cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2022)" : 25 Documents clear
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI AMOKSISILIN DENGAN FRAKSI- FRAKSI DARI EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Laksmita Anggarani; Arif Yahya; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.452 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Staphylococcus aureus diketahui resisten terhadap amoksisilin. Potensi kombinasi amoksisilin dan senyawa antibakteri pada Allium sativum L. dapat dijadikan metode terbaru dalam menangani resistensi S.aureus, namun efek kombinasi dengan amoksisilin belum diketahui sehingga perlu diteliti.Metode: Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan S.aureus non patogen dengan kombinasi amoksisilin dan fraksi Air, n-Heksana dan etil Asetat dari ekstrak etanol umbi Allium sativum L. pada konsentrasi 50%b/b dalam kelompok A/AA/H/HH/AH. Analisa zona hambat diukur dengan metode cakram dan interaksi kombinasi dinilai dengan metode AZDAST.Hasil dan Pembahasan: Zona hambat fraksi Air; A=36,33±2,43 mm, AH=36,13±4,51 mm (p<0,05), fraksi n-Heksana; A=36,36±1,76 mm, AH=34,76±1,76 mm (p<0,05), fraksi Etil Asetat; A=38,73±2,61, AH=38,85±1,92 mm (p<0,05). Kombinasi amoksisilin dengan fraksi Air dan fraksi Etil Asetat bersifat not distinguishable, sedangkan kombinasi amoksisilin dengan fraksi n-Heksana bersifat antagonist. Hal ini menunjukkan bahwa fraksi ekstrak etanol Allium sativum L. memiliki efek mengganggu kerja amoksisilin.Kesimpulan: Efek kombinasi amoksisilin dengan fraksi dalam ekstrak etanol Allium sativum L. tidak menambah efek antibakteri amoksisilin pada S.aureus non patogen. Kata Kunci: Staphylococcus aureus; Amoksisilin, Fraksi Air, Fraksi n-Heksana, Fraksi Etil Asetat, Allium sativum L.
MEKANISME TEMPE KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) SEBAGAI ANTI KOLESTEROL MELALUI PENGHAMBATAN LIPASE PANKREAS DAN Fatty Acids Synthase (FAS) SECARA KOMPUTASI Ghina Rofifah Zhani; Yoyon Arif Martino; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.953 KB)

Abstract

ABSTRAK  Pendahuluan: Tempe merupakan makanan produk fermentasi yang memiliki kandungan probiotik. Kacang merah memiliki efek antihiperkolesterol dikarenakan dalam kacang merah mengandung proantosianidin dan isoflavon yaitu genestein, daidzein, biochanin A, glycitein, dan formononetin. Tujuan penelitian untuk memprediksi afinitas yang terbentuk antara senyawa aktif tempe kacang merah dengan enzim target serta memprediksi fisikokimia,  ADME, toksisitas senyawa aktif tempe kacang merah.Metode: Penelitian secara in silico dilakukan pada 10 senyawa aktif tempe kacang merah dengan metode molecular docking pada http://www.dockingserver.com. Struktur 3D senyawa aktif  tempe kacang merah dan orlistat diambil dari Pubchem, enzim Lipase pankreas dan Fatty Acid Synthase (FAS)  diambil dari RCSB dan Uniprot. Konversi format pdb menggunakan http://swissmodel.expasy.org. Analisa afinitas senyawa ligan terhadap enzim dengan membandingkan energi bebas, konstanta inhibisi, interaksi permukaan, dan residu asam amino dengan orlistat. Analisa fisikokimia, ADME, dan toksisitas senyawa aktif tempe kacang merah menggunakan pKCSMHasil: Hasil pKSCM online tool didapatkan seluruh senyawa aktif tempe kacang merah memiliki efektifitas yang baik untuk bekerja di intestinal dan tidak mempunyai  efek hepapatotoksik serta efek toksisitas lainnya, sementara catechin diprediksi bersifat karsinogenik. Hasil molecular docking didapatkan Kaempferol-O, Quercetin-O-acylhexoside dan Glisitein memiliki afinitas tinggi dalam menghambat enzim FAS. Genistein mempunyai afinitas rendah dalam menghambat lipase pankreas,namun  diprediksi memiliki potensi yang sama dengan kontrol.Kesimpulan: Seluruh senyawa aktif tempe kacang merah kecuali catechin, efektif bekerja di interstinal dan tidak bersifat toksik. Senyawa aktif tempe kacang merah yang memiliki afinitas terhadap FAS adalah  Kaempferol-O, Quercetin-O-acylhexoside dan Glisitein. Adapun yang memiliki afinitas terhadap lipase pankreas adalah Genistein.Kata Kunci: antikolesterol, tempe, senyawa aktif tempe kacang merah, in silico, pkCSM.