cover
Contact Name
Nia Ekawati
Contact Email
niaekawati@poltektedc.ac.id
Phone
+6285220258385
Journal Mail Official
uppm@poltektedc.ac.id
Editorial Address
UPPM Politeknik TEDC Bandung Jl. Pesantren KM 2 Cibabat Cimahi Utara Cimahi 40513 Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Tedc
Published by Politeknik TEDC
ISSN : 19780060     EISSN : 2776723X     DOI : -
Jurnal Ilmiah TEDC merupakan Jurnal Ilmiah Berkala yang diterbitkan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik TEDC. Jurnal Ilmiah TEDC mempublikasikan artikel ilmiah berupa hasil penelitian, gagasan, dan kosepsi dalam ilmu pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ekonomi dan bisnis maupun bidang-bidang ilmu lainnya. Jurnal Ilmiah TEDC berisis artikel ilmiah dari kalangan akademisi Politeknik TEDC maupun dari luar Politeknik TEDC.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2014): Jurnal TEDC" : 13 Documents clear
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM KERANGKA MEMBANGUN KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA Dodi Hidayat; Hendarin .
Jurnal TEDC Vol 8 No 1 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.448 KB)

Abstract

Pemberdayaan masyarakat desa, harus dikembangkan sesuai dengan kesadaran dan bentuk konstruk budaya dan sistem ekologi yang ada, agar dapat memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat itu sendiri, dan pada akhirnya akan membantu masyarakat untuk menyadarkan dirinya sendiri bahwa kerangka pembangunan itu, bermuara pada model membangun keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kata kunci : pemberdayaan masyarakat desa, NKRI
PROSES KARBURASI PELAT BAJA KARBON SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN DAUN KOPLING GESEK Yoddy A. Nuhgraha
Jurnal TEDC Vol 8 No 1 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.108 KB)

Abstract

Mendapatkan komponen-komponen otomotif yang murah dan terjangkau oleh kalangan industri kecil sangatlah dibutuhkan. Salah satu komponen otomotif yang sangat dibutuhkan adalah daun kopling gesek. Pengadaan daun kopling gesek ini sangatlah mahal menurut kalangan industri kecil. Oleh karena itu, dibuat daun kopling gesek yang murah dengan bahan baku baja karbon rendah melalui proses karburasi padat (pack carburizing). Dari pengujian kekerasan, pada baja hasil karburasi nilai optimal yang didapat adalah sebesar 147 VHN, sedangkan baja spesimen awal sebesar 102 VHN. Untuk hasil dari pengujian tarik, baja hasil karburasi mempunyai nilai optimal kekuatan tarik (u) 320.08 N/mm2 , kekuatan luluh (y) 161.61 N/mm2 , dan ketangguhan 9251.65 mm2 , dengan variasi waktu karburasi 8, 9, 10 jam. Kata kunci : karburasi, karbon, pack carburizing, perlakuan panas, kopling, komponen otomotif
SIMULASI NUMERIK PENGKONDISI UDARA DALAM RSK Radi Suradi Kartanegara; Sugianto .; Tria Mariz Arief
Jurnal TEDC Vol 8 No 1 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2928.844 KB)

