cover
Contact Name
Avid Leonardo Sari
Contact Email
editor.jcm2019@gmail.com
Phone
+6281221512892
Journal Mail Official
editor.jcm2019@gmail.com
Editorial Address
Jl. Islamic Centre Makmur Tengah (ICM Tengah) No. B3 Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Community Service
Published by Ikatan Dosen Menulis
ISSN : 27152901     EISSN : 2715291X     DOI : https://doi.org/10.56670/jcs.v1i1
Journal of Community Service (JCS) is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of community service. Investigated the education, science and technology, soio-economy and bussiness, and cultural & society. Besides focusing on the service of studies issues of basic education, JCS covered the critical view, comprehensive mind in the community service and social education. Journal of Community Service (JCS) is published by Ikatan Dosen Menulis in collaboration with GoAcademica CRP. Publishing twice a year, ie Issue 1 Issue 2 in June and December and already have a registration number p-ISSN: 2715-2901 and e-ISSN: 2715-291X since 2019.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2020): JCS, June 2020" : 9 Documents clear
PEMBINAAN PELAKU EKONOMI SEKTOR INFORMAL BAGI PENGENDARA OJEK DI PANGKALAN UDARA TABING KOTA PADANG Syamsul Amar; Alpon Satrianto; Ariusni
Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2020): JCS, June 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.923 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v2i1.27

Abstract

Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kesadaran Mitra dalam berlalu lintas ynag sesuai dengan aturan yang sudah diterapkan, memperbaiki etika dan tata krama pengendara ojek dalam membawa penumpang pada tempat tujuannya dan peningkatan kemampuan berkomunikasi dan pengelolaam keuang keluarga. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan mitra adalah pelatihan yang relevan bagi profesi pengendara ojek yang mencakup: kesadaran pengendara ojek dalam berlalu lintas, mengajarkan etika dan tata tata krama dalam membahea penumpang, peningkatan kemampuan berkomunikasi interpersonal dan peningkatan kemampuan mengelola keuangan keluarga. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pembimbingan. Pembinaan ini telah dapat membangun dan menumbuhkembangkan kesadaran dan etika dalam berlalu lintas dalam kegiatan operasional sehari-hari. Kemudian, pembinaan ini juga telah meningkatkan kemampuan komunikasi yang baik antara pengendara ojek dengan pelanggan ojek sehingga informasi yang saling diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik. Pengendara ojek akan juga dapat mengatur pengelolaan keuangan keluarga. Hal ini sangat dibutuhkan agar pengendara ojek tahu bagaimana mengatur uang masuk, keluar serta tabungan untuk masa depan kehidupan.
PEMBERDAYAAN DAN PEMBINAAN CALON WIRAUSAHAWAN DAN PELAKU START-UP BUSINESS PADA MASYARAKAT KOTA PADANG MENUJU KEMANDIRIAN FINANSIAL Megawati; Yunita Engriani; Arief Maulana
Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2020): JCS, June 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.464 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v2i1.28

Abstract

Wirausaha terutama sektor UMKM merupakan sektor yang memiliki potensi dalam pembangunan nasional, baik dalam hal jumlah maupun mutu. Pembangunan nasional akan lebih mantap jika ditunjang oleh wirausahawan yang mumpuni. Potret UMKM selalu digambarkan sebagai sektor yang sebagian besar pelakunya berpendidikan rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil baik sektor tradisional maupun modern. Pengembangan UMKM merupakan tanggung jawab bersama pemerintah beserta masyarakat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan memberikan fasilitas bimbingan, pendampingan, dan bantuan perkuatan untuk menumbuhkan daya saing usaha. Kontribusi UMKM terhadap PDB negara cukup besar dibanding dengan usaha skala besar, tidak terkecuali UMKM yang ada di Sumatera Barat, terutama Kota Padang yang memiliki jumlah UMKM tertinggi dari 11 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. Jumlah UMKM potensial semakin banyak berkembang dan tumbuh di setiap kecamatan di Kota Padang. Kontribusi dan potensi yang dapat digali dari berbagai sektor UMKM tersebut, seperti mendorong pertumbuhan ekonomi terutama sumbangan terhadap PDB dan volume ekspor nasional, terciptanya lapangan kerja dan wirausaha baru, lebih fleksibel dalam setiap kondisi ekonomi, namun demikian bisnis UMKM tidak selalu berjalan lancar. Hal ini disebabkan masih banyaknya hambatan dan kendala, baik yang bersifat internal (modal, SDM, akuntabilitas) dan eksternal (akses, infrastruktur, iklim usaha). Lebih jauh fakta lapangan menunjukkan sebagian besar masih memiliki kelemahan dalam hal pengelolaan bisnis secara profesional.
PELATIHAN PEMASARAN PRODUK DAN PEMBUKUAN USAHA KECIL BAGI ANGGOTA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) JASA E-WARONG JAYA BERJAYA KOTA PADANG Alpon Satrianto; Syamsul Amar
Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2020): JCS, June 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.261 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v2i1.29

