cover
Contact Name
Bayu Koen Anggoro
Contact Email
Publisher@um.ac.id
Phone
+6282124960909
Journal Mail Official
admin.jolla@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang no. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA)
ISSN : 27970736     EISSN : 27974480     DOI : https://doi.org/10.17977/um064
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts is a double-blind peer-reviewed journal published monthly (pISSN 2797-0736 eISSN 2797-4480). This journal publishes scientific articles on language, literature, library information management, and arts. It publishes empirical and theoretical studies in the form of original research and case studies from various perspectives. Articles can be written in English, Indonesian, and other foreign languages.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 7 (2023)" : 10 Documents clear
Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Arab di Jenjang Sekolah Dasar Berbasis Keagamaan Islam Kurniawati Aprilia Rusdiana Putri; Nurhidayati Nurhidayati
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i72023p1049-1060

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab di Indonesia bisa ditemui di pendidikan formal maupun nonformal. Namun, tidak jarang yang menganggap bahasa Arab ialah bahasa yang susah untuk dipa­hami, dan dianggap sebagai mata pelajaran yang tidak disukai. Tingkat keberhasilan suatu lembaga dalam mencapai tujuan pembelajaran Bahasa Arab membutuhkan sebuah manajemen pembelajaran bahasa Arab yang sesuai dan baik, meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perancanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran bahasa Arab di kelas VI MI Fastabiqul Khoirot. Penelitian yang digunakan mengguna­kan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di MI Fastabiqul Khoirot Trenggalek dengan subjek dalam penelitian ini ialah kepala madrasah, guru bahasa Arab, dan siswa kelas VI. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan observasi, wa­wancara, dokumentasi berupa data utama dan data pendukung serta analisa data. Hasil penelitian ini meliputi: (a) perencanaan pembelajaran dilakukan dengan menyusun Ren­cana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat nama sekolah, mata pelajaran, kelas/se­mester, kompetensi dasar, IPK, alokasi waktu,metode, media, tujuan, bahan ajar, materi, pelaksanaan pem­belajaran, dan aspek penilaian; (b) pelaksanaan yaitu kegiatan pendahuluan, inti dan penutup; dan (c) penilaian, penilaian pembel­ajaran bahasa Arab didasarkan penilian tugas harian, tugas kelompok, PTS, PAT dan sikap. Dalam pelajaran bahasa Arab terdapat 4 keterampilan berbahasa yang masing-masing keterampilan ber­beda dalam menilainya. Kata kunci: pembelajaran; bahasa Arab; pelaksanaan; perencanaan; penilaian Arabic Language Learning at Elementary School Based on Islamic Religion Implementation of Arabic education in Indonesia can be found in formal and non-formal education. Though, it is not unusual for people to associate that Arabic is a difficult language to understand, and is seen as an unwelcome subject. The level of success of an institution in achieving the objectives of learning Arabic requires an appropriate and good management of Arabic learning, including planning, implementation, and assessment. The point of this research was to draw the planning, implementation, and assessment of Arabic learning in class VI MI Fastabiqul Khoirot. The type of research used in this research is qualitative analysis. This research was handel at MI Fastabiqul Khoirot Trenggalek with the subjects in this study were the head of the madrasa, Arabic teachers, and sixth-grade students. The data accumulation techniques used in this research were obtained by observation, interviews, documentation in the form of main data, and supporting data and data analysis. The outcome of this study include (a) learning planning is carried out by compiling a Learning Implementation Plan (RPP) which contains the name of the school, subject, class/semester, basic competence, IPK, time allocation, method, media, objectives, teaching materials, materials, implementation learning, and assessment aspects. (b) implementation, namely preliminary, core, and closing activities (c) assessment, assessment of Arabic learning based on an assessment of daily assignments, group assignments, PTS, PAT, and attitudes. In Arabic lessons, there are 4 language skills, each of which is different in assessing them. Keywords: learning; Arabic; implementation; planning; assessment
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Ansambel Musik dengan Model Project Based Learning (PjBL) Fathatin Nur Afifah; Wida Rahayuningtyas; Hartono Hartono
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i72023p1081-1092

