cover
Contact Name
Ita Suhermin Ingsih
Contact Email
ita.suhermin@unisma.ac.id
Phone
+62341-552249
Journal Mail Official
rekayasa.sipil.unisma@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang Jl. Mayjen Haryono 193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil (e-journal)
ISSN : 23377720     EISSN : 23377739     DOI : 10.33474
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal "Rekayasa Sipil" sebagai media informasi dan forum kajian bidang Teknik Sipil berisi tulisan ilmiah hasil penelitian. Diterbitkan oleh jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang setiap bulan Februari dan Agustus. Redaksi mengundang para ahli, praktisi, peneliti dan semua pemerhati keteknik sipil an untuk menyumbangkan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media cetak lain.
Articles 240 Documents
Pengaruh Penambahan Variasi Abu Janggel Jagung Dengan Serat Bambu Terhadap Uji Kuat Tarik Belah Kahfi Almachzuuni; Warsito Warsito; Eko Noerhayati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 8 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.957 KB)

Abstract

Concrete is a material that generally becomes the community's need for construction infrastructure facilities, the composition of which includes cement mixture, coarse aggregate, fine aggregate, water, and or without other added ingredients. Pozzolan is an added material derived from nature or rock, which consists mainly of reactive silica and alumina elements. Corn clover ash has a high silica content of 29.7% so that it can be a partial substitution of cement. Bamboo can be a substitute material because it has a relatively cheap price, is easily available, is natural, and has a tensile strength of 4170 kg / cm2. This study uses corn clover as a partial substitution of cement and bamboo fiber with a length of 5 cm and a diameter of 1 cm as a partial substitution of coarse aggregate. With variations in the percentage of ash and fiber substitution are 0: 0%, 0: 5%, 0: 10%, 5: 0%, 5: 5%, 5: 10%, 10: 0%, 10: 5%, and 10 : 10%. Concrete tensile strength test performed on concrete specimens aged 14, 21, and 28 days. Concrete tensile strength test results 28 days for normal concrete obtained fct= 29.0 MPa. The percentage increase of 5% corn beard ash and 5% bamboo fiber produced concrete specimens with the highest tensile strength values than normal concrete, namely fct= 32.1 MPa. Regression analysis results obtained R2= 0.603 which means that the influence of mixing of corn clover and bamboo fiber on the tensile strength of concrete is 60.3%. Keywords: Concrete tensile strength, corn clover ash, bamboo fiber.
STUDI PENGOLAHAN AIR LIMBAH IRIGASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA) DI DESA SUKOANYAR KEC. PAKIS KAB. MALANG Annisa Mar'atus Safitri
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.286 KB)

Abstract

Wilayah Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang sebagian besar mata pencaharian penduduk bertumpu pada sektor pertanian dan salah satu hasil pertaniannya adalah kacang hijau. Petani mengairi lahan pertanian kacang hijau menggunakan saluran air irigasi, sedangkan air irigasi pada daerah tersebut sudah tercemar dan berbau, akibatnya dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Pengolahan air limbah irigasi dapat menurunkan kadar zat kontaminan yang ada pada air limbah irigasi. Tujuan dari pengolahan air limbah yaitu dapat menghasilkan air bersih sesuai dengan baku mutu kebutuhan air tanaman. Metode yang digunakan penelitian ini menggunakan teknologi anaerobic filter dan proses fitoremediasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian pengolahan air limbah adalah meningkatkan kadar pH menjadi 7; menurunkan kadar COD hingga 41,55%; BOD hingga 54,6%; Fosfat hingga 23,13%; dan Nitrat hingga 90,22%. Air hasil olahan diberikan pada tanaman kacang hijau sehingga dapat tumbuh lebih cepat dan subur dengan persentase sebesar 65,33%.Kata kunci : Air Limbah Irigasi, Anaerobic Filter, dan Kacang Hijau
Studi Alternatif Gedung Fisip Universitas Islam Malang Dengan Metode Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) Tri Andre Winata; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.055 KB)