Abstract

Tujuan kegiatan pelatihan ini pada kelompok Mitra wirausaha baru pada bidang produk kerajinan di Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang adalah meningkatkan pengetahuan Mitra dalam bidang Pemasaran Produk khususnya kemampuan dalam pemasaran secara on line (On line Marketing), serta Pembukuan Usaha Kecil dan Perhitungan Harga Pokok Produksi. Pelatihan dilakukan oleh para instruktur yang sudah berpengalaman dalam bidang pemasaran, pembukuan, dan kewirausahaan. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktek. Pelatihan ini telah terbukti dapat membangun dan menumbuhkembangkan kesadaran dan pengetahuan calon wirausaha baru tentang pentingnya pemasaran produk secara on line saat ini, pembukuan usaha kecil, serta perhitungan harga pokok produksi.
MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN BORDIR BAGI WARGA BINAAN WANITA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA BUKITTINGGI Sri Zulfia Novrita; Asmar Yulastri
Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2020): JCS, June 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.618 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v2i1.30

Abstract

Lembaga pemasyarakatan Klas IIA Bukittinggi memiliki kewenangan dan tugas untuk melakukan pembinaan terhadap warganya. Pembinaan dilakukan dengan memberikan pendidikan dan keterampilan yang bertujuan agar warga binaan mempunyai bekal keahlian (skills) untuk kembali ke masyarakat. Namun pembinaan ini belum optimal terlaksana karena masih kurangnya sumberdaya manusia yang dimiliki lembaga pemasyarakatan. Berdasarkan hal tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang merasa terpanggil untuk melaksanakan pelatihan keterampilan bordir khususnya bagi warga binaan wanita. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha melalui pelatihan keterampilan bordir. Jumlah peserta sebangak 16 orang warga binaanwanita. Materi yang disampaikan adalah menumbuhkan jiwa wirausaha dan keterampilan bordir yang meliputi pengetahuan alat dan bahan, pembuatan motif, kombinasi warna dan teknik membordir. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, latihan dan metode resitasi atau pemberian tugas. Secara umum, hasil kegiatan sudah terlaksana dengan baik, karena warga binaan telah mampu memproduksi mukena bordir yang cukup rapi dan siap untuk dipasarkan, sehingga telah dapat membantu perekonomian keluarga.
EDUKASI PERTANIAN UNTUK ANAK-ANAK MILENIAL BERBASIS MASJID DI DESA CIKADUT, KECAMATAN CIMENYAN, KABUPATEN BANDUNG Ivonne Ayesha
Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2020): JCS, June 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.038 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v2i1.31

