cover
Contact Name
Ni Luh Putu Tejawati
Contact Email
tejawati@mahadewa.ac.id
Phone
+6281338170686
Journal Mail Official
nirwasita@mahadewa.ac.id
Editorial Address
Jl. Seroja No.57, Tonja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27746542     DOI : 10.5281/zenodo.6393309
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Nirwasita dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. Jurnal ini berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan sejarah serta kajian sosial budaya yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran sejarah
Articles 88 Documents
Nilai-nilai Kesetaraan Gender Pada Situs Relief Gunung Kawi Bebitra: Values of Gender Equality on the Gunung Kawi Bebitra Relief Site Dewa Made Alit
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i2.4092

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran adanya nilai-nilai kesetaraan gender pada tinggalan arkeologis Relief yang ada pada situs Candi Gunung Kawi Bebitra. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah sehingga cara kerjanya mengikuti prosedur kerja sejarah yang diawali dengan heuristic, kritik, interpretasi dan diakhiri dengan historiografi. Pengumpulan data (heuristic) didapat dari sumber benda berupa relief yang ada di candi Gunung Kawi Bebitra, sumber tertulis berupa hasil-hasil penelitian yang berkait dengan relief itu sendiri dan juga hasil kajian sastra yang menjadi dasar pembuatan relief tersebut. Data yang terkumpul kemudian dikritik dengan kritik ekstern dan intern sehingga mendapatkan fakta. Fakta-fakta yang sudah ditemukan diinterpretasikan, dikaitakan satu dengan yang lainnya sehingga terlihat adanya suatu rangkaian cerita yang utuh. Rangkaian cerita itu kemudian ditulis dalam sebuah narasi dalam bentuk cerita sejarah (historiografi). Hasil analisis fakta menunjukan bahwa Tantri yang menjadi suami raja Prabu Eswaryadhala yang menceritakan berbagai kisah fable kepada suaminya, nampaknya sudah memerankan diri melbihi kultur yang hidup dimasyarakatnya, seorang istri yang berusaha meyadarkan suaminya akan kedudukan dan hak-hak seorang perempuan. Binatang yang dijadikan tokoh secara tersirat juga menunjukan perlunya adanya saling menghormati, saling menyadari keberadaan atasan dan bawahan, suami sering diposisikan sebagai atasan dan istri sebagai bawahan. Bila kondisi seperti itu diingkari maka kedamaian, kesejahteraan sangat sukar untuk diwujudkan.
DINAMIKA TRADISI MABUUG-BUUGAN DI DESA KEDONGANAN, KECAMATAN KUTA, KABUPATEN BADUNG, PROVINSI BALI: Dynamics Of The Mabuug-Buugan Tradition In The Village Kedonganan, Kuta District, District Badung, Bali Province Ni Putu Rahayu Mahadewi; Ni Putu Yuniarika Parwati; I Nyoman Bayu Pramartha
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i2.4089

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas beragam ras, suku, adat istiadat dan tradisi yang berbeda-beda di setiap daerahnya. Khususnya Bali yang menjadi salah satu bagian daerah provinsi di Indonesia yang dikenal sebagai pulau dewata, memiliki beragam tradisi di kehidupan masyarakatnya. Seiring perkembangan jaman, suatu tradisi akan mengalami suatu perkembangan dan perubahan yang terjadi. Terlebih jika dilihat dari berkembangnya teknologi dan pariwisata akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas tradisi di Bali, salah satunya tradisi mabuu-buugan. Sehingga, akan dapat dijumpaiperubahan yang terjadi atau disebut dengan dinamika. Adapun tujuan dari penelitian untuk mengetahui (1) Bagaimana sejarah Tradisi Mabuug-buugan di Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali; (2) Bagaimana dinamika pelaksanaan Tradisi Mabuug-buugan di Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Dalam usaha memperoleh data, maka digunakan metode historis yaitu heuristic, kritik sejarah, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini dilakukan di Desa Kedonganan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah teori perubahan sosial karena tradisi Mabuug-buugan ini terdapat kaitannya dengan kehidupan sosial, dan dalam tradisi Mabuug-buugan ini terjadi perubahan-perubahan dalam pelaksaaannya yang dikaji dalam periode waktu untuk dapat melihat perubahan tersebut.
Konstituante 1955: Dampak Pemilu Pertama Di Kabupaten Jepara Terhadap Politik Lokal: The Constituent Assembly Of 1955: The Impact Of The First Election In Jepara On Local Politics Faza Navilla Kamelina Sari
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v6i1.4130