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP DERAJAT KEASAMAN DAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT KOMBUCHA DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) Rosita Sari; Yoni Rina Bintari; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.207 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Kombucha daun sirsak merupakan minuman probiotik yang berasal dari hasil fermentasi teh daun sirsak dan sukrosa oleh starter kombucha yaitu SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Daun sirsak dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan kombucha karena mengandung senyawa polifenol yang tinggi. Salah satu bakteri pada kombucha yang mempunyai peran sebagai probiotik adalah bakteri asam laktat, sedangkan yang mempengaruhi pertumbuhan dari bakteri asam laktat adalah sukrosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur total bakteri asam laktat dan derajat keasaman pada kombucha daun sirsak dengan variasi konsentrasi sukrosa berbeda.Metode: Kombucha daun sirsak dibuat dengan menambahkan sukrosa dengan konsentrasi 5%, 10%, 15% (b/v) serta SCOBY dan difermentasi selama 7 hari. Pengukuran derajat keasaman menggunakan pH meter yang telah dikalibrasi. Penghitungan total bakteri asam laktat dinyatakan dalam Colony Forming Unit (CFU)/ml. Hasil dianalisis secara statistik menggunakan uji one way ANOVA dengan taraf signifikansi p≤0.05.Hasil: Tidak terdapat perbedaan secara signifikan variasi kadar sukrosa terhadap derajat keasaman dan total bakteri asam laktat kombucha daun sirsak. Kadar sukrosa 10% (b/v) pada kombucha daun sirsak mempunyai derajat keasaman 3,30 ± 0,06  dan total bakteri asam laktat sebanyak 9,03 x 106 ± 5,36 x 106  CFU/ml yang sesuai untuk dikonsumsi.Kesimpulan: Kombucha daun sirsak konsentrasi gula 10% (b/v) mempunyai derajat keasaman dan total bakteri asam laktat lebih tinggi jika dibandingkan dengan kombucha daun teh sehingga lebih berpotensi sebagai probiotik.Kata Kunci: Kombucha, daun sirsak, probiotik, derajat keasaman, total bakteri asam laktat.
Pengaruh Proses Pembelajaran Mandiri dan Kolaboratif dalam Problem Based Learning (PBL) Terhadap Performa Akademik Berbentuk Indeks Prestasi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Aurizan Naufal Habib; Dewi Martha Indria; Marindra Firmansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.176 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Metode Problem Basic Learning (PBL) merupakan salah satu hasil inovasi sistem pembelajaran yang di dalamnya mencakup metode pembelajaran mandiri dan metode pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan metode pembelajaran mandiri dan metode pembelajaran kolaboratif berbasis PBL dengan performa akademik mahasiswa yang dilihat dari Indeks Prestasi (IP).Metode: Desain enelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel adalah non-probability sampling dengan metode consecutive sampling dan jumlah responden yang memenuhi kriteria sebanyak 176 mahasiswa yang dibagi menjadi 3 angkatan A, B dan C. Instrument pengumpulan data menggunakan kuisisoner melalui tautan google form, setelah itu hasil diolah menjadi skala Likert. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda.Hasil: Hasil menunjukan secara simultan metode pembelajaran mandiri dan kolaboratif berpengaruh secara signifikan terhadap performa akademik dengan pvalue sebesar 0,000<0.05. Selanjutnya secara parsial metode pembelajaran mandiri mempunyai hubungan negatif dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap performa akademik dengan pvalue sebesar 0,144>0.05. Sedangkan secara parsial metode pembelajaran kolaboratif mempunyai hubungan positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap performa akademik dengan p value sebesar 0,000< 0.05Kesimpulan: Didapatkan bahwa pembelajaran mandiri dan kolaboratif secara simultan berpengaruh signifikan terhadap performa akademik. Metode pembelajaran kolaboratif mempunyai hubungan positif sedangkan pembelajaran mandiri mempunyai hubungan negative.Kata kunci: Problem-based learning (PBL), pembelajaran kolaboratif, pembelajaran mandiri, pendidikan kedokteran.
