cover
Contact Name
Ita Suhermin Ingsih
Contact Email
ita.suhermin@unisma.ac.id
Phone
+62341-552249
Journal Mail Official
rekayasa.sipil.unisma@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang Jl. Mayjen Haryono 193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil (e-journal)
ISSN : 23377720     EISSN : 23377739     DOI : 10.33474
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal "Rekayasa Sipil" sebagai media informasi dan forum kajian bidang Teknik Sipil berisi tulisan ilmiah hasil penelitian. Diterbitkan oleh jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang setiap bulan Februari dan Agustus. Redaksi mengundang para ahli, praktisi, peneliti dan semua pemerhati keteknik sipil an untuk menyumbangkan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media cetak lain.
Articles 240 Documents
EVALUASI SISTEM DRAINASE TERHADAP PENANGGULANGAN BANJIR DI KECAMATAN BARUGA KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA Tri Wahyudi Sinaga; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.916 KB)

Abstract

Kota Kendari merupakan salah satu Kota yang sering terjadi banjir dikarenakan bentuk lahan yang bergelombang sehingga menyebabkan potensi banjir dan genangan menjadi besar. Kota Kendari merupakan wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara yang terletak pada ketinggian yang berkisar: antara 0-500 meter di atas permukaan laut. Enam kecamatan di wilayah Kota Kendari merupakan kawasan yang paling umum terjadi banjir akibat tidak dan berfungsinya pengaliran air (drainase), salah satunya yaitu di kecamatan baruga.      Tujuan peneliti disini menganalisis aspek teknis yaitu melakukan evaluasi  drainase eksisting di lokasi penelitian. Hasil dari analisis tersebut ditemukan beberapa saluran tidak cukup menampung debit banjir rancangan. Untuk menghitung tinggi hujan rancangan, peneliti menggunakan metode Log Person Type III dengan periode kala ulang 5 tahun dengan jumlah sebesar 117,561 mm.      Berdasarkan dari hasill evaluasi,, diketahui 10 saluran dari 13 saluran yang tidak dapat mencukupi kapasitas debit banjir rancangan. Sehingga 10 saluran yang tidak mencukupi kapasitas debit rancangan dilakukan perbaikan drainase yang berbentuk persegi.
Studi Perencanaan Struktur Beton Bertulang Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Tahan Gempa Pada Ijen Suites Hotel Kota Malang Lailatul Fitriyani; Warsito Warsito
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.997 KB)

