddhist Kingdoms in Indonesia Bayu Pramartha, I Nyoman; Ni Putu Yuniarika Parwati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i1.3619

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan apa itu pembelajaran berdiferensiasi dan manganalisis pembelajaran berdiferensiasi pada modul ajar mata pelajaran sejarah kelas X Materi Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Apakah yang dimaksud pembelajaran berdiferensiasi. (2) Bagaimana rancangan proses pelaksanaan dan analisis pembelajaran berdiferensiasi pada modul ajar mata pelajaran sejarah di di kelas X. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustakan dan dokumentasi.hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam rancangan pembelajaran melalui modul ajar mata pelajaran terdapat proses diferensiasi antara lain: diferensiasi proses, diferensiasi konten, dan diferensiasi produk
Tradisi Upacara Tiga Bulan Menurut Agama Hindu Di Bali : Three Months Ceremony Tradition According to Hindu Religion in Bali I Nyoman Kartika Yasa
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i1.3623

Abstract

Upacara manusa yadnya yaitu yadnya yang dilaksanakan kepada sesama manusia, yang diwujudkan dalam berbagai jenis dan bentuk upacara. Upacara Tiga bulan di ini dilakukan ketika bayi berumur 105 hari dari kelahiran atau tiga bulan. Rumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimanakah latarbelakang pelaksanaan Upacara manusa yadnya tiga bulan, 2. Bagaimana proses pelaksaan Upcara manusa yadnya tiga bulan, 3. Apakah makna dan tujua uapacara manusa yadnya tiga bulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui teori sistim Relegi, teori Ketahanan Kebudayaan dan teori Fungsionalisme struktural. Cara penententuan Imforman menggunakan metode purposiv sampling. Hasil penelitian yaitu merupakan latar belakang melaksanakan upacara manusa yadnya tiga bulan, proses uapacara nya dan makna serta tujuan uapacara. Sebagai pelasana atau mengantarkan upacara adalah orang suci Pemngku atau Sulinggih dengan diawali proses turun tanah lalu dilanjutkan upacara otonan. Memiliki makna untuk meningkatkan kesucian dari segala kekotoran baik jiwa maupun raga sibayi dengan tujuan dapat hidup sejahtra jasmani dan rohani setelah lahir di buana agung ( bumi /alam semesta ). Hasil penelitian dapat di katakan seiap orang Hindu yang mempunyai bayi umur 105 hari sudah harus melasanakan upacar tiga bulan ( nyambutin ) dengan tujuan dan makna agar si bayi dapat bersih kotoran dan godaan yang dibawa sejak lahir, sehingga dapat hidup nyaman dan sejahtra melalui doa doa pelaksanaan upacara tiga bulan ( nyambutin tersebut ).
Pertumbuhan Dan Perkembangan Kota-Kota Pelabuhan: Growth And Development Port Cities Ni Putu Rahayu Mahadewi; Ngurah Yoga Narendra Putra; I Kadek Yuda Adi Arsana; Ni Putu Yuniarika Parwati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i1.3624

Abstract

AbstrakSebagai sebuah negara maritim, letak geografis Indonesia dapat dikatakan sangat strategis. Indonesia berada diantara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia serta diantara samudera Hindia dan samudra Pasifik. Struktur negara yang berupa kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke membuat dominasi wilayah laut Indonesia tampak sangat luas. Posisi ini memiliki arti penting dalam kaitannya dengan iklim serta sektor perekonomian masyarakat di wilayah Indonesia. Pelabuhan merupakan daerah perairan yang terlindungi dari gelombangan laut yang difungsikan untuk tempat berlabuh kapal. Pelabuhan juga seringkali dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung kegiatan seperti untuk bongkar muat barang. Keberadaan pelabuahan sangatlah penting bagi sebuah negara khususnya Indonesia terlebih pada masa kejayaan maritime. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui peran penting pelabuhan bagi negara Indonesia dan mengetahui pertumbuhan serta perkembangan kota-kota pelabuhan tersebut. Melalui metode studi literatur yang digunakan dalam penelitian ini akan dapat menjadi penunjang untuk dapat mencapai tujuan dari penelitian
Akulturasi Kebudayaan Hindu-Islam Pada Makam Raden Ayu Siti Khotijah Di Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar: Hindu-Islamic Culture At The Tomb Of Raden Ayu Siti Khotijah In Pemecutan Sub-District, Denpasar Barat District, Denpasar City Faizaldy Fiqri; Ni Luh Putu Tejawati; I Nyoman Bayu Pramartha
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i1.3640

