cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023)" : 10 Documents clear
Kajian kesesuaian lahan permukiman di Kabupaten Jombang berbasis QGIS sebagai landasan analisis penataan ruang Mohhamad Farid
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The location of settlements is one of the important aspects in the arrangement of a space. The proper arrangement of residential areas can increase the development of a space to be more structured and progressive. However, on the contrary, if the arrangement of residential areas is not planned properly, it can have a negative impact in the form of unstructured development. Spatial planning has an important role in maximizing the potential possessed by each region. One of the areas that has potential that deserves to be developed is Jombang Regency with qualified trade sector opportunities. So it is very important to conduct a land suitability study, especially in the context of research. This research was conducted through a quantitative descriptive method with primary sources obtained from satellite imagery data, which was then processed and analyzed using the help of the QGIS platform through overlay methods and secondary data in the form of previous research results or similar documents that have credibility. The results of the analysis in this study show that an area of 1.78 km2 or 19.2 percent of the area of Jombang Regency, is in a very inappropriate classification if used as a settlement. Meanwhile, as many as 27.84 percent or an area of 29.89 km2 are in the inappropriate category, and 70.38 percent of other areas or an area of 756.1 km2 are in the appropriate classification if used as residential areas. Lokasi permukiman menjadi salah satu aspek penting di dalam penataan suatu ruang. Penataan kawasan permukiman yang tepat, dapat meningkatkan perkembangan suatu ruang menjadi lebih terstruktur dan progresif. Akan tetapi sebaliknya, jika penataan kawasan permukiman tidak direncanakan dengan tepat, maka dapat memberikan dampak negatif berupa perkembangan yang tidak terstruktur. Penataan ruang mempunyai peran penting guna mengembangkan potensi yang dimiliki setiap daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang punya potensi yang layak dikembangkan adalah Kabupaten Jombang dengan peluang sektor perdagangan yang mumpuni. Sehingga sangat penting untuk dilakukan kajian kesesuaian lahan, terutama dalam konteks penelitian. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif kuantitatif melalui penggunaan sumber data primer yang diperoleh dari data citra satelit, yang kemudian diolah dan dianalisis menggunakan bantuan platform QGIS melalui metode overlay dan data sekunder berupa hasil penelitian terdahulu atau dokumen sejenis yang memiliki kredibilitas. Hasil analisis pada penelitian ini menunjukan jika area seluas 1,78 km2 atau sebesar 19,2 persen dari luas wilayah Kabupaten Jombang, berada pada klasifikasi sangat tidak sesuai jika digunakan sebagai permukiman. Sedangkan sebanyak 27,84 persen dari total area atau seluas 29,89 km2 berada pada tingkatan kurang sesuai, dan 70,38 persen area lainnya dengan luas sebesar 756,1 km2 berada pada tingkatan yang sesuai jika digunakan sebagai kawasan permukiman.
E-modul Sejarah sebagai inovasi bahan ajar digital berbasis aplikasi Canva untuk meningkatkan minat belajar siswa Adinda Fuadila Almahera; Najib Jauhari; Ulfatun Nafi’ah
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

History learning is generally considered an uninteresting subject. This is because students are less interested in learning history. The use of textbooks makes it easy for students to feel bored, coupled with students' lack of interest in reading. This is what makes students' interest in learning history at MAN 2 Gresik decline. Based on these problems, the researchers developed supporting teaching materials in the form of an E-Module History based on the Canva application, material for the process of entering Islam in Gresik Regency for class X IIS 1 MAN 2 Gresik students. This teaching material is a teaching material with a format in the form of a link that can be accessed by students via smartphones by utilizing the internet network. The E-Modul History teaching materials were developed using the ADDIE development method which consists of five stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The development of the History E-Module teaching materials has met the criteria with the validity values of the materials and teaching materials, namely 81.6 percent and 88.3 percent. With a test value of the effectiveness of small and large groups of 85.4 percent and 87.6 percent, respectively. History E-Module teaching materials are also made with the aim of attracting students' interest in learning history. The results of the percentage of students' interest in learning before and after are 49.8 percent and 89.8 percent which indicate an increase in student interest in learning after using the History E-Module teaching materials. Pembelajaran sejarah secara umum dipandang sebagai mata pelajaran yang tidak menarik. Hal tersebut dikarenakan kurang tertariknya siswa terhadap pembelajaran sejarah. Penggunan bahan ajar Buku Paket membuat siswa gampang merasa bosan ditambah dengan minat membaca siswa yang kurang. Hal ini yang menjadikan minat belajar siswa terhadap pembelajaran sejarah di MAN 2 Gresik menurun. