cover
Contact Name
Muhammad Yunus
Contact Email
puslitbang.siap@gmail.com
Phone
+628123216803
Journal Mail Official
comphijournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Simpang Dirgantara II B3/13 Malang u.p. Dr. dr. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes., FISPH., FISCM
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
CoMPHI Journal : Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal
ISSN : -     EISSN : 27228169     DOI : https://doi.org/10.37148/comphijournal
Core Subject : Health,
CoMPHI Journal : Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal merupakan Jurnal Ilmiah bidang Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kesehatan Masyarakat yang dikelola dan diterbitkan oleh Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia. CoMPHI Journal terbit 3 (tiga) kali dalam 1 tahun yaitu setiap bulan Juni, Oktober dan Pebruari. Cakupan dan Fokus Jurnal ini pada Bidang Ilmu Kedokteran Komunitas, Ilmu Kesehatan Masyarakat dan atau yang serumpun dengannya seperti Kedokteran Keluarga, Kedokteran Industri, Biostatistik, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Gizi, Farmasi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Promosi Kesehatan, Rekam Medik dan lainnya yang masih serumpun dengan bidang Ilmu Kesehatan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2024): Juni" : 7 Documents clear
Hubungan Tingkat Stres Dengan Durasi Bermain Game Online Pada Mahasiswa Angkatan 2020 Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya Rafly, Muhammad; Nandaka, I Ketut Tirka; Mutiadesi, Wahyu Prasasti; Pasaribu, Irma A.
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres dapat dialami oleh siapa saja, termasuk mahasiswa, dan penyebabnya dapat berasal dari berbagai faktor seperti lingkungan, faktor internal diri, atau pikiran. Saat menghadapi situasi yang memicu terjadinya stres tubuh akan merespon dengan mengalami stres. Jika stres ini tidak ditanggulangi, dapat berkembang menjadi stres berat, dan tanpa penanganan yang tepat dapat mengalami gangguan mental serius seperti depresi, dan gangguan kecemasan. Ketika seseorang mengalami stres, ada upaya untuk mengatasinya, dan salah satu caranya adalah dengan bermain game. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan durasi waktu bermain game online pada mahasiswa Angkatan 2020 pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya. penelitian ini bersifat observational analitik merupakan penelitian yang menjelaskan adanya hubungan antar variable. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dimana semua data yang menyangkut variable penelitian diukur pada waktu bersamaan (point time approach). Sampel diambil dengan teknik pengambilan simple random sampling sebanyak 64 orang. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. menggunakan analisis uji korelasi spearmen dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 atau 95%. Hasil uji statistic didapatkan nilai p = 0,907 > α = 0,005. Didapatkan bahwa tidak adanya hubungan tingkat stres dengan durasi waktu bermain game online. Tidak ada hubungan tingkat stres dengan durasi bermain waktu bermain game online pada mahasiswa Angkatan 2020 Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya.
Pengaruh Myers Briggs Type Indicator (MBTI) Dengan Tingkat Stres Mahasiswa Kedokteran Sari, Arine Talitha; Nawangsasi, Peppy; Irawati, Ade; Biutifasari, Verna
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) is a tool to measure personality types whose results are presented through 4 dichotomies namely Extraversion/Introversion, Sensing/Intuition, Thinking/Feeling, and Judging/Perceiving. A person's personality type will affect the level of stress they feel. Stress is a condition when our body reacts due to a change in our environment, either physical or mental changes that cause us to feel disturbed. This study aims to determine the relationship between personality type based on Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) with stress levels in medical students. This type of research is observational analytic. Respondents used were 62 people who were filled in by 2020 students at the Faculty of Medicine, Hang Tuah University and then analyzed using the Kendall Tau-b method. It was found that 15 respondents experienced mild stress, 39 respondents experienced moderate stress, and as many as 7 respondents experienced severe stress. 30 respondents of extroverted personality, 31 respondents of introverted personality, 43 respondents of sensing personality, 18 respondents of intuition personality, 28 respondents of thinking personality, 33 respondents of feeling personality, 52 respondents of judging personality and there are 9 respondents with perceiving personality type. The significance value between personality type and stress level exceeds the α value (α = 0.05) which means that there is no relationship between personality type and stress level
Analisis Faktor Risiko Kematian Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Tahun 2023 Widodo, Gunawan; Hendarsih, Een; Ornadi, Annisa Brilian; Dyah, Swatika
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa timur menempati urutan pertama di Indonesia untuk jumlah jemaah haji yang memiliki resiko tinggi kematian. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kematian jemaah haji, terutama faktor usia, jenis kelamin, dan komorbid atau penyakit penyerta. Penelitian ini dikhususkan pada embarkasi Surabaya karena merupakan penyumbang terbesar kejadian kematian jemaah haji. Mengetahui profil kesehatan jemaah haji embarkasi Surabaya yang meninggal saat ibadah haji tahun 2023, faktor resiko yang berhubungan dengan kematian jemaah haji embarkasi Surabaya 2023, serta mengetahui evaluasi dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan calon jemaah haji. Metode penelitian berupa observasional analitik dengan desain crossectional. Kasus adalah jemaah yang wafat saat ibadah haji sedangkan kontrol merupakan jemaah yang hidup. Dianalisis secara univariat, bivariat dengan chi square. Analisis penelitian ini menggunakan analisis bivariat chi square dimana hasil analisis menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan awal merupakan salah satu faktor risiko yang mempengaruhi tingginya mortalitas jemaah haji embarkasi Surabaya. Jemaah haji embarkasi Surabaya yang meninggal mayoritas laki-laki berjumlah 103 jemaah dan berusia ≥ 65 tahun dengan 129 jemaah. Penyebab kematian jemaah haji terbanyak yaitu penyakit cardiovaskuler sebanyak 72 jemaah (42,1%). Pemeriksaan kesehatan awal merupakan salah satu faktor risiko yang mempengaruhi tinggi rendahnya mortalitas jemaah haji embarkasi Surabaya tahun 2023