Abstract

Pembangunan Ijen Suites Hotel yang dibangun di Jl. Ijen Nirwana Raya – Kota Malang, bangunan berfungsi sebagai hotel, dengan 12 lantai struktur dan tinggi gedung 46,05 m, lokasi bangunan berada di Kota Malang, dimana merupakan wilayah dengan resiko gempa menengah, namun tingkat ketinggian bangunan 46,05 m menyebabkan bangunan beresiko tinggi terhadap gempa, sehingga diperlukan perencanaan struktur yang mampu menerima beban gempa resiko tinggi. Pada tugas akhir ini gedung Ijen Suites Hotel diranceng dengan konstruksi beton bertulang dengan SIstem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Perancangan komponen meliputi perancangan pelat, balok,kolom, dan joint alok-kolom dengan mengacu pada peraturan SNI 1726-2012 dan SNI 2847-2013. Beban yang dianalisis berupa beban mati, hidup, dan gempa (lateral). Mutu baja tulangan ulir fy = 390 Mpa, polos fy = 240 Mpa, dan mutu beton fc’ = 35 Mpa. Studi perencanaan ini menhasilkan tebal pelat 12 cm dengan tulangan pokok Ø10-140 dan tulngan bagi Ø8-200. Balok anak dimensi 25cm x 30 cm dengan tulangan tumpuan atas 6D16 dan bawah 3D16, tulangan lapangan atas 3D16 dan bawah 2D16. Baban gempa yang ditinjau dengan kombinasi dua arah orthogonal 100% gaya untuk satu arah ditambah 30% gaya untuk tegak lurus, dengan jumlah gaya geser terskala Vt = 0,85 V = 379254,35 kg. Balok induk B1 dimensi 40cm x 60cm dengan tulangan tumpuan sepanjang lo = 1200mm tulangan atas 7D22 dan bawah 5D22 dengan sengkang 3Ø10-70, tulangan lapangan atas 3D22 dan tulangan bawah 4D22 dengan sengkang 2Ø10-150, , K1 (60 cm x 100 cm) diperoleh tulangan utama 20D25 dengan tulangan sengkang pada daerah tumpuan sepanjang lo = 1000mm sebesar 5Ø12-100 dan sengkang lapangan sebesar 4Ø12-150. Sedangkan joint balok-kolom yang ditinjau pada joint balok-kolom line 7-C luas joint efektif (Aj) = 400000 mm2, kuat geser reduksi (ϕVn) = 3017,20 kN > gaya geser pada potongan x-x (Vx-x) = 1904,06 kN, sehingga joint cukup mampu menahan gaya geser yang terjadi, maka digunakan tulangan transversal ujung kolom yaitu 5Ø12-100 untuk joint balok-kolom. Kata Kunci :Struktur Beton Bertulang, SRPMK, Tahan Gempa
Normalisasi Sungai Winongo Untuk Penanggulangan Banjir di Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Menggunakan Program HEC – RAS 5.0.7 Sumber Jaya; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.862 KB)

Abstract

Sungai Winongo di Kecamatan Mlati yang mengalir hampir sepanjang wilayah Kabupaten Sleman, Sungai ini berfungsi sebagai saluran pembuang di kabupaten sleman, Panjang sungai ±38,52 km, namun seiring bertambahnya jumlah penduduk di bantaran Sungai Winongo banyak terdapat pemukiman padat penduduk sehingga masyarakat banyak membangun rumah-rumah. Hal ini menyebabkan banjir setiap tahunnya dan merendam rumah-rumah warga yang ada pada bantaran sungai. Untuk itu diperukan penataan pada aliran sistem pengaliran pada Sungai Winongo dan normalisasi sungai agar mampu menghindari bencana akibat banjir. Dari indentifikasi masalah yang ada di Sungai Winongo yaitu dengan cara meminimalisir banjir salah satunya dengan melakukan normalisasi penampang sungai pada saat debit air naik dan tidak melimpas dibantu dengan Software HEC-RAS untuk mengetahui bagian mana yang meluap dan tidak meluap di Sungai Winongo. Di dalam perthitungan debit banjir rancangan dengan menggunakan Metode HSS Nakayasu dengan kala ulang 25 tahun sebesar 207,824 m3/det. Berdasarkan hasil running dengan menggunakan Software HECRAS penampang eksisting hampir semuanya melimpas sehingga perlu dilakukan perencanaan ulang dimensi dan membuat bangunan pengendali banjir yaitu dengan cara membuat tanggul (revertment) di sepanjang sungai yang mempunyai lebar mercu 3 m dan tinggi jagaan tanggul 0,8 m. Dalam perhitungan perencanaan galian dengan total volume 62022,2 m3 dan volume Timbunan 211261,90 m3 sehingga dapat membuat efektifitas dalam menanggulangi permasalahan yang ada di Sungai Winongo agar tidak terjadi banjir setiap tahunnya.Kata kunci: Banjir Sungai, Sungai Winongo, HECRAS, Tanggul Sungai. 
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR WILAYAH BRI MALANG Andrean Rizal Pratama; Warsito Warsito; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.558 KB)