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti memutuskan membuat bahan ajar pendukung berupa E-Modul Sejarah berbasis aplikasi canva materi proses masuknya Islam di Kabupaten Gresik untuk siswa kelas X IIS 1 MAN 2 Gresik. Bahan ajar ini merupakan bahan ajar dengan format berupa link yang bisa diakses oleh siswa melalui smartphone dengan memanfaatkan jaringan internet. Bahan ajar E-Modul Sejarah dikembangkan dengan metode pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation) Pengembangan bahan ajar E-Modul Sejarah telah memenuhi kriteria dengan nilai validitas materi dan bahan ajar yakni 81,6 persen dan 88,3 persen. Dengan nilai uji efektivitas kelompok kecil dan besar sebesar 85,4 persen dan 87,6 persen. Bahan ajar E-Modul Sejarah juga dibuat dengan tujuan untuk menarik minat belajar siswa dalam belajar sejarah. Hasil persentase minat belajar siswa sebelum dan sesudah yakni 49,8 persen dan 89,8 persen yang menunjukkan adanya kenaikan minat belajar siswa setelah menggunakan bahan ajar E-Modul Sejarah.
Estimasi fase pertumbuhan dan produktivitas tebu menggunakan citra sentinel 2 di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang Ayu Putri Wahyuni; Ike Sari Astuti; Purwanto Purwanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sugarcane is the main raw material for sugar production. Estimation of the growth phase and sugarcane productivity is very important as input in the plantation management system and decision making. Estimating the growth phase and productivity of sugarcane using remote sensing technology is challenging because sugarcane is varies both spatially and temporally when compared to other crops. The utilization of Sentinel 2 imagery is expected to be an alternative in estimating sugarcane productivity. So, this study aims to estimate the growth and productivity of sugarcane using Sentinel 2 imagery in Dampit District, Malang Regency. The estimation of the sugarcane growth phase and productivity was carried out using the 10-day time-series NDVI parameter approach to determine the growth trend of sugarcane. NDVI extraction when it reaches 240-300 DAP is used to estimate sugarcane productivity. The estimation model was built using the random forest regression method. The results show that the sugarcane growth estimation model cannot accurately predict the sugarcane growth phase with low accuracy of -1.18 with RMSE 102 days, NRMSE 28 percent. While the productivity estimation model has a high accuracy of 0.94 with RMSE 7.23 Ton/Ha, NRMSE 18 percent, and an estimated productivity ratio of 1.02–1.05 which shows the average productivity of Sentinel 2 image is close to the productivity of the DTPHP. Tebu merupakan tanaman perkebunan yang menjadi bahan baku utama untuk produksi gula. Estimasi fase pertumbuhan dan produktivitas tebu sangat penting sebagai masukan dalam sistem pengelolaan perkebunan dan pengambilan keputusan. Estimasi fase pertumbuhan dan produktivitas tebu menggunakan teknologi penginderaan jauh memiliki tantangan karena tebu merupakan tanaman yang bervariasi baik secara spasial maupun temporal jika dibandingkan dengan tanaman lainnya. Pemanfaatan citra Sentinel 2 diharapkan mampu menjadi alternatif dalam estimasi produktivitas tebu. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi fase pertumbuhan dan produktivitas tebu menggunakan citra Sentinel 2 di Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Estimasi fase pertumbuhan tebu dan produktivitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan parameter NDVI time series untuk mengetahui tren pertumbuhan tebu. Ekstraksi NDVI saat mencapai 240-300 HST digunakan untuk estimasi produktivitas tebu. Model estimasi dibangun menggunakan metode random forest regression. Hasil estimasi menunjukkan model estimasi pertumbuhan tebu tidak dapat melakukan estimasi fase pertumbuhan tebu secara akurat dengan akurasi yang rendah sebesar -1.18 dengan RMSE 102 hari, NRMSE 28 persen. Sedangkan, model estimasi produktivitas memiliki akurasi tinggi sebesar 0.94 dengan RMSE 7.23 Ton/Ha, NRMSE 18 persen, serta rasio produktivitas estimasi 1.02–1.05 yang menunjukkan rata-rata produktivitas citra Sentinel 2 mendekati produktivitas Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP).
