cover
Contact Name
Ni Luh Putu Tejawati
Contact Email
tejawati@mahadewa.ac.id
Phone
+6281338170686
Journal Mail Official
nirwasita@mahadewa.ac.id
Editorial Address
Jl. Seroja No.57, Tonja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27746542     DOI : 10.5281/zenodo.6393309
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Nirwasita dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. Jurnal ini berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan sejarah serta kajian sosial budaya yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran sejarah
Articles 88 Documents
DISKRIMINASI GENDER TERHADAP PEREMPUAN DALAM WAJAH POLITIK DI INDONESIA: Gender Discrimination Against Women in the Face of Politics in Indonesia ana, sulfiana; Muhammad Syukur; Ridwan Said Ahmad
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2023): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v4i2.2954

Abstract

Dalam masyarakat patriarkhis, laki-laki dianggap memiliki peran gender yang lebih privilege ketimbang peran gender perempuan. Pembedaan kepantasan tersebut, dirasa tidak adil bagi perempuan karena peran gender adalah hasil konstruksi sosial. Contoh nyatanya, lelaki lebih cocok berkiprah diranah publik sedangkan perempuan lebih cocok berkiprah diranah domestik, sehingga keterlibatan wanita dalam proses politik di Indonesia masih sangat minim. Adanya subordinasi gender menjadi penghalang bagi keterwakilan perempuan untuk berpartisipasi dalam ranah politik. Tujuan penelitian ini adalah membahas tentang diskriminasi gender terhadap perempuan dalam ranah politik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kajian pustaka atau studi kepustakaan yaitu berisi teori-teori yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya patriarki yang sudah berakar kuat sejak jaman dulu dan diwariskan turun-menurun membuat laki-laki merasa lebih superior daripada perempuan. Budaya patriarki menempatkan kedudukan laki-laki lebih tinggi daripada perempuan sehingga sering kali terjadi praktik-praktik ketidakadilan dan diskriminasi terhadap perempuan.Kata Kunci: Perempuan, Diskriminasi gender, Politik.
Menelisik Potret Sejarah Pelaksanaan Pemilu Tahun 1977: Detik-Detik Runtuhnya Tirani Kekuasaan Soeharto Didin Aryanto
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2023): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v4i2.3069

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan mengenai potret sejarah pelaksanaan pemilu tahun 1977 dan detik-detik runtuhnya tirani kekuasaan Soeharto. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui dan menganalisis potret sejarah pelaksanaan pemilu tahun 1977 serta mengungkap detik-detik runtuhnya tirani kekuasaan Soeharto. Pemilihan umum penting untuk sistem berbasis pemungutan suara suatu negara yang menjadi fokus selama waktu yang dihabiskan untuk menyusun administrasi. Keputusan pemilu tahun 1997 penuh dengan misrepresentasi yang ditujukan untuk mempertahankan kekuatan Orde Baru. Akhir pemerintahan Presiden Soeharto merupakan akhir dari perkumpulan yang dimotori oleh Presiden Soeharto dari tahun 1966-1998. Motivasi di balik penjelajahan ini adalah untuk tanpa henti menelaah lebih dalam lagi variabel-variabel yang mendorong berakhirnya pemerintahan Presiden Soeharto dengan menggunakan strategi-strategi yang dapat dipertanggungjawabkan. Konsekuensi dari peninjauan tersebut menunjukkan bahwa berakhirnya kekuasaan Presiden Soeharto dipengaruhi oleh peristiwa darurat keuangan yang diperparah dengan adanya infeksi kehinaan, intrik dan nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh keluarga dan kawan-kawan Presiden Soeharto. Darurat finansial yang mengikutinya membentuk darurat politik, darurat sosial dan darurat budaya keamanan yang menghangatkan dan memperluas minat Soeharto untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Relief Yeh Pulu, Di Pura Yeh Pulu, Desa Bedulu, Kecamtan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar: Character Education Values ​​in Yeh Pulu Relief, At Yeh Pulu, Bedulu Village, Blahbatuh District, Gianyar Regency Ni Luh Wika Kristina, Ni Luh Wika Kristina; Dewa Made Alit, Dewa Made Alit; Ni Luh Putu Tejawati , Ni Luh Putu Tejawati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2023): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v4i2.3096