PENGARUH KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) PADA EFEKTIFITAS Amoksisilin TERHADAP Helicobacter pylori Cahya Dhimas Triatmojo Putra; Arif Yahya; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.886 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Gastritis disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori yang dapat diterapi dengan amoksisilin. Fitofarmaka kayu manis sering digunakan sebagai obat gastiris karena karena dapat melindungi lambung dan memiliki aktivitas antibakteri. Pada kayu manis ditemukan bahwa kombinasi sinamaldehida dengan antibiotik mempunyai efek sinergis dalam menghambat bakteri E. coli secara in vitro. Namun, efek terhadap bakteri H. pylori belum diketahui, oleh karena itu penelitian ini akan menguji daya hambat antibotik amoksisilin secara tunggal maupun kombinasi dengan obat herbal berbahan kayu manis terhadap bakteri Helicobacter pylori.Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium in vitro. Penentuan dosis berupa rentang dari dosis hambat minimum yang ditambahkan dua dosis tambahan pada ambang atas dan ambang bawah dosis. Apabila tidak didapatkan zona  hambat dalam uji eksplorasi atau rata-rata zona hambat <14 mm, maka dosis yang dipilih untuk pengujian adalah dosis 100×103 ppm. Fitofarmaka kayu manis dilarutkan dengan akuades hingga 5 variasi dosis 400×103 ppm, 200×103 ppm, 100×103 ppm, 50×103 ppm, dan 25×103 ppm. Zona hambat kombinasi fitofarmaka kayu manis dan amoksisilin 25 µg dilakukan dengan metode Kirby-Bauer Disk Diffusion Susceptibility Test dan diukur dengan jangka sorong. Nilai interaksi dilakukan dengan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Signifikansi ditentukan dengan p<0,05.Hasil: Kombinasi fitofarmaka kayu manis dengan amoksisilin didapatkan hasil antagonis pada dosis 400×103  ppm (34,80±0,87 mm). Untuk dosis yang lain interaksi bersifat not-distinguishable dengan amoksisilin. Hal ini terjadi karena semakin tinggi dosis ekstrak maka semakin tinggi zona hambat yang terbentuk.Kesimpulan: Dosis 400×103 ppm fitofarmaka kayu manis berinteraksi antagonis dengan antibakteri amoksisilin terhadap bakteri Helicobacter pylori.Kata Kunci: Cinnamomum burmannii, Amoksisilin, ZOI, Kombinasi Antibiotik dan Herbal
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU DAN PERSEPSI VAKSIN COVID-19 PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DI KOTA MALANG Mohammad Gilang Ramadlan; Aris Rosidah; Erna Sulistyowati
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.463 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: COVID-19 berdampak pada lingkungan komunal termasuk di pondok pesantren. Penghuni pondok pesantren didominasi oleh remaja yang kepedulian terhadap kesehatan dan higiene perorangan masih kurang. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan resiko terpapar COVID-19 di masa pandemi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan pengetahuan COVID-19 dengan perilaku santri terhadap kepatuhan protokol kesehatan dalam mencegah COVID-19 pada santri suatu pondok pesantren di kota Malang. Selain itu kami juga mengevaluasi hubungan pengetahuan dengan persepsi tentang vaksin COVID-19.Metode: Penelitian ini merupakan survei menggunakan kueisioner dengan responden santri suatu pondok pesantren di kota Malang. Berjumlah 145 orang. Setelah kueisioner survei kami uji dengan kueisioner yang sudah diuji validitas dan reabilitasnya, selanjutnya kami menguji hubungan pengetahuan COVID-19 dengan perilaku santri terhadap kepatuhan protokol kesehatan dalam mencegah COVID-19 serta hubungan pengetahuan dengan persepsi tentang vaksin COVID-19 menggunakan uji Chi Square dan uji hubungan dengan nilai prevalence ratio (PR) dengan p kurang dari 0.05 dianggap signifikan.Hasil: Persentase jumlah santri dengan pengetahuan COVID-19 yang baik sejumlah 70.35%. Perilaku santri pada kepatuhan protokol kesehatan sejumlah 85.52% baik. Sedangkan persepsi tentang vaksin COVID-19 sejumlah 92.4% bernilai positif. Namun, sejumlah 93.8% pengetahuan tentang vaksin COVID-19 kurang baik. Berdasarkan uji Chi Square didapatkan variabel nilai p value dari pengetahuan tentang COVID-19 dengan perilaku santri terhadap kepatuhan protokol kesehatan sebesar 0,152 dengan nilai PR 1.116. Sedangkan dalam analisa pengetahuan tentang vaksin COVID-19 dengan persepsi santri terhadap vaksin COVID-19 didapatkan nilai p value yaitu sebesar 0,375 dengan nilai PR 0.Kesimpulan: Tidak didapatkan adanya hubungan antara pengetahuan tentang pandemi COVID-19 dengan perilaku santri terhadap kepatuhan protokol kesehatan dan tidak didapatkan hubungan antara pengetahuan tentang vaksin COVID-19 dengan persepsi santri terhadap vaksin COVID-19 di pondok pesantren.Kata Kunci: Pandemi, COVID-19, Pengetahuan COVID-19, Perilaku Santri, Persepsi Santri, Pengetahuan Vaksin COVID-19, Vaksin COVID-19.