Representative platform cyber metaverse terkoneksi BYOD sebagai upaya preventive urgensi digital pada sistem pendidikan Indonesia Thoriqi Firdaus
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of technology in the era of society 5.0 has made the educational paradigm change through digitalization in learning. The use of digital learning media platforms that are widely used today is less flexible so it cannot accommodate learning needs in one digital platform. This requires representatives of learning media platforms in facing the digital urgency of the education system in Indonesia. The research method used is netnography which is descriptive qualitative with a grounded theory approach. The data collection technique in this study is to use observations on the use of digital learning media, digital-based in-depth interviews, and library research to present a discovery. The results showed that as many as 82 percent of respondents did not agree with the use of digital learning media platforms with different functions. Because of the many applications that must be used during online learning, thus making learning less effective. The low digital participation makes students only able to access learning media that have been prepared by educators without being able to produce, participate, and collaborate. The cyber metaverse platform connected to BYOD applied in learning can replace various learning media platforms, so that it becomes a platform that can cover all digital functions in learning. The cyber metaverse platform connected to BYOD can be a preventive effort in facing the challenges of the digital world by allowing students to be creative through one digital platform. Perkembangan teknologi di era society 5.0 menjadikan paradigma pendidikan mengalami perubahan melalui digitalisasi dalam pembelajaran. Penggunaan platform media pembelajaran digital yang banyak digunakan saat ini kurang fleksibel sehingga tidak dapat mengakomodasi kebutuhan pembelajaran dalam satu platform digital. Hal tersebut membutuhkan representative platform media pembelajaran dalam menghadapi urgensi digital pada sistem pendidikan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan yaitu netnografi yang bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan observasi terhadap penggunaan media pembelajaran digital, in-depth interview berbasis digital, dan library research untuk menghadirkan suatu penemuan baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 82 persen responden kurang setuju terhadap penggunaan platform media pembelajaran digital yang berbeda-beda fungsinya. Hal itu karena banyaknya aplikasi yang harus digunakan saat pembelajaran daring, sehingga menjadikan pembelajaran kurang efektif. Rendahnya pertisipasi digital menjadikan mahasiswa hanya dapat mengakses media pembelajaran yang telah disiapkan oleh pendidik tanpa dapat memproduksi, berpartisipasi, dan berkolaborasi. Platform cyber metaverse terkoneksi BYOD yang diterapkan dalam pembelajaran dapat menggantikan berbagai platform media pembelajaran, sehingga menjadi suatu platform yang dapat mencakup semua fungsi digital dalam pembelajaran. Platform cyber metaverse terkoneksi BYOD dapat menjadi upaya preventif dalam menghadapi tantangan dunia digital dengan menjadikan mahasiswa dapat berkreasi melalui satu platform digital.
Peran generasi muda dalam pemberdayaan ekosistem mangrove di Teluk Palu pasca bencana alam Tahun 2018 Muhammad Bilal Baslum; Rizka Ayu Wulandari; Bagus Setiabudi Wiwoho
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

On September 28, 2018, a natural disaster hit Palu City. The city of Palu was rocked by an earthquake measuring 7.4 on the Richter scale which then caused a domino effect of the tsunami that hit the coast of Palu City and liquefaction in several areas. This study is intended to identify one of the real actions by several youth communities in the Palu City area in the form of cultivating mangroves or mangroves on the coast which are areas directly affected by the tsunami. Seeing this condition, of course, the role of the younger generation or millennials is needed to rebuild their area. This study is intended to identify one of the real actions by several youth communities in the Palu City area in the form of cultivating mangroves or mangroves on the coast which are areas directly affected by the tsunami. The method used is a descriptive qualitative approach. The techniques used to collect information are interviews, literature studies, literature, and online data searches. Pada tanggal 28 September 2018, bencana alam melanda Kota Palu. Kota Palu diguncang oleh gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang kemudian menimbulkan efek domino bencana gelombang tsunami yang menghantam pesisir Kota Palu dan likuifaksi pada beberapa area. Kota Palu dilintasi oleh garis sesar Palu-Koro, ditambah kondisi geologis dan topografi yang dapat menambah kerusakan terhadap wilayah padat penduduk ini. Melihat kondisi ini, tentunya peranan generasi muda atau milenial amat dibutuhkan untuk membangun kembali daerah mereka. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengindentifikasi salah satu tindakan nyata oleh beberapa komunitas remaja di wilayah Kota Palu yang berupa pembudidayaan mangrove atau bakau di pantai yang merupakan area terdampak langsung tsunami. Metode yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik yang dilakukan untuk pengumpulan informasi adalah wawancara, studi pustaka, literatur, dan penelusuran data online. Hasil analisis menunjukkan bahwa peran generasi milenial atau remaja terbilang aktif, terutama digerakkan oleh organisasi sekolah dan universitas, disamping program formal perbaikan infrastruktur oleh pemerintah daerah dalam menyikapi mitigasi bencana akan fakta alamiah di sekitar Kota Palu.