Abstract

Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 1955 di Jepara merupakan tonggak sejarah penting bagi demokrasi Indonesia, mencerminkan tingginya partisipasi politik masyarakat dan interaksi kompleks antara ideologi agama dan nasionalisme yang mengubah lanskap politik lokal. Meskipun pemilu ini menyebabkan fragmentasi politik, proses demokratisasi yang terjadi membuka ruang bagi partisipasi yang lebih luas dan inklusif di masa mendatang. Sehingga tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peristiwa Konstituante 1955 dan dampak pemilu pertama di Jepara terhadap politik lokal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif melalui observasi dan literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemilu 1955 di Jepara menjadi momen penting dalam politik lokal, ditandai oleh dominasi Nahdlatul Ulama (NU) dan polarisasi ideologi antara NU dan Partai Nasional Indonesia (PNI), yang menciptakan ketegangan sosial di masyarakat. Partisipasi politik yang tinggi mencerminkan pengaruh agama dalam politik, dengan kemenangan NU dan Masyumi menggeser kekuatan PNI, namun juga menyebabkan fragmentasi politik yang memperdalam konflik sosial. Meski demikian, upaya kolaboratif melalui dialog antarpartai dan pendidikan politik diharapkan dapat memperbaiki stabilitas politik dan kehidupan demokrasi di Jepara. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa polarisasi ideologi dan fragmentasi politik dalam Pemilu 1955 mempengaruhi stabilitas politik lokal, sehingga diperlukan strategi kolaboratif untuk mencapai demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan
Awal Berdiri Kerajaan Majapahit Hingga Mencapai Masa Kejayaannya: The Beginning of the Majapahit Kingdom until it reached its heyday Zahirah, Allyah; L.R Retno Susanti; Hudaidah
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v6i1.4491

Abstract

Kerajaan Majapahit merupakan Kerajaan terbesar di Nusantara yang berkuasa pada abad ke VII-XIII Masehi. Sejarah awal berdirinya Kerajaan Majapahit diawali dengan pembukaan Hutan Tarik di Delta Sungai Brantas yang dibuka oleh Raden Wijaya pada 1923. Dan kemudian Hutan tersebut menjadi perkampungan yang dihuni oleh orang Madura dan Tumapel. Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Tidak ada konflik dari dalam maupun dari luar yang membuat kekuasaan pada masa hayam Wuruk disebut masa kejayaan. Dan juga Kerajaan Majapahit pada masa itu sangat dihormati hal itu ditunjukkan dengan adanya pengiriman upeti yang dilakukan daerah daerah tertentu karena mereka sangat mengagumi kebesaran Majapahit. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan Ilmu Sejarah.
Pengembagan Sistem Informasi Dan Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Kerajaan Singosari Malang Sebagai Heritage Tourism: Development of Information Systems and Development of the Singosari Malang Kingdom Cultural Heritage Area as Heritage Tourism desfianti, Safina
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v6i1.4498

