Articles
483 Documents
Analisa Nilai dan Risiko TI pada BRI Menggunakan ISO 31000
Tri Herdiawan Apandi
Jurnal TEDC Vol 8 No 3 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.538 KB)
Bank BRI berhasil meningkatan Laba menjadi 16,67 Trilun pada bulan desember 2011, atau peningkatan laba sebesar 8,99 Triliun dari tahun 2010. Meningkatkan nilai teknologi informasi dalam rangka untuk memberikan kepuasan pada nasabah, salah satu cara Bank BRI untuk meningkatkan laba. Akan tetapi menggunakan teknologi infomasi bukan tanpa risiko, karena bank merupakan industri yang highly regulated dan harus dijalankan secara hati-hati (prudent). Dengan berkembangnya kompleksitas aktivitas bisnis dan operasional BRI, maka risiko yang dihadapi juga semakin besar. Ancaman yang muncul dari dan terhadap kegiatan operasional dapat dipicu oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal terutama risiko yang dihadapi dalam peningkatan dalam pemanfaatan teknologi informasi. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai manajemen risiko TI pada Bank BRI menggunakan ISO 31000. Kata kunci: Bank BRI, nilai TI, risiko, ISO 31000 Kata kunci : Bank BRI, the IT value, risk, ISO 31000
ANALISIS DAN PERANCANGAN RANGKA MESIN PEMOTONG KENTANG OTOMATIS
Agus Saleh;
Deden Ahmad Muhammad
Jurnal TEDC Vol 14 No 2 (2020): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (446.922 KB)
Perancangan mesin pemotong kentang otomatis secara keseluruhan telah dilakukan dengan melibatkan banyak tim dalam prosesnya. Dalam penentuan bentuk maupun fungsi telah sepakat ditentukan dan disepakati hasilnya melalui tahapan perancangan dan pengujian oleh tim. Salah satu tahapan yang dilakukan adalah dengan melakukan perancangan dan pengujian terhadap rangka mesin pemotong kentang otomatis. Proses pembuatan rangka pada mesin pemotong kentang otomatis ini dilakukan dengan beberapa tahapan proses seperti pengumpulan data, pemilihan material, pemotongan material, pemilihan profil, pegelasan, proses finishing dan pengujian. Material yang dipilih adalah material St 42 profil L dengan ukuran 40 x 40 x 3 mm dengan berdasarkan kepada berbagai pertimbangan. Analisis yang dilakukan dengan bantuan software engineering dengan perhitungan pada setiap bagian maka diperoleh nilai depleksinya. Nilai depleksi yang diperoleh adalah pada rangka atas mesin dalam keadaan piston besar tidak aktif diperoleh nilai 4,256e-005 mm, simulasi rangka bawah mesin dalam keadaan piston kecil aktif diperoleh nilai 1,735e-003 mm, simulasi kaki rangka atas mesin dalam keadaan piston besar tidak aktif diperoleh nilai 5,325e-005 mm, simulasi kaki rangka atas mesin dalam keadaan piston besar aktif diperoleh nilai 1,542e-001 mm, simulasi kaki rangka bawah mesin dalam posisi piston kecil aktif diperoleh nilai 2,463e-005 mm. Dari hasil analisis dan desain rangka yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa rangka dapat mengakomodir dari semua komponen yang akan dipasang dan aman.
UJI IN-SITU METALOGRAPHY PADA INSPEKSI SISTEM PERPIPAAN HEADER MANIFOLD STASIUN PENGUMPUL GAS UNTUK MEMERIKSA KERUSAKAN YANG DIAKIBATKAN OLEH PERGESERAN INSTALASI.
