Jurnal Lemhannas RI
Jurnal Lemhannas RI (JLRI) is multidisciplinary, focusing on all aspects of national resilience. This journal publishes articles 4 issues every year. JLRI aims to provide a platform for intellectual discourse on topics such as Geography, Demography, Natural Resources, Ideology, Politics, Economics, Socio-Cultural, Defense and Security. Theoretical and conceptual analysis, foundational and applied research using qualitative or quantitative approaches are welcomed. Papers submitted may be in English or Indonesian, and they will be evaluated by peer-reviewed and must significantly contribute to national resilience in general or specific application areas.
Articles
321 Documents
Perlindungan Hukum terhadap Ibu dan Anak Usia 0 – 3 Tahun di Lembaga Pemasyarakatan
Evy Harjono;
Aznina Lembayung Batubara;
Maryam Christine Situmorang;
M. Radityo Ari Wibowo;
Sarah Deviari
Jurnal Lemhannas RI Vol 10 No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55960/jlri.v10i4.368
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan tentang perlindungan hukum, seperti apa yang semestinya dimiliki oleh seorang anak yang mengikuti ibunya ke lembaga pemasyarakat dan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan perlindungan hukum atas hak ibu dan anak berusia nol sampaik usia tiga belas tahun di lembaga pemasyarakatan di Indonesia saat ini menurut UU Pemasyarakatan yang baru. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang lebih menekankan pada pengamatan fenomena dan ide serta pemaknaan fenomena dan ide tersebut ke dalam analisis norma peraturan perundang-undangan yang ada. Pengumpulan data dilakukan melalui data sekunder berupa UUD, UU terutama UU No. 22 Tahun 2022, ditambah dengan kebijakan-kebijakan, literatur dan dokumen terkait lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh beberapa kenyataan bahwa adanya peraturan yang cukup tetapi dalam pelaksanaanya aturan UU Permasyarakatan yang baru masih tidak sesuai dengan harapan dalam memberikan perlindungan hukum kepada ibu dan anak di lapas dikarenakan kondisi Lembaga Permasyarakatan saat ini yang overcapacity sementara jumlah narapidana wanita yang membawa anak semakin meningkat.
Musyawarah Desa Sebagai Komunikasi Pembangunan yang Efektif untuk Memajukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Tanaman Kopi di Kecamatan Sidikalang, Kab Dairi, Provinsi Sumatera Utara
Ridawati br. Tarigan;
Rizky Pratama Putra Karo Karo
Jurnal Lemhannas RI Vol 10 No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55960/jlri.v10i4.369
Latar belakang: latar belakang tulisan ini dikarenakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai subyek hukum yang telah dilindungi oleh Undang-undang beserta peraturan perundang-undangannya. Pengembangan, dan pemanfaatan Bumdes dapat meningkatkan pembangunan desa. Namun, permasalahan komunikasi, pembangunan terhadap Bumdes harus lebih ditingkatkan. Salah satu Bumdes yang diambil pada penulisan ini ialah Bumdes di Kecamatan Sidikalang. Metode yang dilakukan yakni metode penelitian kualitatif, dengan data berupa peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan topik peneliti. Hasil penelitian pertama bahwa komunikasi pembangunan harus dilaksakanakan dalam pemberdayaan Bumdes di seluruh wilayah Indonesia, dan khususnya di Kecamatan Sidikalang. Hasil penelitian kedua adalah musyawarah desa adalah komunikasi pembangunan yang berbentuk kearifan lokal yang bertujuan untuk memecahkan masalahyang terjadi, baik masalah pendanaan, penjualan, hingga manajemen Bumdes. Simpulan penelitian ini adalahBumdes memiliki peranan penting untuk pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat desa.