KOMBINASI EKSTRAK N-HEKSANA Alpinia purpurata DAN Zingiber officinale DENGAN METODE MASERASI KINETIK DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus DAN Eschericia coli Windya B. Supriadi; Erna Sulistyowati; Ike Widyaningrum
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.991 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Lengkuas merah (Alpinia purpurata) dan jahe merah (Zingiber officinale) memiliki kandungan senyawa aktif yang bisa menghambat pertumbuhan bakteri. Kombinasi ekstrak dari beberapa tanaman mampu meningkatkan daya hambat bakteri lebih besar bila dibandingkan dengan ekstrak tanaman tunggal. Penelitian ini melakukan kombinasi A. purpurata dan Z. officinale untuk meningkatkan kemampuan aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya hambat bakteri kombinasi ekstrak rimpang A. purpura dan  Z. officinale.Metode: Penelitian in vitro ini mengukur daya hambat kombinasi ekstrak A. purpurata dan Z. officinale dengan menghitung diameter ZOI S. aureus atau E. coli. Perbandingan konsentrasi kombinasi ekstrak herbal yang digunakan yaitu P1(0:100), P2(25:75), P3(50:50), P4(75:25), P5(100:0). ZOI dihitung melalui metode difusi cakram. Amoksisilin dan asam nalidiksat kami gunakan sebagai antibiotik pembanding. Analisis statistik menggunakan uji one way ANOVA dengan taraf signifikansi adalah p < 0,05.Hasil: Skrining fitokimia ekstrak N-heksana A. purpurata dan Z. officinale menunjukkan adanya kandungan terpen dan alkaloid. Hasil ZOI S. aureus pada kelompok P1, P2, P3, P4, dan P5 berturut-turut yaitu 7,03±1,19, 6,76±1,13, 7,63±1,66, 8,13±0,97, dan 8,36±2,31 mm. Hasil ZOI E. coli pada kelompok P1, P2, P3, P4, dan P5 berturut-turut yaitu 11,10±1,01, 9,46±1,55, 9,03±1,56, 10,9±1,47, dan 9±0,26 mm. ZOI amoksisilin dan asam nalidiksat menunjukkan hasil lebih besar.Kesimpulan: Kombinasi ekstrak N-heksana  A. purpurata dan Z. officinale mampu menghambat S. aureus dan E. coli.Kata kunci: Alpinia purpurata, Zingiber officinale, N-heksana, bakteri, daya hambat bakteri
INTERAKSI POTENSIASI PADA ERITROMISIN DENGAN FRAKSI ETIL ASETAT DARI EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) PADA Staphylococcus aureus RESISTEN Miftakhul Ramadhon Dwi Anjasmara; Zainul Fadli; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.735 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Staphylococcus aureus dilaporkan mengalami resistensi terhadap eritromisin sebesar 41%-68,3%. Allium sativum L. memiliki kandungan organosulfur yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Kombinasi eritromisin dan  fraksi-fraksi Allium sativum L. dapat menjadi potensi untuk menanggulangi resistensi S.aureus. Tetapi belum diketahui fraksi yang potensial dari kombinasi eritromisin dengan fraksi Allium sativum L.Metode: Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan kombinasi eritromisin dengan fraksi n-heksana, etil asetat dan air dari ekstrak etanol Allium sativum L. pada biakan S.aureus resisten terhadap eritromisin menggunakan konsentrasi 50%b/v. Zona hambat diukur dan dianalisa dengan metode AZDAST. Hasil analisa diuji menggunakan Kruskall Wallis.Hasil dan Pembahasan: Tidak terbentuk zona hambat pada eritromisin dosis tunggal dan ganda yang menunjukkan biakan S.aureus resisten terhadap eritromisin. Fraksi n-heksana dan fraksi air dosis tunggal maupun ganda tidak terbentuk zona hambat. Namun, fraksi etil asetat dosis tunggal menghasilkan zona hambat sebesar  18,54±1,80 mm. Fraksi etil asetat dosis ganda menghasilkan zona hambat sebesar 24,55±2,04 mm. Kombinasi eritromisin dengan fraksi n-heksana dan air tidak terbentuk zona hambat. Kombinasi eritromisin dengan fraksi etil asetat 22,52±0,76 mm yang memiliki jenis interaksi potensiasi.Kesimpulan: Fraksi yang potensial dikombinasikan dengan eritromisin menghambat pertumbuhan S.aureus yang resisten adalah fraksi etil asetat.    Kata Kunci: Staphylococcus aureus, Allium sativum L., Eritromisin, Daya Hambat, Kombinasi Antibiotik dan Herbal