Abstract

Makam keramat Raden Ayu Siti Khotijah atau biasa disebut makam keramat Pemecutan merupakan salah satu makam yang memiliki keunikan dalam hal arsitektur ataupun dalam penggunaan ornamen. Makam ini tidak mengikuti aturan baku dalam pembangunannya yang tentu menyebabkan memiliki bentuk yang berbeda dengan pemakaman muslim Bali lainnya. Arsitektur pada makam keramat ini dipengaruhi oleh dua unsur kebudayaan, yakni kebudayaan Hindu dan Islam yang memiliki ciri khas masing-masing. Unsur budaya dalam arsitektur makam keramat Pemecutan tercermin dalam rancangan ornamen dan bentuk arsitektur bangunannya yang menggabungkan karakteristik kebudayaan Hindu dengan elemen-elemen dari kebudayaan Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Bentuk Akulturasi Kebudayaan Hindu-Islam Pada Makam Raden Ayu Siti Khotijah Di Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar (2) Nilai-nilai akulturasi kebudayaan Hindu- Islam pada makam Raden Ayu Siti Khotijah Di Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Denpasar Barat tepatnya di Kelurahan Pemecutan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain teori akulturasi, teori ini digunakan untuk menganalisis dan menginterprestasikan mengenai hal-hal yang melatarbelakangi munculnya akulturasi budaya Hindu-Islam pada kompleks Makam Raden Ayu Siti Khotijah dan teori semiotika, teori ini digunakan untuk mengkaji hubungan antara konsep lambang atau tanda dalam penggunaan ornamen- ornamen kebudayaan Hindu dalam sebuah makam Islam. Penelitian ini menerangkan mengenai (1) Bentuk Akulturasi Hindu-Islam pada Makam Raden Ayu Siti Khotijah yang membahas mengenai penggunaan arsitektur maupun ornamen-ornamen yang terdapat pada makam tersebut. (2) Nilai-nilai akulturasi kebudayaan pada makam keramat Raden Ayu Siti Khotijah Di Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat. Dalam kompleks Makam Keramat Pemecutan terlihat adanya perpaduan dalam berbagai aspek, seperti penggunaan arsitektur, ornamen, dan benda-benda yang dipilih dengan cermat. Setiap elemen tersebut memiliki tujuan tersendiri yang dipilih berdasarkan pengaruh dari kedua kebudayaan tersebut. Nilai-nilai tersebut memiliki peran penting dalam membentuk pedoman bagi masyarakat Kota Denpasar, terutama masyarakat Kelurahan Pemecutan, baik secara individu maupun kelompok.
Sejarah Perkembangan Radio Republik Indonesia (RRI): History of the Development of Radio Republik Indonesia (RRI) I Luh Gede Neliawati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i2.3786

Abstract

Perkembangan terbentuknya radio Republik Indonesia (RRI) merupakan bagian penting dalam Sejarah Indonesia mengingat pada masa kemerdekaan Indonesia radio mengambil peran penting untuk menyiarkan kemerdekaan Indonesia. Radio di Indonesia pada awalnya dikembangkan oleh Marconi pada tahun 1896. Proses terbentuknya radio di Indonesia dimulai pada saat Indonesia meraih kemerdekaannya dari jajahan Belanda. Pada saat itu radio peran radio menjadi sangat efektif sebagai media komunikasi untuk menyampaikan dan mendapat informasi. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui Sejarah perkembangan terbentuknya Radio Republik Indonesia (RRI). Metode yang digunakan adalah metode deksriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui studi Pustaka, seperti jurnal, buku, dan sebagainya.
Pengaruh Kerajaan Sriwijaya Terhadap Sektor Perdagangan Dan Pelayaran Di Indonesia Pada Abad VII-IX Masehi: The Influence of the Sriwijaya Kingdom on the Trade and Shipping Sectors in Indonesia in the VII-IX Centuries Cicilia Vivi Fortuna
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i2.3810