Abstract

Pengembangan sistem informasi dan pengelolaan situs-situs cagar budaya di Singosari, Malang, merupakan langkah penting yang tidak hanya bertujuan untuk melestarikan warisan sejarah, namun juga memanfaatkan potensi tersebut sebagai daya tarik wisata yang signifikan. Singosari, yang dikenal sebagai bekas pusat Kerajaan Singosari pada abad ke-13, menyimpan berbagai situs bersejarah yang kaya akan nilai sejarah dan arsitektur, termasuk Candi Singosari dan Candi Jago. Situs-situs ini tidak hanya berfungsi sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai pengingat penting akan sejarah dan identitas budaya bangsa. Di era digital seperti sekarang ini, pengelolaan cagar budaya harus didukung oleh sistem informasi yang efektif. Teknologi informasi memungkinkan penyajian informasi mengenai cagar budaya dengan cara yang lebih interaktif dan menarik. Melalui platform digital, pengunjung dapat dengan mudah mengakses informasi yang relevan terkait sejarah, fungsi, dan nilai budaya dari setiap situs. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan cagar budaya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan cagar budaya. Sistem informasi yang baik tidak hanya membantu dalam penyebaran informasi, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya.
Peran Sejarah Sebagai Pilar Utama Dalam Pembentukan Identitas Sosial Masyarakat: Kajian Hubungan Masa Lalu Dan Dinamika Sosial Masa Kini: The Role Of History As The Main Pillar In The Formation Of Community Social Identity: Study Of Past Relations And Present Social Dynamics satriani, satriani
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v6i1.4513

Abstract

Sejarah terus memainkan peran penting dalam mengkaji identitas sosial suatu populasi tertentu, menjembatani dinamika sosial kuno dan kontemporer. Penelitian ini mengkaji sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan identitas sosial di Indonesia, seperti dampak kehidupan keluarga, perjuangan menuju kemerdekaan, dan peran tokoh lokal dalam proses transformasi sosial. Melalui penggunaan teori identitas kolektif dan analisis sastra, penelitian ini menyajikan temuan penelitian dari berbagai sumber akademis dan dokumen terkait. Berdasarkan temuan penelitian, identitas sosial masyarakat terbentuk melalui pengaruh unsur-unsur tradisional seperti gotong royong, komunikasi tradisional, dan simbol-simbol kebudayaan yang saat ini mengalami kemunduran akibat modernisasi dan globalisasi. Sejarah terus memainkan peran penting dalam mengkaji identitas sosial suatu populasi tertentu, menjembatani dinamika sosial kuno dan kontemporer. Penelitian ini mengkaji sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan identitas sosial di Indonesia, seperti dampak kehidupan keluarga, perjuangan menuju kemerdekaan, dan peran tokoh lokal dalam proses transformasi sosial. Melalui penggunaan teori identitas kolektif dan analisis sastra, penelitian ini menyajikan temuan penelitian dari berbagai sumber akademis dan dokumen terkait.
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA MASA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BANGSA EROPA KELAS XI SMK N 7 BANDAR LAMPUNG: Development Of Media In The Game Of Snakes And Ladders Learning Indonesian History The Period Of Colonialism And Imperialism Of European Nations Class XI SMK N 7 Bandar Lampung Sekar Ayu Cantika Dewi; Putut Wisnu Kurniawan; Ulul Azmi Muhammad
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v6i1.4538

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu (1) Menghasilkan produk berupa media ular tanggga sejarah pada mata pelajaran sejarah kelas XI SMK N 7 Bandar Lampung dengan materi masa kolonialisme dan imperialisme bangsa eropa. (2) Mengetahui respon pada guru terhadap media ular tanggga sejarah. (3) untuk mengetahui kualitas media pengembangan ular tangga sejarah memenuhi kriteria valid dan praktis. Kemudian penelitian ini mengacu pada langkah-langkah penelitian dan media pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Serta subjek ini di uji coba kepada siswa kelas XI SMK N 7 Bandar Lampung mulai dari pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara, serta analisis data menggunakan skala 5 kategori jawaban. Dari hasil penelitian ini berupa (1) Berdasarkan ahli uji validasi oleh ahli media dikategorikan “sangat valid” berdasarkan uji validasi ahli materi dikategori “sangat valid” kemudian berdasarkan ahli bahasa dikategorikan “sangat valid”. (2) Berdasarkan respon guru terhadap pengembangan media ular tangga memperoleh kategori “sangat layak”. Berdasarkan uji coba kelompok kecil memperoleh kategori “sangat efektif”, dan saat uji kelompok besar mendapatkan kategori “sangat efektif” (3) Berdasarkan ujicoba hasil belajar terhadap penggunaan media ular tangga dengan ujicoba produk melalui prestest dan prosttest dikategorikan efektif, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI sejarah SMK N 7 Bandar Lampung.
Pendidikan IPS Era Metamodernisme: Social Studies Education in the Era of Metamodernism Putu Esha Indhu Bhaskara
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v6i1.4580