Abstract

Beberapa para ahli berpendapat bahwa pembelajaran lebih cenderung pada transferpengetahuan atau transfer of knowledge dan sedikit dibarengi dengen transfer nilai atau transferof velue. Sedangkan karakter suatu bangsa sangat penting, untuk menentukan kemajuan dari suatubangsa. Maka dari itu perlu adanya sumber-sumber untuk membantu dalam memberikan karaktersuatu bangsa. Salah satunya adalah relief Yeh Pulu, didalam relief yeh pulu terdapat ceritamasyarakat Bali kuno. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi relief yeh pulu di PuraYeh Pulu, Desa Bedulu, Kecamtan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar serta mengetahui nilai-nilaipendidikan karakter yang terkandung dalam relief Yeh Pulu Desa Bedulu, Kecamtan Blahbatuh,Kabupaten Gianyar. Dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dandokumentasi. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa Relief Yeh Pulu merupakan salah saturelief terpanjang dibali yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Bali kuno yangdigambarakan dalam pekarangan rumah dan di luar rumah (di dalam hutan). Selain itu didalamrelief Yeh Pulu juga menceritakan tentang perjalanan kresnayana dan cerita panji yang sangatsarad dengan cerita-cerita serta nasehat yang dapat digunakan untuk membentuk karakterseseorang. Dalam relief Yeh Pulu terdapat 16 nilai pendidikan karakter yang dapat dijadikanpedoman untuk membentuk karakter seseorang diantanya (1) Nilai religius terlihat pada adeganempat dan sembilan, (2) Nilai kejujuran pada adegan dua dan empat, (3) Nilai toleransi padaadegan dua dan delapan, (4) Nilai kedisiplinan terdapat pada adegan lima dan sembilan (5) nilaikerja keras dapat kita lihat pada adegan dua, empat, lima, enam, tujuh, (6) nilai kreatif terlihatpada adegan dua dan tujuh, (7) nilai kemandirian terdapat pada adegan empat, (8) nilai rasa ingintahu pada adegan tiga dan sembilan, (9) nilai semangat kebangsaan pada adegan satu dan lima,(10) nilai cinta tanah air pada semua adegan, (11) nilai komunikasi pada adegan satu dan enamdan tujuh, ( 12) nilai cinta damai pada adegan lima, (13) nilai membaca pada adegan empat dansembilan, (14) nilai perlindungan lingkungan pada adegan empat, (15) nilai kepedulian sosialpada adegan empat, enam, tujuh, delapan, (16) Nilai tanggung jawab dalam adegan empat.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Tradisi Pasola Di Desa Pero Batang Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya: Local Wisdom Values in the Pasola Tradition in Pero Batang Village, Kodi District, Southwest Sumba Regency Yizriel Pote Pasa Yizriel Pote Pasa; Ni Luh Putu Tejawati Ni Luh Putu Tejawati; I Nyoman Bayu Pramartha I Nyoman Bayu Pramartha
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2023): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v4i2.3097

Abstract

Tradisi Pasola di Desa Pero Batang Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Dayamerupakan tradisi unik yang berlangsung setiap tahun, terutama pada bulan Februari dan Maret.Tradisi Pasola memiliki ciri khas tersendiri, oleh karena itu sangat penting dan menarik untukdikaji apa saja yang menjadi keunikan dari tradisi ini. Pasola berasal dari kata “pa” yang artinyapermainan dan “sola” atau “hola” yang artinya lembing atau tombak. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui (1) Pelaksanaan tradisi pasola di Desa Pero Batang Kecamatan KodiKabupaten Sumba Barat Daya (2) Nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi pasola di Desa PeroBatang Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya. Penelitian ini dilakukan di KabupatenSumba Barat Daya tepatnya di Desa Pero Batang. Teori yang digunakan dalam penelitian iniantaralain teori fungsional, teori ini digunakan untuk mengetahui fungsi dari pelaksanaan tradisipasola dan teori nilai, teori ini digunakan karena nilai yang di angkat berkaitan dengan perilakudan kepercayaan masyarakat, yakni nilai-nilai kearifan lokal pada tradisi asola di Pulau Sumbakhususnya di Desa Pero Batang, Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya. Nilai-nilaiyang ada dalam tradisi pasola merupakan salah satu bagian dari kearifan lokal, yang hendaknyadigali lebih mendalam lagi sehingga kedepannya masyarakat luas dapat mengetahui bahwadalam tradisi pasola mengandung nilai-nilai kearifan lokal. Teknik pengumpulan data dalampenelitian ada tiga, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian inimenyimpulkan bahwa (1) Pelaksanaan tradisi pasola di Desa Pero Batang terdiri atas beberapatahapan-tahapan sebelum menuju pada puncak pelaksanaan tradisi tersebut, dari tahappersiapan, pelaksanaan sampai pada tahap akhir dari tradisi tersebut. Tradisi pasoladilaksanakan tentunya memiliki tujuan diantaranya untuk menghormati arwah leluhur, memintaberkat dan restu dari Sang Pencipta agar diberi berkat yang melimpah ketika menuai hasilpanen, sebagai perekat jalinan persaudaraan bagi masyarakat Sumba. (2) Nilai-nilai kearifanlokal dalam tradisi pasola di Desa Pero Batang, Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya.Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Pasola adalah nilai religi, nilai gotong royong, nilaiestetika, nilai kepemimpinan, nilai ekonomi dan nilai toleransi. Nilai-nilai tersebut memegangperanan yang sangat penting bagi masyarakat Sumba khususnya masyarakat desa Pero Batangyang dapat dijadikan pedoman perilaku baik secara individu maupun kelompok.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA TRADISI LOGU SENHOR DI DESA SIKKA, KECAMATAN LELA, KABUPATEN SIKKA: Value Of Character Education In The Logu Senhor Tradition In Sikka Village, Lela District, Sikka District Aloysius Nong Ade; I Nyoman Bayu Pramartha; I Nyoman Kartika Yasa
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2023): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v4i2.3112