Abstract

Sebagimana telah diketahui bahwa pengkondisi udara dapat dijumpai diberbagai aplikasi sistem ruang, seperti ruang proses kimia, ruang tempat menyimpan alat ukur, ruang untuk yang memerlukan kenyamanan udara, ruang proses icing dan ruang komputerisasi atau ruang server komputer (RSK). Hal yang terpenting dari RSK adalah menjaga temperatur ruang sedemikian rupa sehingga server komputer dapat bekerja optimal yaitu pada rentang temperatur 20oC sampai dengan 25oC. Untuk dapat mencapai rentang temperatur kerja optimal tersebut maka dibutuhkan tata letak alat pengkondisi udara (APU) sedemikian rupa sehingga sikulasi udara dapat menciptakan rentang temperatur kerja optimal. Paper ini membahas proses simulasi numerik aliran udara akibat kerja APU menggunakan perangkat lunak komersial Fluent versi 6.3 dengan model turbulensi kappa-epsilon (model k-e). Proses simulasi diawali dengan pembentukan geometri RSK berdimensi overall 10.5 x 19.4 x 3.9 m3 beserta 7 buah rak server komputer dengan total server komputer computer sebanyak 490 buah yang dimodelkan sebagai sebuah kotak persegi panjang yang mempunyai flux panas tertentu akibat kerja komponen elektronik server komputer komputer dan menghasilkan udara panas yang diasumsikan 60oC yang dikeluarkan melalui exhaust fan server komputer. Udara panas yang memenuhi RSK didinginkan secara konveksi paksa oleh perangkat pendingin APU tipe standing AC berjumlah 6 buah dengan cara mengalirkan udara dingin bertemperatur 15oC ke dalam RSK. Dari hasil simulasi, diperoleh temperatur udara RSK dalam rentang 20oC sampai dengan 30oC. Untuk hasil yang lebih baik disarankan untuk mengalirkan udara dingin dari lantai RSK yang memungkinkan pengambilan panas lebih efektif dan dbuang ke udara bebas melalui exhaust fan. Kata kunci: Pengkondisi udara, standing AC, Server komputer, Simulasi Numerik, CFD, Fluent.
APLIKASI DATA LOGGER MENGGUNAKAN PC SEBAGAI UNIT MONITORING DATA Vitrasia .
Jurnal TEDC Vol 8 No 1 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.006 KB)

Abstract

Logging data (data logging) adalah proses otomatis pengumpulan dan perekaman data dari sensor untuk tujuan pengarsipan atau tujuan analisis. Sensor digunakan untuk mengkonversi besaran fisik menjadi sinyal listrik yang dapat diukur secara otomatis dan akhirnya dikirimkan ke mikroprosesor atau mikrokontroler untuk pengolahan, Alat yang digunakan untuk melakukan data Logging adalah Data Logger. Dalam memonitor suatu sistem, diperlukan adanya pencatatan aktivitas hasil pengukuran dari sistem tersebut kedalam suatu database. Masih banyak metoda pencatatan dan pengamatan data yang dilakukan secara manual, oleh karena itu diperlukan data logger yang berfungsi mencatat dan menyimpan data hasil pengukuran secara otomatis dari waktu ke waktu. Penelitian ini akan mengkaji efektifitas sebuah data logger yang mengunakan mikrokontroler dan EEPROM sebagai komponen utamanya dan dengan menggunakan 3 jenis masukan yaitu, masukan berupa data digital dengan sensor suhu IC DS1621, masukan berupa tegangan analog dengan sensor suhu analog LM35 dan masukan berupa sinyal digital dengan saklar push button. Pemrograman visual basic 6.0 di gunakan untuk menghubungkan sistem data logger dengan computer, program yang dibuat digunakan juga untuk mengunduh data yang tersimpan pada memori data logger, mengolah dan menyimpan data kedalam database, menyajikan data dalam bentuk tabel dan grafis serta memonitor sistem, data logger ini dilengkapi dengan teknik enkripsi data sebagai keamanan dan privasi data. Kata kunci : Mikrokontroler, IC DS1621, LM35, EEPROM, PC, Visual Basic 6.0, Enkripsi .
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN APLIKASI PEMBELAJARAN PROBLEM POSING PADA POKOK BAHASAN EKOSISTEM PADA SISWA KELAS VII SMP PJHI BALIKPAPAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Euis Yuniastuti
Jurnal TEDC Vol 8 No 1 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.163 KB)