Abstract

ABSTRAKPembangunan Gedung Kantor Wilayah BRI Kota Malang terletak di Jalan Laksamanan Martadinata No. 80 Kota Lama Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.  Gedung ini memiliki 10 lantai, 2 lantai bawah untuk basement dan 8 lantai untuk, perkantor, dan tinggi bangunan 34,4 m. yang termasuk dalam struktur gedung tinggi dan beresiko untuk mengalami keruntuhan saat terjadi gempa bumi, terlebih lagi gedung ini masuk dalam kategori desain seismic D. Untuk itu diperlukan perencanaan gedung yang mampu menerima beban gempa resiko tinggi, menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) sesuai dengan peraturan persyaratan beton bertulang dengan SNI 2847-2013, tata perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung SNI 1726-2012, Serta peraturan lain yang berlaku di indonesia. Perhitungan struktur ini menggunakan pemodelan portal 3D dengan bantuan aplikasi ETABS V18.1.1 dan SpColumn.Hasil dari perhitungan adalah tebal pelat 125 mm, gempa rencana menggunakan metode respon spectrum dengan nilai V sebesar 1797,11 kN atau sama dengan 183254,2471 Kg. Dimensi balok induk B1 40/60, B2 45/70, dan dimensi kolom K1 80/80, dengan menggunakan pondasi tiang pancang berdiamater 50 cm dengan kedalaman 7,8 m.Kata Kunci : Gempa, Gedung Kantor Wilayah BRI Kota Malang, SRPMKABSTRACTThe building of BRI is located on 80 laksamana martadinata street, klojen, malang, east java. 10 floors, two floors down to the basement and eight floors to the office. This building has a 38.6 m (150 ft) structure in the high-rise and risk collapsing during an earthquake. It is included in the seismic design category D. So it requires design buildings capable of receiving high risk earthquake loads by using the SRPMK according to regulations in SNI 03-2847-2013, SNI 1726-2012 and other regulations that apply in Indonesia. These structure calculation uses 3D portal modelling with the help of ETABS V18.1.1 and SpColumn applications.  The calculations result of plate thickness is 125 mm. Earthquake plan is using a method of respons spectrum with V value of 1797.11 kN or 183254.2471 Kg, main beam dimension B1 40/60, B2 45/70 And column dimension K1 80/80. Using a pile foundation with a diameter of 50 cm and depth of 7.8 cm.Keywords : Earthquake, BRI Regional Office Building Malang City, SRPMK
Studi Peningkatan Tebal Lapis Tambah (Overlay) Pada Ruas Jalan Sumbawa Besar – Semongkat (STA. 0+000 - 11+000) Kabupaten Sumbawa Besar Usman Lang Ere; Warsito Warsito; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sumbawa yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada posisi 116" 42' sampai dengan 118"22' Bujur ZTImur dan 8" 8' sampai dengan 9" 7' Lintang selatan serta memiliki luas wilayah 6.643.98 Km2. disamping itu Kabupaten Sumbawa merupakan daerah yang menghubungkan beberapa daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). dalam studi peningkatan ini, yang akan direncanakan adalah perkerasan lentur (flexible pavement) pada jalan Sumbawa Besar - Semongkat sebagaimana suatu perkerasan lentur akan mengalami penurunan kinerja sehubungan dengan beban lalu lintas dan lingkungan. pada saat perkerasan dibebani Kata Kunci: peningkatan, tebal lapis tambahan, overlay, sumbawa besar - semongkat
STUDI PERENCANAAN DINDING TURAP (SHEET PILE) PADA PROYEK PERKUATAN STRUKTUR DERMAGA TERMINAL BERLIAN PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA Muhammad Waladul Hakiki; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.783 KB)

