cover
Contact Name
Nurmalia Pardede
Contact Email
nurmalia@hits.ac.id
Phone
+6281249002049
Journal Mail Official
adminojs@hits.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Jl. Gunung Rinjani No. 6 Taman Himalaya, Lippo Karawaci, Tangerang
Location
Kab. tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Apokalupsis
ISSN : 2087619X     EISSN : 2747285X     DOI : https://doi.org/10.52849/apokalupsis.v12i1
Jurnal Apokalupsis diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest sebagai wadah untuk mempublikasikan karya ilmiah dalam bidamg Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gerejawi yang bercirikan Injili.
Articles 55 Documents
Komunikasi Guru PAK dalam Memacuh Minat Belajar Siswa Willem Frans Ansanay
Jurnal Apokalupsis Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Apokalupsis
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.821 KB) | DOI: 10.52849/apokalupsis.v12i1.17

Abstract

Membangun komunikasi yang baik dalam proses pembelajaran antara guru PAK dan siswa membawa pengaruh yang berdampak bagi peningkatan minat belajar siswa. Hal ini diketahui dengan adanya pengaruh positif yang signifikan atas kemampuan komunikasi dalam pembelajaran yang dilakukan oleh guru terhadap minat belajar siswa. Selain daripada itu, komunikasi guru PAK dalam memicu minat belajar siswa harus selaras dengan kebenaran berdasarkan Alkitab sebagai dasar dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai guru yang mampu berkomunikasi secara baik, dengan menampilkan informasi berupa pesan, ide atau gagasan, perasaan, dengan menggunakan kata-kata verbal, isyarat nonverbal, tulisan, dari guru kepada siswa, sehingga terjadi interaksi yang mempengaruhi pola pikir, sikap, dan tinggkah laku siswa dalam siklus pembelajaran yang ada. Terdapat beberapa tokoh dalam Alkitab baik dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru menggambarkan suatu komunikasi antara Allah dengan mereka menunjukkan bahwa suatu komunikasi harus disertai tanggungjawab yang benar sesuai kehendak Allah. Komunikasi adalah alat dan sarana yang sangat dibutuhkan oleh manusia termasuk guru PAK yang dapat menghasilkan minat dalam belajar. Minat merupakan keinginan untuk memperhatikan dan melakukan kegiatan untuk meraih sesuatu di kemudian hari. Minat sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Hal ini sangat jelas sebab komunikasi yang baik adalah bentuk komunikasi interaktif yang dapat menghasilkan minat belajar bagi siswa dalam menyampaikan informasi dan melakukan interaksi yang di dalamnya mengandung pengetahuan yang baik, dan dapat bermanfaat bagi siswa melalui guru PAK yang bertanggungjawab dalam proses belajar mengajar yang dipengaruhi faktor keterbukaan, empati, positif, kesimbangan, percaya diri, kesegaran, dengan adanya menajemen interaksi yang baik, jujur dalam berbicara serta penuh perhatian. Hal inilah yang menjadi kunci terbaik dalam pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru Pendidikan Agama Kristen.
Implementasi Proses Pembelajaran Pada Milenial Esther Idayanti; Herman Poroe
Jurnal Apokalupsis Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Apokalupsis
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.513 KB) | DOI: 10.52849/apokalupsis.v12i1.18

Abstract

Tiap generasi memiliki budaya dan pandangannya masing-masing, sesuai dengan perkembangan dan situasi pada zaman itu. Para milenial yang kini berusia antara 18-37 tahun juga memiliki budayanya sendiri, yang turut memengaruhi cara pandang dan cara mereka belajar. Penelitian ini berusaha memberikan gambaran tentang para milenial dan cara-cara praktis untuk mengajar mereka. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur kepustakaan dengan merevew berbagai sumber kepustakaan untuk menggambarkan preferensi cara belajar dari para millenial.
Reformulasi Teologi Penginjilan Bagi Penyandang Disabilitas Fisik Made Nopen Supriadi
Jurnal Apokalupsis Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Apokalupsis
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.632 KB) | DOI: 10.52849/apokalupsis.v12i2.22