PENENTUAN KADAR TOTAL FENOLIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI AIR DAUN PULUTAN (Urena lobata L.) Bagus Kansagis Cahya; Sri Fauziyah; Yudi Purnomo
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.546 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan : Senyawa radikal bebas berperan terhadap kerusakan oksidatif sel pada penyakit degeneratif. Pemberian antioksidan diperlukan untuk mencegah kerusakan oksidatif. Fraksinasi terhadap ekstrak daun Pulutan menggunakan pelarut air digunakan untuk mengambil senyawa aktif yang bersifat polar seperti flavonoid, fenolik dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan pada fraksi air daun Pulutan (Urena lobata L.).Metode : Daun Pulutan di ekstraksi dengan metanol kemudian dilanjutkan fraksinasi menggunakan pelarut air. Hasil fraksinasi dilakukan skrining fitokimia dan uji kuantitatif terhadap kadar total fenol menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Selanjutnya dilakukan uji bioaktivitas antioksidan terhadap fraksi air daun pulutan dengan menggunakan metode DPPH dan dinilai aktivitas antioksidannya melalui pengukuran IC50.  Hasil : Fraksi air daun Pulutan mengandung senyawa fenolik, flavonoid, saponin dan alkaloid. Kadar total fenol fraksi air daun Pulutan didapatkan hasil 202.88 mg GAE/g. Fraksi air daun Pulutan berpotensi sebagai antioksidan (IC50 = 60.79 μg/mL) tetapi lebih lemah 25 kali dibanding vitamin C (IC50 = 2.48 μg/mL).Simpulan : Fraksi air daun pulutan (Urena lobata) memiliki aktivitas antioksidan kuat, dengan kadar fenol total sebesar 202.88 mg GAE/g. Kata Kunci : pulutan; fraksi air; fenol total; DPPH.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI TETRASIKLIN DENGAN FRAKSI - FRAKSI EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Ulinnuha Firdausyah Avisena; Arif Yahya; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.715 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Angka resistensi yang tinggi dari Staphylococcus aureus terhadap tetrasiklin menyebabkan kurang optimalnya penggunaan tetrasiklin untuk menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Karena itu perlu penambahan senyawa aktif dari tanaman herbal yang berpotensi sebagai antibakteri seperti Allium sativum L. Namun bentuk interkasi tetrasiklin dengan fraksi-fraksi ekstrak etanol Allium sativum L. belum diketahui, sehingga perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui jenis interaksinya dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium menggunakan desain penelitian in vitro. Antibiotik pada penelitian ini menggunakan cakram dengan dosis 30mcg. Untuk mengetahui daya hambat digunakan uji zona hambat yang diukur menggunakan image dalam satuan mm lalu diinterpretasikan menggunakan metode AZDAST.Hasil: Fraksi etil asetat; A= 32,54±1,15 mm, AA=35,19±1,46 mm, H= 25,94±1,72 mm, HH= 26,46±0,77 mm, AH= 33,83±2,33 mm. Fraksi n-Heksana; A=34,38±1,19 mm, AA= 36,19±0,80 mm, H= 0,00±0,00 mm, HH= 3,53±4,07 mm, AH= 35,69±0,90 mm. Fraksi Air; A=32,54±1,15 mm, AA= 35,19±1,46 mm, H= 25,94±1,72 mm, HH= 26,46±0,77 mm, AH= 33,83±2,33 mm.Kesimpulan: Kombinasi tetrasiklin dengan fraksi etil asetat memiliki sifat interaksi sinergis, sedangkan frakssi n-Heksana dan fraksi air memiliki sifat interaksi potensiasi. Kata Kunci: Allium sativum L., Tetrasiklin, Staphylococcus aureus, Zona hambat, Kombinasi antibiotik dan herbal

Page 1 of 3 | Total Record : 25