Hate Speech: Penyimpangan terhadap UU ITE, Kebebasan Berpendapat dan Nilai-Nilai Keadilan Bermartabat
Rizky Pratama Putra Karo Karo
Jurnal Lemhannas RI Vol 10 No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55960/jlri.v10i4.370
Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (selanjutnya disebut UUD NRI 1945) mengamanatkan, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.” Kebebasan berpendapat di Indonesia sudah merupakan sebuah hak yang dilindungi oleh konstitusi. Walaupun hak tersebut diamanatkan dan dilindungi oleh konstitusi, namun penyalahgunaan masih sering terjadi untuk kepentingan diri sendiri, dan merugikan orang lain. Perkembangan teknologi memudahkan penyamapian pendapat, penyampaian kritik, namun memudahkan juga untuk menyebarkan ujaran kebencian. Peneliti akan meneliti tentang bahaya&pengaturan tentang hate speech yang dapat merusak persatuan Bangsa Indonesia. Metode yang digunakan adalah yuridis normative menggunakan data sekunder di bidang hukum. Hasil penelitian pertama bahwa penyebaran hate speech dapat merusak persatuan Bangsa Indonesia, hate speech bukanlah bentuk kebebasan berpendapat, masyarakat tidak boleh membalas hate speech dengan hate speech juga melainkan dapat mendiamkan konten hate speech tersebut atau mengadukannya kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk dihapus. Hasil penelitian kedua, UU ITE memberikan pemidanaan bagi setiap orang yang terbukti melakukan hate speech baik berbentuk pencemaran nama baik ataupun berisi ujaran kebencian terhadap Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan.
Literasi Digital di Sekolah Dasar Negeri 03 Batok, Kabupaten Bogor: Bentuk Penguatan Nilai Ketahanan Nasional
Pierre Mauritz Sundah;
Rizky Karo Karo
Jurnal Lemhannas RI Vol 10 No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55960/jlri.v10i4.371
Latar belakang penulisan ini adalah teknologi, informasi, digitalitasi adalah hal yang sangat dekat dengan masyarakat namun tingkat pemanfaatan serta literasi akan hal tersebut masih belum merata. Dengan tidak meratanya literasi terutama literasi digital dalam masyarakat menyebabkan terjadinya kesenjangan digital. Oleh karena itu sosialisasi mengenai literasi digital perlu untuk dilakukan agar terjadinya pemerataan tingkat literasi digital dalam masyarakat. Kesenjangan digital terlihat terjadi dalam SDN 03 Batok, Kabupaten Bogor. Kondisi tersebut terjadi karena kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung di sekolah baik bagi guru maupun siswa, pelajaran TIK yang masih untuk siswa kelas lima atau enam saja hingga kurangnya pengetahuan guru mengenai literasi digital. Berangkat dari permasalahan itu maka Universitas Pelita Harapan (UPH) melakukan sosialisasi kepada Guru di SDN 03 Batok. Rumusan masalah yang diangkat yakni bagaimana manfaat sosialiasi literasi digital sebagai bentuk penguatan nilai ketahanan nasional? Tujuannya agar para Guru memiliki pengetahuan mengenai literasi digital dan dapat membagikannya kepada siswa, orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Metode yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif empiris, penulisan ini merupakan dari hasil Pengabdian kepada masyarakat bersama mahasiswa. Penulis mengelaborasi data lapangan dengan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier untuk dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian adalah sosialiasi terhadap literasi digital memiliki manfaat bagi guru di SDN 03 Batok. Sosialisasi bagi guru ini diharapkan dapat diteruskan oleh guru tersebut kepada siswa, orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Selain literasi digital, dilakukan juga sosialisasi untuk memberantas berita bohong di media sosial. Kesimpulan tulisan ini bahwa literasidigital memiliki manfaat bagi pelbagai pihak, dan harus sering disosialisasikan.
Kerentanan dan Ketahanan Pekerja Migran Indonesia di Malaysia pada Masa Pandemi Covid-19
Munarni Aswindo;
Margaretha Hanita;
ARTHUR JOSIAS SIMON
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55960/jlri.v9i1.372
Per 25 Februari 2021, WHO melaporkan 112,209,815 terkonfirmasi positif covid-19, termasuk 2,490,776 kematian. Untuk mengendalikan penularan covid-19, sebagian besar negara menerapkan pembatasan sosial baik pembatasan sosial yang terbatas atau secara penuh. Di Malaysia untuk mengendalikan penularan covid-19, pemerintah Malaysia menerapkan Pembatasan Mobilisasi Sosial atau Movement Control Order (MCO). Kebijakan ini mengarahkan penghentian sementara kegiatan perkantoran dan bisnis kecuali yang bersifat esensial dan pelayanan publik. Penelitian bertujuan menyelidiki dampak pemberlakuan MCO dan penghentian sementara pengiriman Pekerja Migran Indonesia pada kerentanan dan ketahanan Pekerja Migran Indonesia di Malaysia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menarasikan data statitistik dan informasi terkait PMI yang dihimpun oleh lembaga kredibel dalam pengumpulan data baik itu BI, BPS, BP2MI serta Kementerian Ketenagakerjaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberlakuan MCO dan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No.120 tentang penghentian sementara pengiriman PMI ke luar negeri berdampak pada Pekerja Migran Indonesia di Malaysia. Sebagian dari mereka kehilangan pekerjaan, ada yang pulang ke Indonesia, ada yang tetap bertahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penerapan Pembatasan Mobilisasi Sosial baik di Malaysia dan Penghentian sementara PMI ke luar negeri demi melandaikan dan mengendalikan penularan covid-19 telah berdampak pada pasar Pekerja Migran Indonesia baik dari penawaran maupun pada sisi permintaan.