Abstract

Dermaga merupakan suatu bangunan atau infrastruktur yang sangat penting bagi perekonomian suatu daerah maupun negara, di Jawa Timur tepatnya di pelabuhan Tanjung Perak kota Surabaya, yaitu dermaga Berlian yang berfungsi sebagai bongkar muat peti kemas, dibangun sejak tahun 1910. Dermaga Berlian ini memiliki konstruksi bertipe Jetty tertutup dengan struktur dinding blok kaison beton. Seiring berjalan waktu arus peti kemas domestic dermaga Berlian meningkat dari tahun ke tahun. Namun, dermaga Berlian yang dibangung sejak masa kolonial Belanda ini diduga mengalami pengeroposan pada kaison eksistingnya sehingga pasir keluar ke sisi laut menyebabkan kegiatan di dermaga kurang maksimal sehingga diperlukan perkuatan strukturnya. Dalam perencanaan perkuatan struktur ini direncanakan menggunakan dinding turap profil pipa baja yang dipancangkan di area sisi laut dan diisi dengan beton mutu K-430 dengan jarak dari kaison eksisting 2,9 m dan galian kolam dermaga sedalam 14 m. dalam perencanaan ini digunakan metode Kantilever dengan kondisi tanah sesuai dengan aslinya untuk stabilitas dinding turap, lalu dianalisis dengan program bantu Plaxis v8.2. Pembebanan dari gaya lateral tanah yang diakibatkan beban diatas dermaga maupun dari berat tanah sendiri, dari hasil perhitungan perkuatan ini antara lain dimensi penampang profil pipa baja 1016 mm ketebalan 14 mm, kedalaman pemancangan dinding turap yaitu 19 m dengan panjang total 37,3 m. dimensi tulangan utama dinding turap yaitu 18 D25 dengan tulangan spiral D13-150. Kata Kunci: Dinding Turap, Sheet Pile, Dermaga
Studi Perencanaan Tebal Lapis Tambah Perkerasan (Overlay) Ada Jalan Simpang Serapat Marabahan (STA. 0+000 – 12+000) Kalimantan Selatan Achmad Maulana
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.435 KB)

Abstract

Struktur perkerasan jalan sebagai komponen dari prasarana transportasi yang berfungsi sebagai penerima beban lalulintas yang dilimpahkan melalui roda kendaraan. Oleh karena itu, struktur perkerasan perlu memiliki stabilitas yang tinggi, kokoh selama masa pelayanan jalan dan tahan terhadap pengaruh lingkungan dan atau cuaca. Kelelahan (fatigue resistance), kerusakan perkerasan akibat berkurangnya kekokohan jalan seperti retak (craking), lendutan sepanjang lintasan kendaraan (rutting), bergelombang, dan atau berlubang, tidak dikehendaki terjadi pada perkerasan jalan. Dalam Studi perencanaan ini yang akan direncanakan adalah Perkerasan Lentur (Flexible pavement ) pada Peningkatan jalan Simpang Serapat Marabahan dengan panjang total 12KM dengan lebar jalan 6M. Sebagaimana suatu perkerasan lentur akan mengalami penurunan kinerja sehubungan dengan beban lalulintas dan lingkungan. Pada saat perkerasan dibebani, maka beban-beban tersebut akan menyebar ke lapisan-lapisan dibawahnya dalam bentuk tegangan penyebaran. Tegangan tersebut dapat menyebabkan lendutan dan akhirnya terjadi keruntuhan, untuk mengembalikan kekuatan perkerasan, salah satu alternatif yang biasa digunakan adalah melakukan pelapisan ulang (Overlay). Selain karena faktor diatas lapis tambahan juga harus diperkuat untuk memikul beban yang lebih besar dari perhitungan dari perencanaan awal.Studi perencanaan ruas jalan Simpang Serapat Marabahan ini dilakukan di Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Adapun langkah studi dalam pengerjaan skripsi ini adalah sebagai berikut : Perencanaan, Analisa volume lalu lintas rencana, Menghitung lendutan balik, Menentukan Tebal Lapisan Tambahan (Overlay), Menghitung Volume Tebal Perkerasan Tambahan (Overlay), Membuat Rencana Anggaran Biaya.Jumlah Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) berdasarkan umur rencana 10 tahun pada jalan Simpang Serapat Marabahan adalah 12.968 SMP. Dari hasil penelitian di dapatkan Lendutan balik (dwakil) sepanjang ruas jalan Simpang Serapat Marabahan sebesar 2,35 mm berdasarkan nilai AE18KSAL yaitu 3,74 x 106 dengan lendutan balik yang diijinkan sebesar 1,9 mm. Tebal lapis tambahan perkerasan (overlay) yang diperlukan yaitu 4 cm. Biaya Pelaksanaan Pelapisan ulang (Overlay) Pada Proyek Peningkatan Jalan Simpang Serapat Marabahan STA 0+000 - 12+000 adalah sebesar Rp. 4.565.237.600 (Empat milyar lima ratus enam puluh Lima juta dua ratus tiga puluh tujuh ribu enam ratus rupiah).Kata Kunci : Perkerasan lentur, Tebal lapis tambah (Overlay), AE18KSAL
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SABUT KELAPA PADA CAMPURAN BETON UNTUK PERKERASAN JALAN septy subagyo
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 5 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.789 KB)