Abstract

Gempa bumi didefinisikan sebagai getaran yang bersifat alamiah, yang terjadi pada lokasi tertentu, dan sifatnya tidak berkelanjutan, ada beberapa sistem struktur yang dapat diterapkan dalam bangunan untuk menahan gempa berdasarkan SNI-1726-2012 Tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung, salah satu sistem struktur yang dapat diterapkan adalah Sistem Rangka Pemikul Momen. terdapat perbedaan dari sistem tersebut yaitu mengenai persyaratan penulangan komponen struktur, memiliki tujuh lantai dengan panjang bangunan 40 m, lebar bangunan 25 m dan tinggi bangunan 28,4 m. Secara umum, tugas akhir ini adalah merencanakan  ulang dengan konsep Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) sebagai alternatif dalam perencanaan struktur.. Standar perencanaan yang digunakan yaitu SNI 1727:2013, SNI 2847:2013, SK SNI 03-1726-2002 dan SKBI-1.3.53.1987. Perhitungan studi perencanaan struktur dengan sistem rangka pemikul momen menengah menghasilkan tebal pelat 150 mm untuk pelat lantai 1 s/d 2 (area parkir) dengan tulangan terpasang Ø12-125 dan 125 mm untuk pelat lantai 3 s/d 7 dan atap dengan tulangan terpasang Ø10-125 ; dimensi balok anak yang digunakan adalah 40/70 cm, 30/60 cm, 25/45 cm dengan diameter tulangan menggunakan D22 dan D19 ; dimensi balok induk 40/70 cm dan 30/45 cm dengan diameter tulangan menggunakan D22 dan D19; dimensi kolom menggunakan 70/70 cm dan 50/50 cm dengan diameter tulangan menggunakan D25. Tulangan yang digunakan sebagai tulangan sengkang adalah Ø10. Perencanaan pondasi menggunakan pondasi tiang pancang kedalaman 13 m, dengan daya dukung tiang berdasarkan SPT adalah 78,01 ton.Kata Kunci : SRPMM, Studi Alternatif, Gedung FISIP
KAJIAN KARAKTER FISIK DAN HIDROLOGI DI KALI WELANG KECAMATAN KRATON PASURUAN nurlailatul khusnah; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1852.379 KB)

Abstract

Karakter dasar alami DAS (Morfometri DAS) adalah  sifat atau karakter yang dipengaruhi faktor alami suatu DAS yang tidak dapat diubah manusia. Kabupaten Pasuruan terletak antara  1120.30' - 1130 .30' Bujur Timur dan 7030' - 8030' Lintang Selatan. Batas – batas Kabupaten Pasuruan yaitu Kabupaten Sidoarjo dan  Selat  Madura ( sebelah  Utara),  berbatasan dengan Kabupaten Malang (sebelah selatan),  berbatasan  dengan Kabupaten Probolinggo (sebelah timur) dan berbatasan  dengan  wilayah Kabupaten Mojokerto (sebelah barat). Secara administratif wilayah Kali Welang termasuk dalam wilayah Kabupaten Pasuruan dimana DAS nya berada dalam wilayah 9 Kecamatan (Kecamatan Kraton, Sukorejo, Wonorejo, Kejayan, Purwosari, Purwodadi, Tutur, Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan dan Kecamatan Lawang Kabupaten Malang). Luas DAS  Kali  Welang  adalah  ± 511,6 km2, panjang sungai 72,37 km (panjang sungai utama 39,21 km). Air Kali Welang berasal dari aliran air permukaan dan air tanah di  wilayah  Gunung Arjuna (+ 3200m ) dan Gunung Bromo (+ 2400 m). Kata kunci : Daerah Aliran Sungai Welang, Karakter Fisik dan Hidrologi, Kecamatan Kraton Pasuruan
Studi Perencanaan Jembatan Pratekan di Teluk Lamong Kecamatan Benowo Kota Surabaya Khoirul Wahidin
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.959 KB)