Upaya Penanggulangan Kekerasan dalam Rumah Tangga Akibat Covid-19 Perspektif Teori Keadilan Bermartabat
Ellora Sukardi;
Debora Pasaribu;
Vanesia Ciayadi Kwang
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55960/jlri.v9i1.373
Pandemi Covid-19 sudah lebih dari setahun melanda seluruh dunia termasuk Indonesia. Hal yang sangat memprihatinkan adalah dampak ekonomi seperti banyak yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja. Kesulitan finansial ini menjadi pemicu terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebagai pelampiasan atas perasaan yang kesal, kecewa, stres, hingga depresi. Perempuan dan anak sebagai pihak yang lemah sering dijadikan sasaran kemarahan dari suami. Perlindungan hukum bagi perempuan dan anak-anak terdapat pada Undang-Undang Penghapusan KDRT. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mengenai bagaimana perlindungan hukum dan pemulihan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga akibat Covid-19 serta upaya penanggulangannya yang tepat apabila ditinjau dari perspektif Teori Keadilan Bermartabat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif, menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer yakni Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Perkawinan, Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dan Peraturan Pemerintah terkait serta bahan hukum sekunder. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi kepustakaan. Analisis data bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa KDRT merupakan kejahatan yang bertentangan dengan teori keadilan bermartabat, hukum positif, serta dapat merusak ketahanan nasional. Untuk menanggulangi hal tersebut, perlunya penyuluhan/edukasi oleh pemerintah kepada masyarakat mengenai KDRT ini.
Ketahanan Ideologi (Pancasila) di Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19
Hastangka admin
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55960/jlri.v9i1.374
Tulisan ini merupakan riset fenomenologi sosial dan politik yang berkembang di wilayah DIY dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini.Riset ini memfokuskan tentang dinamika sosial dan politik yang berkaitan dengan ketahanan nasional pada wilayah secara khusus berkaitan dengan ideologi dan kebangsaan. Persoalan persoalan kebangsaan yang terjadi 10 tahun terakhir secara nasional pada dasarnya mengarah pada empat isu utama yaitu politik identitas, politisasi agama, intoleransi, dan konflik ideologis yang berpengaruh pada pelemahan nilai nilai Pancasila. Konflik ideologis ini dapat ditelusuri dari munculnya gerakan radikalisme, fundamentalisme, dan aksi terorisme yang mengarah pada ancaman akan keutuhan bangsa dan negara dan ketahanan nasional. Tujuan dari tulisan ini berupaya mendeskripsikan dan menganalisis tentang fenomena sosial dan politik kebangsaan yang terjadi di wilayah melalui studi kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi sosial dan politik melalui observasi dan penelusuran dokumen fata dan data data terkait isu isu ideologis dan kebangsaan yang diberitakan melalui media cetak baik elektronik maupun cetak tentang DIY. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis kritis dan induktif untuk mendapatkan esensi dari persoalan yang muncul. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketahanan ideologi di masyarakat pada masa pandemi covid 19 semakin melemah karena situasi dan kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang juga melemah. Masuknya ideologi baru semakin mudah melalui media sosial dan elektronik untuk membawa ideologi baru berpotensi memperlemah ketahanan nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan ideologi di masyarakat kurang tangguh dan perlu diperkuat dengan mengembalikan nilai nilai Pancasila.
