cover
Contact Name
Estiyan Dwipriyoko
Contact Email
estiyand@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asep.hidayat.1204@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Langlangbuana, Jl. Karapitan No. 116 Bandung 40261
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUCARE
ISSN : 1412579X     EISSN : 26847612     DOI : -
Core Subject : Education,
EDUCARE adalah jurnal ilmiah pendidikan dan pembelajaran, yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana (FKIP UNLA), pertama kali terbit pada tanggal 02 Mei 2002, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Jurnal ini menyandang nama EDUCARE yang arti harfiahnya adalah penuntun dan pembimbing, yang diharapkan menjadi penuntun dan pembimbing ke arah kebaikan dan kebenaran.
Articles 175 Documents
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Menggunakan Model Problem Posing pada Peserta Didik Sekolah Dasar Elgiva Miarta Syahbana
EDUCARE Vol. 17 No. 1, Juni 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.892 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen yang dilaksanakan di salah satu SD Negeri di Kabupaten Bandung. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas V dan dipilih dua kelas untuk kelas kontrol dan eksperimen. Pada penelitian ini kelas eksperimen mendapatkan perlakuan model problem posing sedangkan kelas kontrol tanpa perlakuan. Hal tersebut dilakukan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh penerapan model problem posing terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini berjudul “Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Menggunakan Model Problem Posing Pada Peserta Didik Sekolah Dasar” tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model problem posing secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik ditinjau dari kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran matematika di SD. Model pembelajaran problem posing dinilai lebih baik dari metode pembelajaran konvensional dan dapat dijadikan model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Penerapan Model Pembelajaran Open Ended untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Maematis Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Nirmala Wulansari
EDUCARE Vol. 17 No. 1, Juni 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.023 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya peningkatan kemampuan representasi matematis peserta didik kelas V sekolah dasar pada mata pelajaran matematika materi bangun ruang. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 166 Ciateul Bandung, sampel di pilih secara purposif sampling, dengan peserta didik kelas Va sebagai kelompok eksperimen dengan penerapan model pembelajaran Open Ended dan pesera didik kelas Vb sebagai kelas kontrol dengan penerapan model konvensional. Peneliian ini menggunakan desain penelitian nonequivalent Control Group Desain. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis berbentuk uraian bebas, yang diberikan dua kali yaitu sebelum penerapan model pembelajaran (pretest) dan setelah penerapan model pembelajaran (postest). Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS 24.0 for wimdows untuk melihat penerapan model pembelajaran. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai syarat pengujian uji hopotesis (uji-t) dan uji ngain untuk menunjukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan representasi matematis peserta didik yang menggunakan model open ended dengan yang menggunakan model konvensional. Hasil pengujian bahwa terdapat peningkatan kemampuan representasi setelah penerapan model open ended, dengan model open ended lebih baik dalam meningkatkan kemampuan representasi peserta didik kelas V dibandingkan model pembelajaran konvensional.
Profil Awal Kompetensi Profesional Mata Pelajaran IPS Peserta Program Profesi Guru SD Mela Darmayanti
EDUCARE Vol. 17 No. 1, Juni 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.103 KB)

Abstract

Setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2004 tentang Guru dan Dosen, guru memiliki kedudukan sebagai tenaga profesional. Sebagai tenaga profesional, guru diharuskan memperoleh sertifikat pendidik yang didapatkan melalui program PPG. Penyelenggaraan program PPG diselenggarakan setelah program sarjana oleh LPTK yang ditetapkan oleh mentri. Diharapkan setelah mengikuti PPG, guru dapat memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap profil awal kompetensi profesional mata pelajaran IPS peserta PPG sebelum mengikuti program tersebut. Teknik pengumpulan data melalui tes dan wawancara. Berdasarkan penelitian ini, peserta PPG telah menguasai materi IPS pada tingkat SD, konsep kebhinekaan serta konsep ilmu pengetahuan dan teknologi. Akan tetapi, peserta PPG belum memahami perbedaan IPS dan Ilmu Sosial, nilai yang dikembangkan IPS, lingkup keterampilan IPS, stuktur materi IPS dan konsep keilmuan IPS.
Meningkatkan Pemahaman Konsep Peta Menggunakan Metode Pembelajaran Bervariasi Erliany Syaodih; Ratna Wulansari
EDUCARE Vol. 17 No. 2, Desember 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.778 KB) | DOI: 10.36555/educare.v17i2.246