Achmad Hata
Jurnal TEDC Vol 8 No 1 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1046.517 KB)
In-situ metallographic ialah pengujian metallographic yang dilakukan pada instalasi Stasiun Pengumpul Gas (SPG) dalam keadaan sedang beroperasi. Hal ini diimpelntasikan pada SPG Merbau telah mengalami pergeseran instalasi, sehingga menyebabkan seluruh pipa yang relatif berdiameter kecil yang mengarah kepada manifold mengalami pembengkokan. Disamping itu juga instalasi ini sudah beroperasi lebih kurang 20 tahun. Prosedur pengujian In-situ metallographic dimulai dengan pemilihan titik-titik pada lokasi yang perlu diuji, yaitu lokasi kritis yang terkena deformasi atau pembengkokan. Pada lokasi atau titik terpilih dilakukan penggerindaan/pemolesan atau bahkan proses etsa (etching) hingga siap untuk diobservasi dengan menggunakan mikroskop (handy microscope). Setelah struktur mikro benda spesimen terlihat jelas dibawah observasi mikroskop, replika (Microset surface replication) diaplikasikan pada permukaan metallographic. Hal ini dimaksudkan untuk mengkopi permukaan metallographic pada benda spesimen kepada replika untuk dianalisa atau diobservasi di laboratorium. Pengujian In-situ metallographic dilakukan berdasarkan standar “ASTM E1351-90, Standard practice for production and evaluation of field metallographic replicas”. Hasil uji In-situ metallographic secara keseluruhan tidak menunjukkan adanya indikasi yang menuju ke arah kerusakkan atau kegagalan operasi dari instalasi SPG Merbau. Hal ini dibuktikan dengan beberapa hal, yaitu Gambar struktur mikro hasil uji in-situ metallographic tidak ada satupun yang menunjukkan perubahan yang signifikan, yaitu tidak adanya perubahan struktur mikro menjadi struktur martensit pada ketiga daerah uji yaitu logam dasar (base metal), logam las (weld metal), dan daerah terkena pengaruh panas (Heat Affected Zone/HAZ). Struktur mikro martensit mempunyai butiran yang halus dan bersifat keras dan getas, sehingga dengan timbulnya struktur ini dapat menyebabkan instalasi menjadi kritis. Ditambah lagi, hasil uji kekerasan pada daerah uji in-situ metallographic terdapat penurunan dan juga peningkatan angka kekerasan, namun semuanya tidak ada yang menunjukkan angka yang signifikan dan berpengaruh terhadap kekuatan. Hal ini dibandingkan berdasarkan kepada standar ASTM A370-97a Tabel-3. Secara keseluruhan dari hasil uji in-situ metallographic dapat disimpulkan bahwa tidak ada perubahan yang dapat menyebabkan atau mengarah kepada kerusakan atau kegagalan operasi dari pada instalasi SPG tersebut. Kata kunci : Stasiun Pengumpul Gas (SPG), In-situ Metallographic, HAZ
FENOMENA MEDIA SOSIAL BIGO LIVE DALAM NEGOSIASI IDENTITAS KOMUNITAS BELOK (LESBIAN) KOTA BANDUNG
Suhaeri .
Jurnal TEDC Vol 11 No 2 (2017): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.897 KB)
Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi telah memberikan kita banyak kemudahan untuk berkomunikasi dengan satu orang maupun banyak orang sekaligus. Sebuah media sosial baru Bigo Live merupakan aplikasi yang dapat melakukan siaran video secara live melalui ponsel dengan jaringan internet dan penyiar dapat berinteraksi secara langsung dengan penontonnya. Media ini dimanfaatkan untuk membuat sebuah negosiasi identitas terutama dikalangan minoritas yang berbeda orientasi seksual dalam hal ini komunitas lesbian (belok) yang ada di kota Bandung. Kajian ini bertujuan untuk melihat dan mempelajari fenomena Bigo Live sebagai media untuk negosiasi identitas kalangan belok di kota Bandung dengan masyarakat heteroseksual . Penggunaan media sosial Bigo Live dikalangan komunitas belok Bandung mempunyai suatu tujuan tersendiri selain mengisi waktu luang, menambah teman, hiburan juga sebagai bentuk eksistensi dan negosiasi identitas mereka. Aktivitas yang mereka lakukan pun juga cukup beragam untuk dapat menarik perhatian sehingga identitas mereka dapat diterima. Bahkan mereka juga dari menggunakan Bigo, mendapatkan sesuatu yang menguntungkan seperti penghasilan, teman serta pasangan. Kendala banned yang mereka hadapi terjadi karena mereka menyuguhkan konten siaran yang bertentangan dengan peraturan yang dibuat oleh Bigo Live.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN SIKLAMAT PADA MINUMAN YANG DIJUAL DI PINGGIR JALAN CIHAMPELAS SAMPAI JALAN BATUJAJAR
Lusi Marlina;
Annisa Rani Sa’adah
Jurnal TEDC Vol 10 No 3 (2016): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (619.024 KB)
Pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan yang ditambahkan dalam makanan atau minuman untukmenciptakan rasa manis. Siklamat merupakan jenis pemanis buatan yang memiliki kemanisan 30 kali lebihmanis dari pada sukrosa. Pemakaian pemanis sintetis masih diragukan keamanannya bagi kesehatankonsumen, Beberapa negara mengeluarkan peraturan secara ketat atau bahkan melarang penggunaannya,seperti kanada sejak 1977. Batas Maksimum Penggunaan Siklamat yang diatur dalam ADI (acceptable dailyintake) atau kebutuhan per orang per hari adalah sebanyak 0 – 11 mg per berat badan per hari. Sementarakadar maksimum siklamat dalam minuman 3 gr/L. Untuk mengidentifikasi kandungan siklamat pada minumandapat menggunakan metode gravimetri. metode gravimetri adalah cara analisis kuantitatif berdasarkan berattetap (berat konstannya). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan siklamat pada minumanyang dijual di pinggir jalan. Dengan mengambil 6 sampel minuman. Pengujian dilakukan di laboratoriumteknik kimia Politeknik TEDC Bandung. Berdasarkan hasil penelitian secara kuantitatif dari 6 sampel seluruhsampel terdeteksi mengandung siklamat, dengan kadar terendah 3 mg dan kadar tertinggi 14,3 mg.Kata kunci: Minuman jajanan, Pemanis Buatan, Siklamat.