Asesmen potensi geopark untuk pengembangan geotourism berbasis edukasi pada Goa Lowo Trenggalek Robby Hilmi Rachmadian; Tasya Khairunisa; Purwanto Purwanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Goa Lowo Tourism Object, Trenggalek Regency, East Java is one of the geosites with its own charm in the form of karst rock morphology which produces a spectacular karst cave display case. Improving the quality of tourism objects with the potential for education-based geotourism is one way to develop natural potential that has yet to be maximized. This study aims to conduct a geodiversity study on geological elements, examine the value of science, education, tourism, to the risk of degradation in the Goa Lowo area, and a geotourism development strategy based on Research Area Education. This research is expected to be the basis for developing geoparks in the Goa Lowo area. The research method used includes an assessment of the potential of geological sites, measured through several criteria, parameters, and indicators quantitatively, with the reference standard used to conduct this assessment based on a quantitative assessment conducted by the Center for the Geological Survey. The criteria used in this assessment are the parameters of science value, education value, tourism value, and degradation risk value with a predetermined weight. Based on the results of the assessment carried out, the weight value of science is 65 percent, education is 72.5 percent, tourism is 87.5 percent, and the risk of degradation is 58.75 percent. Based on the final results of the quantitative assessment, the total value of the assessment on the Goa Lowo geosite is 283.75 percent, which is between 201-300 which can be interpreted as having a medium category. Kawasan Objek Wisata Goa Lowo Kabupaten Trenggalek Jawa Timur merupakan salah satu geosite dengan daya tarik tersendiri berupa morfologi batuan karst yang menghasilkan etalase goa karst yang spektakuler. Meningkatkan kualitas objek pariwisata dengan potensi geotourism berbasis edukasi adalah salah satu cara mengembangkan potensi alam yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian geodiversity pada unsur geologi, mengkaji nilai ilmu pengetahuan, pendidikan, pariwisata, hingga risiko degradasi di kawasan Goa Lowo, dan strategi pengembangan geotourism berbasis Edukasi Daerah Penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan geopark di kawasan Goa Lowo. Metode penelitian yang digunakan meliputi asesmen potensi situs geologi, diukur melalui beberapa kriteria, parameter, serta indikator secara kuantitatif, dengan standar acuan yang digunakan untuk melakukan asesmen ini adalah berdasarkan penilaian kuantitatif yang dilakukan oleh Pusat Survei Geologi. Kriteria yang digunakan dalam asesmen ini adalah parameter nilai sains, nilai pendidikan, nilai pariwisata, dan nilai risiko degradasi dengan bobot yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan, bobot nilai sains 65 persen, pendidikan 72,5 persen, pariwisata 87,5 persen, dan risiko degradasi 58,75 persen. Berdasarkan pada hasil akhir asesmen kuantitatif, maka didapatkan total nilai asesmen pada geosite Goa Lowo sebesar 283,75 persen yaitu antara 201-300 yang dapat diartikan memiliki kategori sedang.