Abstract

Beton merupakan campuran dari semen, agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), air dan bahan lain dengan pemenuhan syarat tertentu. Pada penelitian ini melakukan uji campuran beton dengan mengurangi penggunaan semen. Karena didaerah sekitar Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan banyak dijumpai limbah sabut kelapa. Dari penelitian sebelumnya penggunaan abu sabut kelapa dengan persentase 1,5%, 2%, 2,5% dan 3% dapat meningkatkan nilai kuat tekan beton. Oleh karena itu penelitian ini memiliki fungsi untuk mengurangi limbah tersebut dengan rencana betonnya fc=22,5 Mpa menggunakan persentase 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% untuk bahan tambah sebagai pengganti semen. Uji beton sendiri dilakukan saat beton berumur 7, 14, 21 dan 28 hari. Hasil dari penelitian ini didapat nilai kuat tekan rata-rata untuk 5% nilai kuat tekan 401 kg/cm², 10% nilai kuat tekan 408 kg/cm², 15% nilai kuat tekan 387 kg/cm², 20% nilai kuat tekan 278 kg/cm², dan untuk 25% nilai kuat tekan yang didapat yaitu 214 kg/cm²,. Pada pembuatan beton ini hasil yang didapat untuk nilai kuat tekan paling tinggi yaitu pada persentase 10% dengan hasil kuat tekan 408 kg/cm². Kata kunci : Kuat Tekan , Abu Sabut Kelapa, Pasuruan
STUDI PERENCANAAN BANGUNAN PELIMPAH (SPILLWAY) BENDUNGAN GONGSENG DI KECAMATAN TEMAYANG KABUPATEN BOJONEGORO PROVINSI JAWA TIMUR sarif bahtiar
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.07 KB)