Abstract

Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah di lapangan masih belum optimal dan masih banyak siswa yang hasil akademiknya rendah. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan model Project Based Learning (PjBL) pada KD 3.4 dan 4.4 dalam materi ansambel musik dengan mata pelajaran seni budaya. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus setiap siklusnya memiliki tahapan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, lembar unjuk kerja, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII H semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022, dengan jum­lah siswa 36 orang dalam mata pelajaran seni budaya pada materi ansambel musik. Hasil penelitan: (1) Observasi keterlaksanaan pembelajaran siklus 1 dangan nilai 75 (tinggi) dan meningkat pada siklus 2 menjadi 95 (sangat tinggi); (2) Motivasi belajar siklus 1 dengan skor rata-rata 3,16 (tinggi) telah meningkat pada siklus 2 menjadi 3,35 (sangat tinggi); (3) Hasil belajar siswa pada sikus 1 diperoleh rata-rata 77,09 dan meningkat pada siklus 2 menjadi 84,26. Dapat disim­pulkan bahwa melalui model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan moti­vasi belajar ada materi ansambel musik. Kata kunci: motivasi dan hasil belajar; ansambel music; project-based learning. Increasing Motivation and Learning Outcomes of Musical Ensembles using Project Based Learning (PjBL) Models Learning activities carried out using the lecture method in the field are still not optimal and there are still many students whose academic results are low. This research is included in classroom action research (CAR) which aims to increase student motivation and learning outcomes with the Project Based Learning (PjBL) model at KD 3.4 and 4.4 in music ensemble material with cultural arts subjects. This research was conducted in two cycles, each cycle has stages consisting of planning, implementa­tion, observation, and reflection. Data collection techniques used questionnaires, performance she­ets, and learning implementation observation sheets. The research sample was class VII H students in the odd semester of the 2021/2022 academic year, with a total of 36 students in the arts and culture subjects in the music ensemble material. The results of the research: (1) Observation of the implementation of learning in cycle 1 with a value of 75 (high) and increased in cycle 2 to 95 (very high); (2) Learning motivation in cycle 1 with an average score of 3.16 (high) has increased in cycle 2 to 3.35 (very high); (3) Student learning outcomes in cycle 1 obtained an average of 77.09 and increased in cycle 2 to 84.26. It can be concluded that through the Project Based Learning learning model, it can increase learning motivation for music ensemble material. Keywords: motivation and learning outcomes; musical ensembles; project-based learning
Legenda Desa Jatikerto sebagai Inspirasi Kreasi Penciptaan Motif Batik Tulis untuk Busana Wanita Novira Wahyu Ningtyas; Lisa Sidyawati
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i72023p1061-1080