Abstract

Para siswa kelas VII yang mempelajari IPS khususnya tema peta belum dapat mengartikan, menentukan, mengklasifikasi, menyimpulkan, membandingkan, menjelaskan atau menduga konsep-konsep IPS pada umumnya. Upaya peningkatan pemahaman konsep peta menggunakan metode bervariasi antara ceramah dengan metode pembelajaran berbasis kooperatif, khususnya Example Non Example, Picture and Picture dan Make A Match. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang diarahkan untuk mengetahui tahapan metoda pembelajaran bervariasi yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Menggunakan langkah pembelajaran tersebut, terbukti ada peningkatan pemahaman siswa tentang peta. Pembelajaran bervariasi merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan guru saat menemukan kesulitan mengajarkan materi yang bertujuan mengembangkan pemahaman konsep.
Penerapan Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Peserta Didik di Sekolah Dasar Nukke Deliany; Asep Hidayat; Yeti Nurhayati
EDUCARE Vol. 17 No. 2, Desember 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.371 KB) | DOI: 10.36555/educare.v17i2.247

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman konsep peserta didik dalam mata pelajaran IPA yang masih rendah dan media yang diterapkan selama proses pembelajaran IPA kurang bervariatif serta kurang memvisualisasikan materi yang abstrak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan multimedia interaktif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA peserta didik di sekolah dasar dengan rincian tujuan mendeskripsikan penggunaan multimedia interaktif, mengukur pencapaian kriteria ketuntasan minimal, mengukur pemahaman konsep IPA pada kelas eksperimen setelah menerapkan multimedia interaktif, dan mengukur perbedaan peningkatan pemahaman konsep IPA setelah menerapkan multimedia interaktif. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 163 Buahbatu Baru yang berjumlah 60 orang. Pemilihan sampel pada penelitian ini tidak dipilih secara acak. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia interaktif dilakukan sesuai sintaks dengan kategori sangat baik, pemahaman konsep IPA peserta didik sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal pada kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan, peningkatan kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol, dan terdapat perbedaan peningkatan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Penggunaan Model Cooperative Script dalam meningkatkan Aktivitas Belajar siswa pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Cicah Samsiah; Rita Zahara
EDUCARE Vol. 17 No. 2, Desember 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.986 KB)

Abstract

Pembelajaran Sejarah Kebudayaan IslamC Mts. Miftahulfalah berdasarkan hasil observasi ditemukan kurangnya aktivitas belajar siswa pada saat pembelajaran berlangsung, yang dimungkinkan disebakan kurang memadainya ukuran ruang kelas dibandingkan dengan jumlah siswa, kurangnya kemampuan guru dalam melakukan pengkondisian kelas. Hal ini mengakibatkan siswa merasa jenuh saat pembelajaran berlangsung, siswa pasif dan kurang antusias dalam pembelajaran, dan siswa kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya. Kondisi ini menuntut guru untuk berfikir dalam menentukan stategi pembelajaran yang tepat dan efektif, agar aktivitas pembelajaran siswa dapat meningkat dan berlangsung secara efektif . Adapun tindakan pemecahan masalah yang berkaitan dengan aktivitas siswa ini adalah dengan menggunakan Model Coopertive Script dimana siswa dalam pembelajran diminta untuk berpasangan dalam menghapal materi yang telah diringkas, diharapkan dapat menjadi solusi untuk guru dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas.dengan hasil yang semakin meningkat pada setiap tahapan siklus. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model Cooperative Script pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dapat meningkatkan Aktivitas belajar siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkatkan Pemahaman Matematis Peserta Didik Sekolah Dasar Eka Yuliani; Mumun Syaban; Ike Anita
EDUCARE Vol. 17 No. 2, Desember 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.235 KB)