Abstract

Metamodernisme merupakan respon terhadap dikotomi modernisme dan postmodernisme, yang menggabungkan aspek rasionalitas, skeptisisme, serta emosi dan nilai-nilai subjektif secara dinamis dan berkelanjutan. Memahami metamodernisme dalam Pendidikan IPS menjadi urgensi akademik dalam menjawab tantangan kontemporer. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis korelasi antara Metamodernisme dengan Pendidikan IPS dan menganalisis keterampilan yang perlu diajarkan dalam pembelajaran IPS era Metamodernisme. Penelitian ini berparadigma kualitatif dengan metode kepustakaan. Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan buku, artikel, dan jurnal. Hasil penelitian menunjukan korelasi utama antara Metamodernisme dan Pendidikan IPS meliputi fleksibilitas pembelajaran, integrasi nilai-nilai modernisme dan postmodernisme, literasi geografis dan kesadaran lingkungan, inovasi pengajaran, penerapan paradigma inkuiri-reflektif. Kemudian keterampilan yang perlu diajarkan dalam pembelajaran IPS era Metamodernisme yaitu berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreativitas dan inovasi, komunikasi efektif, kolaborasi, literasi TI, keterampilan sosial dan tanggung jawab, pemikiran sistemik adaptabilitas dan fleksibilitas. Melalui hal tersebut, diharapkan Pendidikan IPS mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan adaptif dan relevan dengan tantangan era Metamodernisme.
Analisis Penerapan Sintaks Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Sejarah Materi Kelas XI Proklamasi Kemerdekaan Indonesia : Analysis of Problem Based Learning Model in History Subject, Grade XI Material Proclamation of Indonesian Independence I Nyoman Bayu Pramartha; Ni Putu Yuniarika Parwati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v6i1.4596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Sintaks Model Pembelajaran Problem based learning pada mata pelajaran sejarah mater kelas XI Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Sekolah Menengah Atas. Analisis Penerapan sintaks Model Pembelajaran Problem based Learning dapat dianalis pada perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru sebelum proses pembelajaran dimulai. Metode ini menggunakan metode kualitatif yang meggunakan teknik wawancara dengan guru sejarah kelas XI dan analisis RPP atau modul ajar yang digunakan oleh guru dalam merncanakan proses pembelajaran di kelas, serta materi dari buku teks mata pelajaran sejarah di sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima fase sintak 1 sampai dengan sintak 5. Fase tersebut meliputi Orientasi Peserta Didik Pada Masalah, Mengorganisasikan Peserta Didik, Membimbing Peserta Didik Secara Individu Maupun Kelompok, Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya, Menganalisa & mengevaluasi proses pemecahan masalah. Analisis ini menunjukkan bahwa analisis model pembelajaran PBL mempunyai karakteristik student center. Dimana siswa lebih aktif dalam penyelesaian suatu masalah yang terimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas
Dari 21 ke 27: Kajian Historis-PoIitik atas Perubahan Komposisi PPKI dalam Konteks Konsensus Nasional: From 21 to 27: A Historical-Political Study of the Changes in the Composition of the PPKI in the Context of National Consensus Dewa Made Alit
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v6i1.4597

Abstract

Perubahan jumlah anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menjadi 27 orang anggota tahun 1945 berdampak signifikan dalam politik dan sejarah Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perubahan keanggotaan PPKI, serta implikasinya terhadap konstruksi legitimasi negara yang baru didirikan. Dengan menggunakan metode historis dan menggunakan sumber orde kedua, disimpulkan bahwa perubahan keanggotaan memiliki latar belakang sosiologis, historis dan ideologis. Perubahan ini membantu memperkuat legitimasi pemerintahan Indonesia yang baru dan mengembangkan dasar kebijakan yang lebih inklusif. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya mengetahui proses dinamis yang terlibat dalam pembangunan lembaga negara, yang menunjukkan bagaimana pilihan strategis mempengaruhi evolusi identitas dan struktur politik Indonesia setelah kemerdekaan