Abstract

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan tradisi yang beragam. Setiap budaya dan tradisi memiliki makna dan tujuan tersendiri. Salah satu tradisi di Nusantara yang memiliki nilai-nilai pendidikan karakter adalah tradisi Logu Senhor, yang berlokasi di Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang (1) Latar Belakang tradisi Logu Senhor; (2) Proses pelaksanaan tradisi Logu Senhor; dan (3) Nilai-nilai Pendidikan karakter yang terkandung dalam tradisi Logu Senhor.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Para informan penelitian meliputi pelaku tradisi Logu Senhor, tokoh adat, dan ahli terkait. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik resepsi, komparasi, dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Logu Senhor memiliki berbagai nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat dijadikan sebagai contoh dalam membentuk karakter bangsa. Beberapa nilai tersebut antara lain (1) Religius, (2) Jujur dan Amanah, (3) Toleransi, (4) Kerja keras, (5) Komunikatif,
Pemberdayaan Perempuan: Studi Kasus Film 'Before, Now and Then' dalam Konteks Perkembangan Sejarah dan Feminisme di Indonesia: Women's Empowerment: Case Study of the Film 'Before, Now and Then' in the Context of Historical Development and Feminism in Indonesia Ana Yuliana; Regina Claudia Setiawan
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2023): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v4i2.3119

Abstract

Abstrak: Karya tulis ini membahas tentang pentingnya pemberdayaan perempuan melaluipendidikan dan kontribusinya bagi masyarakat, khususnya di Indonesia. Tulisan ini mengakuikemajuan yang telah dicapai dalam pendaftaran pendidikan tinggi bagi perempuan, tetapi jugamenyoroti hambatan budaya dan tantangan keuangan yang menghalangi sebagian perempuanuntuk mengakses pendidikan. Pembahasan menekankan pada peran film, seperti "Before, Nowand Then" yang disutradarai oleh Kamila Andini, dalam menyampaikan pesan-pesan yangbermakna tentang kehidupan dan perjuangan perempuan. Film dipandang sebagai sumber yangberharga untuk mengeksplorasi dan menerapkan konteks sejarah dan teori-teori feminis dalammemahami pengalaman perempuan. Penulis berharap tulisan ini dapat menginspirasi eksplorasitema-tema perempuan dalam film dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnyadalam program pendidikan seperti Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Pengumpulan dan analisisdata untuk film ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasidan menginterpretasikan isu-isu sosial dan kemanusiaan yang berkaitan dengan pengalamanperempuan. Analisis melibatkan perbandingan masa lalu dan masa kini untuk memahamibagaimana sejarah mendokumentasikan dan menarasikan perubahan dalam kebebasanperempuan, dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi perandan pilihan gender
MESDIGI (Meme Sejarah Digital): Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Social Media Pada Pembelajaran Sejarah Lokal (Cirebon) Pada Siswa Kelas X SMAN 1 Dukupuntang: MESDIGI (Digital History Meme): Media Based Learning Innovation Social Media in Learning Local History (Cirebon) for Students Class X of SMAN 1 Dukupuntang Yeni Maulidah; Mina Chairunisa; Siti Karimah
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2023): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v4i2.3120