Abstract

Minimnya pengetahuan anak-anak tentang pertanian dan tanaman serta terkikisnya minat mereka terhadap sektor tersebut, merupakan pemikiran dasar untuk melakukan kegiatan edukasi pertanian untuk anak. Masjid dijadikan basis kegiatan dengan pertimbangan bahwa tempat ibadah ini pada hakekatnya adalah pusat berkembangnya ilmu pengetahuan. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk menumbuhkan rasa peduli dan cinta anak-anak terhadap pertanian dan memberikan pengetahuan dan teknologi sederhana tentang pertanian. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah: 1) Edukasi teknologi pertanian melalui film-film pertanian; 2) Student base learning, dengan menerapkan teknologi sederhana di bidang pertanian; 3) Pembimbingan pada fase budidaya sampai panen. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan; 1) sebelum kegiatan, semua peserta tidak dapat menjelaskan jenis tanaman contoh dengan baik dan benar; 2) semua peserta antusias memperhatikan film animasi dan dokumenter tentang pertanian; 3) semua peserta terlibat aktif dalam praktek menanam; 4) setelah kegiatan terjadi peningkatan pemahaman, pengetahuan, minat, perhatian, kecintaan terhadap tanaman. Berdasarkan hasil kegiatan PKM ini disimpulkan bahwa; 1) rendahnya rasa peduli dan kecintaan anak-anak terhadap pertanian disebabkan kuranynya pihak lain yang intensif mendekatkan dan mengenalkan mereka dengan dunia pertanian; 2) setelah mengikuti proses edukasi pertanian, anak-anak peserta dengan cepat menyukai tanaman dan termotivasi untuk menanam berbagai jenis tanaman dengan teknologi pertanian sederhana di limgkungan mereka
ORIENTASI IBU RUMAH TANGGA DALAM MEMANFAATKAN BAGASSE SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM DI LAHAN PEKARANGAN Sri Harimurti
Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2020): JCS, June 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v2i1.32

Abstract

Kelurahan Teratai berada di tengah kota Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari. Hampir semua warga di RT 5 terbiasa memnafaatkan lahan pekarangan. Hasil dari kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan ini dinikmati secara bersam-sama dan tidak dijual. Pola tanam yang mereka lakukan di lahan pekarangan biasanya campuran berbagai jenis tanaman hortikultura. Tanaman yang tumbuh subur tentu dapat memberikan hasil yang diharapkan untuk itu sebagai salah satu yang dapat dijadikan sebagai campuran media tanam di lahan pekarangan adalah bagasse atau ampas tebu. Bagasse atau ampas tebu ini mudah dapat ditemui di sekitar lingkungan tempat tinggal namun belum banyak yang mengetahui jika bagasse dapat dipakai sebagai campuran media tanam. Melalui penyuluhan ini menghasilkan bahwa selama ini Para ibu rumah tangga hanya mengetahui bagasse/ampas tebu mengandung gula, yang sangat baik jika digunakan sebagai bahan campuran pembuatan kompos, dan belum mengetahui kalau ternyata bagasse dapat dipakai sebagai campuran media tanam.
PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH DENGAN TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN SECARA VERTIKULTUR Uliya; Sri Harimurti
Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2020): JCS, June 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.445 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v2i1.33

Abstract

Pekarangan rumah terkadang disebut lumbung hidup, warung hidup atau apotik hidup memiliki fungsi multiguna. Warga Kelurahan Teratai khususnya RT 5 sudah melakukan kegiatan pemanfaatan pekarangan. Ada beberapa jenis tanaman yang di tanam di pekarangan, seperti tanaman buah, sayur dan tanaman hias. Vertikultur merupakan usaha pertanian dengan memanfaatkan semaksimal mungkin ruang vertikal dengan cara bertanam tanaman dengan media selain tanah pada bak-bak tanaman yang diatur bertangga (Cascade planting) atau struktur etage bouw. Beberapa jenis sayuran yang dapat ditanam dalam budidaya ini diantaranya Selada, sawi, seledri, bayam dan kangkung. Media tanamnya terdiri dari campuran tanah, pasir dan pupuk kandang atau kompos. Metode yang dilakuan adalah penyuluhan Setelah dilakukan pengabdian yang diikuti oleh 32 orang maka diperoleh hasil bahwa baru sekitar 50% yang mengenal tentang budidaya tanaman secara vertikultur. Adapun jenis tanaman yang dapat dibudidayakan secara vertikultur, 75% para peserta pengabdian mengatakan tanaman sayuran.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LAHAN PEKARANGAN BERKELANJUTAN SEBAGAI USAHA PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA DI KELURAHAN TERATAI KABUPATEN BATANG HARI Rusnani
Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2020): JCS, June 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.797 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v2i1.34