Pengaruh model project based learning berbantuan story maps terhadap kemampuan berpikir kreatif pada mata pelajaran Geografi siswa SMAN 7 Malang Feny Panjerina; Fatiya Rosyida; Rudi Hartono; Purwanto Purwanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The learning model that will be applied to students should be effective and interesting. One of the effective and interesting geography learning models is the project based learning model. The project based learning model is a learning model that makes products (projects) in a structured manner. This model can trigger students' curiosity to solve a problem at hand and can also develop students' creative thinking skills. This study aims to determine the effect of the project-based learning model assisted by story maps on the ability to think creatively in the geography subject of SMAN 7 Malang students. This research is a type of experimental quantitative research. Subjects in this study consisted of two classes, namely the experimental class and the control class XI IPS SMAN 7 Malang. The new thing in this research is the use of story map in this project based learning model, students can make maps in a simple and interesting way so as to improve students’ creative thinking skills. The results of the t-test (independent sample t-test) show that the significance value is 0.000 less than 0.05, which means that there is a significant affect of story map-assisted project based learning models on the ability to think creatively in geography subjects. A project based learning model assisted by a story map is better than students who only use a project based learning model. Model pembelajaran yang akan diterapkan kepada siswa sebaiknya efektif dan menarik. Salah satu model pembelajaran geografi yang efektif dan menarik ialah model project based learning. Model project based learning adalah model pembelajaran yang membuat produk (proyek) secara terstruktur. Model ini dapat memicu rasa ingin tahu siswa untuk memecahkan sebuah masalah yang dihadapi dan juga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui pengaruh model project based learning berbantuan story map terhadap kemampuan berpikir kreatif pada mata pelajaran geografi siswa SMAN 7 Malang. Riset ini merupakan jenis penelitian kuantitatif eksperimen. Subjek pada riset ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol XI IPS SMAN 7 Malang. Hal baru pada riset ini yaitu penggunaan story map pada model project based learning ini siswa dapat membuat peta secara sederhana dan menarik sehingga meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Hasil uji t (independent sample t-test) menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 kurang dari 0,05 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan model project based learning berbantuan story map terhadap kemampuan berpikir kreatif pada mata pelajaran geografi. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa dengan model project based learning berbantuan story map lebih baik daripada siswa yang hanya menggunakan model project based learning.
Identifikasi tingkat kerawanan tanah longsor berbasis teknologi Sistem Informasi Geografis (studi kasus Kabupaten Gresik) Akemat Rio Setiawan; Farhan Farhan; Rudi Hartono
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gresik Regency is one of the regencies in East Java which often occurs landslides during the rainy season. In addition to high rainfall intensity, several other factors such as slope, soil type, and land use are also used as parameters in this landslide susceptibility study. This research based on Geographic Information Systems can be a medium in facilitating the expression of spatial-based information that can function as the validity of the interpretation of areas that have the potential to experience landslides in Gresik Regency by using the overlay method with scoring by assigning weights according to its classification which results in landslide-prone areas in the area. digital form. The results of this process produce a landslide susceptibility map with details of 1.99 km2 in the very low category, 42.83 km2 in the low category, 134.35 km2 in the medium category, 5.04 km2 in the high category, and 0.17 km2 in the very high category. The result of the overlay is that the distribution of high vulnerability levels is in the central and southern regions of Gresik Regency, one example in Kebomas District which is often hit by landslides. This is caused by the area has a hilly landform so that there is a high potential for subsidence to occur. Kabupaten Gresik adalah salah dari satu kabupaten di Jawa Timur yang sering terjadi peristiwa longsor ketika musim penghujan. Selain intensitas hujan yang tinggi, beberapa faktor lain seperti kemiringan lereng, jenis tanah, dan penggunaan lahan juga digunakan sebagai parameter dalam penelitian tingkat kerawanan longsor ini. Penelitian ini berbasis Sistem Informasi Geografis dapat menjadi media dalam memudahkan pengutaraan informasi berbasis spasial yang dapat difungsikan sebagai validalitas interpretasi daerah yang berpotensi mengalami bencana tanah longsor di Kabupaten Gresik dengan menggunakan metode overlay dengan scoring dengan pemberian bobot sesuai dengan pengklasifikasiannya yang menghasilkan objek daerah rawan longsor dalam bentuk digital. Hasil dari proses tersebut menghasilkan peta kerawanan longsor dengan rincian luas 1,99 km2 dengan kategori sangat rendah, 42,83 km2 kategori rendah, 134,35 km2 kategori sedang, 5,04 km2 kategori tinggi, dan 0,17 km2 dengan kategori sangat tinggi. Hasil dari overlay tersebut sebaran tingkat kerawanan tinggi berada di wilayah bagian tengah dan selatan Kabupaten Gresik salah satu contoh di Kecamatan Kebomas yang sering dilanda longsor. Hal ini ditimbulkan oleh wilayah tersebut memiliki bentuk lahan yang berbukit sehingga berpotensi tinggi terjadi amblesan.