HUBUNGAN TINGKAT PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWI Ahnaf, Shofa' Salsabila; Noerhidajati, Elly; Ratnawati; Yulice Soraya Nur Intan; Azizah Retno Kustiyah
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan adalah perasaan takut dan kekhawatiran yang tidak jelas menyebabkan ketidaknyamanan pada seseorang yang disebabkan oleh sesuatu hal yang belum jelas. Perubahan psikis seperti kecemasan diakibatkan oleh seseorang wanita yang sedang mengalami premenstrual syndrome, gangguan nyeri atau dismenore, siklus menstruasi yang tidak teratur, dan gangguan darah yang melebihi batas normal menstruasi. Seseorang yang mengalami kecemasan akan mempengaruhi dari kualitas hidupnya seperti harus ke UKS saat jam Pelajaran, penurunan absensi, penurunan konsentrasi belajar, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat premenstrual syndrome (PMS) dengan tingkat kecemasan pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Umum angkatan 2020, 2021, dan 2022 di Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan cara menyebar kuesioner. Data Kecemasan menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale dan data premenstrual syndrome (PMS) menggunakan kuesioner Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) melalui google formulir. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampling 115 orang mahasiswi kedokteran semester 3 – 7. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian ini didapatkan persentase dengan kategori nilai tertinggi untuk premenstrual syndrome (PMS) berat (47,8%) dengan kecemasan ringan (81,7%). Berdasarkan analisis bivariat hubungan tingkat premenstrual syndrome (PMS) dengan tingkat kecemasan (p = 0,000) dan (r = 0,362). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat premenstrual syndrome (PMS) dengan tingkat kecemasan dengan keeratan hubungan lemah. Kata Kunci: Kecemasan, Premenstrual Syndrome (PMS), Mahasisiwi ABSTRACT Anxiety is an unclear feeling of fear and worry. This feeling causes discomfort in someone because of something that is not yet clear. Psychological changes such as anxiety are caused by a woman experiencing premenstrual syndrome (PMS), pain disorders or dysmenorrhea, irregular menstrual cycles, and blood disorders that exceed the normal limits of menstruation. A person who experiences anxiety will affect their quality of life, such as having to go to the infirmary during class time, decreasing attendance as well as concentration in studying, and so on. This research aims to determine the correlation between the level of premenstrual syndrome (PMS) and the level of anxiety in female students from the Faculty of General Medicine class of 2020, 2021, and 2022 at the Sultan Agung Islamic University of Semarang. This type of research is analytical and observational with a cross-sectional design. The data collection was carried out by distributing questionnaires. Anxiety data were collected using the Zung Self-Rating Anxiety Scale questionnaire, and premenstrual syndrome (PMS) data were gained using the Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) questionnaire via Google Form. This study employed purposive sampling with a sampling size of 115 medical students in the 3rd-7th semesters. Data analysis used the Spearman Rho test. The results of this study showed that the percentage with the highest score category was for severe premenstrual syndrome (PMS) (47.8%) with mild anxiety (81.7%). Based on bivariate analysis, there was a correlation between the level of premenstrual syndrome (PMS) and the level of anxiety (p = 0.000) and (r = 0.362). Therefore, it can be concluded that there is a significant correlation between the level of premenstrual syndrome (PMS) and the level of anxiety with a weak correlation. Keywords: Anxiety, Premenstrual Syndrome (PMS), College Students
PERBEDAAN TARIF INA–CBG’S DENGAN BIAYA RILL PASIEN PPOK DI RSU ANWAR MEDIKA SIDOARJO Silitonga, Esteria; Lorensia, Amelia; Jalmav, Marthy Meliana Ariyanti; Gitaputri, Putu Aprilya
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien dengan PPOK mengalami penurunan kapasitas kualitas hidup, ketidakmampuan fisik serta peningkatan biaya hidup. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan antara biaya rill dan tarif INA-CBG’s pada pasien PPOK rawat inap di RSU Anwar Medika Sidoarjo. Penelitian ini dilakukan Penelitian ini merupakan salah satu evaluasi ekonomi kesehatan yang bersifat observasional dengan melakukan studi perbandingan atara dua alternative yang ada dengan menggunakan perspektif rumah sakit dan pengambilan data yang dilakukan secara retrospektif. Subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 81 pasien. Kriteria inklusi meliputi pasien rawat inap serangan PPOK dengan data lengkap (identitas pasien, pasien terdaftar BPJS dan data keuangan selama pengobatan). Hasil pengolahan data dari bantuan program SPSS for windows versi 26 dengan uji Mann-Whitney didapatkan data bahwa nilai P sebesar 0,158 lebih besar di bandingkan dengan nilai alpha 0,05 (Nilai P > Nilai α). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terkait total biaya medis langsung antara kelompok biaya Riil dan tarif INA-CBG’s. Saran pada penelitian ini di lakukannya pengambilan data secara prospektif saat itu juga untuk memastikan atau menyesuaikan data yang terdapat pada rekam medis sesuai dengan keadaan subjek/pasien tersebut dengan tetap mempertimbangkan jumlah sampel.