Abstract

Desa Jatikerto awalnya diberi nama Bedali. Akan tetapi, karena banyaknya penduduk baru yang berdatangan, maka diadakan musyawarah kembali dengan warga setempat yang menghasilkan keputusan mengganti nama Bedali menjadi Jatikerto. Pada masa sekarang masih banyak generasi muda belum mengetahui bagaimana sejarah terbentuknya desanya sendiri. Melihat kondisi tersebut, menjadi landasan penciptaan karya batik tulis ini untuk mengenalkan kepada masyarakat khususnya generasi muda Desa Jatikerto untuk terus menjaga dan mengingat sejarah. Tujuan penciptaan ini mendeskripsikan ide konsep dari legenda Desa Jatikerto, proses berkarya, dan hasil serta penyajian karya. Penciptaan ini menggunakan metode S.P Gustami dengan melalui tiga tahap yakni eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Karya yang diciptakan berupa enam karya batik tulis yaitu: Jatisakur, Jatisawan, Jatisandung, Jatisala, Jatisaban, Jatisaladan yang disajikan dalam bentuk busana wanita. Karena busana merupakan bahan yang tidak terlepas dari kebutuhan manusia khususnya wanita. Kata kunci: legenda; Desa Jatikerto; batik tulis; busana; wanita Jarikerto Village Legend as Creation Inspiration Written Batik Motif for Women’s Clothes Jatikerto village was originally named Bedali. However, due to the large number of new residents arriving, another consultation was held with the local residents which resulted in the decision to change the name Bedali to Jatikerto. At this time there are still many young people who do not know the history of the formation of their own village. Seeing these conditions, it became the basis for the creation of this written batik work to introduce to the community, especially the younger generation of Jatikerto Village to continue to maintain and remember the history of the village. This creation describes the concept ideas from the legend of Jatikerto Village, the process of creating, and the results and presentation of the work. This creation uses the S.P Gustami method using three stages, namely exploration, design, and embodiment. The works created are in the form of six written batik works, namely: Jatisakur, Jatisawan, Jatisandung, Jatisala, Jatisaban, Jatisala and presented in the form of women's clothing. Because clothing is a material that cannot be separated from human needs, especially women. Keywords: legend; Jatikerto Village, batik tulis; clothing, women
Pengelolaan Pembelajaran Tari pada Padepokan Seni Alang Alang Kumitir, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi Yan Tina Tiar; E. W. Suprihatin Dyah Pratamawati; Ika Widyawati
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i72023p931-946

Abstract

Sanggar tari merupakan bagian dari pendidikan nonformal yang memiliki fungsi dalam membentuk kepribadian peserta didik. Padepokan Seni Alang Alang Kumitir, kecamatan Tegaldlimo, kabupaten Banyuwangi, merupakan salah satu sanggar tari yang dipilih oleh peneliti karena Padepokan Seni Alang Alang Kumitir telah meraih berbagai prestasi di bidang seni. Penelitian ini mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran tari pada Padepokan Seni Alang Alang Kumitir, kecamatan Tegaldlimo, kabupaten Banyuwangi. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keab­sahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini terdapat tiga aspek dalam pengelolaan pembelajaran, yaitu (1) perencanaan pembelajaran pada Padepokan Seni Alang Alang Kumitir tersusun secara matang dan tertulis meliputi tujuan, materi, metode, serta media pembelajaran; (2) Pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat oleh pemilik sanggar tari; (3) Penilaian pembelajaran diadakan setelah semua materi diajarkan dan dilaksanakan setiap tahun. Terdapat kelemahan dalam kegiatan pelaksanaan, yaitu penerapan metode drill yang membuat cantrik menjadi tertekan dan bosan. Saran untuk peneliti di masa depan adalah memiliki pandangan ilmiah dalam mengkaji pengelolaan pembelajaran tari di sanggar, serta melakukan penelitian baru yang menghasilkan produk video tari dan buku tari guna mendukung kebutuhan proses pembelajaran di sanggar. Kata kunci: pengelolaan; pembelajaran; tari; padepokan seni alang alang kumitir Management of Dance Learning at the Alang Alang Kumitir Art Center, Tegaldlimo District, Banyuwangi Regency Dance studios are part of non-formal education that plays a role in shaping students' personalities. The Alang Alang Kumitir Art Center, located in Tegaldlimo District, Banyuwangi Regency, is one of the dance studios selected by the researchers due to its numerous accomplishments in the arts. This study aims to describe the management of dance learning at the Alang Alang Kumitir Art Center in Tegaldlimo District, Banyuwangi Regency. The research methodology employed in this study is a descriptive qualitative method. The data collection techniques used include interviews, observation, and documentation. To ensure data validity, source triangulation and technique triangulation were employed. The study's findings reveal three aspects of learning management: (1) learning planning at the Alang Alang Kumitir Art Center is thoroughly prepared and documented, including objectives, materials, methods, and learning tools; (2) The implementation of learning follows the established plan set by the dance studio owner; (3) Learning assessment takes place after all materials have been taught and is conducted on an annual basis. However, there are weaknesses in the implementation activities, particularly in the application of the drill method, which may lead to the students feeling unmotivated and bored. Suggestions for future researchers include adopting a scientific perspective in studying the management of dance learning in dance studios and conducting further research to produce dance video products and dance books that support the learning needs of the dance studio. Keywords: management; learning, dance; alang alang kumitir art center
Meningkatkan Hasil Belajar Menggambar Komik Berdasarkan Fabel dengan Metode Examples Non Examples di Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri Nikita Putri; Hariyanto Hariyanto; Denik Ristya Rini
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i72023p947-963