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk setiap wilayah mengakibatkan jumlah pemukiman semakin meningkat, kebutuhan pangan semakin meningkat, lahan pertanian semakin sempit dan keseimbangan ekosistem semakin terganggu. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menciptakan lahan pekarangan sebagai lahan pertanian yang menjadi sumber produksi pangan dan pelestarian lingkungan. Setiap lahan pada sisi bangunan rumah dapat dimanfaatkan sebagai kegiatan pertanian dan pelestarian lingkungan seperti budidaya tanaman,ternak dan ikan, dimana secara tidak lansung berpengaruh terhadap kehidupan sosial budaya, ekonomi dan ekologi. Kelurahan Teratai salah satu wilayah yang telah memanfaatkan lahan pekarangan, namun belum dikelolah secara intensif, berkelanjutan dan pola penanaman yang belum teratur. Hal ini disebabkan pengetahuan dalam pengelolaan lahan pekarangan masih minim dan aktivitas keseharian warga yang padat. Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk penyuluhan dapat memberikan edukasi dan informasi tentang pengelolaan lahan pekarangan berkelanjutan, mendorong masyarakat mengoptimalkan fungsi lahan pekarangan dengan pola penanaman yang tepat, produksi pangan keluarga dan meningkatkan pendapatan. Hasil survei di Kelurahan Teratai menunjukkan bahwa 90% rumah tangga telah memanfaatkan lahan pekarangan untuk kegiatan pertanian dengan tujuan beragam yaitu sebanyak 44,44 % sebagai apotik hidup saja, 44,44% sebagai apotik hidup, sumber pemenuhan pangan dan gizi keluarga, serta 11,11% sebagai sumber keindahan saja.
KEGIATAN AKSI SOSIAL MENDUKUNG PEREKONOMIAN MASYARAKAT YANG TERDAMPAK COVID-19 DI SMUN 17 MEDAN Tia Novira Sucipto; Rika Mei Hayani Ginting; Rosanna Purba
Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2020): JCS, June 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.769 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v2i1.35

Abstract

Penyebaran coronavirus sudah semakin meluas di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah pasien yang dinyatakan positif pun sudah mencapai lebih dari 143.000 orang. Hampir seluruh negara di dunia diguncang sebuah pandemi yang dikenal dengan istilah pandemi Covid-19. Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. Mewabahnya coronavirus ini telah mengakibatkan mobilitas perekonomian berhenti dan menurunkan kondisi perekonomian di Indonesia, bukan hanya perekonomian Indonesia saja namun juga perekonomian dunia. Pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia saat ini memaksa pemerintah menetapkan kebijakan bahwa masyarakat harus melakukan segala aktivitas dari rumah, baik itu bekerja, sampai aktivitas pendidikan dilakukan dari rumah. Aktivitas perdagangan juga mendapat pembatasan untuk tidak berjualan terlebih dahulu pada saat status darurat Covid-19. Hal tersebut akhirnya berdampak pada penurunan sumber pendapatan masyarakat. Hal ini terbukti semakin banyak para pedagang yang mulai menutup dagangannya karena mendapat larangan dari pemerintah daerah masing- masing khususnya kota Medan. Tim Pengabdaian Masyarakat bermitra dengan SMUN 17 Medan merupakan salah satu Sekolah Menengah Umum Negeri yang ada di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. SMUN 17 Medan dan ikatan alumni stambuk 2000 SMUN 17 Medan sebagai wadah untuk menyalurkan ide dan kontribusi, ingin berkontribusi kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan aksi sosial yang nantinya dirasakan langsung oleh masyarakat. Kegiatan aksi sosial menjadi solusi alternatif atas problematika masyarakat sekarang.

Page 1 of 1 | Total Record : 9