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP DERMATITIS KONTAK PADA PETANI TEBU Amalla, Fadilatul Khusna; Pravitasari, Dwi Nurwulan; Setiawan, Indra; Setyawan, Febri Endra Budi
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) adalah penyakit kulit akibat paparan bahan iritan dan alergen selama bekerja. DKAK tidak menular dan berbahaya tetapi menyebabkan penurunan kualitas hidup dan rasa tidak nyaman akibat gejala yang ditimbulkan. Petani tebu selama bekerja seringkali terkena bulu yang menempel pada daun dan batang tebu, serta pupuk kimia sehingga beresiko terkena DKAK. Hal ini dapat dicegah dengan menggunakan APD selama bekerja. Penggunaan APD dapat mengurangi paparan bahan iritan dan kimia selama selama bekerja. Tujuan : Mengetahui pengaruh faktor resiko penggunaan alat pelindung diri terhadap kejadian dermatitis kontak akibat kerja apada petani tebu Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Metode : Metode penelitian menggunakan observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan SPSS. Hasil : Hasil analisis menggunakan uji statistik koefisien kontingensi diperoleh hasil p 0,000 ; p < 0,05 maka terdapat pengaruh penggunaan APD terhadap kejadian DKAK pada petani tebu Desa Pakisjajar Kec. Pakis Kab. Malang. Berdasarkan nilai value koefisien kontingensi sebesar 0,508, dapat disimpulkan bahwa kekuatan hubungan antara penggunaan APD dengan kejadian DKAK termasuk dalam kategori hubungan sedang. Kesimpulan : Terdapat pengaruh faktor resiko penggunaan APD terhadap kejadian DKAK pada petani tebu Desa Pakisjajar Kec. Pakis Kab. Malang
Pengaruh Pola Asupan Terhadap Status Gizi Pada Balita Usia 3-5 Tahun
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi balita merupakan salah satu parameter dalam menilai kecukupan asupan terhadap kebutuhan gizi dalam pertumbuhan dan perkembangan balita. Pola asupan makan akan menentukan pemenuhan nutrisi setiap harinya. Pengukuran status gizi dapat menggunakan standar antropometri meliputi berat badan dan tinggi badan yang dibandingkan berdasarkan usia balita. Pengukuran yang tepat dapat memberikan gambaran permasalahan gizi balita sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asupan makan dengan status gizi pada balita usia 3-5 tahun. Penelitian ini merupakan observational dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Posyandu Desa Paseraman, Kabupaten Sumenep pada periode Mei 2023 sampai Juli 2023 dengan melibatkan 106 balita. Pengambilan data menggunakan kuisioner 24-hours recall yang kemudian dilakukan penilaian status gizi meliputi berat badan per usia (BB/U), berat badan per tinggi badan (BB/TB), tinggi badan per usia (TB/U), indeks massa tubuh per usia (IMT/U). Data yang telah diperoleh akan dilakukan kruskal-wallis untuk mengetahui perbedaan antara kelompok. Hasil penelitian memperlihatkan adanya perbedaan pada indeks BB/U, BB/TB dan IMT/U. Sedangkan pada indeks TB/U tidak memperlihatkan perbedaan. kesimpulan pada penelitian ini adalah penilaian pola asupan jangka pendek dapat memberikan gambaran perubahan berat badan dan kondisi gizi balita, namun belum dapat menilai perawakan balita.

Page 1 of 1 | Total Record : 7