Abstract

Abstrak : Penelitian ini dilakukan untuk membahas permasalahan tentang kurangnya minat siswadalam mempelajari sejarah dan monotonnya pembelajaran sejarah yang berkutat hanya di teori sertakurangnya pemahaman dan rasa kecintaan siswa terhadap sejarah lokal. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam mempelajari sejarah, khususnya sejarah lokal.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar kognitif, menurut Piaget. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode Reseach and Development (R&D). Hasil dari penelitianini adalah sebuah inovasi Meme Sejarah Digital (MESDIGI) sebagai media pembelajaran sejarahlokal berbasis social media (instagram) bagi siswa kelas X di SMAN 1 Dukupuntang. InovasiMESDIGI ini menyajikan konten meme yang menarik dan lucu, namun didalam meme tersebutterdapat materi edukasi tentang sejarah lokal Cirebon. Dengan adanya inovasi MESDIGI inidiharapkan dapat mampu meningkatkan minat siswa SMAN 1 Dukupuntang untuk dapat mempelajarisejarah sehingga siswa di SMAN 1 Dukupuntang akan lebih mengenal, memahami dan mencintaisejarah yang ada di kota Cirebon.
Interaksi Sosial Pedagang Kaki Lima dan Konsumen di JL. RE Martadinata: Social Interaction of Street Vendors and Consumers on JL. RE Martadinata anidia, risma
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i2.3422

Abstract

This research aims to see how social interactions between street vendors and consumers at JL. RE Martadinata Banjarmasin. This research uses a qualitative method with observations as a data collection methods. This observation was carried out for 5 days in December 2023. This research observes 3 street vendors, pop ice sellers, pentol sellers and ice sellers. The research results show that social interaction between street vendors and consumers at JL. RE Martadinata or Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin looks quite good. Pop Ice and pentol sellers look much more fulfilling for social interaction than ice sellers. Pop Ice sellers and Pentol sellers seemed to meet the social interaction indicators more in the early days of observation. Meanwhile, ice sellers seem to fulfill the social interaction indicators at the end of the day. Social interaction among street vendors not only plays a role in buying and selling transactions, but also plays an important role in the formation of broader social relationships.
Kualitas Interaksi Sosial Antara Penjual dan Pembeli di Pasar Modern Bauntung Banjarbaru: Quality of Social Interaction Between Sellers and Buyers at the Bauntung Modern Market, Banjarbaru
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i1.3426

Abstract

Interaksi sosial antara penjual dan pembeli terjadi karena adanya saling ketergantungan yang saling memengaruhi dan menguntungkan. Penjual memerlukan pembeli untuk membeli barang dagangannya, sementara pembeli membutuhkan penjual untuk menyediakan barang dan jasa yang mereka perlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas interaksi sosial antara penjual dan pembeli di pasar modern bauntung Banjarbaru. Penelitian ini melibatkan tiga subjek, yaitus atu penjual bahan kue dan dua penjual perabotan rumah tangga. Metode yang digunakan melibatkan penggunaan checklist dan rating recording sebagai cara untuk mencatat data, dengan melakukan observasi selama 1 jam selama 5 hari berturut-turut dengan mengamati dari 11 indikator yang sudah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjual 1 dan penjual 3 memiliki tingkat interaksi yang cukup, sementara penjual 2 menunjukkan tingkat interaksi yang lebih rendah atau jarang.
Pengamatan Terhadap Penggunaan Transportasi Umum Di Banjarmasin: Observation Of The Use Public Transportation In Banjarmasin arisanti, syahda
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i1.3427

Abstract

Transportasi umum adalah angkutan penumpangyang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar dan tujuan diselenggarakannya angkutan umum adalah memberikanpelayanan angkutan yang baik dan layak bagi masyarakat. Pada penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui motivasi masyarakat Banjarmasin mengapa lebih memilih transportasi umum. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi. Hasil dari penelitian yang dilakukan selama 5 hari berturut-turut masyarakat banjarmasin memiliki intesitas kepatuhan terhadap aturan yang tinggi, pada aspek kesantunan mengalami ketidakstabilan, dan pada aspek ketertiban hasil observasi menunjukan bahwa masyarakat banjar memiliki intesitas kepatuhan yang tinggi