Abstract

Jembatan adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah. Jembatan mempunyai arti penting guna memperlancar transportasi yang semakin berkembang dan juga sebagai penghubung, akan tetapi tingkat kepentingannya tidak sama bagi setiap orang sehingga akan menjadi bahan studi yang menarik.Perencanaan jembatan teluk lamong mengambil bentang 41,3 meter, dengan lebar 13,24 meter dengan menggunakan metode pratekan pasca tarik. Untuk pembebanan pada jembatan ini menggunakan peraturan Standar Pembebanan untuk Jembatan RSNI T – 02 – 2005 (Tata Cara Perhitungan Struktur Beton), RSNI4 (Perencanaan Struktur untuk Jembatan), dan BMS 1992.Dari hasil perhitungan besi tulangan untuk plat lantai kendaraan adalah diameter 18 mm. Hasil perhitungan dimensi gelagar tipe beton pratekan tinggi 210 cm, lebar flens atas 80 cm, lebar flens bawah 70 cm, tebal flens atas 20 cm, tebal flens bawah 25 cm, tebal badan balok 20 cm. Semua dimensi yang dipakai memenuhi persyaratan dari beban yang bekerja. Tendon yang digunakan berjumlah 4buah tendon jumlah strand 19 dengan diameter 12,7 mm. Pada perencanaan abutment dipilih bentuk persegi. Pondasi yang digunakan adalah pondasi tiang pancang dengan diameter 60 cm, kedalaman 13 meter, sebanyak 12 buah dan besi tulangan yang dipakai diameter 18 mm.        Kata Kunci : Struktur Jembatan, Beton Pratekan, Pondasi.
STUDI PERENCANAAN TEROWONGAN PENGELAK BENDUNGAN SEMANTOK DI KECAMATAN REJOSO KABUPATEN NGANJUK fitra maulaya
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.232 KB)

Abstract

Perencanaan terowongan pengelak bendungan semantok kabupaten nganjuk adalah bagian terpenting dalam perencanaan bendungan semantok. Dalam merencanakan terowongan pengelak perlu mempertimbangkan kondisi topografi, kondisi hidrologi dan hidrolika. Setelah itu menganalisa beban terowongan pengelak yang di tinjau dari tekanan air vertikal, dan tekanan air horizontal serta menghitung kestabilan terowongan pada batuan pada keras. Bangunan yang pertama dibangun pada tahap awal kontruksi bendungan yaitu bangunan pengelak. Fungsi bangunan pengelak untuk mengalihkan aliran sungai yang asli selama pelaksanaan konstruksi bendungan agar pembangunan bendungan mudah dan cepat digunakan. Terowongan pengelak pada akhir konstruksi nantinya akan dialih fungsikan sebagai bangunan intake. Dari hasil perencanaan didapatkan analisa debit banjir rancangan Q25th = 298,16 m3/det dengan metode hidrograf satuan sintetis nakayasu. Dimensi terowongan pengelak di dapatkan 4 m dengan menggunakan perhitungan penelusuran banjir dengan debit kala ulang 25 tahun dan di rencanakan berbentuk lingkaran. Pada pembebanan terowongan didapatkan tekanan horizontal dan tekanan vertikal yaitu tekanan batuan vertikal = 7,89 t/m, berat sendiri = 1,68 t/m, tekanan air vertikal = 4 m, tekanan air dalam terowongan = 9,6 t/m2, tekanan batuan horizontal (kondisi normal) = 3,95 t/m, tekanan batuan horizontal (kondisi gempa) = 0,59 t/m, dan tekanan uplift = 9,4 t/m2. Stabilitas terowongan pada batuan keras didapatkan 2,3 kg/cm2 maka aman. Kata Kunci: Terowongan pengelak, debit rancangan, beban terowongan.
STUDI PERENCANAAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVMENT) RUAS JALAN TIMIKA-WAGETE KECAMATAN MIMIKA BARU KABUPATEN MIMIKA PAPUA (STA 00+000-10+000) Rahmad Try Pangestu; warsito warsito; azizah rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.171 KB)

Abstract

         Ruas Timika-Wagete merupakan jalan utama yang menghubungkan langsung dengan wilayah/kabupaten sekitarnya. Ruas jalan ini diharapkan dapat membuka daerah-daerah terpencil, mendukung pembangunan infrastruktur yang berkeadilan, dan meningkatkan hubungan antar daerah/kota. Untuk mempermudah akses, diharapkan dapat merangsang perekonomian masyarakat sekitar. Ruas jalan ini dimaksudkan untuk penggunaan trotoar yang kasar sehingga jalan diharapkan dapat berfungsi secara normal. Data yang dibutuhkan untuk perencanaan ini adalah data CBR, lalu lintas harian. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mendapatkan desain yang efektif dengan menggunakan metode tersebut, khususnya metode Bina Marga berdasarkan Pd T-14-2003.        Hasil pengolahan data menunjukkan peningkatan lalu lintas (7%), rencana lalu lintas harian 10.208 kendaraan/hari untuk dua jalur dua lajur, CBR bawah tanah 5,06%, sehingga nilai CBR efektif 25%. Tebal ubin pada perkerasan proyek adalah 21 cm, persentase kerusakan fatik (0% <100%) persentase kerusakan erosi (0% <100%), tebal penutup pondasi menggunakan batupasir adalah 12,5. cm. Pengencang melintang (pasak) 33 mm, panjang 450 mm, jarak 300 mm digunakan untuk sambungan. untuk pengikatan memanjang (Tie Bar) menggunakan D 12 mm, panjang 530 mm, jarak 900 mm. . Untuk merencanakan ukuran saluran drainase 1, tinggi gelombang h = 97 cm, lebar gelombang b = 48 cm, tinggi pelindung W = 32 cm, gelombang drainase 2 menerima tinggi gelombang h = 97 cm, lebar gelombang b = 48 cm , tinggi penjaga W = 32 cm, drainase gelombang 3 tinggi gelombang yang dihasilkan h = 80 cm, lebar gelombang b = 40 cm, tinggi pelindung W = 26 cm.
Studi Perencanaan Perkerasan Ruas Jalan (Anjir Km .1 .Sare Pulau - Pulau Kupang) Kuala Kapuas - Kalimantan Tengah Muhammad Aminullah; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.759 KB)