Perancangan Keamanan Jaringan Komputer Pada Layer Application Berbasis Intrusion Prevention System (IPS) yang di Integrasikan dengan Access Control List (ACLs)
Dahlan .
Jurnal TEDC Vol 13 No 2 (2019): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (716.293 KB)
Infrastruktur jaringan komputer di Politeknik TEDC Bandung saat ini semakin berkembang, adanya Sistem Informasi di dalam sebuah server dan sumber daya lain yang bisa di akses oleh banyak user Melalui Protokol TCP/IP, baik dari dalam maupun dari luar tentunya berpotensi terhadap ancaman keamanan Jaringan Komputer tersebut, adanya penyusup atau Aplikasi yang mencurigakan dapat menyebabkan Sumber Daya di Politeknik TEDC sering tidak berfungsi, layanan yang tidak tersedia tentunya dapat berimbas pada pelayanan yang kurang prima. Jaringan Komputer yang ada di Politeknik TEDC antar departemen satu dengan departemen yang lain saling terhubung dalam jaringan Lokal Area Network, untuk membagi segmentasi jaringan dalam core switch berdasar pada fungsi, project team, atau aplikasi organisasi dengan mengabaikan penempatan fisik atau koneksi ke jaringan, oleh karena itu perlu di buatkan workgroup sesuai dengan departemen untuk mempermudah admin dalam membagi kepentingan dan tugasnya serta mempermudah dalam pengontrolan user. User yang terhubung dalam jaringan tersebut tentunya berkesempatan untuk mengakses ke Sumber Daya padahal sebagian user tidak diperbolehkan karena tidak mempunyai kepentingan terhadap Sumber Daya tersebut. Untuk mempermudah admin dalam menseleksi user yang boleh akses (permit) atau di tolak (deny) pada akses ke Sumber Daya tentunya di perlukan penangan lebih selektif terhadap permintaan user. Begitu juga dalam melakukan pencegahan dini terhadap penyusup yang dapat merusak sebuah system maka di perlukan penanganan, agar system jarangan akan selalu terjaga dari penyusup dan aplikasi-aplikasi yang mencurigakan. Untuk melakukan pembagian segmentasi jaringan di Politeknik TEDC di buatkan Virtual Local Area Network ( VLAN ) yang secara logika membagi jaringan ke dalam broadcast domain berbeda sehingga paket switch antara port yang ditunjuk untuk VLAN yang sama. VLAN diciptakan untuk menyediakan layanan segmentasi biasa yang diberikan oleh router fisik dalam konfigurasi LAN. Router pada topologi VLAN menyediakan penyaringan broadcast, keamanan, mengatur alur lalu lintas dan mengatur Otorisasi terhadap user dengan menerapkan konsep Access Control List (ACLs) yang dapat di konfigurasi pada router. Sedangkan Intrution Prevention System (IPS) yan g di terapkan pada Server dengan mengunakan Snort sebagi tools nya dan Acid-MySQL sebagai Data Base Snort, bertujuan untuk mencegah jika adanya penyusup atau aplikasi yang mencurigakan. Sehingga dengan adanya perancangan keamanan jaringan komputer yang berbasis Intrution Prevention System dan dengan Access Contrlol List (ACLs) yang di terapkan di Politeknik TEDC di harapkan dapat mengamankan jaringan komputer dengan mendeteksi secara dini jika adanya intruder yang akan merusak pada sistem jaringan dan juga dapat mengatur otorisasi terhadap user yang mengakses sumber daya dalam segmentasi jaringan .
PENGARUH PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN TERHADAP KINERJA OPERATOR MESIN
Edi Purwono
Jurnal TEDC Vol 15 No 1 (2021): JURNAL TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (387.122 KB)
Operator mesin, dalam manajemen pengelolaan bengkel menjadi andalan dalam mencapai keberhasilan usaha. Sumberdaya manusia merupakan sumberdaya perusahaan yang berperan sangat penting untuk mencapai kinerja yang diinginkan. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya adalah faktor pengetahuan yang baik dan keterampilan kerja yang tinggi. Artikel ini menganalisis hasil penelitian tentang pengaruh pengetahuan dan keterampilan kerja terhadap kinerja karyawan (operator) bengkel pemesinan di wilayah Bandung Barat. Data dikumpulkan secara sampling, dan hubungan antar variabel dianalisis menggunakan model regresi linier. Hasil analisis menjunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan secara signifikan mempengaruhi kinerja, dengan pengaruh yang cukup besar terhadap kinerja yaitu 50,8%, sedangkan 49,2% sisanya disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti. Persamaan regresi yang terbentuk adalah Y=0,324X1+0,201X2+2,520. Kata kunci: pengetahuan, keterampilan, kinerja operator
SOCIAL CULTURE PADA TERJEMAHAN NOVEL GADIS PANTAI BERDASARKAN VERBA KOGNITIF KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
Mutiara Indah N.