Abstract

Menggambar komik merupakan pembelajaran Seni Budaya kelas VIII. Pembelajaran menggambar komik terhadap peserta didik di kelas VIII-H MTs Negeri Batu, guru sebagai fokus pembelajaran, peserta didik pasif, dan peserta didik kurang motivasi berkarya menggambar komik. Hasil belajar belum memenuhi KKM yang sudah ditetapkan, sehingga peneliti bersama dengan guru berkolaborasi dalam mengatasi permasalahan tersebut dengan menerapkan metode Examples Non Examples se-bagai alternatif untuk pembelajaran menggambar komik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkat-kan capaian hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran menggambar komik dengan bantuan fabel dan penerapan metode Examples Non Examples. Metode yang digunakan dalam Penelitian Tin-dakan Kelas (PTK) menggunakan model Kemmis dan McTaggart dengan dua siklus, di mana setiap siklusnya terdapat empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, posttes, dan dokumentasi. Hasil penelitian berupa hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Evaluasi pembelajaran menggambar komik dilakukan dengan menggunakan posttes dan produk akhir. Kata kunci: menggambar komik; hasil belajar; metode Examples Non Examples Improving Learning Outcomes in Drawing Comics Based on Fables Using the Examples Non-Examples Method in Class VIII at Public Islamic Junior High School This study aims to improve the learning outcomes in drawing comics among students of Class VIII-H at MTs Negeri Batu through the implementation of the Examples Non-Examples method, focusing on fable-based content. The research addresses the challenges of passive student engagement and a lack of motivation in artistic creation. The current learning outcomes fall short of the established KKM (Minimum Completion Criteria). To address these issues, a collaborative effort between researchers and teachers was undertaken. The Examples Non-Examples method was employed as an alternative approach to teaching comic drawing. The study follows the Classroom Action Research (PTK) frame-work developed by Kemmis and McTaggart, encompassing two cycles consisting of four stages: planning, action, observation, and reflection. The data collection techniques employed include obser-vation, interviews, post-tests, and documentation. The study evaluates the learning outcomes in the cognitive, affective, and psychomotor domains. The post-tests and final comic products are utilized to assess the effectiveness of the learning process. By implementing the Examples Non-Examples method, this study aims to enhance students' achievement in learning to draw comics, using fable-inspired content. Keywords: drawing comics; learning outcomes; Examples Non Examples method
Quarter-life Crisis sebagai Sumber Ide Penciptaan Seni Instalasi Febrianti Putri Arinda; Hariyanto Hariyanto; Agnisa Maulani Wisesa
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i72023p964-982