Abstract

Kerajaan Sriwijaya berperan penting dalam perdagangan di Indonesia. Faktor geografis dan letak yang strategis membuat Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan. Kerajaan Sriwijaya menetapkan kebijakan membayar uang wajib kepada kapal-kapal yang berlabuh di pelabuhan daerah kekuasaan Sriwijaya. Ramainya aktvitas perdagangan membuat. Kerajaan Sriwijaya mengerahkan armada-armada laut untuk menjaga, melindungi, dan mengawasi daerah kekuasaan Sriwijaya. Armada laut tidak hanya melindungi dari serangan musuh, tetapi juga mengawal kapal-kapal pedagang yang melintasi perairan Nusantara dari para Bajak Laut dan Perompak. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode historis dengan pendekatan keilmuan ekonomi, politikologis, dan sosiologis. Kerajaan Sriwijaya menerapkan perdagangan monopoli pada para pedagang asing yang beristirahat di daerah Kerajaan Sriwijaya.
Analisis Materi Sejarah Berbasis Kearifan Lokal Pada Mata Pelajaran IPS: Analysis of Historical Material Based on Local Wisdom In Social Sciences Subjects Putu Esha Indhu Bhaskara
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i2.4084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kearifan lokal dalam materi sejarah pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah menengah pertama (SMP). Kearifan lokal, yang meliputi pengetahuan dan praktik budaya yang diwariskan secara turun-temurun, berpotensi memperkaya pengalaman belajar siswa dengan mengaitkan materi sejarah dengan konteks lokal yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan wawancara dengan guru-guru IPS, observasi proses pembelajaran, dan analisis terhadap buku teks serta dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kesadaran tentang pentingnya kearifan lokal, materi sejarah di sekolah-sekolah masih didominasi oleh sejarah nasional dan global. Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah dilakukan secara sporadis dan sangat bergantung pada inisiatif guru. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa siswa menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi terhadap materi yang berkaitan dengan sejarah lokal, yang meningkatkan pemahaman mereka tentang identitas budaya. Namun, terdapat tantangan dalam hal keterbatasan bahan ajar dan waktu pembelajaran yang menghambat implementasi yang lebih luas. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan bahan ajar yang berbasis kearifan lokal, pelatihan guru, serta revisi kurikulum untuk meningkatkan integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah IPS.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Tradisi Ngaben Bikul di Desa Adat Bedha, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali : Local Wisdom Values In The Ngaben Bikul Tradition In Bedha Traditional Village, Tabanan District, Tabanan Regency, Bali Province I Kadek Yuda Adi Arsana; Ni Putu Yuniarika Parwati; Ni Luh Putu Tejawati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i2.4090

Abstract

Tradisi ngaben bikul merupakan sebuah tradisi yang berkaitan dengan kehidupan agraris masyarakat bali yang bertujuan untuk mengatasi hama tikus di sawah. Tradisi ini dilaksanakan di Desa Adat Bedha, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk (1) mengetahui latar belakang dilaksanakan tradisi ngaben bikul. (2) mengetahui prosesi tradisi ngaben bikul. (3) mengetahui nilai-nilai kearifan lokal pada tradisi ngaben bikul di desa Adat Bedha. Teori yang digunakan yaitu teori religi untuk mengetahui latar belakang serta prosesi dari tradisi ngaben bikul. Teori nilai untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal apa saja yang ada di dalam tradisi ngaben bikul. Nilai-nilai dari tradisi ngaben bikul merupakan salah satu dari kearifan lokal yang yang hendaknya dikaji lebih dalam sehingga masyarakat lebih mengetahui bahwa tradisi ngaben bikul memiliki nilai yang berguna bagi kehidupan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode observasi,wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian yaitu (1) latar belakang tradisi ngaben bikul disebabkan oleh tiga faktor yaitu, faktor kepercayaan, sosial dan budaya. (2) prosesi ngaben bikul terbagi menjadi dua tahapan yaitu tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan (3) Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada tradisi ngaben bikul di Desa Adat Bedha yaitu nilai religi, nilai sosial,nilai ekonomi,nilai estetika
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Tradisi Aci Tulak Tunggul di Pura Taman Ayun, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal: The Values of Local Wisdom in the Aci Tulak Tunggul Tradition at Taman Ayun Temple, Mengwi Village, Mengwi District, Badung Regency as a Source of Local History Learning Ngurah Yoga Narendra Putra; Dewa Made Alit; I Nyoman Bayu Pramartha
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i2.4091

Abstract

Tradisi Aci Tulak Tunggul di pura Taman Ayun merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali oleh masyarakat desa Mengwi. Tradisi ini sarat akan makna dan nilai sehingga sangat manarik untuk dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah pelaksanaan tradisi Aci Tulak Tunggul, (2) Nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi Aci Tulak Tunggul, (3) Nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi Aci Tulak Tunggul sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Teori yang dipergunakan antara lain (1) teori religi, untuk mengetahui latar belakang pelaksanaan tradisi, (2) teori nilai, untuk mencari nilai dalam tradisi dan (3) teori pendidikan untuk mengkaitkan nilai-nilai tersebut sebagai sumber pembelajaran khususnya sejarah lokal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ada empat yakni teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan dan juga dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan (1) tradisi Aci Tulak Tunggul merupakan bagian dari sistem kepercayaan masyarakat di desa Mengwi yang berkaitan dengan keperluan irigasi pertanian. Tradisi ini dilaksanakan untuk menolak bencana jebolnya tanggul yang dapat merusak lahan pertaninan. (2) tradisi Aci Tulak Tunggul mengandung nilai-nilai kearifan loka yang terdiri dari nilai religi, gotong royong, ekonomi, seni dan pelestarian lingkungan. (3) Nilai kearifan lokal dalam tradisi Aci Tulak Tunggul berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal.

Page 7 of 10 | Total Record : 94