Ketahanan Keluarga dalam Adaptasi New Normal Pandemi Covid-19 di Indonesia
Roma Megawanty;
Margaretha Hanita
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55960/jlri.v9i1.375
Ketahanan keluarga adalah elemen utama dalam menghadapi kerentanan terhadap guncangan dari luar, baik guncangan kecil, sedang maupun besar. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak Januari 2020 adalah guncangan besar yang dalam waktu singkat mengubah dunia ke arah kerusakan: kematian, kehancuran ekonomi, kepanikan dan kekacauan. Lockdown diterapkan di mana-mana di seluruh dunia yang menghasilkan dua dampak : mengurangi jumlah orang terinfeksi namun di sisi sebaliknya semakin memperparah kerusakan ekonomi dan sosial. WHO menyarankan dunia menerapkan New Normal, kondisi di nama kehidupan dijalankan seperti sediakala namun dengan cara yang berbeda. Berhasil atau tidak berhasilnya New Normal bergantung pada seberapa lenting ketahanan keluarga beradaptasi menghadapi guncangan besar.
Peran Perempuan Suku Dani bagi Ketahanan Keluarga dalam Budaya Patriarki
Willius Kogoya
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55960/jlri.v9i1.376
Perempuan Suku Dani selain berperan sebagai istri yang harus tunduk sepenuhnya kepada suami, tetapi juga sebagai ibu yang bertanggung jawab membesarkan dan mendidik anak-anaknya, bahkan menjadi penopang ekonomi keluarga. Artikel ini bertujuan untuk menyingkap peran perempuan Dani bagi ketahanan keluarga di tengah sistem budaya patriarki, dimana perempuan yang kerap mengalami penindasan fisik, psikhis dan mental, ternyata memiliki peran yang menentukan keberlangsungan sebuah keluarga. Perempuan Suku Dani menghabiskan seluruh hidupnya untuk mengabdi kepada suami dan anak-anak, sedangkan laki-laki memegang kontrol penuh dalam keluarga dan masyarakat. Dalam masa pandemi Covid-19 perempuan Suku Dani semakin nampak perannya dalam menjaga ketahanan keluarga. Ketika penghasilan suaminya tidak mencukupi atau bahkan kehilangan mata pencaharian sebagai dampak dari pandemi, perempuan tampil sebagai pahlawan dengan menjadi tulang punggung perekonomian keluarga. Untuk mengungkap permasalahan tersebut, digunakan penelitian fenomenologi dengan pendekatan kualitatif dengan mengambil 11 orang sampel yang terdiri dari 4 perempuan Dani dalam budaya asli, dan 5 perempuan Dani dalam budaya campuran, dan 2 perempuan Dani dalam budaya modern. Melalui penelitian ini ditemukan fenomena perempuan Suku Dani di tengah budaya patriarki, dengan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan yang seakan- akan tidak terbantahkan oleh perempuan. Penindasan terhadap perempuan sering terjadi, namun perempuan Dani tetap mempertahankan perannya dalam keutuhan dan keharmonisan keluarga.
Gangguan Mental Emosional pada Pelajar SMP di Bekasi pada Masa Pandemi Covid-19 dan Potensial Dampaknya terhadap Ketahanan Keluarga
Tri Suratmi;
Mery Indrawati;
Zarfiel Tafal
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55960/jlri.v9i1.377
Pendemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak bulan April tahun 2020, mengkondisikan Pemerintah menetapkan kebijakan pembelajaran dalam jaringan (daring) pada semua jenjang pendidikan. Adaptasi budaya baru belajar di rumah tanpa kehadiran guru secara fisik, bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang memasuki usia remaja, menjadi tantangan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkaji faktor penentu yang menyebabkan gangguan mental emosional (GME) pada remaja SMP di masa pandemi Covid-19, dan potensial dampaknya terhadap ketahanan nasional bidang sosial budaya. Penelitian dilakukan pada pelajar SMP di Bekasi pada bulan Mei - Agustus 2020, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitataif, menggunakan rancangan cross sectional. Sampel sebesar 95 siswa diambil secara purposive, GME diukur menggunakan instrument strength and difficulties questionaire (SDQ). Analisis data diskriptif dengan person chi square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 40 % siswa mengalami GME. Variabel yang dominan menyebabkan GME adalah pola asuh dari orang tua. GME yang tidak tertangani potensial berdampak pada ketahanan keluarga bidang sosial budaya, diantaranya perilaku bullying dan intoleransi.