Abstract

Di negara kita telah tersedia berbagai sarana transportasi, baik itu berupa transportasi darat, transportasi laut,atau pun transportasi udara. Kawasan transportasi darat anjir (km.1 sare pulau-pulau kupang), perkembangannya   sangat pesat hal ini akan mempunyai pengaruh terhadap tingkat layanan.  Untuk menghitung perkerasan jalan terlebih dahulu kita menghitung LHR (Lalu lintas harian rata-rata),  perhitungan lintas ekivalen permulaan (LEP), perhitungan lintas ekivalen akhir (LEA),perhitungan lintas ekivalen tengah (LET), perhitungan lintas ekivalen rencana (LER),menentukan factor regional, (DDT) dan CBR. Setelah itu harus diketahui juga nilai Ipo dan Ipt dan  indeks tebal perkerasan (ITP).  Hasil perhitugan menunjukkan LHR sebesar 8.0166513 ,maka dapat ditentukan kelas jalan yang digunakan adalah fungsi arteri jalan utama kelas 1. Perencanaan perkerasan lentur (flexible pavement) dengan menggunakan metode analisa komponen, pada CBR 10,05% dengan susunan lapisan: Laston =10, Batu pecah (Kelas A)  =15, Sirtu/Pitrun (KelasA) =20. Hasil Perencanaan drainase menghasilkan perhitungan saluran berbentuk persegi dengan dimensi lebar penampang saluran (b) = 0,5 m,tinggi penampang saluran (h) = 0,8, tinggi jagaan (w) = 0,3 m, dengan dimensi tersebut saluran dinyatakan aman karena nilai Q saluran lebih besar dari Q rancangan. Kata kunci: Perencanaan jalan, saluran drainase, Kuala Kapuas – Kalimantan Tengah
Pengoperasian Pintu Air Irigasi Otomatis Berbasis IoT Pada Perencanaan Pola Tata Tanam Di Kecamatan Tumpang - Malang Ricky Candra Andrian; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.782 KB)

Abstract

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Sistem pintu air irigasi yang terdapat di Indonesia kebanyakan masih menggunakan sistem manual sehingga juru air harus mengontrol bukaan pintu secara berkala dilapangan, hal tersebut perlu suatu perencanaan pintu air irigasi otomatis modern dan berbasis IoT untuk menunjang hasil pertanian yang melimpah. Pintu Air Irigasi otomatis berbasis IoT merupakan rancangan dari pintu manual yang bisa digunakan secara otomatis diatur secara jarak jauh. Tujuan penelitian ini adalalah mengetahui besaran curah hujan andalan, kebutuhan air pada daerah irigasi Tumpang, besaran debit yang sesuai dengan bukaan pintu air, serta untuk mengetahui bukaan pintu air pada saluran terbuka.            Pintu air ini dioperasikan menggunakan andriod melalui aplikasi blynk, dimana bisa mengatur bukaan pintu dari jarak tertentu. Pengoprasian ini meliputi beberapa tahap yaitu persiapan alat (pintu dan rangkaian mikrokontroler)  yang dipasangkan pada lokasi studi, selanjutnya menyambungkan hotspot pada pintu otomatis dan buka menu aplikasi blynk, tekan tombol on/off otomatis pintu bisa membuka/menutup sesuai dengan tinggi bukaan yang dibutuhkan.            Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil Curah hujan andalan untuk perencanaan pola tata tanam sebesar 1936 mm pada kenandalan R80 dan sebesar 2321 mm pada keandalan R50. Kebutuhan air irigasi untuk tanaman padi, palawija, dan tebu pada masing- masing musim tanam adalah Pada saat Musim Hujan (MH) = 156,71 m3/det (september-februari), Pada saat Musim Kemarau I (MK I) = 119,24 m3/det (Maret-Juni), Pada saat Musim kering II (MK II) = 40,70 m3/det (Juli-Agustus). Debit air yang  mengalir melalui pintu air irigasi otomatis dapat memenuhi kebutuhan air  pada saat bulan september minggu ke dua dengan acuan RTTG Tumpang. Kata Kunci: Irigasi, IoT (Internet Of Things), Pintu Air.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DAN AIR BUANGAN PADA PEMBANGUNAN GEDUNG AUDITORIUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA Nadiva Salsabila Rahmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.424 KB)