Abstract

Quarter-life crisis (QLC) adalah perasaan khawatir yang hadir atas ketidakpastian kehidupan masa depan seputar hubungan, karir, dan kehidupan sosial yang terjadi sekitar usia 20-an. Efek relaksasi hujan dapat berperan dalam upaya mengatasi QLC. Hal inilah yang melatarbelakangi sebuah karya seni instalasi site-specific partisipatoris bertajuk “Mizzly Signals”. Tujuan penciptaan seni instalasi ini adalah untuk merepresentasikan pengalaman seseorang ketika mendapat pencerahan atau pe-tunjuk saat mengalami efek relaksasi ketika hujan. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya seni instalasi ini adalah metode penciptaan oleh SP Gustami, yang meliputi tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Teknik yang digunakan dalam proses perwujudan karya seni instalasi ini adalah teknik assembling serta teknik trial and error. Karya seni instalasi yang dihasil-kan berupa visualisasi suasana hujan dengan komponen-komponen berupa watercurtain, juntaian benang, matrix rain code dan rangkaian lampu interaktif yang bersifat site-specific pada tangga di gedung D18 Universitas Negeri Malang. Karya ini memerlukan adanya partisipasi publik dalam per-wujudannya. Kata Kunci: quarter-life crisis; seni instalasi; seni partisipatoris Quarter-life Crisis as a Source of Ideas for Creating Installation Art Quarter-life crisis (QLC) is a feeling of anxiety that comes with the uncertainty of future life around relationships, career and social life that occurs around the age of 20. The relaxing effect of rain can contribute to overcoming QLC. This is the background of a participatory site-specific installation artwork entitled "Mizzly Signals". The purpose of this installation art creation is to represent someone's experience when they receive an guidance or enlightenment when experiencing the relaxing effect of rain. The method used in the creation of this installation artwork is the creation method by SP Gustami, which includes the exploration stage, design stage, and realization stage. The techniques used in the process of realizing this installation artwork are assembling techniques and trial & error. The resulting installation artwork is a visualization of the rainy atmosphere with components in the form of a watercurtain, strands of thread, matrix rain code and a series of site-specific interactive lights on the stairs in the D18 building of the State University of Malang. This work requires public participation in its realization. Keywords: quarter-life crisis; installation art; participatory art
Penciptaan Kriya Keramik Salt Pottery Fish sebagai Elemen Estetik Interior Penguat Identitas Budaya Ngemplakrejo Kota Pasuruan Tenry Latanre; Ponimin Ponimin
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i72023p983-1003

Abstract

Penciptaan karya keramik Salt Pottery Fish di Kota Pasuruan, Indonesia dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan sebuah ikon visual artistik yang merepresentasikan karakter lokal Kota Pasuruan. Proses penciptaan karya ini dipengaruhi oleh pentingnya pencitraan kawasan dan keinginan untuk mempromosikan warisan budaya daerah. Karya keramik ini menggambarkan bentuk ikan asin khas daerah Pasuruan, serta menggunakan teknik pembuatan keramik tradisional.  Karya keramik Salt Pottery Fish dapat menjadi suatu objek seni yang dapat menarik minat wisatawan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan kekayaan budaya lokal. Untuk mencapai hasil visualisasi yang baik, diperlukan sebuah metode kreatif yang melibatkan beberapa tahapan, seperti penggalian ide dari berbagai sumber, pembuatan konsep penciptaan, proses visualisasi karya, analisis atau deskripsi karya, dan penyimpulan. Dari penelitian ini dihasilkan sepuluh karya keramik Salt Pottery Fish, lima karya dari Salt Pottery Fish sebagai ornamen di Ajap (Cita-Cita), Andon (laku), Westuwestu (Lestari), Rineh (Sabar), dan Kubu (Pertahanan). Sedangkan lima karya dari Salt Pottery Fish sebagai bentuk di antaranya adalah Kuncara (Terkenal), Reksa (Jaga), Rekadaya (Usaha), Balawan (Kokoh), dan Arcana (Rendah Hati). Hasil dari beberapa karya tersebut dilakukan pameran karya untuk mendapatkan apresiasi. Kata kunci: budaya lokal; Salt Pottery Fish; keramik Creation of Ceramic Craft Salt Pottery Fish as an Interior Aesthetic Element Cultural Identification Builder Ngemplakrejo Pasuruan City The creation of the Salt Pottery Fish ceramic artwork in Pasuruan City, Indonesia is intended to create a visual artistic icon that represents the local character of the city. The creation process of this artwork is influenced by the importance of portraying the region and the desire to promote local cultural heritage. This ceramic artwork depicts the typical salted fish shape of the Pasuruan region and utilizes traditional ceramic-making techniques. The Salt Pottery Fish ceramic artwork can be an attractive art object for tourists and increase awareness of the importance of preserving local cultural heritage. A creative method consisting of idea sources exploration, creation concept, artwork visualization process, analysis/description of artwork, and conclusion is required to achieve visual results. This research resulted in ten Salt Pottery Fish ceramic artworks, five of which are ornamental pieces including Ajap (Aspiration), Andon (Activity), Westuwestu (Sustainability), Rineh (Patience), and Kubu (Defense). While the other five Salt Pottery Fish artworks are in the form of Kuncara (Famous), Reksa (Careful), Rekadaya (endeavor), Balawan (Firm), and Arcana (Humble). An art exhibition was held to showcase the results of the artwork creation and receive appreciation. Keywords: local culture; Salt Pottery Fish; ceramic
Pemandangan Alam Tiris Kabupaten Probolinggo sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Naturalisme Nurjannatunaimah Nurjannatunaimah; Triyono Widodo; Swastika Anggriani
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i72023p1004-1021