Abstract

Secara umum kesulitan atau masalah yang dialami pada pembelajaran ekosistem siswa kelas VII SMP PJHI Balikpapan ketika meningkatkan hasil belajar biologi ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh siswa dalam memahami Pembelajaran Problem Posing pada pokok bahasan ekosistem dengan tepat dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan hasil belajar biologi siswa dalam pembelajaran problem posing pada pokok pembahasan ekosistem pada siswa kelas VII SMP PJHI Balikpapan. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juni 2013 di SMP PJHI Balikpapan dengan jumlah 30 orang siswa. Metode penelitian ini adalah metode tindakan kelas. Penelitian ini menggunakan tiga siklus yang masing–masing terdiri dari empat tahap,yaitu perencanaan, kegiatan dan pelaksanaan,observasi, refleksi, dan revisi pelaksanaan. Berdasarkan hasil penelitian di kelas VII SMP PJHI Balikpapan kemampuan siswa dalam meningkatkan hasil belajar biologi. Peningkatan ini dapat dilihat pada ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I dengan rata-rata yang diperoleh 66,67% termasuk dalam kategori cukup. Selanjutnya hasil tindakan siklus II dengan nilai ratarata 80% termasuk dalam kategori baik, dan hasil tindakan siklus III dengan nilai rata- rata 93,33% termasuk kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian ini menggambarkan bahwa hasil pembelajaran kemampuan Meningkatkan Hasil Belajar Biologi dengan Aplikasi Pembelajaran Problem Posing Pada Pokok Bahasan Ekosistem dengan menggunakan metode Problem Posing menunjukkan hasil yang meningkat dari kategori cukup, menjadi kategori sangat baik. Kata kunci : hasil belajar, problem posing
PEMURIDAN SEBAGAI TUGAS DOSEN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI PERGURUAN TINGGI Asmat Purba
Jurnal TEDC Vol 8 No 1 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.895 KB)

Abstract

Pengajaran PAK semestinya sebuah cara yang tepat untuk memuridkan peserta didik. Namun tidak semua dosen PAK di Perguruan Tinggi melakukan pemuridan, masih ada dosen yang hanya melaksanakan tugas mengajar. Menurut Kitab Injil,Tuhan Yesus adalah Guru Agung yang memuridkan dan menjadi model yang harus diteladani oleh dosen PAK. Jika dosen PAK di Perguruan Tinggi memiliki pemahaman yang benar tentang pemuridan, maka pembelajaran di kelas tidak hanya menyampaikan pengetahuan Alkitab tetapi pengajaran yang disampaikan akan membawa peserta didik bertumbuh, berakar dan berbuah dalam pengenalan yang benar akan Tuhan Yesus. Permasalahan utama yang diteliti penulis ialah bagaimana pemahaman dosen PAK terhadap PAK yang diajarkannya, apakah melaksanakan pemuridan atau hanya mengajar PAK. Penulis menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif-analisis, yang memaparkan data atau hasil penelitian berdasarkan analisis secara mendalam dan sistematis. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif empiris. Pengambilan data di lapangan dilakukan dengan wawancara etnografi dan mengumpulkan dokumen berupa silabus PAK di Perguruan Tinggi. Sumber wawancara ialah dosen-dosen PAK di Perguruan Tinggi, antara lain : dosen berinisial “AP”, dosen berinisial “AN”, dosen berinisial “PA”, dosen berinisial “BN”, dosen berinisial “MPBT”, dosen berinisial “FD”, dosen berinisial “MB”, dosen berinisial “ST”, dosen berinisial “IP”, dosen berinisial “JMN” , dosen berinisial “MS”, dosen berinisial “SK” , dosen berinisial “SS”, dosen berinisial “TS”, dan dosen berinisial “TG”. Lima belas dosen PAK ini sudah mencakup dan mewakili jumlah dosen PAK di Bandung. Ada beberapa dosen PAK yang mengajar di dua sampai tiga Perguruan Tinggi. Setiap dosen PAK selalu mengajar di semua fakultas dalam satu Perguruan Tinggi. Maka jumlah ini dapat disebut valid, reliable dan obyektif. Kemudian, Penulis juga mengadakan studi literatur terkait (studi kepustakaan termasuk Alkitab), sebagai sumber-sumber penting untuk menunjang penelitian ini lebih seksama. Usulan studi ini adalah: dosen PAK di Perguruan Tinggi dapat melaksanakan pemuridan melalui pengajaran PAK dengan cara menyusun Kurikulum Berbasis Pemuridan. Kurikulum Dikti perlu ditambah dan diubah berdasarkan kebutuhan pemuridan. Hal inilah yang perlu dipelajari dan dikembangkan oleh dosen PAK di Perguruan Tinggi Bandung. Hal ini pada dasarnya dapat dipelajari seperti yang diusulkan dalam penelitian ini. Kata kunci : Pemuridan, Tugas Dosen Pendidikan Agama Kristen, Murid Yesus.
UJI IN-SITU METALOGRAPHY PADA INSPEKSI SISTEM PERPIPAAN HEADER MANIFOLD STASIUN PENGUMPUL GAS UNTUK MEMERIKSA KERUSAKAN YANG DIAKIBATKAN OLEH PERGESERAN INSTALASI. Achmad Hata
Jurnal TEDC Vol 8 No 1 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.517 KB)