Abstract

Misi menjadi fokus penting bagi pengikut Yesus Kristus. Perintah tersebut menekankan orang percaya untuk melakukan tindakan misi penginjilan kepada orang-orang yang belum mendengar Injil. Namun problematika muncul dalam memahami misi dalam konteks orang percaya yang mengalami disabilitas, yang mana mereka tidak dapat melakukan perintah Amanat Agung untuk pergi memberitakan Injil karena kecacatan. Melalui metode studi pustaka penelitian ini mendeskripsikan reformulasi teologi misi dalam konteks disabilitas. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa orang percaya yang menyandang disabilitas tetap dapat melakukan misi pemberitaan Injili sama dengan orang percaya lainnya, namun dengan pola dan prinsip yang berbeda namun satu tujuan yaitu Yesus Kristus disaksikan dan diberitakan.
Signifikansi Pelayanan Anak Sebuah Tinjauan Eksegesis Markus 10: 13–16 Arif Wicaksono
Jurnal Apokalupsis Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Apokalupsis
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.022 KB) | DOI: 10.52849/apokalupsis.v12i2.25

Abstract

Penginjilan menjadi fokus penting bagi pengikut Yesus Kristus. Perintah tersebut menekankan orang percaya untuk melakukan tindakan misi penginjilan kepada orang-orang yang belum mendengar Injil. Namun problematika muncul dalam memahami misi dalam konteks orang percaya yang mengalami disabilitas, yang mana mereka tidak dapat melakukan perintah Amanat Agung untuk pergi memberitakan Injil karena kecacatan. Melalui metode studi pustaka penelitian ini mendeskripsikan reformulasi teologi penginjilan bagi orang percaya yang tidak mengalami disabilitas fisik kepada orang percaya dalam konteks penyandang disabilitas fisik. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa orang percaya yang menyandang disabilitas tetap dapat melakukan misi pemberitaan Injili sama dengan orang percaya lainnya, namun dengan pola dan prinsip yang berbeda namun satu tujuan yaitu Yesus Kristus disaksikan dan diberitakan.
Makna Dan Fungsi Label Kehormatan Israel Dalam Keluaran 19:6 Ditinjau Dari Teori Identitas Sosial Serepina Hasibuan
Jurnal Apokalupsis Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Apokalupsis
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.971 KB) | DOI: 10.52849/apokalupsis.v12i2.28

Abstract

The Israel's honorific label was given by the LORD God to the Israelites who had just come out of Egypt at Mount Sinai. Explaining the identity label, then understanding the Israel’s honor label certainly aims to form the social and spiritual identity of the Israelites. This article will discuss the meaning and function of honor labels through interdisciplinary studies between biblical studies using textual criticism and social psychology sciences, namely SIT. By using these two disciplines, the writer gets a fresher and brighter interpretation, especially regarding the meaning and function of Israel's honorific label in Exodus 19:6. From the research that has been done, the meaning of the honorific labels “מַמְלֶ֥כֶת כֹּהֲנִ֖ים” (mamlekhet kohanim) and “ג֣וֹי קָד֑וֹשׁ” (goy qadosh) is to express the identity of a nation of slaves who have been elevated to a kingdom of priests and a holy nation by GOD who has made a covenant with their forefather Abraham. Meanwhile, the function of giving the honorary label in Social Identity Theory/SIT's point of view is to raise the nation's self-esteem, express the appreciation contained in faith and encourage the nation to behave in accordance with their social and spiritual identity as the "Kingdom of Priests" and "Holy Nation"
Media Pembelajaran Pada Narasi Panggilan Musa Sebagai Sarana Meningkatkan Kemampuan Kognitif Setiaman Larosa
Jurnal Apokalupsis Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Apokalupsis
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.344 KB) | DOI: 10.52849/apokalupsis.v12i2.29

Abstract

Still a lot to discuss about the effect of learning media on increasing students' cognitive abilities. Although the increase in cognitive abilities can be proven through the achievements of students, it must have a large portion in the discussion of media that is less attention at this time. To prove this, the writer conducted a literature study by examining the narrative of God's call to Moses in Exodus 3 and 4, aware of his divine calling. With educational nuances, it can be said that God has cognitively understood knowledge of his calling and sending. Through the media, Musa experienced a cognitive increase in his mind so that he did not hesitate to step into Egypt and hastened Israel's ability to experience an increase in Egypt's ability. In this study, the authors analyzed four media that God used as learning media, namely thorn bushes, sticks, hands and Aaron, Musa's brother. It was through these four media that Moses understood correctly what his real calling in life was.
Perubahan Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Berdampak Pada Strategi Guru Dalam Mengajar Di Sekolah Rismag Dalena Florentina Monica Br Manurung; Talizaro Tafonao
Jurnal Apokalupsis Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Apokalupsis
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.919 KB) | DOI: 10.52849/apokalupsis.v12i2.30

