cover
Contact Name
Nofi Rahmanita
Contact Email
desainmodeisipp@gmail.com
Phone
+6281267298952
Journal Mail Official
desainmodeisipp@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bahder Johan, Guguk malintang, Kec. Padangpanjang Timur, Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, 27118
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Style : Journal of Fashion Design
ISSN : -     EISSN : 28090888     DOI : https://doi.org/10.26887/style.v2i1.2563
Style adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Prodi Desain Mode, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Jurnal ini berisikan tentang artikel hasil penelitian yang terkait dengan fashion, resensi buku bidang fashion, gagasan konseptual (hasil pemikiran), dan penciptaan karya
Articles 42 Documents
RTW-DELUXE INSPIRASI KUTUKAN KEONG EMAS DENGAN TEKNIK DIGITAL PRINTING DAN MANIPULATING FABRIC Novianggraeni1, Melani; Handayani, Wuri; Fitra, Annisa
Style : Journal of Fashion Design Vol 4, No 2 (2025): Style : Journal Of Fashion Desain
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/style.v4i2.5786

Abstract

Penciptaan ini didasarkan pada kecenderungan brand fashion di Indonesia yang mengangkat kolaborasi dengan Disney Princess (tokoh dongeng barat) sebagai koleksi series pada produk fashion maupun no-fashion. Indonesia sendiri mempunyai banyak tokoh putri dongeng yang unik di setiap ceritanya, namun sayangnya pengemasan tokoh nya itu sendiri kurang menarik dari segi animasi visual maupun marketing dibanding dengan tokoh Disney princess yang dikemas dengan teknologi yang canggih. Hal ini menyebabkan kurangnya minat fashion brand lokal untuk mengangkat tokoh putri dongeng Indonesia untuk dijadikan inspirasi produk fashion. Salah satu tokoh putri dongeng yang terkenal di Jawa Timur adalah Putri Candrakirana yang dikutuk menjadi keong emas, membuat pengkarya tertarik untuk membuat inovasi baru pada busana Putri Candrakirana dengan menambahkan unsur fantasi yang diaplikasikan pada motif kain printing. Motif tersebut lalu akan dikembangkan menjadi busana ready to wear deluxe dengan tambahan teknik slashing tucking. Tujuannya adalah untuk melestarikan dan menambah ketertarikan pada tokoh dongeng di Indonesia melalui produk fashion. Metode Penciptaan yang digunakan yaitu menurut Gustiyan Rachmadi, 2018 ( dalam Hendriyana, 2018) terbagi menjadi empat tahapan yaitu pra-perancangan, perancangan, perwujudan dan penyajian. karya yang akan dibuat berjumlah 5 karya desain fashion.
PENGARUH JENIS BENANG TERHADAP HASIL JADI CORSAGE BERBASIS TEKNIK CROCHET Habiba, Latifa Eka Almira; Arifiana, Deny; Hidayati, Lutfiyah; Nahary, Inty
Style : Journal of Fashion Design Vol 4, No 2 (2025): Style : Journal Of Fashion Desain
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/style.v4i2.5753

Abstract

Popularitas merenda yang terus meningkat telah menarik banyak pemula untuk mencoba kerajinan ini. Sebagai langkah awal, penting bagi pemula untuk memahami jenis benang yang sesuai dengan karakteristik produk rajutan yang ingin dibuat. Benang memiliki berbagai jenis berdasarkan serat dan ketebalan, yang masing-masing memberikan efek visual dan tekstur berbeda pada hasil akhir. Saat ini, produk rajutan tidak hanya terbatas pada pakaian, tetapi juga meluas ke barang-barang rumah tangga dan aksesori, salah satunya adalah korsase. Korsase merupakan aksesori dekoratif yang sering dibuat dalam bentuk bunga imitasi, seperti anyelir, dan banyak digunakan untuk mempercantik pakaian atau tas.Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang membandingkan hasil korsase rajutan menggunakan tiga jenis benang yang berbeda, yaitu katun, poliester, dan akrilik. Penilaian dilakukan melalui kuesioner oleh individu yang sudah terbiasa dengan teknik merenda (crochet). Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji non-parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara ketiga jenis benang tersebut. Benang poliester memperoleh nilai tertinggi (67,78), disusul oleh katun (35,08) dan akrilik (33,63). Berdasarkan hasil ini, urutan preferensi benang untuk membuat korsase adalah poliester, katun, lalu akrilik.