Abstract

In-situ metallographic ialah pengujian metallographic yang dilakukan pada instalasi Stasiun Pengumpul Gas (SPG) dalam keadaan sedang beroperasi. Hal ini diimpelntasikan pada SPG Merbau telah mengalami pergeseran instalasi, sehingga menyebabkan seluruh pipa yang relatif berdiameter kecil yang mengarah kepada manifold mengalami pembengkokan. Disamping itu juga instalasi ini sudah beroperasi lebih kurang 20 tahun. Prosedur pengujian In-situ metallographic dimulai dengan pemilihan titik-titik pada lokasi yang perlu diuji, yaitu lokasi kritis yang terkena deformasi atau pembengkokan. Pada lokasi atau titik terpilih dilakukan penggerindaan/pemolesan atau bahkan proses etsa (etching) hingga siap untuk diobservasi dengan menggunakan mikroskop (handy microscope). Setelah struktur mikro benda spesimen terlihat jelas dibawah observasi mikroskop, replika (Microset surface replication) diaplikasikan pada permukaan metallographic. Hal ini dimaksudkan untuk mengkopi permukaan metallographic pada benda spesimen kepada replika untuk dianalisa atau diobservasi di laboratorium. Pengujian In-situ metallographic dilakukan berdasarkan standar “ASTM E1351-90, Standard practice for production and evaluation of field metallographic replicas”. Hasil uji In-situ metallographic secara keseluruhan tidak menunjukkan adanya indikasi yang menuju ke arah kerusakkan atau kegagalan operasi dari instalasi SPG Merbau. Hal ini dibuktikan dengan beberapa hal, yaitu Gambar struktur mikro hasil uji in-situ metallographic tidak ada satupun yang menunjukkan perubahan yang signifikan, yaitu tidak adanya perubahan struktur mikro menjadi struktur martensit pada ketiga daerah uji yaitu logam dasar (base metal), logam las (weld metal), dan daerah terkena pengaruh panas (Heat Affected Zone/HAZ). Struktur mikro martensit mempunyai butiran yang halus dan bersifat keras dan getas, sehingga dengan timbulnya struktur ini dapat menyebabkan instalasi menjadi kritis. Ditambah lagi, hasil uji kekerasan pada daerah uji in-situ metallographic terdapat penurunan dan juga peningkatan angka kekerasan, namun semuanya tidak ada yang menunjukkan angka yang signifikan dan berpengaruh terhadap kekuatan. Hal ini dibandingkan berdasarkan kepada standar ASTM A370-97a Tabel-3. Secara keseluruhan dari hasil uji in-situ metallographic dapat disimpulkan bahwa tidak ada perubahan yang dapat menyebabkan atau mengarah kepada kerusakan atau kegagalan operasi dari pada instalasi SPG tersebut. Kata kunci : Stasiun Pengumpul Gas (SPG), In-situ Metallographic, HAZ
PERBANDINGAN HASIL KLASIFIKASI ANALISIS DISKRIMINAN DAN REGRESI LOGISTIK RESPON BINER PADA PENGKLASIFIKASIAN KEBERHASILAN MAHASISWA POLITEKNIK Euis Sartika
Jurnal TEDC Vol 8 No 1 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.563 KB)