Abstract

Instalasi distribusi air sering kali ditemukan kurangnya tekanan air khususnya pada gedung tinggi, mengakibatkan debit yang kecil pada aliran air terutama pada lantai teratas bangunan. Hal ini disebabkan tekanan air yang dibawah tekanan minimum, sehingga pada perancangan sistem distribusi air dibutuhkan sistem distribusi yang sesuai dengan jenis bangunan mulai dari penampung air (Ground water tank / Roof tank) hingga sistem pemipaan agar tekanan dan debit pengaliran air bersih pada setiap lantai dapat terpenuhi. Studi alternatif perencanaan dilakukan. Teknik yang digunakan dalam perencanaan distribusi air pada Gedung Auditorium Universitas Brawijaya yaitu teknik perhitungaan disain manual dan mengevaluasi desain menggunakan aplikasi Pipe Flow Expert. Hasil perhitungan dalam studi alternatif ini didapatkan debit kebutuhan air bersih adalah atau  dan debit air buangan yang dihasilkan yaitu . Kapasitas efektif Penampung air bawah (Ground Water Tank) untuk air bersih CWT  dan kapasitas RWT adalah . Kapasitas efektif penampung air atas (Roof Tank) adalah  Kapasitas efektif bak ekualisasi . Sistem distribusi air bersih menggunakan pipa PPR dan pada sistem pembuangan menggunakan pipa PVC AW. Hasil evaluasi desain menggunakan software pipe flow expert menunjukkan v < 2 m/s, hal ini menunjukan bahwa desain dapat digunakan pada lapangan dan aman.Kata Kunci : air bersih, air buangan, ground water tank, roof tankABSTRAKInstalasi distribusi air sering kali ditemukan kurangnya tekanan air khususnya pada gedung tinggi, mengakibatkan debit yang kecil pada aliran air terutama pada lantai teratas bangunan. Hal ini disebabkan tekanan air yang dibawah tekanan minimum, sehingga pada perancangan sistem distribusi air dibutuhkan sistem distribusi yang sesuai dengan jenis bangunan mulai dari penampung air (Ground water tank / Roof tank) hingga sistem pemipaan agar tekanan dan debit pengaliran air bersih pada setiap lantai dapat terpenuhi. Studi alternatif perencanaan dilakukan. Teknik yang digunakan dalam perencanaan distribusi air pada Gedung Auditorium Universitas Brawijaya yaitu teknik perhitungaan disain manual dan mengevaluasi desain menggunakan aplikasi Pipe Flow Expert. Hasil perhitungan dalam studi alternatif ini didapatkan debit kebutuhan air bersih adalah atau  dan debit air buangan yang dihasilkan yaitu . Kapasitas efektif Penampung air bawah (Ground Water Tank) untuk air bersih CWT  dan kapasitas RWT adalah . Kapasitas efektif penampung air atas (Roof Tank) adalah  Kapasitas efektif bak ekualisasi . Sistem distribusi air bersih menggunakan pipa PPR dan pada sistem pembuangan menggunakan pipa PVC AW. Hasil evaluasi desain menggunakan software pipe flow expert menunjukkan v < 2 m/s, hal ini menunjukan bahwa desain dapat digunakan pada lapangan dan aman.Kata Kunci : air bersih, air buangan, ground water tank, roof tank

Page 8 of 24 | Total Record : 240


Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2022) Vol 12 No 2 (2022) Vol 12 No 1 (2022) Vol 12, No 1 (2022) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 8, No 8 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 7 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 6 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 5 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 1 (2020): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil More Issue