Jurnal TEDC Vol 12 No 3 (2018): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (145.293 KB)
Artikel ini membahas kajian atas terjemahan novel T h e Girl f r o m t h e C o a s t (Gadis Pantai) berupa (1) foreignisasi-domestikasi apa yang digunakan dalam menerjemahkan cultureme tersebut dan (2) social culture apa saja yang ditemukan dalam terjemahan novel. Kajian dilakukan berdasarkan verba kognitif dan semantik kognitif tidak hanya memahami makna dari tataran tekstual saja, melainkan memahami proses sebuah makna melalui kognisi penutur bahasa. Hasil kajian dapat diketahui bahwa cultureme kategori social culture yang terdapat dalam terjemahan novel Gadis Pantai adalah main ceki, Bendoro, sahaya, guru ngaji, guru batik dan benggol. Kata kunci: cultureme, social culture, foreignisasi-domestikasi, verba kognitif
EVALUASI PENERAPAN MANAJEMEN LAYANAN TI MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA IT INFRASTRUCTURE LIBRARY (ITIL) SUB DOMAIN SERVICE DESK, INCIDENT MANAGEMENT, DAN PROBLEM MANAGEMENT
Badie Uddin
Jurnal TEDC Vol 8 No 2 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (259.021 KB)
Adanya standar operasional berdasarkan Service Level Agreement (SLA) diharapkan dapat memberikan layanan terhadap pengguna jasa IT menjadi lebih luas. Dengan adanya incident management dan problem management serta dilakukannya implementasi Service Desk maka akan mengembalikan operasional bisnis kembali normal secepat mungkin dan keadaan tingkat normal bisa dituangkan dalam suatu batasan SLA. PT. XYZ mengembangkan ISC (Information System Centre) untuk menangani serta menunjang aktifitas IS/IT perusahaan. Salah satu unit di bawah ISC adalah IS Service Support yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan hardware, software, data dan jaringan di seluruh unit bisnis PT. XYZ. Evaluasi penerapan Information Technology Service Management (ITSM) didasarkan kepada masalah-masalah yang terjadi pada unit IS Service Support. Pengukuran kinerja layanan TI unit IS Service Support PT. XYZ ini dilakukan dengan menerapkan kerangka kerja yang secara internasional sudah diakui sebagai best practice, yaitu ITIL. Sedangkan hasil dari pengukuran tingkat kematangan (maturity level) dalam obyek penelitian ini dapat membantu organisasi dalam memahami hal-hal apa saja yang harus menjadi perhatian khusus guna meningkatkan layanan atau produk kerja organisasi itu sendiri. Kata kunci : SLA, Service Desk, Incident Management, Problem Management, IS Service Support, PT. XYZ, ITSM, ITIL.
TINJAUAN WAKTU PENYEDIAAN BERKAS REKAM MEDIS PASIEN LAMA RAWAT JALAN GUNA MENUNJANG MUTU PELAYANAN DI RUMAH SAKIT TNI AU DR. M. SALAMUN BANDUNG
Suharto ,;
Encep Hada
Jurnal TEDC Vol 15 No 2 (2021): JURNAL TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (185.659 KB)
Based on the results of a preliminary study on January 13, 2020 to January 17, 2020, and based on information from several outpatient installation officers, the implementation of providing medical record files for long outpatients to the polyclinic is still not optimal. Researchers obtained results from interviews with the distribution section, found that outpatient medical record files were late to the polyclinic causing nurses to immediately take them to the distribution section. From the average number of patients per day as many as 520 patients who registered, it was found that 137 outpatient medical record files were late to the polyclinic. The purpose of this study was to determine the time of providing medical record files for long outpatient services at RSAU Salamun Bandung. The research method used is descriptive research method and data collection techniques by observation, interviews, and literature study. The results showed that the provision of medical record files was still not good. The number of fast medical record files is 5965 or 78% and the number of medical record files is 1692 or 22% later, so it can be seen that on average one old patient in the time of providing medical record files for long outpatients carried out in outpatient services at RSAU Salamun Bandung is 19 minutes, so the results obtained in the field are considered long because they exceed the target of the standard that should be 10 minutes. It is recommended for RSAU Salamun Bandung that the outpatient registration service and services at the polyclinic take place at the same time, and it is better for the storage officer and distribution officer to inform the polyclinic when the file is not found.