Abstract

Alam Tiris Kabupaten Probolinggo memiliki objek keindahan dan pariwisata yang sangat beragam, seperti hamparan perkebunan teh Gambir, arung jeram Sungai Pekalen, Danau Ranu Agung, dan berbagai air terjun. Kecamatan Tiris terletak di Kabupaten Probolinggo dan berada di ketinggian 700 hingga 1000 mdpl. Karya seni lukis naturalisme dengan objek pemandangan alam Tiris diciptakan untuk menuangkan kekaguman pencipta terhadap keindahan alam dan sebagai upaya untuk memperkenalkan keindahan alam Tiris Kabupaten Probolinggo kepada masyarakat umum. Proses penciptaan karya seni lukis naturalisme menggunakan teori penciptaan seni oleh M. Alma Hawkins yang memiliki tiga tahapan, yakni tahap eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan atau forming. Bentuk visual dari karya yang dihasilkan adalah karya seni rupa dua dimensi dengan objek yang sepenuhnya terinspirasi dari keindahan alam Tiris dengan mengemban prinsip perspektif, skala, komposisi dengan teknik goresan ekspresif dan finger painting. Penciptaan karya seni lukis menghasilkan enam karya naturalisme, yakni dengan judul (1) Lili air Ranu Agung, (2) Aliran Sungai Pekalen, (3) Argopuro dan Hamparan Teh, (4) Sudut Ladang, (5) Air Terjun Mukjizat yang Tersembunyi, dan (6) Ranu Agung dan Gunung Lemongan. Hasil penciptaan lukisan ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat tentang keindahan alam Tiris Kabupaten Probolinggo. Kata kunci: Tiris Probolinggo, seni lukis, naturalisme The Panorama of Tiris Probolinggo Regency as an Idea for the Creation of Naturalism Painting Tiris Probolinggo Regency has very diverse beauty and tourism objects, including the expanse of the Gambir tea plantation, Pekalen River rafting, Lake Ranu Agung, and waterfalls, many of which are still unknown. Tiris District is located in Probolinggo Regency and is located at an altitude of 700 to 1000 meters above sea level. Naturalism painting works with natural landscape objects of Tiris were created to express the creator's admiration for the existing natural beauty as well as an effort to introduce the natural beauty of Tiris - Probolinggo to the wider community. The process of creating works of naturalism painting uses the theory of art creation by M. Alma Hawkins which has three stages, including the stages of exploration, improvisation, and forming. The visual form of the work produced is a two-dimensional work of art with objects fully inspired by the natural beauty of Tiris by carrying out the principles of perspective, scale, composition using expressive stroke techniques and finger painting. The creation of works of art resulted in six works of naturalism with the titles (1) Water lilies Ranu Agung, (2) Stream of the Pekalen River, (3) Argopuro and Expanse of Tea, (4) Angles of Fields, (5) Hidden Miracle Waterfall, and (6) Ranu Agung and Mount Lemongan. The results of the creation are expected to provide an overview to the public about the natural beauty of Tiris Probolinggo Regency. Keyword:  Tiris Probolinggo, painting, naturalism
Students’ Grammatical Errors in Writing Descriptive Texts Elfa Novelia; Faisal Faisal
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i72023p1022-1031