Abstract

Sungai di wilayah kabupaten Bojonegoro memiliki perbedaan debit air rata-rata dimusim kemarau dan dimusim hujan yang relatif besar, maka pembangunan bendungan Gongseng diprioritaskan untuk mengembangkan pertanian dan meningkatkan suplai air irigasi, serta penyediaan air baku untuk wilayah kabupaten Bojonegoro. Dalam merencanakan bangunan pelimpah dengan mempertimbangan kondisi topografi, kondisi hidrologi, kondisi hidrolika dan setelah itu menganalisa stabilitas bangunan pelimpah yang di tinjau dari stabilitas guling, stablitas geser, daya dukung tanah dan eksentrisitas.Berdasarkan hasil dari perhitungan maka didapat analisa debit banjir rancangan Q1000th outflow = 223,66 m3/det. Dimensi bangunan pelimpah pada bendungan gongseng adalah sebagai berikut ambang pelimpah di rencanakan dengan tipe side channel spillway, tipe mercu menggunakan tipe ogge I dengan lebar ambang 55,00 m dan tinggi 3,00 m, saluran tansisi dengan panjang 114,25 m dan lebar 16,00 m, saluran peluncur dengan panjang 89,75 m dan lebar 16,00 m, peredam energi USBR tipe III dengan lebar 16,00 m dan panjang 7,25 m. Hasil dari perhitungan analisa stabilitas di tinjau dari stabilitas guling, stablitas geser, eksentrisitas dan daya dukung tanah dalam kondisi normal dan gempa, maka stabilitas guling kondisi normal SF = 11,73 > 1,5 (memenuhi syarat) dan gempa SF = 13,24 > 1,2 (memenuhi syarat), stabilitas geser kondisi normal SF = 5,48 > 1,5 (memenuhi syarat) dan gempa SF = 2,68 > 1,2 (memenuhi syarat), eksentrisitas kondisi normal e = 0,31 < 1,33 (memenuhi syarat) dan gempa e = 0,36 < 1,33 (memenuhi syarat), daya dukung tanah kondisi normal σ maks = 22,21 t/m2 < 59,76 t/m2 (memenuhi syarat) dan σ min = 13,81 t/m2 < 59,76 t/m2 (memenuhi syarat), daya dukung tanah kondisi gempa σ maks = 22,83 t/m2 < 59,76 t/m2 (memenuhi syarat) dan σ min = 13,19 t/m2 < 59,76 t/m2 (memenuhi syarat).Kata Kunci : Bendungan, Spillway, Outflow.
Studi Alternatif Perencanaan Bangunan Atas Jembatan Sriwedari Dengan Menggunakan Rangka Baja 3 Bentang Sungai Bengawan Solo Kabupaten Ngawi Husnul Arif; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.273 KB)

Abstract

Jembatan Sriwedari dibangun karena belum adanya jalan penghubung antara Desa Sriwedari Kecamatan Karanganyar dan Desa Sambirejo Kecamatan Mantingan. Lokasi jembatan ini di Desa Sriwedari yang nantinya didukung dengan akses jalan baru dan pemilihan lokasi ini didasari beberapa pertimbangan riil di lapangan.Jembatan tersebut di bangun di atas sungai Bengawansolo yang mempunyai lebar dari tebing kiri tebing kanan ± 110 m, yang nantinya berfungsi sebagai jalur perlintasan berbagai kendaraan bermotor dan juga tidak bermotor dengan 2 lajur 2 arah dengan panjang ± 120 m dan lebar 8 m. Rencana jembatan existing ini berupa jembatan rangka baja dengan pembagian bentang menjadi 2, yaitu bentang I : 60 m, dan bentang II 60 m dan munggunakan dimensi rangka baja WF 400 x 400 x 21 x 21. Kemudian direncanakan alternatif jembatan dengan bentang yang berbeda. Bentang dibagi menjadi 3, yaitu bentang I : 40 m, bentang II : 40 m dan bentang III : 40 m. Dimana pembagian bentang ini diharapkan dapat menjadikan alternatif dalam pemilihan struktur jembatan yang lebih baik dan lebih efisien. Hasil dari perbandingan tersebut adalah penulangan plat lantai kendaraan dipakai tulangan tarik D19-150 mm dan tulangan tekan D19-300 mm. Untuk trotoar dipakai tulangan tarik D19-150 mm dan tulangan tekan D19-300 mm. Digunakan rangka baja mutu tinggi BJ-50 dengan fy 290 MPa. Pada gelagar memanjang digunakan profil WF 400 x 200 x 8 x 13, gelagar melintang menggunakan profil WF 900 x 300 x 16 x 28 dan gelagar induk digunakan profil WF 400 x 300 x 10 x 16. Untuk sambungan gelagar memanjang dengan gelagar melintang digunakan baut mutu tinggi dengan A 325 ∅ 5/8” dan digunakan A 325 ∅ 3/4” untuk sambungan gelagar melintang dengan gelagar induk.Kata kunci :Jembatan, rangka baja

Page 6 of 24 | Total Record : 240


Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2022) Vol 12, No 2 (2022) Vol 12, No 1 (2022) Vol 12 No 1 (2022) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 8, No 8 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 7 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 6 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 5 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 1 (2020): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil More Issue