Abstract

Analisis diskriminan dan Regresi Logistik adalah analisis multivariat yang bertujuan untuk mengklasifikasikan suatu pengamatan ke dalam salah satu dari kelompok tertentu. Regresi logistik respon biner dalam penerapannya tidak memerlukan asumsi kenormalan atas variabel bebas. Variabel bebas dalam Regresi Logistik Biner bisa kontinu, diskrit dan dikotomis. Sedangkan Analisis Diskriminan memerlukan asumsi multivariat normal dan kesamaan struktur matriks varian kovarian antar grup, tetapi kedua asumsi ini tidak selalu dapat dipenuhi. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh hasil klasifikasi analisis diskriminan dan regresi logistik respon biner serta membandingkan hasil klasifikasi tersebut dalam kasus keberhasilan mahasiswa Politeknik Negeri Bandung. Hasil penelitian ini menunjukan apabila variabel penjelas berskala kategori, regresi logistik respon biner menghasilkan ketepatan klasifikasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan analisis diskriminan. Peubah penjelas yang berpengaruh signifikan pada keberhasilan mahasiswa Polban bidang Tata Niaga adalah jenis kelamin, program studi, dan nilai IP semester satu. Kata kunci : Analisis Diskriminan, Regresi Logistik Respon Biner
PENERAPAN BUSINESS PROCESS MANAGEMENT PADA ARSITEKTUR SISTEM BERORIENTASI SERVICE (SOA) Ade Hodijah Hodijah
Jurnal TEDC Vol 8 No 1 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.622 KB)

Abstract

Pemerintahan Umum selaku koordinator proses EKPPD berupaya melakukan monitoring operasional kegiatan pengumpulan data indikator kinerja, pengendalian kelengkapan data pendukung, serta penyediaan laporan progress kegiatan evaluasi untuk memenuhi jadwal penyerahan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Untuk itu diperlukan implementasi Teknologi Informasi (TI) yang memiliki unsur kemudahan pertukaran informasi antar aplikasi juga kebutuhan meminimalkan biaya-biaya untuk keperluan integrasi dan modifikasi. Maka, Service Oriented Architecture (SOA) merupakan solusi alternatif sebagai dasar perancangan model sebuah aplikasi. Proses diawali dengan menentukan cakupan analisis yaitu: (1) melakukan pemetaan proses bisnis EKPPD menggunakan pendekatan Business Process Management (BPM), (2) menentukan sistem yang akan diotomatisasi berdasarkan hasil wawancara dan observasi, (3) menentukan kandidat services. Proses selanjutnya adalah (1) merancang desain berorientasi layanan mencakup pemilihan teknologi pengembangan aplikasi, (2) merancang services berdasarkan entity-centric, task-centric, dan application service, (3) merancang bisnis proses berorientasi layanan yang diterjemahkan ke dalam logika proses bisnis. Rancangan model yang telah dibuat, diuji dan diimplementasikan ke dalam bentuk prototype aplikasi didasari oleh dokumen Pedoman Penyelenggaraan Evaluasi Pemerintahan Daerah. Hasilnya membuktikan bahwa rancangan SOA yang telah dibuat dapat digunakan dalam pengembangan aplikasi untuk proses EKPPD dan dapat menjadi layanan bagi sistem lain pada pertukaran data. Kata kunci : EKPPD, SOA, BPM
DAMPAK KESALAHAN PENGAWATAN PADA PENGUKURAN ENERGI LISTRIK TIDAK LANGSUNG Dwi Asmono
Jurnal TEDC Vol 8 No 1 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.661 KB)

Abstract

Sistim pengukuran energi listrik tidak langsung pada kWh meter 3 fasa 4 kawat tegangan rendah, menggunakan peralatan yang dapat menyesuaikan arus yang diukur memenuhi kapasitas alat ukur, yang berkemampuan dilalui arus sebesar 1(satu) sampai dengan 5 (lima) Amper. Alat penyesuai arus adalah trafo arus (current transformer). Adanya peralatan current transformer, sambungan/pengawatan antara pengukuran dengan beban tidak berhubungan secara langsung, oleh karena itu memungkinkan terjadinya kesalahan, yakni kesalahan pada pengawatan. Kesalahan yang sering terjadi pada pengawatan diantaranya terbaliknya polaritas pada rangkaian arus, tegangan fasa tertukar (tidak sesuai fasanya). Hal tersebut diatas mengakibat energi yang terukur pada kWh meter menjadi tidak sama dibandingkan dengan energi yang digunakan pada beban. Untuk meminimalisir terjadinya kesalahan, diperlukan adanya sumber daya manusia yang kompeten, pemeriksaan rutin pada konsumen energi listrik berskala besar dengan menggunakan alat ukur energi tidak langsung. Kata kunci : kWh meter 3 fasa, pengukuran tidak langsung, kesalahan pengawatan

Page 1 of 2 | Total Record : 13