Abstract

The purpose of writing this article is to find out the impact experienced by teachers in curriculum changes and find the right strategy to be applied to students. In this paper, there are teachers who are not ready and less enthusiastic in improving their competence so that they find the right strategy to teach students. The method used is a qualitative research method by examining the extent to which changes in the Christian religious education curriculum have an impact on teachers' strategies in teaching in schools. In the analysis process, the author uses various sources of literature as references such as books, journals and interviews to support the author's analysis. The results found by the author are related to the teacher's strategy in dealing with curriculum changes, namely by increasing their competence through training (Worksop), classroom action research, following the times, and conducting discussions with colleagues as explained in this article. Thus teachers are able to teach in schools with the right strategy even in the midst of curriculum changes that occur.
Memimpin dengan Nilai-Nilai Pengajaran Yesus dalam Khotbah di Bukit: Sebuah Studi Implementasi Pada Pemimpin Gereja di Indonesia Daniel Runtuwene
Jurnal Apokalupsis Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Apokalupsis
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.126 KB) | DOI: 10.52849/apokalupsis.v12i2.32

Abstract

Church Leaders are expected to have positive values in their life, not only in the church / ministry life, but also in the society or marketplace life, that is in family, work, business and so on. These leaders are expected to inspire the followers by imparting positive values through positive conducts and behaviors. The problems rise when the expectancy and the reality are not matched. This journal describes the Leadership Values model taught by Jesus through His sermon on the mount that includes 5 dimensions of life: spiritual, missional, relational, developmental and eternal. The implementation of this model is then studied on 565 church leaders in Indonesia as the population that come from different regions and denominations. Explanatory quantitative method through survey is used. The result shows that the church leaders often implemented the values, and the spiritual dimension is the dominant factor affecting their leadership values
Peran Guru PAK Memanfaatkan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Peserta Didik Yunardi Kristian Zega
Jurnal Apokalupsis Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Apokalupsis
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.73 KB) | DOI: 10.52849/apokalupsis.v13i1.41

Abstract

Di zaman era teknologi saat ini, guru dituntut agar mampu menciptakan pembelajaran yang menarik agar tidak kalah dengan teknologi dan dunia hiburan yang ada di luar sana. Untuk itu, guru perlu mengurangi metode ceramah, terlebih pada kegiatan pembelajaran yang menekankan keterampilan proses dan active learning, melainkan guru harus kreatif dalam memanfaatkan teknologi khususnya media pembelajaran di sekolah. Walaupun demikian, sampai saat ini masih banyak guru yang tidak menggunakan media pembelajaran karena adanya berbagai macam alasan/kendala dari para guru, khususnya guru pendidikan agama Kristen (PAK). Oleh sebab itu, peneliti merasa penting untuk membuat konsep mengenai betapa pentingnya peran guru PAK agar mampu memanfaatkan media pembelajaran. Penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Dengan tujuan untuk memberikan konsep bagaimana peran guru PAK dalam memanfaatkan media pembelajaran untuk meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik. Hasil dari penelitian ini adalah guru PAK haruslah seseorang yang kreatif dan inovatif dalam pemanfaatan media pembelajaran karena dapat membantu guru dan siswa agar tercipta suasana kegiatan belajar yang lebih efektif dan efesien di zaman sekarang. Terkait hal tersebut, guru PAK dapat memanfaatkan media visual, media audio, dan media audio visual untuk membantu peningkatan kecerdasan spiritual peserta didik yang diajar.
Pastoral Konseling Discipleship-Based Counseling for Terminal Patient: A Supportive and Empowerment Care Twin Hosea Widodo Kristyanto; Rikardo P. Sianipar
Jurnal Apokalupsis Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Apokalupsis
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.924 KB) | DOI: 10.52849/apokalupsis.v13i1.43

Abstract

Terminal illness is an illness that cannot be cured or treated adequately which is expected to cause death. Patients with terminal illness can be called terminal patients. The fact that terminal patients are being threatened by death can affect their quality of life. Terminal patients need medical and palliative care. Palliative care that can be provided to patients are psychological services which include spiritual support, including pastoral counseling. Thus, this paper aims to discuss the role of discipleship-based pastoral counseling in helping to solve problems caused by illness faced by terminal patients. Qualitative methods are used in answering the objectives of this study. The approach used was a literature study and phenomenological analysis of one source (AS) who is a counselor from the Yayasan Sahabat Orang Sakit. The results showed that pastoral counseling for terminal patients needs to focus on the area: the patient's regression condition and preparing to face death. In discipleship-based counseling, terminal patients are discipled from stage to stage so that the patient can finally serve fellow terminal patients. That's when the terminal patients can understand that their life can still be a blessing to others, and God has been proven to bring goodness in his life.