Pemetaan potensi wisata berbasis ecotourism di Ampelgading: Langkah menuju model wisata ramah lingkungan Joko Sayono
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in Ampelgading District, Malang Regency. The objectives of the research were to: (1) explain the concept of ecotourism and its correlation with nature conservation efforts and the empowerment of local communities, (2) identify the socio-economic profile of the region for ecotourism development, and (3) map the potential level of ecotourism development at tourist attractions in the Ampelgading District. This research used a qualitative-descriptive approach and employed observation, interview, and documentation methods for data collection. Data were analyzed using Miles and Huberman-style descriptive analysis. The participants of the research included district and village officials, tourism operators, and business people in the tourism area. The results showed that: (1) there is a strong relationship between ecotourism and efforts to preserve nature and improve the welfare of local communities, (2) the socio-economic conditions of the Ampelgading region support the development of ecotourism, and (3) there is potential for the development of three types of tourism as ecotourism attractions in the Ampelgading region. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) menjelaskan konsep ecotourism dan korelasinya dengan upaya konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat lokal, (2) mengidentifikasi profil sosial-ekonomi wilayah untuk pengembangan ecotourism, dan (3) memetakan tingkat potensi pengembangan ecotourism pada obyek-obyek wisata di Kecamatan Ampelgading. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Analisis deskriptif ala Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data. Partisipan penelitian ini meliputi perangkat kecamatan dan desa, pengelola pariwisata, dan pelaku usaha di kawasan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang kuat antara ecotourism dengan upaya pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, (2) kondisi sosial ekonomi wilayah Ampelgading mendukung untuk pengembangan ecotourism, dan (3) terdapat potensi pengembangan tiga jenis wisata di wilayah Ampelgading sebagai objek ecotourism.
Sistem tata letak Kota Majapahit sebagai solusi pembangunan daerah dan mengatasi pemukiman kumuh di masa generasi Z Michael Aprillino Fernandes; Ismail Lutfi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The city layout system has long been known in civilization in the archipelago. One of the city layout systems that exist in the civilization of the archipelago itself is the city layout system of the Majapahit Kingdom. Based on some evidence of relics in Mojokerto (Trowulan) which is thought to be the capital of the Majapahit kingdom (Wilwatikta). It can be seen that the Majapahit kingdom already had a very good city layout system, especially the layout for residential areas. The city layout system used by the Majapahit kingdom was able to arrange the location of residential areas very well to prevent the occurrence of slum settlements. Therefore, through this research, it will be studied in depth about the city planning system used by the Majapahit kingdom in regulating the regional development of cities during the Majapahit era, especially the capital of the Majapahit kingdom (Wilwatikta). With the aim of knowing the layout system of the Majapahit city and making it a solution for regional development and overcoming the problem of slum settlements in the current generation Z. Sistem tata letak kota sudah lama dikenal dalam peradaban di Nusantara. Salah satu sistem tata letak kota yang ada dalam peradaban Nusantara itu sendiri adalah sistem tata letak kota Kerajaan Majapahit. Berdasarkan bebeapa bukti peninggalan yang ada di Mojokerto (Trowulan) yang diduga sebagai ibukota kerajaan Majapahit (Wilwatikta). Dapat diketahui bhawa kerajaan Majapahit telah mempunyai sistem tata letak kota yang amat sangat baik terkhususnya tata letak untuk daerah pemukiman penduduk. Sistem tata letak kota yang digunakan kerajaan Majapahit tersebut mampu mengatur letak daerah-daerah pemukiman penduduk dengan amat sangat baik untuk mencegah terjadinya pemukiman kumuh. Oleh sebab itulah, melalui penelitian ini akan dikaji secara mendalam mengenai sistem tata telak kota yang digunakan oleh kerajaan Majapahit dalam mengatur pembangunan daerah kota-kota dimasa Majapahit terkhususnya ibukota kerajaan Majapahit (Wilwatikta). Dengan tujuan untuk mengetahui sistem tata letak kota Majapahit tersebut dan menjadikannya sebagai solusi untuk pembanguna daerah dan mengatasi masalah pemukiman kumuh di masa generazi Z sekarang ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 10