Abstract

Penelitian Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) di kelas III Sekolah Dasar. Untuk Meningkatkan Pemahaman Matematis Peserta Didik Sekolah Dasar bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman matematis melalui model contextual teaching and learning (CTL) dan mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis menggunakan model contextual teaching and learning (CTL) dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan sifat penelitain kuantitatif. Sampel berjumlah 50 peserta didik, 25 orang di kelas kontrol dan 25 orang di kelas eksperimen.. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa: (1) Terdapat peningkatan kemampuan pemahaman matematis melalui model contextual teaching and learning (CTL) di kelas III Sekolah Dasar; (2) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis menggunakan model contextual teaching and learning (CTL) dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.
Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik dalam Melukis Melalui Teknik Finger Painting pada Pelajaran Seni Budaya Mia Andini; Euis Eka Pramiarsih; Ludi Herawan
EDUCARE Vol. 17 No. 2, Desember 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.514 KB)

Abstract

This research is motivated by several problems in the subject of Arts and Culture, namely the lack of creativity in painting low- grade students. This study aims to determine the increase in painting creativity using Finger Painting Techniques I grade 066 SD Negeri Halimun Bandung. This research is quantitative with the research design Quasi Experiment Design. This study using two-class samples namely, Experimental Class and Control Class with a total of 30 students in each class. The research instrument was in the form of a Practice Test and then the results of the Practice Test were assessed following the creativity indicators and filled in the Teacher's Observation Sheet, the Observation Sheet on the Finger Painting Technique that had been Judged by Expert Lecturers in their fields. The results showed an increase in student creativity in doing the art of painting with the technique of Finger Painting in art and culture subjects in class I and there were differences in the increase in creativity that occurred between the experimental class and the conventional class.
Penerapan Model Experiential Learning Berbantuan Media Gambar Untuk Meningkatkan Kreativitas Kerajinan Tangan Peserta Didik Aris Abdul Rohman; Ace Iwan Suryawan; Imam Jahrudin Priyanto
EDUCARE Vol. 17 No. 2, Desember 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.257 KB)

Abstract

The title of this research is the application of experiential learning models assisted by picture media to enhance the creativity of students' handicrafts. The problem under study is about the results of students' creativity using the experiential learning model assisted by the image media. This research aims to determine the results of the creativity of handicrafts in arts and culture lessons and crafts using experiential learning models. The theory used in this study is David Kolb (1984) for the experiential learning model and Utami Munandar (2012) for creativity. This research is quantitative. The population in this study was 28 people for the control class and 28 people for the experimental class. Data collection techniques used were observation, and practice tests. Data collection instruments consisted of observation sheets and practice test assessment rubrics. The results of this study indicate that there is a difference in the increase in the results of the creativity of handicrafts aided by media images.
Peningkatan Kemampuan Membaca, Menulis dan Berbicara Melalui Model Pembelajaran Pengalaman Berbahasa Terkonsentrasi (PBT) Yeni Nuraeni; Popon Mariam
EDUCARE Vol. 17 No. 2, Desember 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.018 KB)

Abstract

Fokus penelitian diarahkan pada upaya peningkatan kemampuan anak dalam membaca, menulis dan berbicara bahasa Arab melalui penerapan model pembelajaran pengalaman berbahasa terkonsentrasi (PBT). Penelitian ini dilaksanakan di sekolah Mts Miftahulfalah dan ditujukan untuk siswa di kelas VII. Metode penilitian menggunakan metoda Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca, menulis dan berbicara bahasa Arab siswa hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada hasil test siswa.