Abstract

The primary objective of this study was to investigate and describe the various types of grammatical errors observed in written descriptive texts of seventh-grade students. A quantitative research design was employed, aligned with the recommended research project design proposed by Creswell and Plano Clark (2011). The data collection process involved analyzing students' written descriptive texts. A total of 82 errors were identified and categorized according to their frequency, namely omission, misformation, addition, and misordering. The study argued that the nature of the formative assessment and the national examination, with an emphasis on grammatical dimensions, were significant factors influencing these errors. These findings provide valuable insights into comprehending specific grammatical error patterns, thus facilitating the development of targeted instructional strategies to address these issues effectively. Keywords: descriptive texts; formative assessment; grammatical errors Kesalahan Tata Bahasa Siswa dalam Menulis Teks Deskriptif Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan menggambarkan jenis-jenis kesalahan gramatikal yang ditemukan dalam teks deskriptif tulisan siswa kelas tujuh. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif sesuai dengan desain proyek penelitian yang direkomendasikan oleh Creswell dan Plano Clark (2011). Data dikumpulkan menggunakan dokumen - teks deskriptif tulisan siswa. Ditemukan 82 kesalahan yang diklasifikasikan berdasarkan urutan kesalahan paling sering hingga paling jarang terjadi, yaitu penghilangan, pembentukan salah, penambahan, dan pengurutan yang salah. Penelitian ini berargumen bahwa faktor yang diyakini mempengaruhi kesalahan tersebut adalah sifat penilaian formatif dan ujian nasional, dengan penekanan pada dimensi gramatikal. Temuan ini memberikan wawasan berharga dalam memahami pola kesalahan gramatikal tertentu, sehingga memudahkan pengembangan strategi pembelajaran yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut dengan efektif. Kata kunci, teks deskriptif, asesmen formatif, kesalahan tata bahasa,
Burden and Hope: A Semiotic Analysis of Emotional Differences on BTS Jin’s Solo Project Hillary Mayor; Yusnita Febrianti; Kukuh Prayitno Subagyo; Nanang Zubaidi
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i72023p1032-1048

Abstract

The semiotic analysis seeks to find the hidden meaning behind a sign. This study investigates the emotional differences in the song lyrics in BTS Jin's solo projects, Abyss and The Astronaut. The meaning and emotional differences obtained through this analysis are denotation, connotation, and myth. This study uses a qualitative method with an interpretative approach using Barthes' (1964) theory of semiology. The result of the study shows that there are two emotional differences conveyed by the two songs in BTS Jin's solo project. The song Abyss tells about Jin's experience when he felt burdened in the process of knowing and learning other personas in him. The Astronaut, on the other hand, a song about how his fans gave him hope and helped him escape the zone where he felt burnout. The emotional differences conveyed by the two songs are Burden in the Song Abyss and Hope in The Astronaut song. Keywords: semiotics; emotional differences; song lyrics; Kim Seok-Jin Burden and Hope: Analisis Semiotika Perbedaan Emosional dalam Proyek Solo Jin BTS Analisis semiotik berupaya menemukan makna tersembunyi di balik suatu tanda. Penelitian ini menyelidiki perbedaan emosional dalam lirik lagu dalam proyek solo Jin BTS, Abyss dan The Astronaut. Perbedaan makna dan emosi yang diperoleh melalui analisis ini adalah denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif dengan mengguna­kan teori semiologi Barthes (1964). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua perbedaan emosional yang disampaikan oleh kedua lagu dalam proyek solo Jin BTS. Lagu Abyss menceritakan pengalaman Jin ketika ia merasa terbebani dalam proses mengetahui dan mempelajari persona lain dalam dirinya. The Astronaut, di sisi lain, adalah lagu tentang bagaimana para penggemarnya memberinya harapan dan membantunya keluar dari zona di mana ia merasa kelelahan. Perbedaan emosional yang disampaikan kedua lagu tersebut adalah Burden di lagu Abyss dan Hope di lagu The Astronaut. Kata kunci: semiotika; perbedaan emosi; lirik lagu; Kim Seok-Jin

Page 1 of 1 | Total Record : 10